27 April, 2015

PEMBICARAAN DAN PERJANJIAN IBLIS DENGAN DAJJAL LAKNATULLAH

Dajjal bertemu Iblis pada abad ke-8 M atau abad ke-2 H (sekitar tahun 800 M atau tahun 200 H) di pusat istananya di dekat Bermuda, yaitu yang masih termasuk Wilayah Segitiga Bermuda di Samudra Atlantik, di mana daerah tersebut merupakan tempat bertemunya 2 lautan yang beraliran air laut yang bersuhu hangat (panas) dan air laut yang bersuhu dingin di Bumi yang dipilih Iblis dan setan-setan sebagai kawasan pusat-pusat pemerintahan kerajaan Iblis dan negaranya, karena tempat-tempat yang bertentangan tersebut memberikan kekuatan kepada mereka.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Apabila salah seorang berada di tempat terbuka atau di tengah Matahari sedang bersinar, lalu bayangan yang meneduhinya bergeser, sehingga sebagian dari dirinya terletak di tempat panas dan sebagian lagi di tempat teduh, maka hendaknya dia berdiri (meninggalkan tempat itu)”. Hadits riwayat Abu Dawud dan Al-Hakim.
Tempat duduk yang paling mendapat prioritas setan adalah tengah-tengah antara tempat yang teduh dan tempat yang terkena sinar Matahari atau yang setengah berada di tempat panas dan setengah lainnya berada di tempat yang dingin. Hal seperti itu atau paling tidak mendekati hal seperti itu adalah tempat duduknya setan, setan-setan sangat tertarik pada posisi-posisi yang terletak antara 2 hal yang bertentangan, karena tempat yang demikian, memberikan kekuatan kepada mereka.

Ketika Dajjal memasuki ruangan luas dan gelap, namun cahaya berwarna jingga tua bersinar dari salah satu sisinya. Tiba-tiba Dajjal merasakan seakan-akan seluruh ruangan itu diterangi cahaya seperti api. Ia mendapati dirinya berhadap-hadapan dengan makhluk yang jelek rupanya, menyeramkan, hampir-hampir membekukan darah dalam salurannya, kalau saja Iblis tidak langsung menampakkan diri sebagai orang tua Najd yang dikenal oleh Dajjal sebelumnya, Iblis Laknatullah itu mendekatinya tanpa menunduk dan Dajjal mendekatinya tanpa menunduk pula. Lalu keduanya saling berjabat tangan, Iblis Laknatullah berkata kepada Dajjal Laknatullah (julukannya) atau Musa Samiri (namanya) :
“Wahai manusia (tanda) Kiamat, aku menantimu sejak jutaan tahun, aku telah membuat persiapan untukmu sejak kemunculan nabi dari Arab (Rasulullah saw) ini untuk kita hancurkan umatnya yang menghadang dan merintangi kita. Permusuhan antara kita dan mereka tidak akan hilang, entah mereka yang menang atau kita yang menang. Jika kita menang, kita telah mengalahkan Allah, kalau kita mengalahkan Allah, kita menjadi ‘tuhan’ bersama-Nya, yang tidak ada sekutu bagi kita. Itulah saatnya, kita mencipta sebagaimana Dia (Allah) mencipta. Jika tidak, katakan padaku, dari mana Allah mendatangkan makhluk-makhluk ini dan menciptakannya dari Kaf dan Nun? Pasti Dia (Allah) belajar dari tuhan sebelum-Nya dan dapat memahami rahasia-rahasianya, kemudian mengkhianatinya dan menciptakan ini dengan apa yang diketahui-Nya dari rahasia-rahasia itu. Aku (Iblis) dan engkau (Dajjal) dapat mencapai apa yang telah dicapai-Nya hanya dengan memusnahkan umat ini (umat Islam).

