06 Februari, 2018

MENGUMPULNYA BANI ISRAIL KE TANAH PALESTINA

Allah beserta Bani Israil dan menetapkan (menjanjikan) Tanah Palestina dan Kota Yerusalem kepada nenek moyang mereka dan keturunan mereka untuk didiami dan sebagai tanah tumpah darah mereka untuk pertama kalinya pada zaman Nabi Musa as dan Nabi Harun as asalkan mereka tetap beriman dan bertakwa kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya, mengerjakan amal-amal saleh dan beriman, taat dan memberi bantuan kepada rasul-rasul-Nya termasuk beriman, taat dan memberi bantuan kepada Rasulullah saw yang nama beliau saw tertulis dalam kitab suci mereka yaitu Taurat,  PL. Kitab Yeremia pasal 25 ayat 5, pasal 35 ayat 15, Kitab 2 Raja-raja pasal 21 ayat 8 dan Kitab 2 Tawarikh pasal 33 ayat 8. Karena Bani Israil tidak beriman dan durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa, maka Allah mencerai-beraikan (menyerakkan) mereka ke seluruh dunia, Kitab Ulangan pasal 28 ayat 64-68. Allah hanya membolehkan Kota Yerusalem yang suci didiami oleh orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah dan rasul-rasul-Nya saja. Allah memberikan tanah suci kepada mereka asalkan mereka beriman dan bertakwa kepada Allah dan beriman kepada rasul-rasul-Nya. Bani Israil tidak mempunyai hak lagi (diharamkan) mendiami tanah suci Negeri Palestina termasuk tidak mempunyai hak lagi Bani Israil bertempat tinggal di Kota Yerusalem Barat (Kota Daud) di atas Gunung Sion (Zion) maupun Yerusalem Timur (Baitul Maqdis/Al-Quds) di atas Gunung Moria karena Bani Israil ingkar janji, mereka masih menjadi orang-orang yang kafir dan fasik. Bani Israil belum menjadi orang-orang yang beriman (belum memeluk agama Islam agama yang diridhai oleh Allah yaitu agama bapak moyang mereka Nabi Ibrahim as, Nabi Ishaq as dan Nabi Ya’qub as), Bani Israil belum bertakwa, belum mengerjakan amal-amal saleh dan tidak taat kepada rasul-rasul-Nya, termasuk Bani Israil mengingkari Rasulullah saw, mereka tidak mau beriman kepada beliau saw, mereka dengki dan benci yang ada pada diri mereka karena Allah memberikan karunia-Nya yang besar berupa ilmu, hikmah dan kenabian kepada Rasulullah saw nabi yang berasal dari bangsa Arab bukan berasal dari bangsa Israel, maka Allah melaknat Bani Israil yang kafir dan fasik itu Allah jauhkan mereka dari rahmat-Nya.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 3 :
3.      (...dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat karunia-Ku dan telah Kuridhai Islam itu sebagai agama kalian...).
Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 28 :
28.  (Dan) Nabi lbrahim as (menjadikannya) kalimat tauhid itu (sebagai kalimat yang kekal pada keturunannya) PL. Kitab Kejadian pasal 17 ayat 7-9, yaitu Bani Ismail, Bani Ishaq termasuk Bani Israil dan Bani Zimran, Bani Yoksan, Bani Medan, Bani Midian (Madyan), Bani Isybak dan Bani Suah mereka adalah putra-putra Nabi Ibrahim as dengan istri ke-3 yang bernama Ketura (Qetorah/Safura), Kitab Kejadian pasal 25 ayat 1-2 dan Kitab 1 Tawarikh pasal 1 ayat 32 (supaya mereka kembali) kepada kalimat tauhid yang menyeru mereka hanya untuk menyembah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu selain Allah dan tidak menjadi penyembah berhala-berhala lagi dengan memeluk agama Islam yaitu agama bapak moyang mereka, Kitab Kejadian pasal 18 ayat 19.

Sebelum nabi akhir zaman muncul dan sebelum Bani Israil mengetahui bahwa Nabi Muhammad saw itu bukan orang Israel, mereka bersyahadat, tetapi setelah mereka mengetahui bahwa nabi akhir zaman ternyata adalah orang Arab bukan berasal dari golongan mereka, lalu kaum Ahli Kitab itu menyembunyikan 2 kalimat syahadat (menyaksikan atau mengakui) dari Allah yang ada dalam Kitab Taurat yang dibawa oleh Nabi Musa as yaitu : ”Asyhadu Allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasullulah”, artinya : “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad Rasulullah”, Al-Baqarah ayat 140. Setelah itu Bani Israil mengubah dan menghilangkan nama Muhammad Rasulullah dalam kitab mereka, sehingga syahadat mereka sampai saat ini menjadi : ”Shema Yisrael : Adonai Eloheinu, Adonai ehad (ahad = bhs. Arab), artinya : ”Dengarlah hai orang Israel : TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa (satu), PL. Kitab Ulangan pasal 6 ayat 4. Syahadat Bani Israil yang baru tidak menyebut lagi nama Muhammad Rasulullah karena mereka tidak mengakui atau tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw sebagai rasul-Nya. Bani Israil yang kafir dan fasik itu mengingkari Rasulullah saw setelah datang keterangan-keterangan (bukti-bukti) kebenaran kerasulan beliau saw yang nyata kepada mereka karena kedengkian di antara mereka sendiri kepada Rasulullah saw. Orang-orang Israel itu dengki kepada Rasulullah saw dan rasa dengki mereka yang bertambah-tambah lama-kelamaan berubah menjadi benci karena Allah memberikan Alkitab (ilmu), hikmah dan kenabian kepada beliau saw yang berasal dari bangsa Arab sebagai Rasulullah dan penutup nabi-nabi, Al-Baqarah ayat 90, 105, 109, 213, Ali-‘Imran ayat 19, 118-119, An-Nisaa’ ayat 54, Al-Ahzab ayat 40, Asy-Syuura ayat 14 dan Al-Jaatsiyah ayat 17.

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 12-13 dan 21-26 : ayat berikut ini untuk meralat Kitab Yesaya pasal 43 ayat 1-70.
12.  (Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil) dengan kalimat tauhid (persaksian) yaitu mengucapkan 2 kalimat syahadat, mengikrarkan kalimat pertama bahwa mereka telah berjanji untuk beriman kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, seorang muslim memantapkan diri untuk menjadikan Allah sebagai tujuan, motivasi dan jalan hidup yang dibaca dalam shalat setelah takbiratul ihram yaitu doa iftitah, Al-An’aam ayat 162 : sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku Lillahi robbil aalamin dan mengikrarkan kalimat kedua, mereka telah berjanji beriman kepada risalah-Nya yang disampaikan melalui Muhammad Rasulullah (dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin) kepala suku yang mewakili setiap suku dari 12 suku Bani Israil (Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku beserta kamu. Demi jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan beriman kepada rasul-rasul-Ku dan memberikan bantuan kepada mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik) menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan dengan infaq dan sedekah dalam keadaan lapang maupun sempit kepada orang-orang yang berhak menerimanya termasuk beriman (menjadi pengikut) dan memberi bantuan (menolong) kepada Rasulullah saw, Al-A’raaf ayat 157 (maka akan Kututupi dosa-dosa kamu, dan akan Kumasukkan kamu ke dalam Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir sesudah) perjanjian (itu di antara kamu, sesungguhnya ia telah sesat dari jalan yang lurus) tetapi mereka melanggar perjanjian itu karena telah menjadi orang-orang kafir dan fasik.
13.   (Maka disebabkan mereka melanggar janji itu, Kami laknat mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu) hati mereka dikunci mati sehingga cahaya iman tidak bisa masuk ke dalamnya dan (Mereka ubah perkataan-perkataan) dari ayat-ayat Allah yang ada dalam Taurat, Zabur dan kitab-kitab nabi-nabi mereka (dari tempat-tempatnya) para tokoh agama dan alim ulama Bani Israil yang tidak takut kepada Allah juga membuat ayat-ayat dan nubuat-nubuat palsu (dan mereka melupakan sebagian dari peringatan-peringatan yang telah disampaikan) rasul-rasul-Nya (kepada mereka, dan engkau) Muhammad (selalu melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka) yang masuk Islam (Maka maafkanlah mereka itu dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik) kemudian dimansukh oleh ayat untuk memerangi mereka.
Ayat-ayat berikut ini untuk meralat keterangan yang salah dan sesat yang ditulis dalam PL. Kitab Bilangan pasal 14.
21.  (Wahai kaumku, masuklah kamu ke tanah suci) Palestina (yang telah ditetapkan Allah bagi kamu) Tanah Palestina itu diberikan oleh Allah kepada Bani Israil untuk didiami mereka selama mereka beriman dan taat kepada Allah dan rasul-rasul-Nya (dan janganlah kamu lari ke belakang) karena takut kepada musuh (nanti kamu menjadi orang-orang yang merugi).
22.  (Mereka berkata : ”Wahai Musa, sesungguhnya di dalamnya) negeri itu (ada orang-orang yang gagah perkasa dan kejam. Dan sungguh, kami tidak akan memasukinya sampai mereka keluar darinya) dari negeri itu (Jika mereka telah keluar dari sana, barulah kami akan memasuki”) tanah suci itu.
23.  (Berkatalah dua orang pria) dari 12 orang pemimpin (kepala) suku Israel yang dikirim oleh Nabi Musa as atas perintah Allah untuk menyelidiki orang-orang kafir dan fasik yang mendiami tanah suci itu, PL. Bilangan pasal 13 ayat 1-33 (di antara orang-orang yang takut) melanggar perintah-perintah Allah yaitu Hosea/Yoshua/Yusya’ bin Nun pemimpin suku Efraim/Yusuf dan Kalib/Kaleb bin Yefune pemimpin suku Yehuda (yang Allah telah memberi keduanya nikmat) berupa tindakan bijaksana sehingga keduanya tidak mengatakan kepada kaumnya keadaan yang sebenarnya dari penduduk yang mendiami tanah suci tersebut kecuali kepada Nabi Musa as dan Nabi Harun as, berbeda dengan 10 orang pemimpin suku Israel yang lainnya, mereka memberitahukan kepada kaumnya keadaan yang sebenarnya tentang bangsa-bangsa kafir yang mendiami Tanah Palestina sehingga Bani Israil menjadi ketakutan menghadapi musuh (: ”Serbulah mereka melalui pintu gerbang) kota (jika kamu memasukinya niscaya kamu akan memperoleh kemenangan) karena Allah pasti menepati janji-Nya menolong kamu dengan menurunkan tentara malaikat untuk membantu orang-orang beriman yang bersabar dan bertakwa yang berjihad di jalan Allah. Dan tidak ada kemenangan itu kecuali dari sisi Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Ali-’Imran ayat 124-126 (Dan kepada Allah-lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman!”). Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman dan Allah selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman dengan membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan orang-orang yang beriman, Al-Hajj ayat 38 dan Ar-Ruum ayat 47.
24.  (Mereka berkata : Wahai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya untuk selama-lamanya, selagi mereka masih berada di dalamnya. Maka pergilah Anda bersama Tuhan Anda dan perangilah) mereka (biarlah kami di sini duduk) manis (menanti saja”) tidak ikut berjihad.
25.  Nabi Musa as (Berkata : ”Wahai Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku dan saudaraku, maka pisahkanlah di antara kami dengan orang-orang yang fasik itu”).
26.  Allah (Berfirman : ”Maka) jika begitu (negeri itu diharamkan atas mereka) memasukinya (selama 40 tahun) selama itu (mereka akan mengembara tidak tahu jalan) mereka kebingungan tidak tahu arah (di bumi itu) di Padang Tih dan tidak bisa keluar dari sana. Menurut riwayat, mereka memulai perjalanan di waktu malam dengan penuh kesungguhan ke arah yang dituju, tetapi pada pagi harinya mereka telah berada kembali di tempat mereka bertolak (berangkat), demikian pula halnya perjalanan di waktu siang sampai akhirnya orang-orang yang tidak mau berjihad itu mati semua (Maka janganlah engkau bersedih terhadap kaum yang fasik itu”).

