09 Januari, 2017

FAEDAH-FAEDAH MEDIS DALAM SHALAT

Aktivitas tubuh ketika shalat, baik ketika bergerak, seperti sujud, iktidal, rukuk atau duduk maupun ketika diam, merupakan sebentuk olahraga yang melatih otot-otot, persendian dan tulang. Shalat disebut olahraga atau latihan tubuh karena sebab-sebab sebagai berikut :
1.      Shalat merupakan olahraga yang tenang dan nyaman, tidak membutuhkan energi yang besar dan tidak sulit dilakukan.
2.      Shalat dapat dilakukan siapa saya tanpa membedakan tingkat kecerdasan atau kepintaran, semua orang bisa melakukannya dan tidak dibutuhkan bakat, keahlian atau kecerdasan khusus untuk bisa mendirikan shalat.
3.      Shalat bisa dilakukan oleh siapa saja dengan tingkat kesehatan yang berbeda-beda, baik orang sehat maupun yang sakit, sementara, banyak bentuk olahraga lain yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang sehat.
4.      Setiap orang bisa melakukannya kapan saja dan ia tidak perlu berkonsultasi kepada dokter atau konsultan kesehatan sebelum atau sesudah melakukannya.
5.      Shalat dapat dilakukan semua manusia dengan tingkatan usia yang berbeda-beda, baik anak-anak maupun orang yang sudah lanjut usia.
6.      Shalat merupakan latihan fisik yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang, minimal 5 kali dalam sehari. Inilah olahraga yang dilakukan secara kontinyu, tanpa henti setiap hari sepanjang hayat. Semua umat Islam melakukan olahraga ini dengan tenang, ridha dan penuh cinta. Sementara, banyak olahraga lain yang hanya dilakukan pada masa-masa tertentu dengan waktu yang terbatas dan sering kali manusia malas melakukannya.
7.      Shalat merupakan olahraga yang pelaksanaannya dibagi-bagi dan disesuaikan dengan perputaran jam biologis manusia di siang dan malam hari. Shalat menyeimbangkan kesehatan fisikal dan mental, menyesuaikan manusia dengan lingkungan sekitarnya.
8.      Shalat merupakan olahraga yang melibatkan seluruh anggota tubuh manusia dan semua jaringan metabolism di dalamnya, termasuk juga persendian dan jaringan otot.
9.      Shalat merupakan olahraga paling aman dan nyaman. Kita tak perlu risih atau khawatir terluka, baik luka fisik maupun luka dalam, sepertinya jika kita melakukan olahraga lain.

Dengan demikian, shalat sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia baik fisik maupun mental, juga akal. Berkat shalat yang dilakukan secara rutin, manusia memiliki kekuatan melakukan berbagai aktivitas. Shalat merupakan penjaga, pelindung, dan sekaligus obat penyembuh. Setiap orang bisa merasakan semua faedah itu jika ia melakukannya secara rutin pada waktunya, dan sesuai dengan tatacara yang diajarkan Rasulullah saw. Selain shalat tersebut mesti dilaksanakan secara ikhlas dan khusyuk.
Berikut ini beberapa faedah shalat bagi kesehatan tubuh :
1.      Melancarkan fungsi jantung.
2.      Melebarkan saluran vena, arteri dan jaringan sel serta kelompok sel.
3.      Melancarkan saluran pencernaan.
4.      Menghilangkan sumbatan di pembuluh darah.
5.      Meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit, bakteri dan virus.
6.      Menguatkan berbagai jaringan tubuh serta persendian.
7.      Menghilangkan kelelahan pada persendian dan jaringan tubuh serta menguatkan jaringan otot.
8.      Meningkatkan kekuatan tubuh dan membebaskankan dari kepenatan.
9.      Meningkatkan fungsi otak, kekuatan memori dan hubungannya dengan metabolisme tubuh.
10.  Memperbaiki berbagai cacat dan kekurangan pada tubuh.
11.  Meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan menguatkan memori.
12.  Menguatkan sifat-sifat baik seperti, keberanian dan kesungguhan.
13.  Menguatkan perilaku baik seperti, disiplin, saling tolong-menolong, jujur, ikhlas dan sebagainya.
14.  Bagi para olahragawan, shalat merupakan olah tubuh yang sangat penting untuk mempersiapkan tubuh dan mental sehingga mereka bisa melakukan berbagai latihan dan olahraga yang lebih berat ketika dicurahi energi yang berlimpah terutama sebelum menjalani pertandingan.
15.  Shalat mengistirahatkan berbagai jaringan dan sistem metabolisme tubuh dari kelelahan dan kepenatan, sekaligus menjaga kestabilan fungsi tubuh serta menjadi media istirahat yang paling tepat untuk menjaga kesehatan.
Qur’an surat Al-Mujaadilah ayat 13 :
13.  (…maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan).

Sumber : Al-Qur’an dan Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr. Jamal Elzaky.

