05 November, 2014

TAFSIR SURAT AL-MAAIDAH AYAT 110

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 110:

110.    (*)(“...Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil) yang kafir dari keinginan mereka untuk membunuh Nabi Isa as dengan cara melempari batu atau merajam beliau as (**) (ketika engkau) Isa (mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata), (***) (lalu orang-orang kafir di antara mereka) Imam, para pemuka (elit) agama, ulama-ulama Yahudi dan sesepuh masyarakat (berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”) maksudnya, mereka mengingkari firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim as bahwa nabi akhir zaman yang bernama Nabi Muhammad saw adalah keturunan dari Nabi Ismail as.

Bab 206. Perdebatan Nabi Isa as dengan Imam tentang nabi akhir zaman.

 (Beberapa hari sebelum perayaan hari raya Passover tanggal 10 Muharam tahun 34 Masehi). Ketika hari telah beranjak siang (waktu shalat Dhuhur/Zhuhur), Nabi Isa as memasuki Masjidil Aqsha bersama sejumlah besar orang termasuk murid-murid beliau as, kemudian Imam Besar Yusuf bin Kayafas mendekati Nabi Isa as sambil berkata: “Jelaskan kepadaku hai Esou (Isa), apakah engkau telah melupakan semua yang telah engkau akui, bahwa engkau bukan Tuhan, bukan pula putra Tuhan, bukan pula seorang nabi akhir zaman (Mesias)?”

Nabi Isa as menjawab: “Tidak, satu hal yang pasti, aku tidak akan melupakannya, karena ini adalah pengakuanku yang akan aku pertanggungjawabkan nanti di hadapan sidang Pengadilan Tuhan (di hari Kiamat) kelak. Karena semua yang telah tertulis di dalam Kitab Moses (Kitab Taurat Musa) adalah sangat benar, sebab sebagaimana Tuhan Pencipta kita adalah satu-satunya Tuhan, sedangkan aku adalah seorang hamba Tuhan yang ingin melayani sang utusan Tuhan (Rasulullah saw) yang engkau sebut Mesias itu.”

Berkata Imam Besar Yusuf bin Kayafas: “Lalu, untuk tujuan apa engkau datang ke masjid dengan begitu banyak orang-orang? Mungkin engkau berambisi untuk menjadikan dirimu sebagai Raja Israel? Berhati-hatilah, agar jangan sampai terjadi bahaya yang akan menimpamu!”

Nabi Isa as menjawab: “Jika aku mencari kemegahan jabatan dan terlibat lebih dalam urusan duniawi ini, maka aku tidak akan menyelinap pergi ketika rakyat Nain (Kota Nain, Provinsi Galilea – Israel modern) mengangkatku untuk menjadi raja. Percayalah kepadaku, sesungguhnya, aku tidak mencari apa pun di dunia ini.”

Lalu kata Imam Besar: “Kita ingin mengetahui satu hal tentang sang Mesias ini.” Kemudian para pendeta, kaum Leterati dan Farisi membuat sebuah lingkaran yang mengelilingi Nabi Isa as.

Nabi Isa as menjawab: “Apa sesuatu yang ingin engkau ketahui tentang Mesias? Mungkinkah ini adalah suatu kebohongan? Tentu saja, aku tidak akan berbohong kepadamu, karena jika aku mengatakan kebohongan, maka aku telah dipuja olehmu dan oleh kaum Literati dan Farisi berikut semua bangsa Israel, tetapi karena aku menjelaskan kebenaran Tuhan kepadamu, sehingga engkau membenciku dan berusaha untuk membunuhku.”

Berkata Imam Besar (untuk memfitnah Nabi Isa as): “Sekarang, kami mengetahui bahwa engkau mempunyai setan di belakangmu, karena engkau adalah seorang Samaria yang tidak mempunyai hormat kepada sang pendeta Tuhan.”

Injil Barnabas halaman 370-272.

Bab 207.

Nabi Is as menjawab: “Demi Allah, aku tidak mempunyai setan di belakangku, justru aku berusaha untuk mengusir setan dari diriku. Oleh karena itu, atas sebab inilah setan menghasut dunia ini untuk melawanku, karena aku bukan bagian dari dunia ini, tetapi aku hanya berupaya agar Tuhan hendaknya dimuliakan, yang telah mengutusku ke dunia ini (sebagai nabi dan rasul-Nya). Oleh karena itu, dengarkanlah aku, dan aku akan menjelaskan kepadamu siapa yang mempunyai setan di belakangnya. Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam kehadirat-Nya, siapa yang bertindak menuruti kehendak setan (mengikuti hawa nafsu), dialah yang mempunyai setan di belakangnya, yang mengendalikan kehendak dia dan menguasai dia demi kesenangannya, membuat dia mengejar setiap kemaksiatan. Sebagaimana halnya pakaian yang berubah namanya dengan pergantian pemiliknya, meskipun dia adalah pakaian yang sama, demikian pula halnya dengan manusia, meskipun mereka terbuat dari bahan dasar yang sama, tetapi umat manusia berbeda-beda berdasarkan perbuatan-perbuatannya yang bekerja di dalam dirinya. Jika aku (setahuku) telah berbuat dosa, mengapa engkau tidak menegurku sebagai seorang saudara, daripada membenciku seolah-olah aku ini seorang musuh? Sesungguhnya anggota-anggota tubuh ini akan saling membantu satu sama lain ketika mereka disatukan dengan kepala, tetapi mereka yang terpisah dari kepala itu tidak akan dapat memberikan bantuan. Karena kedua tangan dari suatu tubuh tidak dapat merasakan rasa sakit yang diderita oleh kaki, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, jika anggota-anggota tubuh itu dapat saling menyatu dengan kepala. Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam kehadirat-Nya, dia yang merasa takut dan mencintai Tuhan penciptanya, akan mempunyai perasaan penuh kasih sayang terhadap mereka yang diberi rahmat oleh Tuhan, kepalanya menyadari bahwa Tuhan tidak akan menghendaki kematian seorang pendosa, tetapi menunggunya hingga dia melakukan pertobatan, jika engkau adalah seumpama tubuh, di mana aku menjadi salah satu bagian (organ) di dalamnya, demi Tuhan, engkau akan membantuku untuk bertindak sesuai dengan kehendak kepalaku.” Injil Barnabas halaman 272-273.

Bab 208. Nabi Isa as Dilempari Batu Oleh Para Elit Agama Yahudi (Israel).

Nabi Isa as berkata kepada Imam Besar Yusuf bin Kayafas (pemimpin ulama/rabbi dan umat Yahudi):

“Jika aku salah, tegurlah aku dan Allah akan mencintaimu, karena engkau akan menjalankan kehendak-Nya (karena mengingatkan saudaranya), tetapi jika tidak seorang pun yang menegurku  dari melakukan tindakan dosa, ini adalah pertanda bahwa engkau bukanlah anak cucu dari Ibrahim yang engkau sendiri telah menyebutnya, tidak juga engkau menjadi bagian dari kepala, di mana Ibrahim menjadi salah satu bagian (anggota tubuh) nya. Demi Allah, betapa agung cinta Ibrahim kepada Allah, sehingga dia tidak hanya memporak-porandakan berhala-berhala palsu dan meninggalkan ayah dan ibunya, bahkan ingin membunuh putranya sendiri (yaitu Nabi Ismail as) demi kepatuhan terhadap Allah.”

Imam Besar menjawab: “Ini yang ingin aku tanyakan kepadamu, dan aku tidak berupaya untuk membunuhmu, oleh karena itu, jelaskan kepada kami, siapakah gerangan putra Ibrahim ini?”

Nabi Isa as menjawab: (**) “ Semangat dan antusiasme dari kemuliaan-Mu ya Allah, yang menyemangatiku, sehingga aku tidak dapat berdiam diri. Aku mengatakan yang sesungguhnya, putra Ibrahim ini adalah Ismail, yang dari keturunannya akan lahir Sang Mesias (nabi akhir zaman) yang telah dijanjikan (Allah) kepada Ibrahim. Bahwa berkat dia (melalui Rasulullah saw), semua bangsa di Bumi ini memperoleh berkah (dari Allah).”

Kemudian Imam Besar Yusuf bin Kayafas terbakar amarahnya, mendengar penjelasan ini (penjelasan Nabi Isa as), dan berseru lantang (dengan memfitnah Nabi Isa as):

(***) “ Marilah kita rajam manusia yang tidak beriman ini, karena dia adalah keturunan Ismail. Dan telah berbicara yang melecehkan Musa dan melecehkan hukum Allah.”

Di mana kemudian, setiap Literati dan Farisi (para Imam, para elit agama dan ulama-ulama Yahudi), berikut para sesepuh (tetua-tetua) masyarakat Yahudi, mengambil batu-batu dan melemparkannya ke tubuh Nabi Isa as (*) yang lenyap (karena Allah hijab/menutupi badan Nabi Isa as) dari pandangan mata mereka dan keluar dari Masjid Al-Aqsha (dengan selamat). Dan kemudian (Allah turunkan laknat kepada orang-orang kafir itu dengan Allah resapkan rasa amarah dan kebencian yang meluap-luap ke dalam hati mereka). Berdasarkan hasrat membara untuk membunuh Nabi Isa as, dibutakan oleh api kemarahan dan kebencian, mereka saling memukul satu sama lain (antar sesama mereka sendiri) sedemikian rupa sehingga mengakibatkan kematian ribuan orang dan mereka menodai Masjidil Aqsha ini. Murid-murid inti (kaum hawariyyin/hawariyyun) dan orang-orang yang beriman, yang melihat Nabi Isa as pergi keluar dari Masjidil Aqsha atau Bait Allah (karena dalam pandangan pengikut Nabi Isa as, beliau as tidak menghilang) dan mereka mengikutinya (Nabi Isa as) sampai ke rumah Simon. Tidak lama kemudian, datanglah Nicodemus yang menyarankan Nabi Isa as agar segera keluar dari Kota Yerusalem dengan menyeberangi Wadi (Lembah) dan Sungai Qidron/Cedron/Kidron pergi bersama ke-12 murid beliau as untuk berdiam di sana sampai kebencian dari Imam Besar Yusuf bin Kayafas, para pendeta (Imam-imam Kepala dan pemuka agama) dan sesepuh masyarakat yang kafir, fasik dan zhalim itu telah mereda dan ia (Nicodemus) akan memenuhi segala kebutuhan pokok mereka. Nabi Isa as mengikuti saran Nicodemus untuk bersembunyi di luar Kota Yerusalem bersama ke-12 murid-murid karena beliau as hanya menginginkan kebersamaan dengan mereka. Injil Barnabas halaman 373-374.

