25 November, 2014

FAEDAH SHALAT BAGI KESEHATAN TULANG

Shalat berfungsi menjaga kesehatan tulang dan persendian besar maupun kecil karena shalat merupakan pergerakan tubuh yang sederhana tanpa membutuhkan energi yang besar. Shalat yang dilakukan secara rutin 5 kali dalam sehari dapat meredakan kegelisahan jiwa akibat tekanan persoalan hidup sehari-hari. Shalat juga merupakan pergerakan hati yang dipenuhi keimanan kepada Allah sehingga aktifitas shalat akan menyehatkan jaringan syaraf otak. Salah satu faedah penting lain yang dimiliki shalat terhadap kesehatan tubuh adalah kemampuan menegakkan dan menyehatkan tulang. Tulang manusia melewati dua tahapan yang terus datang bergantian, yaitu tahap pembentukan dan tahap pengeroposan yang diikuti pembentukan sel tulang baru. Ketika manusia berada dalam tahap pertumbuhan, tahap yang paling dominan adalah tahap pembentukan sehingga tulangnya menjadi lebih panjang dan kuat. Setelah memasuki periode dewasa, tulang-tulang yang menegakkan tubuh memasuki tahap pengeroposan. Berbagi zat dan materi yang membentuk tulang mulai berkurang sedikit demi sedikit sehingga tulang lebih mudah retak dan patah. Tulang punggung semakin hari semakin melengkung karena berbagai zat yang membentuknya mulai berkurang sementara tulang tersebut tetap harus menahan berat tubuh. Tulang merupakan organ kaku dan keras yang membentuk bagian endoskeleton semua makhluk bertulang belakang. Tulang berfungsi menggerakkan, mendukung  dan melindungi berbagai organ tubuh, memproduksi sel darah merah dan darah putih dan menyimpan berbagai mineral. Tulang manusia terdiri atas beragam bentuk dan ukuran masing-masing memiliki stuktur internal dan eksternal yang sangat rumit. Meskipun ringan, tulang bersifat kuat dan keras untuk menjalankan fungsinya. Pada tubuh manusia dewasa terdapat sekitar 206 ruas tulang, sementara pada tubuh anak-anak terdapat 270 ruas tulang. Tulang berfungsi sebagai tempat penyimpanan beberapa mineral yang penting untuk tubuh, yang paling utama di antaranya adalah kalsium dan fosfor. Tulang juga menyimpan faktor pertumbuhan seperti faktor insulin, protein morfogenis, dan mineral lain. Tulang juga sebagai penyimpanan lemak, tepatnya di dalam sumsum tulang yang berwarna kuning. Secara lebih khusus, sumsum tulang menyimpan asam lemak.
Fungsi tulang lainnya adalah untuk menyeimbangkan kadar asam dalam darah. Tulang membantu darah untuk melawan perubahan pH berlebihan dengan cara menyerap atau melepaskan garam-garam alkalin. Jaringan tulang juga berfungsi sebagai perangkat detoksifikasi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh sehingga tidak merusak jaringan tubuh lain. Toksin yang mengendap dalam darah itu kemudian dikeluarkan melalui proses sekresi. Sebagai organ endoktrin, tulang mengendalikan metabolisme fosfat dengan mengeluarkan serat pertumbuhan faktor-23 (FGF-23), yang memengaruhi ginjal untuk mengurangi penyerapan fosfat. Sel-sel tulang juga melepaskan hormon yang disebut osteokalsin yang memengaruhi penyimpanan glukosa dan lemak. Hormon osteokalsin meningkatkan sekresi dan kepekaan insulin sehingga jumlah sel penghasil insulin meningkat pesat dan mengurangi cadangan lemak. Jaringan utama tulang, yaitu jaringan osseus (tulang), merupakan jaringan komposit material yang keras dan ringan, terbentuk dari kalsium fosfat. Kendati demikian, tulang memiliki tingkat kelenturan tertentu karena kandungan kolagen di dalamnya. Setiap tulang tersusun dari sel yang masih hidup dan sel yang sudah mati. Secara umum, tulang manusia memiliki kekuatan mencengkram dan menahan. Kekuatan itu dapat dilatih dengan senantiasa menggerakkan otot-otot tubuh yang meliputi semua bagian tulang. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa di dalam tulang terdapat aliran listrik dua kutub yang mempengaruhi proses distribusi tugas dan kerja semua sel penyusun tulang. Sel-sel itu ada yang bertugas melancarkan proses anabolisme (menyusun senyawa sederhana menjadi senyawa komplek) dan ada pula yang bertugas melancarkan proses katabolisme (memecah senyawa komplek menjadi senyawa sederhana). Serangkaian penelitian terbaru menunjukkan bahwa ketika manusia dalam keadaan jumud dan istirahat, aliran listrik dalam tulang berkurang yang berdampak pada berkurangnya berbagai zat pembentuk tulang. Akibatnya, tulang menjadi lebih rapuh dan keropos. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jika tubuh terlalu banyak diam untuk jangka waktu yang lama akan menyebabkan kejumudan pada tulang. Sebab, ketiadaan gerakan tulang dan persendian dapat meningkatkan kerja sel katabolis dan melemahkan sel anabolis sebagai akibat berkurangnya zat-zat pembentuk tulang. Bagi aktivitas umat Islam, dalam sehari-semalam , nyaris tidak ada waktu untuk membiarkan tulang tanpa melakukan gerakan.
Kewajiban shalat 5 waktu dalam sehari-semalam meniscayakan mereka menggerakkan tulang dan seluruh persendian. Dengan demikian, aliran listrik dalam tulang tidak akan berhenti atau berkurang sehingga sel-sel yang membentuk dan menguatkan tulang akan terus diperbaruhi. Jika diperhitungkan, butuh waktu sekitar 2 jam dalam sehari-semalam bagi setiap muslim untuk mendirikan 17 rakaat shalat fardlu dan beberapa rakaat shalat sunnah. Tentu saja, shalat bukanlah pergerakan tanpa makna dan faedah. Gerakan-gerakan shalat melibatkan seluruh bagian tulang dan persendian. Kewajiban shalat yang dijalankan setiap hari oleh umat Islam sepanjang hidup meraka niscaya dapat menguatkan dan menegakkan tulang dan persendian. Kita dapat menyaksikan buktinya pada kelompok masyarakat yang terbiasa mendirikan shalat dengan tekun dan taat. Dalam kelompok masyarakat seperti itu nyaris tidak ditemukan orang yang bongkok seiring dengan pertambahan usia. Dan secara lebih umum, masyarakat yang taat menjalankan syariat Islam niscaya akan menjadi masyarakat yang kuat dan sehat. Sejarah Islam membuktikan betapa pasukan muslim mampu melakukan ekspansi besar-besaran dan memenangi beberapa pertempuran meskipun jumlah mereka lebih sedikit dibandingkan pasukan musuh. Semua itu karena mereka menjalankan syariat Islam dengan penuh ketundukan dan ketaatan. Keistimewaan dan keagungan shalat tidak akan dirasakan hingga seorang berdiri, rukuk, dan bersujud di hadapan Allah Yang Mahasuci dengan ikhlas dan khusyuk seraya mengakui ke- Maha Esa-an Allah, Kemuliaan dan ke-Agungan-Nya. Ketika itulah hatinya memancarkan cahaya yang menerangi seluruh anggota tubuhnya dan memberinya kekuatan yang besar untuk terus bergerak menetapi jalan yang lurus. Secara lebih khusus, shalat sangat berfaedah untuk menjaga manusia dari sakit persendian dan penyakit tulang ekor. Temuan itu dikemukakan oleh Dr. Muhammad Walid al-Sya’rani yang meneliti penyakit radang sendi dan pengeroposan tulang. Ia menemukan dua keajaiban besar dalam shalat yang selama empat belas abad tersembunyi dari ranah pengetahuan manusia. Teori umum mengatakan bahwa jika seseorang terbiasa melenturkan tulang belakangnya, terutama bagian vertebrata lumbalis, pada usia kanak-kanak, kemudian ia terus melakukan latihan kelenturan itu ketika usianya beranjak semakin dewasa, kemungkinan terserang penyakit tulang belakang atau radang sendi menjadi lebih sedikit.
