13 April, 2014

MANFAAT SHALAT UNTUK JASMANI DAN ROHANI

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 6 :
6.      (Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka) berwudhulah dahulu  (basuhlah muka dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan) basuhlah (kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Dan jika kamu junub, maka bersucilah) mandi junub (dan jika sakit) tidak boleh menyentuh air, karena jika terkena air sakitnya bertambah parah (atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air) besar dan kecil (atau menyentuh perempuan) yang bukan muhrim (lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik) bersih atau suci (sapulah muka dan tanganmu) sampai ke siku (dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan hendak menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu, supaya kamu bersyukur) An-Nisaa’ ayat 43.

BERWUDHU :
Berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi dan media komunikasi antar sel saraf untuk rangsang nyeri, panas dan sentuhan secara tekanan. Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Berwudhu merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Jika kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman, seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banyak kuman.

Air untuk berwudhu adalah air yang suci dan bersih, persenyawaan atom Hidrogen dengan atom Oksigen, kemudian membentuk H2O (air). Air adalah zat yang paling netral di antara zat-zat kimia yang lain. Dengan berwudhu  terjadi proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, juga lubang tubuh yang terbuka (pori kulit, rongga mulut, hidung dan telinga) yang berhubungan dengan udara terbuka yang penuh dengan debu yang menutupi pori-pori kulit tubuh kita, sehingga menghalangi asam susu atau asam lelah (yaitu zat asam yang menimbulkan kelelahan) untuk keluar dari tubuh kita. Dengan membasuh daerah-daerah terbuka, maka diharapkan pori-pori pada kulit tubuh kita tetap bersih, sehingga proses pengeluaran sisa ekskresi yaitu tempat pengeluaran sisa hasil pembakaran makanan melalui kelenjar keringat dapat berjalan dengan lancar tanpa terhambat debu dan lainnya yang menutupi pori-pori kulit. Saat berwudhu, jangan hanya menyiramkan air ke anggota badan saja, tapi waktu mengusap, sambil menekan bagian-bagian tubuh untuk menstimulasi keseimbangan anggota badan lewat dinginnya air wudhu dan usapan yang setengah memijat.

Wudhu berfungsi mengurangi tekanan emosi yang berlebihan di saraf-saraf kita, sehingga cenderung menurunkan stres dan tingkat kemarahan, membangun daya tahan, menyehatkan dan menstabilkan kondisi tubuh, bagi orang mengantuk, bisa mengangkat kembali gairah dan kesegaran tubuh, meratakan suhu tubuh yang tidak rata akibat aktifitas kita, sebab bagian tubuh yang dipakai bekerja, suhunya akan meningkat daripada yang lain. Jika banyak menggunakan otak untuk berpikir, maka suhu di kepala akan meningkat lebih tinggi dibandingkan anggota tubuh lain, maka air wudhu mendinginkan suhu di kepala. Janganlah mengeringkan air wudhu dengan handuk, biarkan kering sendiri, karena di situlah proses normalisasi suhu dari kaki sampai kepala, sehingga suhu tubuh kita menurun sesuai suhu kamar.
Arti rohaniahnya : Allah memerintahkan kita untuk menggunakan pancaindra dan tubuh kita untuk perbuatan-perbuatan yang bersih dan tetesan air wudlu berubah menjadi malaikat yang mendoakan agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan dapat meredakan amarah.
BERDIRI LURUS UNTUK SHALAT :
Bermanfaat untuk meluruskan tulang belakang dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. 
TAKBIRRATUR IKHRAM :
Takbir dengan mengangkat tangan merupakan latihan awal pernapasan yaitu dengan meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa Oksigen mengalir lancar. Paru-paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Takbir juga menghindarkan dari berbagai gangguan persendian khususnya tubuh bagian atas dan menarik energi positif dari Allah ke dalam tubuh dan berimbas di sekelilingnya.
Dalam arti rohaniah, Allah menjelaskan pada kita bahwa kita adalah kecil dan hanya Allah saja Yang Maha Besar dan urusan menyembah kepada Allah adalah urusan besar, sedang urusan yang lain adalah urusan kecil.
RUKUK :
Rukuk yang tumakninah atau tenang, melancarkan aliran darah di tubuh mengalir ke jantung, ke pangkal otak, terutama ke semua bagian otak dengan sempurna karena sejajarnya letak bahu dengan leher sehingga otak bekerja lebih baik. Aliran akan semakin lancar bila rukuk dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher, rukuk juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat gerakan rukuk mencegah terjadinya pengapuran dan akan mengempiskan ginjal. Rukuk melatih kandung kemih untuk mencegah dari gangguan prostat, sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih (buang air kecil). Melancarkan aliran darah ke kepala, terutama ke semua bagian otak sehingga otak bekerja lebih baik. Sel darah merah berfungsi untuk membawa Oksigen dan nutrisi (sari-sari makanan) yang sangat penting, karena sangat dibutuhkan untuk kesempurnaan kerja seluruh organ-organ tubuh supaya kerjanya bisa maksimal.

