11 September, 2016

HAJI MENYEHATKAN JIWA DAN RAGA

Qur’an surat Ali Imran ayat 97 :
97. (...Dan) di antara (kewajiban manusia terhadap Allah adalah mengerjakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke sana) perjalanan dan tempatnya aman, mempunyai biaya untuk berhaji, sehat jasmani dan rohani, mempunyai bekal untuk dirinya dan keluarga yang ditinggalkan berhaji, terjamin hidupnya, akomodasinya lengkap dan sebagainya (Barangsiapa yang mengingkari) kewajiban (haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya) tidak memerlukan segala sesuatu (dari semesta alam).
Manasik haji meliputi beberapa macam ritual memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan tubuh dan jiwa manusia. Ketika seseorang berniat menjalankan ibadah haji, ia menyadari bahwa ia akan menjalankan ibadah kepada Allah, yang menghajatkan kesucian jiwa dan juga kesucian jasad. Ibadah haji juga membutuhkan jiwa dan semangat yang tetap dan kukuh disertai perjuangan untuk membebaskan jiwanya dari segala penyakit dan gangguan. Ia juga harus membiasakan diri untuk melakukan kebaikan dan kesucian, seperti bersikap toleran kepada sesama. Dengan cara itu ia akan menghilangkan segala hambatan yang merusak persaudaraan dan persatuan sehingga ia siap menjalani perjalanan itu dengan jiwa yang tenang dan suci. Kemudian, saat hendak memulai rangkaian manasik haji, ia mengenakan pakaian ihram yang sederhana dan tanpa jahitan. Pakaian putih-putih itu akan melembutkan jiwanya sehingga ia menyadari kelemahan dan kerendahan dirinya di hadapan Allah. Ia hanya dibungkus sehelai kain, persis seperti pada hari pertama ia dilahirkan ibunya, karena kain tak berjahit itu kosong dari lekatan dunia dan segala perhiasannya. Ketika menggenakan kain itu, setiap jamaah haji seakan memasuki tahapan kehidupan baru yang menguatkan jiwanya dan meneguhkan kehendaknya sehingga dunia dan seluruh isinya tak lagi berarti apa-apa di hadapannya. Ia teringat hari pertama saat dilahirkan ke dunia tanpa membawa apa-apa dan kemudian tubuhnya dibungkus sehelai kain sederhana. Dengan demikian, ia menjadi lebih tawaduk dan melepaskan pakaian dunia dengan segala kemewahan, keagungan, dan kebesarannya yang semu. Sikap sombong, takabur, dan membanggakan dunia merupakan penyakit jiwa dan ibadah haji dapat mengobatinya. Setiap jamaah haji menyadari dan bersyukur atas segala nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya sehingga ia bisa merasakan segala bentuk kenikmatan dunia. Syekh al-Jurjawi berkata, “Jangan Anda abaikan bahwa mengenakan pakaian ihram ketika menunaikan ibadah haji memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh manusia. Sebagaian dokter mengatakan bahwa manusia pada hawa di sekitar dirinya agar tubuhnya beristirahat selama beberapa saat dan mengembalikan kekuatan serta kebugarannya. Selama menunaikan ibadah haji, tubuh jamaah bersentuhan langsung dengan Oksigen sehingga mereka menjadi lebih sehat dan lebih segar”. Selain itu pakaian ihram juga dapat memunculkan sikap sederhana dari kehidupan dunia dan menumbuhkan keinginan untuk meraih tujuan hidup yang lebih luhur, lebih suci dan lebih mulia. Berihram juga melatih jiwa agar siap menghadapi segala kesulitan dan menunaikan segala sesuatu yang tidak disukai oleh nafsu.
Ibn Daqiq al-Id mengatakan, “Hikmah mengenakan kain ihram adalah agar jiwa kita dapat melepaskan diri dari kecintaan kepada dunia sekaligus mengingatkannya pada kain kafan tak berjahit yang akan membungkusnya saat ia mati. Selain itu, mengenakan kain ihram juga akan melatih jiwa agar keluar dari kebiasaan dan rutinitasnya sehingga ia siap menjalani ibadah haji dengan segala ketentuan, rukun, syarat, dan akhlak yang mulia”. Ketika menunaikan ibadah haji dan umrah, diharuskan berthawaf mengitari Ka’bah sebanyak 7 kali gerakan berputar yang dimulai dari sudut Hajar Aswad dan berakhir di tempat yang sama dan perputaran thawaf dilakukan berlawanan dengan perputaran jarum jam. Ternyata, ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa arah perputaran itu adalah arah perputaran seluruh alam semesta dari hal yang paling lembut atau sederhana hingga semesta yang paling besar dan sangat kompleks. Di dalam tubuh, elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nucleus (inti sel) dan sitoplasma (cairan yang mengisi sel yang banyak fungsinya dan semuanya sangat penting dalam proses kehidupan) mengelilingi nukleus suatu sel dengan arah yang berlawanan dengan arah jarum jam. Molekul-molekul protein terbentuk dan darah memulai gerakannya dari kanan ke kiri berlawanan dengan arah jarum jam. Sperma ketika mencapai indung telur berkeliling.dan peredaran darah manusia memulai gerakannya yang berlawanan dengan arah jarum jam. Perputaran Bumi ber-rotasi dan mengelilingi Matahari serta Matahari ber-rotasi dengan semua sistemnya mengelilingi pusat Galaksi yang berlawanan dengan arah jarum jam. Galaksi yang kita tempati bernama Bima Sakti yang dikelilingi 100 milyar Matahari dan ratusan milyar planet. Semua Galaksi berputar-putar mengelilingi Superkluster berlawanan dengan arah jaruim jam dan Superkluster adalah kumpulan 100 milyar Galaksi + 10.000 milyar Matahari + trilyunan planet semuanya berputar-putar mengelilingi pusat alam semesta yang hanya diketahui oleh Allah Yang Maha Pencipta. Segala sesuatu di cakrawala ini bertasbih dari kanan ke kiri yang berlawanan dengan arah jarum jam.