Apakah Iblis itu tidak tahu Firman Allah yang berbunyi : “Laa ilaaha illallah”? Sebenarnya Iblis tahu bahwa tiada Tuhan selain Allah, tetapi karena Iblis hendak menipu dan menyesatkan Dajjal, maka Iblis berkata dusta kepadanya. Dan bahwa Allah bersifat Al Malik, Al Quddus, As Salaam, Al Muhaimin, Al Aziz, Al Mutakabbir, Al Bari’, Al Khaliq, Al Mushawwir, Al Mubdiu, Al Hasib, Al Ahdim, Al Jalil, Ar Raqib, Al Hakim, Al Hamid, Al Mu’id, Al Muhyi, Al Mumit, Al Hayyu, Al Wajid, Al Wahid, Al Qodir, Al Awwal, Al Akhir, Adh Dhahir, Al Bathinu, Al Waliy, Al Muta’aliy, Al Jami’ dan sifat-sifat Allah yang ada dalam Asmaul Husna, atau Iblis tidak mengakuinya karena Iblis dendam kepada Allah, karena Allah lemparkan Iblis dari rahmat-Nya dan Allah melaknati Iblis akibat ulahnya sendiri yang sombong dan berperangai buruk.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168 :
168.(Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa-apa yang terdapat di muka Bumi) maka, janganlah mengkonsumsi segala yang haram, karena setan masuk ke tubuh manusia salah satu jalannya adalah melalui segala yang haram yang masuk ke dalam tubuh, hal itu membuat ia dikuasai setan, sehingga ia dengan mudah melakukan perbuatan haram dan masing-masing anggota tubuhnya menuntut agar digunakan untuk melakukan perbuatan maksiat (dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan) dengan tetap beriman dan bertakwa kepada Allah saja (sesungguhnya ia menjadi musuh yang nyata bagimu).
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 91 :
91.  (Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran) meminum (khamar) maka janganlah mengkonsumsi segala yang haram, karena setan masuk ke dalam tubuh manusia salah satu jalannya adalah melalui segala yang haram yang masuk ke dalam tubuh, hal itu membuat dirinya dikuasai setan, sehingga ia dengan mudah melakukan perbuatan haram dan masing-masing anggota tubuhnya menuntut agar digunakan untuk melakukan perbuatan maksiat dan meminum khamar itu menurunkan konsentrasi otak serta menurunkan kecerdasan otak (IQ), karena otaknya mengalami kerusakan yang sulit disembuhkan (dan berjudi itu) membuat setan juga bisa menguasai manusia melalui perbuatan dosa-dosa mereka (dan menghalangi kamu dari mengingat Allah) sehingga lupa kepada Allah dan malas atau bahkan tidak mau berdzikir, tadarus, tilawah, berdoa (dan shalat, maka berhentilah kamu) dari melakukan dosa-dosa tersebut.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 120 :
120.(Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka) setan amat penipu, Al-Hadiid 14.
Qur’an surat Faathir ayat 5-6 :
5.      (Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian dan janganlah) setan (yang pandai menipu, memperdayakan kalian tentang Allah.)
6.      (Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh) kalian, dengan cara, bertakwalah hanya kepada Allah saja (karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala).

Lanjut ucapan Iblis kepada Dajjal sebagai berikut :
“Allah telah mengampuni nabi mereka atas dosa-dosanya yang terdahulu dan yang akan datang, memberi mereka (kaum muslimin) malam Al-Qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan, memberi mereka tempat wukuf di Arafah. Mereka kembali dari Arafah bagaikan dilahirkan kembali oleh ibunya, memberi mereka istighfar (ampunan) dan lalu Dia (Allah) pun menerima ampunan mereka dan memberi mereka tobat dan menerima tobat mereka selama belum sekarat. Dia telah memuliakan mereka, lantas, mengapa kita tidak menguasai dan menghancurkan mereka (umat Islam) dengan keinginan rendah dan cobaan hidup berupa harta, anak, wanita, emas, hukum, kekuasaan, dan kedudukan? Kita kirim pada mereka (umat Islam), para pembantu kita dari kalangan setan, jin, dan manusia (yang bersifat setan), untuk menghancurkan mereka semuanya serta merobek Al-Qur’an dalam dada mereka (umat Islam), sehingga mereka menjadi muslim hanya dalam nama saja (maksudnya tidak menjalankan perintah agama, contohnya, orang Islam KTP yang tidak shalat). Kita jadikan orang-orang Yahudi bangsamu itu, sebagai pemegang kepemimpinan serta menerima kurban dan tebusan, sehingga mereka (Bani Israil) menetapkan pajak dan memperoleh apa yang dijanjikan pada mereka untuk menguasai Palestina. Dengan begitu, mereka (Bani Israil) menjadi penguasa seluruh dunia. Aku (Iblis) menjadi sahabatmu yang tersembunyi dan sekutumu (Dajjal) di atas “Arsyi dan kekuasaan”.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 38 :
38. (….Barangsiapa yang menjadikan setan sebagai temannya, maka) ketahuilah (ia) setan itu (adalah teman yang sangat jahat).
Qur’an surat Al-Hajj ayat 4 :
4.  (Yang telah ditetapkan, bahwa barangsiapa yang berteman dengan ia) setan (maka ia akan menyesatkannya dan membawanya ke azab Neraka).