Di jantung, Oksigen dibutuhkan untuk menggerakkan otot-otot jantung supaya bisa memompa darah yang mengandung     Oksigen dan nutrisi dengan sempurna menuju ke sel-sel seluruh tubuh. Kadar Oksigen yang tinggi yang masuk ke dalam sel-sel tubuh lewat gerakan shalat, terutama mengerjakan shalat Subuh yang tepat waktu menyebabkan sel-sel penyakit seperti kanker menjadi tidak dapat tumbuh, sehingga dapat mencegah penyakit kanker, asma dan mencegah berbagai penyakit. Dengan adanya energi dari Oksigen yang cukup dapat membantu memperbaiki dan mengaktifkan sel, bagus digunakan untuk terapi bagi mereka yang menderita sakit diabetes, gagal ginjal dan penyakit lainnya. Oksigen menangkal radikal bebas, sehingga membantu regenerasi sel-sel di kulit wajah seperti manfaat vitamin E membuat kulit menjadi cantik, mencegah penuaan dini menyebabkan awet muda. Oksigen menstabilkan tekanan darah, meningkatkan metabolisme, ekskresi, kegiatan hormon, kegiatan enzim untuk pembelahan sel-sel. Oksigen yang cukup pada sel-sel tubuh membuat sel-sel berfungsi secara normal dan membantu sistem peredaran darah supaya kita tidak kesulitan bernafas, sehingga membuat fungsi tubuh manusia dapat bekerja secara optimal dan masih banyak manfaat Oksigen bagi tubuh dan anggota tubuh. Khusus bagi perokok aktif dan pasif, Oksigen di tubuhnya tidak bisa lagi mengeluarkan racun-racun dan zat-zat kimia lainnya dari darah dan paru-parunya. Silahkan baca : Manfaat Shalat Shubuh Secara Ilmiah

Rukuk menguatkan tulang dada beserta jaringan ototnya, meningkatkan kelenturan jaringan otot dada serta meningkatkan kekuatan fungsi paru-paru karena gerakan rukuk melibatkan tarikan otot yang cukup kuat yang berfungsi untuk mengeluarkan racun-racun dan gas Karbondioksida keluar dari tubuh dan memasukkan Oksigen ke dalam tubuh dan tempat pertukaran CO2 dengan O2 di kantong-kantong udara paru-paru, yang bertugas melakukan pertukaran, dengan membawa dan mengeluarkan CO2 dan memasukkan dan membawa O2 ke dalam tubuh itu adalah Hemoglobin (Hemoglobin adalah molekul protein di dalam sel darah merah atau eritrosit yang berwarna merah dan berbentuk kotak). Rukuk menguatkan jaringan otot, terutama otot tulang belakang, otot tulang ekor dan semua persendiannya, juga struktur tulang belakang serta antar ruas tulang belakang. Gerakan rukuk dapat melindungi tulang dari kemungkinan keseleo atau terkilir ruas tulang belakang. Posisi rukuk itu untuk menyiapkan kepala dan otak menerima aliran darah yang melimpah yang mengandung Oksigen dan nutrisi ketika tubuh memasuki posisi sujud. Rukuk berfungsi melancarkan sistem pencernaan, usus dua belas jari, dan usus besar dan meningkatkan sistem kekebalan sehingga tubuh terlindung dari serangan berbagai penyakit, seperti varises, nyeri sendi, reumatik, sakit kepala dan lain-lain.
IKTIDAL :
Organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian, sehingga pencernaan menjadi lancar.
SUJUD :
Gerakan sujud secara kontinyu dapat memacu kecerdasan otak, sujud yang tumakninah bisa mengalirkan darah yang mengantarkan Hemoglobin yang membawa Oksigen yang memadai dan nutrisi (glukosa untuk energi otak) dari tubuh ke otak sampai ujung otak dengan lancar dan sempurna, sehingga meningkatkan daya ingat dan mencerdaskan otak dan insya Allah bisa menyembuhkan penyakit-penyakit yang ada di kepala, misalnya stroke, vertigo, pusing dan sebagainya. Maka penting sekali jika sujud harus tumakninah, supaya darah mengalir ke otak dengan sempurna, sampai ujung otak kita terisi dengan Oksigen dan nutrisi secara maksimal, sehingga sel-sel saraf yang ada di kepala khususnya di otak bekerja dengan sempurna. Otak membutuhkan 60% Oksigen, sedangkan tubuh hanya membutuhkan 40% Oksigen dari seluruh Oksigen yang masuk ke seluruh sel-sel tubuh lewat paru-paru.

