09 Juni, 2015

PUASA ADALAH DETOKSIFIKASI

Dengan puasa lebih dari 6 hari, maka jumlah neutrofil dan makrofag bertambah banyak (sel neutrofil dan sel makrofag adalah eukariota yang dimiliki sistem kekebalan tubuh bawaan, dan dianggap sebagai pembela awal utama terhadap serangan bibit penyakit), sehingga mampu menelan benda-benda asing yang masuk ke darah. Dari sini dapat kita pahami bahwa yang dimaksud dengan perisai atau pelindung (junnah) di sini bukan hanya bersifat batin, yaitu melindungi dari bahaya nafsu saja. Tetapi lebih dari itu, puasa juga perisai atau benteng dari malapetaka fisik, puasa bukan sekedar berimplikasi “nanti” di akhirat, bukan sekedar sebagai perisai manusia dari api neraka, tetapi juga perisai dari api dunia yaitu panas yang muncul akibat Armageddon. Dalam konteks ini, puasa juga menjadi benteng yang kokoh dari bahaya Armageddon yang di dalamnya muncul asap Dukhaan sebagai akibat hantaman keras meteor yang menghantam Bumi.

Menurut Andang Gunawan dalam bukunya, Food Combining : Kombinasi Makanan Serasi, Pola Makan untung Langsing dan Sehat (hlm. 90-97), detoksifikasi adalah proses pengeluaran zat-zat yang memiliki sifat toksin (racun) dari dalam tubuh. Puasa terbukti efektif dalam proses detoksifikasi yang bersifat total dan holistik. Orang yang mengerjakan puasa akan mengalami krisis detoksifikasi atau krisis penyembuhan, pembersihan fisik dan peningkatan jiwa. Efek samping dari detoksifikasi ini ditandai dengan salah satunya berupa lemes, gelisah, mual, sakit kepala, pilek, flu, demam ringan dan sebagainya selama 1-6 hari pertama. Hal ini karena tubuh terlepas dari rutinitas sehari-hari dan sedang mengolah beberapa racun yang kemudian bergerak dalam aliran darah menyusuri seluruh bagian tubuh beserta seluruh sistem dan jaringannya sebelum dikeluarkan dari tubuh. Puasa untuk tujuan detoksifikasi dapat dilakukan selama 2 sampai 14 hari, tergantung pada kondisi tubuh dan tingkat aksidosis di dalam tubuh, asal tidak menjadi perokok aktif maupun pasif. Puasa sepanjang waktu itu ternyata sangat efektif untuk tujuan pembersihan bagian dalam, regenerasi sel dan peremajaan tubuh, asalkan dilakukan secara teratur dan berkala tidak setiap hari untuk puasa sunat (sunnah).

Puasa sangat membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit, antara lain diabetes, asma, alergi, pilek, flu, bronchitis, asam urat, rematik, kanker stadium dini, insomnia, depresi, stress, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyumbatan pembuluh darah koroner (sakit jantung), penyumbatan pembuluh darah arteri, obesitas. sariawan, maag (nyeri lambung), migraine (sakit kepala), demam, penyakit-penyakit kulit dan ketergantungan obat, nikotin, alkohol dan narkotika. Dalam kaitannya dengan kulit dan mata, Dr. R Cinque menyebutkan bahwa puasa bisa menyebabkan kulit menjadi bersih dan halus, serta mampu menjernihkan pandangan mata. Terapi puasa mampu meningkatkan proses detoksifikasi dari dalam tubuh sendiri. Dengan aktivitas puasa Ramadlan, organ sistem eliminasi dan detoksifikasi meliputi kulit, paru-paru, ginjal, hati, getah bening dan usus besar, maka kinerja organ-organ tersebut menjadi lebih baik dibandingkan organ-organ orang yang tidak berpuasa. Keutamaan puasa antara lain, dengan puasa terjadi pembaharuan (regenerasi) sel-sel tubuh serta anggota tubuh dan membersihkan tubuh dari berbagai jenis racun (detoksifikasi). Saat orang puasa Ramadlan, sekian banyak lemak yang tertimbun di dalam tubuhnya akan beralih ke hati, sehingga lemak itu dapat dimanfaatkan, lalu dari hati keluar racun yang sudah melebur di dalamnya, terus hilang sama sekali dari tubuh.

Dr.Abdul Jawad ash-Shawi menyatakan bahwa zat asam amino membentuk komposisi organik dalam sel. Saat puasa, keasaman yang berasal dari makanan, berkumpul dengan keasaman yang dihasilkan dari proses penghancuran. Saat puasa, pembentukan sel akan kembali setelah ada penghancuran dan prosesnya, kemudian disebarkan menurut keperluan sel-sel tubuh. Dengan begitu ada kesempatan untuk terjadinya komposisi baru bagi sel-sel yang memperbaikinya dan mengangkat efektivitas kerjanya, yang pada akhirnya mendatangkan kesehatan bagi tubuh manusia dan menambah kesehatannya. Puasa Islam adalah satu-satunya sistem pencernaan yang paling ideal dalam memperbaiki optimalisasi fungsi liver, yang menambahinya dengan fatty acid dan amino organic selama rentang waktu antara buka puasa dan sahur, sehingga kemudian membentuk inti protein, cairan phosphate, cholesterol dan lain-lain untuk pembentukan sel-sel baru. Pembersihan sel hati atau hepar (liver) dari lemak yang berkumpul di dalamnya setelah makan, juga dapat terjadi pada siang hari saat puasa. Maka, dengan begitu liver tidak akan terserang cirrhosis liver (gangguan pada jaringan hati). Manfaat lain, tidak akan terjadi ketimpangan fungsional karena tidak terbentuknya materi yang dapat mengalihkan lemak darinya, yaitu lemak yang bertumpuk-tumpuk yang pembentukannya dapat dihindari karena mengosongkan perut atau memakan makanan yang tidak berlemak.