Dajjal membuka mulut dan membelalakkan mata, untuk pertama kalinya ia mendengar perkataan memuaskan dari ‘tuhan’ (Iblis) yang menciptakan seluruh alamnya. Dajjal bertanya kepadanya tentang Adam dan Hawa, serta masalah godaan pada keduanya yang mengeluarkan mereka dari Surga sebagaimana di beritakan dalam kitab-kitab suci. Iblis menceritakan kepada Dajjal tentang dikeluarkannya Nabi Adam as dan istrinya Hawa dengan memutar-balikkan fakta yang sebenarnya dengan menfitnah Nabi Adam as, Hawa, para nabi dan para sahabat Rasulullah saw. Dajjal mulai mendengarkan ‘saudara tuanya’ dengan penuh perhatian, seakan-akan terpengaruh oleh sihir yang dimainkan penyihir profesional. Perkataan Iblis Laknatullah indah, idenya menarik, pandangannya menyentuh, dan isyaratnya simpatik, Seolah-olah ia adalah orang tuanya yang telah lama mencarinya. Akhirnya mereka menyepakati perjanjian tertulis, perjanjian itu menyebutkan bahwa :
 “Keduanya adalah satu makhluk, yang satu terlihat dan yang lainnya tidak terlihat. Tujuan persahabatan itu adalah ‘menghancurkan Islam dan kaum muslimin’, menegaskan dan menampakkan kesalahan Yang Maha Besar (Allah) yang telah tua renta dan menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi adalah umat terbaik yang diutus kepada manusia, bukan kaum muslimin yang bersifat Dajjal (kata Ibils dan Dajjal).
Isi perjanjian Iblis dan Dajjal selanjutnya sebagai berikut :
“Adapun rincian perjanjian dan langkah-langkah kerja akan dijelaskan dalam pertemuan-pertemuan khusus kita (Iblis dan Dajjal) yang sangat rahasia dan dicatat dengan perangkat peka yang merekam pembicaraan. Kita adalah satu, kita merupakan sekutu Tuhan kita dalam kekuasaan”.
Tertanda (ditanda tangani Dajjal)
Raja Yahudi yang ditunggu-tunggu dan dijanjikan kerajaan seribu penduduk (Dajjal).
Tertanda (ditanda tangani Iblis)
Raja jin dan setan (Iblis) yang terusir secara zhalim karena Adam terkutuk dan anak cucunya yang tidak mengikuti kami.

