01 Maret, 2014

KAPAN METEOR JATUH

Setelah Perang Libanon yang memakan waktu lama, ketika Israel menyadari akan kalah, maka Israel meminta gencatan senjata, mengajak damai. Kemudian ditandatanganinya perjanjian perdamaian antara Israel yang diwakili pemimpinnya dan kaum muslimin yang diwakili Imam Mahdi. Selang beberapa waktu kemudian terjadi Perang Aleppo dimana pasukan kafir seluruh dunia termasuk NATO memerangi kaum muslimin yang dipimpin oleh Imam Mahdi. Sehingga 1/3 pasukan muslimin melarikan diri dan tidak diampuni Allah selamanya, 1/3 mati terbunuh dengan syahid yang utama di sisi Allah dan 1/3 lagi menang dan tidak terkena fitnah selamanya. Lalu Allah menolong kaum muslimin dengan ditimpakan kepada pasukan musuh berupa bencana badai (angin topan) yang sangat dingin seperti es yang membuat mereka kalah. Akhirnya kaum muslimin memenangkan Perang Aleppo, setelah itu kaum muslimin mengepung Israel mau menghukum Israel yang telah berkhianat. Kemudian Amerika Serikat, negara-negara Eropa, negara-negara anggota NATO dan negara-negara kafir dari timur berdatangan dengan segera mengirim bala bantuan ke Magiddo. Dan Yahudi di Amerika dan Eropa berdatangan ke Samaria dengan segala perlengkapan perangnya untuk membantu Israel. Melihat begitu banyak dan kuatnya musuh yang berkumpul di Magiddo, membuat hati kaum muslimin gentar. Banyak kaum muslimin yang lemah imannya kemudian murtad, kemurtadan ini didukung oleh janji-janji Amerika yang dipimpin Dajjal. Banyak kaum muslimin yang mundur dari medan Armageddon I, sehingga Al-Mahdi hanya didampingi oleh orang-orang yang benar-benar tangguh imannya. Hal ini merupakan saringan, Allah berkehendak menyeleksi hamba-hamba-Nya, mana yang benar-benar beriman dan mana yang munafik.
Silahkan baca Qur’an surat Al-Ahzab ayat 12-20.
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 15-16 :
15.  (Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka) mundur atau lari dari medan perang.
16.  (Dan barangsiapa yang membelakangi mereka dalam keadaan mundur) atau lari dari medan perang (di waktu itu, kecuali berbelok untuk) mengatur (siasat perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu) yang mundur atau lari dari medan perang (kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah) Allah murka kepadanya (dan tempatnya adalah Neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya).