Tulang belakang manusia normal terdiri atas 33-34 ruas, yang terbagi dalam 5 kelompok besar yaitu :
1.                  Tulang belakang servik (vertebral cervical) yang terdiri atas 7 ruas.
2.                  Tulang belakang torakal (vertebral thoracal) yang terdiri atas 12 ruas.
3.                   Tulang belakang lumbal (vertebral lumbal) yang terdiri atas 5 ruas.
4.                  Tulang belakang sacrum (vertebral sacral) yang terdiri atas 5 ruas.
5.                  Tulang belakang kosigeal (vertebral coccygeal) yang terdiri atas 4-5 ruas.
Sebuah unit tulang belakang terdiri atas :
1.      Badan tulang belakang (corpus vertebral).
2.      Bantalan tulang belakang (discus intervertebral).
3.      Saluran syaraf tulang belakang (canalis medulla spinalis).
4.      Saluran akar saraf tulang belakang (neural foramina/canalis radicularis).
5.      Jaringan pengikat.
6.      Otot.
7.      Pembuluh darah.
Salah satu gangguan penting yang bisa menyerang tulang belakang adalah yang disebabkan oleh kerusakan bantalan tulang  (discus invertebral). Bantalan tulang belakang merupakan sebuah jaringan yang terletak di antara ruas-ruas tulang belakang. Bantalan itu memiliki banyak fungsi, di antaranya sebagai peredam gerakan antar tulang belakang. Bantalan itu dapat mengalami kerusakan atau pecah karena beberapa sebab, seperti karena kecelakaan, kesalahan posisi duduk, terlalu sering mengangkat beban berat dan pertambahan usia sehingga bantalan yang tadinya elastis menjadi kaku dan mudah pecah. Jika pecah, bantalan tersebut melebar sehingga bagian tepinya menekan syaraf-syaraf yang terdapat dalam susunan tulang belakang. Akibatnya, penderita akan merasakan gangguan syaraf terjepit. Gejala yang dirasakan bisa bersifat ringan seperti kesemutan dan pegal-pegal, hingga yang berat seperti nyeri hebat dan kelumpuhan. Dr. Muhammad Walid mengatakan bahwa penyakit yang berhubungan dengan vertebrata lumbalis banyak menyerang orang dewasa karena semakin berkurangnya kelenturan ligament posterior longitudinal pada tulang belakang serta berkurangnya serat scleroblastema yang membentuk jaringan luar annalus fibrosus. Ketika berbagai zat yang dibutuhkan tulang itu berkurang, tentu saja kekuatan tulang berkurang sehingga tulang cenderung menjadi rapuh dan keropos. Gerakan tulang yang dibutuhkan untuk menjaga keutuhan serat pembentuk tulang adalah gerakan pada punggung dan lutut. Kemudian dia mengadakan penelitian terhadap 881 orang dewasa dan mengajukan kepada mereka beberapa pertanyaan, yaitu apakah mereka sedang menderita penyakit tulang atau punya riwayat penyakit tulang, nyeri sendi atau penyakit lain yang menyerang tulang, dan apakah mereka selalu mendirikan shalat, jarang melaksanakannya ataukah tidak pernah melaksanakannya untuk waktu yang cukup lama? Hasil penelitian menunjukkan 2.6% orang yang terbiasa mendirikan shalat sejak berusia 10 tahun ternyata tidak pernah mendapat serangan penyakit tulang atau persendian, sementara 70% diantara mereka yang tidak pernah shalat ternyata mengalami gangguan tulang dan persendian yang sangat parah. Yaitu gangguan atau kelainan tulang dan persendian disebabkan oleh berkurangnya cairan yang menjaga kelenturan persendian, berkurangnya berbagai zat kimia pembentuk tulang  dan perubahan struktur tulang belakang.
Shalat merupakan latihan yang sangat penting untuk menjaga keutuhan cairan di dalam sumsum tulang. Cairan yang terdiri atas mineral dan garam-garam penting itu berfungsi sebagai pelumas sehingga tulang-tulang yang tersambung pada persendian bisa bergerak dengan lentur dan fleksibel. Peralihan dari diam menuju rukuk, kemudian diam lagi, terus sujud, terus duduk diantara dua sujud, lalu sujud kedua, lalu diam, dst., akan mengeluarkan dan memasukkan cairan dari dan ke dalam persendian. Gerakan terus-terusan yang dilakukan dalam shalat dapat menjaga keutuhan cairan pelumas dalam persendian sekaligus melenturkan sambungan antar tulang. Dan jaringan otot yang berada di sekitar tulang dan persendian pun akan terjaga kelenturan dan kekuatannya. Dengan demikian, persendian antar tulang akan tetap kuat dan kokoh meskipun usia terus bertambah, fakta yang terjadi di dunia Barat membuktikan fenomena ini. Kita melihat banyak orang Barat yang usianya belum terlalu tua tetapi tubuhnya telah membungkuk atau setidaknya condong ke depan, kepalanya miring ke kiri atau ke kanan, dan banyak di antara mereka yang bertumpu pada tongkat atau kruk untuk berjalan. Fenomena seperti itu tidak jarang terlihat di dunia muslim. Jika ada, itu semata-mata disebabkan oleh factor keturunan atau kecelakaan. Rahasiannya terletak pada shalat yang terbiasa dilakukan kaum muslim. Shalat menjaga tubuh, termasuk tulang dan persendian tetap kokoh dan kuat. Selain berfungsi mencegah penyakit tulang rawan dan kanker tulang, shalat juga dapat mengobati dan menyembuhkan gangguan tulang akibat keseleo. Ini dibuktikan oleh Dr. Syafiq Zayyat yang mengadakan uji coba terhadap 40 orang penderita gangguan keseleo ruas tulang belakang. Setelah seminggu menjalani terapi penyembuhan dengan terus mendirikan shalat, ternyata kondisi mereka membaik dan keluhan sakit pada tulang penderita berkurang secara signifikan.
Dr. Zayyat menyimpulkan bahwa perbaikan kondisi penderita terjadi karena gerakan-gerakan dalam shalat sangat sesuai  dengan kebutuhan tulang untuk memperbaruhi sel anabolik, seperti gerakan rukuk dan sujud yang melibatkan lutut dan tulang belakang. Kedua bentuk gerakan itu dan gerakan-gerakan shalat lainnya juga dapat mengurangi risiko pembengkokan tulang belakang, sekaligus menguatkan otot-otot perut yang berhubungan dengan jaringan otot tulang belakang. Dibandingkan dengan terapi pijat, terapi gerakan shalat lebih efektif untuk menguatkan jariangan otot, persendian  dan tulang. Bahkan penelitian yang dilakukan Dr. Zayyat membuktikan bahwa efektivitas terapi dapat dirasakan 48 jam setelah pelatihan. Para peneliti lain sampai pada kesimpulan bahwa orang yang mengalami keseleo atau nyeri sendi perlu melakukan gerakan-gerakan tubuh yang menyerupai gerakan dalam shalat sebanyak lima kali dalam sehari. Biasanya, orang yang mengalami nyeri tulang akibat benturan atau luka, baru bisa melakukan gerakan-gerakan seperti itu beberapa hari setelah peristiwa yang membuatnya terluka. Karena itu, shalat dianggap sebagai media paling efektif untuk menguatkan jaringan otot tulang belakang dan latihan yang sangat bagus untuk melenturkan seluruh bagian tulang. Dr. Sahwi Muhammad Rusyidi dari Kairo telah melakukan penelitian mengenai pengaruh 8 rakaat shalat tarawih terhadap struktur vertebrata lumbalis. Ia menemukan bahwa setelah sebulan melakukan tarawih, keadaan tulang belakang itu menjadi lebih baik dibandingkan  pada awal Ramadhan.
Berikut ini beberapa faedah penting gerakan rukuk terhadap kesehatan tulang :
1.      Menguatkan jaringan otot, terutama otot tulang belakang, juga struktur tulang  belakang, serta bantalan antar ruas tulang belakang. Gerakan rukuk dapat melindungi tulang dari kemungkinan keseleo atau terkilir ruas tulang belakang.
2.      Meningkatkan kelenturan jaringan otot dada serta meningkatkan fungsi paru-paru karena gerakan rukuk melihatkan tarikan otot yang cukup kuat dan gerakan itu dapat mengeluarkan hawa atau udara yang tidak dibutuhkan tubuh.

