01 Agustus, 2017

PERISTIWA KEHANCURAN KOTA YERUSALEM YANG PERTAMA

Qur’an surat Al-Israa’ ayat 7 :
7.      (Jika kalian) Bani Israil (berbuat baik, berarti kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri dan jika kalian berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi diri kalian sendiri. Dan apabila datang saat hukuman) bagi kejahatan yang (kedua) pada tahun 70 M Allah datangkan Jenderal Titus dan tentara-tentara Romawi beserta sekutu mereka yaitu Syria dan Yunani (untuk menyuramkan muka-muka kalian) mereka menyerang, mengepung selama 5 bulan (Maret – Agustus), menaklukkan dan merebut Kota Yerusalem, membantai penduduknya (dan mereka masuk ke dalam masjid) untuk menjarah benda-benda berharga milik masjid dan dibawa ke Roma lalu menghancurkan dan membakar Yerusalem dan Masjidil Aqsha (Bait Suci) untuk kedua kalinya sampai pondasinya rata dengan tanah hingga menjadi sebuah daratan, sehingga orang-orang yang lewat dan berkunjung tidak mengira bahwa tempat itu pernah menjadi pemukiman penduduk, para legiun Romawi itu hanya menyisakan tembok Masjidil Aqsha kedua bagian barat sepanjang 60 m yang dikenal dengan nama ”Tembok Ratapan” yang telah direnovasi dan diperluas oleh Raja Herodes Agung mulai awal tahun 19 M – 64 M, tembok aslinya panjangnya sekitar 485 meter dan 3 menara Benteng Herodes yang tidak dirobohkan oleh mereka (sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk menghancurkan terhadap apa saja yang mereka kuasai dengan penghancuran sehabis-habisnya) seluruh Yerusalem termasuk Bait Suci pertama tahun 586 SM.

Pada tahun ke-3 pemerintahan Raja Yoyakim bulan April tahun 605 SM, Raja Nabukadnezar II dan bala tentaranya menyerbu dan mengepung Kota Yerusalem ibukota Kerajaan Yehuda (Yahuda/Yudea) untuk pertama kalinya dan bulan Agustus berhasil merebut Yerusalem dan menaklukkan Raja Yoyakim lalu mereka masuk ke Masjidil Aqsha untuk pertama kalinya pula dan menjarah sebagian benda-benda berharga milik masjid dan dibawa ke Babilonia atau Babel lalu dimasukkan ke dalam kuil pemujaan Dewa Marduk, yaitu ’tuhan’ (dewa) utama mereka. Selain itu, Raja Nebukadnezar bertitah kepada Aspenas, kepala istananya untuk membawa beberapa orang Israel yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai macam hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yaitu orang-orang yang pandai untuk dipekerjakan dalam istana Raja Babilonia Baru, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim, di antara orang-orang Yehuda itu adalah Nabi Daniel as yang waktu itu masih berumur 22 tahun beserta ketiga temannya, yaitu Hananya, Misael dan Azarya. Bulan Desember tahun 598 SM Raja Nebukadnezar II datang lagi yang ke-2 kalinya untuk menghukum Raja Yoyakim karena memberontak kepada Raja Nebukadnezar II, Raja Yoyakim ditangkap dan mendapat perlakuan buruk dari Raja Nebukadnezar II yang mengikatnya dengan 2 rantai tembaga lalu dibawa keluar Yerusalem dan ia mati tahun 597 SM dalam usia 36 tahun ketika dalam perjalanan setelah sampai di wilayah Kerajaan Babel. Jenazah Raja Yoyakim dilemparkan atau dicampakkan begitu saja di tepi jalan seperti seekor keledai yang mati di jalanan, sehingga mayatnya terkena udara panas diwaktu siang dan terkena udara dingin diwaktu malam, Yeremia pasal 22 ayat 19 dan pasal 36 ayat 30, tidak ada sama sekali upacara penguburan jenazah Raja Yoyakim sebagai manusia apalagi upacara penguburan jenazahnya sebagai seorang raja, sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan pula, Allah telah menurunkan ayat-ayat yang jelas. Dan bagi orang-orang kafir ada azab yang menghinakan, Al-Mujaadilah ayat 5. Hal itu sebagai azab dari Allah karena Raja Yoyakim durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mendustakan ayat-ayat-Nya, rasul-rasul-Nya dan melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa, seperti : menyembah berhala dan berkorban untuk berhala, membunuh Nabi Uria as, Yeremia pasal 26 ayat 20-23 dan memerintahkan untuk menangkap Nabi Yeremia as dan Barukh bin Neria jurutulis dan sahabat beliau as tetapi tidak berhasil karena Allah menyembunyikan mereka, hanya karena nabi-nabi utusan Allah itu menyampaikan peringatan-peringatan-Nya yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya, Yeremia pasal 36 ayat 1-32, ia juga membunuh orang-orang yang menyuruhnya berlaku adil sehingga Yerusalem menjadi penuh dengan darah dari orang yang tidak bersalah, maka Tuhan tidak mau mengampuninya, 2 Raja-raja pasal 24 ayat 4, menindas dan memperbudak rakyatnya yang diperintah untuk membangun istananya dan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas lainnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu, tidak akan diringankan azab dari mereka dan tidak pula mereka diberi tenggat atau batas waktu, Al-Baqarah ayat 161-162. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Allah dan melakukan kezhaliman, maka Allah sekali-kali tidak akan mengampuni dosa mereka dan tidak pula akan menunjukkan kepada mereka suatu jalan ketakwaan. Kecuali jalan ke Neraka Jahannam, mereka itu adalah penghuninya kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah, An-Nisaa’ ayat 168-169, Al-Maaidah ayat 10, 86 dan Al-A’raaf ayat 36. Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang kafir itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuk mereka dalam Alkitab Lauhul Mahfuzh sehingga jika datang kepada mereka utusan-utusan Allah yaitu para malaikat untuk mengambil nyawa mereka seraya mengatakan kepada mereka : ”Di mana berhala-berhala yang biasa kamu sembah selain Allah?”. Mereka menjawab : ”Berhala-berhala itu telah lenyap dari kami”. Dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir, Al-A’raaf 37. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah menyediakan untuk orang-orang kafir Neraka yang bernyala-nyala, Al-Fath ayat 13.

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu Langit bagi mereka dan tidak pula mereka masuk Surga untuk selama-lamanya sebagaimana unta tidak mungkin masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan, Al-A’raaf ayat 40. Firman Allah : ”Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan dari iman? Yaitu orang-orang yang mendustakan Alkitab dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus kepada mereka. Kelak di akhirat mereka akan mengetahui ketika belenggu dan rantai-rantai dipasang di leher mereka seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api Neraka, Al-Mu’min ayat 69-72. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih, Al-Jaatsiyah ayat 11. Barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya maka sungguh ia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata, Al-Ahzab ayat 36. Padahal Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil bahwa mereka berjanji akan beriman dan bertakwa kepada Allah tidak menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu dan taat kepada rasul-rasul-Nya. Terus-menerus tanpa putus Allah telah mengutus kepada mereka sebagian besar rasul-Nya untuk membimbing Bani Israil ke jalan yang lurus, Al-Baqarah ayat 87, Yeremia pasal 25 ayat 3-4, pasal 26 ayat 5 dan pasal 44 ayat 4, tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, maka sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh, Al-Baqarah ayat 61, 87, 91, Ali-‘Imran ayat 21, 112, 181, 183, An-Nisaa’ ayat 155, Al-Maaidah ayat 70 dan 1 Raja-raja pasal 19 ayat 10. Orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari azab Allah, sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu, Al-’Ankabuut ayat 4. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun terhadap mereka dengan mendustakan dan membunuh rasul-rasul-Nya itu. Dan karena kekafiran dan kefasikan mereka, maka sebagian besar Bani Israil itu menjadi buta mata hatinya dan tuli tidak bisa mendengarkan ayat-ayat-Nya, lalu mereka bertobat dan Allah menerima tobat mereka. Kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli lagi dan Allah Maha Melihat terhadap apa yang mereka kerjakan, Al-Maaidah ayat 70-71. Raja-raja Kerajaan Yehuda berjumlah 20 orang, yang 8 orang menyembah Allah dan yang 12 orang adalah raja-raja penyembah berhala yaitu : Raja Abia, Yoram, Ahazia, Atalya, Amazia, Ahas, Manasye *, Amon, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia, mereka durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa, Perjanjian Lama Kitab 1 Raja-raja, Kitab 2 Raja-raja, Kitab Tawarikh, Kitab Yesaya, Kitab Yeremia dan Kitab Yehezkiel.
*Tetapi akhirnya Raja Manasye bertobat dan hanya menyembah kepada Allah tidak menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu. Hal itu terjadi setelah kerajaannya diserang dan ia ditaklukkan oleh Raja Asyur (Assiria) yang bernama Asyurbanipal yang menawannya lalu membuangnya ke Babel. Dalam keadaan terdesak, ia berdoa kepada Allah berusaha melunakkan hati-Nya dengan sangat merendahkan diri di hadapan-Nya, maka Allah mengabulkan doanya dan mendengarkan permohonannya. Sehingga Raja Asyurbanipal membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kembali kedudukannya sebagai Raja Yehuda, 2 Tawarikh pasal 33 ayat 12-13.