Kemudian Imam Besar kaum Yahudi itu menghadap secara pribadi ke hadapan Raja Herodes Antipas (Antipatros) dan Gubernur Pontius Pilatus dengan mempersiapkan saksi-saksi palsu untuk memperkuat fitnahannya ke Nabi Isa as. Raja Herodes dan Gubernur Pilatus bertanya kepada Imam Besar apa yang sebenarnya terjadi? Kemudian Imam Besar Yusuf bin Kayafas dan dibenarkan oleh saksi-saksi palsu yang dibawanya untuk memfitnah Nabi Isa as dengan mengatakan bahwa Nabi Isa as mempunyai ambisi untuk menjadi Raja Israel. Bagi Raja Herodes Antipas dan Gubernur Pilatus hal ini dianggap makar atau pemberontakan, maka 2 orang penguasa Romawi Barat itu memerintahkan sepasukan tentaranya untuk membantu para tokoh agama Yahudi yang membencinya dan memusuhinya dengan dipandu Yudas (Yahuda) Iskariot untuk menangkap dan menghukum mati Nabi Isa as dengan disalib. Tetapi Allah menolong nabi-Nya, dengan mengutus 4 malaikat, yaitu Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, Malaikat Izrail dan Malaikat Isrofil untuk mengangkat Nabi Isa as ke Langit yang ke-3. Dan Allah ganti dengan murid beliau as yang mengkhianati gurunya yaitu Yudas Iskariot yang oleh Allah diserupakan dengan Nabi Isa as kemudian diubah suaranya, wajahnya dan dirinya, sehingga benar-benar sangat mirip dengan Nabi Isa as, An-Nisaa’ 157-158. Yudas akhirnya yang ditangkap karena dikira Nabi Isa as, Yudas yang telah menjual gurunya seperti menjual domba seharga 30 keping emas kepada Imam Besar Yusuf bin Kayafas dengan memberitahukan tempat persembunyian Nabi Isa as. Injil Barnabas bab. 216 halaman 284-285.

Bandingkan kisah penyebab Nabi Isa as dicari-cari, dikejar-kejar lalu dikira dihukum mati di tiang salib di dalam Injil Barnabas bab 206-208 halaman 370-374 (fakta sejarah) di atas dengan Injil Yohanes pasal 2 ayat 13-25 (cerita fiksi) di bawah ini:

2:13: Ketika hari raya Paskah (Passover) orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.

2:14: Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing, domba dan merpati dan penukar-penukar uang duduk di situ.

2:15: Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing, domba dan lembu mereka, uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.

2:16: Kepada pedagang-pedagang merpati, Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”

2:17: Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: ”Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

2:18: Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?

2:19: Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”

2:20: Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?”

2:21: Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

2:22: Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

2:23: Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. 

2:24: Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 

2:25: dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

Kisah Nabi Isa as di dalam Injil Yohanes pasal 2 ayat 14-20 yang menjadi penyebab beliau as dicari-cari sampai dihukum mati di tiang salib sangat bertentangan dengan firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Maaidah ayat 110 dan Injil Barnabas bab 206-208 halaman 370-374. Injil Yohanes pasal 2 ayat 14-20 adalah versi para pemuka Yahudi dan penguasa Romawi yang menjadi penyebab Nabi Isa as dicari-cari, dikejar-kejar dan diperintahkan untuk ditangkap oleh penguasa Romawi dan para pemuka agama Yahudi yang kafir, fasik dan zhalim yang akhirnya dihukum mati dengan disalib, menurut anggapan mereka. Hal itu adalah cerita fitnah yang direkayasa atau dibuat-buat untuk menyudutkan Nabi Isa as, bahwa kematian Yudas Iskariot yang dikira Nabi Isa as di tiang salib tersebut adalah kesalahan Nabi Isa as sendiri karena membuat kekacauan atau keonaran di Bait Suci (Allah). Cerita tersebut sangat mengada-ada, hal itu sangat tidak mungkin terjadi pada masyarakat Bani Israil dan juga kaum muslimin, yaitu berdagang di dalam tempat ibadah, mereka mengetahui bahwa hal itu dilarang agama, apalagi berdagang hewan ternak yang kotor dan bau di dalam tempat ibadah yang disucikan, karena bisa membuat Bait Allah menjadi kotor, bau, tidak suci (menurut mazhab Syafi’i semua kotoran hewan itu hukumnya najis berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Mas’ud/Abdullah bin Mas’ud ra) dan haram hukumnya berdagang di dalam tempat ibadah. Cerita tersebut dibuat sebagai bentuk cuci tangan atas dosa-dosa para pemuka agama Yahudi beserta para pengikutnya dan penguasa Romawi beserta aparatnya supaya mereka lepas dari tanggung jawab dan tidak disalahkan oleh kaum Nasrani Trinitas atas kematian yang dikira oleh orang-orang kafir itu sebagai Nabi Isa as (Yesus) “tuhannya” orang-orang Kristen di tiang salib seperti yang dipercaya (diimani) orang-orang Kristen selama ini karena disesatkan oleh Paulus dan pengikut-pengikutnya.

Kisah penyebab penangkapan, penangkapan, persidangan, penyaliban dan penguburan di dalam Injil Markus, Injil Lukas, Injil Matius dan Injil Yohanes adalah hasil penyaringan sidang (konsili) Nikea di Kota Nikea (Iznik) – Turki tahun 325 Masehi yang langsung dipimpin Kaisar Konstantin. Hasil sidang menyatakan, bahwa satu-satunya berita resmi yang boleh disiarkan tentang kehidupan Yesus yaitu, tidak boleh menyinggung dan menyudutkan Imperium Romawi, maka cerita aktivitas tentara Romawi dan perincian peristiwa penangkapan, persidangan dan penyaliban itu disamarkan sedemikian rupa untuk menghindari kebangkitan dendam dan kemarahan orang-orang Kristen Trinitas terhadap penguasa Romawi. Jadi, cerita yang sebenarnya terjadi itu berawal dari kedatangan Nabi Isa as bersama banyak orang yang masuk ke dalam Masjidil Aqsha lalu berdebat dengan Imam Besar Yusuf bin Kayafas lalu dilempari batu sampai Nabi Isa as dicari-cari, dikejar-kejar, lalu dikira ditangkap, diadili, disiksa, dihina, dicambuk dan dijatuhi hukuman mati di tiang salib oleh pemuka agama dan orang-orang kafir Yahudi dan juga penguasa Romawi beserta aparatnya lalu dikubur oleh ibunda dan murid-murid Nabi Isa as, ada di dalam Injil Barnabas bab 206-208 halaman 370-374 dan bab 214-217 halaman 383-393 yang ditulis oleh Barnabas murid Nabi Isa as atas perintah beliau as sendiri bukan di dalam Injil Matius pasal 27 ayat 11-26, Injil Lukas pasal 23 ayat 1-25, Injil Yohanes pasal 2 ayat 13-25, dan kisah penyaliban dan penguburan Yudas Iskariot yang dikira Nabi Isa as di dalam Injil Matius pasal 27 ayat 27-60 dan Injil Lukas pasal 23 ayat 26-56 yang ditulis Paulus dan pengikut-pengikutnya di dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Nabi Isa as diangkat menjadi nabi dan rasul kemudian diperintah oleh Allah hanya untuk berdakwah menyampaikan risalah-Nya, maka harus berada di tengah-tengah masyarakat bukan untuk perang gerilya yang harus bersembunyi dari masyarakat luas dan penguasa. Nabi Isa as berada di tengah-tengah masyarakat Bani Israil sekitar 3 tahun untuk berdakwah menyebarkan ajaran agama Islam yang benar kepada mereka, ajaran agama yang diperoleh masyarakat awam dari para Imam, para pemuka agama dan alim ulama Yahudi sudah melenceng dari Kitab suci Taurat dan Zabur (Mazmur) yang asli karena sudah disesuaikan dengan hawa nafsu dan tradisi-tradisi mereka. Allah memberi perintah kepada Nabi Yahya as dan murid-murid Nabi Isa as juga hanya untuk berdakwah, mereka tidak pernah melakukan perang terbuka maupun perang gerilya selama hidupnya. Sedangkan Nabi Isa as hanya melakukan perang terbuka di medan Perang Armageddon II dan setelah perang berakhir, berjihad ke seluruh dunia untuk menegakkan kalimat Laa Ilaaha Illallaah di pertengahan ahkir zaman nanti. Nabi Isa as menyuruh murud-murid beliau as untuk berdakwah menegakkan agama-Nya kepada ke-12 suku Israel bukan berdakwah kepada bangsa asing selain Bani Israil. Dan dari ayat-ayat di bawah ini diterangkan dengan sangat jelas bahwa murid-murid Nabi Isa as itu adalah kaum muslimin atau orang-orang yang beragama Islam, jadi tidak ada seorang pun yang beragama Kristen.

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 52-53:

52.  (Maka tatkala diketahui oleh Isa kekafiran mereka) yaitu para pemuka agama, sesepuh masyarakat dan alim ulama Bani Israil (dia berkata: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku) dengan berdakwah menegakkan agama (Allah?”) kepada ke-12 suku Israel ke seluruh penjuru (pelosok) Israel (pengikut-pengikut yang setia) kaum hawariyyun adalah murid-murid inti Nabi Isa as (menjawab: “Kamilah penolong-penolong) agama (Allah) Allah ilhamkan kepada murid-murid untuk beriman kepada-Nya (Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah) wahai rasul (bahwa kami) murid-murid (adalah orang-orang Islam) kaum muslimin.

53.  (Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan) Kitab suci Injil Nabi Isa as (dan telah kami ikuti Rasul) Isa as (maka catatlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi”) tentang keesaan-Mu dan kebenaran rasul-Mu.

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 111:

 

111.    (Dan) ingatlah (ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut yang setia) yaitu para hawariyyun/hawariyyin (: “Hendaklah kamu beriman kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.” Mereka menjawab: “Kami telah beriman) kepada-Mu dan rasul-Mu (dan saksikanlah) wahai rasul (bahwa kami adalah orang-orang Muslim”) murid-murid inti Nabi Isa as adalah orang-orang yang beragama Islam.

Qur’an surat Ash-Shaff ayat 14:

14.  (Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong) agama (Allah, sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku) dengan berdakwah kepada Bani Israil untuk menegakkan agama (Allah?” Pengikut-pengikut yang setia) kaum hawariyyun (itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah.” Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir, maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka) yaitu orang-orang Israel yang kafir, fasik dan zhalim yang mendustakan kerasulan dan ajaran Nabi Isa as dan Paulus yang berpura-pura (mengaku) menjadi murid dan rasulnya Nabi Isa as beserta orang-orang jahat pengikut-pengikutnya yang mendakwahkan ajaran-ajaran palsu (lalu mereka) murid-murid Nabi Isa as (menjadi orang-orang yang menang) dalam mempertahankan aqidah Islam yang benar.