Dr.Bahar Azwar Sp.B.Onk di dalam bukunya yang berjudul “Puasa Menurut Ilmu Kesehatan” menyebutkan, bahwa puasa berfungsi sebagai pembersihan tubuh. Di saat tubuh kekurangan energi karena puasa, maka otak yang paling banyak membutuhkannya mulai bereaksi, rangsangannya memaksa kelenjar pankreas mengeluarkan hormon glukagon. Hormon ini bekerja membakar glikogen yang tersimpan di hati menjadi glukosa, sehingga energi tercukupi dan hati menjadi ringan. Bila masih belum cukup, dimulailah pembakaran lemak yang menumpuk di berbagai bagian tubuh, seperti pembuluh koroner, yang mendarahi jantung, hati, usus dan ginjal. Bersama dengan pengurangan bebannya, organ-organ tersebut bertambah kuat, sesak napas akan berkurang, usus akan lebih bergairah, buang air besar menjadi lancar, selain itu, berat badan akan berkurang dan tubuh menjadi enteng. Dr. Bahar menyebutkan manfaat puasa, yaitu berkurangnya lemak dan kolesterol sehingga mencegah penyakit jantung, pikiran menjadi tenang, pekerjaan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh menjadi ringan, tekanan darah yang tinggi akan berkurang, sehingga sakit kepala yang biasa diakibatkannya akan hilang, beban ginjal yang mengeluarkan racun-racun tubuh dalam air kemih juga berkurang, sakit pinggang karena ginjal akan berkurang, terjadi pembaharuan (regenerasi) sel-sel organ-organ tubuh dan anggota tubuh (jantung semakin muda, napas menjadi lapang, ginjal hemat dan sebagainya, jadi akan menghambat penuaan, artinya puasa Ramadlan membuat kita menjadi awet muda dan cerdas).

Dari sini dapat dipahami bahwa aktivitas puasa Ramadlan mampu mencegah dan membersihkan kandungan lemak dalam hati. Sehingga, puasa mampu meningkatkan kinerja hati dalam menetralisir toksin (racun-racun) yang masuk ke dalam tubuh. Bahkan Hippocrates, yang dianggap sebagi bapak kesehatan modern, menyebutkan, “If you feed a cold you will have to starve a fever” (jika kamu merasa demam, sebaiknya kamu berpuasa). Begitu juga Benjamin Franklin menyebutkan, “The best of all medicine are rest and fasting” (obat terbaik dari segala obat adalah istirahat dan puasa). Jika suatu penyakit ditemui, ada cara jitu yang dapat diambil untuk mengurangi lamanya dan gejala rasa sakit. Kunci dalam permasalahan ini adalah menopang dan mendukung kemampuan tubuh dalam detoksifikasi. Cara ini merupakan langkah terbaik untuk dilaksanakan yaitu melalui puasa dan istirahat fisik. Puasa pada intinya adalah suatu “istirahat kimiawi” (chemical rest) bagi organ dalam tubuh. Dengan penyederhanaan makanan, hal itu akan mempermudah dan mempercepat proses detoksifikasi organ utama, yaitu ginjal dan hati. Herbert M. Shelton, penulis buku The Hygienic System, menyebutkan bahwa keuntungan yang didapat setelah melakukan ‘puasa’ (yang membedakan dengan starving ‘kelaparan’) adalah sebagai berikut : Pernafasan yang selama berpuasa telah begitu ofensif menjadi bersih dan manis, lidah menjadi bersih, temperatur tubuh yang tidak normal menjadi normal, denyut nadi menjadi normal waktu dan iramanya, reaksi kulit dan reaksi organ lainnya menjadi normal, bau yang tidak sedap di mulut jadi berhenti, air ludah menjadi normal, mata menjadi terang dan pengelihatan mata menjadi meningkat, air seni menjadi bersih.

Puasa adalah sebuah proses pembersihan dan sebuah istirahat fisiologis yang menyiapkan tubuh untuk kehidupan masa datang yang lebih baik. Begitu juga dalam situs Anti Aging disebutkan tentang manfaat puasa dalam mencegah dan menyembuhkan infeksi. Puasa telah menunjukkan adanya peningkatan respon kekebalan (immune) untuk menghindarkan dan menghapuskan infeksi. Para peneliti telah menyatakan bahwa setelah berpuasa selama 14 hari, maka kandungan immunoglobin dalam tubuh meningkat bersamaan dengan meningkatnya *monocytes dan **lymphocyte.
*Monocyte (monosit) adalah sejenis leucosit (sel darah putih) dengan satu inti, bersifat fagositik = mampu menelan dan menghancurkan bakteri dan benda asing,
**Lymphocyte (limfosit) adalah sejenis leucosit dengan inti tunggal tak bersegmen, berperan dalam proses kekebalan tubuh.
Berkaitan dengan penyakit infeksi pula, DR. Otto Buchinger seorang dokter di Jerman, menyebutkan jika ada orang yang tengah menderita radang selaput paru, telinga dan bisul, kesembuhannya akan lebih cepat bila orang tersebut berpuasa. Puasa juga mempengaruhi hati, setelah glikogen habis, maka hati meruntuhkan lemak sehingga kinerja hati menjadi lebih baik. Puasa yang teratur dan terjadwal, sebagaimana puasa 1 bulan di bulan Ramadlan yang terjadwal setiap tahun, mampu membuat pelakunya mempunyai ketahanan atau imunitas yang optimal. Sehingga aman dari ancaman penyakit dan epidemik dibandingkan orang yang tidak berpuasa. Hal ini sesuai dengan pendapat puasa Dokter Tilden yang mengatakan :
“Semua penyakit yang akut bisa dicegah jika diantisipasi dengan puasa dengan jangka waktu yang cukup. Hal tersebut mampu menurunkan akumulasi toksin di bawah batas toleransi. Suatu antisipasi puasa mampu membentuk suatu kekebalan yang dapat bertahan dari segala penyakit. Jika suatu kasus epidemi (wabah penyakit) terlambat diketahui, maka hal ini akan memperburuk kondisi. Jika hal ini terjadi dalam lingkup kota, maka perlu dianjurkan kepada penduduk kota tersebut untuk segera berpuasa selama beberapa hari, serta melaksanakan petunjuk puasa dengan sungguh-sungguh. Hal tersebut menyebabkan wabah dapat dikurangi penyebarannya.”