Sebenarnya setiap fenomena atau peristiwa, adalah ujian bagi setiap orang, Allah ingin menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bahwa kemenangan bukan ditentukan oleh jumlah pasukan yang banyak dan persenjataan yang lengkap dan canggih. Allah ingin menghapus berhala-berhala yang berupa : materi, jumlah, kekuatan dan persenjataan dari hati orang-orang mukmin, bahwa kemenangan lebih ditentukan oleh iman yang kokoh, hati yang selalu bergantung kepada Allah dan hati yang yakin pada janji Allah dan rasul-Nya.
Qur’an surat Al-Ahzab ayat 9 :
9.      (Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada kalian ketika datang kepada kalian tentara-tentara) kafir dari golongan yang bersekutu untuk mengepung Madinah dan memerangi kalian sewaktu Perang Khandaq karena menentang Allah dan rasul-Nya (lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kalian melihatnya) yaitu tentara-tentara malaikat yang sengaja didatangkan Tuhan untuk menghancurkan musuh-musuh Allah, rasul-Nya dan kaum muslimin (Dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan).
Melihat jumlah musuh yang begitu banyak sekitar 1 juta orang dengan segala perlengkapan perangnya, maka hati kaum muslimin sempat khawatir, dada mereka sesak, hati berdebar-debar, suatu kekhawatiran yang sangat manusiawi. Hal ini sama dengan perasaan hati kaum muslimin pada masa Rasulullah saw masih bersama mereka, yaitu sewaktu terjadi Perang Khandaq ketika musuh mengepung mereka dalam jumlah yang sangat besar.
Qur’an surat Al-Ahzab ayat 10-11 :
10.  (Yaitu ketika mereka) golongan yang bersekutu itu (datang kepada kalian dari atas dan dari bawah kalian, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan dan hati kalian naik menyesak sampai tenggorokan) menggambarkan bagaimana hebatnya perasaan takut dan perasaan gentar pada waktu itu karena banyaknya musuh yang datang dari segala penjuru (dan kalian menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka) apakah janji Allah itu benar atau tidak, sampai pada tingkat putus harapan akan mendapat pertolongan-Nya.
11.  (Disitulah diuji orang-orang mukmin dan hati mereka digoncangkan dengan goncangan yang sangat) disebabkan rasa takut yang sangat mencekam perasaan hati kaum muslimin.
Kegelisahan yang sempat menghinggapi kaum muslimin, terbaca oleh panglima perang kaum muslimin, yaitu Al-Mahdi, segeralah ia memberi arahan kepada kaum muslimin dan terus memberi semangat dan mengingatkan akan pertolongan Allah kepada mereka, apabila mereka bersabar.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 154 dan 244 :
154.   (Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah) bahwa mereka itu (mati, tetapi) sebenarnya (mereka itu hidup) maka sel-sel tubuhnya hidup sehingga jasadnya masih utuh tidak dimakan oleh organisme pengurai (karena makhluk hidup yang ada di tanah hanya memakan sel-sel mati) dan dari lukanya masih mengalirkan darah walaupun telah gugur berabad-abad yang lalu. Contohnya jasad paman Rasulullah saw yaitu Hamzah ra dan para sahabat yang syahid dalam Perang Uhud (tetapi kamu tidak menyadarinya).
244.   (Dan berperanglah kamu di jalan Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 74, 76 dan 84 :
74.  (Maka hendaklah berperang di jalan Allah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat) yaitu orang-orang mukmin yang lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia (Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu ia gugur atau memperoleh kemenangan, maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar).
76.  (Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut) setan (maka perangilah teman-teman setan itu) niscaya Allah memberi kalian kemenangan (sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah) karena Allah Maha Perkasa dan Maha Kuat.
84.  (Maka berperanglah engkau) wahai nabi, walau sendirian karena engkau dijamin akan memperoleh kemenangan (di jalan Allah, tidaklah engkau dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri) maka janganlah perdulikan mereka yang enggan berjihad (Dan kobarkanlah semangat orang-orang mukmin) untuk berjihad (Semoga Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Dan Allah sangat besar kekuatan dan sangat keras siksa-Nya).
Qur’an surat Al-Fath ayat 17 :
17.  (….Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling, niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih).
Qur’an surat Al-Hujuraat ayat 15 :
15.  (Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu) dalam keimanannya (dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar) keimanannya.

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 142 dan 146 :
142.          (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar).
146.          (Dan berapa banyaknya nabi-nabi yang berperang bersama-sama mereka pengikut-pengikutnya yang amat banyak) yang bertakwa (maka mereka tidak menjadi lemah) tidak merasa takut (karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah dan tidak menjadi lelah dan tidak pula menyerah) kepada musuh (Allah menyukai orang-orang yang sabar).
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 45-46 dan 65-66 :
45.  (Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian berperang dengan golongan) orang-orang kafir (maka berteguh hatilah kalian dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya) dengan memperbanyak dzikir dan berdoa (agar kalian beruntung) karena Allah memberikan pertolongan sehingga kalian mendapat kemenangan.
46.  (Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar).
65.  (Wahai nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada 20 orang yang sabar di antara kalian, niscaya mereka dapat mengalahkan 200 orang musuh. Dan jika ada 100 orang yang sabar di antara kalian, niscaya mereka dapat mengalahkan 1000 daripada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti) bahwa perang itu haruslah untuk membela keyakinan dan menaati perintah Allah.
66.  Setelah kaum muslimin berjumlah banyak (Sekarang Allah telah meringankan kepada kalian dan Dia telah mengetahui bahwa pada diri kalian ada kelemahan. Maka jika ada di antara kalian 100 orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan 200 orang) kafir (dan jika di antara kalian ada 1000 orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan 2000 orang) kafir (dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar).
Qur’an surat Muhammad ayat 31 :
31.  (Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian, dan agar Kami menyatakan) menampakkan (hal ikhwal kalian) apakah taat atau tidak, dalam menjalankan perintah-perintah Allah tersebut.

