20 November, 2013

SHALAT BERJAMAAH DIKAJI SECARA ILMIAH

Apa pentingnya shalat berjamaah? Rasulullah saw mengatakan bahwa shalat sendirian pahalanya 1x, sedangkan shalat berjamaah pahalanya 27x lipat. Bagaimana menjelaskannya? Seperti kita ketahui bahwa orang-orang yang sedang shalat memancarkan energi positif. Ini bisa di-analogikan dengan sebuah baterai. Ketika belum dihubungkan dengan lampu atau peralatan tertentu, baterei tidak memancarkan energinya. Tetapi begitu terhubung, baterai akan memancarkan energi. Demikian pula orang shalat, pada saat dia belum melakukan shalat, maka energi itu tidak terpancarkan, tetapi begitu dia melakukan shalat, maka energinya akan terpancar secara vertikal maupun horisontal. Ibarat baterai, maka kalau kita menyalakan lampu yang dinyalakan dengan menggunakan 3 baterai atau 10 baterai. Semakin banyak baterai yang digunakan, maka nyala lampu itu akan semakin terang. Demikian juga dengan orang shalat, jika kita shalat sendirian, maka energi yang kita pancarkan kekuatannya hanya 1 pancaran saja. Tetapi kalau kita shalat berjamaah, maka pancaran energi yang kita hasilkan menjadi jauh lebih besar. Persis sejumlah baterai yang digabungkan secara serial untuk menghidupkan lampu.

Jadi, dengan shalat berjamaah itu Rasulullah saw sedang mengajarkan kepada kita, agar energi yang kita hasilkan menjadi jauh lebih besar daripada shalat sendirian.
Rasulullah saw bersabda :
“ Kalau shalat berjamaah, barisannya (shafnya) jangan renggang-renggang”.
Karena persis dengan sejumlah baterai serial : satu dengan yang lainnya harus berdempetan positif dan negatifnya. Demikian pula shalat berjamaah, kita harus bersentuhan satu sama lain Tentu tidak perlu sampai berdesak-desakan, karena justru akan mengganggu kekusyukan shalat kita. Dengan demikian, ketika shalat berjamaah kita semua seperti berada dalam sebuah barisan. Seluruh gerakan dan aktifitas kita harus seirama. Tidak boleh saling silang antar peserta shalat. Misalnya sang imam sudah takbirratur ikhram, tetapi makmum masih sibuk meluruskan barisan. Dan ketika imam membaca Al-Faatihah, kita baru takbirratur ikhram (kecuali kalau terlambat datang), atau ketika imam baca surat Al-Qur’an, kita malah baca Al-Faatihah. Hal ini tidak layak disebut shalat berjamaah, melainkan shalat sendirian yang bareng-bareng.

Shalat jamaah yang baik adalah, ketika imam takbirratur ikhram, kita segera mengikuti takbirratur ikhram. Saat imam baca Al-Faatihah kita tidak wajib lagi baca Al-Faatihah, atau  menirukan atau menyimak secara khusyuk. Pada waktu imam baca surat Al-Qur’an, kita menyimaknya, jika imam mengucapkan takbir disusul dengan gerakan, kita juga mengikuti. Membaca Al-Faatihah di dalam shalat adalah keharusan, sehingga tidak sah shalat jika tidak membaca Al-Faatihah, itu jika shalat sendirian, jika kita shalat berjamaah, maka kewajiban baca Al-Faatihah itu, sudah diambil alih oleh imam, jadi makmum tidak baca Al-Faatihah pun, ketika shalat berjamaah, tidak apa-apa, asal makmum menyimak atau menirukan imam baca Al-Faatihah. Buktinya, kalau kita masbuk (telat datangnya ke masjid untuk shalat jamaah), walau kita tidak baca Al-Faatihah, maka shalat kita tetap sah.

Tetapi kalau kita shalat sendirian, wajib hukumnya baca Al-Faatihah di setiap rakaat. Kalau kita tidak baca Al-Faatihah, maka shalatnya tidak sah. Kalau imam baca surat Al-Qur’an, kita tidak boleh baca Al-Faatihah lagi, kalau kita masbuk dan imam sudah rukuk, kita langsung rukuk saja mengikuti imam, walau kita tidak baca Al-Faatihah, kita sudah dianggap memperoleh 1 rakaat. Asalkan kita masih bisa mengikuti rukuknya imam. Ini membuktikan, baca Al-Faatihah sudah tidak lagi menjadi kewajiban makmum, karena tanggung jawabnya sudah diambil alih imam. Intinya, shalat berjamaah haruslah betul-betul kompak, supaya bisa menghasilkan energi yang terfokus, simultan dan saling menguatkan.
Janganlah dengan shalat berjamaah, justru energi positif yang dihasilkan tambah mengecil karena saling mengganggu dan meniadakan, karena barisannya (shafnya) renggang-renggang. Contohnya seperti sejumlah baterai yang serial, tetapi plus-minusnya terbalik, sehingga tidak menghasilkan nyala lampu yang lebih terang, tetapi malah tidak menyala.

Dari Aisyah ra berkata, Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang mengisi kekosongan (shaf shalat berjamaah), Allah akan mengangkat derajatnya dan membangunkan baginya rumah di Jannah”. Hadits riwayat At-Thabrani.
Qur’an surat As-Shaaffat ayat 165 :
165.(Dan sesungguhnya kami) para malaikat (benar-benar bershaf-shaf).
Rasulullah saw bersabda :
“Tidakkah kalian bershaf sebagaimana para malaikat membuat barisan di sisi Rabbnya?”.
Para shahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimanakah shaf yang dibuat oleh para malaikat di sisi Tuhannya?”.
Rasulullah saw bersabda : “Mereka menyempurnakan dan merapatkan shaf”. Hadits riwayat Muslim.
Rasulullah saw bersabda :
“Shalatnya seorang pria berjamaah pahalanya 27 derajat dibandingkan shalat sendirian di rumah atau di pasar, yang demikian itu karena jika ia berwudlu dengan sempurna kemudian ia keluar rumah dengan satu tujuan shalat berjamaah di masjid, maka setiap langkahnya mengangkat satu derajat dan diampuni satu dosanya dan selama ia di majelis shalat tanpa hadats didoakan para malaikat : “Ya Allah ampunilah ia dan rahmatilah ia”, dan dianggap mengerjakan shalat sepanjang menunggu waktu shalat (berikutnya)”. H.R. Bukhari dan Muslim.

Sumber : Al-Qur’an, Hadits dan Pusaran energi Ka’bah oleh Agus Mustofa.

