01 Agustus, 2015

PERAN TULANG EKOR DALAM PROSES PENCIPTAAN

Sel-sel lapisan tengah janin memiliki keistimewaan tersendiri. Sel yang diproduksi oleh “pita pertama” ini mampu membagi dirinya untuk membentuk berbagai jaringan sel tubuh dengan berbagai jenis dan spesifikasi. Ia juga mampu bermigrasi untuk membentuk sel-sel dan jaringan-jaringan khusus, serta organ dan sistem tertentu. “Pita pertama” ini akan terus menumbuhkan sel-sel tengah pada tubuh janin dengan gerakan yang cepat sampai akhir minggu ke-4 sejak hari pertama pembuahan. Kemudian, produksi sel yang dilakukan oleh pita pertama itu semakin lambat dan menyebabkan terjadinya penyusutan yang drastis sehingga secara bertahap ukurannya menjadi semakin kecil, bahkan nyaris tak terlihat, dan bagian itu kemudian menarik diri secara berangsur-angsur ke area bokong, yaitu area penyambung tulang tungging janin (the sacrococcygeal region of embryo).
Para ahli genetika dewasa ini mengetahui bahwa sel-sel pita pertama telah dianugerahi oleh Sang Maha Pencipta Allah, kemampuan luar biasa untuk memproduksi sel-sel khusus. Karena itulah ia dikenal dengan sebutan “Sel Pita Pertama Berkemampuan Banyak” (Pleuropotent Primitive Streak Cells). Sel-sel tersebut memiliki kemampuan untuk membentuk seluruh jaringan dan organ tubuh. Bahkan, sel-sel itu dapat tumbuh, dengan izin Allah, kelak pada hari kebangkitan dengan turunnya air khusus dari Langit sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi saw : “Diantara tiupan sangkakala terdapat jeda lamanya 40 (entah 40 hari, bulan atau tahun), kemudian Allah swt menurunkan air dari Langit, sehingga mereka bangkit seperti biji sawi menumbuhkan tunasnya (lalu tumbuhlah seluruhnya seperti tumbuhnya sayur-sayuran). Seluruh bagian tubuh manusia akan hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang sulbi (ekor), darinnya (dari tulang ekor) makhluk akan dibangkitkan (dirakit) kembali pada Hari Kiamat”. Hadits riwayat Bukhari.
Firman Allah surat Yaasiin ayat 78-83 :
  1. (Dan ia) orang musyrik (membuat perumpamaan bagi Kami, dan ia lupa kepada kejadiannya, ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?")
  2. (Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk).
  3. (Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan) api (dari kayu itu").
  4. (Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan Langit dan Bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui).
  5. (Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia).
  6. (Maka Maha Suci) Allah (yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan).
Sebagaimana diungkapkan di atas, sel tulang belakang tidak akan punah dan manusia kelak akan dibangkitkan kembali darinya. Tidak hanya itu, bahkan pada fase kehamilan pun sel tulang belakang punya peranan penting dalam proses pembentukan tubuh janin. Paparan ini semakin menegaskan bahwa bagian paling penting yang tersisa dari tubuh manusia setelah nyawanya dinaikkan ke alam Barzah, adalah (sel) tulang ekor yang tidak mungkin musnah untuk selamanya, sementara bagian tubuhnya yang lain terurai dan menyatu dengan unsur-unsur pembentuknya, yaitu air dan tanah. Allah swt. berfirman, surat Qaaf ayat 4 :
4.       (Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh Bumi dari) tubuh-tubuh (mereka, dan pada sisi Kamipun ada Kitab) Lauh Mahfuzh (yang memelihara) mencatat.
Dan Rasulullah saw bersabda:
“Seluruh bagian tubuh anak Adam akan dimakan Bumi kecuali tulang ekor. Darinyalah ia (dari tulang ekorlah manusia) diciptakan dan dengannyalah kelak ia dirakit kembali”. Hadits riwayat Bukhari.
           

Artinya, rahasia manusia terdapat pada tulang ekornya. Ketika bagian-bagian tubuh lain terurai dan kembali pada unsur asalnya, yaitu air dan tanah, bagian yang tersisa sebagai esensi tubuh manusia adalah sel yang sangat kecil bagaikan biji benih yang menumbuhkan tanaman. Sel tulang ekor itu sangat kecil tetapi ia tidak akan musnah untuk selamanya. Pengetahun yang baru terungkap rahasianya pada abad ke-20 ini telah diungkapkan oleh Rasulullah saw 1400 tahun silam, yang menyebutnya dengan sebutan “tulang ekor”. Rasulullah saw dalam hadits di atas menyatakan bahwa kelak manusia akan dirakit kemudian dibangkitkan kembali dari tulang ekor itu. Inilah fakta yang tidak diketahui kecuali oleh seorang nabi yang dituntun oleh wahyu dari Allah pencipta Langit dan Bumi.