Iblis terkutuk itu menyatakan kemenangan dan kecerahan dengan harapan bahwa di masa depan ia dapat melaksanakan rencananya atas anak cucu Adam. Iblis mendatangi seluruh dunia jin kafir dan setan, dan menyampaikan pidato yang mengenai Dajjal berikut ini :
“Dengan namaku, akulah ‘tuhan’ yang agung bagi duniamu dan seluruh dunia ini. Dengan nama sahabat dan pendampingku serta saudara kembarku (Dajjal), anak Samirah, aku senang memanjakannya dengan membuang huruf namanya, yang tidak seperti orang-orang Arab membuang huruf nama itu dengan membuang huruf akhirnya. Kami, raja (Iblis), membuang 2 huruf namanya sehingga sahabatku (Dajjal) itu menjadi ‘Sam’ atau ‘Paman Sam’ bagi seluruh manusia. Ia adalah saudara dan bayanganku bagi mereka. Oleh karena itu, Paman Sam (Samiri) adalah paman kalian dan paman setiap orang yang beriman kepada kami (Iblis & Dajjal). Sebab, ia adalah saudaraku dan penjelmaan dariku. Ia adalah pemberi syafaatku bagi manusia, jika saja ia tidak datang, pasti aku akan melahap semua manusia dengan mulutku. Tetapi ia datang untuk menyelamatkan mereka dan untuk mewujudkan harapan umat tersiksa di Bumi Yahudi. Berkumpullah hai anak-anak kegelapan. Hari ini adalah permulaan umur baru di dalam sejarah Bumi ini dan sejarah kalian. Inilah sejarah yang mengizinkan kalian untuk menguasai manusia demi bakti ‘tuhan’ kalian (Iblis) dan saudara kembarnya (Dajjal). Aku adalah orang ini, dan orang ini adalah aku. Minumlah arak, karena akal perlu istirahat, adakan pesta selama 40 hari 40 malam. Setelah itu, kalian akan meninggalkan saudara kembarku yang akan pergi untuk memerintah manusia dan menggantikanku. Hendaklah kita membantunya dalam membangun benteng raksasa (berbentuk Piramida) di dalam air dan di permukaannya, serta di atas sebidang tanah di dunia ini (sebagai istananya Dajjal) yang dekat dengan (pusat) istanaku ini (arsyi/singgasana utama Iblis di atas air Laut Segitiga Bermuda). Malam ini pesta dimulai. Menyebarlah”.