Raja-raja Yehuda dan keluarganya hidup mewah di istana megah, raja-rajanya, para bangsawan, para pejabat, orang-orang kaya menindas dan memperbudak bangsanya sendiri. Raja-raja Yehuda yaitu Manasye, Amon, Yoyakim, Yoyakhin, Zedekia dan para pemuka agama membunuh orang-orang yang tidak bersalah karena mereka yang menyuruh manusia berbuat adil, Ali-’Imran ayat 21 dan Kitab 2 Raja-raja pasal 24 ayat 4, sehingga telah membuat Yerusalem penuh dengan darah orang-orang yang tidak bersalah, para tokoh agamanya membiarkan rakyat ditindas, Al-Baqarah ayat 61, Ali-’Imran ayat 112 dan Al-Maaidah ayat 78-79. Sesungguhnya orang-orang Israel yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan telah membunuh lebih dari 10 ribu nabi-nabi-Nya tanpa alasan yang benar karena menyampaikan ayat-ayat-Nya yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka dan membunuh orang-orang yang menyuruh mereka untuk berlaku adil di antara manusia, maka sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang kafir itu akan menerima azab yang pedih, Ali-‘Imran ayat 21. Mereka itulah orang-orang yang gugur amalan-amalan mereka di dunia dan di akhirat dan tidaklah mereka mempunyai penolong-penolong yang akan melindungi mereka dari azab Allah, Ali-‘Imran ayat 22. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu Langit bagi mereka dan tidak pula mereka masuk Surga untuk selama-lamanya sebagaimana unta tidak mungkin masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan, Al-A’raaf ayat 40. Sebagian besar Bani Israil tidak menyembah Allah lagi mereka telah melupakan Allah, bahkan di dalam dan di luar Bukit Bait Suci mereka menyembah ’tuhan-tuhan’ selain Allah dan hanya membanggakan Masjidil Aqsha (Haikal Sulaiman) mereka yang merupakan bangunan terindah di seluruh dunia pada zaman itu karena dihias dengan tiang-tiang masjid yang dilapisi tembaga, ruangan masjid dilapisi emas, perak, batu-batu mulia, pualam, diukir segala gambar binatang melata dan gambar-gambar binatang yang menjijikkan dan segala berhala Bani Israil terukir pada tembok sekelilingnya dan sebagainya. Maka Allah telah menunjukkan kemurkaan-Nya dengan mengazab para penguasanya, pejabat negaranya, pejabat keagamaannya dan sebagian besar orang-orang Israel yang kafir dan zhalim melalui penyerangan tentara-tentara Babel atas perintah Raja Babel Nebukadnezar II (sekarang Irak dan sekitarnya/Tanah Sinear) yang memerintahkan menantunya Nergal-sarezer (Neriglissar) suami Putri Kassaya dan panglima perang Babel, Nebuzaradan kepala pasukan pengawal raja, Nebusyazban kepala istana, para perwira lainnya dan bala tentaranya pada akhir bulan Desember tahun 587–586 SM ke Israel Selatan untuk merebut dan menguasai kepemilikan Kota Yerusalem dari tangan Raja Zedekia yang sebelumnya dikepung selama 18 bulan (10 Januari - Juli 586 SM) dan akhirnya mereka berhasil menerobos tembok-tembok yang mengelilingi Kota Yerusalem dengan merobohkannya, kemudian mereka memasuki dan menyerbu ke dalam ibukota Kerajaan Yehuda tersebut.

Tentara-tentara Babel membunuhi rakyat Yehuda dari yang muda sampai yang tua di Kota Yerusalem kemudian menghancurkan dengan membakar sehabis-habisnya seluruh Yerusalem termasuk membakar habis Bukit Bait Suci (Haikal Sulaiman/Al-Haram Asy-Syarif/Al-Masjid Al-Aqsha (Masjidil Aqsha) pertama/Bait Allah/Bait Suci/Beit HaMikdash) sampai-sampai benda-benda suci untuk perlengkapan ibadah yang ada di dalam masjid yang membuat para nabi Allah gemetar untuk menyentuhnya, telah diinjak-injak oleh orang-orang kafir dari Babel yang sangat keji itu. Sebelum tentara-tentara Babel membakar istana raja, Masjidil Aqsha, rumah-rumah rakyat Yehuda dan rumah orang-orang besar Kerajaan Yehuda dengan terlebih dahulu mereka menjarah harta benda milik istana raja, milik raja, para pejabat, orang-orang kaya dan harta benda milik masjid yang berupa benda-benda yang dilapisi tembaga dan berbahan tembaga seperti : kereta-kereta, bejana besar, tiang-tiang masjid dan hiasannya yang dibuat oleh Nabi Sulaiman as untuk masjid, Sabaa’ ayat 12-13, ruangan masjid yang berlapis emas dan semua benda-benda perkakas yang berbahan emas, perak, tembaga dan batu-batu mulia termasuk perkakas-perkakas yang dipakai untuk upacara keagamaan milik masjid, semuanya dijarah oleh tentara-tentara Babel itu dan dibawa ke Tanah Sinear. Kemudian pada bulan Agustus 586 SM tentara-tentara Babel membakar Masjidil Aqsha dan seluruh Yerusalem sampai hancur lebur rata dengan tanah, Yeremia pasal 52 ayat 12-14. Raja Zedekia, keluarganya dan sisa-sisa tentaranya melarikan diri tetapi mereka dikejar dan tertangkap di Jerikho dan Nebuzaradan juga menangkap Imam Agung Seraya, wakil Imam Sefaya, 3 orang penjaga Masjidil Aqsha, 5 penasehat pribadi raja, panglima dan wakilnya dan 60 rakyat yang ada di kota itu mereka semua dibawa ke hadapan Raja Nebukadnezar II di Ribla di tepi Sungai Orontes Kota Hamat, Provinsi Hama – Suriah berjarak sekitar 213 km sebelah utara Kota Damaskus untuk menghadap Raja Nebukadnezar II, di Ribla, 60 rakyat dan semua pejabat agama dan pemerintahan Kerajaan Yehuda yang ditangkap Nebuzaradan, disiksa lalu disembelih. Sementara itu, Raja Nebukadnezar II memerintahkan algojo untuk menyembelih anak-anak Raja Zedekia di depan matanya, setelah itu dibutakanlah mata Raja Zedekia lalu ia diikat dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babilonia pada bulan Agustus 586 SM bersama sebagian besar rakyat Yehuda yang selamat dari pembunuhan tentara-tentara Babel dan kehancuran Kota Yerusalem. Mereka diangkut dari negerinya lalu dibuang ke Babilonia untuk dijadikan budak, Raja Zedekia dimasukkan ke penjara dan mati di Babilonia, Yeremia pasal 52 ayat 1-30 2 dan 2 Raja-raja pasal 24 ayat 18-20, pasal 25 ayat 1-21. Kemudian Kerajaan Yehuda dijadikan provinsi Kerajaan Babilonia Baru dan mengangkat Gedalya bin Ahikam sebagai gubernur di Provinsi Yehuda. Orang-orang Israel yang mengungsi ke negara-negara tetangga ketika tentara-tentara Raja Nebukadnezar II menyerbu Yerusalem, kembali pulang ke negerinya lagi, di antaranya Ismael bin Netanya yang masih keturunan raja. Pada tahun 581 SM Ismael dan sepuluh orang yang bersamanya, membunuh Gedalya dan banyak orang Yahudi yang mendampinginya dan juga membunuh banyak orang Babel yang ditinggalkan oleh Raja Nebukadnezar II untuk bertugas dengan Gedalya di Kota Mizpa (Mitzpah) sekarang Desa Masephta. Orang-orang Israel yang masih tinggal di negerinya menjadi ketakutan akan pembalasan Raja Nebukadnezar II, karena pejabat yang diangkatnya telah dibunuh oleh orang-orang Yehuda, Yeremia pasal 40 ayat 7-16, pasal 41 ayat 1-18, peristiwa itu terjadi pada tahun 581 SM, lalu mereka melarikan diri ke Tahpanhes, sekarang Tell Defenneh sebuah kota kuno terletak di tepi Danau Manzala dekat perbatasan Sinai di bagian timur delta Sungai Nil pada cabang Sungai Tanitic, situs ini sekarang terletak di Terusan Suez sekitar 29 km sebelah timur tenggara dari  Kota Tanis.