Alasan para tokoh agama Yahudi - Israel tidak mau mengakui Nabi Ismail as yang dikorbankan tetapi tidak jadi karena oleh Allah, Nabi Ismail as ditebus atau diganti dengan domba yang besar (Ash-Shaaffat ayat 102-107), dan juga mereka tidak mau menerima kenyataan bahwa nabi akhir zaman dan penutup nabi-nabi itu adalah keturunan Nabi Ismail as, karena mereka takut keturunan Nabi Ismail as akan naik pamor di mata orang-orang Romawi yang waktu itu sedang menjajah Bani Israil, para tokoh agama Yahudi itu khawatir, bangsa Romawi akan memberikan negeri mereka kepada keturunan Nabi Ismail as. Dan mereka itu juga takut, Bani Israil kembali jatuh dalam perbudakan jika bangsa Yahudi mengakui bahwa yang dikorbankan adalah Nabi Ismail as dan nabi akhir zaman adalah dari keturunan dari beliau as. Dan juga karena Allah mengutus Rasulullah saw yang adalah keturunan Nabi Ismail as itu untuk menjadi rahmat bagi semesta alam termasuk kepada semua bangsa di dunia, barangsiapa yang taat kepada Rssulullah saw, ia diberi rahmat oleh Allah,  Al-Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 107, An-Nuur ayat 56 dan Kitab Kejadian pasal 22 ayat 17-18. Hal ini membuat kaum Yahudi - Israel dengki dan membenci Rasulullah saw, mereka menginginkan semua bangsa (kaum) di muka Bumi diberkati atau diberi rahmat oleh Allah melalui rasul-rasul Bani Israil. Maka rabbi-rabbi (para alim ulama) Yahudi yang tidak takut kepada Allah membuat ayat-ayat palsu di dalam PL. Kitab Kejadian pasal 22 ayat 2, Nabi Isa as bersabda bahwa rabbi-rabbi Yahudi menyisipkan kata Ishak (Nabi Ishaq/Isaac as) di ayat tersebut, Injil Barnabas bab 44 halaman 81 dan Kitab Kejadian pasal 28 terutama ayat 14, padahal Allah mengutus Nabi Ya’qub as dan rasul-rasul Bani Israil (bangsa Israel) termasuk Nabi Isa as keturunan Nabi Ya’qub as itu untuk berdakwah kepada bangsa Israel dan umat-umat tertentu saja bukan kepada seluruh umat manusia, Injil Barnabas bab 21 halaman 34.

Alkitab Perjanjian Lama (Taurat Yahudi), Kitab Kejadian pasal 22 ayat 2:

22:2: Firman-Nya: ”Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Padahal, Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim as yang sebenarnya di dalam Kitab suci Taurat yang ditulis oleh Nabi Musa as adalah sbb: (“Bawalah anakmu, anak pertamamu dan ajaklah ke gunung untuk mengorbankan dia”).

Nabi Isa as bersabda: “Bagaimana mungkin Ishaq menjadi anak pertama, jika saat Ishaq lahir, Ismail telah berusia tujuh (7) tahun.”

CATATAN SEJARAH PERBUDAKAN BANI ISRAIL:

Bani Israil pernah mengalami perbudakan pada abad ke-12 SM zaman Fir’aun Ramses II dan Fir’aun Merneptah dari Kerajaan Mesir Baru (bangsa Qibthi), pada abad ke-7 SM zaman Raja Sargon II dari Kerajaan Assiria/Asyur (bangsa Akkadia) yaitu setelah mengepung Kota Samaria ibukota Kerajaan Israel selama 2 tahun dan berhasil menaklukkan dan merebut Kota Samaria kemudian membuang Bani Israil dari kalangan atas dan menengah sebanyak 27.290 ribu orang ke Kerajaan Asyur dan menjadikan mereka sebagai budak. Ketika Raja Asyur dan bala tentaranya menyerang dan menaklukkan Kerajaan Israel di Israel Utara, maka sebagian besar rakyatnya melarikan diri, sehingga terjadi gelombang pengungsi yang sangat besar ke Kerajaan Yehuda (Yudea) di Israel Selatan. Dan yang terakhir adalah perbudakan Bani Israil pada abad ke-6 SM zaman Raja Nebukadnezar II dari Kerajaan Babilonia Baru (bangsa Khaldea/Kasdim), tentara-tentara Raja Nebukadnezar II mengepung, menyerang, mengalahkan, membunuh banyak bangsa Israel yaitu rakyat Kerajaan Yehuda di Israel Selatan, menghancurkan, membakar seluruh Yerusalem termasuk Masjidil Aqsha pertama lalu membuang sebagian besar orang-orang Israel ke Babilonia dan menjadikan mereka sebagai tawanan dan budak setelah sebelumnya berhasil menaklukkan, merebut dan menghancurkan negeri mereka dan membakar seluruh Yerusalem sehabis-habisnya sampai rata dengan tanah pada bulan Agustus 586 SM. Kemudian Kerajaan Yehuda di jadikan provinsi oleh Raja Nebukadnezar II sebagai bagian dari wilayah kerajaannya. Lima tahun kemudian, Gubernur Provinsi Yehuda Gedalya bin Ahikam yang diangkat Raja Nebukadnezar II di bunuh orang-orang Israel yang dipimpin Ismael bin Netanya yang masih keturunan raja, maka Raja Nebukadnezar II memerintahkan lagi Nebuzaradan ke Yerusalem pada tahun 581 SM untuk menghukum orang-orang Yehuda dan membawa ke Babilonia 745 jiwa orang Yehuda dan menjadikan mereka budak, sehingga Kota Yerusalem dan semua kota Kerajaan Yehuda tidak ada seorangpun penduduknya yang tinggal di sana. Pada tahun 567 SM Raja Nebukadnezar II mengalahkan Mesir dan membawa orang-orang Israel yang mengungsi ke Mesir ke Babilonia menjadi tawanan dan hanya segelintir orang Israel yang bisa kembali dengan selamat ke negerinya. Semua malapetaka yang terjadi terhadap Bani Israil adalah azab dari Allah disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan mereka sendiri yang durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa.

Imam Besar (Agung) dan para Imam Kepala dan alim ulama Yahudi/kaum Literati/para kyai Bani Israil jika berkhotbah kepada umatnya yang awam dengan membohongi mereka dan mereka tidak tahu jika dibohongi oleh para tokoh agama dan alim ulama mereka, karena sebagian besar masyarakat Bani Israil zaman dahulu itu buta huruf, Al-Baqarah ayat 78. Di kalangan orang-orang Yahudi yang bisa membaca dan mengetahui isi Kitab suci Taurat yang sebenarnya dan juga saleh, tidak berani mengatakan kebenaran itu, yaitu bahwa nabi akhir zaman adalah berasal dari keturunan Nabi Ismail as, karena berlaku hukuman mati pada zaman itu bagi siapa saja yang mengatakan bahwa nabi akhir zaman adalah dari keturunan Nabi Ismail as.

Nasab Nabi Muhammad saw Rasullullah dan penutup nabi-nabi:

Nabi Muhammad saw bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushayyi bin Kilaab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ayyi bin Ghaalib bin Fihir (Quraisy) bin Maalik bin Nazhar bin Kinaanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyaas bin Mudhar bin Nizaar bin Ma’add bin ’Adnaan bin Udad bin Hamaisa’ bin Salaman bin ’Awash bin Bawash bin Qomwal bin Ubay bin ’Awam bin Nasyid bin Hiza bin Buldas bin Yadlaf bin Thabakh bin Jahim bin Nahisy bin Makhy bin ’Aidl bin ’Abqor bin Ubaid bin Addi’a bin Hamdan bin Sanbar bin Yatsraba bin Yahzan bin Yalhan bin Ar’awa bin ’Aidl bin Disyan bin ’Aishar bin Afnad bin Ayham bin Maqshar bin Nahits bin Zarih bin Sumay bin Muzay bin ’Awadlah bin ’Aram bin Qoidar (Kedar) bin Ismail as bin Ibrahim as.

Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 156-158:

156.    (Dan karena kekafiran mereka) terhadap Nabi Isa as (dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar) yaitu menuduh Maryam berzina.

157.    (Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”) mereka menyebut Isa putra Maryam itu Rasul Allah yaitu sebagai ejekan, karena mereka (orang-orang kafir Yahudi) sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa as itu (Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi) yang mereka bunuh ialah Yudas Iskariot murid Nabi Isa as yang suaranya, wajahnya dan dirinya benar-benar sangat mirip karena oleh Allah (diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham padanya) tentang pembunuhan Isa putra Maryam (sesungguhnya dalam keragu-raguan terhadapnya) tentang yang telah dibunuh itu (Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin telah membunuh Isa) karena ada yang berbeda dengan tubuh Nabi Isa as, di tubuh Yudas itu tidak ada Khatim Nubuwah atau daging tumbuh sebesar telur burung merpati di atas rusuk dada sebelah kanan sebagai ciri fisik utusan Allah, wajahnya benar-benar sangat mirip dengan Nabi Isa as tetapi bentuk tubuhnya tidak sama dengan tubuh Nabi Isa as.

158.    (Tetapi) yang sebenarnya (Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) Allah perintahkan 4 malaikat-Nya mengambil Nabi Isa as dari alam dunia untuk diselamatkan dan disimpan di Langit ke-3.

Qur’an surat Ash-Shaaffat ayat 102-107:

102.    (Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim) 7 tahun (Ibrahim berkata: “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Ia) Ismail (menjawab: “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”).

103.    (Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya) nyatalah kesabaran keduanya, kejadian itu terjadi di Gunung Marwah - Mina, kemudian Nabi Ibrahim as menyembelih Nabi Ismail as dengan pisau besar di lehernya, tetapi berkat kekuasaan Allah, pisau yang tajam itu tidak mempan sedikit pun untuk menyembelih leher Nabi Ismail as.

104.    (Dan Kami panggillah dia: “Wahai Ibrahim”).

105.    (Sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu) mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah dan wajib melaksanakannya, mimpi para nabi itu pastilah mimpi yang benar dari Allah (Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik).

106.    (Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata) karena diperintah Allah untuk membunuh anak kandungnya sendiri yang sebelumnya telah dinanti kehadirannya selama puluhan tahun.

107.    (Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar) sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, maka Allah melarang menyembelih Nabi Ismail as dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan domba yang besar dari Surga, yaitu domba yang sama dengan domba yang dijadikan korban oleh Habil. Domba itu dibawa Malaikat Jibril as, lalu Nabi Ibrahim as menyembelihnya seraya membaca takbir. Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada hari raya Haji atau hari raya Idul Adha.

Qur’an surat Al-Hajj ayat 34:

34.  (Dan bagi tiap-tiap umat) sejak zaman umatnya Nabi Adam as sampai umatnya Rasulullah saw (telah Kami syariatkan penyembelihan kurban) Allah perintahkan untuk berkorban (supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka...) sewaktu menyembelihnya.

