18 Januari, 2016

BANGUNAN-BANGUNAN YANG DIBANGUN FIR’AUN


Necropolis adalah kawasan membentang sepanjang 40 km, di dalamnya terdapat lebih dari 100 buah Piramida yang menakjubkan, serta ratusan makam para kerabat firaun, pendeta, dan pejabat-pejabatnya, areanya lebih luas dari kawasan Lembah Raja di Luxor Barat. Masih tentang Necropolis alias Kota Pekuburan Giza – Memphis, kompleks yang dibangun Fir’aun Cheops (Khufu) dari dinasti ke-4 ini memiliki luas sekitar 13 hektare. Di dalamnya ada 3 Piramida utama yang dibangun oleh anak cucu Fir’aun Sneferu yang membangun Piramida bengkok di Dahshur. Yang tertinggi adalah yang dibangun oleh Fir’aun Cheops (2589 – 2566 SM), tingginya saat dibangun adalah 146 meter, tetapi kemudian runtuh di bagian ujungnya sehingga tinggal 136 meter. Yang sangat menarik, dari suatu kawasan Necropolis yang membentang sepanjang puluhan kilometer itu tidak ditemukan artefak istana para firaun secara signifikan di bekas ibu kota Kerajaan Mesir Lama, Memphis. Hal ini karena istana para fir’aun Kerajaan Mesir Lama, Tengah dan Baru serta rumahnya para orang elit Mesir kuno itu dibuat dari kayu dan batu bata atau tanah yang dikeraskan, makanya cepat rusak dan hancur sehingga hampir 100% tidak ditemukan lagi peninggalannya. Justru yang masih bisa ditemukan di Giza adalah banyaknya bangunan Piramida kuburan para fir’aun, kerabatnya, para pejabatnya dan para pendeta karena kuburan tersebut di dibuat dari bebatuan yang tahan lama dengan harapan jenazah yang tersimpan di dalamnya tetap utuh, awet dan aman. Hal ini terkait dengan filosofi masyarakat Mesir kuno, yang memandang kehidupan sesudah mati jauh lebih penting dibandingkan kehidupan sekarang. Kebanyakan raja Mesir kuno bersegera menyiapkan kuburannya sesaat sesudah dilantik sebagai raja. Hari itu dilantik, hari itu juga para fir’aun tersebut merancang kuburan untuk menyimpan jenazahnya kelak jika meninggal. Baik dalam bentuk Mastaba, Piramida yang spektakuler, di gua karang ataupun di perbukitan batu yang berbentuk mirip Piramida yang dilubangi yang disulap menjadi Valley of The Kings (Lembah Raja-raja).

Tentang proses pembangunan Piramida yang masih kontroversial, sekaligus menakjubkan banyak pihak. Terutama Piramida Cheops yang paling tinggi dengan ruang raja alias King’s Chamber yang dibuat dari batu granit utuh seberat puluhan ton. Dalam wacana umum di kalangan arkeolog dipercayai bahwa Piramida Cheops (Khufu) dibangun selama lebih dari 20 tahun, hampir sepanjang masa kekuasaannya. Ia mengerahkan tenaga kerja lebih dari 100 ribu orang yang bekerja secara bergantian, dibantu tak kurang dari 20 ribu binatang ternak. Binatang-binatang ini digunakan untuk menarik batu-batu besar penyusun Piramida yang beratnya antara 2,5 ton sampai 15 ton, yang tidak mungkin tenaga manusia bisa mengangkatnya. Piramida bagian bawah berfungsi sebagai fondasi, sehingga harus berukuran lebih besar dan lebih kuat. Setiap blok batu berukuran lebar 1 meter, panjang 2,5 meter, dan tinggi 1,5 meter. Bobot setiap batu mencapai 6,5 – 10 ton. Sedangkan di lapisan yang lebih tinggi bobotnya lebih rendah, yaitu sekitar 1,3 ton, dengan ukuran 1 x 1 x 0,5 meter. Biasanya, para ahli Mesir kuno menyebut bobot rata-rata batu sebesar 2,5 ton. Jadi kalau dikalikan dengan jumlah batu Piramida sebanyak 2,5 juta, maka bobot Piramida Cheops itu kira-kira sebesar 6,25 juta ton di dalamnya dikubur jenazah Fir’aun Cheops. Tentu ini membawa konsekuensi desain yang luar biasa, mulai dari kekuatan tanah pendukungnya, pondasinya, jenis batu yang dipakai, ukuran dan kepadatannya, sampai kepada bentuknya agar tidak runtuh sebelum waktunya. Juga, tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya. Ternyata semua itu bisa diatasi dengan baik oleh arsitek Piramida Giza bernama : Hemienu, yang masih cucu Fir’aun Sneferu, anaknya Pangeran Nefer-Maat. Karena itu, untuk membangun Piramida Giza ini, kawasan yang dipilih adalah gunung batu kapur Giza. Ada empat alasan yang melandasinya yaitu sbb :
Yang ke-1 : Berhitung pada kemampuan atau daya dukung lahan terhadap beban Piramida yang demikian berat.
Yang ke-2 : Sekaligus sebagai tambang bahan baku untuk Piramida, dengan cara memotong-motong bukit kapur itu  dalam bentuk blok batu berukuran tertentu. Kesamaan jenis batu dengan lahan tempat Piramida itu dibangun menjadikan hitungan konstruksinya menjadi lebih sederhana dan terjamin.
Yang ke-3 : Pemilihan dataran tinggi ini menyebabkan Piramida terbebas dari banjir tahunan Sungai Nil yang selalu meluap menggenangi daerah yang luas, terutama sebelum dibuat bendungan Aswan.
Yang ke-4 : Ini adalah kawasan barat Sungai Nil, yang memang dipersyaratkan bagi kawasan pemakaman para penyembah Dewa Matahari.

Di Kota Aswan terdapat tambang batu granit, karena menurut catatan sejarah, sejumlah situs bersejarah menggunakan batu granit Aswan sebagai pelapis bangunan pentingnya. Diantaranya adalah Chamber of The King atau ruang mumi fir’aun yang ada di Piramida Giza. Di sepanjang tepian Sungai Nil itu banyak terdapat bukit-bukit granit merah keabu-abuan. Dan di perbukitan di sekitar Aswan, terdapat sejumah kawasan yang mengandung batu granit merah dengan kualitas tinggi. Batu granit Aswan disukai oleh para fir’aun untuk melapisi bagian tertentu dari Piramida, agar bisa bertahan ribuan tahun. Sebab, sebagian besar bebatuan Piramida itu memang dibangun dari batu kapur yang tidak sekeras granit. Sehingga lebih mudah lapuk termakan usia. Sedangkan granit dengan kepadatan yang lebih tinggi memiliki kekerasan dan daya tahan yang lebih lama, serta memberikan hawa sejuk ke dalam ruangan. Hanya saja, yang masih membuat penasaran para peneliti peradaban Mesir kuno adalah tentang bagaimana para pekerja di zaman itu membawa bongkahan-bongkahan batu granit yang berukuran besar dari Aswan ke Giza. Karena bagian atas Chamber of The King itu ternyata terbuat dari batu granit utuh seberat 50 ton. Berdasarkan catatan dan lukisan pada kertas papirus, memang disimpulkan bahwa batu-batu dari Aswan dibawa ke Giza yang berjarak lebih dari 900 km, dengan menggunakan perahu. Mereka memanfaatkan Sungai Nil sebagai jalur transportasinya. Tetapi, perahu sebesar apakah yang mampu mengangkut batu seberat itu? Bagaimana pula teknis loading-nya supaya perahu tidak tenggelam? Dan bagaimana caranya, agar batu itu bisa sampai ke kompleks Piramida Giza, bahkan dinaikkan ke bagian atas Piramida pada ketinggian sekitar 100 meter dari atas tanah? Sebagian pertanyaan itu kini mulai terjawab. Di sebelah Piramida Giza ditemukan ada sebuah perahu yang dikenal sebagai Solar Barque alias Perahu Matahari. Perahu ini dipercaya sebagai alat angkut batu-batu Piramida dan batu-batu granit itu dimuat oleh dua buah perahu yang bergerak secara paralel dengan dihubungkan papan pengangkut batu di bagian tengahnya. Jadi, dua buah perahu itu seperti menjadi ‘pemikul’ di kanan kiri batu. Dengan cara ini, bobot 50 ton menjadi terbagi separonya pada setiap perahu. Selain itu, saat bongkar muatnya juga menjadi lebih rasional. Dan tidak membuat perahu oleng atau pun tenggelam. Karena batu granit tersebut up-loaded dari arah depan perahu langsung ke arah papan pengangkut, dengan menggunakan papan miring yang diberi gelondongan kayu sebagai roller-nya. Begitu juga sebaliknya, ketika down-loaded. Setelah itu, 2 perahu pemikul ditarik oleh perahu lain yang ada didepannya, mengikuti aliran Sungai Nil menuju ke kawasan Giza. Untuk menempuh jarak 900 km itu, perahu membutuhkan waktu sebulan, karena kecepatan aliran Sungai Nil hanya sekitar 30 km per hari. Masyarakat Mesir kuno ternyata tidak asing dengan ilmu-ilmu fisika dan matematika terkait dengan konstruksi bangunan, bahkan mereka termasuk ahli di dalam bidang ini. Sehingga bisa membuat bangunan-bangunan yang megah dan menakjubkan seperti berbagai Piramida tempat ia dimakamkan, yang bisa bertahan selama ribuan tahun. Mereka memanfaatkan hukum alam yang telah tersedia di sekitarnya dengan sangat cerdas dan cerdik. Maka, sesampai di kawasan Giza, perahu pengangkut batu-batu granit itu dibelokkan lewat kanal-kanal menuju depan kompleks Piramida, dengan cara ditarik oleh ratusan orang. Dugaan itu menjadi rasional, karena ternyata antara Sungai Nil dan kompleks Piramida itu memang ada kanal tua, yang disebut sebagai Kanal Memphis. Dan ujungnya berada di sebelah patung Spinx yaitu singa berkepala manusia, di dekat Piramida Cheops..!