Sumber: Buku Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr. Jamal Elzaky

PROSES PENCIPTAAN MANUSIA (ADAM) SECARA FISIKA

Proses asal kejadian manusia (Nabi Adam as) terdiri dari 7 macam kejadian :
1.      Qur’an surat Ar-Rahman ayat 14 juz 55 :
(“Khalaqal insaana min shalshaalin  kalfakhkhar”).
(“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar”) yaitu tanah yang di bakar, yang dimaksudkan dengan kata shalshaal  di ayat ini adalah tanah kering, yaitu zat pembakar (Oksigen).
2.      Di ayat tersebut di atas, disebutkan juga kata fakhkhar, yang artinya adalah zat arang (Karbon).
3.      Qur’an surat Al-Hijr ayat 26, 28 dan 33 juz 14 :
(“Waidz qaala rabbuka lilmalaaikati innii khaaliqum basyaram minshalshaalim min hamaaim masnuun”).
(“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat : “Sesungguhnya Aku) Allah (hendak membuat seorang manusia) Adam (dari tanah kering) yang berasal (dari lumpur hitam yang diberi bentuk). Di ayat ini tersebut juga kata shalshaal yang artinya tanah kering, sedangkan kata hamaain di ayat tersebut adalah zat lemas (Nitrogen). Nitrogen (N2) terdapat dalam banyak jaringan hidup dan pembentuk banyak senyawa penting seperti asam amino dan asam nitrat yang merupakan komponen terpenting pembentuk DNA dan RNA yaitu sejenis protein cikal bakal kehidupan makhluk hidup.
4.      Al-Qur’an surat Al-An’aam ayat 2, Al-Mu’minuun 12, As-Sajdah ayat 7 dan Shaad ayat 71 :  
(Alladzii ahsana kulla sai’in khalaqahuu wabada’a khalqal insaa ni  mintiin”).
(“Dan) Allah (membuat manusia berasal dari tanah basah”) yang dimaksud dengan kata tiin di ayat ini adalah atom zat air (Hidrogen) di ayat ini mengisyaratkan keterlibatan molekul air (H2O) dalam proses terbentuknya molekul-molekul pendukung proses kehidupan. Seperti diketahui, air adalah media bagi terjadinya suatu proses reaksi kimiawi dan biokimiawi untuk membentuk suatu molekul baru. Kalimat “yang diberi bentuk” mengisyaratkan bahwa reaksi biokimiawi yang terjadi dalam media air itu telah menjadikan unsur-unsur yang semula “hanya atom” menjadi “molekul organik dengan susunan dan bentuk tertentu”, seperti asam amino atau nukleotida.
5.      Al-Qur’an surat Ash-Shaaffat ayat 11 juz 23 :
(“Innaa khalaqnaahum min tiinillazib”).
(“Sesungguhnya Aku menjadikan manusia dari tanah liat”) yang di maksud dengan kata lazib di ayat ini adalah zat besi (ferum). Fungsi dan manfaat zat besi yang paling utama yaitu berperan penting dalam mendukung fungsi pertumbuhan, perkembangan dan sistem kekebalan tubuh pada janin dan ibu hamil serta menjaga kesehatan tubuh. Peran dan manfaat tersebut tidak terlepas dari fungsi zat besi itu sendiri dalam tubuh kita yaitu membantu metabolisme protein, zat besi berperan dalam produksi Hemoglobin dan untuk proses Haematopoiesis, yaitu proses pembentukan sel darah merah yang melibatkan arteri pada paru-paru dan menjadi bagian dari Hemoglobin. Manfaat zat besi lainnya yaitu meningkatkan daya tahanan  tubuh yang menjadikannya tangguh dalam melawan infeksi. Sebaliknya, kekurangan zat besi akan membuat tubuh kita merugi, karena dapat menyebabkan penyakit-penyakit seperti anemia defisiensi besi, anemia kronis, gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Makanan yang mengandung zat besi : gurita, tiram, kepiting, belut, ikan mas, lele, mujaer, bandeng, kembung, kakap, tengiri, tongkol, sarden, makarel, baronang, salmon, caviar (telur ikan sturgeon, termahal caviar beluga), telur, daging merah (sapi, kambing, domba, unta, kuda), hati, sumsum tulang, ayam, bebek, beras, roti gandum, sereal, jagung, yoghurt, asparagus, sayuran hijau, kecambah, edamame, kentang + kulitnya, bit, labu, kedelai+olahannya, kacang-kacangan, biji-bijian, tomat, stroberi, markisa, alpukat, jeruk, apricot, sukun, kurma dan kismis. 
Berikut ini fungsi dan manfaat zat besi yang utama bagi tubuh kita :
a.       Pembentukan Hemoglobin (Hb).
Allah sebutkan lazib tersendiri, padahal ia termasuk zat-zat anorganik juga, karena peranannya sangat penting. Ini adalah fungsi dan manfaat zat besi yang paling utama, lazib atau zat besi membentuk Hemoglobin (molekul protein di sel darah merah atau eritrosit yang berwarna merah dan berbentuk kotak) yang berfungsi memasukkan Oksigen ke dalam tubuh dan membawa Oksigen ke seluruh organ tubuh dan anggota tubuh. Sel darah merah yang mengandung nutrisi termasuk zat-zat besi untuk energi dan Oksigen dipakai sel-sel untuk bernafas dan juga berfungsi untuk menghantarkan listrik ke sel-sel dan saraf-saraf di seluruh organ tubuh dan anggota tubuh dengan bantuan radiasi medan magnet Bumi supaya lincah bergerak dan melancarkan peredaran darah, karena setiap 1 sel darah merah mengandung 250 juta molekul Hemoglobin (dibentuk oleh zat besi) dan setiap 1 sel darah merah mengandung 1 milyar atom zat besi yang berfungsi sebagai penghatar listrik di tubuh. Zat-zat besi yang dibawa sel darah merah mengalir ke seluruh sel tubuh dan kepala dengan lancar dan bisa bekerja dengan optimal karena terinduksi magnet Bumi yang diambil oleh tubuh kita lewat gerakan sujud yang tumakninah. Hemoglobin sangat penting dan selalu diproduksi oleh tubuh karena manusia cenderung kehilangan darah melalui berbagai sebab, seperti : hancurnya sel darah merah karena memang sudah saatnya rusak, melalui luka, baik luka dalam maupun luar, terutama pada wanita akan banyak kehilangan darah setiap bulan selama periode menstruasi, itulah mengapa perempuan lebih berisiko menderita anemia dibandingkan laki-laki. Jika seseorang kekurangan zat besi sehingga hemoglobin menjadi rendah maka dapat menyebabkan penyakit anemia.
b.      Fungsi Otot.
Manfaat zat besi sangat penting bagi kerja otot, karena zat besi merupakan unsur penting yang ada pada otot yang berupa Mioglobin. Mioglobin mengangkut Oksigen dari Hemoglobin dan berdifusi ke seluruh sel-sel otot. Zat besi juga mendukung fungsi otot tubuh untuk menggunakan Oksigen dan mengubah zat makanan menjadi energi. Tanpa zat besi, otot akan kehilangan kekuatan dan elastisitasnya, sehingga kelemahan otot adalah salah satu tanda yang paling jelas dari anemia akibat kekurangan zat besi.
c.       Fungsi Otak.
Peningkatan perkembangan otak juga merupakan salah satu dari sekian banyak manfaat zat besi. Karena pasokan Oksigen dalam darah dibantu oleh besi dan tentunya ini sangat penting karena otak menggunakan sekitar 20% Oksigen darah. Dengan demikian zat besi secara langsung berhubungan dengan kesehatan dan fungsi otak. Hal ini akan menunjang aktivitas kognitif dan membantu untuk menciptakan jalur saraf baru untuk mencegah gangguan kognitif seperti demensia dan penyakit Alzheimer. Oleh karena itu bagi mereka yang terpenuhi kebutuhan zat besinya, juga akan lebih mudah untuk konsentrasi.
d.      Pengaturan Suhu Tubuh.
Zat besi adalah fasilitator penting untuk mengatur suhu tubuh, menjaga suhu tubuh tetap stabil akan memungkinkan proses enzimatik dan metabolisme dapat terjadi dengan optimal pada suhu yang sesuai.
e.       Metabolisme Energi.
Fungsi zat besi lainnya yaitu sebagai bagian penting metabolisme energi dalam tubuh manusia. Hal ini melibatkan proses bagaimana energi diekstrak dari makanan yang dikonsumsi dan kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tubuh.
f.        Sistem Enzim.
Zat besi mendukung fungsi enzim dalam tubuh, peran enzim sangat penting untuk membantu tubuh dalam menjalankan sistem metabolisme, menjalankan fungsi pencernaan dan pertumbuhan sebagai bagian penting dari berbagai sistem enzimatik dan konstituen penting lainnya karena terdapat pada mioglobin, sitokrom dan katalase, tanpa ini semua, sejumlah sistem organ akan terhambat bahkan berhenti total.
Material genetika dan membran (dinding sel) ini harus ada dalam permulaan terjadinya kehidupan dan di dalam kandungan tanah liat ditemukan banyak materi yang sama dengan kedua material ini, keduanya saling bekerjasama mendukung kehidupan makhluk hidup. Ditemukan bukti bahwa tanah liat montmorillonite clay dapat dengan cepat merangsang pembentukan kantong membran yang berisi cairan, dan cairan yang terkandung dalam kantong membran tersimpan pula dalam tanah liat. Kantong ini nyatanya dapat tumbuh melalui pembelahan sederhana, pembelahan ini merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada sel primitif. Tanah liat dapat membentuk material genetika RNA dari bahan-bahan kimia sederhana. Dengan demikian, kedua struktur yang ada dalam sel “lempung” sederhana itu, yaitu kantong membran dan cairan yang mengisi kantong membran yang mengandung material yang sama dengan kandungan tanah liat dan RNA terkandung di dalam kantong membran maupun cairannya. Material genetika RNA yaitu materi penyusun struktur gen makhluk hidup yang mewarisi sifat, memecah sel, dan berevolusi dibentuk dari tanah liat. Dengan demikian, semua material yang berkaitan dengan dimulainya kehidupan makhluk selalu dikaitkan dengan tanah liat.
6.      Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 59 juz 3 :
    (“Khalaqahuu min turaabin tsumma qaalalah kun fayakuun”).
    (“Dia) Allah (menjadikan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, ”Jadilah!”, maka jadilah  manusia”) yang dimaksud dengan kata turaab di ayat ini adalah unsur-unsur zat-zat asli (Anorganik). Tanah mengandung banyak atom atau unsur metal (logam) maupun metalloid (seperti logam) yang sangat diperlukan sebagai katalis dalam proses reaksi kimia maupun biokimia untuk membentuk molekul-molekul organik yang lebih kompleks. Contoh unsur-unsur itu antara lain, besi (Fe), tembaga (Cu), kobalt (Co), mangan (Mn) dan sebagainya. Dengan tambahan unsur-unsur Karbon (C), Hidrogen (H), Nitrogen (N), dan Oksigen (O), maka unsur-unsur metal maupun metalloid di atas mampu menjadi katalis dalam proses reaksi biokimia untuk membentuk molekul yang lebih kompleks seperti ureum, asam amino atau bahkan nukleotida. Molekul-molekul ini dikenal sebagai molekul organik pendukung sebuah proses kehidupan.
7.      Al-Qur’an surat Al-Hijr ayat 29 juz 14 :
    (“Faai dzaa sauwwaituhuu wa nafakhtu fiihi mirruuhii faqa uulahuu saajidiin”).
   (“Maka setelah Aku) Allah (sempurnakan) bentuknya (lalu Kutiupkan ruh-Ku  kepadanya”).
Ke-11 ayat Al-Qur’an di atas, Allah telah menunjukan tentang proses kejadian Nabi Adam as sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan rohnya Allah kepadanya sehingga menjadi manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang ke-6 tentang kata turaab adalah zat-zat asli yang terdapat di dalam tanah yang dinamai zat anorganik. Zat Anorganik itu baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara fakhkhar yakni Karbon (zat arang) dengan shalshaal yakni Oksigen (zat pembakar) dan hamaain adalah Nitrogen (zat lemas) dan tiin yakni Hidrogen (zat air).
Jelasnya adalah persenyawaan antara :
Fakhkhar          = Karbon (zat arang) Ar-Rahman 14.
Shalshaal          = Oksigen (zat pembakar) Ar-Rahman 14.
Hamaain           = Nitrogen (zat lemas) Al-Hijr 26, 28 dan 33.
Tiin                   = Hidrogen (zat air) Al-An’aam 2, Al-Mu’minuun 12, As-Sajdah 7 dan Shaad 71.
Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferum) yang disebut Lazib, Qur’an surat As-Shaffat ayat 11, dan Yodium, Kalium, Silicium dan Mangaan, (zat-zat anorganik) dalam proses persenyawaan tesebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai Protein, inilah yang disebut Turaab (zat-zat anorganik) dalam Qur’an surat Ali Imran ayat 59. Salah satu di antara zat-zat anorganik yang dipandang penting adalah Zat Kalium, yang banyak terdapat di dalam jaringan tubuh, terutama di dalam otot-otot. Zat Kalium itu dipandang terpenting, oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukkan badan halus (invisible). Dengan berlangsungnya proteinisasi, menjelmalah proses pergantian yang disebut substitusi. Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah elektron-elektron sinar cosmis yang mewujudkan sebab pembentukkan (Formasi), dinamai juga sebab wujud (Causa Formasi). Adapun sinar Cosmis itu adalah suatu sinar yang mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar Cosmis dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah/visible) yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, telinga, hidung dan seterusnya. Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukkan tubuh kasar (Jasmani manusia/Adam) secara fisika. Sedangkan tentang rohani manusia (abstractwetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika.

Sumber : Al-Qur’an, Dialog Masalah Ketuhanan oleh K.H. Bahaudin Mudhary, Armageddon dan Tafsir Ilmi oleh Kemenag RI dan LIPI.
ani manusia (abstractwetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika.



Sumber : Al-Qur’an, Dialog Masalah Ketuhanan oleh K.H. Bahaudin Mudhary, Armageddon dan Tafsir Ilmi oleh Kemenag RI dan LIPI.

05 November, 2014

TAFSIR SURAT AL-MAAIDAH AYAT 110

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 110 :
110.          (*)(“...Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil) yang kafir dari keinginan mereka untuk membunuh Nabi Isa as dengan cara melempari batu atau merajam beliau as (**) (ketika engkau) Isa (mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata), (***) (lalu orang-orang kafir di antara mereka) Imam, para pemuka agama, ulama-ulama Yahudi dan sesepuh masyarakat (berkata : “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”) maksudnya, mereka mengingkari Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim as bahwa nabi akhir zaman yang bernama Nabi Muhammad saw adalah keturunan dari Nabi Ismail as.