01 September, 2013

RESONANSI HATI

Anda sepertinya juga sudah tahu, apakah resonansi itu? Secara sederhana bisa dikatakan bahwa resonansi adalah penularan getaran kepada benda lain, artinya, jika kita menggetarkan suatu benda, lalu ada benda lain yang ikut bergetar, maka dikatakan benda lain tersebut terkena resonansi atau tertular getaran frekuensi.
Ambil contoh: gitar akustik yang memiliki tabung resonansi yang lubangnya menghadap ke arah deretan senarnya. Jika senar tersebut digetarkan dengan cara dipetik, maka udara di dalam ruang resonansinya akan ikut bergetar. Inilah yang menyebabkan suara senar gitar itu terdengar keras dan merdu. Apa yang terjadi jika lubang gitar tersebut disumpal dengan kain? Maka bisa dipastikan tidak akan terjadi resonansi di dalam gitar itu, suara gitar pun menjadi terdengar sangat pelan dan tidak merdu. Hati adalah tempat terjadinya resonansi, hati manusia bagaikan sebuah tabung resonansi gitar, setiap kita berbuat sesuatu, baik itu pada taraf berpikir maupun melakukan sesuatu, selalu terjadi getaran di hati kita. Getaran tersebut bisa kasar, bisa juga lembut. Tergantung dari mana getaran itu muncul, ketika kita gembira, sedih, dan marah, hati kita bergetar. Secara umum, getaran tersebut berasal dari 2 sumber, yaitu Hawa Nafsu dan Getaran Ilahiah. Hawa nafsu adalah keinginan untuk melampiaskan segala kebutuhan diri, getarannya cenderung sangat kasar dan bergejolak tidak beraturan. Dalam tinjauan fisika, getaran semacam ini disebut memiliki frekuensi rendah, dengan amplitudo yang besar. Getaran hawa nafsu memiliki efek negatif terhadap tubuh kita, jika benda yang dikenai getaran kasar terus menerus akan mengalami kekakuan dan kemudian mengeras. Demikian pula jantung manusia, orang yang pemarah akan memiliki resiko sakit jantung, karena mengerasnya pembuluh-pembuluh darah aortanya. Dan secara psikologis dikatakan hatinya semakin mengeras dan tidak mudah bergetar oleh kebajikan, hal ini akibat dari banyaknya dosa yang dikerjakannya. Bukti lain bahwa hati semakin keras jika dipengaruhi hawa nafsu terus, adalah hatinya orang yang suka berbohong dan menipu. Pada awalnya, orang yang berbohong hatinya selalu bergetar, tetapi, jika orang itu sering berbohong, maka hatinya lama-kelamaan tidak bergetar lagi saat berbohong kepada orang lain. Ini menunjukkan hatinya semakin keras akibat dosa-dosanya yang membuat tidak bergetar lagi ketika berbuat dosa.
Diungkapkan Allah di dalam Al-Qur’an, bahwa hati itu ada 5 tingkatan, yaitu :
Hati yang mengeras
Hati yang membatu
Hati yang tertutup, dan
Hati yag terkunci mati.
Hati akan semakin jelek sampai membatu dan terkunci mati, jika digunakan untuk berbuat kejahatan terus menerus. Hati yang berpenyakit, menyebabkan tubuhnya ber-energi negatif, maka dia mencari teman yang ber-energi negatif juga, karena energinya sama, maka mereka menjadi cocok berteman, setan itu temannya setan juga.

Yang termasuk dalam getaran hawa nafsu ini diantaranya adalah marah, benci, dendam, iri, dengki, bohong, menfitnah, mengadu domba, sombong (yang termasuk sifat sombong : pamer, membangga-banggakan miliknya, takabur, mentang-mentang, meremehkan orang, angkuh, menghina dan sejenisnya) dan semua penyakit hati. Dan jika kita berdekatan dengan orang yang pemarah atau orang yang jahat atau iri dan dengki kapada kita, maka hati kita akan ikut merasa panas dan gelisah, sehingga kita tidak betah berlama-lama berdekatan dengan orang tersebut, karena adanya gelombang elektromagnetik yang bersifat negatif dan ber-aura gelap yang memancar dari tubuh orang yang berperangai buruk atau orang yang jahat itu, lebih-lebih jika orang itu jahat kepada kita dan aura yang gelap dari orang itu, akan meresonansi atau mengimbas di sekitarnya. Sedangkan getaran Ilahiah adalah dorongan untuk mencapai tingkatan kualitas yang lebih tinggi, getarannya cenderung lembut dan halus, dengan frekuensi getaran yang sangat tinggi dan teratur. Yang termasuk getaran Ilahiah adalah jika kita membaca Firman Allah di dalam Al-Qur’an, sabar, ikhlas, kepasrahan dalam beragama dan berdzikir menyebut Asma Allah (Al-Asmaaul Husna). Hal ini akan membuat hati menjadi baik dan lembut dan mudah bergetar jika disebut Asma Allah, bagaikan buluh perindu yang menghasilkan suara merdu ketika ditiup. Mengapa bisa demikian? Karena, hati yang lembut bagaikan sebuah tabung resonansi yang bagus, getarannya menghasilkan frekuensi yang semakin lama semakin tinggi, semakin lembut hati seseorang, semakin tinggi pula frekuensinya. Pada frekuensi 108 = 100 juta hertz akan menghasilkan gelombang radio, jika lebih tinggi lagi, yaitu pada frekuensi 1014 = 100 triliun hertz, getaran ini sangat tinggi dan lembut akan menghasilkan gelombang cahaya. Frekuensi 1014 hertz adalah frekuensi cahaya tampak, sedangkan frekuensi di bawah dan di atasnya, menghasilkan cahaya-cahaya yang tidak kasat mata atau tidak tampak, seperti Sinar X, Sinar Infra Merah, Sinar Alfa, Sinar Beta, Sinar Gama dan Sinar Ultra Violet.

Jadi, jika hati kita terimbas oleh cahaya Al-Qur’an, yaitu ketika sedang di baca Al-Qur’an atau berdzikir, maka hati kita sedang terimbas oleh frekuensi yang sangat tinggi dan lembut, sehingga orang-orang yang banyak membaca ayat-ayat Al-Qur’an hatinya menjadi lembut, ini karena proses resonansi itu. Dan jika proses resonansi tersebut sering dilakukan, maka hati yang telah lembut itu akan meresonansi seluruh bio elektron yang ada di seluruh tubuhnya, dan kulitnya akan ikut menjadi lembut, maka keluarlah aura jernih dari wajah dan badan orang tersebut. Ini juga bisa menjelaskan, mengapa seorang ahli ibadah biasanya memiliki roman wajah yang menyejukkan. Tidak hanya itu, membaca Al-Qur’an dan berdzikir Ya Maajid setiap hari, bisa mencerdaskan otak dan menajamkan ingatan, karena energi positifnya juga bisa menghidupkan listrik-listrik yang mati atau putus yang ada di ujung-ujung sel-sel syaraf otak, dan menyambungkan sel-sel otak yang belum tersambung. Bagi orang-orang yang ingatannya lemah atau mulai pikun, maka sering-seringlah membaca Al-Qur’an. Dan juga, kita charge baterei otak kita supaya penuh energi listriknya dengan shalat wajib dan ditambah shalat sunat.

Selain shalat, tadarus dan tilawah Al-Qur’an, berdzikir juga menghasilkan cahaya di hati dan tubuh kita. Dengan demikian menyebut Asma Allah sama saja dengan memancarkan cahaya dari mulut kita, yang kemudian meresonansi hati dan milyaran bio elektron di tubuh kita.
Qur’an surat An-Nur ayat 35 :
35. (“Allah adalah cahaya Langit dan Bumi, perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, tabung kaca itu bagaikan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak yang banyak berkahnya) yaitu (pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya) Allah sendiri memancarkan cahaya dari seluruh eksistensi-Nya, dengan mengingat Allah akan menghasilkan resonansi cahaya. Karena itu, banyaklah mengingat Allah maka akan melembutkan dan menenangkan hati dan bermacam-macam khasiat yang ada sesuai dengan energi yang tersimpan di setiap ayat-ayat Al-Qur’an dan Asmaaul Husna (Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah mengetahui segala sesuatu”) yang tersembunyi maupun yang tidak tersembunyi. Jadi, jika seseorang yang hatinya lembut akan bisa menghasilkan cahaya Ilahiah di dalam hatinya. Dan jika cahaya Ilahiah di dalam hatinya ini semakin menguat, maka cahaya ini akan merembes keluar menggetarkan seluruh bio elektron di dalam tubuhnya untuk mengikuti frekuensi cahaya tersebut. Hasilnya, tubuhnya akan mengeluarkan cahaya Ilahiah alias aura yang jernih atau terang.