Alkitab Perjanjian Lama, Kitab Yeremia pasal 25 ayat 5 dan pasal 35 ayat 15 :
Pasal 25:5    : Kata mereka (para nabi) : ”Bertobatlah masing-masing kamu dari tingkah langkahmu yang jahat (zhalim) dan dari perbuatan-perbuatanmu yang jahat (beriman dan bertakwalah kamu kepada Allah saja dan taatlah kepada rasul-rasul-Nya dan berhentilah kamu dari melakukan perbuatan dosa-dosa, mohon ampunlah dan bertobatlah kepada Allah), maka kamu akan tetap diam (tinggal) di tanah (Palestina) yang diberikan Tuhan kepadamu dan kepada nenek moyangmu (sejak masa Nabi Musa as dan Nabi Harun as diutus kepada Bani Israil sekitar abad ke-12 SM) dari selama-lamanya sampai selama-lamanya”.
Pasal 35:15  : Aku telah mengutus kepadamu segala (sebagian besar) hamba-Ku, yaitu para nabi terus-menerus, (dan) mengatakan : ”Kembalilah kamu masing-masing dari tingkah langkahmu yang jahat itu, perbaikilah perbuatanmu, janganlah mengikuti allah lain untuk beribadah kepada mereka (janganlah menyembah berhala dan berkorban untuk berhala), maka kamu akan tetap diam di tanah (Palestina) yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu. Tetapi kamu tidak mau memperhatikannya dan kamu tidak mau mendengarkan Aku” (tetapi kamu tidak mendengarkan dan tidak perduli dengan peringatan-peringatan-Ku yang Kusampaikan kepadamu melalui para utusan-Ku, kamu tidak beriman dan tidak bertakwa kepada-Ku dan kamu menyekutukan-Ku, kamu tidak beriman kepada kitab-kitab-Ku yang Aku turunkan kepada rasul-Ku, kamu durhaka dan tidak taat kepada rasul-rasul-Ku dan melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa, maka kamu harus pergi dari tanah perjanjian ini yang telah Aku berikan kepada nenek moyangmu dan keturunannya dengan dibuang secara paksa keluar dari negerimu ke tanah bangsa-bangsa asing yang menguasaimu dan menindasmu dan diusir secara paksa dari negerimu dengan ancaman hukuman mati jika kembali ke negerimu, semua itu terjadi karena kamu adalah orang-orang yang kafir dan fasik).
Ingat! Ayat-ayat dalam Kitab Perjanjian Lama itu kata-katanya telah banyak diubah-ubah dari tempat-tempatnya oleh para tokoh agama dan alim ulama Bani Israil disesuaikan dengan hawa nafsu dan tradisi-tradisi mereka, Al-Baqarah ayat 75, 78-79, Ali-’Imran ayat 78, An-Nisaa’ ayat 46 dan Al-Maaidah ayat 13, 41. Ayat-ayat yang tersebut di atas adalah tentang peringatan Allah yang diturunkan kepada Nabi Yeremia as sebelum terjadi peristiwa kehancuran seluruh Kota Yerusalem dan Masjidil Aqsha yang pertama oleh Raja Nebukadnezar II dan bala tentaranya dari Kerajaan Babilonia Baru yang menaklukkan Bani Israil dan negeri mereka tahun 586 SM.

Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim as, Nabi Ishaq as dan Nabi Ya’qub as tentang perkara agama bukan tentang harta dunia seperti yang dikatakan bahwa mereka akan diberikan Tanah Kana’an yang ditulis oleh orang-orang Israel yang kafir, fasik dan rakus akan harta dunia yang ada dalam Alkitab Perjanjian Lama, Kitab Kejadian pasal 12 ayat 7 dan Kitab Keluaran pasal 6 ayat 4, seperti dalam Kitab Kejadian berikut ini :
Alkitab Perjanjian Lama, Kitab Kejadian pasal 12 ayat 7 :
Pasal 12:7 : Ketika itu Tuhan menampakkan diri kepada Abram (nama sebelum Allah memberi nama Abraham (Nabi Ibrahim as), Kitab Kejadian pasal 17 ayat 5) dan berfirman : ”Aku akan memberikan negeri (Tanah Palestina) ini kepada keturunanmu”. Maka didirikannya di situ mezbah bagi Tuhan yang telah menampakkan diri kepadanya.
Dalam Kitab Taurat yang asli tertulis bahwa Allah tidak pernah menampakkan diri kepada siapapun di dunia. Allah tidak terlihat oleh indera mata dan tersembunyi dari akal manusia karena Allah tidak berbentuk apapun, tidak tersusun dari apapun dan tanpa perubahan menjadi apapun. Bab 95. Pengakuan Yesus (Nabi Isa as), Injil Barnabas halaman 171-172. Maka Allah membantah ayat-ayat Taurat Yahudi yang ditulis dalam Kitab Kejadian pasal 12:7, Kitab Bilangan pasal 14:14, Kitab Keluaran pasal 3:4 dan pasal 6:3 di dalam Al-Qur’an sebagai berikut :
Qur’an surat Asy-Syuura ayat 51 :
51.  (Dan tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu) Allah perintahkan Malaikat Jibril as menurunkan wahyu itu ke dalam hati para nabi, Al-Baqarah ayat 97 (atau dari belakang tabir) Allah tidak menampakkan diri di dunia ketika dengan sebenarnya berfirman dan berbicara secara langsung kepada Nabi Ibrahim as, Al-Baqarah 260 dan Nabi Musa as, Al-Baqarah 253, An-Nisaa’ 164 dan Al-A’raaf 143-144 di atas gunung, waktu dan zaman yang berbeda, supaya tidak terjadi Kiamat yang tiba-tiba sebelum waktunya (atau dengan mengutus seorang utusan) malaikat (lalu diwahyukan kepadanya) para nabi dan rasul (dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana).
Alkitab Perjanjian Lama, Kitab Kejadian pasal 13 ayat 12, 14-15, 17 dan pasal 15 ayat 18 :
Pasal 13:12  : Abram menetap di Tanah Kana’an (Negeri Palestina), tetapi Lot (Nabi Luth as) menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
Pasal 13:14  : Setelah Lot berpisah daripada Abram berfirmanlah Tuhan kepada Abram : “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
Pasal 13:15  : sebab seluruh negeri yang kau lihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
Pasal 13:17  : Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu”.
Pasal 15:18  : Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman : ”Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini (yakni Tanah orang Keni, Kenas, Kadmon, Het, Feris, Refaim, Amori, Kanaan (Kana’an), Girgasi dan Yebus, Kitab Kejadian pasal 15 ayat 19-21), mulai dari Sungai Mesir (Nil) sampai ke sungai yang besar itu, Sungai Efrat (Eufrat).
Padahal Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim as bukan tentang perkara harta dunia, tetapi Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim as tentang perkara yang paling utama yaitu perkara agama, lihat ayat-ayat Allah sebagai berikut :
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 96, 124 dan 131 :
96.  (Dan demi sesungguhnya engkau) Muhammad (akan mendapati mereka) orang-orang Israel (itu, manusia yang paling tamak) rakus (akan kehidupan) dunia (bahkan) sangat rakus akan harta dunia melebihi (dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka menginginkan supaya diberi umur seribu tahun) untuk bisa mengumpulkan dan menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya dan mereka banyak memakan yang haram, baik itu rezeki haram dan maupun segala yang diharamkan lainnya (Dan padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat akan apa yang mereka kerjakan).
124.    (Dan) ingatlah (ketika Ibrahim mendapat ujian dari Tuhannya dengan beberapa kalimat) berupa perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya (lalu dia melaksanakan dengan sempurna) seperti ketika Nabi Ibrahim as diperintahkan untuk menempatkan Hajar dan putranya di Lembah Mekkah padang pasir gersang, kering, panas dan tidak ada tumbuh-tumbuhannya, diperintah untuk menyembelih putra beliau as yang telah dinantikan kelahirannya selama puluhan tahun dan sebagainya (Firman-Nya : ”Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu sebagai imam) pemimpin (bagi manusia”) teladan dan ikutan dalam perkara agama (Ibrahim berkata : ”Saya mohon juga dari keturunanku”) untuk dijadikan imam-imam juga (Firman-Nya : ”Janji-Ku ini tidak mencapai) tidak berlaku bagi (orang-orang yang zhalim”) yaitu keturunan Nabi Ibrahim as yang kafir dan fasik.
131.    (Ketika Tuhannya berfirman kepadanya) Nabi Ibrahim as (: ”Tunduk dan berserah dirilah kamu!”) Sembahlah Allah dan jangan menyekutukan-Nya! (Dia menjawab : ”Aku tunduk dan berserah diri kepada Tuhan semesta alam”) Kitab Kejadian pasal 26 ayat 5, ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim as untuk beriman dan bertakwa kepada Allah dan dilarang menyekutukan-Nya. Jadi tidak benar jika Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim as, bahwa beliau as dan keturunan beliau as akan diberi Tanah Kana’an (Negeri Palestina). Orang-orang Israel itu paling tamak atau sangat rakus akan harta dunia (kedoyan = bhs. Jawa) dan banyak memakan rezeki maupun segala sesuatu yang haram, yang ada dalam otak mereka hanya harta kekayaan dunia semata, maka mereka membuat-buat dusta terhadap Allah, bahwa Allah memberikan harta kekayaan dunia berupa Tanah Kana’an sebagai Tanah Perjanjian yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim as, Nabi Ishaq as, Nabi Ya’qub as dan keturunan beliau as yaitu Bani Israil saja, Kitab Kejadian pasal 12:7, pasal 13:12, 14-15, 17, pasal 15:18-21, pasal 17:8, pasal 26:3-4, pasal 28:13-19 dan pasal 35:12. Allah baru menjanjikan Tanah Palestina kepada Nabi Musa as, Nabi Harun as dan Bani Israil asalkan mereka beriman dan taat kepada Allah dan rasul-rasul-Nya termasuk beriman dan taat kepada Rasulullah saw dan tidak mengingkari kebenaran setelah nyata kebenaran kerasulan beliau as yang ditulis dalam Kitab Taurat mereka, Al-Maaidah ayat 21 dan PL. Kitab Yeremia pasal 25 ayat 5 dan pasal 35 ayat 15.