03 Januari, 2017

KHASIAT BUAH KURMA

Buah kurma adalah makanan atau buah Surga yang sangat baik, diandalkan sejak zaman para nabi, di dalam Al-Qur’an, kurma disebut sebanyak 24x, antara lain surat Maryam ayat 25-26, yaitu ketika Maryam akan melahirkan putranya Nabi Isa as, Allah memerintahkan beliau untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma yang menjadi sandarannya ketika akan melahirkan putranya, kemudian Maryam menggoyangkan pangkal pohon kurma supaya menggugurkan buahnya yang masak-masak yang jatuh didekatnya, musim buah kurma terjadi pada bulan September, jadi Nabi Isa as lahir pada bulan September bukan bulan Desember, karena pada bulan Desember di Timur Tengah sedang musim dingin dan bersalju, jadi tidak mungkin Nabi Isa as lahir di musim salju, bisa mati beku beliau as, karena ibundanya melahirkan di udara terbuka.
Silahkan baca buku : Misteri Natal oleh Herbert W. Armstrong dan Masyhud SM, Pustaka Da’i.

Buah kurma menjadi makanan terbaik dan obat yang sangat mujarab bagi ibu hamil, melahirkan, nifas dan pasca melahirkan. Kurma sangat bermanfaat bagi para ibu hamil sampai menjelang melahirkan, habis melahirkan dan untuk ibu menyusui. Karena di dalam buah kurma mengandung suatu hormon potuchsin, hormon yang mampu menciutkan pembuluh darah rahim, sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya pendarahan rahim. Potuchsin yaitu hormon yang dihasilkan neurohipofisa yang bekerja untuk merangsang kontraksi otot polos dinding rahim selama coitus (proses mengejan) dan melahirkan, jadi kurma bagus dikonsumsi bagi ibu yang akan melahirkan karena membantu proses kelahiran. Caranya, hormon potuchsin tersebut menyatu dengan reseptornya memulai kotraksi otot yang teratur, secara bertahap, sehingga menyebabkan perluasan leher rahim, dari situ akan terjadi proses kelahiran. Setelah persalinan, hormon potuchsin juga bermanfaat untuk mengeringkan rahim dan meningkatkan kontraksi otot-otot rahim yang terajut satu sama lain seperti jaring. Serat otot-otot yang terjaring tersebut, berkontraksi sedemikian rupa sehingga menyempitkan celah-celah rajutan tersebut yang diantara mata celah rajutan terdapat kantong darah lembut dan mengalirkan darah, hal ini menyebabkan terhentinya pendarahan secara bertahap. Kurma juga berkhasiat merangsang serat-serat pembuluh darah vena yang berada disekitar saluran kelenjar susu di payudara ibu mengalami kontraksi, sehingga menjadikan derasnya air susu ketika saluran-saluran ini beserta air susu yang dikandungnya mengalami kontraksi, dari situ terjadi proses penyusuan anak yang sempurna.

Selain itu, kurma kaya kandungan zat gula dalam bentuk glukosa dan fruktosa sebanyak 70%, kedua jenis zat gula ini termasuk jenis gula sederhana, karena di dalam tubuh tidak diperlukan proses pencernakan yang lama dan lebih mudah diserap tubuh dan lebih cepat menghasilkan energi seketika. Ketika melahirkan, seorang ibu akan mengeluarkan seluruh tenaga yang dimilikinya, termasuk nyawanya dipertaruhkan. Setelah proses persalinan, sang ibu akan kelelahan, karena kehabisan tenaga dan darah, bahkan tidak menutup kemungkinan akan kekurangan beberapa zat gizi, seperti zat besi dan zat kalium yang ikut terbuang bersama darah.
Zat kalium yang terkandung dalam kurma sangat tinggi yang berkhasiat menjaga tekanan osmotik cairan dalam sel dan menjaga keseimbangan cairan tubuh, jika kadar zat kalium di dalam  cairan darah tinggi, maka zat kalium akan menarik cairan yang ada di luar sel, sehingga volume cairan di dalam sel lebih banyak. Dengan demikian cairan darah menjadi lebih encer sehingga jantung akan lebih ringan memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya tekanan darah menjadi turun, denyut jantung menjadi normal dan zat kalium mampu menjaga dinding pembuluh darah tetap elastis, sehingga pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah  dan zat kalium yang tinggi di dalam kurma juga berkhasiat mengurangi stress fisik dan mental, dan bisa menyembuhkan sakit hipokalimea (orang yang kadar gula darahnya rendah).

Zat besi di dalam kurma cukup tinggi, zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin yang berfungsi memasukkan dan membawa Oksigen dan diangkut sel-sel darah merah ke seluruh tubuh dan kepala dan mencegah sakit anemia. Kurma mengandung salisilat alami yang sangat tinggi berfungsi sama seperti aspirin, yaitu sebagai penghilang rasa sakit dan pereda demam, mencegah pembekuan darah dan anti radang. Jadi mengkonsumsi buah kurma bagi ibu setelah melahirkan sangat baik, karena memberikan energi instant dan mengganti zat-zat gizi yang hilang pada proses persalinan yang ikut terbuang bersama darah. Kini terjawab sudah, mengapa Allah menganjurkan Maryam untuk mengkonsumsi buah kurma setelah melahirkan Nabi Isa as.
Rasulullah saw bersabda :
“Berilah makanan buah kurma kepada isteri-isterimu yang hamil. Apabila wanita hamil itu memakan buah kurma sewaktu hamilnya, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, sopan, dan cerdas. Sesungguhnya makanan Maryam ketika melahirkan Nabi Isa (as) adalah buah kurma. Sekiranya Allah menjadikan suatu buah yang lebih baik daripada buah kurma, niscaya Allah telah memberikan makanan itu kepada  Maryam. Hadist riwayat Bhukari.