Jika kelembutan itu semakin menguat, maka aura itu akan merembes semakin jauh mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Karena itu, kalau kita berdekatan dengan orang-orang yang ikhlas dan penuh kesabaran, hati kita juga merasa tentram dan damai. Sebab hati kita teresonansi atau terimbas oleh getaran frekuensi tinggi yang bersumber dari hati dan aura tubuh orang yang ikhlas dan penyabar itu.
Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 28 :
28. (Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan  mengingat Allah-lah) dalam shalat, dzikir, tadarus, tilawah dan berdoa (hati menjadi tenang).
Qur’an surat Az-Zumar ayat 22 :
22. (“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk) menerima (agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya) apakah sama dengan orang yang hatinya membatu? (Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah, mereka itu dalam kesesatan yang nyata”) secara umum, Allah menyebutkan bahwa orang-orang yang menjalankan agama Islam dengan baik akan memperoleh cahaya atau energi positif dari berbagai aktifitas peribadatannya.
Qur’an surat Az-Zumar ayat 23 :
23. (“…kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah…”).

Orang yang rileks dan tentram, kulit dan hatinya akan terasa lembut dan cerah di wajahnya, sebaliknya, orang yang stress, tegang dan marah, maka kulitnya dan roman wajahnya akan ikut tegang. Maka relaksasi biasanya dilakukan dengan cara pemijatan untuk mengendurkan otot-otot dan kulit yang tegang. Kulit yang tegang juga bisa menjadi indikator terjadinya ketidak-seimbangan energi dalam tubuh seseorang. Maka supaya kulit dan hati kita cerah, lembut dan tidak tegang, yaitu dengan tadarus dan tilawah Al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah, hal ini sama dengan melakukan stimulasi getaran-getaran elektromagnetik kepada sistem energi tubuh kita dan menyeimbangkan energi dalam tubuh, menyehatkan dan melembutkan, memberi ketenangan kulit dan hati kita.
Qur’an surat Az-Zumar ayat 23 :
23.  (“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik) yaitu (Kitab) Al-Qur’an (yang serupa lagi berulang-ulang) ayat-ayatnya jika dibaca berulang-ulang bisa menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik yang menggetarkan kulit dan menenangkan hati, karena energi positifnya sangat dahsyat, bahkan gunung, Bumi dan tubuh manusia yang sudah meninggal pun bisa di-stimulasi oleh energi positif dari Al-Qur’an yang sangat luar biasa dahsyat itu, apalagi tubuh manusia yang masih hidup maka akan lebih bisa di-stimulasi lagi, hal ini bisa terjadi bagi orang-orang yang mengimaninya. Asal, waktu membacanya itu, dalam keadaan khusyuk dan penuh ketakwaan, karena kuncinya adalah keimanan atau keyakinan. Dengan keyakinan itu, energi yang tersimpan di dalam Al-Qur’an akan bisa dikeluarkan dan akan mengimbas atau meresonansi seluruh tubuh manusia dan ke segala benda serta lingkungan di sekitarnya. Biasanya, ruangan yang sering dipakai untuk mengingat Allah yaitu shalat dan berdzikir, maka ruangan itu menjadi dingin atau sejuk dan tidak panas. Semakin dekat orang itu dengan Allah, maka semakin besar ia bisa membuka energi positif yang tersimpan di dalam Al-Qur’an. Seperti Nabi Musa as yang bisa membelah Laut Merah, Nabi Ibrahim as yang bisa mendinginkan api yang membakar dirinya dan Rasulullah saw yang bisa memancarkan air di sela-sela jari tangannya dengan izin Allah dan sebagainya. Sebaliknya, bagi orang yang tidak yakin, maka tidak akan bisa mengeluarkan energi positif dari dalam Al-Qur’an tersebut (Bergetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab) Al-Qur’an (itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberinya petunjuk). Ayat tersebut dengan jelas menyebutkan pengaruh Al-Qur’an terhadap kulit dan ternyata para ilmuan modern juga menemukan bahwa gelombang suara dapat memengaruhi sel-sel kulit dan memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk menyimpan pengetahuan dan mengingatnya. Sebagaimana kita ketahui, sentuhan atau rabaan merupakan salah satu indera yang sangat penting yang dimiliki manusia. Melalui sentuhan kita bisa mempersepsi* realitas yang ada di sekeliling kita. Proses sentuhan dilakukan melalui ujung-ujung saraf yang terdapat pada kulit yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak melalui jaringan urat saraf. Jaringan saraf berujung pada atau di antara sel-sel epidermis, lapisan luar kulit. Melalui jaringan saraf pada kulit itulah kita bisa mempersepsi dan mengenali untuk kemudian mengingat segala yang kita sentuh dan kita raba.
*Persepsi (bhs. Latin  = perceptio, percipio) adalah tindakan menyusun, mengenali dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi meliputi semua sinyal dalam sistem saraf yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari organ pengindera.

Karena itu, kita lantas bisa memahami ayat terdahulu yang mengatakan bahwa orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan akan dibangkitkan oleh Allah di akhirat nanti dalam keadaan yang bercahaya. Itu disebabkan oleh peribadatan atau amal ibadahnya di sepanjang hidupnya yang telah menghasilkan aura positif di sekujur tubuhnya.
Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama (Al-Asmaaul Husna), yaitu 100 kecuali satu (100 kurang 1), barangsiapa yang menghafalnya, ia akan masuk Surga. Sesungguhnya Dia itu witir (tidak genap), Dia menyukai akan witir  itu”.  Hadits riwayat Al-Baihaqi.

Sumber : Pusaran Energi Ka’bah oleh Agus Mustofa.