Di lokasi Lembah Raja dipilih oleh Fir’aun Thutmosis (Thotmses) I yang berkuasa di tahun 1528 – 1510 SM dan kemudian diikuti oleh raja-raja sesudahnya sebagai kuburannya. Dalam mitologi Mesir kuno, jenazah para mumi akan memasuki alam keabadian jika mereka dikuburkan di bawah bangunan berbentuk Piramida. Karena itu, meskipun mereka tidak membangun Piramida seperti di zaman Old Kingdom dan sebagian Middle Kingdom, para fir’aun Kerajaan Mesir Baru termasuk Fir’aun Merneptah menerapkan filosofi yang sama, yaitu memilih perbukitan batu yang berbentuk mirip Piramida sebagai makamnya. Makam, dalam tradisi para penyembah Matahari selalu ditempatkan di tepi barat Sungai Nil, ni menjadi simbol pertemuan mereka dengan sang Dewa Matahari Amun-Ra di tempat tenggelamnya di ufuk barat. Karena itu, di dinding-dinding lorong makam itu dipahatkan sebentuk cerita, bahwa orang yang mati akan bertemu dengan Dewa Matahari setelah berlayar menggunakan perahu menuju alam keabadian dengan melewati 12 pintu. Setelah melewati pintu-pintu itu, mereka berharap bertemu dengan Dewa Matahari Amun Ra yang mereka sembah saat Matahari ‘terbit di esok hari’ di alam keabadian. Di dalam perut bukit batu itu dibuat lorong panjang yang menuju ke ruang penempatan mumi di bagian paling ujung. Di sepanjang lorong itulah dibuat ruang-ruang untuk menempatkan perbekalan. Dan di sepanjang dindingnya dipahatkan berbagai ornamen dan gambar yang mengisahkan sejarah hidup sang firaun sampai perjalanannya menuju alam keabadian. Cerita itu disebut sebagai ‘Kitab Kematian’. Jika jenazah para firaun Kerajaan Mesir Baru di Lembah Raja di sebelah barat Sungai Nil dimasukkan ke dalam perut ‘bukit batu asli’ berbentuk mirip Piramida. Maka di Necropolis ini jenazah para firaun Kerajaan Mesir Lama dan kerabatnya dimasukkan ke dalam perut ’bukit batu buatan’ bangunan berbentuk Piramida yang menjulang tinggi puluhan meter ke angkasa. Hal ini tentu saja jauh lebih dahsyat karena membutuhkan keahlian dan waktu konstruksi selama bertahun-tahun.

Ide dasar (pertama) pembuatan Piramida datang dari seorang arsitek multitalenta yang terkenal zaman itu bernama Imhotep, seorang arsitek yang hidup pada abad 27 SM. Awalnya, makam-makam fir’aun Mesir kuno hanya berbentuk Mastaba. Yaitu sebuah ruangan yang dibentuk dari tumpukan batu yang di dalamnya ada peti mumi firaun. Imhotep memgembangkannya menjadi sebuah bangunan Piramida yang monumental. Karena jasa dan ide-idenya yang brilian, di kawasan Necropolis itu kini didirikan sebuah Museum Imhotep. Di dalamnya, kita bisa menyaksikan bagaimana karya-karyanya dalam membangun sebuah Piramida. Proses pembangunan sebuah Piramida benar-benar pekerjaan raksasa yang luar biasa menakjubkan. Baik dari segi jumlah pekerja yang terlibat, maupun jumlah batu penyusunnya. Diperkirakan, batu penyusunnya berjumlah 2,3 – 2,5 juta, tergantung pada ukurannya. Sebab, ukuran batu di bagian bawah adalah lebih besar dibandingkan yang berada di bagian atas. Karya pertama Imhotep adalah Piramida tertua Sakkara, bentuknya unik berbeda dari Piramida-piramida lainnya. Bangunan yang menjadi makam Fir’aun Djoser dari Dinasti ke-3 di zaman Old Kingdom itu berbentuk bangunan bertingkat yang mengecil di bagian paling atas, tingginya 60 meter, terdiri dari 6 tingkat, terbuat dari blok-blok batu kapur yang ditumpuk secara berjenjang. Piramida ini sering juga disebut sebagai Piramida Djoser, nama fir’aun yang berkuasa di tahun 2667 – 2648 SM.

Imhotep adalah orang Qibthi (Mesir asli) jelas dia bukan Nabi Yusuf as bin Ya’qub as bin Ishaq as bin Ibrahim as yang orang Israel. Makanya Imhotep tidak tahu cara menyimpan biji gandum supaya awet selama 7 tahun masa paceklik dan setelah 7 tahun masa kesulitan berlalu, biji-biji gandum tersebut yang disimpan bersama tangkainya tidak mengalami perubahan sedikitpun, baik isi, kandungan gizinya maupun kemampuannya untuk tumbuh, berkembang dan berbuah, sehingga masih bisa dibuat bibit untuk ditanam lagi, tidak punya pikiran untuk membuat 3 kanal (sungai) yang dilewatkan ke daerah pertanian seluas 340.000 ha di Kota Fayoum untuk mengalirkan air Sungai Nil ke Danau Qarun yang memiliki ketinggian 45 meter di bawah laut. Sehingga sulit menggunakan air danau tersebut jika tidak dibuatkan kanal untuk menyambungkan Sungai Nil dengan Danau Qarun yang berjarak 100 km untuk mengairi kawasan yang lebih tinggi di sekitarnya supaya air Danau Qarun itu bisa dimanfaatkan yang membuat kota tersebut menjadi daerah paling subur dan menjadi lumbung pangan di Mesir sampai sekarang. Padahal Fir’aun Ramses II gagal meniru membuat kanal seperti yang ada di Fayoum dengan menghubungkan Sungai Nil dengan Laut Tengah karena dia tidak mendapat pertolongan dari Allah. Imhotep tidak mengetahui cara membuat kincir angin yang berjumlah ratusan untuk meratakan distribusi irigasinya untuk bisa mengatasi masa paceklik panjang di Mesir dan daerah-daerah di sekitarnya dan juga Imhotep tidak bisa membangun 360 desa untuk lumbung pangan hanya dalam waktu sekitar 2 bulan saja yang mustahil selesai dikerjakan jika tanpa pertolongan dari Allah dengan diturunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu Nabi Yusuf as pada abad ke-17 SM karena zaman itu belum ada alat-alat modern. Yang mengetahui semua hal tersebut di atas hanyalah Nabi Yusuf as karena dia seoramg muslim dan seorang rasul Allah yang mendapat pertolongan dan pengetahuan itu dari Allah melalui wahyu, sementara Imhotep tidak mendapatkan wahyu dari Allah karena ia bukan nabi apalagi rasul, Imhotep adalah orang musyrik penyembah berhala. Paceklik panjang itu terjadi abad ke-17 bukan pada abad ke-27 zaman Fir’aun Djozer berkuasa tetapi ketika penguasa Mesir pada zaman itu dipegang bangsa asing yaitu bangsa Hyksos yang sezaman dengan Nabi Yusuf as sewaktu tinggal di Mesir dahulu. Ini dibuktikan berdasarkan Dokumen Hieroglyph yang tertera dalam Daftar Penguasa Mesir di Turin, disebutkan, pernah penguasa Mesir kuno tidak bergelar “Fir’aun” (Per-Ah, Pher-Aoh) melainkan bergelar  Malik“ (Raja).  Dokumen Hieroglyph di situs Turin itu menunjukkan mukjizat Al-Qur’an surat Yuusuf ayat 43, 50, 51, 54, 72, 76 karena di ayat-ayat tersebut penguasanya disebut raja bukan fir’aun, jadi bisa dipastikan bukan Fir’aun Djozer karena ia orang Qibthi dan penyembah berhala sama dengan Imhotep. Raja Hyksos yang mendapatkan mimpi dari Allah tentang 7 ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi betina yang kurus-kurus (Yuusuf ayat 43) yang ditafsirkan oleh Nabi Yusuf as bahwa akan terjadi 7 tahun masa subur kemudian akan terjadi 7 tahun masa paceklik (Yuusuf ayat 47-49). Dan mimpi Raja Hyksos tersebut bukan dari Dewa Khnum dewa Sungai Nil, nama-nama yang para penyembah berhala bangsa Mesir kuno membuat-buatnya, hal ini sama dengan yang dilakukan oleh orang-orang musryik Mekkah. Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun tentang nama-nama itu, Yuusuf ayat 40 dan An-Najm ayat 19-20, 23, lagi pula dewa-dewa tidak ada dan semua itu hanya angan-angan kosong yang dibisikan oleh setan ke dalam hati manusia untuk menyesatkan mereka yang menjadikan setan sebagai pelindungnya, An-Nisaa’ ayat 119-120 dan yang mengikuti langkah-langkah setan.