Setiap saat manusia menghadapi medan radiasi yang terus menerus atau dikelilingi oleh medan elektromagnetik yang dapat mempengaruhi dan membebani sel-sel tubuh. Sujud membantu tubuh untuk menghilangkan berbagai materi asing, seperti radiasi zat-zat yang berbahaya, gelombang elektromagnetik yang berlebihan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti sakit kepala, nyeri leher, radang sendi, kelelahan dan sebagainya, sehingga tubuh tidak perlu diobati dengan obat-obat kimiawi atau perangkat medis elektronik yang memiliki efek samping yang berbahaya, insya Allah cukup diobati dengan gerakan sujud kepada Allah dengan tumakninah di dalam shalat saja. Proses pengosongan atau pengeluaran gelombang elektromagnetik dari tubuh terjadi ketika dahi, hidung, tangan, lutut dan ujung kaki menyentuh Bumi dalam sujud, dalam posisi sujud itu, gelombang elektromagnetik positif dari tubuh manusia dialirkan ke Bumi yang memiliki gelombang elektromagnetik negatif. Dengan sujud itu, tubuh terbebas dari radiasi gelombang elektromagnetik yang berlebihan di dalam tubuh dan proses pengosongan tubuh dari radiasi zat-zat yang berbahaya itu berjalan dengan lancar jika dahi, hidung, tangan, lutut dan ujung kaki semua menyentuh Bumi dan lebih efektif lagi jika sujudnya menghadap kiblat tempat pusat energi positif dari Allah dan menjadi pusat Bumi.

Sesungguhnya setiap sujud yang dilakukan karena Allah, niscaya akan meninggikan derajat kita, dan sesungguhnya setiap derajat itu setara dengan jarak antara Bumi dan Langit. Sujud merupakan olahraga, gerakan tubuh sederhana yang berfaedah mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang berlebihan dari dalam tubuh, serta melancarkan peredaran darah, menambah kekuatan konsentrasi dan pikiran, serta melatih manusia untuk bersabar dan tenang, karena dengan mengingat Allah (shalat) hati menjadi tenang. Orang yang suka marah biasanya tidak akan bisa bersujud dalam waktu yang lama. Sujud dapat membersihkan rongga hidung dan saluran pernafasan, posisi 2 tangan di sisi dada memudahkan proses pengosongan paru-paru (di bagian alveolus) dari gas Karbondioksida sehingga paru-paru bisa mendapatkan pasokan Oksigen yang lebih banyak. Gerakan dan gestur tubuh ketika sujud mendorong keluarnya hawa buruk atau gas Karbondioksida, racun-racun dan zat-zat kimia lainnya dari saluran pernafasan sedikit demi sedikit dan digantikan oleh masuknya Oksigen ke paru-paru dengan maksimal pada saat mengerjakan ibadah shalat, terutama gerakan sujud yang tumakninah pada saat shalat Shubuh yang dikerjakan tepat waktu, karena Oksigen masih berada di permukaan Bumi belum terdesak ke atas oleh gas CO2 (Karbondioksida) dan gas CO (Karbonmonooksida) dari pembakaran minyak dan gas oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik besar dan kecil dan lain-lain yang mengotori Atmosfer Bumi.

Faedah paling penting dari semua gerakan sujud adalah melancarkan aliran darah menuju otak yang membutuhkan glukosa sebagai bahan bakarnya. Gerakan itu juga melindungi jaringan pembuluh darah ke otak dari kerusakan atau gangguan, sekaligus menjaga kelenjar-kelenjar yang berada di dalamnya. Aliran darah yang mengalir sangat lancar dan sangat banyak karena gerakan sujud yang tumakninah yang membawa Oksigen dan nutrisi yang di dalamnya terkandung glukosa sebagai bahan bakar yang memadai yang meningkatkan fungsi kerja otak. Otak merupakan pusat eksekusi yang menentukan kerja dan aktifitas semua organ tubuh. Pengaruh kurangnya pasokan Oksigen dan nutrisi ke otak, berakibat terserang syncope, yaitu kehilangan kesadaran akibat kurangnya aliran darah yang mengandung Oksigen dan nutrisi menuju otak. Posisi sujud menjaga tubuh dari bertambahnya hormon beta endorphin pemicu syncope. Sujud dapat melenturkan jaringan otot sekitar panggul, yang membantu melindungi tubuh dari serangan wasir dan sakit otot atau reumatik. Sujud mencegah terjadinya sembelit, mengobati gangguan rahim pada wanita dan menurunkan kadar gula darah sehingga kita terhindar dari gangguan fungsi otak dan terhindar dari gangguan fungsi jaringan saraf pusat, terutama membebaskan tubuh dari materi-materi berbahaya seperti hormon serotin dan hormon serotonin (ke-2 hormon ini berfungsi sebagai neurotransmitter).