01 Agustus, 2013

PENGETAHUAN ILMIAH YANG WAJIB KITA TAHU

1.      Ilmuan telah menemukan bahwa wanita hamil yang terkena bahan kimia tingkat tinggi triclosan (bahan kimia yang terdapat di dalam pasta gigi) dapat membuat bayi yang dikandungnya beresiko mengalami kecacatan.
2.      Orang yang berolahraga yang banyak mengeluarkan keringat tetapi kurang meminum air putih, membuat sel abu-abu pada otaknya mengerut, meminum air putih berkhasiat meningkatkan kerja otak dan meningkatkan ketajaman otak. Anak-anak yang meminum air putih sebelum ujian atau tes, mendapatkan hasil 3x lebih baik daripada anak-anak yang tidak meminum air putih sebelumnya.
3.      Kecanduan pornografi menyebabkan kerusakan sel-sel otak secara permanen, karena sel-sel otaknya putus dan sel-sel syaraf otak yang di ujung-ujungnya ada listriknya, konslet atau mati. Hal ini menyebabkan turunnya kecerdasan orang tersebut. Karena sel-sel otak dan ujung sel-sel syaraf otak manusia tidak diprogram oleh Allah untuk melihat kemaksiatan.
4.      Menurut penelitian, ikan dan semua hewan yang hidup di laut, seperti udang, lobster, kepiting, ikan, teripang mengandung omega 3, 6, 9 dan zat besi, khusus untuk teripang, ada lebih dari 50 zat gizi yang terkandung dalam teripang, makanya, teripang disebut ‘raja gizi’. Zat besi terutama banyak terdapat di dalam ikan air tawar, yaitu di ikan lele, patin yang sangat berkhasiat untuk menyehatkan tubuh, menguatkan tubuh, mencerdaskan otak dan sebagainya.
5.      Egois bisa mengurangi rezeki, egois dan stres bisa merusak sel-sel tubuh dan bisa menyebabkan penyakit kanker, toleransi bisa menyehatkan jasmani dan rohani. Puasa, zikir, dan istighfar bisa membuat kita menjadi orang yang sabar, insya Allah.
6.      Prof. Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi dari Universitas Chiang Mai di Thailand, menyatakan masuk Islam (sebelumnya beragama Budha), saat membaca makalah Prof. Keith More dari Amerika Serikat. Keith More adalah ahli Embriologi terkemuka dari Amerika yang mengutip surat An-Nisaa’ ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit, karena ujung-ujung syaraf sensoriknya sudah hilang.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 56 :
56. (Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam Neraka. Setiap kulit mereka) orang-orang kafir (terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dengan yang lain) yang baru (agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa) untuk mengazab mereka (lagi Maha Bijaksana”) untuk menerima taubat mereka jika hamba-Nya bertobat.
 Ditinjau secara anatomi, lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global, yakni :
1. Epidermis.                      2. Dermis.                    3. Sub curtis.
Pada lapisan Sub curtis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi combustion grade III (luka bakar yang menembus Sub curtis), salah satu tandanya yakni hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi perfensi. Maka kulitnya orang-orang yang mendustakan atau kafir terhadap ayat-ayat Allah, bila sudah hangus, kulit mereka diganti dengan kulit baru oleh Allah, supaya mereka bisa merasakan pedinya azab. Karena sewaktu di dunia orang-orang kafir mendustakan dan bahkan menghina ayat-ayat Allah.
6.  Fase merangkak pada bayi itu adalah fase yang sangat penting untuk perkembangan otak bayi, karena fase merangkak adalah untuk mengkoordinasi keseimbangan otak kiri dan kanan supaya nanti jika anak tersebut sekolah, bisa konsentrasi belajar, tidak hiperaktif, mau bergaul dan tidak menjadi anak yang penyendiri, tidak kesulitan bicara. Fase merangkak pada anak minimal 3 bulan, ketika merangkak tangan tidak boleh menggenggam, tetapi harus menelapak, tangan kanan maju diikuti kaki kiri maju. Jika anak tidak mengalami fase merangkak, minimal 3 bulan, maka akan mengganggu kemampuan otak anak tersebut untuk berkonsentrasi dalam belajarnya ketika anak itu sekolah nantinya.
7.   Manfaat ASI Bagi Bayi.
Hari ke1-3 setelah melahirkan, kelenjar susu ibu hanya berisi Colostrom saja, jadi setelah bayi lahir harus segera disusui oleh ibunya karena cairan Colostrom sangat penting bagi bayi untuk kekebalan tubuhnya dari serangan penyakit-penyakit dan mencegah penyakit darah tinggi, jantung dan diabetes mellitus jika anak itu dewasa. Colostrom adalah zat kekebalan tubuh yang hanya ada di kelenjar susu ibu selama 3 hari sejak melahirkan. Bayi hanya membutuhkan ASI saja (eksklusif) selama 6 bulan, jadi selama 6 bulan bayi tidak boleh dikasih makanan pendamping, bayi harus diberi ASI selama 2 tahun penuh.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233 :
233.(“Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna….”). Karena di dalam ASI mengandung lebih dari 300 bahan yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan sel-sel otaknya dan untuk pertumbuhan organ-organ tubuhnya selama 2 tahun penuh. Selama 2 tahun penuh, setiap hari kandungan gizi dalam ASI berubah sesuai kebutuhan bayi pada saat itu. Bayi yang diberi ASI selama 2 tahun atau lebih, IQ-nya lebih tinggi 7 sampai 10 point daripada bayi yang diberi susu formula, karena di dalam susu formula hanya mengandung 40 bahan. Bayi yang diberi ASI saja (eksklusif) selama 6 bulan tanpa makanan pendamping, maka IQ-nya lebih tinggi daripada bayi yang diberi makanan tambahan pendamping selain ASI sebelum usianya 6 bulan.

Jika tidak ada suatu masalah khusus terhadap ibunya, ASI semakin diminumkan ke bayinya akan semakin bertambah banyak, jadi tidak perlu merasa kuatir kekurangan. ASI selalu mempunyai suhu standarnya, tingkat kesegaran yang prima dan bebas bakteri, serta mudah dicerna. ASI mengandung berbagai macam zat antibodi yang berasal dari ibu, memberi perlindungan terhadap berbagai sumber penularan penyakit bagi bayi. Bayi yang minum ASI dibanding dengan bayi yang minum susu bubuk buatan, lebih jarang terjangkit bermacam penyakit akut maupun kronis. ASI juga bisa mengikuti pertumbuhan bayi dengan otomatis merubah komposisinya, untuk menyesuaikan kebutuhan setiap tahap masa pertumbuhan bayi. ASI tidak mengandung jenis protein dari benda lainnya, bisa mengurangi kemungkinan yang mengakibatkan bayi terkena alergi. ASI mengandung komposisi gizi yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan otak bayi, uji klinis telah membuktikan bahwa bayi yang dibesarkan dengan ASI, IQ-nya (Intellegencia Quotient) lebih tinggi. Melalui proses menyusui, pendekatan intim antara bayi dan ibu, lebih mudah menumbuhkan EQ (kecerdasan emosi) bayi dalam kepercayaan diri sendiri maupun orang lain.

Bagaimana Kualitas ASI Setelah 1 Tahun Menyusui.
Berdasarkan peneliatian, ASI di tahun kedua kandungan faktor imunitasnya meningkat. Zat antibodi tersedia dalam jumlah besar pada ASI selama masa menyusui. Tapi ternyata sebagian faktor kekebalan dalam ASI konsentrasinya meningkat selama tahun kedua dan selama proses penyapihan (weaning). Apalagi pada tahun kedua ini anak sudah cenderung aktif dan lebih mobile, maka kemungkinan bersentuhan dengan virus atau bakteri penyebab penyakit semakin besar, sehingga sangat dibutuhkan sistem imunitas atau daya tahan tubuh yang lebih kuat lagi..dan itu semua bisa  didapatkan dari ASI.
*.The American Academy of Family Physicians menyatakan bahwa anak yang disapih sebelum umur 2 tahun berisiko lebih besar untuk terkena penyakit.
* Gulick (1986) menyatakan bahwa anak yang menyusu di antara umur 16-30 bulan lebih jarang sakit dan jikalau terkena penyakit, durasi sakitnya pun lebih pendek.
* Goldman 1983, Goldman & Goldblum 1983, Institute of Medicine 1991) “Zat Antibodi banyak terdapat di dalam ASI pada saat menyusu”. Faktanya faktor imunitas meningkat pada tahun ke-2 dan pada saat menyapih.
* WHO menyatakan :
Sedikit penambahan pada tingkat menyusui dapat mengurangi tingkat kematian anak dibawah 5 tahun sebesar 10%.
Menyusui berperan penting dan terkadang diremehkan pada penanganan dan pencegahan penyakit anak-anak.
Mengurangi risiko alergi. Berdasarkan penelitian, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan mencegah resiko alergi dan asma pada anak.
ASI di tahun ke-2 lebih kaya nutrisi dan merupakan sumber vitamin A yang tak tergantikan. Dari tulisannya Luluk L Soraya dikemukakan bahwa di tahun ke-2 menyusui, setiap 448 ml ASI memenuhi kebutuhan anak sebagai berikut :
*        29% dari kebutuhan energinya.
*        43% dari kebutuhan proteinnya.
*        36% dari kebutuhan kalsiumnya.
*        75% dari kebutuhan vitamin A.
*        76% dari kebutuhan folatnya.
*        94% dari kebutuhan vitamin B-12.
*        60% dari kebutuhan vitamin C.
Keuntungan Bagi Ibu Yang Menyusui.
*        Beberapa keuntungan untuk ibu yang menyusui anaknya lebih dari 2 tahun yaitu :
*        mengurangi risiko kanker rahim
*        mengurangi risiko kanker payudara
*        mengurangi risiko kanker uterus
*        mengurangi risiko kanker endometriosis
*        bagi beberapa wanita dapat menunda kesuburan (dengan catatan blm kembali haid)
*        melindungi dari resiko osteoporosis
*        mengurangi resiko Artritis reumatoid (penyakit yang menyerang persendian)
*        mengurangi kebutuhan insulin bagi wanita yang menderita diabetes
*        dapat menurunkan berat badan.