Injil Barnabas Bab. 206 halaman 370-272 : Perdebatan Nabi Isa as dengan Imam tentang nabi akhir zaman.
(Beberapa hari sebelum perayaan hari raya Passover tanggal 10 Muharam tahun 34 Masehi). Ketika hari telah beranjak siang (waktu shalat Dhuhur/Zhuhur), Nabi Isa as memasuki Masjidil Aqsha bersama sejumlah besar orang termasuk murid-muridnya, kemudian Imam mendekati beliau as sambil berkata : “Jelaskan kepadaku hai Esou (Isa), apakah engkau telah melupakan semua yang telah engkau akui, bahwa engkau bukan tuhan, bukan pula putra tuhan, bukan pula seorang nabi akhir zaman (Mesias)?”
Nabi Isa as menjawab : “Tidak, satu hal yang pasti, aku tidak akan melupakannya, karena ini adalah pengakuanku yang akan aku pertanggungjawabkan nanti di hadapan sidang Pengadilan Tuhan (di hari Kiamat) kelak. Karena semua yang telah tertulis di dalam Kitab Moses (Kitab Taurat Musa) adalah sangat benar, sebab sebagaimana Tuhan Pencipta kita adalah satu-satunya Tuhan, sedangkan aku adalah seorang hamba Tuhan yang ingin melayani sang utusan Tuhan (Rasulullah saw) yang engkau sebut Mesias itu”.
Berkata sang Imam : “Lalu, untuk tujuan apa engkau datang ke masjid dengan begitu banyak orang-orang? Mungkin engkau berambisi untuk menjadikan dirimu sebagai Raja Israel? Berhati-hatilah, agar jangan sampai terjadi bahaya yang akan menimpamu!”
Nabi Isa as menjawab : “Jika aku mencari kemegahan jabatan dan terlibat lebih dalam urusan duniawi ini, maka aku tidak akan menyelinap pergi ketika rakyat Nain (Kota Nain, Provinsi Galilea - Israel) mengangkatku untuk menjadi raja. Percayalah kepadaku, sesungguhnya, aku tidak mencari apapun di dunia ini”.
Kemudian berkata sang Imam : “Kita ingin mengetahui satu hal tentang sang Mesias ini”. Kemudian para pendeta, kaum Leterati dan Farisi membuat sebuah lingkaran yang mengelilingi Nabi Isa as.
Nabi Isa as menjawab : “Apa sesuatu yang ingin engkau ketahui tentang Mesias? Mungkinkah ini adalah suatu kebohongan? Tentu saja, aku tidak akan berbohong kepadamu, karena jika aku mengatakan kebohongan, maka aku telah dipuja olehmu dan oleh kaum Literati dan Farisi berikut semua bangsa Israel, tetapi karena aku menjelaskan kebenaran Tuhan kepadamu, sehingga engkau membenciku dan berusaha untuk membunuhku”.
Berkata sang Imam (untuk menfitnah Nabi Isa as) : “Sekarang, kami mengetahui bahwa engkau mempunyai setan di belakangmu, karena engkau adalah seorang Samaria yang tidak mempunyai hormat kepada sang pendeta Tuhan”.

Injil Barnabas Bab. 207 halaman 272-273 :
Nabi Is as menjawab : “Demi Tuhan, aku tidak mempunyai setan di belakangku, justru aku berusaha untuk mengusir setan dari diriku. Oleh karena itu, atas sebab inilah setan menghasut dunia ini untuk melawanku, karena aku bukan bagian dari dunia ini, tetapi aku hanya berupaya agar Tuhan hendaknya dimuliakan, yang telah mengutusku ke dunia ini (sebagai nabi dan rasul-Nya). Oleh karena itu, dengarkanlah aku, dan aku akan menjelaskan kepadamu siapa yang mempunyai setan di belakangnya. Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam kehadirat-Nya, siapa yang bertindak menuruti kehendak setan (mengikuti hawa nafsu), dialah yang mempunyai setan di belakangnya, yang mengendalikan kehendak dia dan menguasai dia demi kesenangannya, membuat dia mengejar setiap kemaksiatan. Sebagaimana halnya pakaian yang berubah namanya dengan pergantian pemiliknya, meskipun ia adalah pakaian yang sama, demikian pula halnya dengan manusia, meskipun mereka terbuat dari bahan dasar yang sama, tetapi umat manusia berbeda-beda berdasarkan perbuatan-perbuatannya yang bekerja di dalam dirinya. Jika aku (setahuku) telah berbuat dosa, mengapa engkau tidak menegurku sebagai seorang saudara, daripada membenciku seolah-olah aku ini seorang musuh? Sesungguhnya anggota-anggota tubuh ini akan saling membantu satu sama lain ketika mereka disatukan dengan kepala, tetapi mereka yang terpisah dari kepala itu tidak akan dapat memberikan bantuan. Karena kedua tangan dari suatu tubuh tidak dapat merasakan rasa sakit yang diderita oleh kaki, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, jika anggota-anggota tubuh itu dapat saling menyatu dengan kepala. Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam kehadirat-Nya, dia yang merasa takut dan mencintai Tuhan Penciptanya, akan mempunyai perasaan penuh kasih sayang terhadap mereka yang diberi rahmat oleh Tuhan, kepalanya menyadari bahwa Tuhan tidak akan menghendaki kematian seorang pendosa, tetapi menunggunya hingga dia melakukan pertobatan, jika engkau adalah seumpama tubuh, dimana aku menjadi salah satu bagian (organ) di dalamnya, demi Tuhan, engkau akan membantuku untuk bertindak sesuai dengan kehendak kepalaku”.

Injil Barnabas Bab. 208 halaman 373-374 : Nabi Isa as Dilempari Batu Oleh Para Elit (pemuka) Agama Yahudi.
Nabi Isa as berkata kepada Imam (pemimpin ulama/rabbi Yahudi dan pemimpin umat) :
“Jika aku salah, tegurlah aku dan Allah akan mencintaimu, karena engkau akan menjalankan kehendak-Nya (karena mengingatkan saudaranya), tapi jika tak seorangpun yang menegurku  dari melakukan tindakan dosa, ini adalah pertanda bahwa engkau bukanlah anak cucu dari Ibrahim yang engkau sendiri telah menyebutnya, tidak juga engkau menjadi bagian dari kepala, dimana Ibrahim menjadi salah satu bagiannya. Demi Allah, betapa agung cinta Ibrahim kepada Allah, sehingga dia tidak hanya memporak-porandakan berhala-berhala palsu dan meninggalkan ayah dan ibunya, bahkan ingin membunuh putranya sendiri (yaitu Nabi Ismail as) demi kepatuhan terhadap Allah”.
Sang Imam menjawab : “Ini yang ingin aku tanyakan kepadamu, dan aku tidak berupaya untuk membunuhmu, oleh karena itu, jelaskan kepada kami, siapakah gerangan putra Ibrahim ini?”.
Nabi Isa as menjawab : (**) “ Semangat dan antusiasme dari kemuliaan-Mu ya Allah, yang menyemangatiku, sehingga aku tidak dapat berdiam diri. Aku mengatakan yang sesungguhnya, putra Ibrahim ini adalah Ismail, yang dari keturunannya akan lahir Sang Mesias (nabi akhir zaman) yang telah dijanjikan (Allah) kepada Ibrahim. Bahwa berkat dia (Rasulullah saw), semua bangsa di Bumi ini memperoleh berkah (dari Allah)”.
Kemudian Sang Imam terbakar amarahnya, mendengar penjelasan  ini (penjelasan Nabi Isa as), dan berseru lantang (dengan memfitnah Nabi Isa as) :
(***) “ Marilah kita rajam manusia yang tidak beriman ini, karena dia adalah keturunan Ismail. Dan telah berbicara yang melecehkan Musa dan melecehkan hukum Allah”.

Dimana kemudian, setiap Literati dan Farisi (Imam, para elit agama dan ulama-ulama Yahudi), berikut para sesepuh masyarakat, mengambil batu-batu dan melemparkannya ke tubuh Nabi Isa as (*) yang lenyap (karena Allah hijab/tutupi badan Nabi Isa as) dari pandangan mata mereka dan keluar dari Masjid Al-Aqsha (dengan selamat). Dan kemudian (Allah turunkan laknat kepada orang-orang kafir itu dengan Allah resapkan rasa amarah dan kebencian yang meluap-luap ke dalam hati mereka). Berdasarkan hasrat membara untuk membunuh Nabi Isa as, dibutakan oleh api kemarahan dan kebencian, mereka saling memukul satu sama lain (antar sesama mereka sendiri) sedemikian rupa sehingga mengakibatkan kematian ribuan orang dan mereka menodai Masjidil Aqsha ini. Murid-murid (kaum Hawariyyin) dan orang-orang yang beriman, yang melihat Nabi Isa as pergi keluar dari Masjidil Aqsha atau Bait Allah (karena dalam pandangan pengikut Nabi Isa as, beliau as tidak menghilang) dan mereka mengikutinya (Nabi Isa as) sampai ke rumah Simon. Tidak lama kemudian, datanglah Nicodemus yang menyarankan Nabi Isa as agar segera keluar dari Kota Yerusalem dengan menyeberangi anak Sungai Cedron pergi bersama ke-12 muridnya untuk berdiam di sana sampai kebencian dari Imam, para pendeta dan sesepuh masyarakat yang kafir, fasik dan jahat telah mereda dan dia akan memenuhi segala kebutuhan pokok mereka. Nabi Isa as mengikuti saran Nicodemus untuk bersembunyi di luar Kota Yerusalem bersama ke-12 muridnya karena beliau as hanya menginginkan kebersamaan dengan mereka.

Kemudian Imam kaum Yahudi menghadap secara pribadi ke hadapan Raja Herodes dan Gubernur Pilatus dengan mempersiapkan saksi-saksi palsu untuk memperkuat fitnahannya ke Nabi Isa as. Raja Herodes dan Gubernur Pilatus bertanya kepada Imam apa yang sebenarnya terjadi? Kemudian Imam dan dibenarkan oleh saksi-saksi palsu yang dibawanya memfitnah Nabi Isa as dengan mengatakan bahwa Nabi Isa as mempunyai ambisi untuk menjadi Raja Israel. Bagi Raja Herodes dan Gubernur Pilatus hal ini dianggap makar atau pemberontakan, maka 2 orang penguasa Romawi itu memerintahkan sepasukan tentaranya untuk membantu para elit agama Yahudi yang membencinya dan memusuhinya dengan dipandu Yudas (Yahuda) Iskariot untuk menangkap dan menghukum mati Nabi Isa as dengan disalib. Tetapi Allah menolong nabi-Nya, dengan mengutus 4 malaikat, yaitu Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, Malaikat Izrail dan Malaikat Isrofil untuk mengangkat Nabi Isa as ke Langit yang ke-3. Dan Allah ganti dengan murid beliau as yang mengkhianati gurunya yaitu Yudas Iskariot yang oleh Allah diserupakan dengan Nabi Isa as kemudian diubah suaranya, wajahnya dan dirinya, sehingga benar-benar sangat mirip dengan Nabi Isa as (An-Nisaa’ 157-158). Yudas akhirnya yang ditangkap karena dikira Nabi Isa as, Yudas yang telah menjual gurunya seperti menjual domba seharga 30 keping emas kepada Imam, dengan memberitahukan tempat persembunyian Nabi Isa as. Injil Barnabas Bab. 216 halaman 284-285.