Sujud memicu penambahan aliran darah ke hati 3x lipat dibandingkan posisi berbaring, sebab, pada posisi sujud, darah mengalir seperti mengalirnya air dari atas ke bawah dan menyembuhkan penyakit hati yang diakibatkan karena kurangnya aliran darah ke hati, karena darah yang mengandung Oksigen dan nutrisi berfungsi untuk membantu proses pencernakan. Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah sehingga dapat mencegah wasir. Sujud yang dilakukan dengan cepat tidak ada manfaatnya karena tidak bisa mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tidak heran jika ada di sebagian sahabat Rasulullah saw menceritakan bahwa beliau saw sering lama dalam bersujud. Gerakan merunduk untuk sujud dan bangun dari sujud, pada gerakan ini, bagian tubuh yang terlibat adalah dua kaki, termasuk lutut, persendian pangkal paha, pergelangan, telapak kaki, dan jari-jari kaki. Pada gerakan tersebut ada sekitar 24 jaringan otot yang bekerja. Sementara, gerakan telapak kaki dalam sujud, duduk antara dua sujud, dan kemudian berdiri, melibatkan gerakan 28 jaringan otot. Gerakan rukuk dan sujud berpengaruh besar terhadap kelancaran pernafasan dan sistem pencernaan, karena dapat meningkatkan fungsi sistem pencernan, pernapasan dan sekresi. Gerakan lainnya dari sujud yaitu melibatkan dua tangan, tulang dan persendian tangan, tulang belakang, dan tulang ekor, sehingga dapat menguatkan struktur tulang punggung, tulang ekor dan persendian pangkal paha. Bahkan, nyaris semua jaringan otot dan persendian tubuh bekerja ketika kita sujud, termasuk juga otot leher dan bahu.
DUDUK TAWARRUK (Duduk Di antara Dua Sujud) :
Duduk tawarruk dan duduk iftirasi memiliki banyak faedah, gerakan ini menjaga kelenturan sendi lutut dan menjaga keutuhan cairan membrannya (synovial membrane), melenturkan persendian pangkal paha, jaringan otot kaki, serta jaringan otot lutut dan pergelangan kaki. Dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. Duduk tawarruk mencegah penyakit kandung kemih, prostat, saluran vas deverenss (darah) dan mencegah impotensi. Duduk tawarruk adalah berguna untuk tidak menyebabkan atau mencegah darah yang baru saja berada di otak mengalami pengurangan darah secara mendadak yang akan membahayakan kesehatan tubuh, duduk tawarruk berguna untuk tetap mempertahankan aliran darah ke otak sesuai kadar yang dibutuhkan otak, karena 2 lutut yang dilipat dalam duduk tawarruk berguna menahan aliran darah yang baru berada di otak supaya tidak balik ke paru-paru.
DUDUK IFTIRASI (Duduk Tasyahhud Akhir) :    
Menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
SALAM :
Gerakan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri melibatkan 21 jaringan otot untuk menghilangkan kegelisahan, menjaga kelenturan urat leher yang akan mempercepat aliran getah bening dari leher ke jantung, mengencangkan kulit wajah, menghilangkan kegelisahan, ketegangan dan rasa lelah di leher sehingga tidak lagi terserang sakit kepala dan sebagainya.
Arti rohaniahnya : Ahli shalat  harus selalu berbuat baik kepada tetangga kiri dan kanannya, menolong sesamanya, tidak merugikan orang lain, sebab ketika salam bertekad untuk menyelamatkan sesamanya dan lingkungannya.
HIKMAH GERAKKAN SHALAT :
Dapat memperindah tubuh wanita dan melancarkan kelenjar air susu di dalamnya. Shalat jika ikhlas, bisa menurunkan lemak-lemak jahat (LDL= Low Density Lipoprotein) di dalam tubuh. Gerakkan shalat itu membantu melancarkan peredaran darah ke seluruh organ yang vital. Shalat berfungsi mencegah penyakit tulang rawan dan kanker tulang, mengobati dan menyembuhkan gangguan tulang akibat keseleo pada tulang dan persendian. Gerakan shalat sangat sesuai dengan kebutuhan tulang untuk memperbarui sel-sel anabolik, seperti gerakan rukuk dan yang melibatkan lutut dan tulang belakang dan dapat mengurangi risiko pembengkokan tulang belakang sekaligus menguatkan otot-otot perut yang berhubungan dengan jaringan otot tulang belakang. Terapi gerakan shalat efektif untuk menguatkan jaringan otot, persendian dan tulang dan efektivitas terapinya dapat dibuktikan setelah 2 hari. Dr. Salwi Muhammad Rusydi dari Kairo telah melakukan penelitian mengenai 8 rakaat shalat sunat tarawih terhadap struktur vertebrata lumbalis atau tulang belakang. Dia menemukan bahwa setelah 1 bulan melakukan shalat Tarawih, keadaan tulang belakang itu menjadi lebih baik dibandingkan pada awal Ramadhan. Peralihan gerakan shalat dari gerakan yang satu dengan gerakan yang lain akan mengistirahatkan organ-organ fisiologis penting. Shalat melahirkan semangat dan kekuatan yang besar pada sistem metabolisme tubuh dan gerakan shalat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