Bila terjadi merebaknya epidemi paska hantaman meteor ke Bumi pada bulan Ramadlan, maka orang-orang yang saat itu sedang berpuasa Ramadlan akan selamat dari ancaman wabah tersebut. Berikut ini manfaat puasa :
Dari berbagai pendapat di atas terdapat benang merah tentang puasa dan hubungannya dengan kekebalan tubuh dan kesehatan. Hal inilah yang akan menjadi perisai bagi setiap orang yang mengamalkannya. Bahwa orang-orang yang berpuasa Ramadlan dan disertai dengan shalat malam (Tarawih, Tahajud dan sebagainya) maka seluruh sel organ di dalam tubuhnya yang telah aus akan berganti dengan sel-sel baru, sehingga laksana seorang bayi yang baru lahir. Sel-sel yang baru tersebut menyebabkan kinerja organ tubuh bertambah baik dan mampu bertahan dari segala serangan penyakit (kebal). Sebuah hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad mengisyaratkan tentang bergantinya organ orang dewasa laksana organ bayi yang baru dilahirkan.
Rasulullah saw bersabda :
Allah ‘Azza wa Jalla mewajibkan puasa Ramadlan dan aku mensunnahkan shalat di malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharapkan pahala (keridhaan) Allah, maka ia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya.Hadits riwayat Imam Ahmad.

Dalam kaitannya dengan asap global Dukhan yang diprediksi akan muncul di pertengahan bulan Ramadlan, maka setiap orang yang saat itu menjalankan puasa dengan sempurna, akan mendapat perlindungan dari dahsyatnya petaka asap Dukhan. Bagi orang Islam yang sedang puasa Ramadlan ketika meteor jatuh, maka ia hanya akan mengalami gejala seperti flu. Sedangkan bagi setiap orang yang saat itu tidak berpuasa pada bulan Ramadlan bukan karena sedang haid, maka asap Dukhaan itu akan menyulitkan dirinya. Dia akan mengalami gangguan pada pernapasannya, radang sinus (sinusitis) yang menyebabkan wajah membengkak serta mata terganggu, radang pada telinga (yaitu orang kafir dan orang Islam KTP). Hal ini terjadi karena pada saat itu dia tidak mempunyai sistem kekebalan yang optimal. Puasa Ramadlan adalah obat terbaik dari segala obat. Bagi wanita yang sedang haid, ia akan selamat, jika seorang wanita haid sejak hari pertama Ramadlan, ia tidak puasa maksimal 7 hari, maka ia sudah dapat puasa 8 hari ketika meteor jatuh, hal itu sudah cukup bagi tubuhnya untuk membentuk imunitas yang optimal, sehingga selamatlah ia dari petaka asap global Dukhan yang terjadi di masa yang akan datang. 

Sumber : ARMAGEDDON OLEH Ir. Wisnu Sasongko M.T.

PUASA ITU PERISAI

Dalam bab ini, kita ingin mengkaji betapa ibadah puasa Ramadlan mempunyai fadhilah (keutamaan yang besar) bagi yang mengamalkannya. Dengan amalan inilah, maka Allah berkehendak menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari malapetaka Armageddon (peristiwa jatuhnya meteor ke Bumi). Ibadah puasa Ramadlan mampu menyelamatkan hamba Allah dari petaka asap Dukhan Armageddon. Berkaitan dengan hal ini, kita perlu merujuk aspek kesehatan bagi orang yang berpuasa.
Rasulullah saw bersabda : “Puasa itu perisai.” Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Bahkan, dalam hadits Rasulullah saw yang lain disebutkan :
“…puasa merupakan benteng.” Hadits riwayat Bukhari.
Berkaitan dengan ini, ada baiknya kita merujuk paparan Ahmad Syarifuddin, tentang puasa dalam bukunya yang berjudul Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis, berikut pemaparannya :
“Bentuk perisai yang tumbuh dari aktivitas puasa menurut para pakar kesehatan ialah bertambahnya sel darah putih (leucosit/leukosit) dan diblokirnya suplai makanan untuk bakteri, virus dan sel kanker yang bersarang pada tubuh. Hal ini menjadikan orang-orang yang berpuasa memiliki daya tahan dan kekebalan tubuh yang meningkat. Karena itu, mereka kelihatan lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit seiring dengan ibadah puasa yang dijalaninya dengan baik.”

Sebuah penelitian di Universitas Osaka Jepang yang dilaksanakan pada tahun 1930 menyebutkan bahwa ada keterkaitan antara puasa dengan meningkatnya kekebalan tubuh. Lebih jauh penelitian itu menyebutkan :
“Setelah berpuasa memasuki hari ke-7, jumlah sel darah putih dalam darah orang-orang yang berpuasa meningkat. Pada minggu pertama (hari ke-1 sampai ke-6) berpuasa, tidak ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun pada hari ke-7 sampai ke-10, penambahan jumlah sel darah putihnya pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih ini secara otomatis meningkatkan kekebalan tubuh. Sel-sel darah putih ini berfungsi melawan peradangan yang ada dalam tubuh, sehingga banyak penyakit radang yang dapat disembuhkan dengan berpuasa, seperti radang tenggorokan, radang hidung, radang amandel, radang lambung yang kronis, radang usus kronis dan radang persendian.”

Rekomendasi hasil penelitian tersebut dapat dipahami bahwa semua orang yang melaksanakan puasa berturut-turut sampai lebih dari 7 hari, maka ia akan memiliki cadangan sel darah putih yang banyak dalam jumlah yang aman bagi tubuh (karena jika tubuh kelebihan sel darah putih, maka akan menyebabkan menderita penyakit kanker darah/leukemia). Bertambahnya sel darah putih akibat aktivitas puasa tersebut menjadi petunjuk bahwa sistem imunitas atau kekebalannya meningkat. Kekebalan inilah yang merupakan perisai bagi tubuh dari serangan penyakit, bahkan mampu menyembuhkan radang (inflammation).