Bandingkan kisah penyebab Nabi Isa as dicari-cari, dikejar-kejar lalu dikira dihukum mati di tiang salib di dalam Injil Barnabas Bab. 206-208 halaman 370-374 (fakta sejarah) di atas dengan Injil Yohanes pasal 2 ayat 13-25 (cerita fiksi) di bawah ini :
Pasal 2:13    : Ketika hari raya Paskah (Passover) orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Pasal 2:14    : Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing, domba dan merpati dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Pasal 2:15    : Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing, domba dan lembu mereka, uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Pasal 2:16    : Kepada pedagang-pedagang merpati, Ia berkata : “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan”.
Pasal 2:17    : Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis : Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku”.
Pasal 2:18    : Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya : “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?
Pasal 2:19    : Jawab Yesus kepada mereka : “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali”.
Pasal 2:20    : Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya : “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?”
Pasal 2:21    : Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. 
Pasal 2:22    : Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
 Pasal 2:23   : Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. 
Pasal 2:24    : Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 
Pasal 2:25    : dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

Kisah Nabi Isa as di dalam Injil Yohanes pasal 2:14-20 yang menjadi penyebab beliau as dicari-cari sampai dihukum mati di tiang salib sangat bertentangan dengan Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Maaidah ayat 110 dan Injil Barnabas Bab. 206-208 halaman 370-374. Injil Yohanes pasal 2:14-20 adalah versi para pemuka Yahudi dan penguasa Romawi yang menjadi penyebab Nabi Isa as dicari-cari, dikejar-kejar dan diperintahkan untuk ditangkap oleh penguasa Romawi dan para elit (pemuka) agama Yahudi yang kafir yang akhirnya dihukum mati dengan disalib. Hal itu adalah cerita fitnah yang direkayasa atau dibuat-buat untuk menyudutkan Nabi Isa as, bahwa kematian Yudas Iskariot yang dikira Nabi Isa as di tiang salib tersebut adalah kesalahan beliau as sendiri karena membuat kekacauan atau keonaran di Bait Suci (Allah). Cerita tersebut sangat mengada-ada, hal itu sangat tidak mungkin terjadi pada masyarakat Bani Israil dan juga kaum muslimin berdagang di dalam tempat ibadah, mereka tahu bahwa hal itu dilarang agama, apalagi berdagang hewan ternak yang kotor dan bau di dalam tempat ibadah yang disucikan, karena bisa membuat Bait Allah menjadi kotor, bau, tidak suci (menurut mazhab Syafi’i semua kotoran hewan itu hukumnya najis berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Mas’ud/Abdullah bin Mas’ud ra) dan haram hukumnya berdagang di dalam tempat ibadah. Cerita tersebut dibuat sebagai bentuk cuci tangan atas dosa-dosa para elit agama Yahudi beserta para pengikutnya dan penguasa Romawi beserta aparatnya supaya mereka lepas dari tanggungjawab dan tidak disalahkan atas kematian yang dikira oleh orang-orang kafir itu sebagai Nabi Isa as (Yesus) “tuhannya” orang-orang Kristen di tiang salib seperti yang dipercaya (diimani) orang-orang Kristen selama ini karena disesatkan oleh Paulus dan pengikut-pengikutnya.

Kisah penyebab penangkapan, penangkapan, persidangan, penyaliban dan penguburan di dalam Injil Markus, Injil Lukas, Injil Matius dan Injil Yohanes adalah hasil penyaringan sidang (konsili) Nikea di Kota Nikea (Iznik) – Turki tahun 325 Masehi yang langsung dipimpin Kaisar Konstantin. Hasil sidang menyatakan, bahwa satu-satunya berita resmi yang boleh disiarkan tentang kehidupan Yesus yaitu, tidak boleh menyinggung dan menyudutkan Imperium Romawi, maka cerita aktifitas tentara Romawi dan perincian peristiwa penangkapan, persidangan dan penyaliban itu disamarkan sedemikian rupa untuk menghindari kebangkitan dendam dan kemarahan orang-orang Kristen terhadap penguasa Romawi. Jadi, cerita yang sebenarnya terjadi itu berawal dari kedatangan Nabi Isa as bersama banyak orang yang masuk ke dalam Masjidil Aqsha lalu berdebat dengan Imam lalu dilempari batu sampai Nabi Isa as dicari-cari, dikejar-kejar, lalu dikira ditangkap, diadili, disiksa, dihina, dicambuk dan dijatuhi hukuman mati di tiang salib oleh pemuka dan orang-orang kafir Yahudi dan juga penguasa Romawi beserta aparatnya lalu dikubur oleh ibunda dan murid-murid Nabi Isa as, ada di dalam Injil Barnabas Bab. 206-208 halaman 370-374 dan Bab. 214-217 halaman 383-393 yang ditulis oleh Barnabas murid Nabi Isa as atas perintah beliau as sendiri bukan di dalam Injil Yohanes pasal 2 ayat 13-25, Injil Matius pasal 27 ayat 11-26, Injil Lukas pasal 23 ayat 1-25 dan kisah penyaliban dan penguburan Yudas Iskariot yang dikira Nabi Isa as di dalam Injil Matius pasal 27 ayat 27-60 dan Injil Lukas pasal 23 ayat 26-56 yang ditulis Paulus dan pengikut-pengikutnya di dalam Kitab Perjanjian Baru.

Nabi Isa as diangkat menjadi nabi dan rasul kemudian diperintah oleh Allah hanya untuk berdakwah menyampaikan risalah-Nya, maka harus berada di tengah-tengah masyarakat bukan untuk perang gerilya yang harus bersembunyi dari masyarakat luas dan penguasa. Nabi Isa as berada ditengah-tengah masyarakat Bani Israil sekitar 3 tahun untuk berdakwah menyebarkan ajaran agama Islam yang benar kepada mereka, ajaran agama yang diperoleh masyarakat awam dari Imam, para pemuka dan ulama Yahudi sudah melenceng dari Kitab Taurat dan Zabur (Mazmur) karena sudah disesuaikan dengan hawa nafsu dan tradisi-tradisi mereka. Allah perintahkan Nabi Yahya as dan murid-murid Nabi Isa as juga hanya untuk berdakwah, mereka tidak pernah melakukan perang terbuka maupun perang gerilya selama hidupnya, sedangkan Nabi Isa as hanya melakukan perang terbuka di medan Perang Armageddon II dan setelah perang berakhir, berjihad ke seluruh dunia untuk menegakkan kalimat Laa Ilaaha Illaallaahu di pertengahan ahkir zaman nanti. Nabi Isa as menyuruh murud-murid beliau as untuk berdakwah menegakkan agama Allah kepada ke-12 suku Israel.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 52-53 :
52.  (Maka tatkala diketahui oleh Isa kekafiran mereka) yaitu para pemuka agama dan ulama Yahudi (dia berkata : “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku) untuk berdakwah menegakkan agama (Allah?”) kepada ke-12 suku Israel ke seluruh penjuru Israel (pengikut-pengikut yang setia) kaum Hawariyyin adalah murid-murid intinya Nabi Isa as (menjawab : “Kamilah penolong-penolong) agama (Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa kami orang-orang muslim) Allah ilhami mereka untuk beriman kepada-Nya dan rasul-Nya.
53.  (Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan) yaitu Kitab Injil (dan telah kami ikuti rasul) Isa as (maka catatlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi”) tentang keesaan-Mu dan kebenaran rasul-Mu.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 111 :
111.          (Dan) ingatlah (ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut yang setia) kaum Hawariyyin (: “Hendaklah kamu beriman kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab : “Kami telah beriman) kepada-Mu dan rasul-Mu (dan saksikanlah) wahai rasul (bahwa kami adalah orang-orang muslim”) Islam.
Qur’an surat Ash-Shaff ayat 14 :
14.  (Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong) agama (Allah, sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia : “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku) untuk menegakkan agama (Allah?” Pengikut-pengikut yang setia) kaum Hawariyyin (itu berkata : “Kamilah penolong-penolong agama Allah”. Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir, maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang) dalam mempertahankan aqidah Islam yang benar.

Alasan para elit (tokoh) agama Yahudi tidak mau mengakui Nabi Ismail as yang dikorbankan tetapi tidak jadi, karena oleh Allah, Nabi Ismail as ditebus atau diganti dengan domba yang besar (Ash-Shaaffat ayat 102-107), dan juga mereka tidak mau menerima kenyataan bahwa nabi akhir zaman adalah keturunan Nabi Ismail as, karena mereka takut keturunan Nabi Ismail as akan naik pamor di mata orang-orang Romawi yang waktu itu sedang menjajah Bani Israil, para elit agama Yahudi itu khawatir, bangsa Romawi akan memberikan negeri mereka kepada keturunan Nabi Ismail as, dan mereka itu juga takut, Bani Israil kembali jatuh dalam perbudakan jika bangsa Yahudi mengakui bahwa yang dikorbankan adalah Nabi Ismail as dan nabi akhir zaman adalah dari keturunannya. Dan juga karena Allah akan menurunkan berkah-Nya kepada semua bangsa di Bumi melalui Rasulullah saw yang keturunannya Nabi Ismail as (Kitab Kejadian pasal 22:18), hal ini membuat kaum Yahudi dengki dan membencinya, mereka menginginkan semua bangsa diberkahi Allah melalui Bani Israil, maka mereka yaitu para tokoh agama (rabbi-rabbi Yahudi) yang tidak takut kepada Allah menyisipkan kata Ishaq dalam ayat tersebut. Injil Barnabas halaman 81, Nabi Isa as mengatakan, para tokoh agama Yahudi menyisipkan kata Ishaq di dalam Kitab Perjanjian Lama (Taurat Yahudi),  Kitab Kejadian pasal 22 ayat 22 :
Pasal 22:22 Firman-Nya : ”Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yaitu Ishaq, pergilah ke tanah Moria (Marwah di Mekah) dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu”.
Padahal, Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim as yang sebenarnya di dalam Kitab Suci Taurat yang ditulis oleh Nabi Musa as adalah sbb    : (“Bawalah anakmu, anak pertamamu dan ajaklah ke gunung untuk mengorbankan dia”).
Nabi Isa as bersabda : “Bagaimana mungkin Ishaq menjadi anak pertama, jika saat Ishaq lahir, Ismail telah berusia 7 tahun”.