Qur’an surat At-Taubah ayat 39, 41, 91-92 dan 111 :
39.  (Jika kalian tidak berangkat) untuk berjihad (niscaya Allah menyiksa kalian dengan siksa yang pedih dan diganti-Nya kalian dengan kaum yang lain dan kalian tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).
41.  (Berangkatlah kalian baik dalam keadaan merasa ringan maupun merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan diri kalian di jalan Allah) kecuali yang tersebut dalam Qur’an surat At-Taubah 91-92 (Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian jika kamu mengetahui).
91.  (Tidak ada dosa) sewaktu mereka tidak pergi berjihad yaitu (atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan) untuk keluarga mereka (apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Al-Fath 17.
92. (Dan tidak ada dosa pula atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata : “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawa kalian”) pergi berperang (Lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan) lantaran mereka (tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan) untuk berjihad.
111.   (Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh, sebagai janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli) bertransaksi dengan Allah (yang telah kalian lakukan itu) yaitu berjihad di jalan Allah (dan yang demikian itu adalah kemenangan yang besar).
Qur’an surat Al-’Ankabuut ayat 6 :
6.      (Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya) tidak memerlukan segala sesuatu (dari semesta alam).
Qur’an surat Ash-Shaff ayat 10-13 :
10.  (Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang pedih?).
11.  Yaitu (kalian beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui).
12.  (Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan) memasukkan kalian (ke tempat tinggal yang baik di dalam Surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar).
13.  (Dan) Allah memberikan kepada kalian nikmat (yang lain yang kalian sukai) yaitu (pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya. Dan sampaikanlah berita gembira) itu (kepada orang-orang yang beriman).
Qur’an surat Muhammad ayat 4-7 :
4.      (….Dan orang-orang yang syahid di jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka).
5.      (Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka) di dunia dan di akhirat, terutama yang syahid di jalan Allah.
6.      (Dan memasukkan mereka ke dalam Surga yang telah diperkenalkan kepada mereka) sehingga mereka mengetahui tempat tinggal, istri-istri dan pelayan-pelayan masing-masing di Surga tanpa dijelaskan lagi.
7.      (Wahai orang-orang beriman, jika kalian menolong) agama dan rasul (Allah, niscaya Dia menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian).
Qur’an surat Al-Mujaadilah ayat 5 dan 20-21 :
5.      (Sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas. Dan bagi orang-orang yang kafir ada azab yang menghinakan).
20.  (Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina).
21.  (Allah telah menetapkan : ”Aku dan rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa).

Maka dimulailah Perang Armageddon I, dalam 3 hari dan 3x pertempuran kaum muslimin belum memperoleh kemenangan karena sebagian besar kaum muslimin mengingkari janjinya. Sebelumnya mereka telah berjanji tidak akan mundur kecuali dalam keadaan menang. Tetapi kenyataannya, mereka lebih mementingkan harta rampasan perang (ghanimah), padahal peperangan belum selesai. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar kaum muslimin itu masih belum berjihad dengan Lillahi Ta’ala, mereka lebih tertarik pada keduniaan (kedoyan = bhs. Jawa), inilah yang menyebabkan kebinasaan. Kemudian 3 meteor super raksasa menghantam Bumi, tepatnya ke markas tentara kafir di Magiddo (Negara Israel), New York (Amerika Serikat), Laut Tengah (Mediterania) yang terjadi di pertengahan bulan Ramadhan pada hari ke-4 setelah 3 hari pecah Perang Armageddon I yang menyebabkan kabut hitam Ad-Dukhaan yang menutupi seluruh permukaan Bumi, maka hancurlah kekuatan musuh di arena pesta pembantaian Yahudi, yang diibaratkan sebagai pengilangan (pemerasan) anggur Israel yang terjadi di luar kota dan dari pengilangan itu mengalir darah mereka (bagaikan anggur yang diperas) yang tingginya sampai ke kekang tali kuda dan mengalir sejauh 200 mil, Injil Wahyu pasal Mimpi 14 ayat 14-20. Ketika meteor super raksasa jatuh, kaum muslimin waktu itu sedang puasa Ramadhan (bagi wanita yang sedang haid, mereka sudah dapat puasa 10 hari). Karena, ketika kita berpuasa pada hari ke-7 sampai puasa habis, sel darah putih meningkat pesat dalam jumlah yang aman bagi tubuh, secara otomatis meningkatkan kekebalan tubuh melawan berbagai peradangan dan serangan bakteri dan virus, sehingga jika orang yang berpuasa itu sakit, akan cepat sembuh. Rasulullah saw bersabda :
“Puasa itu perisai (pelindung dari penyakit jasmani, rohani dan api Neraka). Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Barangsiapa yang tidak berpuasa Ramadhan ketika asap Dukhan turun, (bukan karena sedang haid), maka dia tidak akan selamat. Allah berkehendak untuk menyelamatkan hamba-hambanya yang beriman, Nu’aim bin Hammad adalah salah satu gurunya Imam Bukhari menyebutkan, “Meteor itu akan jatuh dari Langit di belahan timur Bumi …”, dan akan menyebabkan terjadinya kabut hitam, “yang muncul di Maghrib (belahan barat Bumi) berbentuk bulat seperti tameng kemudian naik (lebih tinggi) ke Atmosfer dan menyebar ke seluruh Atmosfer”. Efek dari hantaman meteor itu akan menimbulkan asap global Ad-Dukhaan yang menutupi seluruh permukaan Bumi selama 13 bulan + 1 minggu insya Allah, sehingga Bumi gelap tertutup kabut debu dan sinar Matahari tidak bisa menembus permukaan Bumi, sehingga terjadi krisis pangan (paceklik) dan kelaparan hebat di seluruh dunia akibat kemarau panjang dan tumbuh-tumbuhan mati, suhu panas lalu suhu dingin yang ekstrim, hujan asam yang menimbulkan rusaknya lingkungan dan masih banyak bencana lainnya.
Rasulullah saw bersabda : Hendaklah dipersiapkan bekal untuk 1 tahun lamanya”.
Nur’aim bin Hammad juga meriwayatkan dengan sanad dari Katsir bin Murrah, ia berkata, Nabi saw bersabda : “Pertanda peristiwa-peristiwa besar di bulan Ramadhan adalah suatu tanda di Langit, sesudahnya terjadi, perselisihan di antara manusia (sebelum Perang Armageddon I), jika engkau menjumpainya, maka perbanyaklah persediaan makanan sebisamu”. Dengan menimbun makanan untuk sekeluarga selama 1 tahun, ingat! waktunya dimulai sejak selesai perang Libanon terus dilanjutkan perjanjian perdamaian antara Israel dengan kaum muslimin yaitu 3,5 tahun kemudian. Jadi, waktu 3,5 tahun itu kita pergunakan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan bekal sembako (simpan beras organik yang awet tidak lapuk disimpan lama, karena beras biasa itu telah terkontaminasi peptisida, sehingga jika disimpan sekitar 1 tahun akan lapuk), bumbu-bumbu, obat-obatan dan sebagainya untuk menghadapi masa paceklik panjang dan kelaparan hebat yang melanda seluruh dunia sekitar 1,5 tahun, jika kita masih diberi umur oleh Allah untuk menghadapinya dan mengalaminya nanti, Aamiin3x Ya Robbal‘alamin.
Dalam Hadits Nu’aim bin Hammad di atas disebutkan, Rasulullah saw bersabda :
“…Jika kalian telah melaksanakan shalat Shubuh pada hari Jum’at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya (ventilasi), dan selimuti diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar (ash-shaihah), maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah ‘Subhaanal Qudduus, Maha Suci Allah, Rabbunal Qudduus, karena barang siapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi siapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa”.