 

Sumber: Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Injil Barnabas dan berbagai sumber

PUASA 10 MUHARAM DAN PENGANGKATAN ISA AS

Setiap tanggal 10 Muharam, Bani Israil berpuasa mengikuti sunnah Nabi Musa as sebagai tanda syukur telah terbebasnya Bani Israil dari kejaran dan perbudakan penguasa Mesir yang kafir, fasik dan zhalim itu dengan ditenggelamkannya Fir’aun Merneptah dan bala tentaranya di Laut Merah bagian Teluk Suez berkat pertolongan Allah. Maka sebagai ungkapan rasa syukur, Nabi Musa as berpuasa lalu diikuti oleh umat beliau as sampai zamannya Rasulullah saw pindah ke Madinah. Ketika Rasulullah saw mengetahui hal itu dari orang-orang Yahudi (Israel), kemudian puasa sunnah 10 Muharam itu diteruskan oleh Rasulullah saw dan umat beliau saw. Rasulullah saw bersabda bahwa kaum muslimin lebih berhak dan lebih utama untuk mengikuti sunnah Nabi Musa as daripada orang Yahudi, karena Nabi Musa as itu orang Islam sementara orang-orang Yahudi itu adalah orang-orang kafir. Tetapi kemudian orang-orang Yahudi itu menghina kaum muslimin karena meniru puasa sunnah mereka. Maka Rasulullah saw bersabda kepada umat Islam untuk puasa sebelum dan setelah tanggal 10 Muharam. Dan pada tanggal 10 Muharam 34 M, Nabi Isa as dan murid-murid beliau as sedang berpuasa sunnah pada hari raya Passover, mereka berpuasa di tempat persembunyian karena dicari-cari para elit (tokoh) agama Yahudi dan penguasa Kerajaan Romawi untuk ditangkap dan dihukum. Pada saat akan berbuka, murid-murid Nabi Isa as meminta kepada beliau as untuk didatangkan mukjizat berupa Al-Maaidah atau hidangan dari Langit sebagai bukti bahwa Nabi Isa as itu adalah benar rasul utusan Allah. Orang-orang Nasrani Trinitas Romawi pengikut-pengikut Paulus merayakan Passover yang tanggalnya digabungkan dengan perayaan hari kelahiran dewi kesuburan para penyembah berhala di Eropa yaitu Dewi Diana yang dilambangkan dengan telur dan kelinci, maka nama perayaannya diganti menjadi hari Paskah, sehingga tanggal perayaan hari raya Passover Yahudi dan perayaan hari Paskah Kristen tidak sama. Orang-orang Nasrani Trinitas Kristen menyebut hidangan dari Langit itu dengan nama “Perjamuan Kudus atau Perjamuan Terakhir (The Last Supper)” yang diturunkan oleh Allah untuk berbuka puasa sunnah Nabi Isa as dan murid-murid inti sebelum Yesus (Nabi Isa as) tuhannya orang-orang Nasrani Trinitas Kristen Protestan dan Kristen Katolik Roma ditangkap dan disalib, menurut kepercayaan (keimanan) mereka.

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 112-113: 

112. (Ketika pengikut-pengikut Isa) kaum hawariyyun/murid-murid inti (berkata: “Wahai Isa putra Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari Langit kepada kami?” Isa menjawab: “Bertakwalah kamu kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”).

113. (Mereka berkata: “Kami menginginkan agar bisa memakan hidangan itu) sebagai hidangan berbuka puasa sunnah hari raya Passover atau hari kemerdekaannya Bani Israil dari penjajahan Fir’aun Merneptah, Haman dan pengikut-pengikutnya (dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa engkau telah berkata benar) bahwa Nabi Isa as adalah nabi dan rasul utusan Allah dan hidangan dari Langit itu salah satu mukjizatnya sebagai bukti kerasulannya (kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”).

Lalu Nabi Isa as berdoa memohon kepada Allah  dalam Qur’an surat Al-Maaidah ayat 114 sebagai berikut:

114. (Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari Langit, yang hari turunnya akan menjadi hari raya bagi orang-orang yang sezaman dengan kami maupun bagi orang-orang yang datang sesudah kami dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki”).

Kemudian Allah berfirman dalam Qur’an surat Al-Maaidah ayat 115 sebagai berikut:

115. (Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antara kamu) yang dimaksud Allah adalah Yudas (Yahuda) Iskariot, karena ia adalah orang yang tidak beriman kepada rasul-Nya atau kafir (sesudah) diturunkannya hidangan itu dari Langit (maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia”).

Bab 213. Jamuan Passover (Paskah Yahudi).

Waktu buka puasa tiba, yaitu Maghrib, kata Nabi Isa as: ”Marilah kita makan, karena aku sangat menginginkan untuk menyantap daging anak domba ini sebelum aku berpisah denganmu.” Kemudian Nabi Isa as bangkit berdiri mengambil sehelai handuk dan bersiap-siap, begitu selesai mengisi air ke dalam baskom, Nabi Isa as mulai mencuci kaki-kaki murid-murid beliau as. Dimulai dari Yudas, Petrus, (Simon) Petrus berkata: ”Tuan, mengapa engkau mencuci kakiku?”

Nabi Isa as menjawab: “Apa yang aku lakukan sekarang ini, engkau tidak mengetahuinya sekarang, tapi engkau akan tahu kelak di kemudian hari.”

Simon  menjawab: “Aku tidak ingin engkau mencuci kedua kakiku.” Kemudian Nabi Isa as bangkit berdiri,

dan (Isa as) berkata: “Engkau tidak akan bersamaku di hari Pengadilan nanti.”

Simon menjawab: “Jangan hanya mencuci kedua kakiku (saja), guru, tapi juga kedua tangan dan kepalaku.”

Ketika murid-murid telah selesai dicuci dan siap di meja makan untuk mulai makan hidangan berbuka puasa sunnah pada hari raya Passover.

Nabi Isa as berkata: “Aku telah mencucimu semuanya, namun tidak semua darimu dalam keadaan bersih, mengingat bahwa seluruh air di lautan tidak akan dapat mencuci orang yang tidak beriman kepadaku” yang dimaksud Nabi Isa as adalah Yudas Iskariot. Ucapan ini dikatakan Nabi Isa as karena beliau as telah mengetahui ada seseorang yang berkhianat. Murid-murid merasa sedih mendengar ucapan Nabi Isa as, lalu dia menambahkan : “Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, bahwa salah seorang di antara kamu akan mengkhianatiku, sampai-sampai aku ini akan dijual seperti menjual domba, tetapi celakalah baginya, karena ia akan mengalami seperti apa yang telah dikatakan oleh leluhur kita Daud, tentang manusia semacam ini bahwa “ia akan jatuh terperosok ke dalam lubang perangkap yang ia buat unuk memerangkap orang lain.” Yang membuat murid-murid kemudian saling berpandangan satu sama lain di antara mereka, sambil berkata penuh keprihatinan.

Kata murid-murid Nabi Isa as : “Siapa yang akan menjadi pengkhianat?”

Yudas Iskariot lalu berkata: “Apakah sang pengkhianat itu adalah aku, guru?”

Nabi Isa as menjawab: “Engkau telah menjelaskan kepadaku, siapa yang akan mengkhianatiku.” Sedangkan ke-11 murid-murid beliau as tidak mendengar penjelasan Nabi Isa as. Ketika hidangan buka puasa telah selesai disantap, datanglah setan di belakang Yudas Iskariot, dan Yudas segera meninggalkan rumah tempat persembunyian Nabi Isa as dan murid-murid beliau as. Nabi Isa as berpesan sekali lagi kepadanya (yaitu Yudas Iskariot sebelum pergi), “Lakukan segera apa yang harus engkau lakukan.” Yaitu melapor pada Imam Besar Yusuf bin Kayafas di mana tempat persembunyian Nabi Isa as. Setelah itu Nabi Isa as pergi ke luar rumah untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah bersama murid-murid beliau as di kebun. 

Sementara itu, Yudas Iskariot yang mengetahui tempat persembunyian Nabi Isa as bersama para murid-murid beliau as, Yudas lalu pergi menemui Imam Besar Yahudi itu dan berkata kepada Imam Besar Yusuf bin Kayafas :

“Jika engkau memberiku sebagaimana yang telah dijanjikan, maka malam ini aku akan menyerahkan Isa yang engkau cari-cari (itu) kepadamu, karena dia dalam keadaan sendirian hanya ditemani oleh kesebelas (ke-11) murid-muridnya.”

Imam Besar bertanya: “Berapa banyak uang yang engkau minta?”

Kata Yudas: “30 keping emas.”

Kemudian Imam Besar Yusuf bin Kayafas segera membayar kontan uang yang diminta Yudas dan mengutus seorang Farisi untuk menghadap Gubernur Pontius Pilatus dan Raja Herodes Antipas (Antipatros), lalu kedua orang penguasa Romawi itu memberinya bantuan berupa sepasukan tentara kepada mereka, karena mereka takut reaksi masyarakat banyak, oleh karena itulah mereka mengambil persenjataan mereka berikut obor-obor dan lentera-lentera di ujung-ujung tongkat karena malam hari dan pada zaman itu belum ada listrik, sehingga jalanan-jalanan dalam keadaan gelap dan rumah-rumah banyak yang gelap, lalu mereka berangkat ke luar Kota Yerusalem untuk menangkap Nabi Isa as. Ketika para tentara dengan bimbingan Yudas Iskariot telah berada dekat dengan tempat persembunyian Nabi Isa as, Nabi Isa as mendengar suara orang banyak yang sedang mendekat, sehingga dengan perasaan cemas beliau as masuk ke dalam rumah, sedangkan ke-11 murid tengah tidur pulas. Kemudian Allah mengingat hamba-Nya sedang dalam bahaya, Allah bertindak tepat pada waktunya, maka Allah memerintahkan Malaikat Jibril as (Gabriel), Mikail as (Michael), Israfil as (Rafael) dan Izrail as (Uriel) untuk mengambil dan mengangkat Nabi Isa as yang telah Allah hijab dengan diwadahi seperti dimasukkan ke dalam kapsul supaya terhindar dari segala mara bahaya dalam perjalanan beliau as menuju Langit ke-3. Kemudian dibawa 4 malaikat keluar dari alam dunia ini pada tanggal 10 Muharam tepat pada hari raya Passover malam 11 Muharam tahun 34 Masehi. Malaikat-malaikat suci itu datang melalui pintu rumah tempat persembunyian mereka yang menghadap ke selatan, lalu para malaikat itu mengambil dan membawa Nabi Isa as keluar dari Bumi ini tanpa diketahui oleh murid-murid beliau as yang tengah tidur pulas. Dan menempatkan beliau as di Langit ke-3 dengan kawalan rombongon besar malaikat-malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah, sehingga selamatlah Nabi Isa as dari orang-orang kafir, zhalim dan fasik itu dan juga dari bahaya-bahaya yang lain. Mengapa Nabi Isa as harus dibawa 4 malaikat, karena tubuh Nabi Isa as tidak di-Annihilasi seperti tubuh materi Rasulullah saw ketika Isra’ dan Mi’raj menghadap Allah. Karena Nabi Isa as tidak bertemu dengan Allah, maka tubuh materi beliau as tidak perlu di-Annihilasi, sehingga harus dihijab supaya tidak terburai hancur lebur atau tercerai berai menjadi partikel-partikel sub atomik ketika dibawa 4 malaikat sebelum mencapai kecepatan cahaya yang kemudian akan melesat mencapai kecepatan cahaya. Dan ketika meninggalkan Bumi, tubuh materi Nabi Isa as naik berlipat ganda beratnya karena harus melawan percepatan gaya gravitasi Bumi. Yaitu berat tubuhnya dikali berapa banyak gaya gravitasi Bumi yang dilaluinya sampai lepas dari gaya gravitasi Bumi terus dikali kecepatan cahaya, sehingga berat tubuh Nabi Isa as mengalami perlipatan bobot yang sangat luar biasa berat. Betapa sangat luar biasa berat, sangat sangat berbahaya dan sangat banyak rintangan yang dihadapi oleh para malaikat itu ketika mereka melakukan manuver-manuver melawan gaya gravitasi Bumi pada saat mengangkat dan membawa tubuh materi Nabi Isa as, juga saat mereka dalam perjalanan ke Langit ke-3 melewati lapisan-lapisan Atmosfer Bumi dan ruang angkasa. Yaitu pada saat melewati lapisan Eksosfer yang suhu udaranya mencapai 2.200 derajat Celcius dan pada lapisan ini adalah lapisan Atmosfer yang sangat berbahaya karena merupakan tempat dihancurkannya ribuan meteor yang menghujani (menabrak) Bumi dan juga saat melewati angkasa luar yang lebih berbahaya lagi, yaitu adanya radiasi sinar kosmik, badai Matahari dan sebagainya.