Sel darah putih merupakan komponen utama dalam sistem kekebalan tubuh kita. Ada beberapa jenis sel darah putih, beberapa di antaranya adalah neutrofil, makrofag dan limfosit. Ketiga jenis sel darah putih tersebut memiliki mekanisme yang berlainan untuk melindungi tubuh. Neutrofil dan makrofag melindungi tubuh terhadap organisme penyusup seperti kuman-kuman virus, bakteri atau partikel asing lain dengan cara menelan subtansi tersebut. Sel-sel ini juga dapat menelan jaringan rusak atau mati yang ada di dalam tubuh. Proses menelan organisme itu dikategorikan sebagai fagositosis, dengan demikian makrofag dan neotrofil dikategorikan sebagai fagosit. Selain sebagai fagositosis, bakteri yang sudah ditelan oleh makrofag atau neutrofil kemudian akan dicerna. Tampaknya, fagosit harus selektif dalam memilih materi yang ditelan, karena jika tidak, beberapa sel atau struktur normal dalam tubuh akan ikut ditelan, seperti bakteri baik.

Sel dan partikel asing (antigen) tidak dikenali sebagai “diri” sehingga memperbesar kemungkinannya untuk ditelan. Begitu masuk ke dalam tubuh, bakteri akan ditempeli suatu antibodi, sehingga menjadikannya sangat rentan terhadap fagositosis. Sebuah neutrofil biasanya dapat menelan 5 sampai 20 bakteri sebelum menjadi inaktif dan mati. Makrofag jauh lebih kuat daripada neutrofil dan mampu menelan sampai 100 bakteri. Makrofag juga mampu menelan partikel yang jauh lebih besar, seperti parasit malaria dan jaringan tubuh yang rusak, sedangkan neutrofil tidak mampu menelan partikel yang ukurannya melebihi bakteri. Dengan puasa lebih dari 6 hari, maka jumlah neutrofil dan makrofag bertambah banyak, sehingga mampu menelan benda-benda asing yang masuk ke dalam darah yang membuat tubuh kita memiliki kekebalan terhadap serangan bibit penyakit dan partikel asing yang semakin baik.

Sumber : Armageddon 2 oleh Wisnu Sasongko dan sumber lainnya.

16 Mei, 2015

SHALAT DAN SUMBER SUMBER KEKUATAN HIDUP

Di dalam tubuh kita terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan enzim, hormon, dan zat-zat lain yang dibutuhkan tubuh. Setiap kelenjar menghasilkan enzim atau hormon tertentu sesuai dengan kadar yang dibutuhkan. Kelenjar-kelenjar itu adalah:
1.      Kelenjar ke-1 terletak pada tulang ekor .
Kelenjar ini berperan penting pada pengendalian tubuh manusia dari sisi fisik. Tulang inilah yang mengandung rahasia kebangkitan manusia di hari Kiamat.
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Di antara tiupan sangkakala terdapat jeda lamanya 40 (entah 40 hari, bulan, atau tahun) kemudian Allah Swt menurunkan air dari Langit, sehingga mereka bangkit seperti biji sawi menumbuhkan tunasnya. Seluruh bagian tubuh manusia akan hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang sulbi (ekor), darinyalah makhluk akan dibangkitkan kembali pada hari Kiamat”. Hadits riwayat Bukhari.
2.      Kelanjar ke-2 terletak pada limpa (plexus) yang menentukan kecenderungan seksual.
3.      Kelenjar ke-3 terdapat pada pusar yang berperan penting pada sistem pencernaan.
4.      Kelenjar ke-4 terdapat pada jantung.
Kelenjar ini berperan pada fungsi pernapasan. Di dalamnya terdapat intisari atau akal yang menjadi gambaran tentang si pemilik kelenjar itu. Mengenai kelenjar inilah beberapa ayat Al-Quran berbicara dalam pergantian hati (qalb) dalam maknanya yang hakiki. Kelenjar inilah yang menjadi penghubung antara dimensi ruhani dan jasmani manusia. Karenanya, kelenjar ini dapat disebut sebagai pemimpin semua kelenjar.
Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya ada hal syubhat yang tidak diketahui banyak orang. Barangsiapa mampu menjaga dirinya dari yang syubhat, berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa terjerumus dalam wilayah syubhat, maka ia telah terjerumus ke dalam wilayah yang haram, seperti pengembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang, nyaris saja ia terjerumus ke dalamnya. Ingatlah, setiap raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Allah adalah semua yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pulalah seluruh jasadnya, jika ia rusak maka rusak pulalah seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati ”. Hadits riwayat Bhukari.
5.      Kelenjar ke-5 terdapat di leher, padanannya adalah kelenjar thiroidKelenjar ini bertanggung jawab pada kelancaran fungsi bicara.
6.      Kelenjar ke-6 terdapat di dahi dan padanannya adalah korteks serebral atau lobus frontal.
Kelenjar ini juga disebut “mata ketiga”, yang mengendalikan sistem syaraf parasimpatetik. Tentang kelenjar inilah Allah berfirman dalam Qur’an surat Al-‘Alaq ayat 15-16
  1. (“Sekali-kali tidaklah demikian, sungguh jika ia) Abu Jahal (tidak berhenti) dari kekafirannya (niscaya Kami akan tarik ubun-ubunnya) otak depannya.
  2. (Yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka”). Ayat ini menjelaskan bahwa tempat keputusan diambil terdapat pada otak depan (lobus frontal).
7.      Kelenjar ke-7 terdapat ditengah-tengah kepala di dalam otak, padanannya adalah kelenjar hipofisis.
Kelenjar ini terletak di bagian otak paling dasar atau di ujung otak. Kelenjar ini paling penting karena memiliki tugas mengatur kerja seluruh kelenjar di tubuh. Kelenjar ini juga sering disebut Maestro Gland (kelenjar induk), karena kelenjar inilah yang mengatur kinerja kelenjar-kelenjar lain dalam tubuh. Kelenjar inilah yang menjadi target serangan para setan jin ketika mereka ingin menggoda dan menguasai manusia, sesungguhnya setan itu selalu menyuruh manusia mengerjakan perbuatan jahat, yang keji dan yang mungkar (Al-Baqarah ayat 69 dan An-Nuur ayat 21), karena dari kelenjar inilah bersumber semua sinyal dan perintah kepada kelenjar atau organ tubuh untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, maka shalat kita harus tumakninah, khusyuk, bacaan Al-Qur’annya sesuai tajwid, tartil (membacanya pelan-pelan, pengucapan setiap hurufnya jelas dan tidak berlebihan, Al-Muzzammil ayat 4) supaya Oksigen yang memberi nafas kepada sel-sel seluruh tubuh, nutrisi yang memberi energi kepada sel-sel dan energi positif yang menghasilkan listrik yang menghidupkan listrik di sel-sel bisa mengisi dengan sempurna ke kelenjar induk sehingga bisa bekerja untuk mengeblok atau menangkal serangan para setan jin yang mau menyesatkan kita melalui bisikan atau godaan mereka dan tidak mengkonsumsi segala barang yang haram (Al-‘Ankabuut ayat 45). Selain itu, gerakan bibir ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang diucapkan dengan lirih dan sesuai tajwid di dalam shalat, berpengaruh terhadap stabilitas fungsi pernafasan, juga dapat mengurangi perasaan sedih, marah dan menghidupkan akal, sehingga kita bisa berfikir dan berkonsentrasi dengan baik Orang yang shalatnya tidak khusyuk dan tidak tumakninah  maka kelenjar induknya yang terletak di ujung (dasar) otak, tidak terisi Oksigen, nutrisi, radiasi medan magnet Bumi yang berfungsi membuat zat besi di tubuh dan kepala bergerak lincah menghantar listrik ke seluruh sel-sel tubuh dan anggota tubuh supaya bisa bekerja dengan maksimal sesuai fungsinya secara jasmani, rohani, vertikal dan horizontal, dan juga tidak terisi energi positif dengan maksimal yang berasal dari aktifitas shalatnya yang menghasilkan listrik yang berfungsi menghidupkan listrik di tubuh, di sel-sel otak dan sel-sel saraf otak sehingga kelenjar induknya tidak bisa menangkal godaan dan bisikan para setan jin yang membuat ia dikuasai mereka, maka orang itu melakukan perbuatan keji dan mungkar yang melanggar hukum agama, lebih-lebih bagi orang yang tidak mengerjakan ibadah shalat. Karena kelenjar induk ini dianggap sebagai pusat eksekusi yang menentukan suatu pekerjaan yang mesti dilakukan semua organ tubuh dan anggota tubuh.