Ibu akan sehat cantik dan ceria jika ibu tersebut menyusui setelah melahirkan zat oxytoxin-nya akan bertambah, sehingga dapat mengurangi jumlah darah yang keluar setelah melahirkan. Kandungan dan perut bagian bawah juga lebih cepat menyusut kembali ke bentuk normalnya. Ibu yang menyusui bisa menguras kalori lebih banyak, maka akan lebih cepat pulih ke berat tubuh sebelum hamil. Ketika menyusui, pengeluaran hormon muda bertambah, menyebabkan ibu dalam masa menyusui tidak ada kerepotan terhadap masalah menstruasi, pada masa ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya kehamilan diluar rencana. Menyusui setelah melahirkan dapat mempercepat pemulihan kepadatan tulang, mengurangi kemungkinan menderita osteoporosis (keropos tulang) setelah masa menopause. Menurut statistik, menyusui juga mengurangi kemungkinan terkena kanker indung telur dan kanker payudara dalam masa menopause. Juga ibu yang menyusui tidak perlu bangun tengah malam untuk mengaduk susu bubuk, ketika pergi bertamasya juga tidak perlu membawa setumpuk botol dan kaleng susu, bukankah bisa menjadi seorang ibu yang santai dan gembira. ASI meringankan beban pengeluaran keluarga karena ASI tersedia secara alamiah, ibu hanya perlu menguasai gizi yang seimbang dan cukup, tidak perlu kuatir kekurangan. Minum ASI bisa menghemat pengeluaran tambahan tiap bulan untuk membeli susu, tidak perlu beli botol susu dan alat untuk mensterilkan. Lagi pula bayi yang minum ASI daya tahan tubuhnya lebih kuat, dan jarang menimbulkan efek alergi pada tubuh, sehingga jarang sakit dan mengurangi pengeluaran biaya pengobatan.

Sumber : Tabloid Warta Edisi Juni 2002, Dr.Utami Roesli dan berbagai sumber.

01 Juli, 2013

PROSES PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI

Untuk membangun rumah ibadah yang mula-mula dibangun adalah arah kiblatnya yaitu Ka’bah, lalu masjid dan segala isinya masjid yaitu Bumi dan segala isinya, lalu atapnya yaitu Atmosfer, kemudian teras, halaman dan perlengkapan halaman beserta lampu-lampu dan pagarnya yaitu Langit dan seluruh isinya. Assamaa’ dalam bahasa Arab adalah kata tunggal dan Asamaawaat adalah kata jamak atau lebih dari satu. Arti kata Assamaa’ dan Asamaawaat bisa berarti Atmosfer atau berarti Langit, tergantung kata-kata keterangan yang mengikutinya atau menyertainya. Dan 1 harinya malaikat tidak sama dengan 1 harinya manusia, 1 harinya malaikat sama kadarnya dengan 50.000 tahun waktunya manusia. Demikian juga dengan 1 masa di sisi Allah tidak sama dengan 1 harinya manusia, yang waktunya hanya 24 jam sehari semalam. Hari-harinya manusia yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu itu ada, setelah Allah ciptakan Langit dan seisinya, tepatnya setelah Allah ciptakan Bulan beserta gaya gravitasinya yang menyebabkan ada 50 minggu dan menjadi 12 bulan dalam 1 tahun Hijriyah. Untuk 1 masanya Allah itu bagaikan 1000 tahun menurut ungkapan perhitungan manusia atau seolah waktunya tak terbatas karena sangat luar biasa lamanya. Jadi, 1 masanya Allah, kapan dan lama waktunya hanya Allah Yang Maha Tahu, Al-Hajj 47. Waktu siang dan malam hanya terjadi di Bumi, di angkasa luar tidak ada waktu siang dan waktu malam.

Qur’an surat Al-An’aam ayat 101 :

101.          (Dia pencipta Langit dan Bumi. Bagaimana Dia dikatakan mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu) An-Nisaa’ 171, Maryam 35, 88-93, Al-Israa’ 111,Al-Kahfi 4-5,Al-Mu’minuun 91,Al-Furqaan 2,Al-Jin 3 dan Al-Ikhlash 3.

Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 30 :

30.  (Apakah orang-orang yang kafir itu tidak mengetahui bahwasanya Langit dan Bumi itu keduanya dahulu merupakan suatu yang menyatu) dengan kepadatan yang tidak terhingga (kemudian Kami pisahkan keduanya) Allah ledakkan dalam waktu sesaat yang dikenal dengan nama Teori Big Bang (Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?).

Qur’an surat Al-Ma’aarij ayat 4 :

4.      (Malaikat-malaikat dan Jibril naik) menghadap (kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun) dalam hitungan waktunya manusia.

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 96 :

96.  (Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk) tempat beribadah (bagi manusia, ialah yang terdapat di Bakkah) Mekkah yang diberkahi (dan menjadi petunjuk) arah kiblat ketika beribadah (bagi seluruh alam) ayat ini turun untuk membantah ucapan Ahli Kitab (orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah dahulu), mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis (Yerusalem), oleh karena itu Allah membantahnya dengan menurunkan ayat tersebut di atas.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 29 :

29.  (Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di Bumi untuk kalian dan Dia berkehendak menciptakan  Atmosfer, lalu Dia menjadikannya 7) lapis (Atmosfer dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu) Allah menciptakan Bumi dan segala isinya, setelah itu Allah menciptakan Atmosfer.

Qur’an surat Al-Mulk ayat 3 :

3.      (Yang telah menciptakan 7 Atmosfer berlapis-lapis) An-Naba’ 12, memang ada 7 lapisan Atmosfer, yaitu : Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, Eksosfer, Magnetosfer (kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?).

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 22 :

22.  (Dia-lah yang telah menjadikan Bumi sebagai firaasyaan) yaitu tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk dihuni makhluk-makhluk hidup karena memenuhi semua syarat dengan sangat sempurna yang dibutuhkan oleh semua penghuninya untuk mendukung kelangsungan kehidupan (bagimu dan Atmosfer sebagai atap…) yang berfungsi untuk menghindarkan makhluk-makhluk hidup di Bumi dari segala marabahaya yang datang dari luar angkasa.

Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 10 :

10.  (Yang menjadikan Bumi untuk kalian sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas Bumi untuk kalian supaya kalian mendapat petunjuk).

Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 32 :

