01 Maret, 2018

ORANG ARAB MADINAH MUDAH MENERIMA DAKWAH ISLAM

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 129 :
129.    Setelah meninggikan dinding-dinding Baitullah di Mekkah bersama Nabi Ismail as, Nabi Ibrahim as berdoa : (Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang rasul dari kalangan mereka sendiri) yaitu dari kalangan bangsa Arab (yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau dan mengajarkan kepada mereka Alkitab) Al-Qur’an (dan Al-Hikmah) hadits nabi (dan menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”) setelah Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim as dengan Allah utus Rasulullah saw pertama-tama kepada orang-orang Mekkah, ternyata mereka mendustakan, mengolok-olok, menzhalimi, membenci dan membunuh beliau saw tetapi selalu gagal karena pertolongan Allah.

Mengapa orang-orang Arab Madinah lebih mudah menerima seruan dakwah Islam dari Rasulullah saw daripada orang-orang Arab Mekkah? Yang telah mengkondisikan hati orang-orang Arab Madinah mudah untuk menerima agama Islam adalah keberadaan kaum Yahudi di negeri mereka dan kaum Yahudi dikenal sebagai suatu kaum yang ahli agama dan ilmu pengetahuan (kaum Ahli Kitab). Jika terjadi pertentangan atau perselisihan dan peperangan antara suku-suku Arab Madinah Khazraj dan Aus dengan kaum Yahudi, maka kaum Yahudi selalu berkata kepada mereka : ”Sesungguhnya sekarang telah tiba saatnya akan dibangkitkan seorang nabi (akhir zaman). Kami akan mengikutinya dan bersamanya kami akan memerangi kalian, sebagaimana pembunuhan (azab yang Allah timpakan kepada kaum) ‘Aad dan (Kota) Iram”. Kata-kata (ancaman) kaum Yahudi tersebut diucapkan selama 120 tahun sehingga orang-orang Arab Madinah hafal di luar kepala. Ketika Rasulullah saw pada tahun ke-11 kenabian berdakwah kepada sekelompok orang Arab Madinah dari kabilah Khazraj yang telah dibukakan hatinya untuk mendapat hidayah-Nya saat mereka datang ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, beliau saw mendatangi mereka lalu berbicara dan mengajak mereka untuk memeluk agama Islam, mereka berkata seraya saling berpandangan : “Demi Allah, ketahuilah bahwa ia (Rasulullah saw) adalah nabi yang dijanjikan oleh orang-orang Yahudi kepadamu, jangan sampai mereka mendahului kamu”. Akhirnya orang-orang Arab Madinah dengan mudah menerima dakwah Rasulullah saw dan memeluk agama Islam dan akan mengajak kabilah mereka untuk taat kepada beliau saw dan akan mengajak mereka memeluk agama Islam. Kemudian mereka pulang ke Madinah dan berjanji kepada Rasulullah saw akan bertemu lagi pada musim haji di tahun mendatang. Orang-orang Arab Madinah dengan mudah menerima dakwah Rasulullah saw karena mereka mengetahui bahwa telah tiba saatnya dibangkitkan seorang nabi akhir zaman dari ancaman kaum Yahudi (sebutan yang dikenal oleh orang-orang non Yahudi untuk menyebut Bani Israil) yang diucapkan mereka setiap kali terjadi perselisihan antara Yahudi dan Arab Madinah selama puluhan tahun. Semua itu terjadi sebelum kaum Yahudi mengetahui bahwa nabi akhir zaman itu adalah orang Arab, sehingga mereka sangat yakin akan menjadi pengikutnya jika nabi tersebut datang dan yakin bersamanya akan memerangi orang-orang Arab sebagaimana kaum ‘Aad dan Kota Iram (Ubar), Provinsi Dhofar - Oman yang dahulu diperangi (diazab karena durhaka dan mendustakan Allah dan rasul-rasul-Nya).
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 29, juz 27 surat ke-57 :
Imam Ibnul Mundzir mengetengahkan hadits lainnya melalui Mujahid yang menceritakan bahwa orang-orang Israel telah mengatakan kepada orang-orang Madinah : ”Sudah dekat masanya akan turun seorang nabi dari kalangan kami (maksudnya nabi itu adalah orang Israel, menurut kepercayaan mereka, dia (penutup nabi-nabi itu) kelak akan (menerapkan hukum) memotong tangan dan kaki”. Lalu setelah nabi (utusan Allah yang terakhir) yang dimaksud muncul dari kalangan bangsa Arab, mereka mengingkarinya karena dengki kepada Rasulullah saw, maka Allah menurunkan firman-Nya :
Kami terangkan yang demikian itu (Supaya Ahli Kitab) Bani Israil (mengetahui bahwa mereka tidak mendapat sedikit pun akan karunia Allah) jika mereka tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw yang adalah orang Arab (dan bahwasanya karunia) Alkitab (ilmu), hikmah dan kenabian (itu berada di tangan kekuasaan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar) Ali-‘Imran ayat 73-74, Al-Anfaal ayat 29 dan Al-Jumu’ah ayat 4.
Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 5, juz 30 surat ke-98 : apa maksud dari agama Nabi Ibrahim as yang lurus?
5.      (Padahal mereka) Bani Israil (tidak disuruh) yang tertulis dalam Kitab Taurat Musa, Zabur dan Injil Nabi Isa as (kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam beragama dengan lurus) berpegang teguh pada agama Nabi Ibrahim as lalu disambung atau dihubungkan dengan agama Rasulullah saw yaitu dengan memeluk agama yang tidak sesat dan tidak meyekutukan Allah (dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus) tetapi setelah kedatangan Rasulullah saw kepada mereka yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, maka sebagian besar Bani Israil ingkar dan merusak janji mereka di hadapan Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan atau dilanjutkan untuk mengikuti agama yang dibawa Rasulullah saw karena mereka dengki dengan beliau saw yang ternyata bukan orang Israel dan mereka mengadakan kerusakan di Bumi dengan melakukan kekufuran dan perbuatan-perbuatan maksiat, Ar-Ra’du ayat 25. Padahal sebelumnya mereka berdoa kepada Allah karena sangat yakin bahwa nabi akhir zaman itu berasal dari golongan mereka (orang Israel) keturunan Nabi Ishaq as karena perpedoman pada Kitab Kejadian pasal 22 ayat 2 yang telah diubah kata-katanya oleh rabbi-rabbi/ulama-ulama Bani Israil yang tidak takut kepada Allah.
Kitab Perjanjian Lama (Taurat Yahudi), Kitab Kejadian pasal 22 ayat 2 :
Pasal 22:2 : Firman-Nya : ”Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu”.
Padahal, Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim as yang sebenarnya di dalam Kitab Suci Taurat yang ditulis oleh Nabi Musa as adalah sbb     : (“Bawalah anakmu, anak pertamamu dan ajaklah ke gunung untuk mengorbankan dia”).
Nabi Isa as bersabda   : “Bagaimana mungkin Ishaq menjadi anak pertama, jika saat Ishaq lahir, Ismail telah berusia 7 tahun”.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 89-90 dan 101, juz 1 surat ke-2 :
89.  (Dan tatkala datang kepada mereka Kitab) Al-Qur’an (dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka) yakni Taurat, Zabur, Injil dan kitab-kitab nabi-nabi Bani Israil (padahal sebelumnya, mereka memohon pertolongan) supaya memperoleh kemenangan (atas orang-orang kafir) dengan berdoa : Ya Allah tolonglah kami, datangkanlah nabi yang akan dibangkitkan di akhir zaman (Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui) yaitu tentang Rasulullah (mereka mengingkarinya) karena ternyata penutup nabi-nabi tersebut bukan orang Israel, mereka tidak bisa menerima kenyataan ini, mereka dengki karena berkah dan rahmat Allah turun kepada umat manusia lewat nabi yang orang Arab bukan lewat nabi mereka, mereka takut kehilangan pengaruhnya di antara umat manusia (maka laknat Allah atas orang-orang yang kafir itu).
90.  (Alangkah buruknya) perbuatan (mereka, menjual diri mereka) maksudnya menjual pahala akhirat dengan dunia yang sedikit (Bahwa mereka kafir terhadap apa yang diturunkan Allah, disebabkan kedengkian) mereka kepada Rasulullah saw yang ternyata adalah orang Arab (Bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya) untuk diberi Alkitab (ilmu), hikmah dan kenabian (di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka) orang-orang Israel yang kafir itu (kembali dengan kemurkaan demi kemurkaan) dari Allah yang bertubi-tubi karena sebagian besar mereka selalu durhaka dan mengingkari Allah, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya (Dan bagi orang-orang kafir) ditimpakan (azab yang menghinakan).
101.    (Dan ketika datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah) yaitu Rasulullah saw (yang membenarkan kitab yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka) Bani Israil telah berjanji akan beriman, taat kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dengan menjadi pengikut rasul-rasul-Nya termasuk menjadi pengikut Rasulullah saw dan memberi bantuan pada rasul-rasul-Nya, Al-Maaidah ayat 12, tetapi kemudian orang-orang Israel yang kafir, fasik dan zhalim itu mengingkari janji mereka kepada Allah, Al-Maaidah ayat 13 (seolah-olah mereka tidak mengetahui) bahwa Allah akan mengutus rasul-Nya yang terakhir yaitu penutup nabi-nabi yang bernama Muhammad yang membawa Kitab Suci Al-Qur’an sebagai peringatan bagi seluruh umat, Al-Qalam ayat 52.
Qur’an surat Al-An’aam ayat 20, Juz 7 surat ke-6 :
20.  Padahal (Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya) yaitu Bani Israil (mereka mengenalnya) Muhammad (seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri) karena Allah telah menjelaskan tentang diri Rasulullah saw dalam kitab mereka secara terperinci (Orang-orang yang merugikan dirinya) di antara mereka (mereka itu tidak beriman) kepada Rasulullah saw.