TAFSIR SURAT AL-ANFAAL AYAT 48

Qur’an surat Al-Anfaal ayat 48:

48.  (“Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka, seraya mengatakan: “Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya aku ini adalah pelindungmu.” Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling melihat) pasukan Rasulullah saw dan pasukan kafir Quraisy (setan itu berbalik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, sesungguhnya aku dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihatnya. *Sesungguhnya aku takut kepada Allah, dan Allah sangat keras siksa-Nya”) *Iblis berdusta, sebenarnya Iblis tidak takut kepada Allah dan ia juga tidak takut dengan siksa Allah, setan itu adalah makhluk yang amat penipu dan pandai menipu, Luqman ayat 33, Faathir ayat 5  dan Al-Hadiid ayat 14.

Ucapan Iblis ini bertentangan dengan apa yang diucapkannya dihadapan Nabi Isa as, bahwa Iblis tidak takut kepada Allah dan Iblis juga tidak merasa bersalah karena tidak mau sujud (hormat) kepada Nabi Adam as. Seperti sabda Nabi Isa as yang dikemukakan kepada murid-muridnya dalam Injil Barnabas.

Simaklah pembicaraan Allah dengan Nabi Isa as dan Iblis dengan Nabi Isa as di dalam Injil Barnabas hal. 94-95:

Allah berfirman kepada Nabi Isa as melalui Jibril as: (“Apa yang ingin engkau peroleh wahai Isa, dan apa permohonnanmu?”)

Aku (Isa as) menjawab: “Rabb, Engkau mengetahui apa yang menyebabkan Iblis berbuat kejahatan, dan bahwa godaan-godaannya, banyak manusia yang binasa, ia (Iblis) adalah makhluk-Mu Rabb, yang telah Engkau ciptakan, oleh karena itu Rabb, berilah dia rahmat-Mu.”

Allah menjawab: “Isa, perhatikan bahwa Aku akan mengampuni ia (Iblis), hanya dengan (suruhlah Iblis) mengucap: ‘Ya Allah, Tuhanku, aku telah berdosa, berilah aku rahmat-Mu’ dan Aku (Allah) akan mengampuninya dan mengembalikannya pada keadaan semula.”

Nabi Isa as: “Aku merasa sangat gembira, ketika mendengar (Firman Allah) ini, merasa yakin bahwa aku telah membuat perdamaian ini. Oleh karena itu, aku memanggil Iblis, yang kemudian datang.”

Iblis: “Apa yang harus aku lakukan untukmu, wahai Isa?”

Nabi Isa as: “Kamu akan melakukan ini demi dirimu sendiri, wahai Iblis, karena aku tidak menyukai layananmu, tapi demi kebaikanmu sendiri aku memanggilmu.”

Iblis: “Jika engkau tidak menghendaki layananku, maka begitu pula aku, tidak menghendaki layananmu, karena aku lebih mulia daripada engkau, oleh karena itu engkau tidak layak melayaniku, engkau tercipta dari tanah sedangkan aku dari api.”

Nabi Isa as: “Marilah kita tinggalkan hal ini, dan jelaskan kepadaku apakah tidak sebaiknya jika kamu kembali kepada keindahan (jasmani) mu dan keadaanmu yang pertama kali. Harus kamu ketahui bahwa Malaikat Mikail di hari pengadilan nanti, mau tidak mau akan menebasmu dengan pedang Allah sebanyak 100 ribu kali dan setiap tebasan akan memberimu rasa sakit yang pedih setara dengan 10 Neraka.”

Iblis:* Kita akan lihat nanti, siapa yang dapat berbuat lebih, pastinya, aku mempunyai  banyak malaikat di sampingku dan para penyembah berhala yang paling potensial. Yang akan mengganggu Allah dan Dia (Allah) akan mengetahui betapa besar kesalahan yang Dia buat dengan mengusirku demi segumpal tanah yang hina (Nabi Adam as).”

Nabi Isa as: “Wahai Iblis, pikiranmu sangat lemah dan kamu tidak menyadari apa yang kamu ucapkan.”

Iblis: Kemudian Iblis dengan nada mengejek, mengangguk-anggukkan kepala, berkata: “Baiklah, sekarang marilah kita buat perdamaian antara aku dengan Allah dan menurutmu wahai Isa, apa yang harus dilakukan, karena engkau berpikiran cerdas.”

Nabi Isa as:  “Hanya dibutuhkan 2 kalimat untuk diucapkan.”

Iblis:  “2 Kalimat?”

Nabi Isa as:  “Begini, (ucapkanlah), Ya Allah Tuhanku, aku telah berdosa, berilah aku rahmat-Mu.”

Iblis: * “Sekarang, aku akan berdamai jika Allah mengucapkan 2 kalimat itu kepadaku (yang tersebut di atas).”

Nabi Isa as: “Sekarang pergilah dariku! wahai makhluk terkutuk! karena kamu adalah dalang kejahatan bagi semua ketidakadilan dan dosa, tapi Allah-lah Yang Maha Adil tanpa suatu dosa (Allah Maha Suci).”

Iblis: “Iblis berlalu pergi sambil tertawa terbahak-bahak dan berkata: “Tidak demikian halnya, wahai Isa, tapi engkau menjelaskan suatu kebohongan untuk menyenangkan Tuhanmu.”

Nabi Isa as mengatakan kepada para muridnya: “Sekarang pikirkan, bagaimana ia (Iblis) akan memperoleh  rahmat?”

Mereka (para murid) menjawab: “ Tidak akan pernah, Guru, karena ia (Iblis) tidak menyesali dosa-dosanya.”

Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 117:

117.    (…dan tidaklah yang mereka sembah melainkan setan yang durhaka) kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, Al-Kahfi 50, Maryam 44 dan bahkan setan sangat durhaka kepada Allah, Ash-Shaaffat 7.

Qur’an surat Al-Israa’ ayat 27 :

27.  (…dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya).

Qur’an surat Thaahaa ayat 116 :

118.    (…maka mereka) para malaikat ( sujud kecuali Iblis, ia membangkang) terhadap perintah Allah.

Peristiwa di malam sebelum perang Badar, Rasulullah saw mengangkat tangannya untuk berdoa dengan khusyuk kepada Allah pada malam Jumat 17 Ramadhan  tahun 2 Hijriah. Di antara doanya adalah:

“Ya Allah, inilah kaum Quraisy yang datang dengan segala kecongkakan dan kesombongannya untuk memerangi Engkau dan mendustakan rasul-Mu. Ya Allah, tunaikanlah janji kemenangan yang telah Engkau berikan kepadaku. Ya Allah, kalahkan mereka esok hari…”

Diriwayatkan bahwa, setan pada hari itu menampakkan diri kepada mereka dalam bentuk Suraqah bin Malik bin Ju’syum. Dia berasal dari Bani Bakr bin Kinanah. Orang-orang Quraisy sangat takut bila Bani Bakr mengejar mereka. Sebab, mereka telah membunuh salah seorang warga Bani Bakr. Ketika setan telah menampakkan diri kepada mereka, setan lalu menyampaikan kabar yang ia katakan berasal dari Tuhan.

Adh-Dhahhak mengatakan: “Pada perang Badar Jum’at 17 Ramadlan 2 Hijriah, datang Iblis dan pengikut-pengikutnya kepada mereka (kaum musryikin), lalu membisikkan ke dalam hati mereka berperang membela agama nenek moyang mereka.”

Ibnu Abbas ra mengatakan: “Allah Swt membantu rasul-Nya, dan kaum mukmin dengan 1000 malaikat (sebagai bantuan pasukan yang ke-1). Malaikat Jibril as membawa serta 500 malaikat yang mendampingi pasukan Rasulullah saw di kiri dan kanan. Disebut-sebut pula bahwa Jibril as dan pasukannya itu merupakan 1 peleton yang menghadang di salah satu jalan, sedang Mikail as dengan 500 malaikat yang dipimpinnya mendampingi pasukan Rsulullah saw.”

Qur’an surat Al-Anfaal ayat 9:

9.      (Ingatlah ketika engkau) Muhammad berdoa (memohon pertolongan Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku memberikan bantuan kepadamu dengan mendatangkan 1000 malaikat yang datang berturut-turut”) Jibril as membawa 500 malaikat dan Mikail as membawa 500 malaikat pula.

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 123-125:

123.    (Sungguh Allah telah menolong engkau dalam peperangan Badar) suatu tempat yang terletak antara Makkah dengan Madinah yang terdapat banyak mata air (padahal engkau adalah) ketika itu (orang-orang yang lemah) dalam hal sedikitnya jumlah pasukan dan perlengkapan persenjataannya (karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya engkau menjadi orang-orang yang syukur).

124.    (Ketika engkau) Muhammad (mengatakan kepada orang-orang beriman) untuk menenangkan hati mereka (“Tidakkah cukup bagi engkau jika Tuhanmu) membantumu (dengan 3000 malaikat yang diturunkan?”) dari Langit sebagai bantuan pasukan yang ke-2.

125.    (Ya) itu cukup bagi engkau (jika engkau bersabar dan bersiap-siaga) dalam menghadapi musuh (dan bertakwa) kepada Allah (dan mereka datang menyerang engkau dengan seketika itu juga, maka Tuhanmu akan menolong engkau dengan 5000 malaikat yang memakai tanda) sebagai bantuan pasukan yang ke-3.

 Kemudian muncul Iblis di tengah-tengah pasukan setan, dengan membawa bendera. Iblis menampakkan diri dalam bentuk seorang laki-laki dari Bani Mudlij dan setan menampakkan diri dalam sosok Suraqah bin Malik bin Ju’syum. Setan itu berkata kepada kaum musryiki: “Hari ini tidak ada yang mengalahkan kalian, sebab aku mendampingi kalian.” Ketika pasukan tersebut berbaris, Abu Jahal berkata: “Tuhan, tolonglah kami dalam membela kebenaran, dan bantulah dia (setan).

Dipihak lain, Rasulullah saw mengangkat kedua tangannya dan berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya jika Engkau hancurkan pasukan ini, maka Engkau tidak akan lagi disembah di muka Bumi ini untuk selama-lamanya.” Mendengar ini Jibril as berkata: “Ambillah segenggam pasir.” Maka Rasulullah saw pun meraup segenggam pasir, lalu dihamburkannya ke arah kaum musryikin sambil berkata: “Hancurkan wajah-wajah mereka.” Kemudian melemparkannya ke arah mereka, sehingga mengenai mata, tenggorokan, dan mulut semua pasukan Quraisy. Akibatnya, sebagian besar dari mereka lari tunggang-langgang, 70 mati terbunuh, termasuk Abu Jahal dan ayahnya Abu Sufyan yang bernama Umayya bin Khalaf yang pernah menyiksa Billal dan 70 orang Quraisy tertawan.