Bila kita mengalami masa sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah saw dalam hadits Nu’aim bin Hammad di atas, “Adanya suara dahsyat pada pertengahan bulan Ramadhan, yaitu tepatnya pada hari Kamis malam (malam Jum’at) waktu Jazirah Arab, pada tahun terjadinya banyak gempa bumi”. Dalam keadaan tubuh sudah terlindung dengan selimut serta telinga terlindungi oleh peredam, maka langkah selanjutnya adalah kita tetap menunggu apa yang bakal terjadi, yaitu datangnya suara yang menggelegar! Bila suara (menggelegar) itu telah datang (terdengar, terutama tempat yang paling dekat dengan jatuhnya meteor), maka kita dianjurkan untuk segera bersujud sebagaimana sujud dalam shalat seraya berdzikir mengingat Allah, dengan tetap berada dalam selimut dengan telinga disumbat. Keadaan ini khususnya terjadi di Timur Tengah karena wilayahnya dekat dengan pusat jatuhnya meteor super raksasa, yaitu Magiddo di Negara Israel.
Bila kita menemui kejadian ini, maka Rasulullah saw menganjurkan :
1.      Rajin bangun malam, shalat Tahajud dan shalat Shubuh berjamaah di masjid (terutama bagi kaum pria), kemudian segera masuk rumah masing-masing bersama seluruh keluarga. Tentunya orang-orang yang saat itu masih tidur dan tidak shalat Shubuh tepat waktu, belum mempunyai kesiapan menghadapi peristiwa mendadak tersebut. Maka, penting bagi setiap orang muslim untuk mengajak setiap orang muslim lainnya agar mau berjamaah di masjid, hukumnya wajib bagi kaum pria, minimal shalat Shubuh berjamaah.
2.      Setelah berada di dalam rumah (shelter), segeralah menutup pintu dan jendela serta lubang ventilasi, sebagaimana disebutkan dalam kalimat “tutuplah pintu-pintunya…”, hal ini mengisyaratkan bahwa akan ada perubahan iklim secara ekstrem di lingkungan luar rumah kita, yang menyangkut suhu dan tekanan udara. Rumah kita akan menjadi perlindungan dari serangan iklim luar yang ganas. Maka semua lubang rumah yang menghubungkan dengan lingkungan luar harus segera disumbat, agar pengaruh suhu dan tekanan udara luar tidak masuk rumah.
3.      “… dan selimuti diri kalian, sumbatlah telinga kalian” hal ini isyarat akan adanya perubahan tekanan udara yang dahsyat, yaitu suara dahsyat yang bisa menghancurkan gendang telinga.
4.      Dalam keadaan tubuh sudah terlindung dengan selimut serta telinga terlindungi oleh peredam, dan bila suara (menggelegar) itu telah datang, maka segera bersujud seraya berdzikir mengingat Allah.