Sementara orang-orang Arab Mekkah tidak tahu apapun perihal nabi akhir zaman itu, karena mereka tidak bertetangga dengan orang-orang Yahudi (Bani Israil) yang sudah dikenal oleh orang-orang Arab Madinah sebagai kaum yang ahli agama dan ahli ilmu pengetahuan dan dikenal juga sebagai kaum penyembah dan percaya kepada satu Tuhan yang tidak tampak oleh mata dan tersembunyi (tidak terjangkau) dari akal, ilmu dan panca indera makhluk-makhluk-Nya yaitu Allah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan semesta alam yang tidak berbentuk apa pun, tidak tersusun dari apa pun dan tanpa perubahan menjadi apa pun. Orang-orang Arab Mekkah juga tidak mengetahui apa pun tentang agama dan tradisi-tradisi orang-orang Yahudi, hal itu yang menyebabkan sebagian besar orang Arab Mekkah yang masih percaya kepada banyak tuhan yang tampak di hadapan mereka sangat sulit menerima dakwah dari Rasulullah saw yang menyeru mereka untuk beriman dan menyembah hanya kepada Tuhan yang satu saja, ”Laa Ilaaha Illallaah”, Allah Tuhan Yang Maha Kuasa Maha Meliputi Maha Halus Maha Mengetahui dan Tuhan Yang Maha Ghaib yang tidak tampak oleh penglihatan mata mereka, Shaad ayat 4-7.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 118, juz 1 surat ke-2 : 
118.    (Dan berkatalah orang-orang yang tidak mengetahui) yaitu kaum kafir Mekkah : (”Mengapa Allah tidak berbicara dengan kami) bahwa engkau adalah rasul-Nya (atau datang kepada kami suatu tanda) bukti yang kami usulkan yang menunjukkan kebenaran risalahmu Muhammad (Demikian pulalah dikatakan oleh orang-orang yang sebelum mereka) umat-umat yang kafir dahulu kepada nabi mereka masing-masing telah mengatakan (seperti ucapan mereka) kaum kafir Mekkah itu berupa pembangkangan kepada rasul-Nya dan permintaan mukjizat-mukjizat (hati mereka serupa) dalam kekafiran, ayat ini untuk menghibur hati Rasulullah saw karena didustakah oleh kaum kafir Mekkah (Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin) yaitu mereka yang mengetahui bahwa ia adalah ayat atau tanda, sehingga mereka beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka mengusulkan ayat atau tanda-tanda lain itu merupakan dosa. Orang-orang kafir Mekkah itu memandang besar tentang diri mereka (menyombongkan diri, merasa derajat mereka lebih tinggi dari Rasulullah saw karena mempunyai harta kekayaan dan kedudukan di kalangan masyarakat Mekkah, sehingga mereka menganggap rendah Rasulullah saw yang hanya orang miskin yang tidak mempunyai kedudukan apa pun), bahkan mereka telah melakukan kezhaliman yang sangat melampaui batas karena meminta melihat Allah Swt tampak dengan nyata atau jelas dihadapan mereka, lalu memberi tahu kepada mereka bahwa Muhammad adalah rasul-Nya, baru mereka akan beriman, Al-Furqaan ayat 21. Kezhaliman orang-orang kafir Mekkah itu sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Israel yang telah meminta kepada Nabi Musa as, mereka berkata : “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata (jelas)”. Maka mereka disambar petir karena kezhalimannya, Al-Baqarah ayat 55 dan An-Nisaa’ ayat 153. Kebanyakan orang-orang Mekkah itu tidak beriman, Asy-Syu’araa’ ayat 8 dan Yaasiin ayat 7, maka Rasulullah saw hanya dapat memberi peringatan kepada sebagian kecil dari mereka yang takut kepada azab Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun mereka tidak dapat melihat Allah dengan hati yang bertobat, Faathir ayat 18, Yaasiin ayat 11 dan Qaaf ayat 33. Silahkan membaca : Sirah Nabawiyah ‘Bai’at Aqabah Pertama’ halaman 134-140 oleh Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi. 