Faedah shalat khusyuk dan tumakninah menjaga dan meningkatkan fungsi kelenjar-kelenjar yang menjadi sumber kehidupan adalah sebagai berikut:
1.      Rukuk :
Gerakan rukuk berfungsi untuk meningkatkan fungsi tiga kelenjar yang berdekatan, yaitu kelenjar tulang  ekor, kelenjar seksual, dan kelenjar pencernaan. Ketiga kelenjar itulah yang bertanggung jawab atas fungsi tubuh dari bagian atas ke bagian bawah.
2.      Sujud :
Gerakan sujud berfungsi untuk meningkatkan fungsi tiga kelenjar lainnya, yaitu kelenjar thiroid di leher, kelenjar hipofisis dan kelenjar pituatri atau kelenjar induk di ujung otak. Ketiga kelenjar ini mendapat asupan darah yang cukup berlimpah ketika sujud yang tumakninah. Karena letaknya yang lebih tinggi daripada jantung, aliran darah sulit untuk mencapainya. Karena itu, posisi sujud yang tumakninah sangat berfaedah untuk mengalirkan berbagai zat kimia dan protein yang dibutuhkan ketiga kelenjar itu untuk menjalankan fungsinya. Dengan begitu, ketiganya bisa bekerja menghasilkan berbagai energi yang dibutuhkan tubuh dengan maksimal asal kita tidak mengkonsumsi segala hal yang haram.

Sumber : Al-Qur’an dan Buku Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah Oleh Dr. Jamal Elzaky. 

27 April, 2015

PEMBICARAAN DAN PERJANJIAN IBLIS DENGAN DAJJAL LAKNATULLAH

Dajjal bertemu Iblis pada abad ke-8 M atau abad ke-2 H (sekitar tahun 800 M atau tahun 200 H) di pusat istananya di dekat Bermuda, yaitu yang masih termasuk Wilayah Segitiga Bermuda di Samudra Atlantik, di mana daerah tersebut merupakan tempat bertemunya 2 lautan yang beraliran air laut yang bersuhu hangat (panas) dan air laut yang bersuhu dingin di Bumi yang dipilih Iblis dan setan-setan sebagai kawasan pusat-pusat pemerintahan kerajaan Iblis dan negaranya, karena tempat-tempat yang bertentangan tersebut memberikan kekuatan kepada mereka.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Apabila salah seorang berada di tempat terbuka atau di tengah Matahari sedang bersinar, lalu bayangan yang meneduhinya bergeser, sehingga sebagian dari dirinya terletak di tempat panas dan sebagian lagi di tempat teduh, maka hendaknya dia berdiri (meninggalkan tempat itu).” Hadits riwayat Abu Dawud dan Al-Hakim.
Tempat duduk yang paling mendapat prioritas setan adalah tengah-tengah antara tempat yang teduh dan tempat yang terkena sinar Matahari atau yang setengah berada di tempat panas dan setengah lainnya berada di tempat yang dingin. Hal seperti itu atau paling tidak mendekati hal seperti itu adalah tempat duduknya setan, setan-setan sangat tertarik pada posisi-posisi yang terletak antara 2 hal yang bertentangan, karena tempat yang demikian, memberikan kekuatan kepada mereka.

Ketika Dajjal memasuki ruangan luas dan gelap, namun cahaya berwarna jingga tua bersinar dari salah satu sisinya. Tiba-tiba Dajjal merasakan seakan-akan seluruh ruangan itu diterangi cahaya seperti api. Ia mendapati dirinya berhadap-hadapan dengan makhluk yang jelek rupanya, menyeramkan, hampir-hampir membekukan darah dalam salurannya, kalau saja Iblis tidak langsung menampakkan diri sebagai orang tua Najd yang dikenal oleh Dajjal sebelumnya, Iblis Laknatullah itu mendekatinya tanpa menunduk dan Dajjal mendekatinya tanpa menunduk pula. Lalu keduanya saling berjabat tangan, Iblis Laknatullah berkata kepada Dajjal Laknatullah (julukannya) atau Musa Samiri (namanya) :
“Wahai manusia (tanda) Kiamat, aku menantimu sejak jutaan tahun, aku telah membuat persiapan untukmu sejak kemunculan nabi dari Arab (Rasulullah saw) ini untuk kita hancurkan umatnya yang menghadang dan merintangi kita. Permusuhan antara kita dan mereka tidak akan hilang, entah mereka yang menang atau kita yang menang. Jika kita menang, kita telah mengalahkan Allah, kalau kita mengalahkan Allah, kita menjadi ‘tuhan’ bersama-Nya, yang tidak ada sekutu bagi kita. Itulah saatnya, kita mencipta sebagaimana Dia (Allah) mencipta. Jika tidak, katakan padaku, dari mana Allah mendatangkan makhluk-makhluk ini dan menciptakannya dari Kaf dan Nun? Pasti Dia (Allah) belajar dari tuhan sebelum-Nya dan dapat memahami rahasia-rahasianya, kemudian mengkhianatinya dan menciptakan ini dengan apa yang diketahui-Nya dari rahasia-rahasia itu. Aku (Iblis) dan engkau (Dajjal) dapat mencapai apa yang telah dicapai-Nya hanya dengan memusnahkan umat ini (umat Islam).