Selain itu, gerakan bibir ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang diucapkan dengan lirih dan sesuai tajwid di dalam shalat, berpengaruh terhadap stabilitas fungsi pernafasan, juga dapat mengurangi perasaan sedih, marah dan menghidupkan akal, sehingga kita bisa berfikir dan berkonsentrasi dengan baik. Shalat menjadi media paling efektif untuk mengistirahatkan jiwa, yang kemudian pengaruhnya menyebar ke seluruh anggota tubuh. Semakin khusyuk shalat seorang muslim, semakin besar cahaya kesucian yang memancar dalam jiwanya, cahaya kesucian itu kemudian bergerak naik menuju otak bagian atas atau ujung yang disebut Talamus, lalu menyebar ke bagian Hipotalamus sehingga jiwa dan organ-organ dalam manusia benar-benar merasakan ketenangan dan kenyamanan. Situasi itu menekan jaringan saraf simpatetik, sehingga produksi hormon adrenalin, yaitu hormon pemicu stres dan depresi, termasuk hormon kortisol yang naik 5x lipat ketika seseorang resah, gelisah, stres, marah, atau sedih dalam darah pun menurun dalam kadar yang wajar, sehingga hati menjadi tenang dengan mengingat Allah. Hormon kartisol yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan metabolisme, gangguan kejiwaan, tekanan darah tinggi, meningkatkan kadar gula dalam darah, nyeri tulang dan persendian karena hormon kartisol memakan tulang.

Shalat yang dilakukan berulang-ulang pada waktu tertentu dapat memutuskan siklus stres, gelisah, dan berbagai tekanan jiwa lainnya. Shalat adalah berfungsi mengistirahatkan tubuh yang berfungsi meningkatkan kadar hormon insulin dan testosteron yang penting bagi tubuh dan pada saat yang sama menurunkan kadar hormon katokolamine (adrenalin dan neoroadrenalin) dan hormon kortisol. Shalat juga dapat menurunkan kadar lemak dan kadar gula dalam darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan kecepatan detak jantung karena jiwa yang menjadi tenang ketika shalat dan tubuh yang beristirahat sejenak dengan shalat yang berdampak penting terhadap perbaikan kondisi fisiologi manusia. Gerakan shalat dapat melancarkan peredaran darah dan menghilangkan endapan pada dinding pembuluh darah, terutama bagian lutut, pergelangan kaki dan pangkal paha. Darah yang mengalir deras ke bagian bawah tubuh ketika rukuk, kembali  dialirkan saat kita duduk di antara 2 sujud. Sementara pada gerakan sujud, detak jantung melambat dan secara otomatis mengistirahatkan pembuluh darah vena. Posisi sujud membuat aliran darah balik berjalan lancar setelah sebelumnya kesulitan mengalir balik karena gaya gravitasi Bumi. Dengan demikian, gerakan rukuk, sujud dan duduk dapat mencegah kita dari kemungkinan terserang penyakit varises yang disebabkan oleh pengendapan atau pembekuan darah pada pembuluh darah vena.
Qur’an surat Ibrahim ayat 31 :
31.  (Katakanlah) Muhammad (kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman : “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari Kiamat yang pada hari itu tidak ada jual beli) tebusan (dan persahabatan) pertolongan dari sahabat, Al-Baqarah 254.
Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 45 :
45.  (“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Alkitab) Al-Qur’an (dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allah) dengan mendirikan shalat (itu lebih besar keutamaannya) daripada ibadah-ibadah yang lain (Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”). Shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar karena membuat kelenjar ke-7 atau kelenjar induk, disebut juga Maestro Grand (yang terdapat di tengah-tengah kepala di dalam bagian otak paling dasar/atas/ujung) bekerja dengan sempurna untuk memblokir pesan-pesan buruk dan sesat dari setan dan mengalirkan pesan-pesan baik dari Allah ke seluruh jasmani dan rohani yang membuat semua organ tubuh kita terhindar dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, hal ini terjadi jika shalatnya Lillahi Ta’ala, tepat waktu, khusyuk, tumakninah, bacaan Al-Qur’annya sesuai tajwid dan tidak mengkonsumsi segala yang haram.