Qur’an surat Al-An’aam ayat 37, juz 7 surat ke-6 :
37.  (Dan mereka) orang-orang musyrik Mekkah (berkata : ”Mengapa tidak diturunkan kepadanya) Muhammad (suatu mukjizat dari Tuhannya?”) sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah, Al-’Ankabuut ayat 50. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah, maka apabila telah datang perintah Allah untuk menurunkan azab yang ditimpakan atas orang-orang kafir itu, diputuskan semua perkara dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil yaitu orang-orang yang mendustakan rasul-rasul-Nya karena Allah pasti akan mengazab mereka di dunia dan di akhirat, Al-Mu’min ayat 78 (Katakanlah) Muhammad (: ”Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”) sesungguhnya dengan turunnya mukjizat-Nya itu, berarti suatu musibah besar yang pasti menimpa mereka, jika mereka masih tetap mendustakan rasul-Nya.
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 89-99, juz 15 surat ke-17 :
89.  (Dan sesungguhnya Kami telah jelaskan kepada manusia dalam Al-Qur’an ini tiap-tiap macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia) yaitu penduduk Mekkah (tidak menyukai kecuali mengingkari) kebenaran risalah yang dibawa (nya) Rasulullah saw.
90.  (Dan mereka berkata : ”Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu sebelum engkau memancarkan mata air dari tanah untuk kami”).
91.  (”Atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan sungai-sungai di celah-celah) di tengah-tengah (kebun itu yang deras) aliran (airnya”).
92.  (”Atau engkau jatuhkan Langit) hancur (berkeping-keping atas kami, sebagaimana) seperti yang (engkau katakan atau engkau datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami”) tampak di hadapan kami sehingga kami dapat melihat mereka dengan sejelas-jelasnya.
93.  (”Atau engkau mempunyai rumah dari emas atau engkau naik ke Langit) dengan memakai tangga (Dan kami sekali-kali) tetap (tidak akan mempercayai kenaikanmu) itu seandainya engkau dapat menaiki Langit (hingga engkau turunkan atas kami) dari Langit (sebuah kitab yang kami baca”. Katakanlah) kepada penduduk Mekkah itu Muhammad (: ”Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanyalah manusia yang menjadi rasul?”) sama halnya dengan rasul-rasul yang lain, karena kami para rasul tidak dapat mendatangkan suatu mukjizat melainkan dengan seizin Allah.
94.  (Dan tidak ada sesuatu yang menghalang-halangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka) dengan nada ingkar (: ”Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”) Dan mereka berkata : ”Mengapa tidak diturunkan malaikat kepada Muhammad yang  menerangkan kepada kami bahwa dia itu seorang nabi”. Dan jika Allah menurunkan malaikat kepada Rasulullah saw, tentulah selesai urusannya, karena Allah akan mengazab mereka sampai binasa semua dengan seketika, mereka tidak diberi tangguh (kesempatan) untuk memohon ampun dan bertobat disebabkan mereka tidak beriman kepada rasul-Nya. Dan sekiranya rasul itu Allah jadikan dari malaikat, pastilah Allah jadikan dia berwujud seorang pria dan pastilah akan Allah serupakan dengan mereka yang membuat mereka ragu-ragu kepada malaikat-Nya yang diutus kepada mereka yang telah berwujud manusia, karena manusia biasa tidak dapat melihat malaikat. Maka jika Allah mengutus seorang malaikat sebagai rasul kepada manusia, pasti Allah mengutusnya dalam wujud seorang manusia dan pasti orang-orang kafir itu akan tetap mendustakannya dan mereka pasti berkata : ”Ini bukan malaikat, hanya manusia seperti kami juga”. Jadi percuma, mereka akan tetap ragu-ragu, Al-An’aam ayat 8-9.
95.  (Katakanlah) kepada mereka Muhammad (: ”Seandainya di Bumi ini ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di Bumi, niscaya Kami turunkan dari Langit kepada mereka malaikat menjadi rasul”) sebab, tidak diutus rasul kepada suatu kaum, melainkan rasul itu berasal dari jenis mereka sendiri, sehingga memungkinkan bagi mereka untuk berbicara kepada rasul-Nya dan memahami ajaran yang dibawa rasul itu.
96.  (Katakanlah) kepada mereka (: ”Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”).
97.  (Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan, maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat) seraya diseret (atas wajah-wajah mereka dalam keadaan buta, bisu dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah Neraka Jahannam. Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya).
98.  (Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan karena mereka berkata : ”Apakah bila Kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?”) Ar-Ra’du ayat 5, Maryam ayat 66 dan Al-’Ankabuut ayat 10. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakannya dahulu, sedangkan ia sebelumnya tidak ada gambaran wujudnya sama sekali sebelum diciptakan-Nya? Dan Allah-lah yang menciptakan manusia dari permulaan, lalu mengembalikan hidup kembali (membangkitkannya) setelah mereka mati, Allah hanya tinggal menyusun tulang-tulangnya kembali lalu membalutnya dengan daging dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya Bumi yang kering tandus, pastilah dapat menghidupkan semua makhluk yang mati, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan bagi-Nyalah teladan Yang Maha Tinggi di Langit dan di Bumi dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Al-Baqarah ayat 259, Maryam ayat 67, Ar-Ruum ayat 27 dan Fushshilat ayat 39. Apakah kalian yang lebih sulit penciptaanya ataukah Langit yang telah dibangun-Nya? An-Naazi’aat ayat 27.
99.   (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan Langit dan Bumi adalah kuasa pula menciptakan yang serupa dengan mereka). Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan manusia dari permulaannya, kemudian mengulanginya kembali. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Sesungguhnya penciptaan Langit dan Bumi lebih besar atau lebih sulit daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Dan Allah tidak merasa payah karena menciptakan kesemuanya, dan Allah sangat lebih kuasa (mampu) untuk menghidupkan orang-orang yang mati. Ya sesungguhnya Allah Maha Pencipta, Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu, Al-’Ankabuut ayat 19-20, Yaasiin ayat 81, Al-Mu’min ayat 57 dan Al-Ahqaaf ayat 33 (dan telah menetapkan waktu yang tertentu) umurnya (bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zhalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran).
Qur’an surat Al-Furqaan ayat 7-9, juz 18 surat ke-25 :
7.      (Dan mereka) orang-orang kafir itu (berkata : ”Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?) Dan Allah tidak mengutus rasul-rasul sebelum Rasulullah saw, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar, Al-Furqaan ayat 20 (Mengapa tidak diturunkan kepadanya malaikat supaya malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia”?
8.      (”Atau mengapa tidak diturunkan kepadanya) Muhammad (harta kekayaan) dari Langit lalu dia membelanjakannya sehingga dia tidak usah lagi berjalan-jalan di pasar untuk mencari penghidupan? (Atau mengapa tidak ada kebun baginya?) yaitu ladang yang menjadi miliknya (yang dapat dia makan dari hasilnya?”. Dan orang-orang yang zhalim itu berkata : ”Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”) orang-orang kafir Mekkah itu menuduh Rasulullah saw akalnya tidak sehat karena pengaruh sihir, maka Allah berfirman pada ayat berikutnya :
9.      (Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang engkau) Muhammad yang mengatakan engkau sebagai orang yang kena pengaruh sihir, orang miskin yang tidak mempunyai harta kekayaan dan sebagainya (maka sesatlah mereka) dari jalan yang lurus (mereka tidak akan dapat menemukan jalan untuk menentang kerasulannya).


Sumber : Al-Qur’an dan berbagai sumber.