Catatan Sejarah Perbudakan Bani Israil :
Bani Israil pernah mengalami perbudakan pada abad ke-12 SM zaman Fir’aun Ramses II dan Fir’aun Merneptah dari Kerajaan Mesir Baru (bangsa Qibthi), pada abad ke-7 SM zaman Raja Sargon II dari Kerajaan Assiria/Asyur (bangsa Akkadia) yaitu setelah mengepung Kota Samaria ibukota Kerajaan Israel selama 2 tahun dan berhasil mengalahkan dan menguasai Kota Samaria kemudian membuang Bani Israil dari kalangan atas dan menengah sebanyak 27.290 ribu orang ke Kerajaan Asyur dan menjadikan mereka sebagai budak. Ketika Raja Asyur dan bala tentaranya menyerang Kerajaan Israel di Israel Utara, maka bagian besar rakyatnya melarikan diri mengungsi ke Kerajaan Yehuda (Yudea) di Israel Selatan dan yang terakhir pada abad ke-6 SM zaman Raja Nebukadnezar II dari Kerajaan Babilonia Baru (bangsa Khaldea/Kasdim) membuang sebagian besar Bani Israil ke Babilonia dan menjadikan mereka sebagai tawanan dan budak setelah sebelumnya berhasil mengalahkan, menguasahi dan menghancurkan negeri mereka dan membakar Kota Yerusalem sampai rata dengan tanah. Semua malapetaka yang terjadi terhadap Bani Israil adalah azab dari Allah disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan mereka sendiri yang melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa.

Imam dan para ulama Yahudi (kaum Literati/kyai Bani Israil) jika berkhotbah kepada umatnya yang awam dengan membohongi mereka dan mereka tidak tahu jika dibohongi oleh para tokoh agama dan ulama (rabbi) mereka, karena sebagian besar masyarakat Bani Israil zaman dahulu itu buta huruf, Al-Baqarah ayat 78. Di kalangan orang-orang Yahudi yang bisa membaca dan mengetahui isi Kitab Suci Taurat yang sebenarnya dan juga saleh, tidak berani mengatakan kebenaran itu, yaitu bahwa nabi akhir zaman adalah berasal dari keturunannya Nabi Ismail as, karena berlaku hukuman mati pada zaman itu bagi siapa saja yang mengatakan bahwa nabi akhir zaman adalah keturunan dari Nabi Ismail as.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 156-158 :
156.          (Dan karena kekafiran mereka) terhadap Nabi Isa as (dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar) yaitu menuduh Maryam berzina.
157.          (Dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”) mereka menyebut Isa putra Maryam itu Rasul Allah yaitu sebagai ejekan, karena mereka (orang-orang kafir Yahudi) sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa as itu (Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi) yang mereka bunuh ialah Yudas Iskariot murid Nabi Isa as yang suaranya, wajahnya dan dirinya benar-benar sangat mirip karena oleh Allah (diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham padanya) tentang pembunuhan Isa putra Maryam (sesungguhnya dalam keragu-raguan terhadapnya) tentang yang telah dibunuh itu (Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin telah membunuh Isa) karena ada yang berbeda dengan tubuh Nabi Isa as, di tubuh Yudas itu tidak ada Khatim Nubuwah atau daging tumbuh sebesar telur burung merpati di atas rusuk dada sebelah kanan sebagai ciri fisik utusan Allah, wajahnya benar-benar sangat mirip dengan Nabi Isa as tetapi tubuhnya lain.
158.          (Tetapi) yang sebenarnya (Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) Allah perintahkan 4 malaikat-Nya mengambil Nabi Isa as dari alam dunia untul diselamatkan dan disimpan di Langit ke-3.
Qur’an surat Ash-Shaaffat ayat 102-107 :
102.          (Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim) 7 tahun (Ibrahim berkata : “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu!”. Ia) Ismail (menjawab : “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”).
103.          (Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya) nyatalah kesabaran keduanya, kejadian itu terjadi di Gunung Marwah - Mina, kemudian Nabi Ibrahim as menyembelih Nabi Ismail as dengan pisau besar di lehernya, tetapi berkat kekuasaan Allah, pisau yang tajam itu tidak mempan sedikitpun untuk menyembelih leher Nabi Ismail as.
104.          (Dan Kami panggillah ia : “Wahai Ibrahim”).
105.          (Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu) mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah dan wajib melaksanakannya, mimpi para nabi itu pastilah mimpi yang benar dari Allah (Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik).
106.          (Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata) karena diperintah Allah untuk membunuh anak kandungnya sendiri yang sebelumnya telah dinanti kehadirannya selama puluhan tahun.
107.          (Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar) sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, maka Allah melarang menyembelih Nabi Ismail as dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan domba yang besar dari Surga, yaitu domba yang sama dengan domba yang dijadikan korban oleh Habil. Domba itu dibawa Malaikat Jibril as, lalu Nabi Ibrahim as menyembelihnya seraya membaca takbir. Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada hari raya Haji atau hari raya Idul Adha.
Qur’an surat Al-Hajj ayat 34 :
34.  (Dan bagi tiap-tiap umat) sejak zaman umatnya Nabi Adam as sampai umatnya Rasulullah saw (telah Kami syariatkan penyembelihan kurban) Allah perintahkan untuk berkorban (supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka...) sewaktu menyembelihnya.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Injil Barnabas, Misteri Yesus Dalam Sejarah oleh Dr. Muhammad A dan berbagai sumber.

PUASA 10 MUHARAM DAN PENGANGKATAN ISA AS

Setiap tanggal 10 Muharam, Bani Israil berpuasa mengikuti sunnah Nabi Musa as sebagai tanda syukur telah terbebasnya Bani Israil dari kejaran dan perbudakan fir’aun dengan ditenggelamkannya Fir’aun Merneptah dan bala tentaranya di Laut Merah bagian Teluk Suez berkat pertolongan Allah. Maka sebagai ungkapan rasa syukur, Nabi Musa as berpuasa lalu diikuti oleh umatnya sampai zamannya Rasulullah saw pindah ke Madinah. Ketika Rasulullah saw mengetahui hal itu dari orang-orang Yahudi, kemudian puasa sunnah 10 Muharam itu diteruskan oleh Rasulullah saw dan umatnya. Rasulullah saw bersabda bahwa kaum muslimin lebih berhak dan lebih utama untuk mengikuti sunnah Nabi Musa as daripada orang Yahudi, karena Nabi Musa as itu orang Islam sementara orang-orang Yahudi itu adalah orang kafir. Tetapi kemudian  orang-orang Yahudi itu menghina kaum muslimin karena meniru puasa sunnah mereka. Maka Nabi saw bersabda kepada umatnya untuk puasa sebelum dan setelah tanggal 10 Muharam. Dan pada tanggal 10 Muharam 34 M, Nabi Isa as dan murid-muridnya sedang berpuasa sunnah pada hari raya Passover, mereka berpuasa di tempat persembunyian karena dicari-cari para elit agama Yahudi dan penguasa Kerajaan Romawi untuk ditangkap dan dihukum. Pada saat akan berbuka, murid-murid Nabi Isa as meminta kepadanya untuk didatangkan mukjizat berupa Al-Maaidah atau hidangan dari Langit sebagai bukti bahwa Nabi Isa as itu adalah benar rasul utusan Allah. Orang-orang Nasrani Trinitas Romawi pengikutnya Paulus merayakan Passover yang tanggalnya digabungkan dengan perayaan hari kelahiran Dewi Diana yaitu dewi kesuburannya para penyembah berhala di Eropa yang lambangnya telur dan kelinci, maka namanya diganti menjadi hari Paskah, sehingga tanggal perayaan hari raya Passover Yahudi dan perayaan hari Paskah Kristen tidak sama. Orang-orang Nasrani Protestan dan Katolik menyebut hidangan dari Langit itu dengan nama “Perjamuan Kudus atau Perjamuan Terakhir (The Last Supper)” sebelum Yesus (Nabi Isa as) tuhannya ditangkap dan disalib, menurut kepercayaan (keimanan) kaum Nasrani Trinitas Kristen Protestan dan Kristen Katolik.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 112-113 :
112.(Ketika pengikut-pengikut Isa) kaum hawariyyin (berkata : “Wahai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari Langit kepada kami?”. Isa menjawab : “Bertakwalah kamu kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”).
113.(Mereka berkata : “Kami menginginkan agar bisa memakan hidangan itu) sebagai hidangan berbuka puasa sunnah hari raya Passover atau hari kemerdekaannya Bani Israil dari penjajahan fir’aun dan pengikut-pengikutnya (dan supaya tentram hati kami dan supaya kami yakin bahwa engkau telah berkata benar) bahwa Nabi Isa as adalah nabi dan rasul utusan Allah dan hidangan dari Langit itu salah satu mukjizatnya sebagai bukti kerasulannya (kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”).
Lalu Nabi Isa as berdoa memohon kepada Allah  dalam Qur’an surat Al-Maaidah ayat 114 sbb:
114.(Isa putera Maryam berdoa : “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari Langit, yang hari turunnya akan menjadi hari raya bagi orang-orang yang sezaman dengan kami maupun bagi orang-orang yang datang sesudah kami dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki”).
Kemudian Allah berfirman dalam Qur’an surat Al-Maaidah ayat 115 sbb :
115.(Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antara kamu) yang dimaksud Allah adalah Yudas (Yahuda) Iskariot, karena dia adalah orang yang tidak beriman atau kafir (sesudah) diturunkannya hidangan itu dari Langit (maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”).
Injil Barnabas halaman 382-400 :
Waktu buka puasa tiba, yaitu Maghrib, kata Nabi Isa as : ”Marilah kita makan, karena aku sangat menginginkan untuk menyantap daging anak domba ini sebelum aku berpisah denganmu”. Kemudian Nabi Isa as bangkit berdiri mengambil sehelai handuk dan bersiap-siap, begitu selesai mengisi air ke dalam baskom, dia mulai mencuci kaki-kaki murid-muridnya. Dimulai dari Yudas, Petrus, Petrus berkata : ”Tuan, mengapa engkau mencuci kakiku?”
Nabi Isa as menjawab     : “Apa yang aku lakukan sekarang ini, engkau tidak mengetahuinya sekarang, tapi engkau akan tahu kelak di kemudian hari”.
Petrus menjawab          : “Aku tidak ingin engkau mencuci kedua kakiku”. Kemudian Nabi Isa as bangkit berdiri,
dan (Isa as) berkata      : “Engkau tidak akan bersamaku di hari Pengadilan nanti”.
Petrus menjawab          : “Jangan hanya mencuci kedua kakiku (saja), guru, tapi juga kedua tangan dan kepalaku”.
Ketika murid-murid telah selesai dicuci dan siap di meja makan untuk mulai makan hidangan berbuka puasa sunnah pada hari raya Passover.
Nabi Isa as berkata      : “Aku telah mencucimu semuanya, namun tidak semua darimu dalam keadaan bersih, mengingat bahwa seluruh air di lautan tidak akan dapat mencuci orang yang tidak beriman kepadakuyang dimaksud Nabi Isa as adalah Yudas Iskariot. Ucapan ini dikatakan Nabi Isa as karena dia telah mengetahui ada seseorang yang mengkhianatinya. Murid-murid merasa sedih mendengar ucapan Nabi Isa as, lalu dia menambahkan : “Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, bahwa salah seorang di antara kamu akan mengkhianatiku, sampai-sampai aku ini akan dijual seperti menjual domba, tapi celakalah baginya, karena dia akan mengalami seperti apa yang telah dikatakan oleh leluhur kita Daud, tentang manusia semacam ini bahwa “dia akan jatuh terperosok ke dalam lubang perangkap yang dia buat unuk memerangkap orang lain”. Dimana kemudian murid-murid saling berpandangan satu sama lain di antara mereka, sambil berkata penuh keprihatinan.
Kata murid-murid Nabi Isa as               : “Siapa yang akan menjadi pengkhianat?”
Yudas Iskariot kemudian berkata          : “Apakah sang pengkhianat itu adalah aku, guru?”
Nabi Isa as menjawab                          : “Engkau telah menjelaskan kepadaku, siapa yang akan mengkhianatiku”. Sedangkan ke-11 murid-muridnya tidak mendengar penjelasan Nabi Isa as. Ketika hidangan buka puasa telah selesai disantap, datanglah setan di belakang Yudas, dan Yudas segera meninggalkan rumah tempat persembunyian Nabi Isa as dan murid-muridnya. Nabi Isa as berpesan kepada Yudas sekali lagi sebelum pergi, “Lakukan segera apa yang harus engau lakukan”, yaitu melapor pada Imam di mana tempat persembunyian Nabi Isa as. Setelah itu Nabi Isa as pergi ke luar rumah untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah bersama murid-muridnya di kebun.