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 54:

54. (Mereka) yaitu Yudas, para pemuka agama dan alim ulama Yahudi yang tidak beriman kepada kerasulan Isa as (mengatur tipu daya) bersekongkol untuk membunuh beliau as menggunakan tangan-tangan penguasa Romawi dengan bantuan aparat militernya (dan Allah membalas tipu daya mereka) sehingga salah sasaran, karena yang dibunuh justru teman mereka sendiri Yudas Iskariot yang diserupakan oleh Allah dengan Nabi Isa as, sedangkan beliau as diselamatkan dan disimpan-Nya di Langit ke-3 (Allah sebaik-baik pembalas tipu daya).

Setelah Nabi Isa as pergi, Yudas Iskariot memasuki rumah secara paksa mendahului semua rombongannya dan memasuki ruangan di mana Nabi Isa as baru saja diangkat ke Langit beberapa menit yang lalu. Sementara murid-murid beliau as masih tertidur pulas, kemudian Allah bertindak secara menakjubkan dengan mengubah total penampilan Yudas Iskariot sampai-sampai suara dan wajah Yudas sangat mirip dengan suara dan wajah Nabi Isa as yang membuat para murid benar-benar mempercayai Yudas sebagai Nabi Isa as tetapi Yudas tidak mengetahui perubahan dirinya. Setelah dirubah oleh Allah, Yudas membangunkan para murid, sambil mencari di mana gerangan guru (Nabi Isa as) berada, tidak lama kemudian para murid terbangun dan tercengang dan bertanya kepada Yudas: “Engkau guru kami, apakah engkau telah melupakan kami?” Dan Yudas sambil tersenyum berkata: “Kalian semua bodoh, yang tidak mengenali aku sebagai Yudas Iskariot!” Dan pada saat Yudas mengatakan hal ini, masuklah tentara-tentara itu dan mencengkeramkan tangan-tangan mereka ke tubuh Yudas, karena ia sangat mirip dengan Nabi Isa as dalam setiap lekuknya. Para murid setelah mendengar Yudas berkata demikian dan terus melihat sejumlah besar tentara, segera melarikan diri secara reflek. Sedangkan Yahya bin Zabdi yang masih tidur berselimutkan kain linen, terbangun dan melarikan diri, dan ketika seorang tentara berhasil menangkap ujung kain selimutnya sehingga Yahya bin Zabdi melarikan diri dalam keadaan telanjang bulat dan Allah menyelamatkan ke-11 murid-murid beliau as sehingga mereka tidak berhasil ditangkap dan selamat dari kejahatan orang-orang kafir dan fasik tersebut. Hal ini terjadi karena Allah telah mengabulkan doa Nabi Isa as yang sebelum diangkat ke Langit beliau as berdoa kepada Allah supaya Allah menyelamatkan ke-11 murid-murid inti yang beriman kepada beliau as dari marabahaya (murid-murid Nabi Isa as yang inti ada 12 orang, tetapi yang satunya yaitu Yudas berkhianat tidak beriman kepada gurunya dan murid-murid beliau as yang lain yang bukan murid inti ada 72 orang). Tentara-tentara itu mengambil paksa Yudas dan mengikatnya dengan ejekan dan hinaan, karena Yudas menyangkal dengan sengit bahwa dirinya adalah Nabi Isa as. Karena Yudas tidak menyadari dan belum tahu jika dirinya diserupakan wajah dan suaranya oleh Allah seperti sosok Nabi Isa as. Maka orang-orang kafir itu mengira jika Yudas adalah Nabi Isa as. Dan tentara-tentara itu dengan nada mengejek berkata: “Tuan, jangan takut, karena kami datang untuk mengangkatmu menjadi Raja Israel, dan kami mengikatmu karena kami mengetahui bahwa kamu menolak untuk dijadikan raja.” 

Yudas menjawab: “Kalian semua telah hilang kesadaran! Kalian datang untuk menangkap Isa dari Nazareth dengan sepasukan tentara dan lentera-lentera seperti menangkap seorang perampok, dan sekarang engkau telah mengikat aku yang telah menunjukkan kepadamu (tempat persembunyian Nabi Isa as) dan agar menjadikanku sebagai raja!” Kemudian tentara-tentara itu kehilangan kesabarannya dan dengan beberapa pukulan dan tendangan, mereka memperlakukan Yudas secara sangat menghina dan mereka menyeretnya dengan penuh amarah menuju Yerusalem. Yahya dan Simon mengikuti tentara-tentara itu dari kejauhan, yang kemudian memberitahukan hal itu kepada Barnabas, bahwa mereka telah menyaksikan semua proses pengadilan terhadap Yudas oleh Imam Besar Yusuf bin Kayafas yang hasil musyawarah mereka dengan kaum Farisi telah memutuskan untuk menghukum mati Yudas yang dikira Nabi Isa as. Kemudian Yudas berbicara dan berteriak-teriak seperti orang gila hingga setiap orang yang hadir merasa geli dan tertawa, mereka meyakini bahwa Yudas benar-benar Nabi Isa as, dan oleh karena takut akan kematian, maka ia berpura-pura menjadi gila. Tidak lama kemudian, kaum Literati (ahli Taurat) menutup ke-2 mata Yudas dengan kain dan mengejeknya dengan perkataan: “Isa nabi orang-orang Nazareth, (karena demikian orang-orang yang beriman kepada kerasulan atau kenabian Isa as memanggil beliau as, tetapi orang-orang Yahudi yang kafir, zhalim dan fasik tersebut menyebut Nabi Isa as “nabi” sebagai ejekan saja karena mereka sebenarnya tidak beriman kepada kenabian Isa as, An-Nisaa’ ayat 157) jelaskan kepada kami, siapa yang telah memukulmu?” Kemudian mereka menampar dan meludahi Yudas yang dikira Nabi Isa as.

Semua orang termasuk Maryam ibunda Nabi Isa as, semua kerabat, semua sahabat dan murid-murid beliau as menyakini bahwa Yudas adalah Nabi Isa as. Jauh hari sebelum peristiwa perdebatan di dalam Masjidil Aqsha terjadi, melalui Malaikat Jibril as, Allah telah memberitahu Nabi Isa as lewat wahyu bahwa beliau as akan diangkat oleh Allah ke Langit untuk diselamatkan dan dijauhkan dari orang-orang kafir yang bersekongkol untuk membunuhnya.

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 55-56:

55. Ingatlah! (Ketika Allah berfirman) kepada Nabi Isa as melalui Malaikat Jibril as (: “Sesungguhnya Aku akan memegangmu dan mengangkatmu kepada-Ku) meninggalkan dunia tanpa mengalami kematian (dan membersihkanmu) menjauhkanmu (dari orang-orang yang kafir) yang bersekongkol untuk membunuhmu, Injil Barnabas bab 72 halaman 129 (dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu) yaitu murid-muridmu yang inti dan yang 72 orang itu serta orang-orang beriman (Nabi Isa as adalah seorang muslim) yang mengimani kerasulanmu dan ajaranmu yaitu agama Islam (di atas orang-orang yang kafir sampai hari Kiamat, kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Kuputuskan di antara kamu tentang hal-hal yang selalu kamu perselisihkan”) yaitu tentang perkara agama, keterangan-keterangan yang benar dan pengetahuan.

56. (Adapun orang-orang yang kafir) yaitu orang-orang yang tidak beriman kepada kerasulan Nabi Isa as (maka akan Kusiksa mereka dengan siksaan berat di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak mempunyai penolong).

Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 157-158:

157. (Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”) mereka menyebut Isa putra Maryam itu Rasul Allah hanya sebagai ejekan, karena mereka (orang-orang kafir Yahudi) sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa as itu (Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi) yang mereka bunuh adalah Yudas Iskariot murid Nabi Isa as yang suaranya, wajahnya dan dirinya benar-benar sangat mirip karena oleh Allah (diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang) Yahudi (yang berselisih paham padanya) tentang pembunuhan Isa putra Maryam tersebut (benar-benar dalam keragu-raguan terhadapnya) tentang siapa sebenarnya yang telah dibunuh dengan disalib itu (Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin telah membunuh Isa) karena ada yang berbeda dengan tubuh Nabi Isa as, di tubuh Yudas itu tidak ada Khatim Nubuwah atau daging tumbuh sebesar telur burung merpati di atas rusuk dada sebelah kanan (ciri fisik utusan Allah), wajahnya benar-benar sangat mirip dengan Nabi Isa as tetapi tubuhnya lain. Seperti ucapan Paulus bahwa orang-orang Yahudi ragu tentang siapa yang tewas tersalib itu yang ditulisnya kepada jemaatnya di Kota Korintus - Yunani dalam suratnya I Korintus pasal 1 ayat 23: Maka kita ini memberitakan Kristus yang tersalib, yaitu suatu keraguan bagi orang Yahudi dan suatu kebodohan bagi orang kafir (karena menyakini bahwa yang tewas dihukum mati dengan disalib itu adalah Isa putra Maryam).

158. (Tetapi) yang sebenarnya (Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) Allah perintahkan 4 malaikat-Nya mengambil Nabi Isa as dari alam dunia untuk diselamatkan dan dijauhkan dari orang-orang kafir yang bersekongkol untuk membunuh beliau as lalu disimpan di Langit ke-3.