MENGAPA ORANG BAIK HATI MASUK NERAKA

Mengapa orang-orang baik hati yang mengerjakan amal-amal saleh tetapi mereka malah dimasukkan oleh Allah ke dalam Neraka Jahannam kekal untuk selama-lamanya? Hal itu karena mereka adalah orang-orang yang tidak beriman, sehingga sia-sialah perbuatan amal-amal saleh yang dikerjakan oleh mereka sewaktu hidup di alam dunia.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 264 dan 268 :
264.    (Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan) pahala (sedekah-sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan) si penerima (seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia) menyombongkan amal-amal saleh yang dikerjakannya supaya dipuji manusia (dan ia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir) yaitu orang-orang kafir, An-Nisaa’ ayat 38 (Maka perumpamaannya adalah seperti sebuah batu licin yang ada tanah di atasnya, lalu ditimpa oleh hujan lebat, hingga menjadi licin tandas) sehingga sudah tidak ada lagi tanah di atas batu itu (Mereka tidak mendapatkan sesuatu apapun dari apa yang mereka kerjakan) yaitu amal-amal saleh mereka tidak diberi balasan pahala oleh Allah (Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir).
268.    (Setan menjanjikan) menakut-nakuti dengan (kemiskinan kepadamu) umat Islam (dan menyuruh kamu berbuat kejahatan) setan menyuruh kamu umat Islam bersifat kikir bahkan sangat kikir sampai tidak mau menunaikan zakat dan tidak mau memberi pinjaman kepada Allah berupa infaq dan sedekah (harta, benda, ilmu, tenaga, waktu, doa dan sebagainya, terutama sedekah harta, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, Ali-’Imran ayat 134), sehingga kamu menjadi orang yang pelit (kikir) atau enggan mengerjakan amal-amal saleh. Sedangkan kepada orang-orang kafir, setan menyuruh mereka bersifat dermawan, karena setan merasa senang melihat manusia-manusia itu bekerja tanpa upah. Maksudnya adalah, setan merasa senang melihat orang-orang kafir itu jasmani dan rohaninya bekerja untuk beribadah dan mengerjakan amal-amal saleh, tetapi mereka tidak mendapatkan balasan pahala di sisi Allah karena mereka tidak beriman kepada Allah, rasul-rasul-Nya dan tidak pula beriman kepada hari akhir. Oleh karena itu setan berjuang habis-habisan siang dan malam dengan seluruh ketekunan untuk meniadakan iman manusia dengan menyesatkan mereka sehingga menjadi orang-orang yang tidak beriman, supaya perbuatan amal saleh yang dikerjakannya sewaktu hidup di alam dunia oleh orang baik hati yang tidak beriman itu menjadi sia-sia, mereka menyangka bahwa telah berbuat yang sebaik-baiknya. Akhirnya orang-orang baik hati yang kafir itu menjadi temannya setan di Neraka seperti umat Islam yang kikir atau enggan mengerjakan amal-amal saleh yang juga menjadi temannya setan di Neraka. Barangsiapa menjadikan setan sebagai temannya, maka ketahuilah setan itu adalah teman yang sangat jahat, An-Nisaa’ ayat 38 dan Sabda Nabi Isa as bab 90. Tentang Iman, Injil Barnabas halaman 162-164 (sedangkan Allah menjanjikan kepadamu ampunan dari-Nya dan karunia) berupa pembayaran yang berlipat-lipat ganda (Allah melapangkan rezeki kepadamu) sebagai penggantinya dan memberi pahala yang besar dari sisi-Nya, Al-Baqarah ayat 245, 261, 265, An-Nisaa’ ayat 40, Al-Maaidah ayat 9, Al-An’aam ayat 160, Sabaa’ ayat 39, Fushshilat ayat 8, Al-Hadiid ayat 11, 18, At-Taghaabun ayat 17 dan At-Tiin ayat 6. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, pasti akan Allah hapus dosa-dosa mereka dan pasti akan Allah memberi mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan dan mereka pasti akan Allah masukkan ke dalam golongan orang-orang yang saleh, Al-’Ankabuut ayat 7, 9 (dan Allah Maha Luas) karunia-Nya (lagi Maha Mengetahui) orang-orang beriman yang mendirikan shalat dan mengerjakan amal-amal saleh dengan menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka, Al-Baqarah ayat 254, 271, 273, Ali-’Imran ayat 92 dan Al-Anfaal ayat 3.
Qur’an surat Ali-’Imran ayat 117 :
117.    (Perumpamaan harta yang mereka) orang-orang kafir (nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman suatu kaum yang menganiaya diri mereka sendiri, lalu angin itu merusaknya) maksudnya, amal-amal saleh yang dikerjakan orang-orang kafir sewaktu hidup di alam dunia tidak diberi balasan pahala oleh Allah di akhirat kelak (Allah tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) karena dosa-dosa kekafiran mereka.
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 147 :
147.    (Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami) yaitu orang-orang yang tidak beriman (dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan) amal-amal saleh yang dikerjakan (mereka) sewaktu hidup di alam dunia (Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan) yaitu dosa-dosa kekafiran, mereka tidak beriman dan tidak bertakwa kepada Allah dan menjadikan ayat-ayat-Nya dan rasul-rasul-Nya sebagai olok-olok. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Allah jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan). Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk di dunia dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi (karena dimasukkan ke dalam Neraka kekal mereka di dalamnya), An-Naml ayat 4-5.
Qur’an surat Al-Kahfi ayat 29 dan 103-106 :
29.  (Dan Katakanlah) Muhammad (: ”Kebenaran itu datangnya dari Tuhan kalian) yaitu Allah Tuhan Yang Maha Esa Tuhan semesta alam (maka barangsiapa yang menghendaki beriman, hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang menghendaki kafir, biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zhalim itu Neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah) Itulah (minuman yang paling buruk dan ia) Neraka itu (adalah tempat istirahat yang paling jelek).
103.    (Katakanlah : ”Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatan) amal saleh dan ibadah yang dikerjakan (nya?”).
104.    (Yaitu orang-orang) kafir (yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya) padahal orang-orang kafir itu merasa yakin akan menerima pahala atas segala amal saleh dan ibadah yang mereka kerjakan dari ’tuhan’ mereka, yaitu jika meninggal akan bertemu dengan tuhan mereka dan dimasukkan ke dalam Surga. Ternyata, mereka meninggal kembali kepada Allah, maka semua ibadah dan amal kebaikan mereka itu tidak bermanfaat sama sekali terhadap diri mereka karena di akhirat kelak tidak diberi balasan pahala oleh Allah.
105.    (Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kafir terhadap perjumpaan dengan Dia) orang-orang yang kafir itu tidak beriman kepada hari kebangkitan, perhitungan amal perbuatan, balasan pahala dan azab di hari Kiamat (maka hapuslah amalan-amalan mereka dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka pada hari Kiamat). Dan kepada orang yang kafir, Allah memberi kesenangan sementara, kemudian Allah paksa ia menjalani siksa Neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali, Al-Baqarah ayat 126.
106.    (Demikianlah balasan mereka itu Neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok) Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni Neraka, Al-Maaidah ayat 10.
Qur’an surat An-Nuur ayat 39 :
39.  (Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah bagaikan fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang yang kehausan, tetapi bila didatanginya) tempat yang disangka (air itu, ia tidak mendapatinya sesuatu apapun) itulah perumpamaan bagi amal-amal saleh (zakat, infaq dan sedekah) dari orang-orang kafir yang sia-sia, mereka menyangka amal-amal kebaikannya sewaktu hidup di alam dunia akan mendapatkan balasan pahala dari ‘tuhan’ mereka dan ternyata mereka meninggal dunia kembali kepada Allah, sehingga amal-amal salehnya itu tidak bermanfaat sama sekali terhadap dirinya. Karena mereka kafir dan fasik, maka amal-amal kebaikan mereka tidak mendapatkan balasan pahala di sisi Allah di akhirat kelak (Dan ia mendapatkan) ketetapan (Allah di sisi) amal (nya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup) Allah hanya memberikan balasan pahala atas amal-amal salehnya itu di dunia saja. Barangsiapa yang menghendaki keuntungan (balasan pahala) akhirat akan Allah tambahkan (dilipatgandakan) keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Allah berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia (tidak dilipatgandakan balasan pahalanya) dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat, Asy-Syuura ayat 20 (dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya).
Qur’an surat Al-Furqaan ayat 23 :
23.  (Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka) orang-orang kafir (kerjakan) ketika mereka hidup di alam dunia (lalu Kami jadikan amal itu) bagaikan (debu yang berterbangan) maka sia-sialah segala amal mereka karena tidak diberi balasan pahala oleh Allah dan di akhirat kelak mereka menjadi orang-orang yang merugi.
Qur’an surat Faathir ayat 7 :
7.      (Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar).

BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR DAN BERTAKWA SERTA BERAMAL SALEH MAKA FIRMAN ALLAH SEBAGAI BERIKUT :
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 274 :
274.    (Orang-orang) beriman (yang menafkahkan harta) rezeki yang Allah berikan kepada (mereka di malam dan di siang hari secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati) Ali-’Imran ayat 134 dan Ibrahim ayat 31.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 9 :
9.      (Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, bahwa untuk mereka ampunan dan pahala yang besar) yaitu Surga.
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 3-4 :
3.      (Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) kepada orang-orang yang berhak menerima, As-Sajdah ayat 15-16.
4.      (Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian) kedudukan yang tinggi (di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia) yaitu Surga.
Qur’an surat At-Taubah ayat 71-72 :
71.  (Dan orang-orang yang beriman pria dan wanita, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang makruf, melarang dari) berbuat (yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana).
72.  Maka (Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin pria dan wanita akan mendapat Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya dan mendapat tempat-tempat yang bagus di Surga ’Adn) sebagai tempat tinggal (Dan keridhaan Allah adalah lebih besar) daripada kesemuanya (itu adalah keberuntungan yang besar).
Qur’an surat An-Nahl ayat 30 dan 97 :
30.  (Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa : “Apa yang telah diturunkan oleh Tuhan kalian?”. Mereka menjawab : “) Allah telah menurunkan (Kebaikan”. Orang-orang yang telah berbuat baik) yang mengerjakan amal-amal saleh (di dunia ini mendapat) balasan pahala (yang baik) bagi orang-orang kafir, Allah hanya memberikan balasan pahala atas amal-amal saleh mereka itu di dunia saja, An-Nuur ayat 39. Dan bagi orang-orang beriman dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya yang mendirikan shalat dan mengerjakan amal saleh dengan menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari Kiamat yang pada hari itu tidak ada jual beli (tebusan) dan persahabatan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik di kampung akhirat yaitu Surga ’Adn, Allah akan memberi balasan pahala kepada mereka di dunia dan di akhirat (Dan sesungguhnya kampung akhirat) Surga ’Adn (adalah lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang-orang yang bertakwa) yaitu orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka : “Selamat sejahtera bagi kalian, masuklah kalian ke dalam Surga ’Adn itu disebabkan apa yang telah kalian kerjakan”. Dan mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak-cucunya sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari setiap pintu Surga sebagai penghormatan para malaikat kepada mereka sambil mengucapkan : ” Kesejahteraan buat kalian berkat kesabaran kalian”, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu, Al-Baqarah ayat 254, Ar-Ra’du ayat 22-24, Ibrahim ayat 31, An-Nahl ayat 31-32, Shaad ayat 49-54, Ad-Dukhaan ayat 51-57, Muhammad ayat 15, Ath-Thuur ayat 17-28 dan Al-Qomar ayat 54-55.
97.  (Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik pria maupun wanita dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik) di dunia dan di akhirat dan kedudukan pria dan wanita dalam Islam untuk mendapat balasan pahala di sisi Allah itu sama dan juga bahwa amal saleh itu harus disertai iman (dan pasti akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan) Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu berupa bermacam-macam nikmat Surgawi yang menanti yang indah dipandang mata, As-Sajdah ayat 17.