Dalam kondisi berada dalam ruang tertutup dan tubuh yang diselimuti, ketika terdengar dentuman yang menggelegar akibat meteor jatuh, serta tubuh dalam keadaan puasa Ramadhan. Hal itu akan membuat suhu tubuh orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, menjadi hangat. Kemungkinan kondisi seperti ini akan menyebabkan mereka tertidur dalam sujud dan mengalami Hibernasi (tertidur karena kondisi iklim yang ekstrem), sehingga hatinya tidak terguncang oleh dahsyatnya keadaan saat itu. Maka selamatlah mereka dari petaka jatuhnya meteor, inilah penjagaan Allah untuk orang-orang yang taat kepada perintah-Nya. Akibat efek asap Ad-Dukhaan membuat orang-orang kafir non muslim dan orang-orang kafir Islam KTP yang tidak shalat mengalami penderitaan yang sama yaitu sekujur tubuh mereka bengkak, mata dan telinga mereka rusak karena mereka tidak mendirikan shalat dan tidak berpuasa. Sementara kaum muslimin hanya mengalami ISPA, sehingga tampak jelas siapa orang yang kafir dan siapa orang yang beriman  (Islam), inilah Yaumul Furqan, salah satu hari pemisahan fisik di dunia yang disebabkan oleh al-Bathsyah al-Kubra, yaitu hantaman meteor super raksasa ke Bumi yang menyebabkan seluruh dunia gelap karena asap global menyelubungi Atmosfer Bumi.
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 11 :
11.  (Ingatlah ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman dari-Nya,…).

Orang-orang yang yang tidak taat kepada Allah akan binasa karena ketidaktaatannya. Mereka terkena polutan udara Ad-Dukhaan dan munculnya medan magnet positif yang dibawa oleh meteor tersebut, dimana efek negatif polutan udara dapat dihindari dengan segera masuk ke dalam ruangan tertutup, sedangkan efek medan magnet global yang bisa menembus lapisan apa saja, baik itu rumah, dinding dan sebagainya, maka hal itu dapat dinetralkan dengan segera bersujud kepada Allah seraya bertasbih memuji dan mensucikan Allah, karena hanya dalam posisi sujud seperti itulah orang-orang beriman akan selamat, karena efek buruk radiasi dan medan magnet meteor yang sangat berbahaya bisa dialirkan ke Bumi. Ketika kita shalat, melalui gerakan sujud yang tumakninah, terjadi proses pengosongan tubuh dari radiasi zat-zat yang berbahaya dan gelombang elektromagnetik positif yang berlebihan di dalam tubuh yang masuk ke tubuh kita yang menyebabkan berbagai penyakit jasmani (kanker, darah tinggi, stroke, sukar tidur, pusing, nyeri leher, kelelahan dan sebagainya) dan penyakit rohani (stres, gelisah dan sebagainya). Jadi sujud yang tumakninah itu bisa mengeluarkan penyakit jasmani dan rohani, sehingga jasmani dan rohani kita insya Allah menjadi sehat. Dan di saat kita shalat, terjadi juga pengisian radiasi medan magnet Bumi pada aliran darah di kepala, sehingga membantu aliran darah dan listrik ke seluruh organ tubuh dan anggota tubuh, karena kita juga membutuhkan medan magnet Bumi yang berkekuatan sangat lemah yang bermanfaat bagi tubuh, yang membuat kita menjadi bergairah, stamina meningkat, kelelahan hilang, memori otak menjadi aktif yang membuat kita cerdas dan tidak pelupa, tetapi tubuh kita membutuhkan magnet Bumi dalam ambang batas yang diisyaratkan untuk melancarkan peredaran darah, karena setiap 1 sel darah merah mengandung 250 juta molekul Hemoglobin (dibentuk oleh zat besi) melalui pembuluh darah dikirim untuk membawa dan mengantarkan Oksigen dan plasma darah yang mengantar sari-sari makanan ke setiap sel di seluruh tubuh dari kaki sampai kepala menempuh jarak sejauh 96.560 km/hari. Dan setiap 1 sel darah merah mengandung 1 milyar atom zat besi yang berfungsi sebagai penghatar listrik di tubuh yang akan lincah bergerak karena adanya medan magnet Bumi. Zat-zat besi yang dibawa sel darah merah mengalir ke seluruh sel tubuh dan kepala dengan lancar dan bisa bekerja dengan optimal karena terinduksi magnet Bumi yang diambil oleh tubuh kita lewat gerakan sujud yang tumakninah juga. Maha Suci Allah dan Alhamdulillah yang telah menurunkan besi dari Langit, Al-Hadiid ayat 25. Unsur besi bermanfaat untuk dunia industri juga bermanfaat bagi keselamatan dan kelangsungan seluruh bagian tubuh, karena mampu membuat tubuh menerima induksi medan magnet Bumi dalam skala normal, sehingga tubuh kita tidak mengalami letih, lesu, lemah dan anemia.