Dan Nabi Isa as telah memberitahukan hal ini kepada Barnabas jauh sebelum Yudas akan dihukum mati di tiang salib, tetapi Barnabas lupa, bahwa gurunya itu pernah berkata kepadanya tentang bagaimana Nabi Isa as akan di bawa naik ke Langit yang ke-3 oleh Allah melalui para malaikat-Nya dan bahwa hukuman yang seharusnya diterima beliau as akan dilimpahkan kepada orang lain (Yudas), dan bahwa Nabi Isa as tidak akan mati hingga dunia ini mendekati Kiamat (mendekati akhir zaman nanti Nabi Isa as akan turun lagi ke dunia). Oleh karena tidak tahu yang akan di salib itu Yudas, maka keesokkan harinya, Barnabas bersama Maryam dan Yahya pergi mendekati tiang salib tempat Yudas akan dihukum salib di Gunung Golgota (Calvary) atas kejahatan yang telah dilakukannya dengan menjual Nabi Isa as gurunya seperti menjual domba kepada Imam Besar Yusuf bin Kayafas seharga 30 keping emas. Imam Besar Yusuf bin Kayafas bersama dengan para Imam Kepala, kaum Literati dan Farisi melihat, bahwa Yudas tidak mati dihukum cambuk oleh algojo pencambuk dan merasa khawatir bahwa Gubernur Pontius Pilatus kemungkinan akan membebaskan Yudas, maka mereka menyuap Gubernur Pontius Pilatus dengan sejumlah uang. Setelah menerima uang suap, Gubernur Pontius Pilatus segera memberikan Yudas ke tangan para Imam, kaum Literati dan Farisi, karena Yudas yang dikira Nabi Isa as itu telah divonis melakukan pelanggaran hukum dan harus dihukum mati. Dalam waktu bersamaan, mereka juga menghukum 2 orang perampok dan bersama dengan Yudas ikut pula dijatuhi hukuman mati di tiang salib. Demikian mereka menggiring Yudas menuju Gunung Calvary yang biasa mereka gunakan untuk menggantung mati orang-orang yang bersalah. Dan di Gunung Calvary inilah mereka menyalib Yudas atas kejahatannya dalam keadaan telanjang. Yudas sama sekali tidak berdaya selain berteriak: “Allah mengapa Engkau meninggalkanku, mengingat penjahat yang sebenarnya telah meloloskan diri dan aku mengalami kematian secara tidak adil?” Yudas kebanyakan dosa, dan sebagian dosanya adalah, Yudas telah mencuri 10% dari semua harta benda yang dihibahkan kepada Nabi Isa as, itu berarti Yudas sering memakan rezeki haram, maka setan turun kepada dirinya dan menguasainya, setan membuat Yudas memandang baik perbuatannya yang buruk tersebut, sehingga ia merasa benar dan Yudas menganggap Nabi Isa as lah yang bersalah dengan menyebut gurunya itu seorang penjahat, karena Yudas kebanyakan dosa, maka Allah tidak memperlihatkan perbuatan dosa-dosanya di dalam ingatannya. Setelah penyaliban Yudas, banyak orang yang beriman kepada ajaran-ajaran Nabi Isa as berbalik meninggalkan ajaran-ajaran beliau as, karena menyakini Nabi Isa as itu nabi palsu, dan dengan teknik sulapnya telah membuat berbagai mukjizat. Tetapi mereka yang tetap teguh dalam mengimani ajaran-ajaran Nabi Isa as, diliputi rasa sedih yang sangat mendalam, sambil melihat jenazah Yudas yang dikira Maryam dan murid-murid Nabi Isa as adalah diri beliau as, sehingga mereka mau menerima jenazah Yudas dari Gubernur Pontius Pilatus, lalu sebagian murid-murid beliau as menurunkan jenazah Yudas dari tiang salib dengan diiringi tangis pilu yang sangat menyayat hati, lalu mereka membawa pulang jenazah Yudas dan menguburkannya di kuburan keluarga Kerajaan Yehuda, karena Nabi Isa as dan Pangeran Yusuf ayah tiri beliau as adalah keluarga bangsawan keturunan Raja-raja Yehuda. Pada malam harinya, murid-murid Nabi Isa as yang lain yang tidak takut kepada Allah, menyelinap menuju kuburan tempat Yudas dikuburkan dan mencuri jenazahnya serta menyembunyikannya. Kemudian mereka menyebarkan berita bohong bahwa Nabi Isa as telah bangkit dari kuburnya yang menimbulkan kehebohan. Mendengar berita bohong putranya bangkit dari kubur, Maryam yang telah pulang ke Nazareth (bagian dari wilayah Provinsi Galilea), berangkat lagi ke Kota Yerusalem untuk menemui putranya dan bersama Barnabas, Yakub serta saudaranya Yahya menuju rumah keluarganya dalam keadaan lelah fisik dan mental karena perjalanan dan kesedihan yang sangat dalam. Sehingga malaikat-malaikat yang mengawal Maryam naik ke Langit ke-3 tempat Nabi Isa as berada bersama sekumpulan malaikat, lalu menceritakan semua yang terjadi kepada beliau as, lalu Nabi Isa as memohon kepada Allah agar berkenan memberi kuasa untuk bisa melihat sang ibu dan murid-murid beliau as.

Kemudian Allah memerintahkan Malaikat Jibril as, Mikail as, Izrail as dan Israfil as membawa Nabi Isa as menuju ke rumah sang ibu di Yerusalem. Nabi Isa as datang dikelilingi cahaya yang sangat terang dari cahayanya 4 malaikat, karena Nabi Isa as masuk bersama 4 malaikat ke kamar ibu beliau as yang sedang bersama 2 saudara wanitanya, Lazarus, Barnabas, Yahya, Yakub, Simon, ketika mereka melihat Nabi Isa as, mereka ketakutan hingga jatuh tersungkur ke tanah seperti orang mati. Lalu Nabi Isa as membangkitkan sang ibu dan lainya dari keadaan telungkup di tanah dan berkata: “Jangan takut, karena aku adalah Isa, dan jangan menangis karena aku hidup dan tidak mati.” Lalu Nabi Isa as menceritakan yang sebenarnya terjadi dan menyuruh Barnabas menulis penyaliban Yudas dengan kisah yang sebenarnya, supaya kaum muslimin mendapat berita yang benar (Paulus tidak ada di TKP ketika peristiwa pengadilan dan penyaliban itu terjadi, setelah puluhan tahun sejak penyaliban Yudas Iskariot terjadi, Paulus baru menulis cerita palsu tentang penyaliban Yudas, yang tidak berdasarkan fakta tetapi menyadur berdasarkan cerita fiksi dari 2 dukumen tulisan/aksara/huruf paku berjudul: “The Babylonia Passion Play of Bel.” Yaitu kisah tentang penyaliban Dewa Baal (Ba’al) dewanya orang-orang Mediterania dan dicampur dengan cerita karangan Paulus sendiri lalu menjadi tulisan cerita fiksi baru untuk menceritakan kisah pengadilan Yudas Iskariot dalam PB. Injil Matius pasal 27 ayat 11-26 dan Injil Lukas pasal 23 ayat 1-25. Kisah tentang penyaliban dan penguburan Yudas Iskariot dalam Injil Matius pasal 27 ayat 27-60 dan Lukas pasal 23 ayat 26-56 ditulis oleh Paulus dan Lukas murid dan pengikutnya di dalam Alkitab Perjanjian Baru). Pada hari ke-3 sejak kedatangan Nabi Isa as di antara keluarga dan murid-murid, beliau as berkata: “Pergilah ke Gunung Olives bersama ibundaku, karena di sanalah aku akan naik menuju Langit dan engkau semua akan menyaksikan siapa yang akan mengangkatku ke Langit.” Maka berangkatlah sebagian besar murid beliau as, karena ke 25 dari 72 murid yang bukan murid inti itu telah melarikan diri ke Damaskus – Suriah karena takut akan penindasan dan hukuman dari para tokoh agama Yahudi dan para penguasa Kekaisaran Romawi Barat karena menjadi pengikut Nabi Isa as (di Damaskus, mereka ditangkap Paulus lalu disiksa olehnya, sehingga kejahatan Paulus ini selalu diingat oleh murid-murid Nabi Isa as). Ketika mereka tengah khusyuk beribadah, datanglah Nabi Isa as bersama dengan banyak sekali malaikat yang selalu memuji Allah kemudian beliau as naik ke Gunung Olives (Zaitun) menemui sang ibu dan murid-murid, dari sana diangkat 4 malaikat disaksikan sebagian besar murid beliau as menuju Langit ke-3 lagi dan tinggal di sana sampai hampir mendekati pertengahan akhir zaman nanti, lalu Nabi Isa as turun ke Bumi terakhir kalinya untuk membunuh Dajjal dengan pertolongan Allah di Perang Armageddon II dan setelah perang, menegakkan kalimat Laa Ilaaha Illallaah ke seluruh dunia dengan membunuh semua orang kafir termasuk bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang tidak mau masuk Islam lewat mukjizat nafasnya yang beracun yang jarak jangkauannya sejauh mata memandang. Setelah berpisah dengan nabi dan guru mereka, murid-murid menyebar ke pelosok Israel untuk berdakwah tentang aqidah Islam yang benar kepada bangsa Israel yang takut kepada Allah, semoga orang-orang yang beriman yang telah menerima dakwah Nabi Isa as dan murid-murid, diselamatkan di hari pengadilan Allah kelak, Aamiin.

Injil Barnabas bab 213-222 halaman 382-401.

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 111:

111. (Dan) ingatlah (ketika Aku) Allah (ilhamkan kepada pengikut-pengikut yang setia) yaitu para hawariyyun/hawariyyin/ke-11 murid-murid inti Nabi Isa as (: “Hendaklah kamu beriman kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”) Isa putra Maryam (Mereka menjawab: “Kami telah beriman) kepada-Mu dan rasul-Mu (dan saksikanlah) wahai rasul (bahwa kami adalah orang-orang Muslim”) murid-murid inti Nabi Isa as adalah orang-orang Islam.

Qur’an surat Ash-Shaff ayat 14:

14. (Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong) agama (Allah, sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku) dengan berdakwah kepada Bani Israil untuk menegakkan agama (Allah?” Pengikut-pengikut yang setia) murid-murid inti Nabi Isa as (itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah.” Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir, maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka) yaitu orang-orang Israel yang kafir, fasik dan zhalim yang mendustakan kerasulan dan ajaran-ajaran Nabi Isa as dan orang-orang jahat yang berpura-pura (mengaku) menjadi murid-murid Nabi Isa as yang mendakwahkan ajaran-ajaran palsu, mereka adalah Paulus dan pengikut-pengikutnya, Paulus bahkan menuhankan Nabi Isa as dan mendakwahkan beliau as adalah putra (anak) Allah serta mengaku sebagai rasulnya Nabi Isa as dan diutus oleh Allah untuk berdakwah kepada bangsa-bangsa non Yahudi yang ditulis oleh Paulus dalam surat-suratnya kepada jemaat-jematnya di Kota Roma, Korintus dan Galatia (Ankara), padahal sebenarnya Nabi Isa as itu hanya rasul-Nya yang Allah beri nikmat Alkitab, hikmah dan kenabian (lalu mereka menjadi orang-orang yang menang) dalam mempertahankan aqidah Islam yang benar. 

Nama murid-murid inti Nabi Isa as:

Barnabas bin Talemai, Shim’on/Simeon/Simon Petrus (Peter) bin Yunus, Andreas (Andrew) bin Yunus, Yakub (James) bin Zabdi, Yahya/Yohanes/John bin Zabdi (bukan Nabi Yahya as bin Zakariya as) , Filipus (Philipus), Tomas (Thomas), Matius (Mattew) bin Alphaeus, Yakub bin Alphaeus (Alfeus), Yudas bin Yakub (Tadeus), Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot (yang mengkhianati gurunya). Semua murid Nabi Isa as baik yang inti (12 orang) maupun bukan inti (72 orang) itu adalah kaum muslimin termasuk Markus keponakan Barnabas, mereka semua beragama Islam, tidak ada murid-murid Nabi Isa as yang beragama Kristen (Al-Maaidah 111 dan Ash-Shaff 14).