Rasulullah saw ketika shalat, pandangannya tertuju ke tempat sujud dan ketika tasyahhud, mata beliau saw melihat ke arah jari telunjuk. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Apakah pendapat kalian sekiranya ada sebuah sungai di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian dan ia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau saw bersabda : Begitulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapus dosa-dosa (kecil) mereka”.Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Karena shalat wajib itu menghapus dosa-dosa kecil, karena diibaratkan mandi yang bisa menghilangkan kotoran dan kuman yang ada di tubuh. Jika kita shalat wajib 5x, maka dosa-dosa kecil kita berguguran 5x juga selama sehari semalam. Beribadah shalat secara istiqomah yang gerakan-gerakan shalatnya dilakukan dengan benar, berarti kita telah hidup sehat jasmani dan rohani, insya Allah dan masih banyak lagi manfaat shalat di dunia dan di akhirat. Untuk mengetahui kepada siapa saja Allah memerintahkan mendirikan shalat.

Qur’an surat Al-A’raaf ayat 31 :
31.  (Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah) bagus (disetiap) memasuki (masjid) untuk mendirikan shalat atau mengerjakan ibadah-ibadah yang lain.
Qur’an surat Huud ayat 114 :
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang sahabat yang mencium perempuan yang bukan muhrimnya (mungkin kekasihnya). Kemudian sahabat itu menceritakannya kepada Rasulullah saw, maka beliau saw bersabda sampai dengan perkataan berikut ini : (Hal ini) berlaku bagi umatku seluruhnya”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
114.          (Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang) yaitu Shubuh, Dhuhur (Zhuhur) dan Ashar (dan pada bagian permulaan dari malam hari) yaitu Maghrib dan Isya’ (Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu) yaitu shalat wajib 5 waktu (menghapuskan) menggugurkan (perbuatan-perbuatan yang buruk) dosa-dosa kecil (Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat) kepada perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya.