Anjuran Rasulullah saw tersebut sangat beralasan, pada wanita hamil, dibutuhkan tambahan kalori sebanyak 285 kalori. Kurma mampu menyumbangkan kalori dalam jumlah yang cukup banyak. Dengan mengkonsumsi 100 gram kurma, berarti telah menyumbangkan 275 kalori yang bermanfaat untuk tambahan kalori bagi wanita hamil. Kurma ajwa berkhasiat sebagai penawar racun dan gangguan sihir.
Dari Saad bin Abi Waqqas, Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa mengkonsumsi 7 butir kurma ajwa pada pagi hari , maka pada hari itu, dia tidak akan terkena racun ataupun sihir”. Hadits riwayat Bhukari dan Muslim.

Karena pagi hari merupakan siklus pembuangan sisa-sisa makanan dan sisa-sisa metabolisme (racun-racun/penyakit-penyakit) dan membutuhkan energi, maka diperlukan asupan energi yang siap pakai. Kurma penghasil energi instant, jika asupan energi terpenuhi, maka siklus pembuangan sisa-sisa makanan dan metabolisme pun akan berjalan dengan sempurna. Kurma juga berkhasiat memperkuat lever, memperlancar buang air, mengobati tenggorokan kering, mencegah sakit hipertensi, jantung koroner dan stroke, aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), kolesterol tinggi, zat besi pada kurma yang cukup tinggi bila dikonsumsi oleh anak-anak akan membantu mereka konsentrasi dalam belajar, bila dikonsumsi orang dewasa, akan meningkatkan produktivitas kerja. Kurma mengandung zat gizi yang mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL=Low Density Lipoprotein).


 Kurma sangat baik dikonsumsi ketika berbuka puasa, hal ini disebabkan oleh kandungan glukosa pada kurma yang memang sangat tinggi sebagai penghasil energi instant. Kurma juga kaya vitamin B3 yang berperan dalam mempercepat proses metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Sehingga cepat menghasilkan energi, vitamin B3 berperan juga dalam pembuatan hormon sex pria dan hormon adrenalin. Kurma jenis Sukari berkhasiat menambah libido sex bagi pria, cukup makan 7 butir setiap hari. Kalau buah kurma bila dikonsumsi, cepat menjadi energi instant, maka jus kurma yang bentuknya cair, akan jauh lebih mudah diserap oleh tubuh dan lebih cepat menjadi energi instant.
Khasiat-khasiat buah kurma yang lain :
1.       Sebagai makanan dan minuman terbaik untuk ibu hamil dan pasca melahirkan untuk menstabilkan kembali darah dan nutrisi yang sempurna untuk bayi melalui air susu ibu yang mengkonsumsi kurma dan menambah berat badan anak.
2.       Untuk meningkatkan trombosit dalam darah dan mengatasi DBD.
3.       Untuk mencegah stroke dan membantu pertumbuhan tulang.
4.       Untuk mengatasi rheumatik, mengatasi wasir, memelihara dari kerabunan..
5.       Untuk mencegah tubuh dari bakteri dan kanker dan memperlambat penuaan tubuh..
6.       Untuk mengobati anemia, lesu, letih dan meningkatkan vitalitas.
7.       Untuk memperlancar saluran kencing dan menstabilkan kejiwaan bagi anak dan lansia.
8.       Untuk menyehatkan kulit dan cocok untuk diet dan sebagainya.
Mengapa Rasulullah saw berbuka dengan kurma? Karena kurma berkhasiat :
  1. Menjaga fungsi pencernakan karena buah kurma tidak mengandung lemak.
  2. Kandungan zat gizi kurma dapat menyembuhkan penyakit anemia.
  3. Kandungan magnesium dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh melawan sel-sel kanker.
  4. Kurma kaya kandungan zat gula jenis gula sederhana dalam bentuk glukosa dan fruktosa sebanyak 70% yang tidak memerlukan proses pencernakan yang lama dan lebih mudah diserap oleh darah sehingga lebih cepat menghasilkan energi instan atau tenaga seketika setelah seharian kita kehilangan energi karena puasa. Kandungan zat gula sederhananya dapat melancarkan sekresi dan meningkatkan fungsi kelenjar kemih.
  5. Kandungan kalium dapat memperkuat tulang dan gigi.
  6. Kandungan fosfor dapat memperkuat fungsi biologis.
  7. Kandungan vitamin A dapat meningkatkan fungsi penglihatan dan menjaga kelembapan mata.
  8. Kurma memperkuat jaringan saraf pendengaran.
  9. Kurma menenangkan jaringan saraf karena kurma mengandung vitamin A dan B1 yang bermanfaat untuk menguatkan jaringan saraf. Kurma juga akan meningkatkan fungsi kelenjar thiroid karena kurma mengandung fosfor yang merupakan sumber energi untuk sel-sel saraf dalam otak.
  10. Kandungan vitamin B dapat menyembuhkan penyakit hati, sembelit, kulit kering dan lain-lain.
  11. Kandungan vitamin B1, B2, dan nisin dapat menyembuhkan penyakit empedu, radang lambung dan sakit perut. Semua kandungan itu menjaga lambung tetap sehat dan terhindar dari ketegangan atau peradangan.
  12. Kurma dapat menyeimbangkan kadar asam pada lambung, karena kurma kaya akan kandungan garam-garam mineral, seperti kalsium dan potasium.
  13. Garam-garam mineral akan menyeimbangkan keasaman darah akibat asupan karbohidrat, seperti roti, jagung, nasi atau ubi, yang sering kali menimbulkan berbagai penyakit, seperti sakit empedu, ginjal dan hipertensi.
  14. Kurma berkhasiat memperkuat lever, memperlancar buang air, mengobati tenggorokan kering, mencegah sakit hipertensi, jantung koroner dan stroke, aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), kolesterol tinggi, zat besi pada kurma yang cukup tinggi bila dikonsumsi oleh anak-anak akan membantu mereka konsentrasi dalam belajar, bila dikonsumsi orang dewasa, akan meningkatkan produktivitas kerja. Kurma mengandung zat gizi yang mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL=Low Density Lipoprotein).
  15. Kurma mengandung salisilat alami yang sangat tinggi berfungsi sama seperti aspirin, yaitu sebagai penghilang rasa sakit dan pereda demam, mencegah pembekuan darah dan anti radang. Jadi, mengkonsumsi buah kurma bagi ibu setelah melahirkan sangat baik, karena memberikan energi instant dan mengganti zat-zat gizi yang hilang pada proses persalinan yang ikut terbuang bersama darah.
  16. Kurma juga berkhasiat merangsang serat-serat pembuluh darah vena yang berada disekitar saluran kelenjar susu di payudara ibu mengalami kontraksi, sehingga menjadikan derasnya air susu ketika saluran-saluran ini beserta air susu yang dikandungnya mengalami kontraksi, dari situ terjadi proses penyusuan anak yang sempurna.