KETERANGAN:

1. Injil Matius terdiri dari 28 pasal dan 1071 ayat ditulis tahun 64-65 Masehi oleh Paulus.

2. Injil Markus terdiri dari 16 pasal dan 678 ayat ditulis tahun 65 Masehi oleh murid dan pengikutnya Paulus yang isi tulisan di dalam kitabnya lebih dari 90% sama dengan Injil Matius.

3. Injil Lukas terdiri dari 24 pasal dan 1151 ayat dan Kisah Para Rasul 28 pasal dan 1007 ayat, yang di tulis antara tahun 62-68 Masehi oleh Lukas seorang tabib Yunani, teman, murid dan pengikutnya Paulus. Injil Matius, Markus dan Lukas disebut Injil sinoptik karena menuliskan cerita yang sama tentang Nabi Isa as dengan penjelasan dan panjang yang berbeda, sering memiliki urutan yang sama dan kadang-kadang menggunakan kata-kata yang tepat sama. Karena penulis Injil Markus dan Injil Lukas tersebut menyadur ajaran gurunya yaitu Paulus.

4. Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal dan 879 ayat, yang ditulis sekitar tahun 100 Masehi oleh pengikutnya Paulus.

Semua penulis Injil Yesus Kristus (Alkitab Perjanjian Baru: Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) bukan murid-murid Nabi Isa as dan mereka tidak pernah bertemu dengan Nabi Isa as. Paulus mengatakan terus terang bahwa agama Kristen itu adalah agama ciptaannya dan bukan ajaran agama Nabi Isa as, sebagaimana yang ditulis oleh Paulus pada suratnya sebagai berikut:

Alkitab Perjanjian Baru, I Korintus pasal 3 ayat 6 dan pasal 7 ayat 12:

3:6: Aku yang menanam (menciptakan), Apolos (muridnya) yang menyirami (dengan membenarkan dan ikut menyebarkan ajaran Paulus), tetapi Tuhan yang memberi pertumbuhan.

7:12: Segala sesuatu adalah boleh bagiku, bahkan aku tidak akan berada di bawah kekuasaan siapa pun. 

Paulus menolak atau menentang ajaran agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Isa as dan nabi-nabi bangsa Israel, bahkan Paulus menyatakan bahwa ia adalah hukum itu sendiri. Paulus menghapus perintah-perintah (hukum-hukum) dari Allah yang diajarkan oleh para nabi Allah tersebut, misalnya tentang: makanan dan minuman yang dihalalkan, bagaimana hukum menyembelih binatang korban, wajib khitan bagi kaum pria dan sebagainya. Jelas banyak orang tidak bisa menerima hal ini, kemudian Paulus menanggapinya sebagai berikut:

Alkitab Perjanjian Baru, Roma pasal 3 ayat 7:

3:7: Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku (Paulus) semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

Karena Paulus berdusta dengan mengatakan bahwa Nabi Isa as adalah satu-satunya ‘tuhan’ (I Korintus pasal 8 ayat 6) dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang mati pada hari ke-3, maka ia akan diselamatkan. Paulus juga mengaku sebagai rasulnya Yesus Kristus, sehingga membuat miliaran orang tersesat dari jalan yang lurus.

Alkitab Perjanjian Baru, II Timotius pasal 2 ayat 8:
2:8: Ingatlah ini, Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati (Matius pasal 28 ayat 7), yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injil (ciptaan) ku.
 Menurut catatan sejarah dan bukti arkeologis, bahwa antara tahun 33-35 Masehi, bahkan pada abad I Masehi di Kota Yerusalem dan sekitarnya tidak terjadi gempa bumi seperti yang telah ditulis oleh Paulus dalam Injil Matius pasal 28 ayat 2. Karena gempa bumi terjadi di Kota Yerusalem pada pertengahan abad ke-8 SM ketika masa pemerintahan Raja Uzia dari Kerajaan Yehuda, gempa bumi terjadi lagi pada tahun 92 SM dan 31 SM. Kemudian kembali terjadi gempa bumi di Kota Yerusalem pada abad ke-3, 5, 7, 8, 9 10 dan ke-12 M. Dan Nabi Isa as belum meninggal (mati), sehingga tidak ada kebangkitan Yesus dari antara orang mati (Ali-‘Imran ayat 55-56). 

Sumber: Al-Qur’an, Injil Barnabas dan berbagai sumber.

15 Agustus, 2014

FAEDAH KHUSYUK DALAM SHALAT

Hakikat ilmiah khusyuk dalam shalat:

1.      Kekhusyukan meningkatkan kemampuan berpikir dan berkonsentrasi, juga dapat meningkatkan fungsi metabolisme tubuh dan sistem saraf. Selain itu, khusyuk tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga merupakan obat bagi berbagai macam penyakit.

2.      Kekhusyukan dapat meningkatkan fungsi dan kesehatan jantung.

Qur’ran surat Ar-Ra’du ayat 28-29:

28.  (Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah) dengan mendirikan shalat, dzikir, tilawah, tadarus dan berdoa (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang) karena terimbas frekuensi yang sangat tinggi dan lembut dari cahaya Al-Qur’an yang keluar dari ayat-ayat Allah yang sedang dibacakan yang kemudian meresonansi hati dan miliaran bio elektron di seluruh tubuhnya, sehingga hati dan kulitnya menjadi lembut dan tenang, maka keluarlah aura jernih dari wajah dan tubuh orang-orang tersebut.

29.  (“Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik”).

3.      Kekhusyukan meningkatkan kepercayaan diri orang yang melakukannya, sehingga dia bisa lebih bersabar menghadapi berbagai kesulitan dan persoalan sehari-hari.

Kekhusyukan dapat meningkatkan kesehatan dan fungsi otak, para ahli medis menemukan, bahwa otak manusia menerima aliran elektromagnetis setiap saat, tetapi kadar gelombang elektromagnetis itu berbeda-beda sesuai dengan tingkat aktivitas otak dan aktivitas tubuh.

  • Dalam keadaan sadar, aktif, semangat, dan konsentrasi, muncul gelombang yang disebut gelombang beta, berupa getaran yang kekuatannya bervariasi, antara 15-40 Hertz getaran per detik.
  • Dalam keadaan istirahat dan konsentrasi biasa, muncul gelombang alfa yang getarannya bervariasi antara 9-14 Hertz getaran per detik.
  • Dalam keadaan tidur, mimpi, konsentrasi tinggi, muncul gelombang teta yang berkisar 5-8 Hertz getaran.
  • Dalam tidur lelap tanpa mimpi, otak hanya mampu diliputi gelombang delta yang getarannya lebih rendah  dari 4 Hertz getaran per detik.

Dapat disimpulkan, ketika manusia berada dalam keadaan khusyuk, gelombang yang bekerja lebih rendah getarannya. Keadaan ini menguntungkan dan menguatkan fungsi otak, serta membantu perbaikan sel-sel otak yang rusak atau lemah akibat penyakit atau tekanan kejiwaan atau gangguan yang lainnya. Karena aktivitas tubuh dan otak dapat melelahkan otak, maka shalat yang khusyuk dan perenungan dapat mengistirahatkan dan menenangkan otak. Shalat yang khusyuk membuat beberapa bagian *korteks serebral di otak besar mengalami penambahan kapiler jika secara rutin melakukan shalat sampai mencapai kekhusyukan. Fenomena ini menjadi jelas jika kita mengetahui bahwa sel-sel saraf pada bagian korteks serebral berkurang dan kinerjanya menurun seiring dengan perkembangan usia, Jadi bisa dikatakan, kekhusyukan akan memperlambat penuaan dan menjauhkan kita dari kepikunan. Volume otak orang yang terbiasa berfikir dan shalat, apalagi shalatnya khusyuk, lebih besar dibandingkan orang yang jarang atau bahkan tidak mempergunakan otaknya untuk berfikir, merenung dan shalat. Jadi dapat disimpulkan bahwa shalat dapat menambah kualitas dan volume otak, sehingga seseorang bisa lebih kreatif, inovatif, sehat dan bahagia, apalagi jika shalatnya dilakukan dengan khusyuk. Orang shalat secara rutin dan mencapai kekhusyukan dalam beribadah, memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mengambil keputusan ketika menghadapi berbagai persoalan, termasuk masalah emosi. Orang-orang yang bisa mencapai kekhusyukan dalam shalatnya, lebih mampu mengendalikan dorongan perasaan dan hasratnya, sehingga mereka lebih bisa merasa bahagia dibandingkan orang lain. Shalat dan perenungan membantu mengatur berbagai aspek emosional tanpa mengobarkannya secara berlebihan, karena shalat akan memperkuat sensor otak sehingga otak lebih aktif dan peka, apalagi jika shalatnya dilakukan dengan khusyuk.

*Korteks serebral di otak besar (cerebral cortex, grey matter) merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu yang terdiri dari 15-33 miliar neuron yang masing-masing tersambung ke sekitar 10.000 sinapsis, satu milimeter kubik terdapat kurang lebih satu miliar sinapsis per timbangan. Secara terperinci, aktivitas tersebut dikendalikan pada daerah yang berbeda. Di depan celah tengah (sulkus sentralis) terdapat daerah motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar. Bagian paling bawah pada korteks motor tersebut mempunyai hubungan dengan kemampuan bicara. Daerah Anterior pada lobus frontalis berhubungan dengan kemampuan berpikir.

Shalat yang khusyuk dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga rasa sakit tidak mempengaruhi otak dan tidak menyebabkan nyeri. Jadi kekhusyukan membantu manusia untuk menanggung dan meringankan rasa sakit, di sisi lain, kekhusyukan merupakan metode paling efektif untuk melatih kesabaran dan pengendalian emosi. Para ahli mengatakan, sesungguhnya sel-sel otak membutuhkan shalat secara rutin, tafakur dan perenungan setiap saat, sehingga sel-sel tersebut bisa aktif bekerja bahkan lebih peka dan lebih kuat. Orang-orang yang terbiasa berfikir, merenung dan beribadah dengan khusyuk, cenderung lebih kreatif dan inovatif. Khusyuk dalam shalat meningkatkan fungsi otak depan, supaya bisa memblokir pesan-pesan buruk dan sesat dari setan, karena, ketika seseorang berfikir, merenung dan berkonsentrasi penuh, otak depannya (lobus frontalis) bekerja aktif dan merupakan pusat kendali yang mengatur seluruh anggota tubuh manusia dan pusat pengambilan keputusan yang penting dan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku, emosi dan keberlanjutan masa depan hidup kita serta bertanggung-jawab atas  kejujuran dan kebohongan kita. Fungsi otak depan yang menentukan kita melakukan perbuatan baik atau buruk, menekan atau menunjukkan respons yang tidak diterima sosial dan menentukan kesamaan atau perbedaan antara berbagai peristiwa atau fenomena. Jadi otak depan melakukan fungsi mental yang rumit dan tinggi, serta memainkan peranan penting untuk mempertahankan memori jangka panjang yang sering dikaitkan dengan perasaan yang bersumber dari sistem limbik dan memodifikasi berbagai perasaan itu, sehingga secara umum bersesuaian dengan norma-norma sosial. Ketika seseorang berkata jujur atau bohong, otak depanlah yang bekerja, jika kita perhatikan secara seksama, butuh energi yang besar untuk berbohong.