Sementara itu, Yudas yang tahu tempat persembunyian Nabi Isa as bersama murid-muridnya, dia lalu pergi menemui pemimpin umat Yahudi dan berkata kepada Imam : “Jika engkau memberiku sebagaimana yang telah dijanjikan, maka malam ini aku akan menyerahkan Isa yang engkau cari-cari (itu) kepadamu, karena dia dalam keadaan sendirian hanya ditemani oleh ke-11 murid-muridnya.
Sang Imam bertanya     : “Berapa banyak uang yang engkau minta?”
Kata Yudas                  : “30 keping emas”.
Kemudian sang Imam segera membayar kontan uang yang diminta Yudas dan mengutus seorang Farisi untuk menghadap Gubernur Pilatus dan Raja Herodes, dimana kedua orang itu memberinya bantuan berupa sepasukan tentara kepada mereka, karena mereka takut reaksi masyarakat banyak, oleh karena itulah mereka mengambil persenjataan mereka berikut obor-obor dan lentera-lentera di ujung-ujung tongkat karena malam hari dan zaman itu belum ada listrik, sehingga jalanan-jalanan dalam keadaan gelap dan rumah-rumah banyak yang gelap, lalu mereka berangkat ke luar kota Yerusalem untuk menangkap Nabi Isa as. Ketika para tentara dengan bimbingan Yudas telah berada dekat dengan tempat persembunyian Nabi Isa as, Nabi Isa as mendengar suara orang banyak yang sedang mendekat, sehingga dengan perasaan cemas dia masuk ke dalam rumah, sedangkan ke-11 murid sedang tertidur pulas. Kemudian Allah mengingat hamba-Nya sedang dalam bahaya, telah memerintahkan Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail untuk mengambil Nabi Isa as yang telah Allah hijab seperti masuk dalam kapsul supaya terhindar dari segala mara bahaya dalam perjalananya menuju Langit ke-3, kemudian dibawa 4 malaikat keluar dari alam dunia ini pada tanggal 10 Muharam tepat pada hari raya Passover tahun 34 Masehi. Kemudian mengingat hamba-Nya sedang berada dalam bahaya, Allah bertindak tepat pada waktunya, maka Allah memerintahkan Malaikat Jibril as (Gabriel), Mikail as (Michael), Israfil as (Rafael) dan Izrail as (Uriel) untuk mengambil dan mengangkat Nabi Isa as. Malaikat-malaikat suci itu datang melalui pintu rumah tempat persembunyian mereka yang menghadap ke selatan, lalu mereka mengambil dan membawa Nabi Isa as keluar dari Bumi ini tanpa diketahui oleh murid-murid beliau as yang tengah tertidur pulas lalu menempatkan beliau as di Langit ke-3 dengan kawalan rombongon besar malaikat-malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah, sehingga selamatlah Nabi Isa as dari orang-orang kafir, zhalim dan fasik itu dan juga dari bahaya-bahaya yang lain. Mengapa Nabi Isa as harus dibawa 4 malaikat, karena tubuh Nabi Isa as tidak di-Annihilasi seperti tubuh materinya Nabi saw ketika Isra’ dan Mi’raj, maka ketika meninggalkan Bumi, tubuh materinya Nabi Isa as naik berlipat ganda beratnya karena harus melawan percepatan gaya gravitasi Bumi, yaitu berat tubuhnya dikali berapa banyak gaya gravitasi Bumi yang dilaluinya sampai lepas dari gaya gravitasi Bumi terus dikali kecepatan cahaya, sehingga berat tubuh Nabi Isa as mengalami perlipatan bobot yang sangat luar biasa beratnya.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 54 :
54.  (Mereka) yaitu Yudas, para pemuka agama dan ulama Yahudi yang tidak beriman kepada kerasulan Isa as (mengatur tipu daya) bersekongkol untuk membunuh beliau as menggunakan tangan-tangan penguasa Romawi dengan bantuan militernya (dan Allah membalas tipu daya mereka) sehingga salah sasaran, karena yang dibunuh justru teman mereka sendiri yaitu Yudas yang diserupakan oleh Allah dengan Nabi Isa as, sedangkan beliau as diselamatkan dan disimpan-Nya ke Langit ke-3 (Allah sebaik-baik pembalas tipu daya).

Setelah Nabi Isa as pergi, Yudas Iskariot memasuki rumah secara paksa mendahului semua rombongannya dan memasuki ruangan di mana Nabi Isa as baru saja diangkat ke Langit beberapa menit yang lalu. Sementara murid-muridnya masih tertidur, kemudian Allah bertindak secara menakjubkan dengan mengubah total penampilan Yudas sampai-sampai suara dan wajah Yudas sangat mirip dengan suara dan wajah Nabi Isa as dimana para murid benar-benar mempercayai Yudas sebagai Nabi Isa as tapi Yudas tidak tahu perubahan dirinya. Setelah dirubah oleh Allah, Yudas membangunkan para murid, sambil mencari di mana gerangan guru (Nabi Isa as) berada, tak lama kemudian para murid terbangun dan tercengang dan bertanya kepada Yudas : “Engkau guru kami, apakah engkau telah melupakan kami?” Dan Yudas sambil tersenyum berkata : “Kalian semua bodoh, yang tidak mengenali aku seebagai Yudas Iskariot!” Dan pada saat Yudas mengatakan hal ini, masuklah tentara-tentara itu dan mencengkeramkan tangan-tangn mereka ke tubuh Yudas, karena dia sangat mirip Nabi Isa as dalam setiap lekuknya. Para murid setelah mendengar Yudas berkata demikian dan terus melihat sejumlah besar tentara, segera melarikan diri secara reflek. Sedangkan Yahya bin Zabdi yang masih tidur berselimutkan kain linen, terbangun dan melarikan diri, dan ketika seorang tentara berhasil menangkap ujung kain selimutnya dan melarikan diri dalam keadaan telanjang bulat. Karena Allah telah mengabulkan doa Nabi Isa as yang sebelumnya berdoa kepada Allah supaya Allah menyelamatkan ke-11 murid-muridnya yang beriman kepadanya dari marabahaya (murid-murid Nabi Isa as yang inti ada 12 orang, tetapi yang satunya yaitu Yudas berkhianat tidak beriman kepada gurunya dan murid-muridnya yang lain ada 72 orang) dan Allah menyelamatkan ke-11 murid-muridnya sehingga mereka tidak berhasil ditangkap oleh orang-orang kafir tersebut. Tentara-tentara itu mengambil paksa Yudas dan mengikatnya dengan ejekan dan hinaan, karena Yudas menyangkal dengan sengit bahwa dirinya adalah Nabi Isa as. Karena Yudas tidak menyadari dan belum tahu jika dirinya diserupakan wajah dan suaranya oleh Allah seperti sosok Nabi Isa as. Maka orang-orang kafir itu mengira jika Yudas adalah Nabi Isa as. Dan tentara-tentara itu dengan nada mengejek berkata : “Tuan, jangan takut, karena kami datang untuk mengangkatmu menjadi Raja Israil, dan kami mengikatmu karena kami mengetahui bahwa kamu menolak untuk dijadikan raja”.
Yudas menjawab : “Kalian semua telah hilang kesadaran! Kalian datang untuk menangkap Isa dari Nazareth dengan sepasukan tentara dan lentera-lentera seperti menangkap seorang perampok, dan sekarang engkau telah mengikat aku yang telah menunjukkan kepadamu (tempat persembunyian Nabi Isa as) dan agar menjadikanku sebagai raja!”. Kemudian tentara-tentara itu kehilangan kesabarannya dan dengan beberapa pukulan dan tendangan, mereka memperlakukan Yudas secara sangat menghina dan mereka menyeretnya dengan penuh amarah menuju Yerusalem. Yahya dan Petrus (Simon) mengikuti tentara-tentara itu dari kejauhan, yang kemudian memberitahukan hal itu kepada Barnabas, bahwa mereka telah menyaksikan semua proses pengadilan terhadap Yudas oleh Imam yang hasil musyawarahnya dengan kaum Farisi telah memutuskan untuk menghukum Yudas yang dikira Nabi Isa as. Di mana kemudian Yudas berbicara dan berteriak-teriak seperti orang gila hingga setiap orang yang hadir merasa geli dan tertawa, mereka meyakini bahwa Yudas benar-benar Nabi Isa as, dan oleh karena takut akan kematian, maka dia berpura-pura menjadi gila. Tidak lama kemudian, kaum Literati (ahli Taurat) menutup ke-2 mata Yudas dengan kain dan mengejeknya dengan perkataan : “Isa nabi orang-orang Nazareth, (karena demikian orang-orang yang beriman kepada kenabian Isa as memanggilnya, tetapi orang-orang Yahudi yang kafir tersebut menyebut Nabi Isa as “nabi” sebagai ejekan saja karena mereka sebenarnya tidak beriman kepada kenabian Isa as) jelaskan kepada kami, siapa yang telah memukulmu?”. Kemudian mereka menampar dan meludahi Yudas yang dikira Nabi Isa as.