Maka Raja Nebukadnezar II memerintahkan lagi Nebuzaradan ke Yerusalem pada tahun 581 SM untuk menghukum orang-orang Yehuda dan membawa ke Babilonia 745 jiwa orang Yehuda dan menjadikan mereka budak, sehingga Kota Yerusalem dan semua kota Kerajaan Yehuda tidak ada seorangpun penduduknya yang tinggal di sana, Yeremia pasal 33 ayat 10 dan pasal 44 ayat 2. Orang-orang Yehuda yang mengungsi ke Mesir karena ketakutan akan pembalasan Raja Nebukadnezar II akhirnya di sana sebagian besar dari mereka mati karena penyakit sampar, kelaparan dan dibunuh oleh Raja Nebukadnezar II dan bala tentaranya yang menginjakkan kaki mereka di Negeri Mesir pada tahun 568 SM untuk mengepung dan mengalahkan Fir’aun Ahmasis (Ahmose) II karena telah menerima baik para pelarian Israel itu ke negerinya. Setelah menaklukkan Kerajaan Mesir pada tahun 567 SM, Raja Nebukadnezar II mendirikan tahta kebesaran di Tahpanhes dan sebagian orang-orang Yehuda yang melarikan diri ke Tahpanhes, dibawa ke Babilonia sebagai tawanan. Hanya beberapa orang pengungsi Yehuda yang bisa pulang kembali ke negerinya dengan selamat dari penyerangan dan penaklukkan Raja Nebukadnezar II dan bala tentaranya ke Kerajaan Mesir tersebut, Yeremia pasal 43 ayat 10-13 dan Yehezkiel pasal 29 ayat 19. Semua malapetaka yang menimpa para raja Yehuda, para bangsawan, para pejabat kerajaan, para tokoh agama dan sebagian besar rakyat Yehuda (Israel) dan negeri mereka itu adalah azab dari Allah akibat perbuatan tangan-tangan mereka sendiri, karena sebagian besar Bani Israil itu kafir, mereka menyekutukan Allah, bahkan tidak beriman dan tidak bertakwa kepada Allah, mendustakan ayat-ayat-Nya, durhaka dan tidak taat kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mendustakan, menzhalimi, menganiaya, membenci, menghina, memperolok-olok, membunuh sebagian nabi-nabi-Nya, memenjarakan beberapa nabi-Nya termasuk memenjarakan Nabi Yeremia as dan rencana pembunuhan terhadap Nabi Yeremia as yang gagal karena dilindungi oleh Ahikam bin Safan, anak sekretaris Kerajaan Yehuda yaitu Safan bin Azalya, maka selamatlah nyawa Nabi Yeremia as, Yeremia pasal 26 ayat 24. Mereka telah menjadi penyembah berhala-berhala, berkorban untuk berhala-berhala, mengorbankan anak-anak mereka sendiri untuk korban bakaran utuh yang dipersembahkan kepada berhala-berhala yang menjadi ’tuhan-tuhan’ mereka. Di tengah-tengah kehidupan sehari-hari masyarakat Bani Israil yang sebagian besar orang-orang kafir, maka merajalela praktek riba, renten, perdukunan dan perbuatan syirik lainnya, bersumpah (bersaksi) palsu, penipuan, ketidakjujuran, perzinaan, pelacuran, kejahatan (kezhaliman), kekejaman (kekerasan), korupsi merajalela dalam kehidupan masyarakat Kerajaan Israel Utara dan Israel Selatan (Yehuda), terutama dilakukan oleh para pemimpin keagamaan. Ada banyak tuan tanah yang menindas orang-orang miskin yang tersisih, perampasan hak dan harta milik orang lain, penyelewengan hukum, dan ritual peribadatan yang hanya seremonial, keserakahan (rakus akan harta dunia), ketidakadilan, suap-menyuap, pemerasan, para penguasanya menindas dengan menjadikan bangsanya sendiri sebagai budak. Nabi Mikha as menentang ketidakadilan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Kerajaan Yehuda dan menyuruh mereka berlaku adil dan memprotes kultus-kultus kepercayaan penyembahan berhala. Dakwah Nabi Mikha as merupakan keluhan terhadap para penguasa tanah yang menyalahgunakan orang miskin dan terpinggirkan (tersisih). Beliau as memperingatkan orang-orang yang merampas hak dan harta milik orang lain, bahwa Allah mengancam mereka dengan azab yang keras. Peringatan Nabi Mikha as sama dengan peringatan Nabi Amos as, Nabi Hosea as dan Nabi Yesaya as kepada Bani Israil, jika mereka tidak mau mendengarkan peringatan-peringatan-Nya dengan beriman dan bertobat lalu mengerjakan amal-amal yang saleh, maka Tuhan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Menang akan memakai bangsa asing untuk menghukum orang-orang Israel yang kafir karena telah melakukan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas dan durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta tidak mau mendengarkan peringatan-peringatan-Nya yang disampaikan melalui para utusan-Nya yang tidak putus-putus diutus kepada mereka, Al-Baqarah ayat 61, 95, Ali-’Imran ayat 112, An-Nisaa’ 160-161, Al-Maaidah ayat 32, 63, 78-79, Al-An’aam ayat 146, An-Nahl ayat 118, Al-Jumu’ah ayat 6-7, Kitab Mikha pasal 3:11, Kitab Yeremia pasal 19 ayat 4-5, 9, pasal 23 ayat 10-17, pasal 24 ayat 8-10, pasal 25 ayat 1-11, pasal 35 ayat 17 dan pasal 44 ayat 1-30.
Qur’an surat An-Nahl ayat 63 :
63.  (Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus) rasul-rasul Kami (kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka) yang buruk itu (maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu) di dunia (dan bagi mereka azab yang sangat pedih) kelak pada hari Kiamat.
Qur’an surat Al-Mujaadilah ayat 19-21 :
19.  (Setan telah menguasai mereka) orang-orang kafir, fasik dan zhalim itu (lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi).
20.  (Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina).
21.  (Allah telah menetapkan) di dalam Kitab Lauhul Mahfuzh (: ”Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa).

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 63 :
63.  (Mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka) Bani Israil (tidak melarang mereka mengucapkan kata-kata dusta dan memakan yang haram? Sungguh amat buruklah apa yang mereka perbuat itu).
Qur’an surat Al-Mu’min ayat 73-76 :
73.  Di akhirat kelak (Kemudian dikatakan kepada mereka : ”Manakah berhala-berhala yang selalu kalian persekutukan),
74.  yang kalian sembah (selain Allah?”. Mereka menjawab : ”Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu”) mereka mengingkari penyembahan kepada berhala-berhala itu, lalu berhala-berhala sesembahan mereka didatangkan di hadapan mereka, selanjutnya dikatakan kepada mereka : ”Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahannam”, Al-Anbiyaa’ ayat 98 (Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang kafir).
75.  Dan dikatakan pula kepada mereka (Yang demikian itu disebabkan karena kalian bersuka ria di muka Bumi dengan tidak benar) kalian durhaka dan banyak melakukan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas (dan karena kalian selalu bersuka ria) dan karena kalian melakukan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas itu berulang kali.
76.  Dikatakan kepada mereka : (”Masuklah kalian ke pintu-pintu Neraka Jahannam, sedangkan kalian kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong ”) tidak mau beriman.