Dalam sebuah penelitian mengenai aktivitas otak depan dengan menggunakan metode fMRI, diketahui bahwa, ketika seseorang berbohong, otak depannya bekerja lebih keras dan lebih berat, sehingga membutuhkan energi yang juga lebih banyak. Jadi, berkata jujur atau bersikap jujur akan meringankan kerja otak depan dan menjaga kekuatannya. Dengan kata lain, ucapan dan perbuatan yang jujur sesungguhnya sesuai dengan fitrah manusia. Ketika seseorang melakukan kebohongan, penipuan, rekayasa atau pengkhianatan, sesungguhnya dia telah menyalahi fitrah penciptaannya sebagai manusia. Para ahli meneliti aktivitas gelombang otak dengan merekam peredaran darah ke semua bagian otak serta kecepatan aliran darah ke semua bagian itu. Ternyata, otak yang bekerja paling keras adalah yang paling banyak mendapat aliran darah. Ketika seseorang mengambil keputusan, menentukan perilaku atau sikap yang diambil, serta mengambil suatu pilihan penting, perencanaan suatu tindakan, upaya melepaskan diri dari berbagai kesulitan dan hambatan dan lain-lain, maka bagian otak yang paling aktif bekerja adalah otak depan atau lobus frontal.

Dari sini para ulama mengambil kesimpulan bahwa otak depan merupakan otak yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan yang paling berkuasa atas diri manusia. Bahkan otak depan memiliki peranan yang sangat penting terhadap orientasi manusia, baik orientasi sikap dan perilaku, maupun orientasi tempat. Bahaya paling besar yang akan dihadapi seseorang yang mengalami kerusakan pada otak depan adalah kehilangan orientasi dan ketidakmampuan mengambil keputusan, baik yang berkaitan dengan perilaku, sikap maupun keputusan lainnya.

Secara lebih jelas, kerusakan pada otak depan bisa mengakibatkan:

  • Penurunan stabilitas mental  dan spontanitas, meskipun IQ tidak terganggu.
  • Penurunan atau pengurangan berbicara secara dramatis.
  • Penurunan fungsi persepsi mengenai pengambilan risiko dan ketaatan pada hukum sosial.
  • Penurunan kemampuan bersosialisasi.
  • Kerusakan pada lobus frontal orbital dapat menyebabkan gangguan kebiasaan seksual.
  • Kerusakan pada lobus frontal dorsolateral dapat mengurangi ketertarikan seksual.
  • Penurunan atau penambahan kreativitas juga kecakapan menyelesaikan masalah, kadang-kadang tidak mampu membaui atau merasakan sesuatu.

Mengenai kebohongan yang dilakukan manusia maka Allah berfirman di dalam Qur’an surat Al-‘Alaq ayat 9-19:

9.      (“Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?) yaitu Abu Jahal, tetapi usahanya tidak berhasil, karena ia melihat sesuatu yang menakutkan,

10.  (seorang hamba ketika ia mengerjakan shalat) yaitu Rasulullah saw.

11.  (Bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu) yaitu Rasulullah saw (berada di atas kebenaran?),

12.  (atau ia menyuruh bertakwa?) kepada Allah.

13.  (Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu) Abu Jahal (mendustakannya) Rasulullah saw (dan berpaling?) dari iman.

14.  (Tidaklah ia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat) segala perbuatannya.

15.  (Ketahuilah, sungguh jika ia tidak berhenti) berbuat demikian (niscaya Kami tarik ubun-ubunnya) otak depannya atau lobus frontal.

16.  (Yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka) yaitu Abu Jahal yang mendustakan dan durhaka kepada Allah dan rasul-Nya.

17.  (Maka biarlah ia memanggil golongannya) teman-teman majlis atau senadinya untuk menolongnya.

18.  (Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah) malaikat yang bengis yang menyiksa orang-orang berdosa.

19.  (Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuhi ia) Abu Jahal (dan sujudlah dan dekatkanlah) dirimu kepada-Nya dengan mendirikan shalat.

Di sinilah kita memahami makna firman Allah dalam Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 190-191:

190.    (Sesungguhnya dalam penciptaan Langit dan Bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal) yaitu orang yang bisa menggunakan otak depannya secara benar saja,

191.    (Yaitu orang-orang yang mengingat Allah di waktu berdiri dan duduk dan ketika berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan Langit dan Bumi) seraya berkata: (“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka”).

Sumber: Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr.Jamal Elzaky dan berbagai sumber.

MANFAAT SHALAT SUBUH SECARA IMAN

Shalat Shubuh berjamaah tepat waktu bagi kaum pria di masjid adalah ujian yang berat. Shalat Shubuh tepat waktu bagi kaum wanita di rumah adalah ujian yang berat juga. Salah seorang penguasa Yahudi menyatakan, bahwa mereka (bangsa Yahudi) tidak takut dengan orang-orang Islam, kecuali pada satu hal, yaitu bila jumlah jamaah shalat Shubuh sama banyaknya dengan jumlah jamaah shalat Jum’at. Karena tanpa shalat Shubuh berjamaah tepat waktu, umat Islam tidak lagi berwibawa dan tidak mempunyai kekuatan di hadapan orang-orang kafir.
Hikmah Shalat Shubuh Jika Dikerjakan Tepat Waktu :
1.      Mendapat jaminan perlindungan dari Allah.
2.      Disaksikan para malaikat penjaga malam dan siang.
3.      Bagi kaum pria, shalat Shubuh berjamaah mendapatkan pahala 27 derajat.
4.      Diberi kebaikan yang banyak.
5.      Dihapus kejelekannya.
6.      Ditinggikan beberapa derajat kedudukannya.
7.      Malaikat berdoa untuknya (jika didoakan oleh malaikat, maka Allah akan mengabulkannya).
8.      Mendapat pahala shalat malam 1 malam penuh.
9.      Mendapat cahaya di hari Kiamat yang sempurna.
10.  Mendapatkan Surga.
11.  Mendapat pahala yang paling tinggi, yaitu melihat wajah Allah.
12.  Allah melindunginya seharian penuh.
13.  Shubuh merupakan pertemuan ilmiah dan iman yang sangat bagus dan sangat mulia.
14.  Shubuh menghapus dosa setengah hari dan dosa setengah umur yang mengerjakannya tepat waktu.
15.  Setelah shalat Shubuh adalah waktu yang paling barokah untuk memanfaatkannya dengan melakukan kegiatan-kegiatan, contohnya adalah belajar (karena puncak konsentrasi otak terjadi di pagi hari, mulai dari setelah shalat Shubuh sampai Matahari terbit), bercocok tanam, berdagang, membaca, musafir, bekerja, berjihad di jalan Allah dan kegiatan positif lainnya.
16.  Di waktu Shubuh datang angin kemenangan dari Allah membawa keberkahan, kelebihan dan kemenangan.
17.  Ketika kita dibangkitkan dari kubur setelah hari Kiamat, kita dalam keadaan gelap gulita. Nah, cahaya sangat dibutuhkan ketika kita melewati sirath (jembatan di akhirat). Sirath itu keadaannya gelap gulita dan mengerikan kondisinya, di kiri dan kanannya ada pengait-pengait dari besi yang akan menyambar siapa saja yang Allah perintahkan untuk disambar dan ada yang disambar hingga bagian tubuhnya robek atau terputus, namun ia selamat, dan ada yang terkait lalu terhempas ke Neraka. Dari mana orang-orang mukmin mendapatkan cahaya agung pada hari yang gelap itu? Cahaya itu adalah amal-amal perbuatan mereka yang banyak ketika di dunia. Cahaya itu adalah janji Allah sebagai balasan bagi amal-amal mereka. Di antara amalan ini adalah  shalat Shubuh berjamaah (khususnya bagi kaum pria).
Rasulullah saw bersabda :
”Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang  sangat terang pada hari Kiamat”. Hadits riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.
18.  Bagi wanita, Rasulullah saw bersabda :
”Janganlah kalian melarang wanita-wanita kalian shalat di masjid. Sedangkan shalat mereka di dalam  rumah adalah lebih baik”. Hadits riwayat Abu Dawud. Ummu Hamid mendatangi Rasulullah saw dan berkata :
”Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya sangat menyukai shalat bersama anda”.
Rasulullah saw bersabda :
”Engkau telah mengetahui, shalatmu di bilikmu lebih baik daripada shalatmu di kamarmu. Shalatmu di kamarmu  lebih baik daripada shalatmu di rumahmu. Shalatmu di rumahmu itu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu. Shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjid raya. Dan besarnya pahala shalat seorang wanita di rumahnya merupakan rahmat Allah baginya dan bagi masyarakat”.
Hadits riwayat Ahmad dan Ath-Thabarani.
Besarnya pahala shalat di rumah merupakan rahmat Allah bagi kaum wanita sekaligus bagi masyarakat. Tujuannya untuk menghindari fitnah/kerusakan/bencana, lebih menjaga wanita dan lebih melindungi wanita. Selain itu, juga untuk menjaga anak-anak, para lanjut usia, serta manfaat lainnya. Maha Suci Allah yang telah menurunkan syariat yang penuh hikmah ini, dan masih banyak lagi hikmah shalat Shubuh.

10 TIPS SUPAYA BISA BANGUN  SEBELUM MATAHARI TERBIT UNTUK SHALAT SHUBUH
  1. Ikhlas menjalankan shalat Shubuh karena Allah.
  2. Tekat dan niat yang kuat untuk shalat Shubuh tepat waktu.
  3. Hindari  berbuat dosa karena perbuatan dosa membuat kita absen dari shalat Shubuh dan itu adalah musibah.
  4. Berdoalah dengan khusyuk dan kesungguhan hati ketika memohon kepada Allah supaya memberikan kemampuan untuk melaksanakan shalat Shubuh tepat waktu.
  5. Berteman dengan orang saleh.
  6. Perhatikan cara tidur, jangan tidur terlalu larut, berdoa sebelum tidur.
  7. Jangan kekenyangan sebelum tidur.
  8. Mengingat-ingat keutamaan shalat di waktu fajar.
  9. Pasang alarm, bunyikan sesaat sebelum waktu shalat Shubuh tiba.
  10. Ajaklah orang-orang terdekat untuk bangun dan shalat Shubuh tepat waktu.
Rasulullah saw setiap selesai shalat Shubuh berdoa kepada Allah untuk diberikan ilmu yang bermanfaat, rejeki yang berkah dan amalan yang diterima Allah.

Sumber: Misteri Sholat Subuh Karya DR. Raghib As-Sirjani