Dan Bani Israil datang ke Mesir yang waktu itu masih berjumlah puluhan orang pada tahun ke-2 masa paceklik panjang masih berlangsung. Ini terbukti dalam penelitian arkeologi modern, bahwa kawasan Fayoum itu ternyata pernah menjadi permukiman mereka. Bani Israil saat itu bisa memperoleh izin tinggal di sana pada abad ke-17 SM karena yang berkuasa di Mesir pada waktu itu adalah bangsa Hyksos yang berasal dari kawasan yang sama yaitu dekat Palestina. Di masa itu, Kerajaan Mesir Menengah kembali terpecah belah, kondisi Mesir yang lemah mengundang invasi musuh dari luar dengan ditandai serangan bangsa Hyksos yang dengan mudah menguasahi dan menjajah Mesir. Bagi bangsa Mesir, masa kekuasaan bangsa Hyksos adalah kecelakaan sejarah, memang ironi, bangsa Mesir yang kuat serta memiliki pengetahuan dan kebudayaan yang tinggi dapat ditaklukan oleh bangsa Hyksos, yaitu suatu bangsa penggembala yang dianggap kasta (ras) rendah bagi bangsa Mesir kuno dan merupakan pendatang di wilayah kekuasaan Kerajaan Mesir, padahal fir’aun-fir’aun Mesir itu mengaku dirinya “tuhan” dan rakyatnya juga mempercayainya sebagai “tuhan” (Dewa Horus yaitu dewa Langit dan pelindung Dewa Matahari Ra), mengapa bisa ditaklukan oleh bangsa manusia, lebih ironi lagi bangsa manusia itu dianggap ras rendah. Oleh karena itu, keturunan Dinasti ke-XIV yang kakek moyangnya pernah ditaklukan dan disingkirkan ke Kota Thebes (Luxor modern) kemudian diturunkan derajatnya dari fir’aun Mesir menjadi hanya sebagai pangeran atau vazal (penguasa bawahan) dan harus membayar pajak kepada Raja Hyksos. Maka Pangeran Ahmose berupaya untuk menghilangkan jejak sejarah bangsa Hyksos dengan mengobarkan perang kemerdekaan dan akhirnya berhasil mengalahkan bangsa Hyksos dan yang masih tersisa melarikan diri sampai ke Saruhen - Palestina, Pangeran Ahmose dan bala tentaranya terus mengejar, kemudian memusnahkan mereka setelah dikepung selama 5 tahun. Tetapi bangsa Hyksos lebih cerdik dalam strategi perang dan terampil membuat alat-alat pertanian, senjata dan roda kereta tempur dari bahan perunggu. Bangsa Hyksos telah mengenal kuda untuk menarik kereta perang dan sudah mengenakan zirah (baju besi) yang dipakai saat peperangan sebelum bangsa Mesir mengenalnya. Pengetahuan bangsa Hyksos tentang teknologi yang masih terasa asing bagi bangsa Mesir tersebut membuat bangsa Mesir tertunduk lesu dan kemudian menyerah. Akhirnya Kerajaan Mesir Baru menyerap tehnologi dan budaya bangsa Hyksos sehingga Mesir menjadi kerajaan yang semakin kuat dan pertaniannya menjadi semakin maju dengan tehnologi baru dari bangsa Hyksos.
Qur’an surat Al-Qashash ayat 38 :
38.  (Dan berkata Fir’aun) Merneptah (: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku sendiri. Maka bakarlah hai Haman) dia hidup sekitar abad ke-12 SM dan dia adalah pejabat tinggi kerajaan dan orang kepercayaan Fir’aun Merneptah dan tidak pernah diperintah untuk membangun Piramida, karena Fir’aun Merneptah dan semua raja Dinasti ke-19 dan keluarganya di kubur di Lembah Raja yaitu perbukitan batu berbentuk mirip Piramida yang dilobangi untuk kuburan mereka dan tidak dikubur di dalam Piramida (untukku tanah liat) yang dicetak menjadi batu bata merah, yaitu bahan untuk membangun istana, menara, rumah dan semacamnya. Tetapi jika para fir’aun Mesir kuno membangun kuil atau kuburan, maka mereka menggunakan bahan dari bebatuan, maksudnya supaya bangunannya tahan lama sehingga mumi di dalamnya tetap utuh, awet dan aman sekaligus untuk mempersiapkan supaya perjalanannya ke akhirat lebih lancar. Menurut kepercayaan bangsa Mesir kuno penyembah berhala (pagan), fir’aun yang masih hidup menjadi Dewa Horus, sedangkan fir’aun yang telah mati itu dipercaya menjadi Dewa Osiris dan jiwanya  dinamai ‘Ka’, dipercaya masih tetap berada ditubuhnya jika muminya tidak rusak, karena itu mumi fir’aun harus dijaga dengan baik supaya tidak rusak, karena jika muminya rusak, dia tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai raja bagi orang-orang mati, jika hal ini terjadi, maka siklus tersebut akan putus dan malapetaka akan menimpa Mesir. Tetapi kenyataannya, mengapa fir’aun-fir’aun yang telah mati dan menjadi mumi tersebut tidak bisa melindungi raja, pejabat, rakyat dan negeri Mesir dari malapetaka azab Allah? Padahal mumi Ramses II yang baru meninggal belum 10 tahun itu, tentu saja muminya masih bagus dan mumi fir’aun-fir’aun yang lain juga belum rusak. Salah satu contohnya, yaitu ketika zaman Nabi Musa as berdakwah di Mesir, lalu Fir’aun Merneptah serta kaumnya mendustakannya dan malah makin bengis kepada Bani Israil, sehingga Allah mengazab mereka dengan 10 macam azab yang menimpa Mesir dan orang-orang Mesir, kemudian Allah menenggelamkan Fir’aun Merneptah, Haman dan bala tentaranya ke dalam laut. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan bangsa Mesir kuno pagan itu hanya tipuan setan dengan membangkitkan angan-angan kosong kepada manusia untuk menyesatkan mereka yang menjadikan setan sebagai pemimpinnya. Piramida adalah kuburan untuk menyimpan jenazah para fir’aun dan keluarganya serta benda-benda yang menyertai jenazah mereka sebagai ‘bekal hidup di sana’ (Kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi) ayatnya menyebut bangunan (menara) bukan Piramida, karena bagi orang Mesir, Piramida adalah kuburan untuk menyimpan mumi para fir’aun Mesir dan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membangunnya (supaya aku dapat naik melihat Tuhan) nya (Musa dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”).

Qur’an surat Al-Mu’min ayat 36-37 :
36.  (Dan berkatalah fir'aun : “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi) menara (supaya aku sampai ke pintu-pintu) Fir’aun Merneptah dan sebagian besar fir’aun New Kingdom tidak pernah membangun Piramida, karena membutuhkan waktu yang sangat lama, tenaga dan biaya yang sangat besar dan harus dirancang oleh arsitek yang handal dan keahliannya di atas rata-rata yang bisa menghasilkan bangunan Piramida yang megah, kuat dan tahan terhadap perubahan kondisi alam yang sangat ekstrim, sehingga bisa bertahan ribuan tahun. Dan arsitek itu adalah Imhotep yang membangun Piramida Sakkara, para arsiteknya Fir’aun Sneferu yang membangun Piramida Merah (Red) dan Bengkok (Bent) di Dahshur dan cucunya Fir’aun Sneferu yaitu Hemienu anaknya Pangeran Nefer-Maat yang membangun Piramida di komplek pekuburan Giza yang bisa bertahan sampai sekarang karena bahan konstruksinya dari bebatuan inti padat, sehingga disebut Piramida asli. Dan hanya fir’aun-fir’aun Dinasti ke-3 dan ke-4 saja yang bisa membangun Piramida yang berkualitas sangat tinggi. Sementara untuk Dinasti ke-5 dan seterusnya, karena mengalami kemunduran kejayaan sehingga mengalami kemerosotan ekonomi negara, juga arsiteknya tidak handal dan bahan konstruksi Piramidanya dari bahan-bahan yang kurang berkualitas, yaitu puing-puing bebatuan yang dibentuk blok-blok batu kapur kecil-kecil seperti batu bata tetapi ukurannya lebih besar. Hal ini menyebabkan Piramida yang dibangun oleh raja-raja Dinasti ke-5 dan seterusnya, semakin lama kualitasnya semakin rendah, maka bangunannya disebut Piramida tak asli. Sehingga Piramida mereka sekarang sebagian tinggal puing-puing dan sebagian lagi tinggal gundukan pasir karena diperparah oleh erosi dari angin gurun yang sangat kencang,  amplitudo suhu di daerah gurun yang ekstrim dan sinar Matahari yang sangat terik selama ribuan tahun menyebabkan cepat terjadi pelapukan batuannya, apalagi jika Piramida itu bahan konstruksinya dari tanah liat yang dicetak lalu dibakar (batu bata merah), maka akan lebih cepat lagi hancurnya. Dan yang membangun Piramida di Sakkara, Dahshur, Necropolis Kota Giza, Hawara, El-Lahun dan lainnya adalah fir’aun-fir’aun Old Kingdom dan sebagian fir’aun-fir’aun Middle Kingdom dari abad 27 SM - 18 SM untuk kuburan mereka. Untuk membangun Piramida itu dibutuhkan waktu puluhan tahun tergantung besar kecil Piramidanya, apa lagi membangun Piramida Giza yang paling besar, maka dibutuhkan waktu lebih dari 20 tahun. Sedangkan Nabi Musa as dari Madyan kembali ke Mesir abad ke-12 SM, dan tinggal di Mesir untuk berdakwah kepada Bani Israil, Fir’aun Merneptah dan kaumnya itu tidak sampai 10 tahun, lalu Nabi Musa as pergi lagi bersama Bani Israil meninggalkan Mesir dengan tujuan ke Palestina untuk melarikan diri dari penindasan dan penganianyaan Fir’aun Merneptah dan kaumnya yang melampaui batas itu.
37.  yaitu (pintu-pintu Langit, supaya aku dapat melihat Tuhan) nya (Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta.” Demikianlah dijadikan fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan) yang benar (dan tipu daya fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian) untuk dirinya sendiri dan pengikut-pengikutnya (kaumnya).