Kitab Perjanjian Lama, Yeremia pasal 25 ayat 4-5, pasal 26 ayat 4-6, pasal 35 ayat 15 dan pasal 44 ayat 4 : Adalah ayat-ayat tentang peringatan Allah yang diturunkan kepada Nabi Yeremia as sebelum terjadi peristiwa kehancuran seluruh Kota Yerusalem dan Masjidil Aqsha oleh Raja Nebukadnezar II dan bala tentaranya dari Kerajaan Babilonia Baru pada tahun 586 SM.
25:4 Juga Tuhan terus-menerus mengutus kepadamu semua (sebagian besar) hamba-Nya, yaitu nabi-nabi, tetapi kamu (Bani Israil) tidak mau mendengarkan dan memperhatikannya.
25:5 Kata mereka (para nabi) : ”Bertobatlah masing-masing kamu dari tingkah langkahmu yang jahat (zhalim) dan dari perbuatan-perbuatanmu yang jahat (beriman dan bertakwalah kamu kepada Allah saja dan taatlah kepada rasul-rasul-Nya), maka kamu akan tetap diam (tinggal) di tanah yang diberikan Tuhan kepadamu dan kepada nenek moyangmu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya”.
26:4 Jadi katakanlah kepada mereka : Beginilah firman Tuhan : ”Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku (Allah), tidak mau mengikuti Taurat-Ku (tidak menjalankan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah yang ada dalam Taurat) yang telah Kubentangkan di hadapanmu,
26:5 dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, (yaitu) para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, tetapi kamu (tetap membangkang) tidak mau mendengarkan (perkataan mereka),
26:6 maka Aku akan membuat rumah ini (Bait Suci pertama dihancurkan menjadi reruntuhan) sama seperti (telah dihancurkannya Kemah Suci (Kemah Pertemuan/Mishkan) oleh orang-orang Filistin yaitu tempat untuk beribadah kepada Allah terutama untuk shalat berjamaah yang didirikan oleh Bani Israil di Kota) Silo (Khirbet Seilun 16 km di utara pemukiman Israel Beth El (Betel) di Tepi Barat (West Bank) – Palestina. Pernah menjadi tempat Kemah Suci di Israel sebelum pembangunan Bait Suci pertama di Kota Tua Yerusalem Timur), dan kota ini (Yerusalem akan dihancurkan rata dengan tanah sampai hanya tinggal reruntuhan oleh orang-orang Kasdim/Babel) menjadi kutuk bagi segala bangsa di Bumi”.
35:15 Aku telah mengutus kepadamu segala (sebagian besar) hamba-Ku, yaitu para nabi terus-menerus, (dan) mengatakan : ”Kembalilah kamu masing-masing dari tingkah langkahmu yang jahat itu, perbaikilah perbuatanmu, janganlah mengikuti allah lain untuk beribadah kepada mereka (janganlah menyembah berhala dan berkorban untuk berhala), maka kamu akan tetap diam di tanah (Palestina) yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu. Tetapi kamu tidak mau memperhatikannya dan kamu tidak mau mendengarkan Aku” (tetapi kamu durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan melampaui batas dalam berbuat dosa-dosa, maka kamu harus pergi dari tanah perjanjian ini dengan dipaksa, atau dibuang keluar dari negerimu ke tanah bangsa-bangsa asing yang menguasaimu dan menindasmu yaitu bangsa Akkadia dari Kerajaan Assiria/Asyur dan bangsa Khaldea/Kasdim dari Kerajaan Babilonia Baru).
44:4 (Padahal) Terus-menerus Aku telah mengutus kepadamu (Bani Israil) semua (sebagian besar) hamba-Ku, (yaitu) para nabi, dengan mengatakan : “Janganlah hendaknya kamu melakukan kejijikan yang Aku benci ini!”. (Janganlah kamu menyembah selain Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, perintah-perintah dan larangan-larangan Allah lainnya dalam Taurat disebutkan di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 83, Al-An’aam ayat 151-152 dan Al-A’raaf ayat 169), tetapi Bani Israil tetap membangkang dan tidak mengindahkan peringatan-peringatan Allah melalui para utusan-Nya tersebut, maka terjadilah malapetaka-malapetaka yang menimpa Bani Israil dan negeri mereka di tangan bangsa-bangsa asing. Kitab Perjanjian Lama (Taurat Yahudi dan kitab-kitab para nabi lainnya) yang ada di tangan kaum Yahudi dan kaum Nasrani Trinitas Kristen Protestan dan Kristen Katolik Roma itu tidak asli lagi, karena kata-katanya telah diubah-ubah dari tempat-tempatnya supaya sesuai dengan hawa nafsu dan tradisi-tradisi orang-orang Israel yang kafir dan juga supaya tidak bertentangan dengan ajaran Paulus dan para pengikutnya yang menuhankan Nabi Isa as dan Maryam, Al-Baqarah ayat 75, 78-79, Ali-‘Imran ayat 78, Al-Maaidah ayat 13, 41, An-Nisaa’ ayat 46 dan sabda Nabi Isa as di dalam Injil Barnabas hal. 225-226, Bab 124. Guru Spiritual Yang Asli dan Guru Spiritual Yang Palsu.
Qur’an surat Al-Jumu’ah ayat 5 :
5.      (Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Kitab Taurat, kemudian mereka tidak memikulnya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab) Bani Israil adalah kaum yang diperintah oleh Allah untuk mengamalkan apa yang terkandung dalam Kitab Taurat, kemudian mereka tidak mengamalkannya, maka mereka diumpamakan seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal tetapi tidak dapat memanfaatkannya, Allah telah menurunkan banyak kitab yang dibawa oleh nabi-nabi-Nya kepada Bani Israil (Amat buruklah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah) karena Allah menyerupakan mereka dengan simbol (lambang) binatang keledai yang dianggap bodoh yang tidak mempunyai akal pikiran sehingga tidak bisa berpikir  (Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zhalim).

Qur’an surat Al-An’aam ayat 48 :
48.  (Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman) kepada Allah dan rasul-rasul-Nya (dan mengadakan perbaikan) dengan memohon ampun dan bertobat kepada-Nya kemudian mengerjakan amalan-amalan yang saleh (maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati).
Qur’an surat Al-Ahzab ayat 7-8 dan 45-46 :
7.      (Dan) ingatlah (ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari engkau) Muhammad (dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam) adalah 5 orang nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi karena mempunyai ketabahan yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid kepada umatnya (dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh).
8.      (Supaya Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka) pada hari Kiamat Allah akan menanyakan kepada orang-orang beriman dan bertakwa tentang nabi-nabi-Nya yang diutus kepada mereka, apakah rasul-rasul-Nya telah bersungguh-sungguh (semaksimal mungkin) dalam mengerjakan kewajibannya untuk menyampaikan risalah-risalah (amanat-amanat) Allah dan memberikan penjelasan dengan seterang-terangnya kepada umat mereka dan Allah juga akan menanyai rasul-rasul-Nya tentang kewajiban mereka, Ali-’Imran ayat 20, Al-Maaidah ayat 67, 92, 99,  Al-A’raaf ayat 6, 61-63, 67-69, 79, 184, Huud ayat 57, Ar-Ra’du ayat 40, Ibrahim ayat 4-5, Al-Hijr ayat 89, An-Nahl ayat 35, 82, An-Nuur ayat 54, Al-‘Ankabuut ayat 18, Yaasiin ayat 16-17, Asy-Syuura ayat 15, 48, 52, At-Taghaabun ayat 12 dan Al-Jin ayat 28 (dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih) karena mereka tidak beriman dan bertakwa kepada Allah dan tidak taat kepada rasul-rasul-Nya.
45.  (Wahai nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi) atas seluruh umat manusia di hari pembalasan, An-Nisaa’ ayat 41, An-Nahl ayat 89 dan Al-Muzzammil ayat 15 (dan pembawa kabar gembira) dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka dan berada di dalam taman-taman Surga yang ada sungai-sungainya dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka dan diberi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan atau tidak ada habis-habisnya, Shaad ayat 54, Al-Mu’min ayat 40, Asy-Syuura ayat 22, Az-Zukhruf ayat 70-73, Ad-Dukhaan ayat 51-57, Muhammad ayat 15, Ath-Thuur ayat 22, dan Al-Qamar ayat 54-55 (dan pemberi peringatan) yang nyata (sebenarnya) kepada seluruh alam jin dan manusia dengan membawa kitab-Nya yang memberi penjelasan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang (rasul) yang memberi petunjuk atas perintah-Nya, bagi orang-orang kafir yang menyombongkan diri dengan mendustakan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-rasul-Nya akan dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam kekal mereka di dalamnya, Al-Baqarah ayat 151, 213, An-Nisaa’ ayat 163-165, Al-Maaidah ayat 67, Al-An’aam ayat 48, 92, Al-A’raaf ayat 2, 158, 184, 188, Yunus ayat 2, Huud ayat 2, 12, 25, Ar-Ra’du ayat 7, 30, 38, Al-Hijr ayat 89, Al-Israa’ ayat 105, Al-Kahfi ayat 56, Maryam ayat 97, Thaahaa ayat 2-3, Al-Hajj ayat 49, Al-Furqaan ayat 1, 56, Asy-Syu’araa’ ayat 194, Al-Qashash ayat 46, Al-‘Ankabuut ayat 50, As-Sajdah ayat 3, Sabaa’ ayat 28, 46, Faathir ayat 24, Yaasiin ayat 3-6, 11, Shaad ayat 65, 70, Fushshilat ayat 3-4, Asy-Syuura ayat 7, Al-Ahqaaf ayat 9, 12, Al-Fath ayat 8, Qaaf ayat 45, Adz-Dzariyaat ayat 50-51, An-Najm ayat 56, Al-Mulk ayat 26, Al-Jin ayat 23, An-Naazi’aat ayat 45 dan Al-Ghaasyiyah ayat 21.
46.  (Dan untuk menjadi penyeru) manusia (kepada) agama (Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi) Allah mengutus Rasulullah saw dan nabi-nabi sebelumnya benar-benar memberi petunjuk kepada jalan agama yang lurus, jalan agama Allah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji dan membawa agama yang benar, yaitu agama Islam untuk ditegakkan supaya tidak sesat jalannya di dunia dan di akhirat, Ali-‘Imran ayat 19, 83, 85, Al-Maaidah ayat 3, Al-An’aam ayat 161, At-Taubah ayat 33, 36, Yusuf ayat 40, Ibrahim ayat 1, An-Nahl ayat 125, Al-Qashash ayat 87, Al-’Ankabuut ayat 18, Ar-Ruum ayat 30, Asy-Syuura ayat 13, 15, 52-53, Ash-Shaff ayat 9, Al-Ghaasyiyah ayat 21 dan An-Nashr ayat 2.
Qur’an surat Al-Fath ayat 28 :
28.  (Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar supaya dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi) bahwa Nabi Muhammad saw itu adalah utusan Allah, Al-Fath ayat 29.
Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 10-11 :
10.  (….Sesungguhnya Allah Telah menurunkan peringatan kepada kalian) yaitu Al-Qur’an,
11.  dan mengutus (seorang rasul) Nabi Muhammad saw (yang membacakan kepada kalian ayat-ayat Allah yang menerangkan) menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, Yusuf ayat 111 (supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya).

Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 165 :
165.    (Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya tidak ada lagi alasan bagi manusia membantah Allah) mengemukakan alasan-alasan mereka di hari pengadilan kelak, Al-Maaidah ayat 19 dan Al-An’aam ayat 156-157 (setelah rasul-rasul itu diutus) kepada mereka (Dan Allah Maha Tangguh lagi Maha Bijaksana).
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 8 :
8.      (Dan mengapa kalian tidak beriman kepada Allah padahal rasul menyeru kalian supaya kalian beriman kepada Tuhan kalian. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjian kalian) Allah telah mengambil perjanjian ruh Bani Adam ketika di alam ruh, Allah telah mengambil kesaksian terhadap ruh (jiwa) mereka dan mereka telah mengakui (bersaksi), bahwa Tuhan mereka adalah Allah (jika kalian adalah orang-orang yang beriman) bersegeralah beriman kepada Allah.
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 172-173 :
173.    (Dan) ingatlah (ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka yaitu anak cucu mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka) seraya berfirman (: “Bukankah Aku ini Tuhan kalian?”. Mereka menjawab : “Betul) Engkau adalah Tuhan kami (kami menjadi saksi”) Allah lakukan yang demikian itu yaitu mengambil kesaksian ruh manusia, supaya (di hari Kiamat kelak kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami) Bani Adam (terhadap hal-hal ini) tentang keesaan Tuhan (adalah orang-orang yang lalai) kami tidak mengetahuinya.
174.    (Atau supaya kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya orang-orangtua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu”) supaya orang-orang musyrik itu tidak bisa membuat alasan dengan mengatakan bahwa bapak-bapak mereka terlebih dahulu telah mempersekutukan Tuhan, mereka hanya meniru perbuatan nenek moyang mereka dan anak-anak keturunan mereka tidak tahu jika mempersekutukan Tuhan itu salah. Karena itu mereka menganggap bahwa mereka tidak patut disiksa karena kesalahan nenek moyang mereka itu.
Qur’an surat Thaahaa ayat 134 :
134.    (Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum dia) Rasulullah saw (diutus, tentulah) di hari Kiamat (mereka berkata : ”Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul) dahulu ketika di dunia (kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau) yaitu Al-Qur’an yang dibawa Rasulullah saw (sebelum kami menjadi hina dan rendah?”) karena di akhirat mereka dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam.
Qur’an surat Az-Zumar ayat 55-59 :
56.  (Dan ikutilah sebaik-baik apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian) yaitu Al-Qur’an (sebelum datang azab kepada kalian dengan tiba-tiba, sedang kalian tidak menyadari) akan kedatangannya.
57.  (Supaya jangan ada orang yang mengatakan : ”Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam) menunaikan kewajiban (terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan”) agama Allah.
58.  (Atau) supaya jangan (ada yang berkata : ”Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa”).
59.  (Atau) supaya jangan (ada yang berkata ketika ia melihat azab : ”Sekiranya aku dapat kemnbali) ke dunia (tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat baik”) yaitu menjadi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh.
60.  Maka dikatakan kepada mereka oleh Allah Swt : (”Benar, sesungguhnya telah datang ayat-ayat-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri) tidak mau beriman (dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir”).

Qur’an surat Ibrahim ayat 35-36 :
35.  (Dan) ingatlah (ketika Ibrahim berkata : ”Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini) Mekkah (negeri yang aman) Allah mengabulkankan doa Nabi Ibrahim as, maka Allah menjadikan Kota Mekkah sebagai kota yang suci, di dalamnya dilarang mengalirkan darah manusia, menganiaya seseorang, berburu binatang buruan dan menebang pohon-pohon (dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku) daripada (menyembah berhala-berhala”).
36.  (Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka) berhala-berhala (itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku) berpegang pada ajaran tauhid (maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku) pemeluk agama Islam (dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) doa Nabi Ibrahim as ini sebelum beliau as mengetahui bahwa Allah Swt tidak mengampuni dosa syirik dan belum bertobat sejak nyawa berada di kerongkongan sampai mati.
Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 27 :
27.  (Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Alkitab pada keturunannya) Allah mengutus puluhan ribu nabi-nabi yang datang terus-menerus dari keturunan mereka dengan membawa Kitab Taurat, Zabur, Injil dan kitab-kitab para nabi Bani Israil lainnya (dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia) yaitu Nabi Ibrahim as menjadi buah tutur yang baik dikalangan pemeluk agama Islam, Yahudi dan Nasrani (dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh).
Qur’an surat Ash-Shaaffat ayat 113 :
113.    (Kami limpahkan keberkahan atasnya) Nabi Ibrahim as (dan atas Ishaq) dengan Allah perbanyak keturunan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ishaq as sampai menjadi berbangsa-bangsa termasuk Bani Israil (Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik) mengerjakan amal-amal saleh dan kebanyakan para nabi dan rasul adalah keturunan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ishaq as, Allah mengutus puluhan ribu nabi dan rasul yang berasal dari Bani Israil (dan ada) pula (yang zhalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata) yaitu Bani Israil yang kafir selalu berpaling dari iman, sesat dan menyesatkan kebanyakan manusia, durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan berbuat dosa-dosa yang melampaui batas, padahal terus-menerus tanpa putus Allah mengutus kepada mereka sebagian besar nabi-Nya, Kitab Yeremia pasal 25:4-5, pasal 26:4-6, pasal 35:15 dan pasal 44:4 yang membawa kabar gembira dan memberi peringatan, Al-Baqarah ayat 83, Ali-‘Imran ayat 112, An-Nisaa’ ayat 160, Al-Maaidah ayat 77, 78-79, Al-An’aam ayat 146 dan An-Nahl ayat 118.
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 26 :
26.  (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan pada keturunan keduanya kenabian dan Alkitab, maka di antara mereka) yaitu keturunan kedua nabi tersebut (ada yang menerima petunjuk dan kebanyakan di antara mereka) adalah orang-orang yang (fasik).

Perihal Raja Nebukadnezar II Penguasa Kerajaan Babilonia Baru (Babel) tahun 605-562 SM :
Dinobatkan menjadi Raja Kerajaan Babilonia Baru tanggal 7 September 605 SM setelah ayahnya Raja Nabopolassar wafat, semula ia merupakan seorang raja penyembah berhala terutama dewa utamanya yaitu Dewa Marduk yang juga dipuja oleh nenek moyangnya dan rakyatnya di wilayah tersebut. Tetapi pada masa Nabi Daniel as dan teman-temannya, yaitu Hananya, Misael dan Azarya berada di Kerajaan Babel sebagai orang-orang buangan Yehuda yang telah diangkat oleh Raja Nebukadnezar II sebagai penasehatnya, Allah kemudian berkehendak lain terhadap Raja Nebukadnezar II dengan memberinya petunjuk, lalu Allah melapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam sehingga menjadikannya sebagai hamba Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa dan Maha Mengalahkan. Sebelumnya Allah telah memperlihatkan semua kejadian yang dapat membuka mata hatinya untuk mengenal dan mengetahui bahwa hanya Allah Tuhan semesta alam. Tuhan yang mempunyai kerajaan yang memberikan kerajaan kepada orang yang kehendaki-Nya dan yang mencabut kerajaan dari orang yang dikehendaki-Nya. Allah yang memuliakan orang yang dikehendaki-Nya dan menghinakan orang yang dikehendaki-Nya. Di tangan-Nya segala kebajikan, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Ali-’Imran ayat 26. Akhirnya Raja Nebukadnezar II menjadi hamba-Nya yang taat dan saleh di sepanjang hidupnya,Yeremia pasal 25 ayat 9, pasal 27 ayat 6 dan pasal 43 ayat 10.

Kehancuran seluruh Yerusalem termasuk Masjidil Aqsha pertama terjadi pada bulan Agustus 586 SM oleh tentara-tentara Raja Nebukadnezar II dari Kerajaan Babilonia Baru. Setelah masa pembuangan Bani Israil di Babel selama 48 tahun, Raja Cyrus/Koresh/Koresy Agung dari Kerajaan Persia mendapat perintah dari Allah menyuruh orang-orang Israel pulang ke negeri mereka untuk membangun lagi Yerusalem dan Masjidil Aqsha (Bait Suci) kedua. Maka ia memberi izin Bani Israil pulang kembali ke negeri mereka dari pembuangan di Babel pada tahun 538 SM untuk membangun kota dan pusat peribadatan umat dan ia juga menyuruh mengeluarkan benda-benda suci perlengkapan ibadah milik masjid yang dahulu telah diangkut Raja Nebukadnezar II dari Yerusalem yang kemudian ditaruhnya di dalam Kuil Dewa Marduk, untuk dikembalikan ke Yerusalem sebagai perlengkapan ibadah di masjid, Kitab 2 Tawarikh pasal 36 ayat 22-23, Yesaya pasal 44 ayat 26, 28, pasal 45 ayat 13, Ezra pasal 1 ayat 1-11, pasal 3 ayat 7-13, pasal 5 ayat 1-17 dan pasal 6 ayat 1-22, akan tetapi pada tahun 70 M benda-benda suci untuk perlengkapan ibadah milik masjid tersebut dijarah lagi oleh Jenderal Titus dan tentara-tentaranya lalu dibawa ke Kota Roma. Masjidil Aqsha kedua mulai dibangun tahun 536 SM, selesai pembangunannya dan diresmikan tanggal 12 Maret 515 SM pada tahun ke-6 pemerintahan Raja Darius Agung dari Kerajaan Persia, Kitab Ezra pasal 6 ayat 15.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain dan berbagai sumber.
tyle='color:black'>Maka ia memberi izin Bani Israil pulang kembali ke negeri mereka dari pembuangan di Babel pada tahun 538 SM untuk membangun kota dan pusat peribadatan umat dan ia juga menyuruh mengeluarkan benda-benda suci perlengkapan ibadah milik masjid yang dahulu telah diangkut Raja Nebukadnezar II dari Yerusalem yang kemudian ditaruhnya di dalam Kuil Dewa Marduk, untuk dikembalikan ke Yerusalem sebagai perlengkapan ibadah di masjid, Kitab 2 Tawarikh pasal 36 ayat 22-23, Yesaya pasal 44 ayat 26, 28, pasal 45 ayat 13, Ezra pasal 1 ayat 1-11, pasal 3 ayat 7-13, pasal 5 ayat 1-17 dan pasal 6 ayat 1-22, akan tetapi pada tahun 70 M benda-benda suci untuk perlengkapan ibadah milik masjid tersebut dijarah lagi oleh Jenderal Titus dan tentara-tentaranya lalu dibawa ke Kota Roma. Masjidil Aqsha kedua mulai dibangun tahun 536 SM, selesai pembangunannya dan diresmikan tanggal 12 Maret 515 SM pada tahun ke-6 pemerintahan Raja Darius Agung dari Kerajaan Persia, Kitab Ezra pasal 6 ayat 15.


Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain dan berbagai sumber.

13 Juni, 2017

SIAPA YANG DISERANG ASAP DUKHAN

Asap Dukhan (kabut hitam tebal) adalah salah satu tanda akhir zaman, terjadinya asap Dukhan akibat hantaman 3 meteor raksasa yang menabrak Bumi yang menyebabkan tanah yang dihantam meteor berterbangan ke angkasa raya yang menutupi Bumi selama 13 bulan + 1 minggu yang membuat seluruh dunia menjadi gelap seperti malam, sehingga manusia tidak tahu kapan waktu pagi, siang, sore, petang dan malam hari. Yang membuat kaum muslimin bingung menentukan saatnya masuk waktu shalat.
Para sahabat bertanya         : Ya Rasulullah pada hari yang seperti setahun, bagaimana shalat kami?”.
Rasulullah saw menjawab    : “Kamu perkirakan sendiri”.
Jadi nanti jika kabut Dukhan turun ke Bumi, umat Islam dipersilahkan menentukan sendiri, kapan saat masuk waktu shalat Zhuhur (Dhuhur), Ashar, Maghrib, Isya’ dan Shubuh. Ketika asap Dukhan turun, udara menjadi panas, tubuh manusia akan menyesuaikan dengan suhu panas tersebut. Sehingga keluar keringat, orang-orang mukmin yang benar-benar beriman, tidak akan mengkonsumsi alkohol. Hanya orang-orang kafir dan munafik yang mau mengkonsumsi alkohol, bahkan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, sedangkan alkohol tidak bisa menjadi keringat, sehingga akan mengumpul di antara daging dan kulit (tubuh bengkak), bakteri dan virus berkembang subur karena sinar ultraviolet dari Matahari terhalang oleh kabut tebal atau asap Dukhan, akibat jatuhnya  meteor-meteor super raksasa ke Bumi. Kaum muslimin hanya mengalami flu karena suhu luar yang panas tetapi bisa berkeringat, bakteri dan virus hidup subur karena sinar Matahari tidak bisa menembus Bumi, karena terhalang kabut tebal, padahal sinar Matahari bisa menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri dan virus, akibatnya, bakteri dan virus menyerang manusia. Bagi kaum muslimin, karena darah putih (Leukosit) dan Oksigen yang ada di tubuh mereka mampu melawan bakteri dan virus yang masuk ke tubuhnya, sehingga terjadi pertempuran sengit, yang mengakibatkan tubuh kaum muslimin cuma demam saja. Bakteri dan virus yang menyerang umat Islam tidak sebanyak yang menyerang orang-orang kafir, karena tujuan utamanya hanya untuk menyerang orang-orang kafir saja yang tidak mendirikan shalat dan tidak puasa Ramadhan. Dan bagi orang-orang kafir dan munafik, asap Dukhan menyebabkan tubuh mereka menjadi bengkak, berasal dari cuaca yang ekstrim, mereka tidak mendirikan shalat dan tidak puasa Ramadhan maka persediaan darah putih yang ada di dalam tubuhnya tidak mampu untuk melawan serangan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuhnya dan alkohol yang tidak bisa menembus pori-pori kulit, sehingga tubuh mereka bengkak yang berarti ginjal rusak, bila ginjal rusak, maka fungsi mata dan telinga terganggu, bisa buta dan tuli.

Akibat hantaman meteor super raksasa yang dijatuhkan ke Bumi, maka debu-debu (asap Dukhan) berhamburan ke angkasa raya, sinar Matahari tertutup oleh debu yang tebal dan Langit menjadi gelap. Seluruh permukaan Bumi menjadi gelap. Seluruh manusia akan terkena kabut Dukhan tersebut. Hal ini membuktikan, bahwa ledakan yang disebabkan hantaman meteor super raksasa tersebut sangat besar, sehingga seluruh Bumi tertutup kabut. Hanya saja yang paling menderita akibat kabut itu, adalah orang-orang kafir. Sampai-sampai mereka memohon kepada Allah agar kabut itu dilenyapkan dan mereka akan beriman, Ad-Dukhaan ayat 12, tetapi Allah tidak mengabulkan permohonan mereka, lihat Qur’an surat Ad-Dukhaan ayat 13-16. Kabut tebal menutupi Atmosfer Bumi menyebabkan 3 hal :
1.      Suhu udara di permukaan Bumi bertambah panas atau naik suhunya, karena asap itu menyerap panas Matahari, kemudian panas tersebut mengalir ke udara di bawahnya. Udara terasa panas sehingga tubuh manusia perlu menyesuaikan diri, terjadilah flu, cairan dalam tubuh banyak yang keluar atau berkeringat, hidung meler. Berkembangnya bakteri dan virus, hal ini terjadi karena sinar ultraviolet yang berasal dari cahaya Matahari sudah tidak mampu menembus permukaan Bumi lagi, karena terhalang oleh kabut tebal atau asap Dukhan, sehingga berbagai penyakit bermunculan.
Kitab Wahyu, Mimpi pasal 9:1-6 :
“Lalu malaikat yang ke-5 meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari Langit ke atas Bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lubang jurang maut. Maka dibukanyalah pintu lubang jurang maut (meteor super raksasa menghantam Bumi) itu, lalu naiklah asap dari lubang itu bagaikan asap tanur besar (asap Dukhan), dan Matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lubang itu. Dan dari asap itu, berkeluaranlah belalang-belalang (bakteri dan virus yang hidup subur sehingga menyiksa/menyebabkan wabah penyakit) ke atas Bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kalajengking-kalajengking di Bumi. Dan kepada mereka (bakteri dan virus) dipesankan supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di Bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai materai Allah di dahinya (tanda sujud di dahi yang hanya dimiliki oleh kaum muslimin, karena shalat mereka, jadi siksaan bakteri dan virus hanya menyerang orang-orang kafir, musyrik, munafik (orang-orang yang mengaku beragama Islam tetapi tidak mendirikam shalat/Islam KTP). Siksaan itu tidak sampai menyebabkan kematian, agar mereka merasakan kesakitan yang luar biasa, sampai-sampai mereka menginginkan kematian tetapi tidak bisa mati). Dan mereka (bakteri dan virus) diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka 5 bulan lamanya. Pada masa itu orang-orang (kafir, musyrik, munafik) akan mencari maut (mati), tetapi mereka tidak akan menemukannya”.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Tidak akan berdiri Kiamat kecuali akan berjalannya seseorang di dekat kuburan orang lain sambil berkata : ‘Mudah-mudahan ini adalah tempatku’”. Hadits riwayat Bukhari.

2.      Betapa hebatnya siksaan itu sehingga banyak orang kafir, musyrik, munafik yang minta untuk segera mati, tetapi tidak bisa, hal ini akan terjadi nanti setelah Allah hantamkan meteor super raksasa ke Bumi di pertengahan akhir zaman nanti. Akhir zaman itu dibagi 3 : permulaan akhir zaman, pertengahan akhir zaman dan terakhir akhir zaman. Akibat asap Dukhan, orang-orang kafir akan bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu atau bungker untuk menyelamatkan diri dari azab Allah tersebut.
Kitab Wahyu pasal 6 ayat 13-17 menyebutkan :
“Dan Bintang-bintang di Langit berjatuhan ke atas Bumi bagaikan pohon ara (pohon tin) menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia diguncangkan angin yang kencang…Dan raja-raja di Bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung (mereka adalah orang-orang kafir). Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu. “Runtuhlah menimbun kami dan sembunyikanlah kami terhadap ia yang duduk di atas tahta dan terhadap murka anak domba (Al-Mahdi). Sebab sudah tiba hari besar murka mereka (Al-Mahdi dan kaum muslimin) dan siapakah yang dapat bertahan?”. Kitab Wahyu adalah nubuat Nabi Yahya as.