32.  (Dan Kami menjadikan Atmosfer itu sebagai atap yang terpelihara) Al-Mu’min 64 dari dahsyatnya radiasi sinar-sinar kosmis dan bahaya-bahaya yang berasal dari Matahari. Bahaya dari Matahari yang aktivitasnya yaitu, Matahari menyemburkan partikel energi tinggi dan partikel bermuatan listrik elektron ke Bumi yang dalam beberapa menit dapat melepaskan energi setara dengan miliaran bom Hidrogen yang disebut badai Matahari dan berdaya pengrusak terhadap Bumi dan pelontaran massa korona (Coronal Mass Ejections). Ketika radiasi-radiasi itu menghujam ke arah Bumi dihadang oleh lapisan Magnetosfer yang melindungi Bumi sehingga kita terhindar dari serangan mematikan dari angin (badai) Matahari. Magnetosfer merupakan selubung tak kasat mata yang dibentuk oleh medan magnet Bumi menjulur dari permukaan Bumi ke angkasa sejauh 95.000 km mengelilingi Bumi yang mempengaruhi pola segalanya, mulai dari komunikasi global hingga hewan dan cuaca. Setelah terbentuknya Bumi dan isinya, lalu Allah menciptakan Magnetosfer untuk menjadi pelindung (tameng 1) semua makhluk di Bumi dari serangan Matahari yang berbahaya termasuk badai Matahari. Magnetosfer memantulkan (membelokkan) sebagian besar radiasi badai Matahari yang menghampirinya tersebut ke luar angkasa dan pelindung (tameng 2) yaitu lapisan Atmosfer yang terdapat di ketinggian 80 km dari atas permukaan Bumi yang menyerap sisa radiasi badai Matahari langsung diarahkan ke Kutub Bumi lalu disaring oleh medan magnet Bumi yang rapat di sekitar Kutub, akibatnya terjadi tumbukan dengan lapisan Atmosfer menyebabkan badai Matahari (Solar Wind) yang semula berbahaya melepaskan energinya melalui cahaya berbagai warna yang disebut Aurora yang terlihat di Kutub Utara dan Kutub Selatan di malam hari. Magnetosfer juga sebagai tameng dari bahaya serangan benda-benda luar angkasa yang setiap hari berjatuhan ke Bumi, meteor-meteor batuan yang menuju ke arah Bumi dihadang Magnetosfer untuk kemudian dibakar habis menjadi debu oleh gesekan udara yang memiliki kecepatan putar lebih dari 1600 km per jam. Jadi dalam hal ini, Magnetosfer berfungsi sebagai atap atau tameng yang melindungi Bumi dan seisinya dari radiasi sinar-sinar kosmik yang dapat mengionisasi setiap partikel di Atmosfer dan membuatnya terlepas dari medan gravitasi. Adanya Magnetosfer sebagai atap, maka semua lapisan Atmosfer Bumi termasuk lapisan ozon tidak hilang dan menjadikan kehidupan di Bumi dapat berkembang sekompleks sekarang ini, sehingga aman dan nyaman untuk dihuni oleh makhluk-makhluk hidup termasuk manusia (sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda) kekuasaan Allah (yang ada padanya). Meteor ada 3 macam jenisnya, yaitu meteor batuan, meteor logam dan meteor campuran (batuan + logam), Biasanya, hanya meteor logam yang bisa menembus Atmosfer dan jatuh ke Bumi, tetapi jika meteor batuannya sangat besar atau super raksasa maka atas izin Allah sangat bisa menembus Atmosfer lalu jatuh ke Bumi nanti pada hari ke-4 setelah 3 hari pecah Perang Armageddon I dipertengahan bulan Ramadhan.

Qur’an surat Al-Hajj ayat 65 :

65.  (Apakah kamu tidak melihat, bahwasanya Allah menundukkan bagi kalian apa yang ada di Bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan benda-benda Langit supaya tidak jatuh ke Bumi, melainkan dengan izin-Nya) contohnya meteor-meteor dalam segala ukuran yang telah Allah izini jatuh ke Bumi sejak zaman purba dahulu maupun nanti di Magiddo (Israel), Laut Tengah (Mediterania) dan New York (Amerika Serikat) untuk mengazab orang-orang kafir Yahudi dan non Yahudi yang menjadi musuh Allah, rasul-Nya dan kaum muslimin (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia).

Qur’an surat Fushshilat ayat 9-12 :

9.      (Katakanlah) Muhammad kepada orang-orang kafir itu (“Sesungguhnya patutkah kalian kafir kepada yang  menciptakan Bumi dalam 2 masa dan kalian adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? Yang bersifat demikian itu adalah Rabb semesta alam”) yaitu Allah pencipta dan pemilik semesta alam.

10.  (Dan Dia menciptakan di Bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya) bagi penghuninya baik manusia, binatang dan tumbuhan di seluruh Bumi (dalam 4 masa yang genap) jumlahnya (bagi orang-orang yang bertanya) tentang penciptaan Bumi dalam 2 masa dan 2 masa lagi dalam menciptakan segala isinya Bumi, jadi Allah menciptakan Bumi dan segala isinya jumlahnya genap 4 masa.

11.  (Kemudian Dia menuju kepada penciptaan Langit dan Langit itu masih merupakan kabut) atau asap adalah benda gas, Langit dan Bumi diciptakan oleh Allah dari gas alam semesta (Universal Gas) atau Gas Hidrogen (lalu Dia berkata kepadanya dan kepada Bumi : “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya) Bumi dan Langit (menjawab : “Kami datang dengan suka hati”).

12.  (Maka Dia menjadikannya) menciptakan 7 tingkat Langit dan segala isinya, Nuh 15 (7 Langit dalam 2 masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap Langit urusannya. dan Kami hiasi Langit yang dekat) dengan Bumi (dengan Bintang-Bintang yang cemerlang) di luar angkasa (dan Kami memeliharanya) Al-Baqarah 255, An-Nisaa’ 171, Al-An’aam 102, Huud 12, 57, Al-Anbiyaa’ 16, Az-Zumar 62, Ad-Dukhaan 7, Ar-Rahmaan 17 dan An-Nabaa’ 37. Allah tidak menciptakan Langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main, Ad-Dukhaan 38 tetapi Allah menciptakan keduanya dengan keseimbangan dan perhitungan yang luar biasa akurat, Allah menghitung segala sesuatu satu per satu, Al-Jin 28 serta telah direncanakan dengan sangat cermat dan ketelitian yang sungguh tak terbayangkan karena alam semesta ini sangat sensitif terhadap perubahan angka sekecil apapun, Allah Maha Teliti. Sumber : Majalah Hidayatullah hal. 45-50 edisi 11/XV Maret 2003 (dengan sebaik-baiknya) supaya Langit dan Bumi berjalan sesuai ketetapan Allah, tidak hancur dan lenyap sebelum hari Kiamat, Fathir 41. Allah tidak menciptakan Langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar, penuh hikmah dan tidak ada yang sia-sia, Al-An’aam 73, Yunus 5, Ibrahim 19, Al-Hijr 85, An-Nahl 3, Al-’Ankabuut 44, Ar-Ruum 8, Az-Zumar 5, Al-Jaatsiyah 22, Al-Ahqaaf 3 dan At-Taghaabun 3, tetapi kebanyakan mereka (terutama orang-orang kafir) tidak mengetahui, Ad-Dukhaan 39. Dan segala sesuatu pada sisi Allah ada ukurannya, Ar-Ra’du 8, Allah menciptakan segala sesuatu dan menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya, Al-Furqaan 2 (Demikianlah ketentuan) Allah (Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui).

 

Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 2 :

2.      (Allah-lah yang meninggikan Langit tanpa tiang) Luqman 10, Ath-Thuur 5, Ar-Rahmaan 7, An-Naazi’aat 28 dan Al-Ghaasyiyah 18 semua benda Langit terpisah antara yang satu dengan lain dan ditahan dalam kedudukan nisbinya oleh gaya sentrifugal dan gravitasi alam semesta (Universal Gravitation) yang tidak terlihat mata yang dihasilkan oleh perputaran dalam garis edar yang terbentuk semi lingkaran (elips), inilah sesungguhnya yang dapat dianggap sebagai tiang-tiangnya Langit (sebagaimana yang kalian lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Al-‘Arsyi…).

Qur’an surat Al-Mu’min ayat 57 :

57.  (Sesungguhnya penciptaan Langit dan Bumi lebih besar) lebih sulit (daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui).

Qur’an surat An-Naazi’aat ayat 27 :

27.  (Apakah kalian yang lebih sulit penciptaanya ataukah Langit?) bahwa penciptaan Langit itu lebih sulit daripada penciptaan manusia (Allah telah membinanya).