Apakah Iblis itu tidak tahu Firman Allah yang berbunyi : “Laa ilaaha illallah”? Sebenarnya Iblis tahu bahwa tiada Tuhan selain Allah, tetapi karena Iblis hendak menipu dan menyesatkan Dajjal, maka Iblis berkata dusta kepadanya. Dan bahwa Allah bersifat Al Malik, Al Quddus, As Salaam, Al Muhaimin, Al Aziz, Al Mutakabbir, Al Bari’, Al Khaliq, Al Mushawwir, Al Mubdiu, Al Hasib, Al Ahdim, Al Jalil, Ar Raqib, Al Hakim, Al Hamid, Al Mu’id, Al Muhyi, Al Mumit, Al Hayyu, Al Wajid, Al Wahid, Al Qodir, Al Awwal, Al Akhir, Adh Dhahir, Al Bathinu, Al Waliy, Al Muta’aliy, Al Jami’ dan sifat-sifat Allah yang ada dalam Asmaul Husna, atau Iblis tidak mengakuinya karena Iblis dendam kepada Allah, karena Allah lemparkan Iblis dari rahmat-Nya dan Allah melaknati Iblis akibat ulahnya sendiri yang sombong dan berperangai buruk.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168 :
168.    (Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa-apa yang terdapat di muka Bumi) maka, janganlah mengkonsumsi segala yang haram, karena setan masuk ke tubuh manusia salah satu jalannya adalah melalui segala yang haram yang masuk ke dalam tubuh, hal itu membuat ia dikuasai setan, sehingga ia dengan mudah melakukan perbuatan haram dan masing-masing anggota tubuhnya menuntut agar digunakan untuk melakukan perbuatan maksiat (dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan) dengan tetap beriman dan bertakwa kepada Allah saja (sesungguhnya ia menjadi musuh yang nyata bagimu).
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 91 :
91.  (Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran) meminum (khamar) maka janganlah mengkonsumsi segala yang haram, karena setan masuk ke dalam tubuh manusia salah satu jalannya adalah melalui segala yang haram yang masuk ke dalam tubuh, hal itu membuat dirinya dikuasai setan, sehingga ia dengan mudah melakukan perbuatan haram dan masing-masing anggota tubuhnya menuntut agar digunakan untuk melakukan perbuatan maksiat dan meminum khamar itu menurunkan konsentrasi otak serta menurunkan kecerdasan otak (IQ), karena otaknya mengalami kerusakan yang sulit disembuhkan (dan berjudi itu) membuat setan juga bisa menguasai manusia melalui perbuatan dosa-dosa mereka (dan menghalangi kamu dari mengingat Allah) sehingga lupa kepada Allah dan malas atau bahkan tidak mau berdzikir, tadarus, tilawah, berdoa (dan shalat, maka berhentilah kamu) dari melakukan dosa-dosa tersebut.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 120 :
120.    (Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka) setan itu penipu, Al-Hadiid 14.
Qur’an surat Faathir ayat 5-6 :
5.      (Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian dan janganlah) setan (yang pandai menipu, memperdayakan kalian tentang Allah.)
6.      (Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh) kalian, dengan cara, bertakwalah hanya kepada Allah saja (karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala).

Lanjut ucapan Iblis kepada Dajjal sebagai berikut :
“Allah telah mengampuni nabi mereka atas dosa-dosanya yang terdahulu dan yang akan datang, memberi mereka (kaum muslimin) malam Al-Qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan, memberi mereka tempat wukuf di Arafah. Mereka kembali dari Arafah bagaikan dilahirkan kembali oleh ibunya, memberi mereka istighfar (ampunan) dan lalu Dia (Allah) pun menerima ampunan mereka dan memberi mereka tobat dan menerima tobat mereka selama belum sekarat. Dia telah memuliakan mereka, lantas, mengapa kita tidak menguasai dan menghancurkan mereka (umat Islam) dengan keinginan rendah dan cobaan hidup berupa harta, anak, wanita, emas, hukum, kekuasaan, dan kedudukan? Kita kirim pada mereka (umat Islam), para pembantu kita dari kalangan setan, jin, dan manusia (yang bersifat setan), untuk menghancurkan mereka semuanya serta merobek Al-Qur’an dalam dada mereka (umat Islam), sehingga mereka menjadi muslim hanya dalam nama saja (maksudnya tidak menjalankan perintah agama, contohnya, orang Islam KTP yang tidak shalat). Kita jadikan orang-orang Yahudi bangsamu itu, sebagai pemegang kepemimpinan serta menerima kurban dan tebusan, sehingga mereka (Bani Israil) menetapkan pajak dan memperoleh apa yang dijanjikan pada mereka untuk menguasai Palestina. Dengan begitu, mereka (Bani Israil) menjadi penguasa seluruh dunia. Aku (Iblis) menjadi sahabatmu yang tersembunyi dan sekutumu (Dajjal) di atas “Arsyi dan kekuasaan.”
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 38 :
38. (….Barangsiapa yang menjadikan setan sebagai temannya, maka) ketahuilah (ia) setan itu (adalah teman yang sangat jahat).
Qur’an surat Al-Hajj ayat 4 :
4.  (Yang telah ditetapkan, bahwa barangsiapa yang berteman dengan ia) setan (maka ia akan menyesatkannya dan membawanya ke azab Neraka).