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 13:

13.  (Sesungguhnya bagi kamu telah ada tanda pada dua golongan yang berhadap-hadapan) yang bertempur di Perang Badar (satu golongan bertempur di jalan Allah dan) golongan (yang lain kafir, yang melihat dengan mata kepala) mereka sendiri (bahwa mereka) kaum muslimin seakan-akan (dua kali lipat) jumlah (mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati).

Qur’an surat Al-Anfaal ayat 17 dan 42-44:

17.  (“Maka yang sebenarnya bukan engkau yang membunuh mereka) di Badar, karena Allah-lah yang memberimu 10x kekuatan untuk melawan musuhmu (melainkan Allah-lah yang membunuh mereka) dengan mencabut nyawa-nyawa kafir Quraisy (dan bukan engkau yang melempar) segenggam pasir ke arah pasukan musryikin Quraisy, wahai Muhammad (ketika engkau melempar) dengan segenggam pasir yang mengenai mata, mulut dan tenggorokan sekitar 900 orang kafir Quraisy dan yang musuhmu berada dalam jangkauan yang sangat luas (tetapi Allah-lah yang melempar) karena Allah yang meliputi pasir itu dan kemudian Allah lemparkan ke wajah-wajah kafir Quraisy itu  (dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik) kemenangan moral, kehormatan dan harta rampasan perang atau ghanimah (Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).

42.  (Yaitu di hari ketika kalian berada di pinggir lembah yang dekat) dengan Madinah (dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh) dari Madinah (sedang kafilah itu berada lebih rendah dari kalian) sedang kafilah dagang yang dipimpin oleh Abu Sofyan itu berada di tepi pantai kira-kira 5 mil dari Badar (Sekiranya kalian mengadakan persetujuan) untuk menentukan hari pertempuran (pastilah kalian berbeda pendapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi) Allah mempertemukan dua pasukan itu (supaya Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan) yaitu kemenangan Islam dan menghapus kekafiran (yaitu supaya orang yang binasa itu binasanya dengan bukti yang nyata dan supaya orang yang hidup itu hidupnya dengan bukti yang nyata pula) supaya orang-orang yang kafir tidak mempunyai alasan lagi untuk tetap dalam kekafiran itu dan orang-orang yang benar keimanannya, berdasarkan kepada bukti-bukti yang nyata pula (Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui).

43.  (Yaitu ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu berjumlah sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepadamu berjumlah banyak, tentu saja kalian menjadi gentar) melawan kaum musyrikin Mekkah itu (dan tentu saja kalian akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati).

44.  (Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kalian berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan mata kalian dan kalian ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka) hal ini terjadi sebelum perang berkecamuk, supaya musuh tidak gentar dan tidak mundur menghadapi kaum muslimin, maka setelah perang berkecamuk, lalu Allah menampakkankan di mata musuh, jumlah kaum muslimin dua kali lipat lebih besar dari jumlah mereka sendiri, Ali-‘Imran ayat 13 (karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan) yaitu memenangkan kaum muslimin dan mengalahkan dan menghancurkan kaum musyrikin (Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan).

Lalu Jibril as menemui Iblis yang masih menyamar sosok manusia, Jibril as melihat tangan Iblis sedang menggandeng salah seorang kaum musryikin. Ketika Iblis melihat Jibril as, lalu Iblis melepaskan tangannya dan lari bersama para pengikutnya. Lelaki yang digandeng tangannya oleh Iblis itu lalu berteriak kepada Iblis yang saat itu sudah berganti samaran menjadi Suraqah: “Hai Suraqah, bukankah kamu telah menyatakan untuk membantu kami?”

Iblis menjawab: “Aku berlepas tangan dari kalian, sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat.” (Iblis melihat Jibril as dan pasukan malaikat yang sedang membantu kaum muslimin untuk berperang melawan kaum musryikin). Hadits riwayat Al-Baihaqi dan para perawi lainnya.

 

Sumber: Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Injil Barnabas dan Dialog Dengan Jin Muslim oleh Muhammad Isa Dawud