Menurut penelitian dari para ilmuwan dan arkeolog, bebatuan bahan baku pembuatan Piramida di Mesir adalah batu kapur dan batu granit yang diambil dari beberapa tempat, yaitu batu kapur dari Tura, batu granit dari Aswan (batu granit jika mengalami pelapukan akan menjadi tanah liat putih)tembaga dari Semenanjung Sinai untuk dibuat pin sebagai hiasan pintu-pintu batu yang ada di dalam Piramida dan kayu dari Libanon untuk membuat 3 peti mati pembungkus Sarchofagus (peti mati yang terbuat dari batu granit) dan 2 Coffin (peti mati berbentuk tubuh manusia) yang terbuat dari kayu dan 1 coffin yang terbuat dari emas untuk tempat mumi fir’aun, semuanya diangkut melalui Sungai Nil. Buruh-buruh pekerja yang membangun Piramida adalah pekerja bayaran bukan budak dan pekerja bayaran itu berasal dari buruh miskin dan petani Mesir dan rata-rata meninggal pada usia muda yaitu umur 30 tahunan akibat mengalami cedera tulang belakang karena membawa beban yang sangat berat, padahal bangsa Mesir kuno ribuan tahun yang lalu itu badannya tinggi besar sama dengan badannya Bani Israil pada zamannya Nabi Musa as yang juga tinggi besar. Kemudian terungkap pula terdapat cara pertolongan gawat darurat bagi buruh yang cedera dalam kecelakaan kerja dan banyak nyawa yang melayang dalam proses pembuatan Piramida.

TENTANG BATU KAPUR, TANAH LIAT DAN FLUKTUASI SUHU GURUN :
a.      Batu Kapur (CaCO3)
Batu kapur merupakan komponen yang banyak mengandung : Kalsium Karbonat, Magnesium Karbonat, Alumina Silikat, lumpur, pasir, kuarsa, senyawa besi, sisa-sisa organik, tanah liat (makanya ketika diteliti blok-blok batu di Piramida tersebut terdapat kandungan tanah liatnya) dan bahan-bahan lainnya. Batu kapur adalah batuan sedimen yang mudah lapuk, terlebih di daerah gurun akan sangat cepat dan mudah lagi mengalami pelapukan. Batu kapur yang mengandung senyawa besi dan sisa-sisa organik menyebabkan menjadi berwarna abu-abu hingga kuning.
b.      Tanah Liat/Clay (Al2SiO7.xH2O)
Semua jenis tanah liat adalah hasil pelapukan kimia yang disebabkan adanya pengaruh air dan gas CO2 dari batuan adesit, granit dan treakti. Batu-batuan ini menjadi bagian yang halus, tidak larut dalam air dan mengendap berlapis-lapis, lapisan ini tertimbun tidak beraturan. Tanah liat bercampur dengan material lain antara lain  Besi Oksida, Kalium Oksida, Natrium Oksida, Phosphor Oksida dan bahan organik. Komponen utama pembentuk tanah liat adalah senyawa alumina silikat hidrat. Sifat dari tanah liat bila dipanaskan atau dibakar akan memampat dan menjadi keras. Sumber : rhdyah.blogspot.com.
c.       Angin dan Fluktuasi Suhu Gurun
Angin gurun yang sangat kencang menyebabkan erosi batuan, sinar Matahari yang sangat terik dan perbedaan suhu yang sangat tajam di gurun antara siang dan malam, jika siang suhunya bisa mencapai 50 derajat Celsius bahkan bisa lebih dan malamnya bisa turun tajam sampai 0 derajat Celsius bahkan lebih turun lagi suhunya, menyebabkan bebatuan yang keras dan besar cepat mengalami pelapukan secara fisika yang menyebabkan materi-materi batuan di daerah gurun menjadi hancur melapuk, yang berukuran besar menjadi kecil, yang berukuran kecil menjadi kerikil, yang kerikil melapuk menjadi pasir. Dan ketika angin gurun yang sangat kencang mengeruk batuan yang hancur dan mengangkut pasir-pasir halus, lama-kelamaan menumpuk menjadi bukit pasir. Jika pelapukan terus terjadi dalam waktu yang lama, misalnya selama ribuan tahun, maka akan mendukung terbentuknya lautan pasir atau membuat gurunnya semakin luas, termasuk bebatuan Piramida. Maka banyak Piramida yang kualitas bebatuannya tidak bagus dan berukuran kecil-kecil akan menjadi puing-puing bahkan cepat menjadi gundukan pasir. Batu granit dan batu basalt terutama batu granit adalah batuan beku yang sulit lapuk, karena pelapukannya membutuhkan waktu ribuan tahun untuk menjadi tanah liat merah dan putih.
Silahkan datang ke Sakkara, Dahshur, Giza, El-Lahun dan lainya di Mesir Utara untuk melihat Piramida dan ke perbukitan batu di Lembah Raja - Luxor Barat di Mesir Selatan tempat mumi fir’aun-fir’aun dan keluarganya dikuburkan, lalu buktikan, apakah kuburan fir‘aun-fir’aun tersebut terbuat dari batu gunung atau batu bata?

Sumber : Al-Qur’an, Jelajah Sungai Nil oleh Agus Mustofa dan berbagai sumber

30 Desember, 2015

ATMOSFER SEBAGAI PELINDUNG

Apa jadinya jika Bumi ini tidak memiliki Atmosfer? Bisa dipastikan tidak akan ada kehidupan di planet ini. Sebagaimana di planet-planet lain yang tidak memiliki Atmosfer. Atmosfer memiliki manfaat yang sangat banyak buat kehidupan kita. Yang pertama : Atmosfer menyediakan udara buat makhluk hidup yang ada di dalamnya. Manusia membutuhkan Oksigen untuk melangsungkan kehidupannya. Oksigen itu  terdapat di Atmosfer kita sebesar 21%. Yang terbanyak adalah gas Nitrogen, sekitar 78%. Dan sisanya adalah gas-gas lain sebesar 1%. Sudah pasti manusia tanpa Oksigen tidak bisa hidup. Tetapi, mengapa di dalam Atmosfer kita cuma terkandung 21%? Mengapa tidak lebih banyak lagi, misalnya yang 78% itu bukan Nitrogen, melainkan Oksigen. Sebaliknya, Nitrogennya cukup 21% saja? Ternyata, komposisi gas-gas dalam Atmosfer kita itu sudah didisain oleh Allah dengan ukuran yang ideal bagi berlangsungnya kehidupan. Seandainya komposisi Oksigen dan Nitrogen terbalik, maka yang terjadi bukanlah berkah, melainkan bencana. Mengapa bisa begitu? Bukankah Oksigen diperlukan oleh manusia? Ya, memang. Tetapi jika kebanyakan justru menyebabkan kehancuran lingkungan kita. Jika jumlah Oksigen di dalam Atmosfer terlalu besar, maka udara di sekitar kita akan menjadi sangat reaktif. Sebagai contoh, adalah proses korosi alias karatan. Besi atau logam pada umumnya, mengalami korosi akibat bereaksi dengan Oksigen. Reaksinya disebut sebagai reaksi oksidasi. Jika kandungan Oksigen meningkat, maka kecepatan korosi logam-logam di sekitar kita juga akan meningkat. Seperti besi yang direndam di dalam air. Atau bahkan lebih cepat lagi, sehingga, dalam komposisi Oksigen yang berlebihan sebagian besar logam-logam di sekitar kita akan mengalami kehancuran yang sangat dramatis. Semua logam itu akan hancur “dimakan” korosi. Bahkan bukan hanya logam, berbagai reaksi oksidasi terhadap makanan, minuman, bahkan bebatuan akan terjadi secara besar besaran. Maka, sungguh bukan berkah yang kita peroleh, melainkan bencana jika Oksigen lebih dari 21%. Allah selalu menjaga agar kadar Oksigen di dalam Atmosfer kita tidak melampaui batas.