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 119 :
119.    (Allah berfirman : ”Ini adalah) hari pembalasan (suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya, Allah ridha terhadap mereka) disebabkan ketaatan mereka kepada Allah (dan mereka pun ridha) merasa puas (terhadap-Nya) dengan balasan pahala dari sisi Allah (Itulah keberuntungan yang besar”).
Qur’an surat Al-Kahfi ayat 30-31 dan 110 :
30.  (Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalnya dengan baik) yang bersabar dan bertawakal hanya kepada Allah bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya, Al-Insyiqaaq ayat 25.
31.  (Mereka itulah orang-orang yang bagi mereka Surga ’Adn) mereka berada di tempat-tempat yang tinggi di dalam taman-taman Surga sebagai tempat tinggal mereka (mengalir sungai-sungai di bawahnya, dalam Surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal. Sedangkan mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan) Surga itu adalah (tempat istirahat yang paling indah) mereka memperoleh apa saja yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka, yang demikian itu adalah karunia dan keberuntungan yang besar. Itulah karunia yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh (kebaikan), dan barangsiapa mengerjakan kebaikan, Allah akan tambahkan kebaikan baginya (mendapat pahala berlipat ganda), mereka kekal di dalam Surga, itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal saleh, mereka adalah orang-orang yang bersabar dan bertawakal hanya kepada Tuhannya yaitu Allah yang memberikan rezeki kepada mereka dari arah yang tidak mereka duga, Al-’Ankabuut ayat 58-59, As-Sajdah ayat 19, Asy-Syuura ayat 22-23, At-Taghaabun ayat 9, Ath-Thalaaq ayat 11 dan Al-Buruuj ayat 11.
110.    (Katakanlah) Muhammad (: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku, bahwa sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan di dalam beribadah kepada Tuhannya dengan seorang pun”).
Qur’an surat Al-An’aam ayat 32 :
32.  (Dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain permainan dan senda gurau belaka) kesenangan duniawi itu fana tidak kekal, ibarat panggung sandiwara, janganlah tertipu dengan kesenangan dunia yang semu dan lalai dari memperhatikan urusan akhirat, maka selagi masih hidup di alam dunia ini, mendekatkan dirilah kepada-Nya dengan memperbanyak beribadah kepada Allah dan mengerjakan amal saleh sebanyak-banyaknya sebagai bekal hidup kelak di negeri (kampung) akhirat (Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?) mengerti?.
Qur’an surat Al-Qashash ayat 83 :
83.  (Negeri akhirat itu) yaitu Surga (Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan tidak pula berbuat kerusakan) kemaksiatan (di muka Bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa).
Qur’an surat Al-’Ankabuut ayat 64 :
64.  (Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan permainan) ibarat panggung sandiwara (Dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui).

Qur’an surat Al-’Ankabuut ayat 5 :
5.      (Barangsiapa yang mengharap bertemu dengan Allah, maka sesungguhnya waktu) pertemuan yang dijanjikan (Allah itu, pasti datang) maka hendaklah ia bersiap-siap dengan membawa bekal iman, takwa dan amal-amal saleh (Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar) segala perkataan hamba-hamba-Nya (lagi Maha Mengetahui) segala perbuatan hamba-hamba-Nya.
Qur’an surat Muhammad ayat 38 :
38.  (Ingatlah kalian, kalian ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan harta kalian di jalan Allah. Maka di antara kalian ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya ia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Maha Kaya sedangkan kalianlah orang-orang yang berhajat) mempunyai permohonan kepada Allah untuk dikabulkan oleh-Nya, supaya Allah ridha dan cepat mengabulkan permohonan, maka zakat harus ditunaikan dan permohonan doa harus disertai infaq dan sedekah (dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti kalian dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kalian ini).
Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 7 :
7.      (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk) di dunia dan di akhirat.
Qur’an surat Sabaa’ ayat 39 :
39.  (Katakanlah : “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya) menyempitkannya (bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya”. Dan apa saja yang kalian infaqkan) nafkahkan dalam ketaatan dan mengerjakan amal saleh (kebaikan) yang tidak tercela dan tidak termasuk kategori pemborosan (maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya).
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan 2 malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata : “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq”. Dan (malaikat) yang lainnya berkata : “Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir”. H.R. Bukhari dan Muslim.
Rasulullah saw mengabarkan bahwa pada setiap pagi hari malaikat berdoa supaya Allah menggantikan harta yang dinafkahkan dengan pengganti yang sangat besar (dilipatgandakan) yaitu sebuah pengganti yang baik di dunia dan juga pengganti yang baik di akhirat berupa balasan pahala di sisi Allah bagi orang-orang beriman yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah baik di saat lapang maupun sempit, dan doa malaikat itu telah mendapat ridha dan izin dari Allah, sedangkan doa malaikat adalah doa yang akan selalu dikabulkan oleh Allah.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 68 :
68.  (...dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman) Al-Baqarah ayat 257.