04 Juli, 2015

ASPEK MEDIS DALAM ZAKAT

Qur’an surat An-Nuur ayat 56 :
56.  (Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat) oleh Allah.
Qur’an surat At-Taubah ayat 60 dan 103 :
60.  (Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya dan untuk) memerdekakan (budak, orang-orang yang berhutang, untuk) berjuang di (jalan Allah dan mereka yang sedang dalam perjalanan) musafir yang kehabisan bekal (sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana).
Yang berhak menerima zakat adalah :
1.      Orang fakir yaitu orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
2.      Orang miskin yang tidak cukup penghasilannya dan dalam keadaan kekurangan.
3.      Pengurus zakat yaitu orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
4.      Muallaf yaitu orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5.      Untuk memerdekakan budak, mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
6.      Orang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya dan adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
7.      Untuk berjuang di jalan Allah, yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin, di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti, berdakwah, mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
8.      Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan atau kehabisan bekal dalam perjalanannya.
103.    (Ambillah) para amil (zakat) fitrah dan zakat maal (dari sebagian harta mereka) orang-orang yang mampu (dengan zakat itu kamu) muzakki (membersihkan) harta mereka dari hak milik fakir, miskin dan para mustahik zakat, Adz-Dzariyaat 19 (dan menyucikan mereka dengannya) menyucikan hati atau membersihkan jiwanya dari penyakit hati, yaitu sifat iri, dengki, egois, depresi, stres, pelit, serakah, cinta dunia yang berlebihan dan sebagainya dan karena perasaan bahagia setelah menunakan zakat, maka orang tersebut di dalam tubuhnya terjadi penambahan protein jenis A (IgA) yang disebut sel kekebalan yang menguatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuhnya lebih kebal dari berbagai serangan penyakit. Dan juga dengan zakat, infaq dan sedekah, Allah mengampuni dosa-dosanya, Al-Baqarah 268, Al-Maaidah 9, Al-Anfaal 4 dan At-Taghaabun 17 dan menghapus sebagian kesalahan-kesalahannya, Al-Baqarah 271 (Dan mendoalah untuk mereka, sesungguhnya doa kamu itu) para amil (pengurus zakat) menjadi (ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui). Memberikan zakat, infaq dan sedekah kepada yang berhak sebagai tanda syukur kepada Allah atas karunia-Nya. Karena nilai pentingnya zakat, Allah menyebutkannya berdampingan setelah perintah mendirikan shalat pada 82 tempat di dalam Al-Qur’an, ini menunjukkan hubungan erat antara kedua ibadah tersebut.
Qur’an surat Adz-Dzariyaat ayat 19 :
19.  (Dan pada harta-harta mereka) orang-orang mampu (ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian) haknya orang fakir, miskin, dhuafa, yatim-piatu dan para mustahik zakat yang tidak meminta ialah mendapatkan zakat fitrah, zakat maal (penghasilan), infaq, sedekah dari para  muzakki.

Para ahli kejiwaan mengatakan bahwa kaum muslim yang selalu menunaikan kewajiban zakat dan setiap saat berusaha membantu orang yang mengalami kesulitan ekonomi, berarti tengah membantu dirinya sendiri, niscaya akan menyehatkan jiwa dan melindungi tubuh dari gangguan kejiwaaan, seperti kesedihan, badmood (kehilangan gairah), stress, was-was atau kehilangan orientasi. Sebaliknya, orang yang punya sifat pelit, anti sosial dan tidak peduli dengan kesulitan orang lain, pasti akan mengalami stres, kegelisahan dan kelelahan jiwa akan sering menaikkan kadar kolesterol dalam darah yang pada gilirannya akan memicu penyumbatan pembuluh darah, karena orang pelit dan egois selalu memikirkan kepentingannya sendiri dan khawatir kepentingannya diganggu orang lain.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 268 :
268.    (Setan menjanjikan) menakut-nakuti dengan (kemiskinan kepadamu) umat Islam (dan menyuruh kamu berbuat kejahatan) setan menyuruh kamu bersifat kikir (sedangkan Allah menjanjikan kepadamu ampunan dari-Nya dan karunia) dibalas dengan rezeki yang berlipat ganda sebagai penggantinya (Dan Allah Maha Luas) karunia-Nya (lagi Maha Mengetahui) orang-orang yang gemar mengerjakan amal-amal saleh.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 180 :
180.    (Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil) pelit atau kikir (dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, tetapi kebakhilan itu buruk bagi mereka. Mereka akan dikalungi harta yang mereka bakhilkan) tidak dikeluarkan zakatnya (pada hari Kiamat) yaitu dililitkan ular dilehernya, lalu ular itu mematuknya (Milik Allah-lah segala warisan Langit dan di Bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan).
Qur’an surat At-Taubah ayat 34-35 :
34.  (….Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah) yaitu emas dan perak yang telah dimilikinya selama 1 tahun dan telah mencapai nisab tetapi tidak dikeluarkan zakat maalnya (maka beritahukanlah kepada mereka) bahwa mereka (akan) mendapat (siksa yang pedih).
35.  (Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam Neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung dan punggung mereka) lalu dikatakan kepada mereka (: “Inilah harta benda kalian yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kalian simpan itu”) sebagai pembalasannya.
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 24 :
24.  (Orang-orang yang kikir) yang tidak mau menunaikan kewajibannya untuk  membayar zakat, infaq dan sedekah (dan) malah (menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling) tidak mau menunaikan apa yang telah diwajibkan atasnya (maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji).