Sebaliknya, jika kandungan Oksigen di dalam Atmosfer kita terlalu sedikit, juga akan menimbulkan bencana, karena manusia akan sulit bernafas, dan berbagai reaksi oksidasi yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup kita juga akan terhambat. Itu jika kita berbicara tentang komposisi Atmosfer, padahal bukan hanya itu yang mengagumkan dari disain udara yang meliputi Bumi itu. Allah mengatakan di dalam firman-Nya, bahwa Atmosfer juga berfungsi sebagai pelindung. Melindungi terhadap apa? Terhadap bahaya-bahaya yang datang dari angkasa luar. Misalnya, batu-batu meteor yang jatuh ke Bumi atau juga sinar-sinar yang membahayakan kehidupan manusia. Setiap saat, selalu ada saja batu-batu angkasa yang jatuh ke arah Bumi. Memang, di angkasa luar sana banyak sekali batu meteor berseliweran, terutama yang berukuran kecil dan sedang, yang sering ‘menyerang’ planet Bumi, dan juga planet-planet lain. Bahkan Bulan juga termasuk yang sering dibombardir oleh batu-batu angkasa itu. Di berbagai planet yang tidak punya Atmosfer, termasuk satelit Bumi, yaitu Bulan, batu-batu yang berjatuhan itu bisa sampai ke permukaan tanahnya. Jika hal itu terjadi di Bumi tentu sangat membahayakan. Setiap saat kepala kita bisa terancam oleh berbagai ukuran batu angkasa. Untunglah kita punya Atmosfer yang melindungi Bumi. Atmosfer telah menyelamatkan kita dari ancaman itu. Setiap ada batu yang datang ke arah Bumi, mereka pasti akan dihadang oleh Atmosfer. Untung juga, Bumi kita berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga Atmosfernya juga ikut berputar. Perputaran ini ternyata memunculkan mekanisme yang sangat hebat untuk menghancurkan berbagai batu angkasa yang menyerang Bumi. Setiap ada batu yang jatuh ke Bumi, akan mengalami gesekan yang keras, sehingga bebatuan itu terbakar. Dan karena ketinggian Atmosfer itu mencapai sekitar 1000 km, maka batu yang terbakar itu seringkali tidak sempat menyentuh tanah. Mereka sudah habis terbakar menjadi abu ketika masih di angkasa Bumi. Maka, selamatlah kita. Kecuali, batu yang jatuh ke Bumi itu berukuran raksasa, misalnya, berdiameter 1 km, tentu akan membawa masalah yang serius terhadap kehidupan manusia di Bumi.

Perlindungan Atmosfer kepada kita bukan hanya terhadap serangan bebatuan angkasa, melainkan juga terhadap berbagai sinar yang membahayakan. Misalnya sinar ultraviolet dan berbagai radiasi kosmis.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 29 :

29.  (Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di Bumi untuk kalian dan Dia berkehendak menciptakan  Atmosfer, lalu Dia menjadikannya 7) lapis (Atmosfer dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu) Allah menciptakan Bumi dan segala isinya, setelah itu Allah menciptakan Atmosfer.

Qur’an surat Al-Mulk ayat 3 :

3.      (Yang telah menciptakan 7 Atmosfer berlapis-lapis) An-Naba’ 12, memang ada 7 lapisan Atmosfer, yaitu : Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, Eksosfer, Magnetosfer (kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?).

Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 29, setelah menciptakan Bumi, Allah mengarah ke Langit, lantas diciptakanlah Langit (Atmosfer) dengan bertingkat-tingkat sebanyak 7 lapis. Dalam pemahaman ilmu pengetahuan modern memang Atmosfer kita diketahui memiliki 7 lapisan, yaitu Trosposfer, Strastosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, Eksofer, dan Magnetosfer. Setiap lapis Langit memiliki fungsi yang berbeda. Semuanya untuk kepentingan kehidupan manusia di muka Bumi. Bagian yang paling bawah, Troposfer misalnya, memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan hidup manusia di permukaan Bumi. Di antaranya adalah mengandung kadar Oksigen untuk mencukupi kebutuhan bernafas, juga untuk menjaga kestabilan kelembaban udara dan temperatur ideal. Lapisan ini memiliki komposisi paling besar dari jumlah udara yang terkandung di dalam Atmosfer, yaitu 90 persen. Angin, hujan, salju dan berbagai parameter cuaca hanya terjadi di lapisan ini. Secara umum, Troposfer berperan sangat besar untuk keberlangsungan iklim dan cuaca di Bumi. Jika lapisan ini kacau, iklim dan cuaca juga akan kacau.
Qur’an surat Fushshilat ayat 12 :
12.  (Maka Dia menjadikannya tujuh Langit dalam dua masa, dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap Langit urusannya. Dan Kami hiasi Langit yang dekat) yaitu Langit dunia yang terlihat dari Bumi (dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui). Di antara lapisan-lapisan itu, bagian yang paling luar berfungsi untuk melindungi Bumi dari bahaya angkasa luar. Hal ini juga difirmankan Allah di dalam Al-Qur’an sbb :.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 22 :

22.  (Dia-lah yang telah menjadikan Bumi sebagai firaasyaan) yaitu tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk dihuni makhluk-makhluk hidup karena memenuhi semua syarat dengan sangat sempurna yang dibutuhkan oleh semua penghuninya untuk mendukung kelangsungan kehidupan (bagimu dan Atmosfer sebagai atap…) yang berfungsi untuk menghindarkan makhluk-makhluk hidup di Bumi dari segala marabahaya yang datang dari luar angkasa.

Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 32 :
32.   (Dan Kami menjadikan Langit itu sebagai atap yang terpelihara) dari benda-benda angkasa yang setiap hari menjatuhinya serta berbagai sinar dan radiasi yang membahayakan Bumi dan seisinya (sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda) kekuasaan Allah ( yang terdapat padanya).

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Agus Mustofa dan sumber lainnya.

19 Desember, 2015

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH JUZ 1 AYAT 49


49.  (Dan) ingatlah (ketika Kami bebaskan kamu) nenek moyangmu (dari fir’aun dan pengikut-pengikutnya yang menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu) yaitu (Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu).

Fir’aun Ramses II telah berbuat sewenang-wenang dan kerusakan di muka Bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka yaitu Bani Israil (Al-Qashash 4). Setiap 2 tahun sekali, bayi laki-laki anak-anaknya Bani Israil disembelih, karena mengikuti petunjuk para penasehat spiritualnya, lalu Ramses II memerintahkan pasukannya untuk membunuh semua bayi laki-laki Bani Israil yang akan meruntuhkan kerajaan fir’aun kelak jika mereka telah dewasa. Nabi Harun as lahir, ketika waktu tahun penyembelihan bayi-bayi laki-laki Bani Israil dihentikan selama setahun atas saran pejabat-pejabat kepercanyaannya fir’aun, supaya kaum laki-laki Bani Israil tidak habis, jika sampai habis, fir’aun akan rugi sendiri, karena tidak akan ada lagi kaum laki-laki dari Bani Israil yang bisa dijadikan budak. Ini terjadi pada zaman Fir’aun Ramses II, raja ke-3 dinasti ke-19 cucu Fir’aun Ramses I pendiri Dinasti ke-19 dan keturunan Fir’aun Ahmosis (Ahmses) pendiri kerajaan Mesir Baru (New Kingdom) dan juga pendiri Dinasti ke-18 karena Ahmosis berhasil mengalahkan dan merebut kembali Kerajaan Mesir Kuno dari Kerajaan Hyksos dibawah kekuasaan Raja Apophis, raja terakhir dari bangsa Hyksos (Phunicia/Khabiru), mereka adalah bangsa keturunan Kaum ‘Aad yang akhir (nenek moyang mereka adalah anak keturunannya Nabi Hud as dan para pengikutnya yang sebelum azab Allah datang menimpa negeri mereka, pindah ke Arabia Utara dari negeri mereka yang telah diazab Allah di Arabia Selatan, sedangkan Kaum ‘Aad yang pertama di Kota Iram (Ubar), provinsi Dhofar – Oman (An-Najm 50) telah dibinasakan Allah (Al-Haaqqoh 6-7). Mereka bangsa nomaden dan wilayah mereka yang terakhir sebelum pindah ke Mesir yaitu dekat Palestina, Jazirah Arab – Benua Asia lalu pindah ke Mesir – Benua Afrika sejak zaman Kerajaan Mesir Lama, lalu merebut kekuasaannya fir’aun Dinasti ke-13 dan ke-14 dari Kerajaan Mesir Pertengahan (Middle Kingdom). Terus mendirikan Kerajaan Mesir Pertengahan II (kerajaan Hyksos ibukotanya di Avaris - Mesir Utara, pemimpinnya disebut ‘Raja’ (Malik) bukan fir’aun. Hal itu karena penguasa Kerajaan Mesir Kuno waktu itu adalah bangsa Hyksos bukan orang asli Mesir (Lihat surat Yusuf 43, 50, 51, 54, 72, 76). Nah, abad ke-17 SM di zaman itulah Nabi Yusuf as datang ke Fayoum - Mesir di jual sebagai budak, lalu dibeli Potiphar wazir/wakil/PM Raja Hyksos.