Istana itu ramai dengan hiruk-pikuk dan malam-malam indah, Iblis mengajak saudara kembarnya ke kamar tamu besar yang telah disiapkan untuknya. Setiap malam mereka berdua mengadakan pertemuan hingga pagi hari. Lalu masing-masing kembali ke kamarnya, selama 40 hari selesailah pembuatan “aturan kerja” dan “penetapan langkah-langkah setan untuk memerintah dunia”. Dibentuk pula konsep protokoler bagi pengendalian dunia dan metode penguasaannya. Iblis dan pasukannya telah berhasil membantu Dajjal membangun istananya yang berbentuk Piramida di Segitiga Bermuda di dalam air dan di permukaanya serta di atas sebidang tanah di Bumi yang dibangun di dekat pusat istananya Iblis yang berada di atas air Laut Segitiga Bermuda. Pada hari terakhir, diadakan pesta perpisahan dengan sahabatnya, Dajjal pun keluar dari istananya. Dajjal menggerakkan kapalnya beserta para pengawalnya yang mulai bangun dari tidur selama 40 hari 40 malam (manusia yang masuk ke istananya Iblis, langsung tertidur, kecuali Dajjal, karena Iblis hendak berbicara kepadanya sehingga Dajjal tidak tertidur ketika memasuki istananya Iblis).Yang pertama kali mereka (para pengawalnya) lakukan adalah sujud kepada Dajjal.
Para pengawalnya berkata        : “Engkau menjadi suci, wahai junjungan dan tuhanku. Engkau telah menjadikan kami  mati dengan kebijaksanaanmu dan sekarang kami menjadi hidup dengan rahmatmu”.
Dajjal menjawab                       : “Apakah kalian tahu berapakah umur kalian ketika mati di hadapanku?”.
Pengawalnya menjawab            : “Kami tidak tahu”.
Dajjal berkata                           : “40 hari, hendaklah selalu membiasakan pesta kematianmu selama 40 hari. Pada 40 hari, aku menghidupkan mereka sekali lagi untuk memasukkan mereka ke dalam Firdaus, namun kalian tidak melihat mereka”.                                                                   
Sangat disayangkan, bahwa perayaan 40 hari menjadi perbuatan bid’ah yang diwarisi kaum muslim dari Dajjal Yahudi dan fir’aun yang juga merayakan 40 hari setelah kematiannya, karena ruh dihentikan dari penghisapan, kata Dajjal, Iblis, dan para fir’aun. Ini benar-benar adalah kebohongan yang ditiru Dajjal untuk dirinya dari fir’aun dan kemudian dari Iblis dalam pestanya. Semoga Allah melaknati mereka, yaitu Iblis dan Dajjal Laknatullah.
Janji Iblis dihadapan Allah dalam Qur’an surat Al-A’raaf ayat 16-17 dan 30 :
16.  (“Iblis menjawab : ”Karena Engkau) Allah (telah menghukum aku sesat, aku akan) menghalang-halangi (mereka)  manusia (dari jalan Engkau yang lurus).
17.  (Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka taat”) akhirnya Iblis dan pengikut-pengikutnya berhasil menyesatkan sebagian besar manusia.
30.  (Sebagian) manusia (diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung) mereka (selain Allah dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk).
Qur’an surat Al-Hijr ayat 39-44 :
39.  (Iblis berkata : “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan) membuat (mereka) manusia yang sesat (memandang baik) perbuatan mereka yang buruk (di muka Bumi ini dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya),
40.  (kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis) yaitu orang-orang yang telah diberi taufiq untuk bertakwa dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya (di antara mereka”).
41.  (Allah berfirman : “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah menjaganya) sehingga orang tersebut terlepas dari tipu daya setan dengan mengikuti jalan yang lurus karena dijaga oleh Allah. Jadi sesat atau tidaknya seseorang itu karena Allah yang menentukan, An-Nisaa’ 88, 143, Al-An’aam 39, 125, Al-A’raaf 178, 186, Ar-Ra’du 27, 33, Ibrahim 4, 27, An-Nahl 37, 93, Al-Israa’ 97, Al-Kahfi 17, Ar-Ruum 29, 53, Faathir 8, Az-Zumar 23, 36, Al-Mu’min 33-34, 74, Asy-Syuura 44, 46, Al-Jaatsiyah 23 dan Al-Muddatstsir 31.
42.   (sesungguhnya hamba-hamba-Ku) yang beriman (tidak ada kekuasaan bagimu) setan (terhadap mereka, kecuali orang-orang  yang mengikut kalian, yaitu orang-orang yang sesat”).
43.  (Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka) pengikut-pengikut setan (semuanya).
44.  (Jahannam itu mempunyai 7 pintu, tiap-tiap pintu) telah ditetapkan (adalah untuk golongan tertentu bagian di antara mereka) yang sesat.
Qur’an surat Al-An-‘aam ayat 122 :
122.(Dan apakah orang yang sudah mati) hati nuraninya (kemudian ia Kami hidupkan) hati nuraninya dengan diberi-Nya hidayah (dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang) jalan yang lurus dan keselamatan (yang dengan cahaya itu ia dapat berjalan) bisa bergaul/bersosialisasi (di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita) kesesatan (yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?) karena Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir, At-Taubah 37 (Demikianlah  Kami jadikan orang-orang  yang kafir itu memandang baik terhadap apa yang telah mereka kerjakan).
Qur’an surat Shaad ayat 82-85 :
82.  (Iblis menjawab : “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya).
83.  (Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka) yaitu orang-orang yang telah diberi taufiq dan hidayah untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah.
84.  Allah (berfirman : “Maka yang benar) adalah sumpah-Ku (dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan”).
85.  (Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahannam dengan jenis kamu) yaitu Iblis dan semua setan jin (dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya) yaitu semua setan manusia.
Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 36-38 :
36.  (Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah) yaitu Al-Quran (Kami adakan baginya setan) yang menyesatkan dirinya (maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya).
37.  (Dan sesungguhnya mereka) setan-setan itu (benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk) setan membuatnya memandang baik perbuatan dosa.
38.  (Sehingga apabila orang-orang yang berpaling) dari Allah dan rasul-Nya ketika hidup di dunia (itu datang kepada Kami) di hari Kiamat (dia berkata : “Wahai, seandainya jarak antaraku dan kamu) setan (seperti jarak antara timur dan barat! Memang) setan itu (teman yang paling jahat”) di dunia setan menggoda manusia untuk menuruti hawa nafsu, Al-Baqarah 169, sehingga manusia tergelincir dalam dosa, tetapi di akhirat, setan mengkhianati manusia, Qaaf 27.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Dajjal oleh Muhammad Isa Dawud dan berbagai sumber.