3.      Muncullah induksi magnet yang besar di Bumi, gesekan meteor selama menuju Bumi menyebabkan meteor tersebut mengandung magnet (kemungkinan meteor campuran (batuan + logam) super raksasa yang menghantam Bumi, maka mampu mencapai Bumi, jika meteor batuan yang ukurannya kecil, maka akan terbakar habis ketika memasuki Atmosfer Bumi yang paling atas, yaitu Magnetosfer). Ketika sampai di Bumi, maka sebagian besar Bumi terinduksi oleh medan magnet tersebut. Apa yang terjadi? Seluruh benda-benda yang terbuat dari logam akan terinduksi dan akhirnya menjadi magnet. Seluruh peralatan perang dan mesin-mesin yang terbuat dari logam akan macet. Semuanya tidak akan berfungsi lagi karena semua menjadi magnet, satu sama lain saling lengket. Sehingga kembali dengan senjata konvensional, yaitu pedang dan kuda.
Dari Abu Malik Al-Asy’ari, Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Rabb kalian telah memperingatkan kalian dengan 3 hal.
*        Asap (Dukhan) yang menerpa orang mukmin, yaitu mereka seperti terkena gejala flu, dan juga melanda orang kafir, yaitu sekujur tubuh mereka akan membengkak, lalu mereka tidak dapat mendengar.
*        Keluarnya binatang (Karena benteng Ya’juj dan Ma’juj telah dibuka dengan dikalahkannya Kerajaan Persia oleh kaum muslimin ketika zaman Khalifah Umar bin Khattab, maka munculnya negara-negara Eropa Barat yang menjajah Benua Asia dan Afrika, Amerika, Australia dan negara-negara di Kepulauan Pasifik).
*        Keluarnya Dajjal (diketahuinya ciri fisik Dajjal yang buta sebelah matanya akibat asap Dukhan)”.

PB. Kitab Wahyu pasal 16 ayat 10-11 :
“Dan malaikat yang ke-5 menumpahkan cawannya ke atas tahta binatang (Kerajaan Romawi modern : Amerika, Australia dan Eropa) itu dan kerajaannya menjadi gelap (akibat asap Dukhan yang menyelimuti Bumi), dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan, dan mereka menghujat Allah yang Surga karena kesakitan dan karena bisul mereka (tubuh mereka bengkak-bengkak seperti sakit bisul yang memenuhi tubuh mereka), tetapi mereka (orang-orang kafir) tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka (mereka bersama Dajjal malah mempersiapkan diri bagi Perang Armageddon II)”. Akibat asap Dukhan yang menimpa orang-orang kafir, mengakibatkan rusaknya pendengaran dan penglihatan mereka.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 71 :
71.  (“Dan mereka) Bani Israil (mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun) terhadap mereka karena telah mendustakan dan membunuhi nabi-nabi Allah (maka sebagai akibatnya mereka menjadi buta dan tuli, kemudian Allah menerima tobat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka menjadi buta dan tuli) lagi (dan Allah Maha Melihat terhadap apa yang mereka kerjakan”).

Buta dan tuli secara hakiki bukan majasi, semua orang kafir Amerika dan Eropa dan seluruh dunia termasuk Dajjal tubuh mereka bengkak-bengkak, mata dan pendengaran mengalami kerusakan. Pada saat itulah Dajjal berubah fisiknya, yaitu dari manusia normal menjadi buta sebelah matanya dan terdapat tulisan kafir dengan huruf Arab, Ka Fa Ra di antara kedua matanya atau di dahinya, tubuhnya menjadi pendek dan rambutnya keriting.
Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Dajjal akan keluar (diketahui ciri-ciri fisiknya) karena suatu kemarahan (yaitu kemurkaan Allah dengan dilemparkan/dihantamkan 3 meteor raksasa ke Bumi yang menyebabkan asap Dukhan)”. Sebelum adanya asap Dukhan, Dajjal adalah seorang manusia normal, ia menjadi pemimpin yang kharismatik, sehingga banyak orang yang terpesona oleh gaya kepemimpinannya, terutama orang-orang kafir dan munafik. Apabila Dajjal sejak lahir sudah buta sebelah matanya serta terdapat tulisan kafir di dahinya, maka tak seorang kafir pun akan bersedia dipimpin oleh manusia cacat seperti itu. Jadi Dajjal terlahir sebagai manusia normal dan kharismatik dan juga seorang penyihir. Sebutan ‘Dajjal’ hanya gelar saja, nama aslinya adalah Samiri sesuai dengan nama kota kelahirannya, yaitu Samirah atau Samaria di Israel. Kendaraan Dajjal adalah UFO yang kecepatannya 18 ribu - 24 ribu km/jam.
Para sahabat bertanya   : “Bagaimana kecepatan Dajjal di muka Bumi?”
Nabi saw menjawab     : “Bagaikan awan yang diikuti angin”.
Maksudnya, Dajjal memiliki kendaraan piring terbang dengan kecepatan angin yang kuat, yaitu kecepatannya bisa mencapai 24 ribu km/jam atau hampir 7 km/detik. Dajjal menciptakan kendaraan yang secepat angin, karena dengki dengan Nabi Sulaiman as yang Allah beri kekuasaan untuk bisa mengendarai angin ke mana saja beliau as pergi. Setelah adanya Dukhan yang menyerang seluruh manusia, maka saat itu Dajjal tampak wujud aslinya. Sejak asap Dukhan muncul, Dajjal akan diketahui ciri-ciri fisiknya selama 1 tahun + 2 bulan + 2 minggu sampai dibunuh oleh Nabi Isa as dengan pertolongan Allah Swt. Kemudian Dajjal dan pengikut-pengikutnya diperangi Imam Mahdi dan kaum muslimin. Ketika Imam Mahdi dan kaum muslimin hampir kalah, Allah turunkan pertolongan-Nya, yaitu dengan turunnya Isa Ibnu Maryam yang akan membunuh Dajjal, semoga Allah melaknat Dajjal dan sahabatnya, yaitu Iblis Laknatullah.

Akibat asap Dukhan, suhu udara di permukaan Bumi bertambah panas, Eropa, Amerika, Australia, Selandia Baru, Kanada dan Alaska mengalami banjir besar akibat es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair, hati-hati bagi penduduk Indonesia yang tinggal di tepi pantai, karena akan terjadi banjir rob atau banjir dari air laut yang naik debit airnya akibat es di Kutub mencair. Begitu juga di Amerika, gempa bumi dahsyat sebagai akibat tabrakan meteor terhadap Bumi menyebabkan sebagian besar gedung-gedung tinggi ambruk, transportasi macet karena rusaknya jembatan, jalan raya dan jalan layang. New York dan sekitarnya disapu gelombang tsunami besar akibat hantaman meteor tersebut, yang menyebabkan Negara Amerika Serikat sekutunya Bani Israil tenggelam dan lenyap selamanya dalam waktu I jam saja. Diperkirakan oleh para astronom NASA, meteor selebar 2 km yang sedang bergerak menuju Bumi yang bernama 2002 NT 7 yang paling dekat waktu jatuhnya pada tahun 2019 Masehi atau mungkin lebih cepat atau lebih lambat, dengan kecepatan 64 ribu mil/jam dan menghujam dengan kekuatan setara 1,2 juta megaton bahan peledak TNT (Tri Nitro Toluene). Daya ledaknya diperkirakan mampu menghancurkan wilayah seluas benua. Dr. Benny Peiser pakar asteroid dari John Moore’s University Liverpool Inggris mengatakan : “Dalam skenario terburuk, bencana yang ditimbulkan meteor tersebut sangat luas jangkauannya, bahkan sanggup melelehkan kehidupan sosial ekonomi manusia dan menarik kita kembali ke abad kegelapan (yang masih menggunakan alat-alat tradisional)”. Ada lebih dari 2 meteor super raksasa yang sedang antri hendak menabrak atau menghantam Bumi. Jadi jika benar meteor jatuh ke Bumi, maka akan menghantam di 3 tempat, yaitu di Magiddo - Israel, Laut Tengah (Mediterania) dan di New York - Amerika Serikat. Lalu Al-Mahdi membacakan janji Allah, firman-Nya :
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 7 :
7.      (“.…Dan apabila datang saat hukuman) bagi kejahatan yang (kedua) pada tahun 70 M, Allah datangkan Jenderal Titus dan tentara-tentara Romawi beserta sekutu mereka yaitu Syria dan Yunani untuk menyerang, mengepung selama 5 bulan (Maret – Agustus), menaklukkan dan merebut Kota Yerusalem lalu mereka membakar dan menghancurkan Yerusalem termasuk Masjidil Aqsha untuk kedua kalinya sampai pondasinya rata dengan tanah hingga menjadi sebuah daratan, sehingga orang-orang yang lewat dan berkunjung tidak mengira bahwa tempat itu pernah menjadi pemukiman penduduk, para legiun Romawi itu hanya menyisakan tembok Masjidil Aqsha kedua bagian barat yang direnovasi dan diperluas oleh Raja Herodes Agung mulai awal tahun 19 SM – 64 M sepanjang 60 meter dan 3 menara Benteng Herodes yang tidak dirobohkan oleh mereka (untuk menyuramkan muka-muka kalian) Bani Israil (dan mereka masuk ke dalam masjid sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya pada kali pertama) pada tahun 605 SM tahun ke-3 pemerintahan Raja Yoyakim, Raja Nabukadnezar II dan bala tentaranya dari Kerajaan Babilonia Baru menyerang Kota Yerusalem ibukota Kerajaan Yehuda (Yahuda/Yudea) untuk pertama kalinya dan berhasil merebut Yerusalem dan menaklukkan Raja Yoyakim lalu mereka masuk ke Masjidil Aqsha untuk pertama kalinya pula dan menjarah sebagian benda-benda berharga milik masjid dan dibawa ke Babilonia (Babel) lalu dimasukkan ke dalam kuil pemujaan Dewa Marduk, yaitu ’tuhan’ (dewa) utama mereka (dan untuk menghancurkan terhadap apa saja yang mereka kuasai dengan penghancuran) pada bulan Agustus 586 SM tahun ke-11 pemerintahan Raja Zedekia terjadi penjarahan harta benda dan pembakaran terhadap seluruh Yerusalem termasuk Masjidil Aqsha untuk pertama kalinya (sehabis-habisnya) setelah sebelumnya tentara-tentara Raja Nebukadnezar II menyerang, mengepung selama 18 bulan (10 Januari 587 SM – Juli 586 SM), menaklukkan dan merebut Kota Yerusalem.