Arti rohaniahnya : Jika kita selalu berhubungan dengan Allah melalui shalat, maka kita selalu merasa dekat dengan Allah, dan selalu ingat dengan Allah, karena Allah membuka ingatan kita, sehingga kita takut untuk berbuat dosa, karena merasa diawasi oleh Allah terus dan kita merasa dalam penglihatan Allah. Shalat membuat hati menjadi tenang, menghilangkan kegelisahan, kekhawatiran dan stres. Kita menjadi percaya diri menghadapi hidup karena semua yang mengatur Allah  dan memusatkan pikiran kita hanya kepada satu titik, yaitu Allah.
Pentingnya Tumakninah :
Rasulullah saw menegur orang yang mendirikan shalat secara tergesa-gesa tidak tumakninah atau tidak tenang dan menganggapnya belum mendirikan shalat. Dari kajian medis, shalat yang dilakukan secara terburu-buru tanpa tumakninah bisa membahayakan tubuh karena :
1.      Gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba dan tergesa-gesa akan mengagetkan (shock) jaringan otot, terutama jika seseorang mendirikan shalat tanpa memperbaharui wudhunya, misalnya, habis shalat Maghrib menunggu shalat Isya’ tanpa wudhu lagi. Dari Anas bin Malik berkata : “Rasulullah selalu berwudhu setiap kali akan shalat”. Hadits riwayat Ahmad dan Bukhari.
2.      Gerakan yang tiba-tiba dan cepat akan mempercepat peredaran darah dari dan menuju otak serta jantung. Keadaan itu akan menyebabkan tersendatnya aliran darah, khususnya bagi penderita penyakit jantung atau hipertensi, keadaan itu akan menaikkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung.
3.      Sujud dan rukuk yang dilakukan tergesa-gesa mungkin dapat menimbulkan rasa sakit karena persendian terkilir. Selain itu, kepala yang ditundukkan dengan cepat bisa menimbulkan kekagetan pada otak.
4.      Mengakhirkan shalat atau shalatnya ketika waktunya hampir habis dan melakukannya setelah makan, terlebih lagi jika dilakukan dengan cepat dan tergesa-gesa, maka akan merusak sistem pencernaan. Makanan yang baru masuk tidak dapat diproses oleh sistem pencernaan dengan baik, jika gerakan shalatnya dilakukan dengan tergesa-gesa.
5.      Rukuk dan sujud yang dilakukan secara cepat dan tergesa-gesa bisa menyebabkan nyeri punggung atau bahkan terkilirnya persendian tulang punggung atau tulang panggul.
6.      Shalat yang dilakukan secara tergesa-gesa dapat menyobek atau melukai jaringan otot pada leher atau punggung atau melukai pembuluh darah. Semoga Allah memberi kita taufik dan hidayah, Aamiin3x Ya Robbal‘alamin.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 45-46, 197, 223 dan 238-239 :
45.  (Dan mohonlah pertolongan) kepada Allah (dengan sabar dan shalat. Dan shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk) yang hatinya cenderung kepada keimanan dan ketakwaan,
46.  yaitu (orang-orang yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya) yaitu wafat dengan membawa semua amal ibadahnya.
197.          (…dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kamu kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal) agar kamu mendapat keberuntungan, Al-Maaidah 100.
223.          (….Dan kerjakanlah) amal-amal saleh (untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira orang-orang yang beriman).
238.          (Peliharalah semua shalat) mu (dan) peliharalah (shalat wusthaa) Ashar (Berdirilah untuk Allah) dalam shalatmu (dengan khusyuk).
239.          (Jika kamu dalam keadaan takut) ada bahaya (maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka ingatlah Allah) dirikanlah shalat (sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui).
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 80, 101 dan 103 :
80.  (Barangsiapa yang menaati rasul) Rasulullah saw (maka sesungguhnya ia telah menaati Allah, dan barangsiapa yang berpaling) tidak taat (maka Kami tidaklah mengutusmu) Muhammad (untuk menjadi pemelihara) penjaga segala perbuatan mereka, Rasulullah tidak bertanggung-jawab atas segala perbuatan mereka.
101.          (Dan jika kamu bepergian di muka Bumi, maka tidaklah mengapa apabila kamu mengqashar shalat…). 
103.          (Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, maka ingatlah Allah, baik di saat berdiri, maupun di saat duduk dan di saat berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman) dari bahaya (maka dirikanlah shalat itu) sebagaimana biasanya (Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman).
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 110 :
Disebutkan bahwa Nabi saw sering mengucapkan kalimat : “Ya Allah Ya Rahman”. artinya : “Wahai Allah Wahai Yang Maha Pemurah”. Maka orang-orang musyrik mengatakan : “Dia (Rasulullah saw) melarang kita untuk menyembah 2 tuhan, tetapi dia sendiri menyeru tuhan lain selain-Nya (Allah), maka turunlah ayat berikut ini :
110.          (Katakanlah : “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya) jangan sampai tidak terdengar (bacaannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”) selain itu, gerakan bibir ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang diucapkan dengan lirih dan sesuai tajwid di dalam shalat, berpengaruh terhadap stabilitas fungsi pernafasan, juga dapat mengurangi perasaan sedih, marah dan menghidupkan akal, sehingga kita bisa berfikir dan berkonsentrasi dengan baik.
Qur’an surat Al-Kahfi ayat 110 :
110.          Katakanlah Muhammad : (“Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku, bahwa sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan di dalam beribadat kepada Tuhannya dengan seorangpun”).
Qur’an surat Thaahaa ayat 132 :
132.          (Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu) yaitu pahala Surga (adalah bagi orang yang bertakwa).
Qur’an surat Al-Mu’minuun ayat 1-11 :
1.      (Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang beriman),
2.      yaitu (orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya),
3.      (dan orang-orang yang menjauhkan diri dari hal) perbuatan dan perkataan (yang tidak berguna),