Sumber : The Miracle oleh Heri Herdiansyah dan sumber lainnya.

11 September, 2016

HAJI MENYEHATKAN JIWA DAN RAGA

Qur’an surat Ali Imran ayat 97 :
97. (...Dan) di antara (kewajiban manusia terhadap Allah adalah mengerjakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke sana) perjalanan dan tempatnya aman, mempunyai biaya untuk berhaji, sehat jasmani dan rohani, mempunyai bekal untuk dirinya dan keluarga yang ditinggalkan berhaji, terjamin hidupnya, akomodasinya lengkap dan sebagainya (Barangsiapa yang mengingkari) kewajiban (haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya) tidak memerlukan segala sesuatu (dari semesta alam).
Manasik haji meliputi beberapa macam ritual memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan tubuh dan jiwa manusia. Ketika seseorang berniat menjalankan ibadah haji, ia menyadari bahwa ia akan menjalankan ibadah kepada Allah, yang menghajatkan kesucian jiwa dan juga kesucian jasad. Ibadah haji juga membutuhkan jiwa dan semangat yang tetap dan kukuh disertai perjuangan untuk membebaskan jiwanya dari segala penyakit dan gangguan. Ia juga harus membiasakan diri untuk melakukan kebaikan dan kesucian, seperti bersikap toleran kepada sesama. Dengan cara itu ia akan menghilangkan segala hambatan yang merusak persaudaraan dan persatuan sehingga ia siap menjalani perjalanan itu dengan jiwa yang tenang dan suci. Kemudian, saat hendak memulai rangkaian manasik haji, ia mengenakan pakaian ihram yang sederhana dan tanpa jahitan. Pakaian putih-putih itu akan melembutkan jiwanya sehingga ia menyadari kelemahan dan kerendahan dirinya di hadapan Allah. Ia hanya dibungkus sehelai kain, persis seperti pada hari pertama ia dilahirkan ibunya, karena kain tak berjahit itu kosong dari lekatan dunia dan segala perhiasannya. Ketika menggenakan kain itu, setiap jamaah haji seakan memasuki tahapan kehidupan baru yang menguatkan jiwanya dan meneguhkan kehendaknya sehingga dunia dan seluruh isinya tak lagi berarti apa-apa di hadapannya. Ia teringat hari pertama saat dilahirkan ke dunia tanpa membawa apa-apa dan kemudian tubuhnya dibungkus sehelai kain sederhana. Dengan demikian, ia menjadi lebih tawaduk dan melepaskan pakaian dunia dengan segala kemewahan, keagungan, dan kebesarannya yang semu. Sikap sombong, takabur, dan membanggakan dunia merupakan penyakit jiwa dan ibadah haji dapat mengobatinya. Setiap jamaah haji menyadari dan bersyukur atas segala nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya sehingga ia bisa merasakan segala bentuk kenikmatan dunia. Syekh al-Jurjawi berkata, “Jangan Anda abaikan bahwa mengenakan pakaian ihram ketika menunaikan ibadah haji memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh manusia. Sebagaian dokter mengatakan bahwa manusia pada hawa di sekitar dirinya agar tubuhnya beristirahat selama beberapa saat dan mengembalikan kekuatan serta kebugarannya. Selama menunaikan ibadah haji, tubuh jamaah bersentuhan langsung dengan Oksigen sehingga mereka menjadi lebih sehat dan lebih segar”. Selain itu pakaian ihram juga dapat memunculkan sikap sederhana dari kehidupan dunia dan menumbuhkan keinginan untuk meraih tujuan hidup yang lebih luhur, lebih suci dan lebih mulia. Berihram juga melatih jiwa agar siap menghadapi segala kesulitan dan menunaikan segala sesuatu yang tidak disukai oleh nafsu.
Ibn Daqiq al-Id mengatakan, “Hikmah mengenakan kain ihram adalah agar jiwa kita dapat melepaskan diri dari kecintaan kepada dunia sekaligus mengingatkannya pada kain kafan tak berjahit yang akan membungkusnya saat ia mati. Selain itu, mengenakan kain ihram juga akan melatih jiwa agar keluar dari kebiasaan dan rutinitasnya sehingga ia siap menjalani ibadah haji dengan segala ketentuan, rukun, syarat, dan akhlak yang mulia”. Ketika menunaikan ibadah haji dan umrah, diharuskan berthawaf mengitari Ka’bah sebanyak 7 kali gerakan berputar yang dimulai dari sudut Hajar Aswad dan berakhir di tempat yang sama dan perputaran thawaf dilakukan berlawanan dengan perputaran jarum jam. Ternyata, ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa arah perputaran itu adalah arah perputaran seluruh alam semesta dari hal yang paling lembut atau sederhana hingga semesta yang paling besar dan sangat kompleks. Di dalam tubuh, elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nucleus (inti sel) dan sitoplasma (cairan yang mengisi sel yang banyak fungsinya dan semuanya sangat penting dalam proses kehidupan) mengelilingi nukleus suatu sel dengan arah yang berlawanan dengan arah jarum jam. Molekul-molekul protein terbentuk dan darah memulai gerakannya dari kanan ke kiri berlawanan dengan arah jarum jam. Sperma ketika mencapai