Perpaduan zat besi dalam darah manusia dan pengaruh energi medan magnet Bumi mempunyai suatu efek yang bermanfaat terhadap peredaran aliran getah bening, produksi hormon, jaringan saraf dan otot-otot dan peredaran aliran darah dan listrik di tubuh dan anggota tubuh menjadi berjalan lancar. Jika kekurangan medan magnet Bumi, manusia mengalami Sindrom Defisiensi Magnet yang berakibat : kaku pada bahu dan leher, muncul kegelisahan, kepala terasa berat dan pusing, sulit tidur, dan kelelahan. Saat meteor jatuh dan terdengar suara yang menggelegar, kita diharuskan segera sujud, karena jika kita dalam posisi sujud, tubuh terbebas dari efek radiasi gelombang elektromagnetik yang sangat berlebihan yang masuk ke dalam tubuh, dan proses penetralan tubuh dari efek radiasi gelombang elektromagnetik yang sangat besar yang dibawa meteor besi tersebut berjalan dengan lancar, jika dahi, hidung, tangan, lutut dan ujung kaki semuanya menyentuh Bumi, maka aliran magnet di tubuh kita menjadi normal kembali, karena efek radiasi gelombang elektromagnetik yang sangat berlebihan itu keluar dari tubuh lalu masuk ke dalam Bumi yang berfungsi sebagai penetral (Ardhe istilah elektro, Ardhi = bhs. Arab artinya Bumi). Dan lebih efektif lagi jika sujudnya menghadap ke kiblat tempat pusat energi positif dari Allah dan menjadi pusat Bumi dan pusat gravitasi Bumi. Jika kita tidak sujud ketika mendengar suara yang menggelegar, maka kita mengalami kepala pusing, jantung berdegup kencang, perut mual, halusinasi, kegelisahan yang amat sangat dan sebagainya. Saat terjadi bencana jatuhnya meteor, para ahli sujud, segera sujud karena takut kepada Allah, merekalah yang selamat dari malapetaka, dan Bumi terinduksi medan magnet meteor, sehingga semua teknologi yang terbuat dari logam terutama besi menjadi tidak berfungsi sama sekali, listrik menjadi mati, mengacaukan gelombang elektromagnetik tv, radio, internet dan lain-lain.

Qur’an surat Ad-Dukhaan ayat 10-16 :
10.  (Maka tunggulah hari ketika Langit membawa kabut yang tampak jelas) asap global Dukhaan yang menyebar ke seluruh permukaan Bumi yang bisa dilihat jelas semua orang di dunia, panas global yang menyebabkan banyaknya penyakit akibat tumbuh suburnya bakteri dan virus dan masih banyak lagi bencananya.
11.  (yang meliputi manusia) di seluruh dunia (Inilah azab yang pedih) membuat orang-orang Islam terserang ISPA, tetapi jika sakit kaum muslimin cepat sembuh karena hasil ibadah puasanya yang membuat persediaan sel-sel darah putih di tubuhnya mampu dan cepat bisa menangkal serangan penyakit. Sedangkan orang-orang kafir sekujur kulitnya bengkak dan pancaindranya rusak, sampai-sampai mereka ingin mati tetapi tidak bisa mati. Hal itu disebabkan mereka tidak shalat dan tidak berpuasa Ramadhan sehingga tubuhnya tidak mempunyai persediaan sel-sel darah putih dalam jumlah yang aman untuk sistem kekebalan dari bahaya datangnya cuaca yang sangat ekstrim.
12.  Karena rasa sakit yang luar biasa dan tidak segera sembuh, orang-orang kafir itu tidak tahan lagi, akhirnya mereka   berdoa : (“Ya Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh kami akan beriman”).
13.  (Bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang Rasul) Muhammad saw (yang memberi penjelasan),
14.  (kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata : “Ia itu orang yang menerima ajaran) dari orang lain. Orang-orang kafir, terutama orang-orang Yahudi menuduh Rasulullah saw yang tidak bisa membaca dan menulis huruf Arab, apalagi membaca huruf Yahudi dan huruf lainnya, menyontek Kitab Taurat mereka yang berbahasa dan berhuruf Yahudi itu (lagi pula ia seorang yang gila”) mereka memfitnah dan menghina Rasulullah saw.
15.  (Sungguh) jika (Kami melenyapkan azab itu dalam waktu sedikit saja, tentu kalian akan kembali) ingkar.
16.  Tunggulah (hari ketika Kami menghantam) mereka (dengan hantaman yang keras) dengan dijatuhkannya  meteor super raksasa ke markas NATO + Israel di Magiddo - Israel yang bersiap akan menyerang kaum muslimin, di Laut Mediterania tempat berlabuhnya armada laut mereka dan di New York yang mengakibatkan Amerika Serikat hancur dan lenyap selamanya dalam waktu 1 jam saja (Kami pasti memberi balasan) kepada Israel dan sekutunya.