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 62-63 :
62.  (Dan kamu akan melihat kebanyakan di antara mereka) sebagian besar dari kaum Ahli Kitab/orang-orang Israel (bersegera) cepat terlihat dalam (berbuat dosa) seperti menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, berdusta (dan permusuhan dan) banyak (memakan barang yang haram) mereka memakan harta orang lain dengan cara yang batil, seperti dari uang riba, renten, suap, korupsi, menipu dan sebagainya, Al-Maaidah ayat 42 dan At-Taubah ayat 34 (Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat) itu.
63.  (Mengapa orang-orang alim dan para pendeta mereka) Bani Israil (tidak melarang) kaum dan umat (mereka mengucapkan dosa) kata-kata dusta (dan) banyak (memakan barang yang haram? Sungguh sangat buruk apa yang mereka perbuat itu).
Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 72-73 :
72.  (Dan Kami telah memberikan kepadanya) Nabi Ibrahim as (lshaq dan Ya’qub sebagai suatu anugerah) tambahan dari Kami, Allah memberi Nabi Ibrahim as anugerah melebihi apa yang diminta oleh beliau as yaitu diberi cucu Nabi Ya’qub as (Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh).
73.  (Kami telah menjadikan mereka itu sebagai imam-imam) pemimpin-pemimpin (yang memberi petunjuk) kepada manusia (dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan) amal saleh (mendirikan shalat, menunaikan zakat dan hanya kepada Kami-lah mereka selalu menyembah) Allah turunkan surat Al-Anbiyaa’ ayat 73 untuk meralat dan membantah Kitab Kejadian pasal 28 ayat 10-13, 15-22, Allah tidak pernah menjanjikan Tanah Palestina kepada Nabi Ibrahim as, Nabi Ishaq as dan Nabi Ya’qub as tetapi Allah berfirman kepada mereka tentang perkara yang lebih utama yaitu perkara agama bukan harta dunia.
Alkitab Perjanjian Lama, Kitab Kejadian pasal 28 ayat 14 :
Pasal 28:14  :  Keturunannanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka Bumi akan mendapat berkat (berkah).
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 96 :
96.  (Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa) kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu selain Allah (pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari Langit dan Bumi, tetapi mereka mendustakan) Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-rasul-Nya (itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya) mereka kafir, zhalim dan fasik.
Qur’an surat Shaad ayat 29 :
29.  Al-Qur’an (Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepada engkau) Muhammad (penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran).
Qur’an surat Al-Qalam ayat 52 :
52.  (Dan tidak lain ia) Al-Qur’an itu (hanyalah peringatan bagi seluruh umat) manusia dan jin.
Qur’an surat At-Takwiir ayat 19 dan 27-28 :
19.  (Sesungguhnya ia) Al-Qur'an itu (benar-benar firman) Allah yang dibawa oleh (utusan yang mulia) Jibril as.
27.  (Tidak lain Al-Qur'an itu hanyalah peringatan bagi semesta alam) Al-An’aam ayat 90 dan Shaad ayat 87.
28.  (Yaitu bagi siapa di antara kalian yang mau menempuh jalan yang lurus).
Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 107 :
107.    (Dan tidaklah Kami mengutus engkau) Muhammad (melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam) Allah menurunkan surat Al-Anbiyaa’ ayat 107 untuk membantah Kitab Kejadian pasal 28 ayat 14 di atas, Allah tidak mengutus Nabi Ya’qub as dan keturunan beliau as untuk menjadi berkah dan rahmat bagi semua kaum (manusia) di muka Bumi apalagi seluruh semesta alam jelas tidak sama sekali. Tetapi Allah mengutus Nabi Ya’qub as dan keturunan beliau as menjadi rasul-rasul-Nya dengan membawa kitab-kitab-Nya untuk menyampaikan risalah-Nya hanya kepada Bani Israil dan umat-umat tertentu saja. Yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya kepada seluruh umat manusia dan jin dan menjadi rahmat bagi semesta alam dengan membawa Kitab Suci Al-Qur’an yang mulia bahkan sangat mulia dan penuh dengan berkah sebagai peringatan bagi semesta alam itu adalah keturunan Nabi Ismail as yaitu Muhammad Rasulullah seorang nabi dari bangsa Arab yang nama Nabi Muhammad saw dan nama Kitab Al-Qur’an yang dibawa beliau saw disebut (diberitakan) dalam kitab-kitab suci orang-orang dahulu, termasuk disebut dalam Kitab Taurat dan Kitab Injil, sebagai bukti adalah Bani Israil terutama para ulamanya mengetahui bahwa Al-Qur’an itu akan diturunkan kepada beliau saw yaitu Rasulullah dan penutup nabi-nabi, Al-A’raaf ayat 157, Asy-Syu’araa’ ayat 196-197, Al-Ahzab ayat 40  dan Al-Buruuj ayat 21.

Bani Israil baru diperbolehkan mendiami Tanah Palestina termasuk mendiami Kota Yerusalem ketika akhir zaman yaitu pada tahun 1190 M setelah Shalahuddin Al-Ayyubi mengambil alih Yerusalem dari pendudukan Tentara Perang Salib dengan berhasil mengalahkan mereka dan menghapus larangan Bani Israil tinggal di sana, sehingga mereka bisa bertempat tinggal kembali di Yerusalem. Dan sejak akhir tahun 1700-an terjadi imigrasi besar-besaran ke Tanah Palestina akibat pembantaian dan penindasan yang dialami orang-orang Israel di negara-negara asing tempat mereka selama ini tinggal. Oleh Inggris mereka ditawari untuk pindah ke Argentina, Uganda atau Palestina untuk ditempati dan Herzl lebih memilih Palestina. Herzl adalah The Founding Father of Zionism, ia mempunyai kemampuan untuk melobi para penguasa terkenal dunia, ia menggunakan zionisme sebagai kendaraan politiknya dalam merebut wilayah milik bangsa Palestina dengan serangkaian pembantaian yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina. Gelombang pertama imigrasi terjadi pada tahun 1882 -1903, gelombang kedua pada tahun 1904 - 1914, pada masa itulah perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak. Dengan dukungan Inggris dan Amerika Serikat, Israel dapat memduduki Tanah Palestina secara paksa dengan proses yang sangat panjang dan sulit akibat pemberontakan dari bangsa Palestina dalam melawan kekejaman Israel. Setelah beberapa puluh tahun mendiami Tanah Palestina, mereka berhasil mendirikan Negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948, tetapi Negara Israel berdiri selama puluhan tahun saja insya Allah tidak sampai 80 tahun hanya sampai Al-Malhamah atau huru-hara besar yang menimpa Tanah Israel berupa hantaman meteor super raksasa yang membuat Negara Israel porak poranda, lalu punah, lenyap dan tidak akan bangkit lagi untuk selama-lamanya, PL. Kitab Ulangan pasal 9 ayat 14, pasal 28 ayat 15-63 dan Kitab Yesaya pasal 28 ayat 4.
Alkitab Perjanjian Lama, Kitab Yesaya pasal 28 ayat 4 :
Pasal 28:4 : “…yaitu kota yang terletak tinggi di atas bukit (gunung), di atas lembah yang subur, nasibnya akan seperti nasib buah ara yang masak duluan sebelum musim kemarau, baru saja dilihat orang terus dipetik dan ditelan (Negara Israel baru beberapa puluh tahun berdiri lalu lenyap dan tidak akan bangkit lagi untuk selama-lamanya)”.

TANDA-TANDA DEKATNYA PERANG ARMAGEDDON I :
1.      Mengumpulnya Bani Israil ke Tanah Palestina.
2.      Memuncaknya kedurhakaan Bani Israil.
3.      Gerakan Intifadah perlawanan bangsa Palestina kepada Bani Israil.
4.      Munculnya Imam Mahdi untuk menghentikan kedurhakaan Bani Israil.
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 104 :
104.    (Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil : ”Diamlah di negeri) Palestina (ini) untuk pertama kalinya sekitar abad ke-12 SM (maka apabila tiba masa berbangkit) di akhir zaman (niscaya Kami datangkan kalian) kembali ke Tanah Palestina untuk kedua kalinya (dalam keadaan bercampur baur”) Bani Israil yang telah menyebar ke seluruh dunia karena dicerai-beraikan oleh Allah, maka pada akhir zaman akan dikumpulkan lagi di tengah-tengah Yerusalem. Dan sekarang telah dan masih berlangsung proses berkumpulnya orang-orang Israel di Negara Israel, karena selama ratusan tahun berdiaspora menyebabkan mereka telah banyak mengalami perubahan peradaban, warna kulit, bahasa, budaya, adat istiadat, makanan dan sebagainya yang diibaratkan bagaikan perak, tembaga, besi, timah putih, timah hitam yang akan dilebur di dalam peleburan murka Allah dengan terjadinya Al-Bathsyah Al-Kubro yaitu Allah kirim melalui malaikat-Nya menggunakan meteor super raksasa untuk menghantam mereka dengan hantaman yang keras yang menimpa markas Israel dan sekutu-sekutunya di Magiddo - Israel, di Laut Mediterania dan di New York - Amerika Serikat sebagai azab kepada Bani Israil dan sekutu-sekutunya yang menyebabkan ledakan hebat sehingga muncul asap Dukhan yang meliputi semua manusia, Ad-Dukhaan ayat 10-16.
Alkitab Perjanjian Lama, Kitab Ezekiel (Yehezkiel) pasal 22 ayat 17-22 :
Pasal 22:17  :   Lalu datanglah firman Tuhan kepadaku :
Pasal 22:18  : ”Hai anak manusia, bagi-Ku kaum Israel sudah menjadi sanga, mereka semuanya adalah  (bercampur baur) ibarat tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan, mereka seperti sanga perak”.
Pasal 22:19  : Sebab itu beginilah firman Tuhan Allah. Oleh karena kamu semuanya menjadi sanga, maka sungguh Aku akan mengumpulkan kamu di tengah-tengah Yerusalem.
Pasal 22:20  : Seperti orang mengumpulkan perak, tembaga, besi, timah hitam dan timah putih di dalam peleburan dan menghembus api di bawahnya untuk meleburnya, demikianlah Aku akan mengumpulkan kamu dalam murka-Ku dan amarah-Ku dan menaruh kamu di dalamnya dan melebur kamu.
Pasal 22:21  : Aku akan mengumpulkan kamu dan menyemburkan api kemurkaan-Ku kepadamu, sehingga kamu dilebur di dalamnya.
Pasal 22:22  : Seperti perak dilebur dalam peleburan, begitulah kamu dilebur di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku Tuhan yang mencurahkan amarah-Ku  atasmu.

Alkitab Perjanjian Lama, Kita Yeremia pasal 16 ayat 14-18 :
Pasal 16:14  : Sebab itu demikianlah firman Tuhan, sesungguhnya waktunya akan datang, bahwa tidak dikatakan orang lagi. Demi Tuhan yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari Tanah Mesir,
Pasal 16:15  : melainkan : Demi Tuhan yang hidup yang menuntun orang Israel dari tanah utara (Eropa terutama dari Rusia, Polandia dan Jerman) dan dari segala negeri kemana Dia (Allah) telah mencerai-beraikan mereka (Bani Israil). Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke Tanah (Palestina) yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka (pada zaman Nabi Musa as dan Nabi Harun as sekitar abad ke-12 SM).
Pasal 16:16  :  Sesungguhnya Aku mau menyuruh banyak penangkap ikan, demikianlah firman Tuhan yang akan menangkap mereka, sesudah itu Aku mau menyuruh banyak pemburu yang akan memburu mereka dari atas segala gunung dan dari atas segala bukit dan dari celah-celah bukit batu.
Pasal 16:17  : Sebab Aku mengamat-amati segala tingkah langkah mereka, semuanya itu tidak tersembunyi dari pandangan-Ku dan kesalahan merekapun tidak terlindung di depan mata-Ku.
Pasal 16:18  : Aku akan mengganjar dua kali lipat kesalahan dan dosa mereka, oleh karena mereka telah menajiskan negeri-Ku dengan bangkai dewa-dewa mereka yang menjijikkan dan telah memenuhi tanah milik-Ku dengan perbuatan mereka yang keji.