4.      (dan orang-orang yang menunaikan zakat),
5.      (dan orang-orang yang menjaga kemaluannya) Al-Ma’aarij 29,
6.      (kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela) Al-Ma’aarij 30.
7.      (Barangsiapa mencari yang di balik itu) yaitu berzina dan sejenisnya (maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas)Al-Ma’aarij 31.
8.      (Dan) sungguh beruntung (orang-orang yang memelihara amanat-amanat) yang diembannya (dan) menepati (janjinya) Al-Ma’aarij 32,
9.      (dan orang-orang yang memelihara shalatnya) dengan istiqomah, Al-Ma’aarij 23 dan 34.
10.  (Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi),
11.  yaitu (yang akan mewarisi Surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya) Al-Ma’aarij 35.
Qur’an surat Asy-Syu’araa’ ayat 217-220 :
217.          (Dan bertawakallah) serahkanlah semua urusanmu (kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang).
218.          (Yang melihat kamu ketika kamu berdiri) shalat.
219.          (Dan melihat pula perubahan gerakmu) ketika mengerjakan rukun-rukun shalat (di antara orang-orang yang sujud).
220.          (Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
Qur’an surat Al-Mu’min ayat 14 :
14.  (Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai) nya.
Qur’an surat Al-Muzzammil ayat 4, 8 dan 20 :
4.      (… Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan) ketika shalat maupun di luar shalat.
8.      (Sebutlah nama Tuhanmu) bacalah Bismillaahir Rahmaanir Rahiim di awal bacaan Al-Qur’anmu (dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan).
20. (…karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an) yaitu bacalah surat-surat pendek yang kalian hapal ayat-ayatnya di dalam shalat (Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kalian orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka Bumi mencari sebagian karunia Allah dan orang-orang yang lain lagi, mereka berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an…).
Qur’an surat Al-A’laa ayat 14-15 :
14.  Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri) dengan beriman dan bertakwa.
15.  (Dan ia ingat nama Tuhannya, lalu ia shalat).
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 31 dan 132 :
31.  (Katakanlah) Muhammad (: “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku) ikutilah sunnah-sunnah Rasulullah saw (niscaya Allah mencintaimu) dengan memberimu pahala (dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
132.          (Dan taatilah Allah dan Rasul) Muhammad saw (supaya kamu diberi rahmat) oleh Allah.
Qur’an surat Al-An’aam ayat 155 :
155.          (Dan) Al-Qur’an (ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkahi, maka ikutilah ia) dengan mengamalkan apa yang ada di dalamnya (dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat) oleh Allah.
Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 4-5 :
4.      (….Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya) baik urusan di dunia maupun di akhirat.
5.      (…dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya).
Qur’an surat As-Sajdah ayat 15-17 :
15.  (Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada ayat ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami, mereka menyungkur sujud) sujud Tilawah (dan bertasbih) seraya (memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri).
16.  (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya) karena mereka mendirikan shalat Maghrib lalu dilanjutkan dengan shalat sunat sambil menunggu waktu shalat Isya’ dan bangun malam atau dini hari untuk mendirikan shalat sunat termasuk shalat Tahajud dilanjutkan dengan shalat Shubuh tepat waktu, sementara kebanyakkan manusia sedang tidur di tempat tidurnya (sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka).
17.  (Tidak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan).
Qur’an surat Thaahaa ayat 124 :
124.          (Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku) yang ada dalam Al-Qur’an, yaitu dengan mendustakan atau tidak mengerjakan perintah-perintah Allah, terutama tidak mendirikan shalat, padahal mengingat Allah dengan mendirikan shalat itu lebih besar keutamaannya daripada ibadah-ibadah yang lain (maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit) urusan dunianya dipersulit atau banyak menghadapi masalah (dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta) dan ia akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqar, Al-Muddatstsir 41-54.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 104 :
104.          (Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan) yaitu orang yang berpengetahuan agama (yang menyeru) berdakwah (kepada kebaikan) agama Islam (dan menyuruh kepada yang ma'ruf) yaitu segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah (dan melarang dari yang mungkar) yaitu segala perbuatan yang menjauhkan diri dari Allah (Merekalah orang-orang yang beruntung).
Qur’an surat Al-Furqaan ayat 52 :
52.  (…dan berjihadlah terhadap mereka dengannya) Al-Qur’an (dengan jihad yang besar).
Qur’an surat Adz-Dzariyaat ayat 55 :
55.  (Dan tetaplah memberi peringatan) tetaplah berdakwah atau memberi nasehat dengan Al-Qur’an (karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman) Al-A’laa 9.
Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 56 :
56.  (Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya Bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja).
Qur’an surat An-Najm ayat 62 :
62.  (Maka bersujudlah kalian kepada Allah dan sembahlah) Dia dan jangan menyekutukan-Nya dengan yang lain.
Qur’an surat Al-Hijr ayat 99 :
99.  (Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini) yaitu ajal atau ”shalatlah seumur hidup”.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr. Jamal Elzaky, Terpesona di Sidratul Muntaha oleh Agus Mustofa, Ketika Dokter Memaknai Sholat oleh Dr. Bahar Azwar dan berbagai sumber.

1 komentar:

Andyatama Aldo mengatakan...

makasih ya sangat bermanfaat untuk saya