Kedengkian dan kebencian kepada orang lain pun dapat meningkatkan kadar hormon yang diproduksi oleh kelenjar thyroid yang berpengaruh terhadap kinerja dan fungsi semua organ tubuh lain serta menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan kondisi jiwa, yaitu penyakit alergi, radang usus, radang sendi, rematik dan akan bertambah parah jika orang tersebut merasa tertekan, gelisah, dan putus asa. Zakat juga melatih jiwa supaya jujur, amanah (bisa dipercaya), ikhlas, mementingkan orang lain yang membutuhkan, saling menyayangi, dermawan, rela berkorban dan mampu mengendalikan nafsunya yang menyuruh kepada keburukan, sehingga dirinya dan orang yang ada di sekitarnya terbebas dari rasa takut, sifat-sifat tersebut akan mengikis sifat-sifat buruk, seperti suka menipu, suka menfitnah dan memutar balikkan fakta, korupsi, riba dan suka memakan harta orang lain secara batil (zhalim). Maka akan tercipta masyarakat Islam yang harmonis dan kokoh dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang ekonomi. Allah pasti akan mengganti harta yang ditunaikan zakat, infaq dan sedekahnya dengan harta yang lebih banyak, lebih baik dan lebih berkah.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 177, 215, 245, 254, 261-265, 267, 271-272, 274 dan 277 :
177.    (Kebaktian) ibadah (itu bukanlah dengan menghadapkan wajahmu) dalam shalat (ke arah timur dan barat,  tetapi orang yang berbakti itu ialah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab) kitab-kitab wahyu dari Allah (dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya) berupa infaq dan sedekah (kepada kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir) yang memerlukan pertolongan (dan orang-orang yang meminta-minta dan) memerdekakan (budak dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan ketika sedang berperang. Mereka itulah orang-orang yang benar) keimanannya dan kebaktiannya (dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa) kepada Allah.
215.    (Mereka bertanya kepadamu) wahai Muhammad (tentang apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah : “Apa saja harta yang kamu nafkahkan) berupa infaq dan sedekah (hendaklah) diberikan (kepada orangtua, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”) yang kehabisan bekal (Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui).
245.    (Siapakah yang bersedia memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik) yaitu menafkahkan hartanya di jalan Allah (maka Allah akan melipatgandakan) pembayaran kepadanya (hingga berlipat-lipat. Dan Allah menyempitkan dan melapangkannya) rezeki itu terhadap orang yang dikehendaiki-Nya (dan kepada-Nya kamu dikembalikan).
254.    (Wahai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah) di jalan Allah (sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu) dengan zakat, infaq dan sedekah (sebelum datang suatu hari) yaitu hari Kiamat (ketika tidak ada lagi jual beli) tebusan (dan tidak ada pula persahabatan dan tidak ada lagi syafaat) adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain, syafaat yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafaat bagi orang-orang kafir (Dan orang-orang yang kafir merekalah orang-orang yang zhalim).
261.    (Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah) contohnya : menyantuni anak-anak yatim-piatu, fakir, miskin, duafa, jihad, membangun tempat ibadah, sekolah dan amal-amal lainnya (adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan 7 buah tangkai, pada tiap-tiap tangkai) dikali (seratus biji) jumlah pahalanya menjadi 700, jika infaq dan sedekahnya dilakukan di bulan Ramadhan, masih dikali 1000 lagi, maka jumlah pahalanya menjadi 700.000 (Dan Allah melipatgandakan) pahala (bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas) karunia-Nya (lagi Maha Mengetahui) siapa saja yang layak mendapatkan pahala yang berlipat ganda itu.
262.    (Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan cercaan atau) tidak (menyakiti) perasaan si penerima, maka (mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati).
263.    (Perkataan yang baik dan pemberian maaf) atas tikah laku penerima sedekah (lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan menyakiti perasaan) penerima sedekah (Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun).
264.    (Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan) pahala (sedekah-sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan) si penerima sedekah (seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya) pamer dan membangga-banggakan (kepada manusia dan ia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Maka perumpamaannya adalah seperti sebuah batu licin yang di atasnya ada tanah, lalu) batu itu (ditimpa oleh hujan lebat, hingga menjadilah licin tandas) bersih tidak ada tanahnya lagi (Mereka) yaitu orang-orang yang sedekah dengan maksud riya (tidak menguasai sesuatupun dari hasil usaha mereka) tidak mendapat pahala dari Allah di dunia dan di akhirat (Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir).
265.    (Dan perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi) lalu (ditimpa oleh hujan lebat, hingga menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika tidak ditimpa oleh hujan lebat, maka hujan gerimis) pun sudah cukup karena letaknya di ketinggian itu (Dan Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan).
267.    (Wahai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah) tunaikanlah zakatnya (sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari) hasil (Bumi untuk kamu dan janganlah kamu sengaja) memilih yang jelek (daripadanya) lalu (kamu keluarkan untuk zakat, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya kecuali dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji).
271.    (Jika kamu menampakkan sedekah-sedekah) mu (maka itu baik sekali) karena tujuannya supaya dicontoh orang lain (Dan sebaliknya, jika kamu menyembunyikan) sedekah, itu lebih baik dari menampakkannya, karena menampakkan itu dapat menimbulkan riya pada diri si pemberi dan dapat pula menyakitkan hati orang yang diberi (dan kamu berikan kepada orang-orang miskin, maka) menyembunyikan (itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapus daripadamu sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan).
272.    (….Dan apa saja) harta (yang baik yang kamu nafkahkan) di jalan Allah (maka) pahalanya (untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu menafkahkan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta) yang baik (yang kamu nafkahkan, niscaya akan diberikan kepadamu) pahalanya (dengan cukup, dan kamu tidaklah akan dirugikan) sedikitpun.
274.    (Orang-orang yang menafkahkan harta mereka, baik malam maupun siang, secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati).
277.    (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati).
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 92 dan 133-134 :
92.  (Kamu tidak akan memperoleh kebajikan) yang sempurna yang mendapatkan pahala Surga (sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai) di jalan Allah (Dan apa saja yang kamu nafkahkan, tentang hal itu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui).
133.    (Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas Langit dan Bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa).
134.    Yaitu (orang yang menafkahkan) hartanya di jalan Allah (baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan yang dapat menahan amarahnya dan yang memaafkan) kesalahan (manusia) yang menzhaliminya (dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan).
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 11 dan 18 :
11.  (Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik) berupa zakat, infaq dan sedekah (maka Allah akan melipatgandakan) balasan (pinjaman itu untuknya, dan ia memperoleh pahala yang banyak).
18.  (Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan) Allah dan rasul-Nya (baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik) berupa zakat, infaq dan sedekah (maka Allah akan melipatgandakan) pembayarannya (kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak).