Dari sini dapat diketahui bahwa ayat-ayat di atas menjelaskan, Bani Israil akan dikembalikan ke Tanah Palestina termasuk ke Kota Yerusalem. Proses pengembalian dengan cara-cara teror, bagaimana ’Tangan-tangan Takdir’ mengumpulkan Bani Israil ke Tanah Palestina yang dahulu pertama kalinya diberikan kepada nenek moyang mereka pada zaman Nabi Musa as dan Nabi Harun as. Maka Allah menggunakan Tsar Rusia Nicholas II, Kanselir dan diktator Nazi Jerman Adolf Hitler dan yang lainnya untuk memicu mengumpulnya Bani Israil ke Palestina untuk kedua kalinya, dimulai sejak tahun 1882 Masehi terjadi penindasan antisemit Yahudi, seperti yang terjadi terhadap orang-orang Israel di Jerman, Rusia, Polandia, Maroko, Aljazair sehingga mereka lari dari penindasan tersebut lalu berimigrasi ke Palestina. Sehingga pada tahun 1947 Masehi sebelum lahirnya Negara Israel, orang-orang Israel di Paletina berjumlah 600 ribu jiwa (50% dari total penduduk Palestina yang berjumlah 1,25 juta jiwa). Dan sampai sekarang proses kembalinya Bani Israil ke Negara Israel terus berlangsung dan sekarang mereka berjumlah lebih dari 6 juta jiwa. Setelah Bani Israil berkumpul di Negara Israel lalu Allah memerintahkan orang lain untuk ’menangkap dan memburu’ (membunuh) mereka semua karena dosa-dosa Bani Israil sendiri. Mereka akan ditangkapi seperti ikan dan diburu seperti binatang. Kemudian diazab dengan azab dua kali lipat, betapa sengsaranya Bani Israil, untuk menggenapi janji Allah, mereka harus dipaksa dengan kekerasan supaya pulang ke Israel, setelah berkumpul di Israel mereka akan diazab. Dengan berkumpulnya Bani Israil di Negara Israel, menunjukkan telah dekatnya azab Allah kepada Bani Israil yang artinya bahwa Perang Armageddon I telah di ambang pintu dan pintu pembukanya adalah Perang Libanon, sebuah takdir bagi kehancuran Gheto Israel yang tidak bisa dihindari.
Alkitab Perjanjian Lama, Kitab Yehezkiel pasal 6 ayat 11-12 dan 14 :
Pasal 6:11 : ”Beginilah firman Tuhan Allah, ’Bertepuklah dan entakkanlah kakimu ke tanah dan serukanlah, ’Awas!’. Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jahat, mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar.
Pasal 6:12 : Yang jauh akan mati karena sampar, yang dekat akan rebah karena pedang dan yang terluput serta terpelihara akan mati karena kelaparan. Demikian Aku akan melampiaskan amarah-Ku kepada mereka.
Pasal 6:14 : Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan mereka dan tanahnya, di mana saja mereka diam, akan Kubuat menjadi musnah dan sunyi sepi mulai dari padang gurun sampai Ribla (Suriah) dan mereka akan mengetahui bahwa Aku-lah Tuhan”.

Tetapi Bani Israil menyakini bahwa Allah memberikan Kota Yerusalem kepada mereka untuk selama-lamanya dan tidak ada kekuatan di dunia yang bisa mengubahnya yang ditulis oleh para pemuka agama dan alim ulama mereka  dalam Taurat Yahudi, terdapat 7 pasal dan 20 ayat dalam Kitab Kejadian. Sehingga Bani Israil berambisi mendirikan Eretz Yisrael/Erest Israel atau Negara Israel Raya. Untuk mewujudkan ambisi mereka, Bani Israil harus merebut dan menguasai wilayah milik negara-negara Timur Tengah mulai dari Sungai Nil sampai Sungai Eufrat, yaitu dimana nenek moyang mereka pernah mendiami wilayah-wilayah tersebut baik sebagai budak maupun sebagai orang merdeka. Maka mereka harus menguasai Kota Yerusalem secara penuh dan menjadikan kota suci itu sebagai ibukota mereka dan menguasai sumber air dan nuklir sebagai 2 penopang utama keberadaan Israel di Timur Tengah dan telah dilakukan oleh mereka. Israel telah memiliki senjata nuklir dan sebelum perang 1967, Israel hanya menguasi 2 sumber air laut dan Sungai Dan, setelah 1967 Israel mendapat tambahan 4 sumber air yaitu Sungai Yordan, Laut Galilee (di Lembah Yordan), Sungai Banias (utara Dataran Tinggi Golan), Sungai Hasbani dan yang masih belum dikuasi Israel adalah Sungai Litani di Libanon yang hanya berjarak 4 km dari perbatasan Israel. Orang-orang Israel menyakini bahwa dengan menguasai dan memiliki nuklir dan sumber air supaya tetap bisa mempertahankan keberadaan mereka di Timur Tengah dan untuk bisa mewujudkan Negara Israel Raya yang diyakini oleh mereka telah dijanjikan oleh Allah akan diberikan kepada Nabi Ibrahim as, Nabi Ishaq as, Nabi Ya’qub as dan keturunan beliau as yaitu Bani Israil saja. Untuk mewujudkan hal itu, pertama-tama Israel mencaplok Kota Yerusalem untuk dijadikan ibukota negara mereka, nanti mereka juga akan menyerbu negara tetangganya Libanon untuk menguasai wilayah negara itu supaya bisa menguasai sumber air Sungai Litani secara penuh. Maka terjadilah Perang Libanon, selang beberapa waktu kemudian terjadi Perang Aleppo, selanjutnya Perang Armageddon I akan terjadi, untuk penjelasan selanjutnya silahkan membaca artikel KAPAN METEOR JATUH.


Sumber : Al-Qur’an dan berbagai sumber.

01 Agustus, 2017

PERISTIWA KEHANCURAN KOTA YERUSALEM YANG PERTAMA

Qur’an surat Al-Israa’ ayat 7 :
7.      (Jika kalian) Bani Israil (berbuat baik, berarti kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri dan jika kalian berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi diri kalian sendiri. Dan apabila datang saat hukuman) bagi kejahatan yang (kedua) pada tahun 70 M Allah datangkan Jenderal Titus dan tentara-tentara Romawi beserta sekutu mereka yaitu Syria dan Yunani (untuk menyuramkan muka-muka kalian) mereka menyerang, mengepung selama 5 bulan (Maret – Agustus), menaklukkan dan merebut Kota Yerusalem, membantai penduduknya (dan mereka masuk ke dalam masjid) untuk menjarah benda-benda berharga milik masjid dan dibawa ke Roma lalu menghancurkan dan membakar Yerusalem dan Masjidil Aqsha (Bait Suci) untuk kedua kalinya sampai pondasinya rata dengan tanah hingga menjadi sebuah daratan, sehingga orang-orang yang lewat dan berkunjung tidak mengira bahwa tempat itu pernah menjadi pemukiman penduduk, para legiun Romawi itu hanya menyisakan tembok Masjidil Aqsha kedua bagian barat sepanjang 60 m yang dikenal dengan nama ”Tembok Ratapan” yang telah direnovasi dan diperluas oleh Raja Herodes Agung mulai awal tahun 19 M – 64 M, panjang tembok aslinya sekitar 485 meter dan 3 menara Benteng Herodes yang tidak dirobohkan oleh mereka (sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk menghancurkan terhadap apa saja yang mereka kuasai dengan penghancuran sehabis-habisnya) seluruh Yerusalem termasuk Bait Suci pertama tahun 586 SM.

Pada tahun ke-3 pemerintahan Raja Yoyakim bulan April tahun 605 SM, Raja Nabukadnezar II dan bala tentaranya menyerbu dan mengepung Kota Yerusalem ibukota Kerajaan Yehuda (Yahuda/Yudea) untuk pertama kalinya dan bulan Agustus berhasil merebut Yerusalem dan menaklukkan Raja Yoyakim lalu mereka masuk ke Masjidil Aqsha untuk pertama kalinya pula dan menjarah sebagian benda-benda berharga milik masjid dan dibawa ke Babilonia atau Babel lalu dimasukkan ke dalam kuil pemujaan Dewa Marduk, yaitu ’tuhan’ (dewa) utama mereka. Selain itu, Raja Nebukadnezar bertitah kepada Aspenas, kepala istananya untuk membawa beberapa orang Israel yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai macam hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yaitu orang-orang yang pandai untuk dipekerjakan dalam istana Raja Babilonia Baru, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim, di antara orang-orang Yehuda itu adalah Nabi Daniel as yang waktu itu masih berumur 22 tahun beserta ketiga temannya, yaitu Hananya, Misael dan Azarya. Bulan Desember tahun 598 SM Raja Nebukadnezar II datang lagi yang ke-2 kalinya untuk menghukum Raja Yoyakim karena memberontak kepada Raja Nebukadnezar II, Raja Yoyakim ditangkap dan mendapat perlakuan buruk dari Raja Nebukadnezar II yang mengikatnya dengan 2 rantai tembaga lalu dibawa keluar Yerusalem dan ia mati tahun 597 SM dalam usia 36 tahun ketika dalam perjalanan setelah sampai di wilayah Kerajaan Babel. Jenazah Raja Yoyakim dilemparkan atau dicampakkan begitu saja di tepi jalan seperti seekor keledai yang mati di jalanan, sehingga mayatnya terkena udara panas diwaktu siang dan terkena udara dingin diwaktu malam, Yeremia pasal 22 ayat 19 dan pasal 36 ayat 30, tidak ada sama sekali upacara penguburan jenazah Raja Yoyakim sebagai manusia apalagi upacara penguburan jenazahnya sebagai seorang raja, sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan pula, Allah telah menurunkan ayat-ayat yang jelas. Dan bagi orang-orang kafir ada azab yang menghinakan, Al-Mujaadilah ayat 5. Hal itu sebagai azab dari Allah karena Raja Yoyakim durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mendustakan ayat-ayat-Nya, rasul-rasul-Nya dan melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa, seperti : menyembah berhala dan berkorban untuk berhala, membunuh Nabi Uria as, Yeremia pasal 26 ayat 20-23 dan memerintahkan untuk menangkap Nabi Yeremia as dan Barukh bin Neria jurutulis dan sahabat beliau as tetapi tidak berhasil karena Allah menyembunyikan mereka, hanya karena nabi-nabi utusan Allah itu menyampaikan peringatan-peringatan-Nya yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya, Yeremia pasal 36 ayat 1-32, ia juga membunuh orang-orang yang menyuruhnya berlaku adil sehingga Yerusalem menjadi penuh dengan darah dari orang yang tidak bersalah, maka Tuhan tidak mau mengampuninya, 2 Raja-raja pasal 24 ayat 4, menindas dan memperbudak rakyatnya yang diperintah untuk membangun istananya dan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas lainnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu, tidak akan diringankan azab dari mereka dan tidak pula mereka diberi tenggat atau batas waktu, Al-Baqarah ayat 161-162. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Allah dan melakukan kezhaliman, maka Allah sekali-kali tidak akan mengampuni dosa mereka dan tidak pula akan menunjukkan kepada mereka suatu jalan ketakwaan. Kecuali jalan ke Neraka Jahannam, mereka itu adalah penghuninya kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah, An-Nisaa’ ayat 168-169, Al-Maaidah ayat 10, 86 dan Al-A’raaf ayat 36. Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang kafir itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuk mereka dalam Alkitab Lauhul Mahfuzh sehingga jika datang kepada mereka utusan-utusan Allah yaitu para malaikat untuk mengambil nyawa mereka seraya mengatakan kepada mereka : ”Di mana berhala-berhala yang biasa kamu sembah selain Allah?”. Mereka menjawab : ”Berhala-berhala itu telah lenyap dari kami”. Dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir, Al-A’raaf 37. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah menyediakan untuk orang-orang kafir Neraka yang bernyala-nyala, Al-Fath ayat 13.