Qur’an surat Qaaf ayat 6 :

6.      (Maka apakah mereka tidak memperhatikan Langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami membangunnya dan menghiasinya) dengan Bintang-bintang, Bulan dan benda-benda Langit lainnya (dan Langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?).

Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 12 :                   

12.  (Allah-lah yang menciptakan 7) tingkat (Langit dan seperti itu pula Bumi) ada 7 (perintah Allah berlaku padanya, agar kalian mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu).

Qur’an surat Huud ayat 7 :

7.      (Dan Dia-lah yang menciptakan Langit dan Bumi dalam 6 masa) 2 masa dalam menciptakan Bumi + 2 masa dalam menciptakan segala isinya Bumi + 2 masa dalam menciptakan Langit dan segala isinya. Allah menciptakan Bumi dan segala isinya waktunya lebih lama daripada Allah menciptakan Langit dan segala isinya (dan adalah ‘arsyuhu*) Iblis (di atas air)* kerajaan Iblis termasuk pusat istana dan singgasana utamanya berada di atas air Laut Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik. Tempat bertemunya 2 lautan yang beraliran air laut yang bersuhu hangat (panas) dan air laut yang bersuhu dingin di Bumi yang dipilih Iblis dan setan-setan sebagai kawasan pusat-pusat pemerintahan kerajaan Iblis dan negaranya, karena tempat-tempat yang bertentangan tersebut memberikan kekuatan kepada mereka. Iblis dan para pengikutnya oleh Allah dijadikan saringan dan Allah izini mereka untuk menggoda manusia ketika hidup di dunia. Untuk diketahui, mana orang-oramg yang mengikuti godaan Iblis dan mana orang-orang yang tidak mengikuti godaan Iblis dengan bertakwa kepada Allah (agar Dia menguji kalian siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya, dan jika kamu) Muhammad (berkata) kepada penduduk Mekkah (“Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata : “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”) maksud ucapan mereka adalah, bahwa ucapan Rasulullah saw itu perkataan dusta, karena mereka tidak beriman (mendustakan) Firman Allah dan sabda rasul-Nya.

Keterangan * :

Jika ‘arsyuhu (tidak memakai kata benda Al di depannya) di atas air ditafsirkan singgasana Allah di atas air, hal ini tidak benar, karena tidak sambung dengan tafsir ayat-ayat berikutnya. Di dalam Al-Qur’an, jika menyebut ‘Arsyinya Allah, maka memakai kata benda Al di depan kata ‘Arsyi (Al-A’raaf 54, At-Taubah 129, Ar-Ra’du 2, Thaahaa 5, As-Sajdah 4, Al-Hadiid 4, Al-Furqaan 59 dan lainnya). Allah bersemanyam di atas Al-‘Arsyi bukan di atas air dan kekuasaan Allah meliputi Langit dan Bumi. Mengapa Allah menciptakan Langit dan Bumi? Karena Allah telah menciptakan ruhnya Rasulullah saw. Jadi tidak mungkin Allah menciptakan air dahulu kemudian baru menciptakan Langit dan Bumi. Air dengan rumus molekul H2O (2 atom Hidrogen + 1 atom Oksigen), kedua materi tersebut ada di Langit dan di Bumi. Pertama-tama Allah menciptakan ruhnya Rasulullah saw, Surga untuk menempatkannya dalam kemuliaan Surgawi, dunia (Bumi seisinya termasuk air), dan banyak sekali ciptaan-ciptaan lainnya.

Sumber : Sabda Nabi Isa as dalam Injil Barnabas halaman 176 alinea ke-5.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 255 :

255.          (Allah, tidak ada Tuhan) yang berhak disembah (melainkan Dia Yang Maha Hidup dan terus-menerus mengurus) makhluk-makhluk-Nya (tidak mengantuk dan tidak pula tidur. Kepunyaan-Nya segala yang terdapat di Langit dan di Bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya, kecuali dengan izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui sesuatupun dari ilmu-Nya melainkan sekedar yang dikehendaki-Nya. Kekuasaan Allah meliputi Langit dan Bumi. Dan tidaklah berat bagi-Nya memelihara keduanya dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar) Allah Maha Besar, lebih besar dari Langit dan Bumi termasuk air yang ada dalamnya dan Allah meliputi keduanya, jadi tidak mungkin Al-‘Arsyi Allah di atas air yang wujudnya lebih kecil dari Bumi.

Qur’an surat Al-A’raaf ayat 54 :

54.  (Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan Langit dan Bumi dalam 6 masa, lalu Dia bersemayam di atas Al-‘Arsyi. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat) Al-Baqarah 164, Ali-‘Imran 27, 190, Yunus 6, Ar-Ra’du 3, Al-Hajj 61, An-Nuur 44, Luqman 29 dan Faathir 13 dengan Allah perintahkan Bumi untuk ber-rotasi atau berputar kepada dirinya sendiri sampai waktu yang ditentukan-Nya (dan) diciptakan-Nya pula (Matahari, Bulan dan Bintang-Bintang) masing-masing (tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam). Sebelum Allah menciptakan Langit dan segala isinya, termasuk Bulan, pada waktu itu Bumi ber-rotasi/berputar pada sumbunya (mengelilingi dirinya sendiri) selama sehari semalam waktunya hanya 6 jam. Setelah Allah menciptakan Bulan dan gaya gravitasinya, maka Bumi berputar pada sumbunya selama sehari semalam menjadi 24 jam, karena gaya gravitasi Bulan lah yang menarik air laut sehingga terjadilah ombak laut. Nah, ombak laut inilah yang memperlambat perputaraan Bumi, sehingga menjadi 12 bulan dalam 1 tahun, At-Taubah 36.

Rotasi Bumi.

Bumi ber-rotasi pada sumbunya, akibat pergerakan sumbu Bumi tersebut, maka setiap daerah di Bumi mengalami siang dan malam, dengan panjang siang dan malam yang bisa berbeda-beda. Tanpa kita sadari, Bumi berputar pada sumbunya atau porosnya dengan kecepatan 1.770 km/jam dan menyelesaikan 1 putaran sekitar 23 jam, 56 menit dan 4,091 detik.

Revolusi Bumi.
Revolusi Bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari, revolusi Bumi merupakan akibat tarik-menarik antara gaya gravitasi Matahari dengan gaya gravitasi Bumi. Selain perputaran Bumi pada porosnya atau disebut rotasi Bumi, Bumi membutuhkan waktu mengelilingi Matahari selama setahun adalah 365¼ hari. Sepanjang Bumi ber-revolusi, rotasi Bumi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan berosilasi dengan kemiringan yang membentuk sudut hingga 23,50 derajat terhadap Matahari. Sudut ini diukur dari garis imajiner yang membelah Kutub Utara dan Kutub Selatan yang disebut dengan garis Khatulistiwa. Bumi ber-revolusi atau bergerak mengelilingi Matahari dengan kecepatan 108.000 km/jam.

Qur’an surat Al-Israa’ ayat 12 :

12.  (Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kalian mencari karunia dari Tuhan kalian, dan agar kalian mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan) waktu-waktu (Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas) di dalam kitab-kitab-Nya dan di alam semesta ciptaan-Nya.