4 komentar:

Rizcel Jawa mengatakan...

Makasih atas semuanya?saya jadi semakin tau kehidupan si dunia

Dheniz Outsider mengatakan...

Maaf agan TS, saya kurang setuju dgn penafsiran al-hijr ayat 41. Menurut yg pernah saya pelajari bahwasanya manusia menjadi beriman atau sesat itu menurut pada kehendak babas dari hawa nafsunya & jika dikatakan sesat atau beriman itu krn Allah swt itu nanti ada sanggahan "kalau Tuhan yg menjalankan kita pada hal² yg mungkar, lantas knp kita yg harus mendapat siksaan di neraka.?" atau sama seperti anggapan "hidup didunia seperti wayang, krn dalang yg menempatkan kita di pihak kurawa itu bkn slh kita krn kita tdk bertindak & meminta, kita hny diam" itu akan bertentangan dgn sifat Tuhan Maha Adil dan terkesan lempar batu sembunyi tangan (sifat ini hny dimiliki oleh iblis laknatulloh di akhir zaman nanti).
Beriman atau sesatnya seseorang itu berasal dari hawa nafsu, jika kita bisa mengendalikan hawa nafsu maka kita bisa meredam ambisi yg cenderung membuat kita bersikap tergesa-gesa, merasa ssemunya diatas org lain dan didukung oleh hak bebas aktif yg secara istimewa diberikan oleh Tuhan kpd manusia, hak bebas aktif ini bkn berarti menjadikan manusia bisa menandingi Tuhan, ini hny berarti bahwa manusia bebas memilih sendiri jln yg akan di lalui di dunia apakah jln yg lurus atau jln menuju kesesatan. Dan Tuhan selalu mengingatkan ketika manusia memilih jln yg salah itu bukti bahwa tuhan tidak serta merta menuntun seseorang dijalur sesat ini. Jika diumpamakan "kita" semua yg hidup didunia ini hny lah ruh (ruh seumpama pengendara) sementara raga kita ibarat sebuah kendaraan, sebuah kendaraan dbuat tentu ada kelengkapannya misal buku pedoman pemilik (al-qur'an bagi umat islam). Jika kita tidak malas membaca buku pedoman ini pasti kita akan selalu aman berkendara sehari-har, krn disitu telah dijelaskan bagai mana cara menstarter mtr, memanasi mesin, kelengkapan berkendara, keamanan berkendara bahkan kondisi² yg dilarang berkendara. Dan jika malas membaca pasti kita akan berkendara semaunya sendiri. Begitulah manusia hidup jika hati kita & ruh kita senantiasa mengingat Alloh swt serta berpedoman pd Al-qur'an & hadist maka insya Allah hidup kita selamat.
Sementara utk masalah selamatan 40hr saya rasa ini sangat sensitif krn dlm hal ini yg jd masalah hny tatacara atau syari'at saja, selama tujuan berdo'a masih Allah SWT itu tdk masalah bagi saya, ini merujuk pd sifat ajaran & hukum islam yg tegas, lentur & ulet namun tidak keras & kaku. Selama masih meminta kpd Allah swt dan tujuannya mendo'akan orang tua atau sanak saudara yg telah meninggal tentu sah² saja.. Sementara yg dikatakan bid'ah itu apa.? Lha wong kita pake laptop, gadget & intenet jg Rosululloh blm pernah mengajarkan apalagi memakai.. ����

Prita Narendradhuhita mengatakan...

Silahkan baca Al-Qur’an surat : An-Nisaa’ ayat 88, Al-An’aam ayat 39, Ar-Ra’du ayat 27, Al-Mu’min ayat 34 dan 74 dan artikel GODAAN SETAN di link http://naresvari.blogspot.co.id/2013/03/godaan-setan.html

JEKI ROSITO mengatakan...

Jangan pernah tinggalkan sholat,karna sholat menjaga kita dari perbuatan maksiat sehingga setan tak mampu menyesatkan kita @Dheniz Outsider