Bagi kaum muslim yang beriman, telah mencukupi bagi mereka dengan jaminan janji Allah dan rasul-Nya. Allah tidak pernah menyalahi janji, janji Allah adalah pasti, asal kaum muslimin bersatu padu tidak saling bermusuhan antar sesama saudara seiman. Allah akan tetap menjaga kaum muslimin dari kehancuran secara menyeluruh dari ancaman kaum kafir di mana saja dan kapan saja. Tetapi jika kaum muslimin terpecah-belah, saling hina, saling memaki, saling memfitnah dengan saudara-saudara muslim lainnya yang dianggap faham, mazhab atau golongannya tidak sama, sehingga kaum muslimin jatuh dari pandangan Allah. Dalam kondisi terpecah-belah seperti itu, Allah tidak akan menolong kaum muslimin. Maka sangat penting menjaga kesatuan hati, sabar, berani mengalah,  menjauhi perdebatan yang mengarah pada perpecahan umat Islam di mana saja berada.
Hadits riwayat Tsauban, Rasulullah saw bersabda :
“Sungguh aku memohon kepada Tuhanku agar umatku tidak dibinasakan oleh bencana kekeringan dan agar umatku tidak dikuasai musuh yang hendak menghancurkan jamaah mereka, kecuali oleh diri mereka sendiri. Sesungguhnya Tuhanku berfirman : (“Wahai Muhammad, sungguh jika Aku telah membuat keputusan, maka tidak dapat ditolak. Dan sungguh Aku memutuskan untuk umatmu, bahwa Aku tidak membinasakan mereka dengan bencana kekeringan, dan bahwa mereka tidak akan dikuasai oleh musuh yang ingin menghancurkan mereka, kecuali oleh mereka sendiri) apabila umat Islam tidak bersatu (walaupun musuh-musuh itu semuanya berkumpul untuk) menghancurkan (umat, sampai mereka) kaum muslimin (saling menghancurkan dan saling mencela”) satu sama lain, maka Allah tidak akan menolong kaum muslimin, karena mereka tidak rukun antara sesama saudara-saudara muslimnya hanya karena perbedaan faham, mazhab, kepentingan, ambisi dan sebagainya. Inilah garansi dari Allah, bila umat Islam bersatu hati dan rukun, maka umat Islam tidak akan terkena bencana kekeringan, jika nanti asap Dukhan turun menutupi seluruh dunia, yang menyebabkan tanaman banyak yang kering dan mati, karena cuaca yang ekstrim dan tidak adanya sinar Matahari yang bisa menembus permukaan Bumi karena terhalang asap Dukhan, sehingga tumbuhan tidak bisa berfotosintesis yang mengakibatkan tumbuhan tidak bisa menghasilkan daun-daunan, biji-bijian, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan dan sebagainya. Dan Allah akan menolong kaum muslimin supaya tidak bisa dikuasai musuh, walaupun jumlah musuh tidak terhitung banyaknya dengan segala rekayasanya (pasukan orang-orang kafir dan Yahudi yang berkumpul di Magiddo - Israel berjumlah sekitar 1 juta orang). Musuh tidak akan mampu mengalahkan kaum Muslimin asal mereka bersatu.

Sumber : Armageddon oleh Muhammad A dan sumber lain. 

09 Januari, 2017

FAEDAH-FAEDAH MEDIS DALAM SHALAT

Aktivitas tubuh ketika shalat, baik ketika bergerak, seperti sujud, iktidal, rukuk atau duduk maupun ketika diam, merupakan sebentuk olahraga yang melatih otot-otot, persendian dan tulang. Shalat disebut olahraga atau latihan tubuh karena sebab-sebab sebagai berikut :
1.      Shalat merupakan olahraga yang tenang dan nyaman, tidak membutuhkan energi yang besar dan tidak sulit dilakukan.
2.      Shalat dapat dilakukan siapa saya tanpa membedakan tingkat kecerdasan atau kepintaran, semua orang bisa melakukannya dan tidak dibutuhkan bakat, keahlian atau kecerdasan khusus untuk bisa mendirikan shalat.
3.      Shalat bisa dilakukan oleh siapa saja dengan tingkat kesehatan yang berbeda-beda, baik orang sehat maupun yang sakit, sementara, banyak bentuk olahraga lain yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang sehat.
4.      Setiap orang bisa melakukannya kapan saja dan ia tidak perlu berkonsultasi kepada dokter atau konsultan kesehatan sebelum atau sesudah melakukannya.
5.      Shalat dapat dilakukan semua manusia dengan tingkatan usia yang berbeda-beda, baik anak-anak maupun orang yang sudah lanjut usia.
6.      Shalat merupakan latihan fisik yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang, minimal 5 kali dalam sehari. Inilah olahraga yang dilakukan secara kontinyu, tanpa henti setiap hari sepanjang hayat. Semua umat Islam melakukan olahraga ini dengan tenang, ridha dan penuh cinta. Sementara, banyak olahraga lain yang hanya dilakukan pada masa-masa tertentu dengan waktu yang terbatas dan sering kali manusia malas melakukannya.
7.      Shalat merupakan olahraga yang pelaksanaannya dibagi-bagi dan disesuaikan dengan perputaran jam biologis manusia di siang dan malam hari. Shalat menyeimbangkan kesehatan fisikal dan mental, menyesuaikan manusia dengan lingkungan sekitarnya.
8.      Shalat merupakan olahraga yang melibatkan seluruh anggota tubuh manusia dan semua jaringan metabolism di dalamnya, termasuk juga persendian dan jaringan otot.
9.      Shalat merupakan olahraga paling aman dan nyaman. Kita tak perlu risih atau khawatir terluka, baik luka fisik maupun luka dalam, sepertinya jika kita melakukan olahraga lain.

Dengan demikian, shalat sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia baik fisik maupun mental, juga akal. Berkat shalat yang dilakukan secara rutin, manusia memiliki kekuatan melakukan berbagai aktivitas. Shalat merupakan penjaga, pelindung, dan sekaligus obat penyembuh. Setiap orang bisa merasakan semua faedah itu jika ia melakukannya secara rutin pada waktunya, dan sesuai dengan tatacara yang diajarkan Rasulullah saw. Selain shalat tersebut mesti dilaksanakan secara ikhlas dan khusyuk.
Berikut ini beberapa faedah shalat bagi kesehatan tubuh :
1.      Melancarkan fungsi jantung.
2.      Melebarkan saluran vena, arteri dan jaringan sel serta kelompok sel.
3.      Melancarkan saluran pencernaan.
4.      Menghilangkan sumbatan di pembuluh darah.
5.      Meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit, bakteri dan virus.
6.      Menguatkan berbagai jaringan tubuh serta persendian.
7.      Menghilangkan kelelahan pada persendian dan jaringan tubuh serta menguatkan jaringan otot.
8.      Meningkatkan kekuatan tubuh dan membebaskankan dari kepenatan.
9.      Meningkatkan fungsi otak, kekuatan memori dan hubungannya dengan metabolisme tubuh.
10.  Memperbaiki berbagai cacat dan kekurangan pada tubuh.
11.  Meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan menguatkan memori.
12.  Menguatkan sifat-sifat baik seperti, keberanian dan kesungguhan.
13.  Menguatkan perilaku baik seperti, disiplin, saling tolong-menolong, jujur, ikhlas dan sebagainya.
14.  Bagi para olahragawan, shalat merupakan olah tubuh yang sangat penting untuk mempersiapkan tubuh dan mental sehingga mereka bisa melakukan berbagai latihan dan olahraga yang lebih berat ketika dicurahi energi yang berlimpah terutama sebelum menjalani pertandingan.
15.  Shalat mengistirahatkan berbagai jaringan dan sistem metabolisme tubuh dari kelelahan dan kepenatan, sekaligus menjaga kestabilan fungsi tubuh serta menjadi media istirahat yang paling tepat untuk menjaga kesehatan.
Qur’an surat Al-Mujaadilah ayat 13 :
13.  (…maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan).

Sumber : Al-Qur’an dan Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr. Jamal Elzaky.