Orang yang suka bersedekah tubuhnya sehat dan kebal dari penyakit, bahkan agen kanker tidak akan menyerang tubuhnya. Jika sistem kekebalan tubuh kuat, tubuh akan bebas dari sel-sel yang rusak atau materi asing yang bisa menjadi penyebab penyakit. Zakat bagi pemberi zakat akan menghindarkan dari bencana dan malapetaka serta membukakan baginya pintu-pintu rejeki dan akan menghilangkan amarah, dendam, kebencian, iri dan kedengkian dari hati kaum fakir dan miskin. Sehingga mereka tidak membenci golongan yang kaya, maka akan terwujud masyarakat yang rukun dan peduli kepada sesama. Zakat untuk mengatur dan menciptakan kesejahteraan masyarakat serta menyeimbangkan kehidupan ekonomi mereka sehingga menghilangkan kesenjangan sosial dan menambah kebaikan dan keberkahan rejeki pada para pemberi zakat, infaq dan sedekah.
Dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulillah saw bersabda :
“Obatilah penyakit kalian dengan sedekah (shadaqoh)”. Hadits riwayat Thabrani dan Baihaqi.
Sedekah itu obat penyembuh berbagai macam penyakit baik jasmani maupun rohani karena keduanya memiliki hubungan erat yang saling mempengaruhi (logikanya, semakin berat dan parah penyakit jasmani dan rohaninya maka seharusnya semakin banyak sedekahnya). Zakat mencegah psikosomatis yaitu gejala penyakit pada tubuh manusia yang dipengaruhi oleh kondisi jiwa. Orang yang menderita penyakit rohani, seperti depresi bisa sembuh jika mereka membiasakan diri untuk memberi, berbagi dan memperhatikan kepentingan orang lain, kebiasaan tersebut merupakan obat yang paling efektif untuk menyembuhkan depresi. Setelah menolong orang yang membutuhkan dengan bersedekah, muncul perasaan bahagia yang ternyata mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dengan munculnya perasaan bahagia pada orang yang telah beramal saleh, maka sistem kekebalan tubuhnya akan meningkat, sehingga tubuhnya lebih kebal dari serangan penyakit.

Ketika seseorang merasa bahagia setelah memberikan zakat, infaq dan sedekah, terjadi penambahan protein jenis A yang disebut sel kekebalan, karena tubuh memproduksi sel-sel kekebalan (IgA = Immunoglobulin A atau antibodi), Immunoglobulin adalah senyawa protein yang digunakan tubuh untuk melawan penyakit yang berasal dari virus, bakteri, racun bakteri dan sebagainya, Immunoglobulin diproduksi oleh sel darah putih jenis limfosit sel B. Immunoglobulin termasuk kelompok glikoprotein yang mempunyai struktur dasar yang sama yang terdiri dari 83-96% polipeptida dan 18% karbohidrat, Immunoglobulin adalah sub kelas rantai panjang yang dibagi menjadi Immunoglobulin A, E, M, D, G. Immunoglobuli A (IgA) ditemukan pada bagian-bagian tubuh yang dilapisi oleh selaput lendir, misalnya hidung, mata, saluran pernafasan termasuk paru-paru, pencernakan, usus dan vagina. IgA juga ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya, seperti air mata, air liur, colostrom ASI, getah lambung, dan sekresi usus. Antibodi ini juga melindungi janin dalam kandungan dari berbagai penyakit. IgA yang terdapat dalam colostrom ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba karena tidak terdapat dalam tubuh bayi yang baru lahir. IgA adalah sel yang bertugas melindungi tubuh dari bakteri dan mikroba yang sering menyerang sistem pernapasan dan pencernaan. Imunoglobulin A juga melancarkan peredaran darah, menghasilkan hormon pemicu aktivitas, menurunkan kecepatan detak jantung dan meringankan rasa sakit jasmani dan rohani. Dalam dunia kedokteran, hormon pemicu aktifitas itu disebut hormon bahagia yang melindungi manusia dari serangan berbagai penyakit yang ringan maupun yang berat, terutama serangan jantung, radang pencernakan dan usus 12 jari, nyeri lambung, juga gangguan pada proses sekresi dan sebagainya.
Fungsi limpa adalah membunuh kuman penyakit, menghancurkan sel darah merah yang sudah tua, membentuk sel darah putih (leukosit) yang memproduksi Immunoglobulin dan antibodi. Dan ada hubungan yang tidak terpisahkan antara jaringan pembuluh otak dan kelenjar limpa.