indung telur berkeliling.dan peredaran darah manusia memulai gerakannya yang berlawanan dengan arah jarum jam. Perputaran Bumi ber-rotasi dan mengelilingi Matahari serta Matahari ber-rotasi dengan semua sistemnya mengelilingi pusat Galaksi yang berlawanan dengan arah jarum jam. Galaksi yang kita tempati bernama Bima Sakti yang dikelilingi 100 milyar Matahari dan ratusan milyar planet. Semua Galaksi berputar-putar mengelilingi Superkluster berlawanan dengan arah jaruim jam dan Superkluster adalah kumpulan 100 milyar Galaksi + 10.000 milyar Matahari + trilyunan planet semuanya berputar-putar mengelilingi pusat alam semesta yang hanya diketahui oleh Allah Yang Maha Pencipta. Segala sesuatu di cakrawala ini bertasbih dari kanan ke kiri yang berlawanan dengan arah jarum jam.
Sejumlah penelitian menunjukan bahwa semua energi dan kesungguhan yang dikerahkan setiap jemaah haji mengandung manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh karena :
  1. Ketika seorang jamaah haji menunaikan semua aktivitas manasik haji, maka setiap anggota tubuhnya akan mencari makanan-makanan lain diluar sistem metabolisme melalui sintesis Oksigen. Keadaan itu akan menurunkan tekanan darah sehingga jantung dan paru-paru dapat bekerja dengan lebih baik.
  2. Aktivitas manasik haji akan menurunkan kadar kolesterol yang berbahaya dari dalam darah.
  3. Aktivitas manasik akan menghindarkan penderita hipertensi dari mendapat serangan tekanan darah tinggi yang seringkali menjadi penyebab sakit jantung, gangguan saraf dan penyakit ginjal. Berjalan kaki secara rutin dan teratur (contohnya rutin berjalan kaki ke tempat ibadah untuk shalat berjamaah, terutama bagi kaum pria) dapat menurunkan tekanan darah sehingga jantung dapat berfungsi dengan baik
  4. Aktivitas manasik haji yang berjalan kaki akan membantu penderita penyakit gula untuk menurunkan kadar gula dalam darah karena dapat melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta bisa menurunkan berat badan karena cadangan lemak di tubuhnya lebih banyak dibakar menjadi energi.
  5. Aktivitas manasik haji yang dilakukan dengan berjalan kaki akan membantu penyembuhan sakit pinggang, sakit tulang belakang, nyeri tulang pinggul, nyeri sendi dan nyeri otot karena dapat melenturkan jaringan otot dan persendian di sekitar tulang punggung, pinggul, pangkal paha dan melancarkan aliran darah ke daerah-daerah itu, memperbarui lapisan dan cairan synovial di persendian serta melancarkan proses sintesis di dalam sel-sel persendian sehingga sel-sel itu terus diperbarui, melancarkan fungsi pencernakan dan fungsi sekresi urine, membuat tidur lebih nyenyak dan lebih berkualitas serta menghilangkan kegelisahan akibat tekanan hidup yang dialaminya.
  6. Aktivitas jamaah haji ketika menggerakan kakinya untuk melaksanakan thawaf, sai, berjalan untuk pergi wukuf di Arafah dan bergerak ke Muzdalifah lalu berjalan menuju Mina, kemudian melontar 3 jumrah adalah olahraga yang akan menambah kekuatan tubuh karena membuat tubuh semakin banyak bergerak dan bersemangat sehingga tubuh terasa lebih sehat, lebih nyaman, lebih lentur dan lebih segar, hal itu membuat keseimbangan tubuh terjaga karena lemak yang ada di dalam tubuh lebih banyak dibakar dan dipergunakan sebagai energi. Keadaan ini akan memasok lebih banyak Oksigen sehingga fungsi paru-paru lebih lancar bekerja dan semua sel tubuh mendapatkan pasokan Oksigen yang memadai, aman bagi penderita asma, terutama ketika menjalankan semua rukun dan wajib haji sesuai dengan kemampuan tubuhnya tanpa memaksakan diri. Berjalan kaki secara rutin dan teratur walaupun sudah selesai menjalankan ibadah haji dan umrah (contohnya, rutin berjalan kaki ke tempat ibadah untuk shalat berjamaah, terutama bagi pria), dapat menurunkan tekanan darah dan bermanfaat untuk menyembuhkan asma karena meningkatkan fungsi jantung, melancarkan peredaran darah dan melancarkan sistem pernafasan. Melontar 3 jumrah itu bagus untuk saraf.
  7. Aktivitas jamaah haji berjalan kaki sangat baik bagi yang berusia lanjut karena biasanya mereka sambil bernafas berjalan kaki dengan santai tidak terburu-buru sehingga Oksigen yang memasuki paru-paru terus diperbarui dan dapat menyembuhkan gangguan lemah tulang karena osteoporosis (penurunan kepadatan tulang/tulang keropos) dan berjalan kaki efektif menyembuhkan atau mencegah varises.
  8. Thawaf mengelilingi Ka’bah yang jika setiap putaran menghasilkan perubahan energi dan menimbulkan medan elektromagnetik, maka thawaf adalah gerakan berputar yang dilakukan secara berulang-ulang (periodik) sebanyak 7 kali akan menghasilkan energi yang semakin lama semakin besar yang memberikan kekuatan kehidupan. 