Semua orang termasuk Maryam ibunda Nabi Isa as, semua kerabat, semua sahabat dan murid-murid beliau as menyakini bahwa Yudas adalah Nabi Isa as. Jauh hari sebelum peristiwa perdebatan di dalam Masjidil Aqsha terjadi, melalui Malaikat Jibril as, Allah telah memberitahu Nabi Isa as lewat wahyu bahwa beliau as akan diangkat-Nya ke Langit untuk diselamatkan dan dijauhkan dari orang-orang kafir yang bersekongkol untuk membunuhnya.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 55-56 :
55.  Ingatlah! (Ketika Allah berfirman) kepada Nabi Isa as melalui Malaikat Jibril as (: “Sesungguhnya Aku akan memegangmu dan mengangkatmu kepada-Ku dan membersihkanmu) menjauhkanmu (dari orang-orang yang kafir) yang bersekongkol untuk membunuhmu, Injil Barnabas pasal 72 halaman 129 (dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu) yaitu murid-muridmu dan orang-orang yang beriman lainnya (di atas orang-orang yang kafir sampai hari Kiamat, kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Kuputuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu perselisihkan”) yaitu masalah keagamaan.
56.  (Adapun orang-orang yang kafir) yaitu orang-orang yang tidak beriman kepada kerasulan Nabi Isa as (maka akan Kusiksa mereka dengan siksaan berat di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak mempunyai penolong).
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 157-158 :
157.(Dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”) mereka menyebut Isa putra Maryam itu Rasul Allah yaitu sebagai ejekan, karena mereka (orang-orang kafir Yahudi) sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa as itu (Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi) yang mereka bunuh ialah Yudas Iskariot murid Nabi Isa as yang suaranya, wajahnya dan dirinya benar-benar sangat mirip karena oleh Allah (diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham padanya) tentang pembunuhan Isa putra Maryam (sesungguhnya dalam keragu-raguan terhadapnya) tentang yang telah dibunuh itu (Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin telah membunuh Isa) karena ada yang berbeda dengan tubuh Nabi Isa as, di tubuh Yudas itu tidak ada Khatim Nubuwah atau daging tumbuh sebesar telur burung merpati di atas rusuk dada sebelah kanan sebagai ciri fisik utusan Allah, wajahnya benar-benar sangat mirip dengan Nabi Isa as tetapi tubuhnya lain.
158.(Tetapi) yang sebenarnya (Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) Allah perintahkan 4 malaikat-Nya mengambil Nabi Isa as dari alam dunia untul diselamatkan dan disimpan di Langit ke-3.

Dan Nabi Isa as telah memberitahukan hal ini kepada Barnabas jauh sebelum Yudas akan dihukum mati di tiang salib, tetapi Barnabas lupa, bahwa gurunya itu pernah berkata kepadanya tentang bagaimana Nabi Isa as akan di bawa naik ke Langit yang ke-3 oleh Allah melalui para malaikatnya dan bahwa hukuman yang seharusnya diterima beliau as akan dilimpahkan kepada orang lain (Yudas), dan bahwa Nabi Isa as tidak akan mati hingga dunia ini mendekati Kiamat (mendekati akhir zaman nanti Nabi Isa as akan turun lagi ke dunia). Oleh karena tidak tahu yang akan di salib itu Yudas, maka keesokkan harinya, Barnabas bersama Maryam dan Yahya pergi mendekati tiang salib tempat Yudas akan dihukum salib di Gunung Calvary atas kejahatan yang telah dilakukannya dengan menjual Nabi Isa as gurunya seperti menjual domba kepada Imam seharga 30 keping emas. Imam bersama dengan kaum Literati dan Farisi, melihat bahwa Yudas tidak mati dihukum cambuk oleh algojo pencambuk, dan merasa khawatir bahwa Gubernur Pilatus kemungkinan akan membebaskan Yudas, maka mereka menyuap Gubernur Pilatus dengan sejumlah uang. Setelah menerima uang suap, Gubernur Pilatus segera memberikan Yudas ke tangan kaum Literati dan Farisi, karena Yudas yang dikira Nabi Isa as itu telah divonis melakukan pelanggaran hukum dan harus dihukum mati. Dalam waktu bersamaan, mereka juga menghukum 2 orang perampok dan bersama dengan Yudas ikut pula dijatuhi hukuman mati di tiang salib. Demikian mereka menggiring Yudas menuju Gunung Calvary yang biasa mereka gunakan untuk menggantung mati orang-orang yang bersalah. Dan di Gunung Calvary inilah mereka menyalib Yudas atas kejahatannya dalam keadaan telanjang. Yudas sama sekali tidak berdaya selain berteriak : “Allah mengapa Engkau meninggalkanku, mengingat penjahat yang sebenarnya telah meloloskan diri dan aku mengalami kematian secara tidak adil?”. Yudas kebanyakan dosa, dan sebagian dosanya adalah, Yudas sering mencuri uangnya Nabi Isa as, itu berarti Yudas sering memakan rezeki haram, maka setan turun kepada dirinya dan menguasainya, setan membuat Yudas memandang baik perbuatannya yang buruk tersebut, sehingga dia merasa benar dan Yudas menganggap Nabi Isa as lah yang bersalah dengan menyebut gurunya itu seorang penjahat, karena Yudas kebanyakan dosa, maka Allah tidak memperlihatkan perbuatan dosa-dosanya di dalam ingatannya.

Setelah penyaliban Yudas, banyak orang yang beriman kepada ajaran-ajaran Nabi Isa as berbalik meninggalkan ajaran-ajarannya, karena menyakini Nabi Isa as itu nabi palsu, dan dengan teknik sulapnya telah membuat berbagai mukjizat. Tetapi mereka yang tetap teguh dalam mengimani ajaran-ajaran Nabi Isa as, diliputi rasa sedih yang sangat mendalam, sambil melihat jenazah Yudas yang dikira Maryam dan murid-muridnya Nabi Isa as adalah dirinya, mereka menerima jenazah Yudas dari Gubernur Pilatus, lalu sebagian murid-muridnya menurunkan jenazahnya dari tiang salib dengan diiringi tangis pilu yang sangat menyayat hati, lalu mereka membawa pulang jenazah Yudas dan menguburkannya di kuburan keluarga Yusuf. Pada malam harinya, murid-murid Nabi Isa as yang lain yang tidak takut kepada Allah, menyelinap menuju kuburan Yudas dan mencuri jenazahnya serta menyembunyikannya, kemudian mereka menyebarkan berita bohong bahwa Nabi Isa as telah bangkit dari kuburnya yang menimbulkan kehebohan. Mendengar berita bohong anaknya bangkit dari kubur, Maryam yang telah pulang ke Nazareth, berangkat lagi ke Yerusalem untuk menemui putranya dan bersama Barnabas, Yakub serta saudaranya Yahya menuju rumah keluarganya dalam keadaan lelah fisik dan mental karena perjalanan dan kesedihan yang amat dalam. Sehingga malaikat-malaikat yang mengawal Maryam naik ke Langit ke-3 tempat Nabi Isa as berada bersama sekumpulan malaikat, lalu menceritakan semua yang terjadi kepadanya, lalu Nabi Isa as memohon kepada Allah agar berkenan memberi kuasa untuk bisa melihat ibunya dan murid-muridnya.

Kemudian Allah memerintahkan Malaikat Jibril, Mikail, Izrail dan Israfil membawanya menuju ke rumah ibunya di Yerusalem. Nabi Isa as datang dikelilingi cahaya yang sangat terang dari cahayanya 4 malaikat, karena Nabi Isa as masuk bersama 4 malaikat ke kamar ibunya yang sedang bersama 2 saudara perempuannya, Lazarus, Barnabas, Yahya, Yakub, Petrus, ketika mereka melihat Nabi Isa as, mereka ketakutan hingga jatuh tersungkur ke tanah seperti orang mati. Lalu Nabi Isa as membangkitkan ibunya dan lainya dari keadaan telungkup di tanah dan berkata : “Jangan takut, karena aku adalah Isa, dan jangan menangis karena aku hidup dan tidak mati”. Lalu Nabi Isa as menceritakan yang sebenarnya terjadi dan menyuruh Barnabas menulis penyaliban Yudas dengan kisah yang sebenarnya, supaya kaum muslimin mendapat berita yang benar (Paulus tidak ada di TKP ketika peristiwa pengadilan dan penyaliban itu terjadi, setelah puluhan tahun sejak penyaliban Yudas Iskariot terjadi, Paulus baru menulis cerita palsu tentang penyaliban Yudas, yang tidak berdasarkan fakta tetapi berdasarkan cerita fiksi dari 2 dukumen tulisan paku berjudul : The Babylonia Passion Play of Bel, yaitu kisah tentang penyalibannya Dewa Baal (Ba’al) dewanya orang-orang Mediterania dan dicampur dengan cerita karangan Paulus sendiri lalu menjadi tulisan cerita fiksi baru untuk menceritakan kisah pengadilan Yudas Iskariot dalam Injil Matius 27:11-26 dan Lukas 23:1-25 dan penyaliban dan penguburan Yudas Iskariot dalam Injil Matius 27:27-60 dan Lukas 23:26-56 yang ditulis Paulus di Perjanjian Baru). Pada hari ke-3 sejak kedatangan Nabi Isa as di antara keluarganya dan murid-muridnya, beliau as berkata : “Pergilah ke Gunung Olives bersama ibundaku, karena di sanalah aku akan naik menuju Langit dan engkau semua akan menyaksikan siapa yang akan mengangkatku ke Langit”. Maka berangkatlah sebagian besar muridnya, karena ke 25 dari 72 murid yang bukan murid inti melarikan diri ke Damaskus karena takut akan penindasan dan hukuman dari para elit agama Yahudi dan penguasa Romawi karena menjadi pengikut Nabi Isa as (di Damaskus, mereka ditangkap Paulus lalu disiksa olehnya, sehingga kejahatan Paulus ini selalu diingat oleh murid-muridnya Nabi Isa as). Ketika mereka tengah khusyuk beribadah, datanglah Nabi Isa as bersama dengan banyak sekali malaikat yang selalu memuji Allah kemudian beliau as naik ke Gunung Olives (Zaitun) menemui ibu dan murid-muridnya, dari sana diangkat 4 malaikat disaksikan sebagian besar muridnya menuju Langit ke-3 lagi dan tinggal di sana sampai hampir mendekati pertengahan akhir zaman nanti, lalu Nabi Isa as turun ke Bumi terakhir kalinya untuk membunuh Dajjal dengan pertolongan Allah di Perang Armageddon II dan setelah perang, menegakkan kalimat Laa Ilaaha Illallaahu ke seluruh dunia dengan membunuh semua orang kafir termasuk bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang tidak mau masuk Islam lewat mukjizat nafasnya yang beracun yang jarak jangkauannya sejauh mata memandang.

Sumber : Al-Qur’an, Injil Barnabas dan Islam dan Kristen dalam Dunia Modern oleh M. Fazlur Rahman Ansari.