Dajjal membuka mulut dan membelalakkan mata, untuk pertama kalinya ia mendengar perkataan memuaskan dari ‘tuhan’ (Iblis) yang menciptakan seluruh alamnya. Dajjal bertanya kepadanya tentang Adam dan Hawa, serta masalah godaan pada keduanya yang mengeluarkan mereka dari Surga sebagaimana di beritakan dalam kitab-kitab suci. Iblis menceritakan kepada Dajjal tentang dikeluarkannya Nabi Adam as dan istrinya Hawa dengan memutarbalikkan fakta yang sebenarnya dengan memfitnah Nabi Adam as, Hawa, para nabi dan para sahabat Rasulullah saw. Dajjal mulai mendengarkan ‘saudara tuanya’ dengan penuh perhatian, seakan-akan terpengaruh oleh sihir yang dimainkan penyihir profesional. Perkataan Iblis Laknatullah indah, idenya menarik, pandangannya menyentuh dan isyaratnya simpatik, seolah-olah ia adalah orang tuanya yang telah lama mencarinya. Akhirnya mereka menyepakati perjanjian tertulis, perjanjian itu menyebutkan bahwa :
 “Keduanya adalah satu makhluk, yang satu terlihat dan yang lainnya tidak terlihat. Tujuan persahabatan itu adalah ‘menghancurkan Islam dan kaum muslimin’, menegaskan dan menampakkan kesalahan Yang Maha Besar (Allah) yang telah tua renta dan menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi adalah umat terbaik yang diutus kepada manusia, bukan kaum muslimin yang bersifat Dajjal (kata Ibils dan Dajjal).
Isi perjanjian Iblis dan Dajjal selanjutnya sebagai berikut :
“Adapun rincian perjanjian dan langkah-langkah kerja akan dijelaskan dalam pertemuan-pertemuan khusus kita (Iblis dan Dajjal) yang sangat rahasia dan dicatat dengan perangkat peka yang merekam pembicaraan. Kita adalah satu, kita merupakan sekutu Tuhan kita dalam kekuasaan”.
Tertanda (ditanda tangani Dajjal)
Raja Yahudi yang ditunggu-tunggu dan dijanjikan kerajaan seribu penduduk (Dajjal).
Tertanda (ditanda tangani Iblis)
Raja jin dan setan (Iblis) yang terusir secara zhalim karena Adam terkutuk dan anak cucunya yang tidak mengikuti kami.

Iblis terkutuk itu menyatakan kemenangan dan kecerahan dengan harapan bahwa di masa depan ia dapat melaksanakan rencananya atas anak cucu Adam. Iblis mendatangi seluruh dunia jin kafir dan setan, dan menyampaikan pidato yang mengenai Dajjal berikut ini :
“Dengan namaku, akulah ‘tuhan’ yang agung bagi duniamu dan seluruh dunia ini. Dengan nama sahabat dan pendampingku serta saudara kembarku (Dajjal), anak Samirah, aku senang memanjakannya dengan membuang huruf namanya, yang tidak seperti orang-orang Arab membuang huruf nama itu dengan membuang huruf akhirnya. Kami, raja (Iblis), membuang 2 huruf namanya sehingga sahabatku (Dajjal) itu menjadi ‘Sam’ atau ‘Paman Sam’ bagi seluruh manusia. Ia adalah saudara dan bayanganku bagi mereka. Oleh karena itu, Paman Sam (Samiri) adalah paman kalian dan paman setiap orang yang beriman kepada kami (Iblis & Dajjal). Sebab, ia adalah saudaraku dan penjelmaan dariku. Ia adalah pemberi syafaatku bagi manusia, jika saja ia tidak datang, pasti aku akan melahap semua manusia dengan mulutku. Tetapi ia datang untuk menyelamatkan mereka dan untuk mewujudkan harapan umat tersiksa di Bumi Yahudi. Berkumpullah hai anak-anak kegelapan. Hari ini adalah permulaan umur baru di dalam sejarah Bumi ini dan sejarah kalian. Inilah sejarah yang mengizinkan kalian untuk menguasai manusia demi bakti ‘tuhan’ kalian (Iblis) dan saudara kembarnya (Dajjal). Aku adalah orang ini, dan orang ini adalah aku. Minumlah arak, karena akal perlu istirahat, adakan pesta selama 40 hari 40 malam. Setelah itu, kalian akan meninggalkan saudara kembarku yang akan pergi untuk memerintah manusia dan menggantikanku. Hendaklah kita membantunya dalam membangun benteng raksasa (berbentuk Piramida) di dalam air dan di permukaannya, serta di atas sebidang tanah di dunia ini (sebagai istananya Dajjal) yang dekat dengan (pusat) istanaku ini (arsyi/singgasana utama Iblis di atas air Laut Segitiga Bermuda). Malam ini pesta dimulai. Menyebarlah.”