Wahai manusia, beriman dan bertakwalah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa tiada Tuhan selain Allah tidak ada sukutu bagi-Nya, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Penerima Tobat, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan kerjakanlah amal saleh sebanyak-banyaknya selama hidup di alam dunia ini, supaya memperoleh pahala di sisi Allah, tidak ada kekhawatiran, tidak bersedih hati, Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahannya dan mengampuni dosa-dosanya dan dimasukkan ke Surga yang luasnya seluas Langit dan Bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yang menahan amarahnya dan memaafkan orang yang zhalim kepada dirinya, mendapatkan pahala yang tidak putus-putusnya di sisi-Nya, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan dan Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik karena rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik, Al-Baqarah ayat 110, 112, 261, 271, 274, 277, Ali-‘Imran ayat 133-134, 148, Al-Maaidah ayat 13, 93, Al-A’raaf ayat 56, Al-‘Ankabuut ayat 69 dan At-Tiin ayat 6.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 40 :
40.  (Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar).
Qur’an surat Al-’Ankabuut ayat 4 :
4.      (Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari) azab (Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!).
Qur’an surat Al-Mu’min ayat 40 :
40.  (Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka ia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik pria maupun wanita sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk Surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab) diberi rezeki yang banyak tanpa perhitungan.
Qur’an surat Fushshilat ayat 46 :
46.  (Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh, maka) ia mendapat balasan pahala (untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat, maka) balasan atas perbuatan (dosa) kejahatan/kezhaliman (nya untuk dirinya sendiri) malapetakanya dan kesengsaraannya atau musibahnya itu kembali kepada dirinya (dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya).
Qur’an surat Asy-Syuura ayat 22 dan 30-31 :
22.  (Kamu lihat orang-orang yang zhalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan) di dunia, mereka takut akan menerima pembalasannya (sedangkan pembalasan) atas perbuatan jahat mereka itu adalah azab dari Allah (menimpa mereka) di dunia dan di akhirat (Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh berada di dalam taman-taman Surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar).
30.  (Dan apa saja yang telah menimpa kalian, berupa musibah) malapetaka dan kesengsaraan (maka adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri) hal itu adalah balasan atas kejahatan kalian (dan Allah memaafkan sebagian besar) dari dosa-dosa tersebut, sehingga Allah tidak mengazabnya dengan berlipat ganda tetapi dibalas setimpal dengan perbuatan dosa-dosanya. Adapun musibah yang menimpa atas orang yang tidak berdosa yang bersabar menghadapinya, maka musibah tersebut untuk menggugurkan dosa-dosanya atau mengangkat derajatnya.
31.  (Dan kalian tidak dapat melepaskan diri) melarikan diri dari azab Allah (di muka Bumi, dan kalian tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah) yang dapat menolak azab Allah dari kalian, maka berbuat baiklah kalian. Dan Allah-lah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan para pelakunya yang telah bertobat dan mengetahui apa yang kalian kerjakan. Dan Allah memperkenankan (mengabulkan doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh dan menambah pahala kepada mereka dari karunia-Nya, Asy-Syuura ayat 25-26.
Qur’an surat An-Najm ayat 31-32 :
31.  (Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di Langit dan apa yang ada di Bumi) sehingga tidak ada yang bisa melemahkan (menghalang-halangi) kehendak Allah (supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik) yaitu Surga.
32.  (Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji yang selain dari dosa-dosa kecil) yang diampuni oleh Allah karena menjauhi dosa-dosa besar (Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya) karena Allah Maha Penerima Tobat. Ayat berikut diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang telah mengatakan : “Shalat kami, puasa kami dan haji kami hanya untuk Allah” (Dan Dia lebih mengetahui tentang) keadaan (kalian ketika Dia menjadikan kalian dari tanah dan ketika kalian masih berupa janin dalam perut ibu kalian, maka janganlah kalian mengatakan diri kalian suci. Dia-lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa).


Sumber : Al-Qur’an dan berbagai sumber.

MANFAAT MEMBACA AL-QUR’AN

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 2 :
2.      (Kitab) Al-Qur’an (ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa).
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 138 :
138.    Al-Qur’an (Ini menjadi penerangan bagi seluruh manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa) Al-Haaqqah ayat 48.
Qur’an surat Al-An’aam ayat 90, 92, 155 dan 157 :
90.  (….Katakanlah) Muhammad kepada mereka (: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikannya) Al-Qur’an (tidak lain) Al-Qur’an (itu hanyalah peringatan bagi semesta alam) Shaad 87 dan At-Takwiir 27.
92.  (Dan) Al-Qur’an (ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkahi, membenarkan kitab-kitab yang) diturunkan (sebelumnya dan agar engkau) Muhammad (memberi peringatan kepada) penduduk (Ummul Qura) Mekkah (dan orang-orang yang ada di sekitarnya) yang dekat maupun yang jauh dengan Al-Qur’an tersebut (dan orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya dan mereka selalu memelihara shalatnya).
155.    (Dan ini) Al-Qur’an (adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkahi, maka ikutilah ia) Al-Qur’an itu dengan memgamalkannya (dan bertakwalah) kepada Allah (agar kamu diberi rahmat).
157.    (….Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu) yaitu Al-Qur’an yang menjadi (petunjuk dan rahmat) bagi orang-orang yang beriman (maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya. Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling).
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 2, 52 dan 204 :
2.      Inilah (Kitab yang diturunkan kepadamu) Muhammad (maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya engkau memberi peringatan dengan) Al-Qur’an (itu dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman).
52.  (Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan kepada mereka sebuah Kitab) Al-Qur’an (yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami) secara terperinci keterangan tentang ayat-ayat di dalamnya (menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman) Al-A’raaf ayat 203 dan An-Naml ayat 77.
204.    (Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik) yaitu ketika sedang shalat maupun di luar shalat (dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat).
Qur’an surat Yunus ayat 1, 37, 57 dan 108 :
1.      (Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh hikmah) Yaasiin ayat 2.
37.  (Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain Allah, akan tetapi) Al-Qur’an itu diturunkan untuk (membenarkan apa-apa) yaitu kitab-kitab (yang) diturunkan (sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya, tidak ada keraguan di dalamnya, diturunkan dari Tuhan semesta alam).
57.  (Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuhan kalian) yaitu Al-Qur’an (dan penyembuh) penawar (bagi penyakit-penyakit yang ada di dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman).
108.    (Katakanlah) Muhammad (: ”Wahai manusia, sesungguhnya teIah datang kepada kalian kebenaran) Al-Qur’an (dari Tuhan kalian, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya petunjuk itu untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap diri kalian”).
Qur’an surat Huud ayat 1 :
1.      (Alif Laam Raa) inilah Al-Qur’an (suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi) Allah Tuhan (Yang Maha Bijaksana lagi Maha Waspada).
Qur’an surat Yusuf ayat 111 :
111.    (….Ini) Al-Qur’an (bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman).
Qur’an surat Ibrahim ayat 52 :
52.  Al-Qur’an (Ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan agar mereka diberi peringatan dengannya) yaitu dengan Al-Qur’an tersebut (dan agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mau mengambil pelajaran).
Qur’an surat An-Nahl ayat 64, 89 dan 98 :
64.  (Dan Kami tidak menurunkan kepadamu) Muhammad (Alkitab) Al-Qur’an (ini, melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka) orang-orang Islam, Yahudi dan Nasrani (apa yang mereka perselisihkan itu) yaitu tentang perkara agama, pengetahuan dan keterangan yang benar, terutama tentang perkara agama (dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman).
89.  (…. Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab) Al-Qur’an (untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk dan rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman) An-Nahl 102, An-Naml 1-2 dan Fushshilat 2-4.
98.  (Apabila kamu membaca Al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk) ucapkanlah : “A’uudzubillaahi minasy syaithaanirrajiim”.
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 9 dan 82 :
9.      (Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada) jalan (yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar).
82.  (Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar) insya Allah obat yang menyembuhkan penyakit jasmani (termasuk mencerdaskan IQ), karena orang sakit itu sel-selnya rusak dan mati, jika orang yang sakit itu dibacakan Al-Qur’an yang mempunyai berkah dengan khusyuk dan penuh keyakinan, maka energi positif yang tersimpan di dalam ayat-ayat Allah akan bisa dikeluarkan dan akan meresonansi seluruh tubuh termasuk sel-sel yang rusak dan mati, sehingga sel-sel orang yang sakit tersebut mengalami regenerasi dan lebih afdol lagi jika disertai dengan sedekah dan juga menyembuhkan penyakit rohani (dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…).
Dari Ali bin Abu Thalib ra, Rasulullah saw bersabda :
“Sebaik-baiknya pengobatan (jasmani dan rohani) adalah (dengan) Al-Qur’an”. Hadits riwayat Ibnu Majah.
Dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulillah saw bersabda :
“Obatilah penyakit kalian dengan sedekah (shadaqoh)”. Hadits riwayat Thabrani dan Baihaqi.
Qur’an surat Al-Qashash ayat 86 :
86.  (Dan engkau) Muhammad (tidak pernah mengharap supaya diturunkan kepadamu Alkitab, tetapi) Al-Qur’an diturunkan kepadamu (karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir) dalam agama mereka dan mengajak engkau untuk memasukinya.