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu Langit bagi mereka dan tidak pula mereka masuk Surga untuk selama-lamanya sebagaimana unta tidak mungkin masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan, Al-A’raaf ayat 40. Firman Allah : ”Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan dari iman? Yaitu orang-orang yang mendustakan Alkitab dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus kepada mereka. Kelak di akhirat mereka akan mengetahui ketika belenggu dan rantai-rantai dipasang di leher mereka seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api Neraka, Al-Mu’min ayat 69-72. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih, Al-Jaatsiyah ayat 11. Barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya maka sungguh ia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata, Al-Ahzab ayat 36. Padahal Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil bahwa mereka berjanji akan beriman dan bertakwa kepada Allah tidak menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu dan taat kepada rasul-rasul-Nya. Terus-menerus tanpa putus Allah telah mengutus kepada mereka sebagian besar rasul-Nya untuk membimbing Bani Israil ke jalan yang lurus, Al-Baqarah ayat 87, Yeremia pasal 25 ayat 3-4, pasal 26 ayat 5 dan pasal 44 ayat 4, tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, maka sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh, Al-Baqarah ayat 61, 87, 91, Ali-‘Imran ayat 21, 112, 181, 183, An-Nisaa’ ayat 155, Al-Maaidah ayat 70 dan 1 Raja-raja pasal 19 ayat 10. Orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari azab Allah, sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu, Al-’Ankabuut ayat 4. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun terhadap mereka dengan mendustakan dan membunuh rasul-rasul-Nya itu. Dan karena kekafiran dan kefasikan mereka, maka sebagian besar Bani Israil itu menjadi buta mata hatinya dan tuli tidak bisa mendengarkan ayat-ayat-Nya, lalu mereka bertobat dan Allah menerima tobat mereka. Kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli lagi dan Allah Maha Melihat terhadap apa yang mereka kerjakan, Al-Maaidah ayat 70-71. Raja-raja Kerajaan Yehuda berjumlah 20 orang, yang 7 orang menyembah Allah dan yang 13 orang adalah raja-raja penyembah berhala yaitu : Raja Abia, Yoram, Ahazia, Atalya*, Yoas*, Amazia, Ahas, Manasye*, Amon, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia, mereka durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa, Perjanjian Lama Kitab 1 + 2 Raja-raja, Kitab Tawarikh, Kitab Yesaya, Kitab Yeremia dan Kitab Yehezkiel.
*Ratu Atalya satu-satunya penguasa wanita dari Kerajaan Yehuda yang bukan keturunan Nabi Daud as. Ratu Atalya adalah putri Raja Ahab dan Ratu Izebel dari Kerajaan Israel, ia istri Raja Yoram dan ibu Raja Ahazia dari Kerajaan Yehuda. Setelah tewasnya Raja Ahazia yang hanya berkuasa selama 1 tahun karena dibunuh oleh Raja Yehu dari Kerajaan Israel, sementara putra mahkota masih berumur sekitar 1 tahun, maka ibu suri Ratu Atalya yang licik dan bukan keturunan Nabi Daud as dan Nabi Sulaiman as bisa menduduki tahta Daud menggantikan putranya. Setelah berkuasa Ratu Atalya berusaha membunuh semua keturunan Raja Yehuda supaya bisa tetap berkuasa, bibinya yaitu Putri Yoseba (Yosabat) adik Raja Ahazia anak Raja Yoram dan istri Imam besar Yoyada menyelamatkan Pangeran Yoas dengan menculiknya di tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibantai lalu menyembunyikannya bersama inang yang menyusuinya ke dalam gudang tempat tidur di Masjidil Aqsha, tinggallah ia bersama bibimya untuk bersembunyi di Baitullah selama sekitar 6 tahun, maka selamatlah Pangeran Yoas dari pembantaian neneknya yang seorang penyembah berhala. Sementara Ratu Atalya memerintah Negeri Yehuda dengan pemerintahan yang bengis selama  7 tahun sekitar tahun 842 – 835 SM, Kitab 2 Tawarikh pasal 23 ayat 1-21.
*Setelah 7 tahun Ratu Atalya berkuasa di Kerajaan Yehuda, Imam besar Yoyada menobatkan Pangeran Yoas menjadi Raja Yehuda di Masjidil Aqsha, mendengar hal itu Ratu Atalya murka, ia keluar istana menemui musuh-musuhnya, para kepala pasukan tentara menangkapnya dan membunuhnya dengan pedang di jalan masuk istana raja di pintu gerbang kuda yang terletak di luar Masjidil Aqsha. Setelah tewasnya Ratu Atalya, maka Raja Yoas bisa menduduki tahta Daud selama 40 tahun sekitar tahun 835 – 795 SM. Setelah wafatnya Imam besar Yoyada dalam usia 130 tahun, Raja Yoas, pemimpin-pemimpin (pejabat) Yehuda dan sebagian besar rakyat Yehuda murtad dari agama Allah yaitu agama Islam menjadi penyembah berhala. Nabi dan Imam Zakharia (Zakharya) as anak Imam besar Yoyada memberi peringatan kepada mereka yang sesat karena telah menjadi orang-orang kafir, tetapi mereka tidak mau mendengarkan peringatan itu, lalu mereka bersepakat membunuh Nabi Zakharia as bin Yoyada, Raja Yoas memerintahkan mereka untuk merajam Nabi Zakharia as sampai mati di pelataran Masjidil Aqsha. Maka Allah mengazab Negeri Yehuda dan Yerusalem dengan mendatangkan Raja Hazael dan tentara-tentaranya dari Kerajaan Aram (Damsyik/Damaskus) - Suriah untuk menyerang Kerajaan Yehuda, semua pemimpin-pemimpin Yehuda tewas terbunuh dan Raja Yoas kalah dan menderita luka-luka berat, lalu ia memberi upeti kepada Raja Hazael, sehingga Raja Aram itu tidak jadi menyerang Yerusalem. Ketika Raja Yoas di rumah Milo dalam keadaan berbaring sakit karena menderita luka-luka berat yang didapatnya dalam perang melawan Raja Aram, pegawai-pegawai (perwira/ajudan) Raja Yoas yaitu Yozakar bin Simeat dan Yozabad bin Somer membunuh rajanya sendiri dengan pedang di atas tempat tidurnya untuk membalas kematian Nabi Zakharia as bin Yoyada. Jenazah Raja Yoas dimakamkan di Kota Daud tetapi tidak dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Yehuda. Raja Yoas (Yehoash) bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abia bin Rehabeam bin Sulaiman as bin Daud as menjadi orang kafir sampai akhir hidupnya dan anaknya Amazia menggantikannya menjadi raja, Kitab 2 Tawarikh pasal 24 ayat 1-27, Kitab 2 Raja-raja pasal 11 ayat 1-21 dan pasal 12 ayat 21-20.
*Tetapi akhirnya Raja Manasye bertobat dan hanya menyembah kepada Allah tidak menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu. Hal itu terjadi setelah kerajaannya diserang dan ia ditaklukkan oleh Raja Asyur (Assiria) yang bernama Asyurbanipal yang menawannya lalu membuangnya ke Babel. Dalam keadaan terdesak, ia berdoa kepada Allah berusaha melunakkan hati-Nya dengan sangat merendahkan diri di hadapan-Nya, maka Allah mengabulkan doanya dan mendengarkan permohonannya. Sehingga Raja Asyurbanipal membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kembali kedudukannya sebagai Raja Yehuda, Kitab 2 Tawarikh pasal 33 ayat 12-13.

Raja-raja Yehuda dan keluarganya hidup mewah di istana megah, raja-rajanya, para bangsawan, para pejabat, orang-orang kaya menindas dan memperbudak bangsanya sendiri. Raja-raja Yehuda yaitu Manasye, Amon, Yoyakim, Yoyakhin, Zedekia dan para pemuka agama membunuh orang-orang yang tidak bersalah karena mereka yang menyuruh manusia berbuat adil, Ali-’Imran ayat 21 dan Kitab 2 Raja-raja pasal 24 ayat 4, sehingga telah membuat Yerusalem penuh dengan darah orang-orang yang tidak bersalah, para tokoh agamanya membiarkan rakyat ditindas, Al-Baqarah ayat 61, Ali-’Imran ayat 112 dan Al-Maaidah ayat 78-79. Sesungguhnya orang-orang Israel yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan telah membunuh lebih dari 10 ribu nabi-nabi-Nya tanpa alasan yang benar karena menyampaikan ayat-ayat-Nya yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka dan membunuh orang-orang yang menyuruh mereka untuk berlaku adil di antara manusia, maka sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang kafir itu akan menerima azab yang pedih, Ali-‘Imran ayat 21. Mereka itulah orang-orang yang gugur amalan-amalan mereka di dunia dan di akhirat dan tidaklah mereka mempunyai penolong-penolong yang akan melindungi mereka dari azab Allah, Ali-‘Imran ayat 22. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu Langit bagi mereka dan tidak pula mereka masuk Surga untuk selama-lamanya sebagaimana unta tidak mungkin masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan, Al-A’raaf ayat 40. Sebagian besar Bani Israil tidak menyembah Allah lagi mereka telah melupakan Allah, bahkan di dalam dan di luar Bukit Bait Suci mereka menyembah ’tuhan-tuhan’ selain Allah dan hanya membanggakan Masjidil Aqsha (Haikal Sulaiman) mereka yang merupakan bangunan terindah di seluruh dunia pada zaman itu karena dihias dengan tiang-tiang masjid yang dilapisi tembaga, ruangan masjid dilapisi emas, perak, batu-batu mulia, pualam, diukir segala gambar binatang melata dan gambar-gambar binatang yang menjijikkan dan segala berhala Bani Israil terukir pada tembok sekelilingnya dan sebagainya. Maka Allah telah menunjukkan kemurkaan-Nya dengan mengazab para penguasanya, pejabat negaranya, pejabat keagamaannya dan sebagian besar orang-orang Israel yang kafir dan zhalim melalui penyerangan tentara-tentara Babel atas perintah Raja Babel Nebukadnezar II (sekarang Irak dan sekitarnya/Tanah Sinear) yang memerintahkan menantunya Nergal-sarezer (Neriglissar) suami Putri Kassaya dan panglima perang Babel, Nebuzaradan kepala pasukan pengawal raja, Nebusyazban kepala istana, para perwira lainnya dan bala tentaranya pada akhir bulan Desember tahun 587–586 SM ke Israel Selatan untuk merebut dan menguasai kepemilikan Kota Yerusalem dari tangan Raja Zedekia yang sebelumnya dikepung selama 18 bulan (10 Januari - Juli 586 SM) dan akhirnya mereka berhasil menerobos tembok-tembok yang mengelilingi Kota Yerusalem dengan merobohkannya, kemudian mereka memasuki dan menyerbu ke dalam ibukota Kerajaan Yehuda tersebut.