Kembali kepada sejarah Fir’aun Ramses II yang mempunyai puluhan istri dan ratusan anak. Anak-anaknya berjumlah 156, anak-anak laki-lakinya 96 dan anak-anak perempuannya 60, ia lahir tahun 1303 dan naik tahta umur 24 tahun. Setelah berkuasa selama 30 tahun, yaitu ketika umurnya 54 tahun, Fir’aun Ramses II mengaku dirinya sebagai ‘tuhan’ bagi rakyatnya dan menahbiskan diri sebagai tuhan pada upacara yang dikenal sebagai Sed Festival. Penuhanan Ramses II itu kelak memberikan jalan yang mulus bagi Merneptah, anaknya, untuk mewarisi kekuasaannya. Ramses II adalah profil seorang manusia ambisius, sejak kecil ia dididik ayahnya Fir’aun Seti I raja ke-2 Dinasti ke-19 untuk menjadi orang besar. Ramses II diangkat menjadi penguasa Kerajaan Mesir Baru tahun 1279 SM menggantikan ayahnya Fir’aun Seti I yang meninggal dunia tahun 1279 SM juga. Fir’aun Ramses II menjadi fir’aun yang terbesar sepanjang sejarah Mesir kuno dan digelari para ahli sejarah sebagai “Fir’aun The Great”. Hanya dalam waktu 20 tahun, ia bisa mengendalikan kerajaan besar itu tanpa tanding. Tentaranya berjumlah sekitar 100.000 orang, jumlah yang sangat besar pada zaman itu, karena itu, nyali siapa saja akan ciut kala menghadapi Ramses II, apalagi yang menjadi panglima perang adalah putra mahkotanya Pangeran Merneptah, putra Ramses II + Nerferati selirnya. Merneptah adik lain ibu dengan Amunherkhepseshef, ia adalah putra Ratu Nefertari + Ramses II yang meninggal ketika masih remaja.

Ditangan Fir’aun Ramses II, Kerajaan Mesir Kuno disegani negara-negara di sekitarnya. Kekuasaan Fir’aun Ramses II membentang dari Abu Simbel di hulu Sungai Nil di Afrika selatan, perbatasan dengan Sudan sampai muara Sungai Nil di Alexandria, Laut Tengah (Mediterania) di Afrika utara, ibu kotanya di Thebes, sekarang Kota Luxor dan Karnak. Arti nama Ramses adalah : Ra = Dewa Matahari, Mses = keturunan. Ramses artinya = Keturunan Dewa Matahari. Umur 90 tahun Fir’aun Ramses II meninggal dunia pada tahun 1213 SM karena penyakit pembuluh darah, persendian akut dan rahangnya bengkak karena mengalami infeksi akut pada gigi-giginya, punggungnya bungkuk dan jalannya tertatih-tatih. Fir’aun Ramses II yang mengaku sebagai tuhan, kalah oleh usia dan komplikasi penyakit yang menggerogoti tubuhnya yang renta itu, ia berkuasa tahun 1279-1213 SM (67 tahun) dan di makamkan di Lembah Raja (Wadi al-Muluk/Valley of The King) adalah bukit batu yang berbentuk mirip Piramida sebagai makam para fir’aun New Kingdom di Thoba di sebelah barat Sungai Nil di Luxor Barat. Mumi  Ramses II ditemukan di sekitar Lembah Raja tahun 1881 Masehi oleh para arkeolog. Ketika kain kafan mumi itu dibuka, tangan kiri Ramses II bergerak terangkat dari posisi silang di depan dadanya. Mumi Ramses II lalu menunjukkan ekspresi terakhirnya saat meregang nyawa. Entah apa yang mengakibatkan tangan mumi Ramses II itu bisa bergerak meski sudah lewat 3.127 tahun dari saat kematiannya.

Rakyat Mesir percaya, rajanya keturunan Dewa Matahari Ra dan Dewa Ra dianggap sebagai raja pertama Mesir. Maka Raja Mesir dianggap amat suci, sehingga rakyat biasa tidak boleh berhadapan langsung dengan raja (melihat muka raja), bahkan menyebut nama raja. Jika mau menyebut nama raja, rakyat Mesir kuno menyebut istilah Per-Ah = “Istana Agung” sebagai ganti nama raja. Dari istilah itulah, diperoleh sebutan Pher-aoh atau Fir’aun untuk Raja Mesir Kuno, jika penguasanya orang Mesir asli. Kerajaan Mesir Kuno dikuasai sekitar 200 fir’aun orang Mesir asli selama 2100 tahun lebih, yang berkuasanya lama atau singkat dan Mesir dijajah bangsa asing selama 1700 tahun lebih, pertama bangsa Hyksos, lalu sejak tahun 1069 SM dikuasai bangsa Libya, suku Nubia (Sudan), Assyria, Persia, Raja Alexander Agung dari Macedonia - Yunani 332 SM, setelah dia meninggal 323 SM, diganti jenderalnya Ptolemeus, dan dikuasai mutlak Kerajaan Romawi 12 Agustus 30 SM - 8 November 641 M (Muharam 20 H) dengan ditaklukannya Kerajaan Byzantium oleh tentara muslimin yang dipimpin Amr bin Ash  zaman Khalifah Umar bin Khathab. Setelah Mesir dibebaskan dari penjajahan Romawi, akhirnya banyak penduduk Mesir masuk Islam dengan sukarela, tetapi yang kafir harus membayar jizyah sesuai  golongan.

Fir’aun Ramses II adalah ayah angkat Nabi Musa as, waktu beliau as dan Nabi Harun as diutus Allah untuk memberi peringatan kepada fir’aun, yang menjadi fir’aun bukan Ramses II lagi, tetapi anaknya, yaitu Merneptah yang usianya lebih tua daripada usia Nabi Musa as. Ibu tiri Merneptahlah yang bernama Ratu Nefertari yang memungut bayi Musa dari pinggir Sungai Nil, ia melihat bayi mungil yang ada di keranjang bayi yang terdampar di istana musim panasnya fir’aun di kawasan dekat Delta Sungai Nil di Kota Memphis dahulu ibukota Kerajaan Mesir Lama, sekarang berupa desa kecil, sementara pusat istana pemerintahan Fir’aun Ramses II dan para fir’aun Kerajaan Mesir Baru ada di Kota Luxor Timur (bhs. Arab “Al-Aqshar = istana-istana raja). Nabi Musa as lahir di Kota Fayoum (Faiyum) Mesir Utara, bayi Musa lahir dari rahim wanita Bani Israil sebagai keturunan ke-4 dari Nabi Yakub as yang bernama Yukabad, ayah Nabi Musa as dan Nabi Harun as bernama Imran bin Quhas (Kehat) bin Lavi (Lewi) bin Ya’qub as bin Ishaq as bin Ibrahim as. Sebelum Allah ilhami Yukabad untuk menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil, selama 3 bulan ia menyembunyikan kelahiran bayinya karena takut dibunuh oleh Fir’aun Ramses II. Nabi Musa as sezaman dengan Qarun sepupunya, anak pamannya yang bernama Yashar adik kandungnya Imran ayah Nabi Musa as. Qarun bekerja sebagai penjilat dan mata-matanya Fir’aun Merneptah untuk mengawasi Nabi Musa as, Nabi Harun as dan Bani Israil. Kelahiran bayi Musa menggusarkan Fir’aun Ramses II, sebab para penasehat spiritualnya mengatakan, bahwa akan lahir bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil yang kelak mengalahkan kekuasaan fir’aun. Ramses II pun memerintahkan pembunuhan setiap bayi laki-laki dari Bani Israil.

Maka Allah mengilhamkan kepada ibunya bayi Musa untuk menaruhnya ke dalam keranjang bayi dan dihanyutkan ke Sungai Nil (Thaahaa 37-39 dan Al-Qashash 7). Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa setelah ibu Musa menghanyutkan bayi Musa di Sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya lantaran kekhawatiran atas keselamatan bayi Musa, bahkan hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa dengan berteriak meminta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri, seandainya tidak Allah teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya kepada janji Allah (Al-Qashash 10). Dan berkatalah ibu bayi Musa kepada saudara perempuan bayi Musa untuk mengikuti adiknya yang hanyut di Sungai Nil, maka kelihatanlah olehnya bayi Musa dari jauh, sedangkan orang-orang tidak mengetahui perbuatannya (Al-Qashash 11). Kemudian ditemukan oleh permaisuri fir’aun yaitu Nefertari yang jatuh hati kepada bayi Musa karena terlihat lucu dan tampan, Ratu Nefertari langsung jatuh hati dan meminta suaminya Fir’aun Ramses II untuk tidak membunuhnya bahkan justru memintanya untuk mengambil menjadi anak angkat mereka (Al-Qashash 8), maka bayi Musa diangkat menjadi anak oleh keluarga fir’aun (Al-Qashash 9). yaitu bayi laki-laki berkulit putih ciri-ciri bayi Bani Israil yang jelas-jelas bukan kaum fir’aun, karena bayi orang Qibthi (Mesir asli) berkulit cokelat. Fir’aun Ramses II tidak mampu menolak permintaan istri tercinta, apalagi Ratu Nefertari pernah kehilangan anak laki-lakinya yang bernama Pangeran Amunherkhepseshef, padahal anak itu diharapkan akan menggantikan tahta kekuasaan Fir’aun Ramses II untuk menjadi fir’aun kalau nanti ayahnya wafat.