Qur’an surat Thaahaa ayat 113 :
113.    (Dan demikianlah Kami menurunkannya) Al-Qur’an (dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, supaya mereka bertakwa atau supaya ia) Al-Qur’an itu (menimbulkan pengajaran bagi mereka).
Qur’an surat Az-Zumar ayat 23 :
23.  (“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik) yaitu (Kitab) Al-Qur’an (yang serupa lagi berulang-ulang) ayat-ayatnya jika dibaca berulang-ulang bisa menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik yang menggetarkan kulit dan menenangkan hati, karena energi positifnya dari Al-Qur’an yang sangat luar biasa dahsyat, bahkan gunung, Bumi dan tubuh manusia yang sudah meninggal pun bisa di-stimulasi oleh energi positif dari Al-Qur’an, apalagi tubuh manusia yang masih hidup maka akan lebih bisa di-stimulasi lagi, hal ini bisa terjadi bagi orang-orang yang mengimaninya. Asal, waktu membacanya itu dalam keadaan khusyuk dan penuh ketakwaan, karena kuncinya adalah keimanan atau keyakinan. Dengan keyakinan itu, energi yang tersimpan di dalam Al-Qur’an akan bisa dikeluarkan dan akan mengimbas atau meresonansi seluruh tubuh manusia dan ke segala benda serta lingkungan di sekitarnya. Biasanya, ruangan yang sering dipakai untuk mengingat Allah yaitu shalat dan berdzikir, maka ruangan itu menjadi dingin atau sejuk dan tidak panas. Semakin dekat orang itu dengan Allah, maka semakin besar ia bisa membuka energi positif yang tersimpan di dalam Al-Qur’an. Seperti Nabi Musa as yang bisa membelah Laut Merah, Nabi Ibrahim as yang bisa mendinginkan api yang membakar dirinya dan Rasulullah saw yang bisa memancarkan air di sela-sela jari tangannya dengan izin Allah dan sebagainya. Sebaliknya, bagi orang yang tidak yakin, maka tidak akan bisa mengeluarkan energi positif dari dalam Al-Qur’an tersebut (Bergetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab) Al-Qur’an (itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberinya petunjuk). Ayat tersebut dengan jelas menyebutkan pengaruh Al-Qur’an terhadap kulit dan ternyata para ilmuan modern juga menemukan bahwa gelombang suara dapat memengaruhi sel-sel kulit dan memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk menyimpan pengetahuan dan mengingatnya. Sebagaimana kita ketahui, sentuhan atau rabaan merupakan salah satu indera yang sangat penting yang dimiliki manusia. Melalui sentuhan kita bisa mempersepsi* realitas yang ada di sekeliling kita. Proses sentuhan dilakukan melalui ujung-ujung saraf yang terdapat pada kulit yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak melalui jaringan urat saraf. Jaringan saraf berujung pada atau di antara sel-sel epidermis, lapisan luar kulit. Melalui jaringan saraf pada kulit itulah kita bisa mempersepsi dan mengenali untuk kemudian mengingat segala yang kita sentuh dan kita raba.
*Persepsi (bhs. Latin = perceptio/percipio) adalah tindakan menyusun, mengenali dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi meliputi semua sinyal dalam sistem saraf yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari organ pengindera.

Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 48 dan 51 :
48.  (Dan engkau) Muhammad (tidak pernah membaca sebelumnya) Al-Qur’an engkau tidak mengetahui (sesuatu kitab pun dan engkau tidak pernah menulis suatu kitab dengan tangan kananmu, seandainya engkau pernah membaca dan menulis, benar-benar ragulah orang yang mengingkarimu) Rasulullah saw tidak pernah mengetahui, tidak bisa membaca dan menulis sesuatu kitab pun sebelum Al-Qur’an, tetapi orang-orang Israel menuduh (memfitnah) beliau as telah menyontek Taurat Yahudi mereka yang berbahasa Ibrani dan berhuruf Ibrani. Bagaimana mungkin Rasulullah saw bisa menyontek Taurat yang berhuruf Ibrani, untuk membaca huruf Arab saja beliau saw tidak bisa, karena beliau saw adalah nabi yang buta baca tulis (ummiy), Al-A’raaf ayat 158.
51.  (....Sesungguhnya dalam) Al-Qur’an (itu terdapat rahmat yang besar) dari Allah (dan pelajaran) ilmu (bagi orang-orang yang beriman) Al-Muddatstsir ayat 55.
Qur’an surat Al-Qamar ayat 17 :
17.  (Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?) Al-Qamar ayat 22, 32 dan 40.
Qur’an surat Al-Haaqqah ayat 40-52:
40.  (Sesungguhnya dia) Al-Qur’an itu (benar-benar firman) Allah yang dibawa turun (utusan yang mulia) yaitu Malaikat Jibril as yang dimuliakan oleh Allah, At-Takwiir ayat 19.
41.  (Dan dia) Al-Qur’an itu (bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kalian beriman kepadanya).
42.  (Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kalian mengambil pelajaran darinya).
43.  Al-Qur’an itu (adalah) kitab (wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam).
44.  (Seandainya dia) Muhammad (mengada-adakan) dusta (sebagian perkataan atas nama Kami).
45.  (Niscaya benar-benar Kami pegang) tangkap (dia dengan kekuatan) sebagai hukuman baginya.
46.  (Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya) yang membuatnya tewas.
47.  (Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kalian yang dapat menghalang-halangi) Kami (daripadanya) yaitu dari pemotongan urat nadi itu.
48.  (Dan sesungguhnya dia) Al-Qur’an itu (benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa).
49.  (Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kalian ada orang-orang yang mendustakan) Al-Qur’an.
50.  (Dan sesungguhnya dia) Al-Qur’an (itu) benar-benar (menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir) di akhirat.
51.  (Dan sesungguhnya dia) Al-Qur’an (itu benar-benar perkara kebenaran yang diyakini) keyakinan yang benar.
52.  (Maka bertasbihlah) Subhanallah (dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Besar).
Qur’an surat Luqman ayat 2-3 :
2.      (Inilah ayat-ayat Alkitab) Al-Qur’an (yang mengandung hikmah) penjelasan tentang banyak ilmu sehingga bisa memahaminya secara mendalam dan bisa mengamalkannya dengan benar.
3.      (menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan).
Qur’an surat Fushshilat ayat 4, 41-42 dan 44 :
4.      Al-Qur’an (Yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, maka mereka tidak) mau (mendengarkan).
41.  (Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari peringatan) Al-Qur’an (ketika ia datang kepada mereka) niscaya Allah pasti mengazab mereka (dan sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia).
42.  (Yang tidak datang kepadanya) Al-Qur’an itu (kebatilan) tidak ada kesesatan, kesalahan dan tidak ada perselisihan ayat-ayatnya (baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji).
44.  (....Katakanlah : “Al-Qur’an ini bagi orang-orang yang beriman adalah petunjuk) ke jalan yang benar, Al-Jin ayat 1-2 supaya tidak sesat jalannya di dunia dan di akhirat (dan penawar....”).
Qur’an surat Al-Kahfi ayat 1-2 :
1.      (Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Alkitab) Al-Qur’an (dan Dia tidak menjadikannya kebengkokan) kesalahan dan perselisihan atau ketidakbenaran di dalamnya, Az-Zumar ayat 28 Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
2.      (Sebagai bimbingan yang lurus untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat keras dari sisi-Nya) bagi orang-orang yang zhalim (dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik) Al-Kahfi ayat 3, Asy-Syuura ayat 7 dan Al-Ahqaaf ayat 12.
Qur’an surat Asy-Syuura ayat 17 :
17.  (Allah-lah yang menurunkan Kitab) Al-Qur’an (dengan) membawa (kebenaran) di dalamnya (dan) menurunkan pula (neraca) keadilan (Dan tahukah kamu, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat?).
Qur’an surat Al-Jaatsiyah ayat 20 :
20.  (Inilah) Al-Qur’an (adalah pedoman) hidup (bagi manusia, petunjuk) jalan yang lurus dan keselamatan (dan rahmat bagi kaum yang meyakini).