Tentara-tentara Babel membunuhi rakyat Yehuda dari yang muda sampai yang tua di Kota Yerusalem kemudian menghancurkan dengan membakar sehabis-habisnya seluruh Yerusalem termasuk membakar habis Bukit Bait Suci (Haikal Sulaiman/Al-Haram Asy-Syarif/Al-Masjid Al-Aqsha (Masjidil Aqsha) pertama/Bait Allah/Bait Suci/Beit HaMikdash) sampai-sampai benda-benda suci untuk perlengkapan ibadah yang ada di dalam masjid yang membuat para nabi Allah gemetar untuk menyentuhnya, telah diinjak-injak oleh orang-orang kafir dari Babel yang sangat keji itu. Sebelum tentara-tentara Babel membakar istana raja, Masjidil Aqsha, rumah-rumah rakyat Yehuda dan rumah orang-orang besar Kerajaan Yehuda dengan terlebih dahulu mereka menjarah harta benda milik istana raja, milik raja, para pejabat, orang-orang kaya dan harta benda milik masjid yang berupa benda-benda yang dilapisi tembaga dan berbahan tembaga seperti : kereta-kereta, bejana besar, tiang-tiang masjid dan hiasannya yang dibuat oleh Nabi Sulaiman as untuk masjid, Sabaa’ ayat 12-13, ruangan masjid yang berlapis emas dan semua benda-benda perkakas yang berbahan emas, perak, tembaga dan batu-batu mulia termasuk perkakas-perkakas yang dipakai untuk upacara keagamaan milik masjid, semuanya dijarah oleh tentara-tentara Babel itu dan dibawa ke Tanah Sinear. Kemudian pada bulan Agustus 586 SM tentara-tentara Babel membakar Masjidil Aqsha dan seluruh Yerusalem sampai hancur lebur rata dengan tanah, Yeremia pasal 52 ayat 12-14. Raja Zedekia, keluarganya dan sisa-sisa tentaranya melarikan diri tetapi mereka dikejar dan tertangkap di Jerikho dan Nebuzaradan juga menangkap Imam Agung Seraya, wakil Imam Sefaya, 3 orang penjaga Masjidil Aqsha, 5 penasehat pribadi raja, panglima dan wakilnya dan 60 rakyat yang ada di kota itu mereka semua dibawa ke hadapan Raja Nebukadnezar II di Ribla di tepi Sungai Orontes Kota Hamat, Provinsi Hama – Suriah berjarak sekitar 213 km sebelah utara Kota Damaskus untuk menghadap Raja Nebukadnezar II, di Ribla, 60 rakyat dan semua pejabat agama dan pemerintahan Kerajaan Yehuda yang ditangkap Nebuzaradan, disiksa lalu disembelih. Sementara itu, Raja Nebukadnezar II memerintahkan algojo untuk menyembelih anak-anak Raja Zedekia di depan matanya, setelah itu dibutakanlah mata Raja Zedekia lalu ia diikat dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babilonia pada bulan Agustus 586 SM bersama sebagian besar rakyat Yehuda yang selamat dari pembunuhan tentara-tentara Babel dan kehancuran Kota Yerusalem. Mereka diangkut dari negerinya lalu dibuang ke Babilonia untuk dijadikan budak, Raja Zedekia dimasukkan ke penjara dan mati di Babilonia, Yeremia pasal 52 ayat 1-30 2 dan 2 Raja-raja pasal 24 ayat 18-20, pasal 25 ayat 1-21. Kemudian Kerajaan Yehuda dijadikan provinsi Kerajaan Babilonia Baru dan mengangkat Gedalya bin Ahikam sebagai gubernur di Provinsi Yehuda. Orang-orang Israel yang mengungsi ke negara-negara tetangga ketika tentara-tentara Raja Nebukadnezar II menyerbu Yerusalem, kembali pulang ke negerinya lagi, di antaranya Ismael bin Netanya yang masih keturunan raja. Pada tahun 581 SM Ismael dan sepuluh orang yang bersamanya, membunuh Gedalya dan banyak orang Yahudi yang mendampinginya dan juga membunuh banyak orang Babel yang ditinggalkan oleh Raja Nebukadnezar II untuk bertugas dengan Gedalya di Kota Mizpa (Mitzpah) sekarang Desa Masephta. Orang-orang Israel yang masih tinggal di negerinya menjadi ketakutan akan pembalasan Raja Nebukadnezar II, karena pejabat yang diangkatnya telah dibunuh oleh orang-orang Yehuda, Yeremia pasal 40 ayat 7-16, pasal 41 ayat 1-18, peristiwa itu terjadi pada tahun 581 SM, lalu mereka melarikan diri ke Tahpanhes, sekarang Tell Defenneh sebuah kota kuno terletak di tepi Danau Manzala dekat perbatasan Sinai di bagian timur delta Sungai Nil pada cabang Sungai Tanitic, situs ini sekarang terletak di Terusan Suez sekitar 29 km sebelah timur tenggara dari  Kota Tanis.

Maka Raja Nebukadnezar II memerintahkan lagi Nebuzaradan ke Yerusalem pada tahun 581 SM untuk menghukum orang-orang Yehuda dan membawa ke Babilonia 745 jiwa orang Yehuda dan menjadikan mereka budak, sehingga Kota Yerusalem dan semua kota Kerajaan Yehuda tidak ada seorangpun penduduknya yang tinggal di sana, Yeremia pasal 33 ayat 10 dan pasal 44 ayat 2. Orang-orang Yehuda yang mengungsi ke Mesir karena ketakutan akan pembalasan Raja Nebukadnezar II akhirnya di sana sebagian besar dari mereka mati karena penyakit sampar, kelaparan dan dibunuh oleh Raja Nebukadnezar II dan bala tentaranya yang menginjakkan kaki mereka di Negeri Mesir pada tahun 568 SM untuk mengepung dan mengalahkan Fir’aun Ahmasis (Ahmose) II karena telah menerima baik para pelarian Israel itu ke negerinya. Setelah menaklukkan Kerajaan Mesir pada tahun 567 SM, Raja Nebukadnezar II mendirikan tahta kebesaran di Tahpanhes dan sebagian orang-orang Yehuda yang melarikan diri ke Tahpanhes, dibawa ke Babilonia sebagai tawanan. Hanya beberapa orang pengungsi Yehuda yang bisa pulang kembali ke negerinya dengan selamat dari penyerangan dan penaklukkan Raja Nebukadnezar II dan bala tentaranya ke Kerajaan Mesir tersebut, Yeremia pasal 43 ayat 10-13 dan Yehezkiel pasal 29 ayat 19. Semua malapetaka yang menimpa para raja Yehuda, para bangsawan, para pejabat kerajaan, para tokoh agama dan sebagian besar rakyat Yehuda (Israel) dan negeri mereka itu adalah azab dari Allah akibat perbuatan tangan-tangan mereka sendiri, karena sebagian besar Bani Israil itu kafir, mereka menyekutukan Allah, bahkan tidak beriman dan tidak bertakwa kepada Allah, mendustakan ayat-ayat-Nya, durhaka dan tidak taat kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mendustakan, menzhalimi, menganiaya, membenci, menghina, memperolok-olok, membunuh sebagian nabi-nabi-Nya, memenjarakan beberapa nabi-Nya termasuk memenjarakan Nabi Yeremia as dan rencana pembunuhan terhadap Nabi Yeremia as yang gagal karena dilindungi oleh Ahikam bin Safan, anak sekretaris Kerajaan Yehuda yaitu Safan bin Azalya, maka selamatlah nyawa Nabi Yeremia as, Yeremia pasal 26 ayat 24. Mereka telah menjadi penyembah berhala-berhala, berkorban untuk berhala-berhala, mengorbankan anak-anak mereka sendiri untuk korban bakaran utuh yang dipersembahkan kepada berhala-berhala yang menjadi ’tuhan-tuhan’ mereka. Di tengah-tengah kehidupan sehari-hari masyarakat Bani Israil yang sebagian besar orang-orang kafir, maka merajalela praktek riba, renten, perdukunan dan perbuatan syirik lainnya, bersumpah (bersaksi) palsu, penipuan, ketidakjujuran, perzinaan, pelacuran, kejahatan (kezhaliman), kekejaman (kekerasan), korupsi merajalela dalam kehidupan masyarakat Kerajaan Israel Utara dan Israel Selatan (Yehuda), terutama dilakukan oleh para pemimpin keagamaan. Ada banyak tuan tanah yang menindas orang-orang miskin yang tersisih, perampasan hak dan harta milik orang lain, penyelewengan hukum, dan ritual peribadatan yang hanya seremonial, keserakahan (rakus akan harta dunia), ketidakadilan, suap-menyuap, pemerasan, para penguasanya menindas dengan menjadikan bangsanya sendiri sebagai budak. Nabi Mikha as menentang ketidakadilan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Kerajaan Yehuda dan menyuruh mereka berlaku adil dan memprotes kultus-kultus kepercayaan penyembahan berhala. Dakwah Nabi Mikha as merupakan keluhan terhadap para penguasa tanah yang menyalahgunakan orang miskin dan terpinggirkan (tersisih). Beliau as memperingatkan orang-orang yang merampas hak dan harta milik orang lain, bahwa Allah mengancam mereka dengan azab yang keras. Peringatan Nabi Mikha as sama dengan peringatan Nabi Amos as, Nabi Hosea as dan Nabi Yesaya as kepada Bani Israil, jika mereka tidak mau mendengarkan peringatan-peringatan-Nya dengan beriman dan bertobat lalu mengerjakan amal-amal yang saleh, maka Tuhan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Menang akan memakai bangsa asing untuk menghukum orang-orang Israel yang kafir karena telah melakukan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas dan durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta tidak mau mendengarkan peringatan-peringatan-Nya yang disampaikan melalui para utusan-Nya yang tidak putus-putus diutus kepada mereka, Al-Baqarah ayat 61, 95, Ali-’Imran ayat 112, An-Nisaa’ 160-161, Al-Maaidah ayat 32, 63, 78-79, Al-An’aam ayat 146, An-Nahl ayat 118, Al-Jumu’ah ayat 6-7, Kitab Mikha pasal 3:11, Kitab Yeremia pasal 19 ayat 4-5, 9, pasal 23 ayat 10-17, pasal 24 ayat 8-10, pasal 25 ayat 1-11, pasal 35 ayat 17 dan pasal 44 ayat 1-30.

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 63 :
63.  (Mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka) Bani Israil (tidak melarang mereka mengucapkan kata-kata dusta dan memakan yang haram? Sungguh amat buruklah apa yang mereka perbuat itu).
Qur’an surat An-Nahl ayat 63 :
63.  (Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus) rasul-rasul Kami (kepada umat-umat sebelum kamu) Muhammad (tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka) yang buruk itu (maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu) di dunia (dan bagi mereka azab yang sangat pedih) kelak pada hari Kiamat.
Qur’an surat Al-Mujaadilah ayat 19-21 :
19.  (Setan telah menguasai mereka) orang-orang kafir, fasik dan zhalim itu (lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi).
20.  (Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina).
21.  (Allah telah menetapkan) di dalam Kitab Lauhul Mahfuzh (: ”Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa).
Qur’an surat Faathir ayat 25-26 :
25.  (Dan jika mereka mendustakan engkau) Muhammad (maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan) rasul-rasul (ketika rasul-rasul-Nya datang) kepada mereka (dengan membawa keterangan yang nyata) mukjizat (zubur) yaitu lembaran-lembaran yang berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum Rasulullah saw (dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna) yaitu Kitab Suci Taurat dan Injil, Al-Maaidah ayat 46, Al-An’aam ayat 154, Al-A’raaf ayat 145, Al-Anbiyaa’ ayat 48 dan Ash-Shaaffat
26.  (Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir, maka) lihatlah (bagaimana akibat kemurkaan-Ku).
Qur’an surat Al-Mu’min ayat 73-76 :
74.  Di akhirat kelak (Kemudian dikatakan kepada mereka : ”Manakah berhala-berhala yang selalu kalian persekutukan),
75.  yang kalian sembah (selain Allah?”. Mereka menjawab : ”Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu”) mereka mengingkari penyembahan kepada berhala-berhala itu, lalu berhala-berhala sesembahan mereka didatangkan di hadapan mereka, selanjutnya dikatakan kepada mereka : ”Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahannam”, Al-Anbiyaa’ ayat 98 (Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang kafir).
76.  Dan dikatakan pula kepada mereka (Yang demikian itu disebabkan karena kalian bersuka ria di muka Bumi dengan tidak benar) kalian durhaka dan banyak melakukan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas (dan karena kalian selalu bersuka ria) dan karena kalian melakukan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas itu berulang kali.
77.  Dikatakan kepada mereka : (”Masuklah kalian ke pintu-pintu Neraka Jahannam, sedangkan kalian kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong ”) tidak mau beriman.