 

BENTUK BUMI ITU TIDAK BULAT TETAPI LONJONG ATAU ELIPS

Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 41 :

41.  (Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi daerah-daerah itu, lalu Kami kurangi tepi-tepi nya?) sedikit demi sedikit sejak Allah menciptakan Bumi, karena itu bentuknya Bumi berubah, dari bulat menjadi bentuk lonjong (bulat telur) atau elips. Penyelidikan ilmiah yang dilakukan terhadap bentuk Bumi membuktikan bahwa garis tengah yang menghubungkan ke-2 Kutub Bumi dengan perlahan berkurang secara tetap. Hal itu karena Bumi berputar pada porosnya, yang mengakibatkan Bumi menjadi benjol karena gaya sentrifugal, suatu gaya mendorong keluar sama dengan gerakan mobil ketika membelok ke kiri secara tiba-tiba. Karena perputaran Bumi, muncul sebuah gaya keluar yang maksimum di Katulistiwa Bumi, membuat benjolan keluar di daerah Katulistiwanya seperti bola basket yang diduduki. Bentuk ini disebut bola dengan benjolan melintang (oblatespheroid). Kutub di bagian atas dan bawah planet Bumi lebih memapat, sedangkan equator di tengah Bumi lebih menggelembung (Dan Allah menetapkan hukum) menurut kehendak-Nya (tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, dan Dia-lah Yang Maha Cepat perhitungan-Nya).

Dan Bumi lah yang mengelilingi Matahari, bukan Matahari yang mengelilingi Bumi. Rotasi Bumi berputar kepada dirinya sendirilah yang menyebabkan gerakan semu harian Matahari yang terlihat oleh mata manusia di sepanjang pagi hingga petang hari seolah-olah Matahari terbit di sebelah timur, lama-kelamaan bergerak dan tenggelam di sebelah barat. Pada abad ke-7 Masehi saat-saat Al-Qur’an diturunkan, orang-orang zaman itu belum memperoleh pengetahuan bahwa Bumi itu bulat telur yang berputar pada porosnya atau rotasi dan beredar mengikuti garis edarnya di sekeliling Matahari atau revolusi, mereka mengira bahwa Bumi itu datar, kecuali Rasulullah saw karena pernah melihat bentuk dan pergerakan benda-benda Langit itu ketika Mi’raj menghadap Allah.

Qur’an surat An-Naazi’aat ayat 30 :

30.  (Dan Bumi sesudah itu dijadikan-Nya bulat telur) berbentuk seperti telur burung unta atau elips tidak datar. Kata Arab untuk bulat telur adalah ’dahaha’, yang artinya ‘telur burung unta’, bentuk telur burung unta menyerupai bentuk Bumi. Al-Qur’an menerangkan dengan benar bentuk dari Bumi kita, meskipun pada masa itu Bumi diyakini berbentuk datar oleh sebagian besar manusia karena ketidaktahuan manusia zaman dahulu dan sebagian manusia zaman sekarang.

Qur’an surat Az-Zumar ayat 5 :

5.      (Dia menciptakan Langit dan Bumi dengan) tujuan (yang benar, Dia menggulungkan malam atas siang dan menggulungkan siang atas malam…) kata Arab ‘kawwiru’ artinya ‘menggulung/melilit’ atau ‘bertumpang-tindih’ seperti melilitnya kain serban mengelilingi kepala, jadi kata menggulung/melilit menunjukkan bahwa Bumi itu bulat. Bertumpang-tindih atau melilitnya siang dengan malam hanya dapat terjadi jika Bumi berbentuk bulat. Bumi tidak tepat bulat seperti bola, melainkan agak gepeng pada kedua Kutubnya. Jika malam dan siang dapat saling menggulung, pastilah karena keduanya berada pada satu tempat yang bulat secara bersama-sama. Bagaimana mungkin keduanya dapat saling menggulung jika berada pada tempat yang datar? Dari keterangan ayat tersebut juga dapat diperoleh kesimpulan bahwa, pada permukaan Bumi ini setiap saat, separuh permukaannya senantiasa malam hari dan separuh lagi permukaannya adalah senantiasa siang hari.

Qur’an surat Al-Ahqaaf ayat 33 :

33.  (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan Langit dan Bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya) Allah tidak merasa kesulitan karena mudah menciptakan Langit dan Bumi itu, maka bukankah Allah (kuasa) pula (menghidupkan orang-orang mati?Ya, sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Qur’an surat Qaaf ayat 15 dan 38 :

15.  (Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru) di akhirat kelak.

38.  (Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan Langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan).

Qur’an surat Al-Waaqi’ah ayat 61-62 :

61.  (Untuk menggantikan orang-orang yang seperti kalian) di dunia (dan menciptakan kalian kelak) di akhirat (dalam keadaan yang tidak kalian ketahui) wujudnya.

62.  (Dan sesungguhnya kalian telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?) untuk penciptaan kalian yang ke-2, yaitu ketika hidup di dunia dengan menjadi orang-orang yang beriman dan banyak mengerjakan amal saleh sebagai bekal hidup di akhirat supaya wujud kalian di hari berbangkit kelak menjadi sebaik-baiknya makhluk dan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya, At-Tiin 6 dan Al-Bayyinah 7, tetapi jika tidak beriman dan tidak mengerjakan amal saleh, maka Allah akan mempersulit urusan dunia kalian (banyak menghadapi masalah) dan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan cacat, Al-Israa’ ayat 72, 97, Thaahaa 124-125, Al-Mu’minuun 103-104 dan Az-Zalzalah ayat 6-8.

Qur’an surat Adz-Dzariyaat ayat 47 :

47.  (Dan Langit itu Kami bangun dengan kekuasaan) Kami (dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya) bukti ilmiah bahwa galaksi-galaksi satu sama lain bergerak menjauh, sehingga alam semesta ini ukurannya bertambah besar atau berekspansi tak terbatas. Galaksi-galaksi yang dekat dengan Bimasakti menjauh dengan kecepatan sekian juta mil/jam. Galaksi-galaksi yang letaknya lebih jauh lagi mengalami hal yang sama, akan tetapi kecepatannya melebihi 200 juta mil/jam, dan kecepatan galaksi-galaksi yang letaknya lebih jauh itu, yaitu yang jaraknya 2x lipat dari yang terdahulu. Dan yang di luar batas-batas itu, maka kecepatan galaksi bergerak dapat mendekati kecepatan cahaya. Sehingga cahaya yang datang dari galaksi tersebut tidak dapat mencapai penglihatan kita. Tetapi ruang angkasa yang ditinggalkan oleh galaksi-galaksi tersebut yang karena mengalami proses perluasan, tetap akan penuh berisi dengan galaksi-galaksi yang berjumlah lebih dari 100 milyar, kira-kira sama seperti yang kita lihat sekarang, yang masing-masing terpisah dan terasing antara yang satu dengan yang lain. Hal ini disebabkan, bersamaan dengan galaksi yang menghilang keluar batas penglihatan kita, Allah menciptakan galaksi lagi, maka secara berangsur-angsur galaksi baru pun muncul yang terbuat dari gas alam semesta yang bertugas mengganti susunan galaksi lama.

Qur’an surat Al-An’aam ayat 73 :

73.  (Dan Dia-lah yang menciptakan Langit dan Bumi dengan) tujuan yang (benar. Dan di waktu Dia mengatakan : ”Jadilah”, lalu terjadilah, yakni perkataan-Nya yang benar dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang tampak. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Waspada) Yunus 5, Ibrahim 19, An-Nahl 3, Ar-Ruum 3, Az-Zumar 5, Al-Jaatsiyah 22, Al-Ahqaaf 3 dan At-Taghaabun 3.

Qur’an surat Fushshilat ayat 54 :

54.  (....Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu).

Qur’an surat Al-Qamar ayat 49-50 :

49.  (Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran).

50.  (Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan) ”Jadilah” (seperti kejapan mata) Al-Baqarah 117, Ali-’Imran 47, 59, Al-An’aam 73, An-Nahl 40, Maryam 35, Yaasiin 82 dan Al-Mu’min 68.

Qur’an surat Az-Zumar ayat 62 :

62.  (Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu).

 

Sumber : Al-Qur’an, Terpesona di Sidratul Muntaha oleh Agus Mustafa, Al-Qur’an tentang Alam Semesta oleh Muhammad Jamaluddin El-Fandy dan berbagai sumber.