Sumber: Al-Qur’an, Pusaran Energi Ka’bah oleh Agus Mustofa dan Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr. Jamal Elzaky. 

25 Juli, 2016

PERAN TULANG EKOR DALAM PROSES KEBANGKITAN


Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah saw bersabda :
“Di antara dua tiupan sangkakala lamanya 40 (entah 40 hari, bulan, atau tahun). Kemudian Allah menurunkan air dari Langit, mereka pun bangkit seberti biji sawi menumbuhkan tunasnya. Tidaklah setiap manusia melainkan akan binasa, kecuali satu tulang sulbi, dengannya makhluk dibangkitkan pada hari Kiamat”.
Hadits itu mempertegas pemaparan di atas bahwa manusia akan dibangkitkan kembali pada hari Kiamat kelak dari tulang sulbinya. Dalam hadits ini Rasulullah saw juga menggambarkan proses kebangkitan manusia itu seperti biji sawi menumbuhkan tunasnya.
Hadits ini senada dengan firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Nuh ayat 17-18 :
17. (Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya).
18. (Kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu) daripadanya pada hari Kiamat (dengan sebenar-benarnya).

Dalam ayat tersebut Allah mengibaratkan proses penciptaan manusia dengan tumbuhnya pepohonan. Kemudian Allah mengibaratkan proses kebangkitan mereka bagaikan munculnya pepohonan di muka Bumi. Sesungguhnya seluruh makhluk akan dibangkitkan secara serentak kelak setelah tiupan sangkakala yang ke-2. Pada ayat-ayat yang lain Allah menggambarkan penciptaan manusia dari tanah dalam berbagai bentuknya, proses manusia pertama diciptakan dari shalshaal (tanah kering seperti tembikar) yaitu oksigen bersenyawa dengan fakhkhar (zat karbon) dan hamaain yaitu nitrogen (lumpur hitam) dan tiin (tanah) yaitu zat air hidrogen kemudian bersenyawa dengan lazib (tanah liat) yaitu zat besi dan turaab (tanah) yaitu zat-zat anorganik, dalam proses persenyawaan tersebut, kemudian membentuk protein, lalu menjelmalah proses pergantian yang disebut substitusi, lalu menggempurlah electron-elektron sinar cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (formasi) dinamai sebab wujud (Causa Formasi) menjadi wujud manusia (Adam) berupa badan materi lalu Allah tiupkan roh ke dalam badan kasarnya (materinya) tersebut, maka hiduplah ia menjadi manusia pertama, Al-Hijr ayat 29. Untuk keturunannya Nabi Adam as berasal dari saripati tanah lalu menjadi air yang hina (sperma) yaitu air yang dipancarkan ke dalam rahim pada umumnya, atas izin Allah jadilah manusia baru. Semua ayat tentang penciptaan manusia itu menggambarkan tahapan tahapan yang berkesinambungan. Tujuh tahapan pertama (penciptaan dari tanah kering seperti tembikar, lumpur hitam, tanah yang mengandung zat air, tanah liat dan tanah yang mengandung zat-zat anorganik) merupakan gambaran penciptaan Nabi Adam as dan Hawa (Eva).
Fakhkhar   = Karbon (zat arang) Ar-Rahman ayat 14.
Shalshaal   = Oksigen (zat pembakar) Ar-Rahman ayat 14.
Hamaain    = Nitrogen (zat lemas) Al-Hijr ayat 26, 28 dan 33.
Tiin            = Hidrogen (zat air) Al-An’aam ayat 2, Al-Mu’minuun ayat 12, As-Sajdah ayat 7 dan Shaad ayat 71.