Saat bayi Musa lahir sekitar tahun 1250 SM, Fir’aun Ramses II sudah berumur 54 tahun lebih dan dia sudah mengangkat dirinya sebagai ”tuhan”. Selama tinggal di kerajaan fir’aun, bayi Musa terus mendapat perlindungan dari Allah. Allah cegah bayi Musa untuk tidak mau disusui oleh wanita-wanita yang mau menyusuinya (Al-Qashash 12), bayi Musa hanya mau menyusu kepada ibu kandungnya dan tidak mau menyusu kepada wanita lain. Untuk memenuhi permintaan istri tercinta, Ramses II menyelenggarakan sayembara mencari ibu-ibu yang mampu mengasuh dan menyusui bayi Musa. Maka saran Maryam kakak perempuan bayi Musa kepada orang-orang istana fir’aun, bahwa ada ibu yang susunya enak dan bau tubuhnya wangi (Thaahaa 40). Maka Allah kembalikan bayi Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya bahwa Allah Maha Pemenuh Janji (Al-Qashash 13). Yang akhirnya, terpilihlah ibu bayi Musa yang berwajah Bani Israil sebagai pengasuh yang menyusui dan memelihara Musa kecil sampai masa kanak-kanaknya berakhir (Al-Qashash 13). Nabi Musa as adalah saudara angkatnya Merneptah dan Ramses II mengangkatnya menjadi putra mahkota karena ia anak laki-laki tertua untuk menggantikan kakaknya Amunherkhepseshef dan 12 kakak laki-lakinya yaitu anak-anak dari selir-selir ayahnya yang meninggal sebelum masa pewarisan. Ketika masih menjadi putra mahkota, Pangeran Merneptah digemleng secara militer dan diangkat ayahnya menjadi panglima perang di akhir-akhir kekuasaan ayahnya dan memimpin pasukan perang Kerajaan Mesir Kuno ketika Fir’aun Ramses II masih berkuasa. Arti nama Merne = kesayangan, Ptah = Dewa Pencipta, Merneptah artinya = Kesayangan Dewa Pencipta. Fir’aun Dinasti ke-19 penyembah Dewa Amun-Ra, rajanya para dewa. Ketika berkuasa, Merneptah juga mengaku dirinya sebagai ‘tuhan’ (Al-Qashash 38 dan An-Naazi’aat 24), kelakuan sewenang-wenangnya tak jauh dari bapaknya. Fir’aun Merneptah mengendalikan kekuasaan Kerajaan Mesir Baru secara diktator militer dengan sangat bengis. Merneptah diangkat menjadi raja ke-4 Dinasti ke-19 sekitar umur 50 tahun dan berkuasa selama 10 tahun (1213-1203 SM).

Fir’aun Merneptah inilah yang berkuasa setelah Nabi Musa as dari Madyan kembali ke Mesir dan dia lah yang mati tenggelam digulung gelombang laut yang menyatu kembali setelah Nabi Musa as memukulkan tongkatnya lagi ke Laut Merah (di bagian Teluk Suez). Fir’aun Merneptah tewas beserta bala tentaranya yang terkenal bengis, termasuk pejabat kepercayaannya Haman, karena mengejar Bani Israil (Al-Baqarah 50). Lalu Allah selamatkan jasadnya Fir’aun Merneptah yang telah kaku dalam posisi sujud tidak rusak dan masih utuh, walaupun berubah pucat keputih-putihan karena lebih dari 1 hari terendam air laut terus ditemukan masyarakat Mesir lalu diserahkan ke kerajaan untuk dibalsem atau diawetkan (Yunus 92). Setelah Fir’aun Merneptah tewas mendadak, terjadi perebutan kekuasaan (chaos) selama 10 tahun (1203-1193 SM) diantara saudara-saudara Fir’aun Merneptah, sehingga ada 7 fir’aun yang menggantikannya. Akhirnya Seti Nekth berhasil menertibkan keadaan negara yang kacau tersebut, lalu mendirikan Dinasti ke-20 dan menjadi raja ke-1 di Kerajaan Mesir Baru. Maka berakhirlah Dinasti ke-19 yang berkuasa sekitar 130 tahun setelah didirikan di abad ke-13 SM oleh Ramses I yaitu kakek buyutnya Merneptah. Setelah ribuan tahun terkubur di Lembah Raja, akhirnya mumi Merneptah ditemukan tahun 1898 M oleh para arkeolog dipimpin Mr. Loret. Sekarang muminya ditempatkan di Museum Tahrir, Kairo – Mesir dibaringkan disebelah mumi ayahnya Ramses II.

Sumber: Al-Qur’an, Jelajah Sungai Nil, Penaklukan Mesir dan berbagai sumber

30 November, 2015

IMAM MAHDI DAN RATU ADIL

Perang Armageddon I tidak lama lagi akan terjadi, di mana Imam Mahdi dan kaum muslimin berperang melawan Dajjal Laknatullah (Musa Samiri) yang memimpin angkatan perang NATO dan negara-negara kafir lainnya dari Asia dari balik layar yang bermarkas di Kota Magiddo - Negara Israel. Dajjal adalah seorang pria yang sangat lanjut usianya, tetapi berwajah muda, umurnya lebih dari 3.360 tahun. Ketika Nabi Musa as lahir sekitar tahun 1250 SM, Dajjal telah berumur 100 tahun lebih, ia adalah seorang penyihir yang bisa mempengaruhi orang dengan mantra-mantra sihirnya. Dajjal belajar sihir dari dukun terkenal di Mesir zaman fir’aun dahulu. Dan ia adalah pelaku sejarah dan saksi yang masih hidup ketika Nabi Musa as dan Nabi Harun as bersama Bani Israil termasuk dirinya menyeberangi Laut Merah di bagian Teluk Suez yang dibelah oleh Allah sehingga terbentuk jalan yang kering yang bisa dilewati Bani Israil ketika mereka dikejar oleh Fir’aun Merneptah dan bala tentaranya. Tetapi jangan berharap Dajjal mengatakan tentang kejadian ribuan tahun yang lalu itu dengan sebenarnya kepada manusia yang bertanya kepadanya, karena Dajjal itu adalah orang yang jahat dan pendusta. Jika kita mendengar ada Dajjal atau ia datang, segera pergi menjauh dan berdoa memohon pertolongan Allah dengan membaca takbir, tasbih, tahmid, tahlil dan membaca Qur’an surat Al-Kahfi ayat 1-10.

Tanda-tanda sebelum Imam Mahdi muncul, Rasulullah saw bersabda:

“…Pada dekade-dekade Hijriah setelah 1400 tahun, hitunglah dekade itu 2 atau 3…(dekade 20 sudah lewat sekarang dekade 30 atau awal dekade 40 pada hari raya Idul Adha 1441 Hijriah atau tahun selanjutnya insyaAllah) akan muncul Al-Mahdi al-Amin (insyaAllah Imam Mahdi akan muncul dan dibaiat di Mekkah ketika musim haji setelah wukuf di Arafah, maka pemimpin yang dapat petunjuk dan dapat dipercaya resmi memimpin kaum muslimin untuk berperang melawan Dajjal, Bani Israil dan orang-orang kafir).”

PL. Kitab Ulangan pasal 33 ayat 1-3:

“…dan (Al-Mahdi) datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus (jamaah haji), di sebelah kanan-Nya (Rukun Yamani), tampak kepada mereka api yang menyala (Komet 46P/Wirtanen yaitu komet paling terang yang melintasi Bumi tahun 2018, tepatnya pada tanggal 16 Desember 2018 di Langit malam waktu Amerika Serikat atau tanggal 17 Desember 2018 kemaren waktu Indonesia dan masih bisa dilihat di Langit Selatan pada malam hari selama bulan Desember 2018 dengan mata telanjang oleh penduduk dunia di daerah-daerah yang tingkat polusi cahayanya tidak tinggi, kemudian selang beberapa bulan setelah Komet 46P/Wirtanen melintasi Bumi, maka Imam Mahdi muncul dan dibaiat pada musim haji tahun 2020 atau tahun selanjutnya insyaAllah)….”

Rasulullah saw bersabda tentang Imam Mahdi (Al-Mahdi) berikut ini:

“Sungguh Bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesewenang-wenangan, dan apabila kezhaliman dan kesewenang-wenangan itu telah penuh, maka Allah Swt akan mengutus seorang pria yang berasal dari umatku. Namanya seperti namaku dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Imam Mahdi bernama Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi Bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (Bumi) dipenuhi sebelum itu (dengan) kezhaliman dan kesewenang-wenangan. Pada waktu itu (setelah kedatangan Imam Mahdi) Langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya dan Bumi pun tidak akan menahan sedikitpun dari tanam-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kalian selama 7 tahun atau 8 tahun dan paling lama 9 tahun.” Hadits shahih riwayat Thabrani.

PL. Kitab Daniel (Nubuat Nabi Daniel as) pasal 7 ayat 9-10:

“Sementara aku terus melihat, takhta-takhta ditempatkan, lalu duduklah yang lanjut usianya (Al-Mahdi muncul lalu dibaiat sebagai pemimpin umat Islam sedunia), pakaiannya putih seperti salju (Al-Mahdi  umat Rasulullah saw), dan rambutnya bersih seperti bulu domba (Al-Mahdi keturanan Rasulullah saw),….”