Qur’an surat Al-Hijr ayat 9 :
9.      (Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikir) Al-Qur’an yang agung, Al-Hijr ayat 87 (dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya) Allah menjamin kemurnian Al-Qur’an selama-lamanya.
Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 50 :
50.  (Dan) Al-Qur’an (ini adalah suatu kitab peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan....) .
Qur’an surat Asy-Syu’araa’ ayat 192 dan 214 :
192.    (Dan sesungguhnya ia) Al-Qur’an ini (benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam) As-Sajdah ayat 2, Al-Waaqi’ah ayat 80 dan Al-Haaqqah ayat 43.
214.    (Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat) dengan Al-Qur’an itu.
Qur’an surat Shaad ayat 29 :
29.  Al-Qur’an (Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu) Muhammad yang (penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran) menggunakan akalnya untuk mengkaji dan mengamalkan ayat-ayat-Nya.
Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 4 :
4.      (Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu dalam induk Alkitab) yaitu Lauhul Mahfuzh (di sisi Kami) Al-Qur’an itu (adalah benar-benar) bernilai (tinggi dan amat banyak mengandung hikmah).
Qur’an surat Al-Waaqi’ah ayat 77-79 dan 81 :
77.  (Sesungguhnya) yang dibacakan kepada kalian (ini adalah Al-Qur’an yang sangat mulia).
78.  (Pada kitab yang terpelihara) dijaga keasliannya oleh Allah.
79.  (Tidak menyentuhnya) maksudnya perintah : “Jangan menyentuhnya” (kecuali orang-orang yang telah bersuci) dari hadas-hadas.
81.  (Maka apakah terhadap firman) Allah yang ada dalam Al-Qur’an (ini kalian menganggapnya remeh?).
Qur’an surat Al-Qalam ayat 52 :
52.  (Dan tidak lain ia) Al-Qur’an itu (hanyalah peringatan bagi seluruh umat) manusia dan jin.
Qur’an surat At-Takwiir ayat 19 dan 27-28 :
19.  (Sesungguhnya ia) Al-Qur'an itu (benar-benar firman) Allah yang dibawa oleh (utusan yang mulia) Jibril as.
27.  (Tidak lain Al-Qur'an itu hanyalah peringatan bagi semesta alam) Al-Muddatstsir ayat 54.
28.  (Yaitu bagi siapa di antara kalian yang mau menempuh jalan yang lurus).
Qur’an surat Ath-Thaariq ayat 13-14 :
13.  (Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan) antara perkara yang hak dan yang batil.
14.  (Dan sekali-kali bukanlah ia) Al-Qur’an itu (senda-gurau) atau permainan.
Rasulullah saw bersabda :
”Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang di hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada para pembacanya”. Hadits riwayat Muslim.
”Akan didatangkan Al-Qur’an di hari Kiamat kepada ahlinya (yaitu orang-orang yang selalu membacanya), yang beramal dengannya, terutama (yang selalu membaca) surah Al-Baqarah dan Ali-’Imran”. Hadits riwayat Muslim.
Rasulullah saw bersabda :
”Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta’ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat dan disanjung oleh Allah di hadapan para makhluk yang di sisi-Nya”. Hadits riwayat Abu Dawud.
Rasulullah saw bersabda :
”Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dibalas dengan 10 kali lipatnya”. Hadits riwayat At-Tirmidzi.
Rasulullah saw bersabda :
”Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. Hadits riwayat Bukhari.
Dari Aisyah ra, Rasulullah saw bersabda :
”Orang yang mahir membaca Al-Qur’an (dan fasih bacaannya, maka) ia bersama malaikat, sedangkan orang yang terbata-bata (tidak lancar dan tidak fasih) di dalam membaca Al-Qur’an tetapi ia berusaha untuk bisa membacanya meskipun hal itu sulit baginya, maka ia mendapat dua pahala”. Hadits riwayat Muslim.

Suara itu mempengaruhi sel-sel dan sel-sel saraf tubuh dan anggota tubuh (kepala, leher, tangan dan kaki), apalagi jika suara itu lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung energi positif yang kekuatannya sangat luar biasa dahsyat (tergantung kedekatannya dengan Allah dan kekhusyukan membacanya), dan kunci untuk membuka energi positif di dalam Al-Qur’an adalah iman dan takwa. Membaca Al-Qur’an di dalam shalat, dzikir, tilawah dan tadarus itu hal ini sama dengan melakukan stimulasi getaran-getaran elektromagnetik kepada sistem energi tubuh kita dan menyeimbangkan energi dalam tubuh, menyehatkan dan melembutkan, memberi ketenangan kulit dan hati kita. Dan energi positifnya berkhasiat meregenerasi sel-sel dan sel-sel saraf seluruh tubuh dan otak, sehingga menyembuhkan penyakit jasmani dan rohani, membuat sekujur tubuh mengeluarkan cahaya Ilahiah yang terang atau menghasilkan aura positf yang jernih yang melembutkan hati dan kulit, menajamkan ingatan, mencerdaskan otak, menyeimbangkan tubuh dan sebagainya. Bahkan jika dibaca sehabis shalat Maghrib atau sehabis shalat Subuh atau sehabis shalat Maghrib dan shalat Subuh akan mencerdaskan otak sampai 80% (insya Allah lebih afdol jika dibaca setelah shalat Tahajud), masih banyak lagi manfaat membaca Al-Qur’an dan 20% lagi yang mencerdaskan otak adalah makan makanan yang mengandung omega 3 seperti : telur (terutama kuning telur yang berwarna orange), ikan, udang, hewan laut lainya terutama teripang, sayuran berwarna hijau, labu, pepaya, rumput laut, kacang-kacangan, biji-bijian, kismis. Kuning telur dan minum teh pegagan bisa meningkatkan daya ingat, dan juga dzikir “Ya Maajid” 33x, dibaca setelah shalat dan berdoa kepada Allah supaya diberi otak yang cerdas. Makanan dan minuman haram mengakibatkan menurunnya kecerdasan otak (IQ).
Untuk bisa membuka energi positif di dalam Al-Qur’an yang kekuatannya sangat luar biasa dahsyat, membacanya harus penuh ketakwaan, karena kuncinya adalah iman dan takwa dan harus juga mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat Allah dalam shalat wajib dan shalat sunat yang khusyuk, tumakninah, bacaan Al-Qur’annya sesuai tajwid, tidak mengkonsumsi segala yang haram, maka kita merasa selalu dekat dan ingat kepada Allah dan Allah akan mensucikannya. Karena shalat itu maknanya, kita bersilahturahmi, berhubungan, mi’raj, menyambungkan hati dan berkomunikasi dengan Allah.

Semakin orang itu dekat dengan Allah dan semakin khusyuk, maka semakin besar dia bisa membuka dan memanfaatkan energi positif yang ada di dalam Al-Qur’an yang kekuatannya sangat luar biasa dahsyat tersebut, seperti para nabi, rasul, wali dan para alim. Karena manusia yang sedang shalat itu melakukan gerakan mengangkat tangan dan gerakan tubuh yang sesuai rukun shalat itu adalah meditasi energi yang di setiap gerakan shalat itu menghasilkan energi yang berbeda, dan hasil energinya tergantung dari khusyuk tidaknya dia dalam melafalkan ayat-ayat Allah (berdoa) di sepanjang shalatnya. Mengangkat tangan ketika takbir, rukuk, iktidal, sujud, duduk tawarruk dan iftirasi (tasyahhud akhir) masing-masing gerakan menghasilkan perubahan-perubahan pancaran energi positif di tubuh kita yang menghasilkan medan elektromagnetik antara kita dengan Ka’bah, apalagi ada pancaran cahaya ilahiah para nabi yang sangat tinggi itu membekas di Ka’bah dan semua petilasan mereka, karena mereka selalu mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah saw itu sangat dekat dengan Allah karena jika beliau saw shalat malam lebih dari 1 jam sampai kaki Nabi saw bengkak, maka Nabi saw bisa memanfaatkan energi positif Al-Qur’an untuk menyembuhkan penyakit, berkat doa Nabi saw maka Allah belah Bulan menjadi 2 bagian, keluarnya air dari sela jari-jari Nabi saw, makanan sedikit menjadi banyak yang mengenyangkan tentara kaum muslimin yang berjumlah besar, Allah hidupkan orangtua beliau saw dan gadis yang telah mati, doa-doa dan ucapan-ucapan beliau saw yang selalu Allah kabulkan.


Sumber : Al-Qur’an dan berbagai sumber.