Dari Rafi” bin Khudaij, Rasulullah saw bersabda :
“Sedekah dapat menutupi (mencegah)70 pintu kejelekan (balak/musibah/bencana/bahaya/malapetaka)”. Hadits riwayat Thabrani.
Shadaqoh atau sedekah yang dilakukan perorangan atau masyarakat, berdampak besar untuk pencegah berbagai macam penyakit jasmani dan rohani, balak/musibah/bencana/bahaya/malapetaka meskipun dilakukan oleh orang Islam yang jahat atau berdosa (apalagi dilakukan oleh orang Islam yang baik dan taat), bahkan jika dilakukan oleh orang kafir yang jahat maupun yang baik. Karena perintah zakat, infaq dan sedekah itu merupakan perintah yang berlaku umum untuk semua golongan masyarakat.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 9 :
9.      (Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, bahwa untuk mereka ampunan dan pahala yang besar) yaitu Surga.
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 3-4 :
3.      (Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) yaitu kepada orang-orang yang berhak menerima.
4.      (Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia) yaitu Surga.
Qur’an surat An-Nahl ayat 97 :
97.  (Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik pria maupun wanita dalam keadaan beriman) Islam (maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan).
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 29 :
29.  (Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu) janganlah berperilaku sangat pelit  (dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya secara berlebihan) janganlah terlalu sangat dermawan (karena itu kamu menjadi tercela) bagi orang yang sangat pelit (dan menyesal) bagi orang yang terlalu sangat dermawan.
Qur’an surat Al-Furqaan ayat 67 :
67.  (Dan orang-orang yang apabila menginfaqkan) harta (mereka tidak berlebihan, dan tidak) pula (kikir, dan adalah) membelanjakan harta (di antara keduanya secara wajar).
Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 7 dan 9 :
7.      (Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, pasti akan Kami hapus dosa-dosa mereka dan pasti akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan) Huud ayat 114.
9.      (Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, pasti Kami masukkan mereka ke dalam golongan orang-orang yang saleh).
Qur’an surat Saba’ ayat 39 :
39.  (Katakanlah : “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan baginya”) bagi siapa yang dikehendaki-Nya (Dan barang apa saja yang kalian nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya).
Qur’an surat Fushshilat ayat 8 dan 46 :
8.      (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, mereka mendapat pahala yang tidak putus-putusnya) At-Tiin ayat 6.
46.   (Barangsiapa mengerjakan amal yang saleh, maka pahalanya untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat, maka dosanya untuk dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya).
Qur’an surat Muhammad ayat 38 :
38.  (Ingatlah kalian, kalian ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan harta kalian di jalan Allah. Maka di antara kalian ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya ia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Maha Kaya sedangkan kalianlah orang-orang yang berhajat) mempunyai permohonan kepada Allah untuk dikabulkan oleh-Nya, supaya Allah ridha dan cepat mengabulkan permohonan, maka zakat harus ditunaikan dan permohonan doa harus disertai infaq dan sedekah (dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti kalian dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kalian ini).
Qur’an surat Al-Munaafiquun ayat 10 :
10.  (Dan belanjakanlah) di jalan Allah (sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian) yaitu rezeki (sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian) setelah kematian menjemputnya, ia menyesal karena belum menunaikan zakat, infaq dan sedekah atau sudah menunaikan kewajibannya untuk membayar zakat tetapi belum infaq dan sedekah (lalu ia berkata : “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan) kematian (ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”).
Qur’an surat Al-Muddatstsir ayat 6 :
6.      (Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak).
Qur’an surat At-Taghaabun ayat 9, 16-17 :
9.      Ingatlah (Hari) ketika (Allah mengumpulkan kalian pada hari pengumpulan, itulah hari ditampakkannya kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar).
16.  (Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung).
17.  (Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik) berupa infaq dan sedekah (niscaya Allah melipatgandakan balasannya) berupa pahala di dunia dan di akhirat (kepada kalian dan mengampuni) dosa-dosa (kalian dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun).
Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 11 :
11.  (….Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya).
Qur’an surat Al-An’aam ayat 160 :
160.    (Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat, maka ia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya) dirugikan.
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 8-9 :
8.      (Timbangan) amal-amal perbuatan (pada hari itu) yaitu hari perhitungan (adalah benar) adil (maka barangsiapa berat timbangan) kebaikan (nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung) Al-Mu’minuun ayat 102.
9.      (Dan siapa yang ringan timbangan) kebaikan (nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami) Al-Mu’minuun ayat 103.
Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 47 :
47.  (Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorangpun dirugikan barang sedikitpun. Dan jika) amalan itu (hanya seberat biji sawi, Kami) pasti (mendatangkan) pahala (nya. Dan cukuplah Kami menjadi pembuat perhitungan).
Qur’an surat Al-Qaari’ah ayat 6-9 :
6.      (Adapun orang-orang yang berat timbangan) kebaikan (nya).
7.      (Maka ia berada dalam kehidupan yang memuaskan).
8.      (Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan) kebaikan (nya).
9.      (Maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah).


Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr. Jamal Elzaky dan berbagai sumber.