URUTAN KAPAN PERANG LIBANON TERJADI :
1.      Banyak terjadi perselisihan, peperangan, keguncangan-keguncangan (bencana alam, peristiwa/kejadian yang sangat mengguncangkan atau mencengangkan dalam hal politik, ekonomi, moral, sosial dan sebagainya), pembunuhan, penganianyaan, kejahatan dan kesewenang-wenangan merata di seluruh Bumi. Kemudian munculnya bintang berekor atau komet besar yang bisa dilihat jelas dengan mata telanjang, tanda akan munculnya Imam Mahdi dalam beberapa hari atau beberapa bulan kemudian.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga banyak harj”.
Para Sahabat bertanya  : “Apakah harj itu, wahai Rasulullah?”.
Beliau saw bersabda     : Pembunuhan, pembunuhan”. Hadits riwayat Muslim.
Dari Abu Musa, Rasulullah saw bersabda : “Sungguh, menjelang terjadinya Kiamat ada masa-masa harj”.
Para sahabat bertanya   : “Apakah harj itu?”. Beliau saw bersabda         : “Pembunuhan”.
Mereka bertanya          : “Apakah lebih banyak jumlahnya dari orang yang kita bunuh? Sesungguhnya kita dalam 1 tahun membunuh lebih dari 70 ribu orang?”.
Beliau saw bersabda     : “Bukan pembunuhan orang-orang musyrik oleh kalian itu, tetapi pembunuhan dilakukan oleh sebagian kalian terhadap sesamanya (muslim yang satu membunuh muslim yang lain, beberapa muslim membunuh seorang muslim, antar sesama muslim saling bunuh-membunuh dan sebagainya)”.
Mereka bertanya          : “Apakah pada masa itu kami masih berakal?”.
Beliau saw bersabda     : “Akal kebanyakan manusia zaman itu dicabut, kemudian mereka dipimpin oleh orang-orang yang tak berakal, kebanyakan manusia menyangka pemimpin (dalam segala sektor atau pemimpin di bidang apa saja) itu mempunyai pegangan, padahal sama sekali tidak demikian (pemimpinnya tidak mempunyai pegangan agama yang benar)”. H.R. Ahmad dan Ibnu Majah.

Rasulullah saw bersabda :
Sebagian umatku yang dirahmati (oleh Allah yang di dunia matinya karena dibunuh, bencana alam atau tertimpa fitnah-fitnah lainnya) mereka tidak dihisab dan tidak disiksa sama sekali di akhirat, siksa yang pernah dialaminya adalah pembunuhan, gempa dan fitnah-fitnah (lainnya yang dialaminya di dunia saja)”. Hadits riwayat Hakim.
Kemudian munculnya Imam Mahdi keturunan Rasulullah saw.
Qur’an surat  An-Nahl ayat 41-42 :
41.  (Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya) dizhalimi (pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, jika mereka mengetahui),
42.  Mereka adalah (orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal).
Qur’an surat An-Nahl ayat 45-47 :
45.  (Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu) terhadap Al-Mahdi (merasa aman) dari bencana (ditenggelamkannya Bumi oleh Allah bersama mereka) di padang pasir Al-Baida’ (atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari) di Maqom Ibrahim.
46.  (Atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan) pasukan ke-2 ditenggelamkan lagi oleh Allah di perjalanan antara Mekkah dan Madinah (maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak) azab itu.
47.  (Atau Allah mengazab mereka secara berangsur-angsur) sampai binasa (maka sesungguhnya Tuhan kalian adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).