Sejumlah penelitian menunjukan bahwa semua energi dan kesungguhan yang dikerahkan setiap jemaah haji mengandung manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh karena :
  1. Ketika seorang jamaah haji menunaikan semua aktivitas manasik haji, maka setiap anggota tubuhnya akan mencari makanan-makanan lain diluar sistem metabolisme melalui sintesis Oksigen. Keadaan itu akan menurunkan tekanan darah sehingga jantung dan paru-paru dapat bekerja dengan lebih baik.
  2. Aktivitas manasik haji akan menurunkan kadar kolesterol yang berbahaya dari dalam darah.
  3. Aktivitas manasik akan menghindarkan penderita hipertensi dari mendapat serangan tekanan darah tinggi yang seringkali menjadi penyebab sakit jantung, gangguan saraf dan penyakit ginjal. Berjalan kaki secara rutin dan teratur (contohnya rutin berjalan kaki ke tempat ibadah untuk shalat berjamaah, terutama bagi kaum pria) dapat menurunkan tekanan darah sehingga jantung dapat berfungsi dengan baik
  4. Aktivitas manasik haji yang berjalan kaki akan membantu penderita penyakit gula untuk menurunkan kadar gula dalam darah karena dapat melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta bisa menurunkan berat badan karena cadangan lemak di tubuhnya lebih banyak dibakar menjadi energi.
  5. Aktivitas manasik haji yang dilakukan dengan berjalan kaki akan membantu penyembuhan sakit pinggang, sakit tulang belakang, nyeri tulang pinggul, nyeri sendi dan nyeri otot karena dapat melenturkan jaringan otot dan persendian di sekitar tulang punggung, pinggul, pangkal paha dan melancarkan aliran darah ke daerah-daerah itu, memperbarui lapisan dan cairan synovial di persendian serta melancarkan proses sintesis di dalam sel-sel persendian sehingga sel-sel itu terus diperbarui, melancarkan fungsi pencernakan dan fungsi sekresi urine, membuat tidur lebih nyenyak dan lebih berkualitas serta menghilangkan kegelisahan akibat tekanan hidup yang dialaminya.
  6. Aktivitas jamaah haji ketika menggerakan kakinya untuk melaksanakan thawaf, sai, berjalan untuk pergi wukuf di Arafah dan bergerak ke Muzdalifah lalu berjalan menuju Mina, kemudian melontar 3 jumrah adalah olahraga yang akan menambah kekuatan tubuh karena membuat tubuh semakin banyak bergerak dan bersemangat sehingga tubuh terasa lebih sehat, lebih nyaman, lebih lentur dan lebih segar, hal itu membuat keseimbangan tubuh terjaga karena lemak yang ada di dalam tubuh lebih banyak dibakar dan dipergunakan sebagai energi. Keadaan ini akan memasok lebih banyak Oksigen sehingga fungsi paru-paru lebih lancar bekerja dan semua sel tubuh mendapatkan pasokan Oksigen yang memadai, aman bagi penderita asma, terutama ketika menjalankan semua rukun dan wajib haji sesuai dengan kemampuan tubuhnya tanpa memaksakan diri. Berjalan kaki secara rutin dan teratur walaupun sudah selesai menjalankan ibadah haji dan umrah (contohnya, rutin berjalan kaki ke tempat ibadah untuk shalat berjamaah, terutama bagi pria), dapat menurunkan tekanan darah dan bermanfaat untuk menyembuhkan asma karena meningkatkan fungsi jantung, melancarkan peredaran darah dan melancarkan sistem pernafasan. Melontar 3 jumrah itu bagus untuk saraf.
  7. Aktivitas jamaah haji berjalan kaki sangat baik bagi yang berusia lanjut karena biasanya mereka sambil bernafas berjalan kaki dengan santai tidak terburu-buru sehingga Oksigen yang memasuki paru-paru terus diperbarui dan dapat menyembuhkan gangguan lemah tulang karena osteoporosis (penurunan kepadatan tulang/tulang keropos) dan berjalan kaki efektif menyembuhkan atau mencegah varises.
  8. Thawaf mengelilingi Ka’bah yang jika setiap putaran menghasilkan perubahan energi dan menimbulkan medan elektromagnetik, maka thawaf adalah gerakan berputar yang dilakukan secara berulang-ulang (periodik) sebanyak 7 kali akan menghasilkan energi yang semakin lama semakin besar yang memberikan kekuatan kehidupan. 


Sumber: Al-Qur’an, Pusaran Energi Ka’bah oleh Agus Mustofa dan Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr. Jamal Elzaky.