Arti kata “takhta-takhta ditempatkan” adalah, Allah mempersiapkan dan menetapkan para pemimpin bangsa (ratu adil) di negara-negara yang menjadi hamba-hamba-Nya. Yaitu para pemimpin yang baik, benar, sabar, adil (tegas, sehingga terkesan keras atau otoriter dalam menerapkan hukum bagi orang yang melanggar hukum, yang terbukti bersalah dihukum dan yang tidak terbukti bersalah dibebaskan atau diberi grasi), jujur (yaitu pemimpin yang tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan (jabatan pemimpin), bukan pemimpin fasik dan jahat yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan dengan memfitnah lawan politiknya, banyak berbohong dan menipu rakyat dengan janji-janji palsu yang tidak akan ditepati jika nanti menang pemilu dan pasti tidak bisa diwujudkannya karena janji-janjinya itu tidak realistis dan hanya ‘Angin Surga’ alias hanya angan-angan kosong belaka) dan bijaksana, maka Allah gerakkan hati rakyatnya untuk memilihnya. Hal ini untuk membuka jalan bagi Imam Mahdi muncul nanti sebagai pemimpin umat Islam yang akan disambut oleh para pemimpin negara yang telah dipersiapkan oleh Allah untuk menghadapi peperangan yang sangat dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Bumi ini dalam peperangan antara kebenaran melawan kebatilan.

PB. Kitab Wahyu (Nubuat Nabi Yahya as) pasal 20 ayat 4:

“Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang (dipilih oleh Allah untuk) duduk di atasnya (menjadi pemimpin yang baik, benar, sabar, adil, jujur dan bijaksana), kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi (dengan adil dan memerangi orang-orang kafir yang menjadi musuh Allah dan rasul-Nya).”

Setelah takhta-takhta ditempatkan, maka datanglah Imam Mahdi pemimpin bijaksana yang telah Allah persiapkan untuk membebaskan dunia dari pengaruh-pengaruh roh jahat. Sang pembebas umat Allah dari orang-orang kafir yang menjadi musuh Allah dan rasul-Nya juga. Imam Mahdi datang untuk mengungkap hal-hal yang tersembunyi dan merupakan 1 di antara 3 pemimpin.

Rasulullah saw bersabda:

“Tidak akan binasa suatu kaum, manakala aku (Rasulullah saw) sebagai pemimpin pertama, Imam Mahdi pemimpin pertengahan dan Isa ibnu Maryam sebagai pemimpin penghabisan.” Hadits riwayat Thabrani.

Al-Mahdi berasal dari umatku (orang Islam), lebar dahinya dan mancung hidungnya. Ia akan memenuhi Bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana Bumi ini sebelumnya dipenuhi dengan kezhaliman dan kesewenang-wenangan. Ia berkuasa selama 7 tahun.” Hadits riwayat Abu Daud.

Rasulullah saw  bersabda : Al-Mahdi itu keturunanku, dari anak cucu Fatimah. Hadits riwayat Abu Daud.

Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw bersabda:

“Imam Mahdi itu dari golongan kami Ahlul Bait (keturunan Rasulullah saw), Allah membuat perbaikan padanya dalam satu malam.” Hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah.

Rasulullah saw  bersabda:

“Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al-Mahdi yang akan diutus (ke tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan (antar individu, kelompok dan Negara di dunia nyata maupun maya) dan keguncangan-keguncangan (perang yang terjadi di banyak negara, tawuran, bentrokan, keguncangan politik, ekonomi, moral, peristiwa/kejadian, banyak terjadi bencana alam, seperti :gempa bum tektonik, vulkanuik dan terban, hujan ekstrem yang menyebabkan banjir di mana-mana, banjir bandang, banjir rob, tanah ambles (Sinkhole), tanah longsor, tanah bergerak, angin kencang, angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan ulah manusia atau alam dan sebagainya). Dia akan memenuhi Bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya Bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan kezhaliman. Seluruh penduduk Langit dan Bumi menyukainya, dan dia akan membagi-bagikan kekayaan secara tepat (adil, merata dan tepat sasaran, karena hanya Al-Mahdi pemimpin yang paling adil di antara para pemimpin yang adil di negara yang telah Allah persiapkan untuk menyambutnya, sebelum Nabi Isa as turun ke Bumi nanti). Begitulah kondisinya waktu itu yang berlangsung selama 7, 8, atau 9 tahun. Kemudian tidak ada kebaikan lagi dalam kehidupan sesudah itu.” Hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi.

Rasulullah saw bersabda:

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah umatku ketika banyak terjadi perselisihan antar manusia (di dunia nyata maupun maya) dan gempa-gempa (gempa tektonik, vulkanik dan terban). Maka ia akan memenuhi Bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezhaliman.” Hadits riwayat Ahmad.

Selama Imam Mahdi (pemimpin bijaksana ‘Raja’ nya para Ratu Adil) belum muncul, dunia termasuk Indonesia akan mengalami periode ke-4, yaitu goro-goro atau kekacauan dan masalah, maka dunia dan negara kita dipenuhi kezhaliman (terutama di kota yang kemaksiatannya merata di seluruh tempat, maka Allah datangkan banyak kejahatan), kekacauan fisik dan maya (perselisihan di dunia nyata maupun maya (medsos), perang, bentrokan, pertikaian, kejahatan, pembunuhan, tawuran yang terjadi di mana-mana terutama di kota atau wilayah yang penuh kemaksiatan), kekacauan moral (warganya banyak yang tidak jujur, banyaknya perzinahan, peminum khamar, narkoba dan kefasikan lainnya, banyaknya orang yang tidak bersyukur dengan shalat, meremehkan agama dengan meninggalkan perintah Allah dan sunnah Rasulullah saw dan banyaknya ulama yang menukar ayat-ayat Allah dengan kepentingan duniawi), kekacauan politik, kekacauan ekonomi (perlambatan ekonomi dunia, perang mata uang, perang dagang, banyaknya bencana alam termasuk menyebarnya penyakit menular yang membuat produksi pertanian dan perkebunan menurun sehingga harga pangan naik dan sebagainya) dan kekacauan hukum (keadilan masih belum bisa ditegakkan 100%).

Kekacauan dan masalah tersebut di atas akan mencapai puncaknya, dengan terjadinya entah itu kekacauan fisik dan maya, ekonomi, moral, politik atau hukum atau masalah semuanya, sampai munculnya Imam Mahdi sebagai pemimpin umat Islam sedunia yang paling adil dan memimpin perang melawan Israel dan mengalahkan mereka dalam Perang Libanon. Lalu ditandatanganinya perjanjian perdamaian, maka Libanon, Dataran Tinggi Golan (Suriah), Pegunungan Samaria (Yordania) dan Kota Yerusalem diserahkan lagi ke umat Islam oleh Israel sebagai syarat damai. Kaum muslimin memanfaatkan masa damai ini dengan menyusun kekuatan fisik dan spiritual dipimpin oleh Imam Mahdi yang membuat masjid-masjid menjadi makmur, termasuk Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis. Kota Yerusalem dibangun kembali sehingga menjadi makmur, dakwah digalakkan kepada kaum muslim dan non muslim (banyak orang kafir yang masuk Islam dengan sukarela). Orang Madinah yang ikut berperang bersama Imam Mahdi dalam membebaskan Jazirah Arab, mulai pindah ke Kota Yerusalem secara berbondong-bondong yang membuat kota tersebut menjadi ramai, akhirnya Kota Madinah menjadi sepi. Karena orang Madinah mempertimbangkan untuk menghidupkan dakwah di Baitul Maqdis dan menyakini Nabi Isa as sebentar lagi akan turun di timur Kota Damaskus dan di Kota Yerusalem. Mereka ingin menyampaikan salam Rasulullah saw kepada Nabi Isa as dan kaum muslimin menjadi kelompoknya beliau as sehingga dunia damai untuk sementara waktu.

Rasulullah saw bersabda:

“2 kelompok dari umatku yang Allah hindarkan dari api Neraka, yaitu kelompok yang memerangi bangsa India (yang kafir) dan kelompok yang bersama Isa ibnu Maryam.” Hadits riwayat Ahmad.

 

“Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya (menemui Nabi Isa as), maka sampaikan salam dariku.”

Hadits riwayat Al-Hakim.

Qur’an surat An-Naml ayat 82:

82. (“Dan ketika perkataan telah jatuh kepada mereka itu) maka (Kami keluarkan sejenis binatang melata dari Bumi) maksudnya, Allah munculkan kerajaan atau negara yang penduduknya berpikiran dan berperilaku seperti binatang, hal ini menjadi pengingat bagi orang-orang beriman bahwa umat manusia zaman dahulu selalu ingkar dan tidak beriman terhadap apa yang telah disampaikan Allah melalui para nabi utusan-Nya. Peringatan itu kini telah menjadi kenyataan dan terjadi di hadapan kita, jika mereka termasuk orang-orang yang berakal dan mau berfikir, peringatan Allah tersebut dapat membuat orang-orang kafir dan fasik menjadi beriman dan membuat orang-orang beriman menjadi lebih bertakwa (yang akan mengatakan kepada mereka: “Bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”).

Qur’an surat Al-Anfaal ayat 22 dan 55:

22. (Sesungguhnya binatang) melata atau manusia (yang seburuk-buruknya di sisi Allah adalah orang-orang yang tuli) tidak mau mendengarkan perkara yang benar (dan bisu) tidak mau mengucapkan perkara yang benar (yang tidak mengerti apa-apa) tentang perkara yang benar.

55. (Sesungguhnya binatang) manusia (yang paling buruk di sisi Allah adalah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman).

 

Sumber: Armageddon - Wisnu Sasongko, Perang Islam vs Barat - Muhammad A dan berbagai sumber