Sebagaimana penciptaan Adam, proses penciptaan anak keturunannya pun tidak mengalami perbedaan hingga saat ini dan akan terus berlanjut hingga hari Kiamat melalui praktik perkawinan. Bahkan bentuk dan tahap-tahap pertumbuhan manusia pun tidak ada bedanya karena mereka semua berasal dari asal yang sama yaitu tulang sulbi nenek moyang mereka, yaitu Nabi Adam as. Objek pesan dalam ayat ini adalah seluruh manusia sebagai makhluk yang tercipta dari unsur tanah. Tidak hanya manusia pertama yang diciptakan dari tanah, karena manusia yang lahir saat ini pun sesungguhnya berasal dari tanah atau saripatinya. Sebab, semua manusia memakan tumbuhan dan berasal dari hasil pangan lainnya yang ditumbuhkan oleh tanah. Begitu pula daging dan susu yang didapatkan dari hewan ternak yang memakan tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan yang dikonsumsi manusia dan hewan-hewan itu, dengan izin Allah, mampu memproduksi makanannya sendiri dengan menyerap unsur-unsur tanah dan air. Tumbuh-tumbuhan juga menyerap Karbondioksida melalui udara dan mengurainya menjadi asam kemudian menyebarkan Oksigen. Kemudian, dengan bantuan sinar Matahari tumbuhan itu mengembalikan susunan sel-sel karbon, Hidrogen, rangkaian karbohidrat, minyak, dan lemak yang kemudian dikonsumsi oleh manusia dan binatang.

Semua tumbuhan diberi kemampuan untuk menyerap air dari tanah. Unsur makanan yang terdapat pada air itu dibawa melalui akar untuk kemudian didistribusikan ke semua bagian tumbuhan. Sebagaimana akar dan daun juga memiliki peran yang sangat penting bagi tumbuhan. Daun pada sebatang pohon atau tumbuhan mengandung zat pewarna terutama pewarna hijau daun atau klorofil. Bahan ini mampu menyerap beragam spektrum cahaya Matahari, kecuali spektrum hijau. Sinar Matahari itu kemudian dipergunakan oleh tumbuhan dalam proses asimilasi cahaya. Beberapa tumbuhan menggunakan zat pewarna lain selain hijau sehingga daun-daunnya berwarna merah, ungu, kuning atau cokelat. Pada setiap permukaan daun terdapat pori-pori yang sangat kecil dan halus yang menjadi jalan masuk dan keluar beragam gas seperti Karbondioksida, Oksigen, dan uap air. Zat pewarna tumbuhan, baik yang hijau ataupun yang lainya, memerangkap sebagian energi Matahari yang kemudian digunakan untuk menyempurnakan rangkaian reaksi kimiawi, termasuk mengekstraksi bagian-bagian air menjadi Oksigen yang kemudian dilepas oleh tumbuhan itu ke udara melalui pori-pori daun. Sementara melepaskan Oksigen ke udara, daun-daun itu menyerap Hidrogen yang kemudian bersenyawa dengan Karbondioksida yang juga diserap oleh daun dari udara. Dari proses kimiawi berbagai zat itulah tumbuhan itu menghasilkan glukosa dan Oksigen.

Kemudian tumbuhan itu mempergunakan sebagian glukosa yang dihasilkan dari proses kimiawi yang pertama untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhannya. Sementara itu, sebagian glukosa lainnya diproses menjadi zat-zat, garam-garam dan karbohidrat yang membangun berbagai sel tumbuhan yang berbeda atau yang kemudian disimpan pada buah, daun, ranting, biji, akar dan lain-lain yang kelak dikonsumsi oleh manusia atau hewan. Sesungguhnya di dalam tanah yang ditumbuhi berbagai tanaman, terkandung begitu banyak unsur, zat, kandungan senyawa, dan lain-lain. Kendati demikian, setiap tumbuhan dibekali kemampuan untuk memiliki zat-zat dan unsur apa saja yang ia butuhkan dan cocok untuk pertumbuhannya. Ia menyeleksi zat-zat yang terdapat di dalam tanah itu kemudian menyerap dan mengalirkan ke daun dan bagian-bagian lainnya. Jika zat-zat atau unsur yang diserapnya itu tidak dapat diterima langsung oleh bagian-bagian tumbuhan melalui air, tumbuhan itu akan memproses unsur tanah yang dibutuhkannya melalui tekanan-tekanan osmosis sehingga masing-masing bagian tumbuhan dapat memenuhi kebutuhannya.