Hadits tentang munculnya Imam Mahdi dari Ummu Salamah (istri Nabi saw), bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Akan terjadi perselisihan saat wafatnya seorang khalifah (Raja Arab Saudi), maka keluarlah seorang laki-laki penduduk Madinah (Al-Mahdi) melarikan diri ke Mekkah (ketika musim haji setelah jemaah haji selesai wukuf di Arafah). Kemudian ia didatangi oleh penduduk Mekkah dan dikeluarkan dari tempat tinggalnya. Setelah itu mereka membaiatnya di suatu tempat di antara rukun Ka’bah dan maqom Ibrahim, sedang ia membenci hal itu. Lalu dikirimlah pasukan dari Syam (untuk menyerangnya) namun pasukan itu dibinasakan oleh Allah di antara Mekkah dan Madinah (di padang pasir Al-Baida’) serta di Maqom (Ibrahim). Kemudian dikirim lagi pasukan dari Syam dan dibinasakan oleh Allah (lagi) di antara Makkah dan Madinah. Ketika manusia melihat hal itu (karena beritanya disiarkan di seluruh dunia lewat TV dan radio), maka ia didatangi oleh pemuka-pemuka Negeri Syam dan Irak untuk membaiatnya. Tak lama kemudian muncullah seorang laki-laki (yang telah dibaiat menjadi Imam Mahdi pemimpin kaum muslimin) dari kaum Quraisy yang didukung oleh paman-pamannya yang gigih. Akhirnya laki-laki (Imam Mahdi) itu mengalahkan khalifah tersebut, itulah pasukan yang tangguh dan sungguh merugilah bagi mereka yang tidak sempat turut serta dengannya. Laki-laki itu (Imam Mahdi) membagi-bagikan harta benda serta mengamalkan sunnah nabinya dan meneguhkan Islam di muka Bumi. Hal ini berlangsung beberapa lama hingga akhirnya ia meninggal dan dishalati oleh kaum muslimin”. Dan Imam Mahdi resmi menjadi pemimpin umat Islam dan memimpin perang melawan Israel dalam Perang Libanon, Aleppo, Armageddon I dan Armageddon II (bersama Nabi Isa as memerangi Dajjal dan para pengikutnya yang terdiri dari orang-orang kafir Yahudi dan orang-orang kafir seluruh dunia, lalu membunuh mereka semua termasuk bangsa Ya’juj dan Ma’juj). Hadits riwayat Abu Dawud.

2.      Israel memecah belah rakyat Libanon, pada saat negara-negara di Jazirah Arab sedang terpecah belah akibat perang dan perselisihan di antara mereka. Kemudian Israel menyerang Libanon, pecahlah Perang Libanon karena untuk mewujudlan nafsu agresinya para pemimpin Israel yang rakus dan ambisius dengan tujuan membentuk “Erest Israel” atau Negara Israel Raya. Maka Perang Libanon tersebut berakhir dengan kehancuran Israel sendiri, Israel telah ‘menabur angin dan akhirnya menuai badai’. Merasa mau kalah, Israel mengajukan gencatan senjata, mulanya kaum muslimin tidak setuju, tetapi akhirnya mereka setuju. Lalu ditandatanganinya perjanjian perdamaian antara kaum muslimin yang diwakili oleh Imam Mahdi dan pemimpin negara Israel, insya Allah 3,5 tahun kemudian 3 meteor super raksasa jatuh ke Bumi untuk mengazab musuh-musuh Allah, rasul-Nya dan kaum muslimin.

Qur’an surat Al-An’aam ayat 44-45 dan 49 :
44.  (Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu) kesenangan sebagai istidraj untuk mereka (sehingga apabila mereka bergembira) disertai rasa sombong (dengan apa yang telah diberikan kepada mereka) lalu (Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa).
45.  (Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan) sampai ke akar-akarnya sehingga habis tanpa bekas (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam).
49.  (Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka ditimpa siksaan disebabkan mereka selalu berbuat fasik).
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 13 :
13.  (Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan rasul-Nya, dan barangsiapa menentang Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya).
Qur’an surat Al-Ahzab ayat 57 :
57.  (Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan rasul-Nya) dengan mendustakan Allah dan rasul-Nya dan sebagainya (Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat) dijauhkan dari rahmat-Nya (dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan) di dunia dan di akhirat.
Qur’an surat Al-Hasyr ayat 4 :
4.      (Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka telah menentang Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah, maka  sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya).
Qur’an surat Al-Jin ayat 23 :
23.  (….Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya baginya Neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya).

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Armageddon I dan II oleh Ir. Wisnu Sasongko M.T. dan sumber lain.