Kitab Perjanjian Lama, Yeremia pasal 25 ayat 4-5, pasal 26 ayat 4-6, pasal 35 ayat 15 dan pasal 44 ayat 4 : Adalah ayat-ayat tentang peringatan Allah yang diturunkan kepada Nabi Yeremia as sebelum terjadi peristiwa kehancuran seluruh Kota Yerusalem dan Masjidil Aqsha oleh Raja Nebukadnezar II dan bala tentaranya dari Kerajaan Babilonia Baru pada tahun 586 SM.
25:4 Juga Tuhan terus-menerus mengutus kepadamu semua (sebagian besar) hamba-Nya, yaitu nabi-nabi, tetapi kamu (Bani Israil) tidak mau mendengarkan dan memperhatikannya.
25:5 Kata mereka (para nabi) : ”Bertobatlah masing-masing kamu dari tingkah langkahmu yang jahat (zhalim) dan dari perbuatan-perbuatanmu yang jahat (beriman dan bertakwalah kamu kepada Allah saja dan taatlah kepada rasul-rasul-Nya), maka kamu akan tetap diam (tinggal) di tanah yang diberikan Tuhan kepadamu dan kepada nenek moyangmu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya”.
26:4 Jadi katakanlah kepada mereka : Beginilah firman Tuhan : ”Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku (Allah), tidak mau mengikuti Taurat-Ku (tidak menjalankan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah yang ada dalam Taurat) yang telah Kubentangkan di hadapanmu,
26:5 dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, (yaitu) para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, tetapi kamu (tetap membangkang) tidak mau mendengarkan (perkataan mereka),
26:6 maka Aku akan membuat rumah (Bait Suci pertama) ini (dihancurkan menjadi reruntuhan) sama seperti (telah dihancurkannya Kemah Suci (Kemah Pertemuan/Mishkan) oleh orang-orang Filistin yaitu tempat untuk beribadah kepada Allah terutama untuk shalat berjamaah yang didirikan oleh Bani Israil di Kota) Silo (Khirbet Seilun 16 km di utara pemukiman Israel Beth El (Betel) di Tepi Barat (West Bank) – Palestina. Pernah menjadi tempat Kemah Suci di Israel sebelum pembangunan Bait Suci pertama di Kota Lama (Tua) Yerusalem/Baitul Maqdis/Al-Quds di Yerusalem Timur), dan kota ini (Yerusalem akan dihancurkan rata dengan tanah sampai hanya tinggal reruntuhan oleh orang-orang Kasdim/Babel) menjadi kutuk bagi segala bangsa di Bumi”.
35:15 Aku telah mengutus kepadamu segala (sebagian besar) hamba-Ku, yaitu para nabi terus-menerus, (dan) mengatakan : ”Kembalilah kamu masing-masing dari tingkah langkahmu yang jahat itu, perbaikilah perbuatanmu, janganlah mengikuti allah lain untuk beribadah kepada mereka (janganlah menyembah berhala dan berkorban untuk berhala), maka kamu akan tetap diam di tanah (Palestina) yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu. Tetapi kamu tidak mau memperhatikannya dan kamu tidak mau mendengarkan Aku” (tetapi kamu durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa, maka kamu harus pergi dari tanah perjanjian ini dengan dipaksa, atau dibuang keluar dari negerimu ke tanah bangsa-bangsa asing yang menguasaimu dan menindasmu yaitu bangsa Akkadia dari Kerajaan Assiria/Asyur dan bangsa Khaldea/Kasdim dari Kerajaan Babilonia Baru).
44:4 (Padahal) Terus-menerus Aku telah mengutus kepadamu (Bani Israil) semua (sebagian besar) hamba-Ku, (yaitu) para nabi, dengan mengatakan : “Janganlah hendaknya kamu melakukan kejijikan yang Aku benci ini!”. (Janganlah kamu menyembah selain Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, perintah-perintah dan larangan-larangan Allah lainnya dalam Taurat disebutkan di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 83, Al-An’aam ayat 151-152 dan Al-A’raaf ayat 169), tetapi Bani Israil tetap membangkang dan tidak mengindahkan peringatan-peringatan Allah melalui para utusan-Nya tersebut, maka terjadilah malapetaka-malapetaka yang menimpa Bani Israil dan negeri mereka di tangan bangsa-bangsa asing. Kitab Perjanjian Lama (Taurat Yahudi dan kitab-kitab para nabi lainnya) yang ada di tangan kaum Yahudi dan kaum Nasrani Trinitas Kristen Protestan dan Kristen Katolik Roma itu tidak asli lagi, karena kata-katanya telah diubah-ubah dari tempat-tempatnya supaya sesuai dengan hawa nafsu dan tradisi-tradisi orang-orang Israel yang kafir dan juga supaya tidak bertentangan dengan ajaran Paulus dan para pengikutnya yang menuhankan Nabi Isa as dan Maryam, Al-Baqarah ayat 75, 78-79, Ali-‘Imran ayat 78, Al-Maaidah ayat 13, 41, An-Nisaa’ ayat 46 dan sabda Nabi Isa as di dalam Injil Barnabas hal. 225-226, Bab 124. Guru Spiritual Yang Asli dan Guru Spiritual Yang Palsu.
Qur’an surat Al-Jumu’ah ayat 5 :
5.      (Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Kitab Taurat, kemudian mereka tidak memikulnya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab) Bani Israil adalah kaum yang diperintah oleh Allah untuk mengamalkan apa yang terkandung dalam Kitab Taurat, kemudian mereka tidak mengamalkannya, maka mereka diumpamakan seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal tetapi tidak dapat memanfaatkannya, Allah telah menurunkan banyak kitab yang dibawa oleh nabi-nabi-Nya kepada Bani Israil (Amat buruklah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah) karena Allah menyerupakan mereka dengan simbol (lambang) binatang keledai yang dianggap bodoh yang tidak mempunyai akal pikiran sehingga tidak bisa berpikir  (Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zhalim).

Qur’an surat Al-An’aam ayat 48 :
48.  (Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman) kepada Allah dan rasul-rasul-Nya (dan mengadakan perbaikan) dengan memohon ampun dan bertobat kepada-Nya kemudian mengerjakan amalan-amalan yang saleh (maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati).
Qur’an surat Al-Ahzab ayat 7-8 dan 45-46 :
7.      (Dan) ingatlah (ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari engkau) Muhammad (dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam) adalah 5 orang nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi karena mempunyai ketabahan yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid kepada umatnya (dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh).
8.      (Supaya Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka) pada hari Kiamat Allah akan menanyakan kepada orang-orang beriman dan bertakwa tentang nabi-nabi-Nya yang diutus kepada mereka, apakah rasul-rasul-Nya telah bersungguh-sungguh (semaksimal mungkin) dalam mengerjakan kewajibannya untuk menyampaikan risalah-risalah (amanat) Allah dan memberikan penjelasan dengan seterang-terangnya kepada umat mereka dan Allah juga akan menanyai rasul-rasul-Nya tentang kewajiban mereka untuk berdakwa kepada umat mereka, Ali-’Imran ayat 20, Al-Maaidah ayat 67, 92, 99,  Al-A’raaf ayat 6, 61-63, 67-69, 79, 184, Huud ayat 57, Ar-Ra’du ayat 40, Ibrahim ayat 4-5, Al-Hijr ayat 89, An-Nahl ayat 35, 82, An-Nuur ayat 54, Al-‘Ankabuut ayat 18, Yaasiin ayat 16-17, Asy-Syuura ayat 15, 48, 52, At-Taghaabun ayat 12 dan Al-Jin ayat 28 (dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih) karena mereka tidak beriman dan bertakwa kepada Allah dan tidak taat kepada rasul-rasul-Nya.
45.  (Wahai nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi) atas seluruh umat manusia di hari pembalasan, An-Nisaa’ ayat 41, An-Nahl ayat 89 dan Al-Muzzammil ayat 15 (dan pembawa kabar gembira) dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka dan berada di dalam taman-taman Surga yang ada sungai-sungainya dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka dan diberi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan atau tidak ada habis-habisnya, Shaad ayat 54, Al-Mu’min ayat 40, Asy-Syuura ayat 22, Az-Zukhruf ayat 70-73, Ad-Dukhaan ayat 51-57, Muhammad ayat 15, Ath-Thuur ayat 22, dan Al-Qamar ayat 54-55 (dan pemberi peringatan) yang nyata (sebenarnya) kepada seluruh alam jin dan manusia dengan membawa kitab-Nya yang memberi penjelasan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang (rasul) yang memberi petunjuk atas perintah-Nya, bagi orang-orang kafir yang menyombongkan diri dengan mendustakan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-rasul-Nya akan dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam kekal mereka di dalamnya, Al-Baqarah ayat 151, 213, An-Nisaa’ ayat 163-165, Al-Maaidah ayat 67, Al-An’aam ayat 48, 92, Al-A’raaf ayat 2, 158, 184, 188, Yunus ayat 2, Huud ayat 2, 12, 25, Ar-Ra’du ayat 7, 30, 38, Al-Hijr ayat 89, Al-Israa’ ayat 105, Al-Kahfi ayat 56, Maryam ayat 97, Thaahaa ayat 2-3, Al-Hajj ayat 49, Al-Furqaan ayat 1, 56, Asy-Syu’araa’ ayat 106-110, 112-115, 124-135, 142-152, 155-156, 161-166, 168, 177-184, 188, 194, Al-An-Naml ayat 45-46, 54-55, 91-93, Qashash ayat 46, Al-‘Ankabuut ayat 50, As-Sajdah ayat 3, Sabaa’ ayat 28, 46, Faathir ayat 23-24, Yaasiin ayat 3-6, 11, Shaad ayat 65, 70, Fushshilat ayat 3-4, 13-14, Asy-Syuura ayat 7, Al-Ahqaaf ayat 9, 12, Al-Fath ayat 8, Qaaf ayat 45, Adz-Dzariyaat ayat 50-51, An-Najm ayat 56, Al-Mulk ayat 26, Al-Jin ayat 23, An-Naazi’aat ayat 45 dan Al-Ghaasyiyah ayat 21.
46.  (Dan untuk menjadi penyeru) manusia (kepada) agama (Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi) Allah mengutus Rasulullah saw dan nabi-nabi sebelumnya benar-benar memberi petunjuk kepada jalan agama yang lurus, jalan agama Allah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji dan membawa agama yang benar, yaitu agama Islam untuk ditegakkan supaya tidak sesat jalannya di dunia dan di akhirat, Ali-‘Imran ayat 19, 83, 85, Al-Maaidah ayat 3, Al-An’aam ayat 161, Al-A’raaf ayat 144, At-Taubah ayat 33, 36, Yusuf ayat 40, Ibrahim ayat 1, An-Nahl ayat 125, Al-Qashash ayat 87, Al-’Ankabuut ayat 18, Ar-Ruum ayat 30, Asy-Syuura ayat 13, 15, 52-53, Ash-Shaff ayat 9, Al-Ghaasyiyah ayat 21 dan An-Nashr ayat 2.
Qur’an surat Az-Zumar ayat 3 :
3.      (Ingatlah! Hanya kepunyaan Allah agama yang murni) dari syirik (Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah) berkata (: ”Kami tidak menyembah mereka) berhala-berhala itu (melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar).
Qur’an surat Al-Fath ayat 28 :
28.  (Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar supaya dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi) bahwa Nabi Muhammad saw itu adalah utusan Allah, Al-Fath ayat 29.
Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 10-11 :
10.  (….Sesungguhnya Allah Telah menurunkan peringatan kepada kalian) yaitu Al-Qur’an,
11.  dan mengutus (seorang rasul) Nabi Muhammad saw (yang membacakan kepada kalian ayat-ayat Allah yang menerangkan) menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, Yusuf ayat 111 (supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya).

Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 165 :
165.    (Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya tidak ada lagi alasan bagi manusia membantah Allah) mengemukakan alasan-alasan mereka di hari pengadilan kelak, Al-Maaidah ayat 19 dan Al-An’aam ayat 156-157 (setelah rasul-rasul itu diutus) kepada mereka (Dan Allah Maha Tangguh lagi Maha Bijaksana).
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 8 :
8.      (Dan mengapa kalian tidak beriman kepada Allah padahal rasul menyeru kalian supaya kalian beriman kepada Tuhan kalian. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjian kalian) Allah telah mengambil perjanjian ruh Bani Adam ketika di alam ruh, Allah telah mengambil kesaksian terhadap ruh (jiwa) mereka dan mereka telah mengakui (bersaksi), bahwa Tuhan mereka adalah Allah (jika kalian adalah orang-orang yang beriman) bersegeralah beriman kepada Allah.
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 172-173 :
173.    (Dan) ingatlah (ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka yaitu anak cucu mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka) seraya berfirman (: “Bukankah Aku ini Tuhan kalian?”. Mereka menjawab : “Betul) Engkau adalah Tuhan kami (kami menjadi saksi”) Allah lakukan yang demikian itu yaitu mengambil kesaksian ruh manusia, supaya (di hari Kiamat kelak kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami) Bani Adam (terhadap hal-hal ini) tentang keesaan Tuhan (adalah orang-orang yang lalai) kami tidak mengetahuinya.
174.    (Atau supaya kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya orang-orangtua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu”) supaya orang-orang musyrik itu tidak bisa membuat alasan dengan mengatakan bahwa bapak-bapak mereka terlebih dahulu telah mempersekutukan Tuhan, mereka hanya meniru perbuatan nenek moyang mereka dan anak-anak keturunan mereka tidak tahu jika mempersekutukan Tuhan itu salah. Karena itu mereka menganggap bahwa mereka tidak patut disiksa karena kesalahan nenek moyang mereka itu.
Qur’an surat Thaahaa ayat 134 :
134.    (Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum dia) Rasulullah saw (diutus, tentulah) di hari Kiamat (mereka berkata : ”Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul) dahulu ketika di dunia (kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau) yaitu Al-Qur’an yang dibawa Rasulullah saw (sebelum kami menjadi hina dan rendah?”) karena di akhirat mereka dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam.
Qur’an surat Az-Zumar ayat 55-59 :
56.  (Dan ikutilah sebaik-baik apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian) yaitu Al-Qur’an (sebelum datang azab kepada kalian dengan tiba-tiba, sedang kalian tidak menyadari) akan kedatangannya.
57.  (Supaya jangan ada orang yang mengatakan : ”Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam) menunaikan kewajiban (terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan”) agama Allah.
58.  (Atau) supaya jangan (ada yang berkata : ”Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa”).
59.  (Atau) supaya jangan (ada yang berkata ketika ia melihat azab : ”Sekiranya aku dapat kemnbali) ke dunia (tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat baik”) yaitu menjadi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh.
60.  Maka dikatakan kepada mereka oleh Allah Swt : (”Benar, sesungguhnya telah datang ayat-ayat-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri) tidak mau beriman (dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir”).

Qur’an surat Ibrahim ayat 35-36 :
35.  (Dan) ingatlah (ketika Ibrahim berkata : ”Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini) Mekkah (negeri yang aman) Allah mengabulkankan doa Nabi Ibrahim as, maka Allah menjadikan Kota Mekkah sebagai kota yang suci, di dalamnya dilarang mengalirkan darah manusia, menganiaya seseorang, berburu binatang buruan dan menebang pohon-pohon (dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku) daripada (menyembah berhala-berhala”).
36.  (Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka) berhala-berhala (itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku) berpegang pada ajaran tauhid (maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku) pemeluk agama Islam (dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) doa Nabi Ibrahim as ini sebelum beliau as mengetahui bahwa Allah Swt tidak mengampuni dosa syirik dan belum bertobat sejak nyawa berada di kerongkongan sampai mati.
Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 27 :
27.  (Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Alkitab pada keturunannya) Allah mengutus puluhan ribu nabi-nabi yang datang terus-menerus dari keturunan mereka dengan membawa Kitab Taurat, Zabur, Injil dan kitab-kitab para nabi Bani Israil lainnya (dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia) yaitu Nabi Ibrahim as menjadi buah tutur yang baik dikalangan pemeluk agama Islam, Yahudi dan Nasrani (dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh).
Qur’an surat Ash-Shaaffat ayat 113 :
113.    (Kami limpahkan keberkahan atasnya) Nabi Ibrahim as (dan atas Ishaq) dengan Allah perbanyak keturunan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ishaq as sampai menjadi berbangsa-bangsa termasuk Bani Israil (Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik) mengerjakan amal-amal saleh dan kebanyakan para nabi dan rasul adalah keturunan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ishaq as, Allah mengutus puluhan ribu nabi dan rasul yang berasal dari Bani Israil (dan ada) pula (yang zhalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata) yaitu Bani Israil yang kafir selalu berpaling dari iman, sesat dan menyesatkan kebanyakan manusia, durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan berbuat dosa-dosa yang melampaui batas, padahal terus-menerus tanpa putus Allah mengutus kepada mereka sebagian besar nabi-Nya, Kitab Yeremia pasal 25:4-5, pasal 26:4-6, pasal 35:15 dan pasal 44:4 yang membawa kabar gembira dan memberi peringatan, Al-Baqarah ayat 83, Ali-‘Imran ayat 112, An-Nisaa’ ayat 160, Al-Maaidah ayat 77, 78-79, Al-An’aam ayat 146 dan An-Nahl ayat 118.
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 26 :
26.  (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan pada keturunan keduanya kenabian dan Alkitab, maka di antara mereka) yaitu keturunan kedua nabi tersebut (ada yang menerima petunjuk dan kebanyakan di antara mereka) adalah orang-orang yang (fasik).

Perihal Raja Nebukadnezar II Penguasa Kerajaan Babilonia Baru (Babel) tahun 605-562 SM :
Dinobatkan menjadi Raja Kerajaan Babilonia Baru tanggal 7 September 605 SM setelah ayahnya Raja Nabopolassar wafat, semula ia merupakan seorang raja penyembah berhala terutama dewa utamanya yaitu Dewa Marduk yang juga dipuja oleh nenek moyangnya dan rakyatnya di wilayah tersebut. Tetapi pada masa Nabi Daniel as dan teman-temannya, yaitu Hananya, Misael dan Azarya berada di Kerajaan Babel sebagai orang-orang buangan Yehuda yang telah diangkat oleh Raja Nebukadnezar II sebagai penasehatnya, Allah kemudian berkehendak lain terhadap Raja Nebukadnezar II dengan memberinya petunjuk, lalu Allah melapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam sehingga menjadikannya sebagai hamba Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa dan Maha Mengalahkan. Sebelumnya Allah telah memperlihatkan semua kejadian yang dapat membuka mata hatinya untuk mengenal dan mengetahui bahwa hanya Allah Tuhan semesta alam. Tuhan yang mempunyai kerajaan yang memberikan kerajaan kepada orang yang kehendaki-Nya dan yang mencabut kerajaan dari orang yang dikehendaki-Nya. Allah yang memuliakan orang yang dikehendaki-Nya dan menghinakan orang yang dikehendaki-Nya. Di tangan-Nya segala kebajikan, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Ali-’Imran ayat 26. Akhirnya Raja Nebukadnezar II menjadi hamba-Nya yang taat dan saleh di sepanjang hidupnya,Yeremia pasal 25 ayat 9, pasal 27 ayat 6 dan pasal 43 ayat 10.
Qur’an surat Fushshilat ayat 30-33 :
30.  (Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : ”Tuhan kami adalah Allah”. Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka) dengan tetap beriman dan bertakwa kepada Allah saja di sepanjang hidupnya (maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka) sewaktu mereka wafat dengan mengatakan : (”Janganlah kalian takut dan jangan) pula (kalian merasa sedih dan bergembiralah dengan Surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian”).
31.  (Kamilah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalamnya) Surga (kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh pula apa yang kalian minta).
32.  (Sebagai penghormatan) rezeki yang telah disiapkan bagi kalian (dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
33.  (Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah) dengan mentauhidkan-Nya (mengerjakan amal yang saleh dan berkata : ”Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”) orang-orang muslim.

Kehancuran seluruh Yerusalem termasuk Masjidil Aqsha pertama terjadi pada bulan Agustus 586 SM oleh tentara-tentara Raja Nebukadnezar II dari Kerajaan Babilonia Baru. Setelah masa pembuangan Bani Israil di Babel selama 48 tahun, Raja Cyrus/Koresh/Koresy Agung dari Kerajaan Persia mendapat perintah dari Allah menyuruh orang-orang Israel pulang ke negeri mereka untuk membangun lagi Yerusalem dan Masjidil Aqsha (Bait Suci) kedua. Maka ia memberi izin Bani Israil pulang kembali ke negeri mereka dari pembuangan di Babel pada tahun 538 SM untuk membangun kota dan pusat peribadatan umat (Baitullah) dan ia juga menyuruh mengembalikan benda-benda suci perlengkapan ibadah milik Masjidil Aqsha yang dahulu telah diangkut Raja Nebukadnezar II dari Yerusalem yang kemudian ditaruhnya di dalam Kuil Dewa Marduk, untuk dikembalikan ke Yerusalem sebagai perlengkapan ibadah di masjid, Kitab 2 Raja-raja pasal 24 ayat 13, Kitab 2 Tawarikh pasal 36 ayat 22-23, Kitab Yesaya pasal 44 ayat 26, 28, pasal 45 ayat 13, Kitab Ezra (Uzair) pasal 1 ayat 1-11, pasal 3 ayat 7-13, pasal 5 ayat 1-17 dan pasal 6 ayat 1-22, akan tetapi pada tahun 70 M benda-benda suci untuk perlengkapan ibadah milik masjid tersebut dijarah lagi oleh Jenderal Titus dan tentara-tentaranya lalu dibawa ke Kota Roma. Masjidil Aqsha kedua mulai dibangun tahun 536 SM, selesai pembangunannya dan diresmikan tanggal 12 Maret 515 SM pada tahun ke-6 pemerintahan Raja Darius Agung dari Kerajaan Persia, Kitab Ezra pasal 6 ayat 15.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain dan berbagai sumber.