Air yang membawa saripati makanan itu mengalir mulai dari akar, memasuki bagian batang pohon, kemudian ke dahan, ranting-ranting kecil, lalu ke daun-daun, bunga, buah, dan terus naik mencapai bagian tertinggi dari suatu pohon. Semua bagian pohon atau tumbuhan itu mendapat porsi makanan yang mereka butuhkan untuk terus tumbuh. Setelah semua bagian tumbuhan memperoleh jatah saripati makanan, aliran air itu terus membumbung kemudian dikeluarkan dalam bentuk uap air melalui dedaunan. Diperkirakan, sebatang pohon yang cukup besar akan mengeluarkan kurang lebih seribu air setiap harinya yang kemudian menguap menjadi Oksigen dan uap air (embun). Setelah saripati makanan matang dan berubah menjadi glukosa, karbohidrat, zat-zat lainnya, semua senyawa itu didistribusikan kembali ke bagian-bagian tumbuhan mulai dari puncak pohon hingga ke ujung akar, terutama ke bunga dan buah. Beberapa jenis tumbuhan yang tidak memiliki tangkai dan menjalar di permukaan tanah mendapat asupan air yang lebih banyak pada semua bagiannya, dan kadar air yang menguap pun lebih banyak dibanding jenis tumbuhan lain. Tujuan semua proses itu adalah pendistribusian berbagai unsur yang terdapat dalam tanah menjadi makanan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan itu dalam perkembangannya. Semua zat dan unsur itu dibagikan ke semua bagian tumbuhan, disimpan dalam bentuk buah atau biji, juga menjadi minyak dan lemak untuk kemudian menjadi sumber makanan tunas-tunas baru. Zat-zat itu pulalah yang kemudian dikonsumsi oleh manusia dan hewan, baik melalui daun, buah, ataupun bunga dan tangkai tumbuhan itu.

Setiap makhluk hidup membutuhkan aneka sari makanan yang semua berasal dari tanah. Manusia maupun hewan sangat menggantungkan suplai makananya pada tumbuhan, yang secara alami mampu mengubah berbagai unsur tanah menjadi sari makanan yang mereka konsumsi. Seandainya tidak ada proses alami seperti ini, niscaya tidak ada kehidupan di planet ini. Manusia dan hewan dapat memenuhi kebutuhannya terhadap karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan zat-zat lainnya dengan mengonsumsi tumbuhan yang secara alami telah memproses berbagai unsur dalam untuk menjadi makanan mereka. Semua material itu berasal dari unsur-unsur tanah, dan fakta itu menjadi membenarkan firman Allah : Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya.

Setelah menjalani kehidupan selama waktu yang ditetapkan oleh Allah, setiap makhluk hidup akan mengalami kematian dan mereka akan dikembalikan ke dalam tanah, untuk kelak dibangkitkan kembali pada hari Kiamat. Kematian merupakan bukti atas adanya kehidupan. Ada banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang kematian, di antaranya firman Allah.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 185 :
185. (Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan).
Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 57 :
57. (Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan).
Qur’an surat Az-Zumar ayat 42 :
42. (Allah memegang jiwa) orang (ketika matinya dan) memegang (jiwa) orang (yang belum mati di waktu tidurnya. Maka, Dia menahan jiwa) orang (yang telah Dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan jiwa lain sampai waktu yang ditetapkan) yaitu orang-orang yang mati itu ruhnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya. Dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, ruhnya dilepaskan sehingga dapat kembali tubuhnya lagi (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir).

Ayat-ayat di atas menegaskan kebenaran yang tidak terbantahkan mengenai kematian dan kebangkitan. Semua itu menegaskan bahwa segala sesuatu akan dikembalikan ke tanah tempat pertama kali tumbuh. Ayat-ayat itu juga menegaskan bahwa kelak semua manusia akan dibangkitkan dari tanah. Semua itu membantah pandangan kaum kafir, ateis dan kaum musyrik yang meragukan kebenaran Al-Qur’an. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, orang-orang kafir itu membantah pesan dan ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah saw tentang kematian dan kebangkitan. Mereka mengatakan : “Apakah kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)?”
Alhamdulillaah atas nikmat Al-Qur’an, Alhamdulillaah atas nikmat Islam yang agung, Alhamdulillaah atas diutusnya imam para nabi dan rasul yaitu Rasulullah saw, pemimpin semua mahkluk di dunia dan di akhirat, Akhir doa kita : Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin.

Sumber : Al-Qur’an dan Mukjizat Ilmiah Hadits Nabi oleh Prof. Dr. Zaghlul Raghib al-Najjar