Istana itu ramai dengan hiruk-pikuk dan malam-malam indah, Iblis mengajak saudara kembarnya ke kamar tamu besar yang telah disiapkan untuknya. Setiap malam mereka berdua mengadakan pertemuan hingga pagi hari. Lalu masing-masing kembali ke kamarnya, selama 40 hari selesailah pembuatan ’aturan kerja’ dan ’penetapan langkah-langkah setan untuk memerintah dunia’. Dibentuk pula konsep protokoler bagi pengendalian dunia dan metode penguasaannya. Iblis dan pasukannya telah berhasil membantu Dajjal membangun istananya yang berbentuk Piramida di Segitiga Bermuda di dalam air dan di permukaanya serta di atas sebidang tanah di Bumi yang dibangun di dekat pusat istananya Iblis yang berada di atas air Laut Segitiga Bermuda. Pada hari terakhir, diadakan pesta perpisahan dengan sahabatnya, Dajjal pun keluar dari istananya. Dajjal menggerakkan kapalnya beserta para pengawalnya yang mulai bangun dari tidur selama 40 hari 40 malam (manusia yang masuk ke istananya Iblis, langsung tertidur, kecuali Dajjal, karena Iblis hendak berbicara kepadanya sehingga Dajjal tidak tertidur ketika memasuki istananya Iblis).Yang pertama kali mereka (para pengawalnya) lakukan adalah sujud kepada Dajjal.
Para pengawalnya berkata      : “Engkau menjadi suci, wahai junjungan dan tuhanku. Engkau telah menjadikan kami  mati dengan kebijaksanaanmu dan sekarang kami menjadi hidup dengan rahmatmu.”
Dajjal menjawab                     : “Apakah kalian tahu berapakah umur kalian ketika mati di hadapanku?”
Pengawalnya menjawab          : “Kami tidak tahu.”
Dajjal berkata                          : “40 hari, hendaklah selalu membiasakan pesta kematianmu selama 40 hari. Pada 40 hari, aku menghidupkan mereka sekali lagi untuk memasukkan mereka ke dalam Firdaus, namun kalian tidak melihat mereka.”                                                                   
Sangat disayangkan, bahwa perayaan 40 hari menjadi perbuatan bid’ah yang diwarisi kaum muslim dari Dajjal Yahudi dan fir’aun yang juga merayakan 40 hari setelah kematiannya, karena ruh dihentikan dari penghisapan, kata Dajjal, Iblis, dan para fir’aun. Ini benar-benar adalah kebohongan yang ditiru Dajjal untuk dirinya dari fir’aun dan kemudian dari Iblis dalam pestanya. Semoga Allah melaknati mereka, yaitu Iblis dan Dajjal Laknatullah.
Janji Iblis dihadapan Allah dalam Qur’an surat Al-A’raaf ayat 16-17 dan 30 :
16.  (“Iblis menjawab : ”Karena Engkau) Allah (telah menghukum aku sesat, aku akan) menghalang-halangi (mereka)  manusia (dari jalan Engkau yang lurus).
17.  (Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka taat”) akhirnya Iblis dan pengikut-pengikutnya berhasil menyesatkan sebagian besar manusia.
30.  (Sebagian) manusia (diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung) mereka (selain Allah dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk).
Qur’an surat Al-Hijr ayat 39-44 :
39.  (Iblis berkata : “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan) membuat (mereka) manusia yang sesat (memandang baik) perbuatan mereka yang buruk (di muka Bumi ini dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya),
40.  (kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis) yaitu orang-orang yang telah diberi taufiq untuk bertakwa dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya (di antara mereka”).
41.  (Allah berfirman : “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah menjaganya) sehingga orang tersebut terlepas dari tipu daya setan dengan mengikuti jalan yang lurus karena dijaga oleh Allah. Tetapi, barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka sekali-kali kamu tidak akan mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk kepadanya, An-Nisaa’ 88, Al-An’aam 39, 125, Al-A’raaf 178, 186, Ar-Ra’du 27, 33, Ibrahim 4, 27, An-Nahl 37, 93, Al-Israa’ 97, Al-Kahfi 17, Ar-Ruum 29, 53, Faathir 8, Az-Zumar 23, 36, Al-Mu’min 33-34, 74, Asy-Syuura 44, 46, Al-Jaatsiyah 23, Al-Muddatstsir 31. 
42.  (sesungguhnya hamba-hamba-Ku) yang beriman (tidak ada kekuasaan bagimu) setan (terhadap mereka, kecuali orang-orang  yang mengikut kalian, yaitu orang-orang yang sesat”).
43.  (Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka) pengikut-pengikut setan (semuanya).
44.  (Jahannam itu mempunyai 7 pintu, tiap-tiap pintu) telah ditetapkan (adalah untuk golongan tertentu bagian di antara mereka) yang sesat.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 88 : Tafsir Jalalain.
88.  (....Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka kamu sekali-kali takkan mendapatkan jalan) untuk menujukinya.
Qur’an surat Al-An-‘aam ayat 39, 122 dan 125 : Tafsir Jalalain.
39.  (Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli dan bisu lagi berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah) ia tersesat (niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki-Nya) mendapat petunjuk (niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus) yakni agama Islam.
122.    (Dan apakah orang yang sudah mati) hati nuraninya (kemudian ia Kami hidupkan) hati nuraninya dengan diberi-Nya hidayah (dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang) jalan yang lurus dan keselamatan (yang dengan cahaya itu ia dapat berjalan) bisa bergaul/bersosialisasi (di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita) kesesatan (yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?) karena Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir, At-Taubah 37 (Demikianlah  Kami jadikan orang-orang  yang kafir itu memandang baik terhadap apa yang telah mereka kerjakan).
125.    (Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam) dengan cara menyinarkan nur hidayah ke dalam dadanya, sehingga dengan sadar ia mau menerima Islam dan mau membuka dadanya lebar-lebar untuk menerimanya, demikianlah sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits (Dan barangsiapa yang dikehendaki) Allah (kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki ke Langit) apabila iman dipaksakan kepadanya, karena hal itu terasa berat sekali baginya (Begitulah Allah menimpakan siksa) azab atau setan itu menguasainya (kepada orang-orang yang tidak beriman).
Qur’an surat Shaad ayat 82-85 :
82.  (Iblis menjawab : “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya).
83.  (Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka”) yaitu orang-orang yang telah diberi taufiq dan hidayah untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah.
84.  Allah (berfirman : “Maka yang benar) adalah sumpah-Ku (dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan”).
85.  (Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahannam dengan jenis kamu) yaitu Iblis dan semua setan jin (dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya) yaitu semua setan manusia.
Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 36-38 :
36.  (Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah) yaitu Al-Quran (Kami adakan baginya setan) yang menyesatkan dirinya (maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya).
37.  (Dan sesungguhnya mereka) setan-setan itu (benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk) setan membuatnya memandang baik perbuatan dosa.
38.  (Sehingga apabila orang-orang yang berpaling) dari Allah dan rasul-Nya ketika hidup di dunia (itu datang kepada Kami) di hari Kiamat (dia berkata : “Wahai, seandainya jarak antaraku dan kamu) setan (seperti jarak antara timur dan barat! Memang) setan itu (teman yang paling jahat”) di dunia setan menggoda manusia untuk menuruti hawa nafsu, Al-Baqarah 169, sehingga manusia tergelincir dalam dosa, tetapi di akhirat, setan mengkhianati manusia, Qaaf 27.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Dajjal Akan Muncul Dari Segitiga Bermuda dan Dialog dengan Jin muslim oleh Muhammad Isa Dawud dan berbagai sumber.