31 Maret, 2013

RUPA DAN AKHLAK NABI MUHAMMAD SAW

Diberitakan bahwa Nabi Muhammad saw itu memiliki tubuh yang sedang tingginya, yaitu tidak jangkung dan tidak pendek, tapi mendekati jangkung. Dadanya bidang yang menunjukkan akan kecerdasannya. Kepalanya besar, sebagai ciri akan kesempurnaan kekuatan otak Nabi saw. Rambutnya ikal berombak, tidak terlalu kaku dan tidak terlalu lemas, dan panjang rambutnya tidak melampaui cuping telinganya, kadang pada waktu yang lain rambutnya melebihi cuping telinganya dan kadang panjangnya sebahu, Nabi saw membiarkan rambutnya terurai ke muka mirip jambul, hal ini mengikuti Ahli Kitab dan tidak meniru kaum musyrikin. Tetapi kemudian Nabi saw menyisir rambutnya dan membaginya menjadi dua bagian, ke sebelah kanan dan kiri, karena lebih mendekati kepada kebersihan. Wajah Nabi saw bulat oval bercahaya cemerlang, kulitnya putih kemerah-merahan, tidak pucat. Dahinya lebar atau tinggi dan alisnya tipis sedang memanjang dan tidak tebal, ciri emosinya Nabi saw stabil, tenang tidak meledak-ledak, hal ini cocok untuk sifat seorang pemimpin. Hidungnya mancung, di atasnya bersinar, pipinya halus dan rata, mulutnya lurus, giginya putih bersih, bagus dan agak renggang, jika tertawa, berkilauan cahaya dari giginya itu laksana mutiara karena Nabi saw sering bersiwak, terutama jika mau berwudlu dan setelah makan.

Mata Nabi saw lebar dan hitam sekali, serta ada sinar merah pada bagian putih dari matanya, lehernya indah, putih laksana perak, jenggotnya lebat, dari dada sampai ke pusarnya tumbuh bulu-bulu halus. Badannya seimbang, tidak terlalu gemuk dan tidak kurus, dadanya bidang sedang perut dan dadanya rata, persendiannya besar, demikian pula dengan lengan atas dan bawah, paha dan betisnya. Telapak tangannya lebar sebagai tanda kedermawaan, jari-jari tangannya panjang manis tidak berlebihan. Telapak tangannya lembut melebihi beludru, kedua lengan dan pundaknya berbulu, kedua telapak tangan dan kakinya besar, kedua lekuk telapak kakinya renggang dari tanah, kedua kakinya halus tidak ada cacat sedikitpun, Nabi saw jika berjalan dengan tenang dan mantap, berwibawa, seakan-akan turun dari tempat yang tinggi, jika menoleh, maka seluruh tubuhnya ikut berpaling, tidak hanya lehernya saja yang berpaling. Suaranya jelas dan merdu, badannya selalu berbau harum walaupun tidak disentuh minyak wangi atau kesturi.

Pandangannya ketika Nabi saw diam yaitu lebih banyak tertuju ke bawah daripada ke atas, sebab hal ini lebih mudah untuk memusatkan pikiran, dan banyak merundukkan pandangannya merupakan kinayah akan sifat malu yang sangat, tetapi ini tidak menafikan keadaan Nabi saw ketika berbicara, sebagaimana yang diwartakan Abu Dawud bahwa jika Nabi saw duduk berbincang-bincang, Nabi saw banyak memandang ke arah Langit. Kebanyakkan pandangannya itu adalah memperhatikan ketika berbicara dan ketika lawan bicaranya sedang berbicara.
Di pundak Nabi saw agak ke sebelah kiri arah ke jantung, terdapat Khatim Nubuwah atau cap kenabian, berupa daging tumbuh berwarna merah agak hitam sebesar telur burung dara yang di atasnya tumbuh bulu-bulu halus, di dalam kitab-kitab kuno, hal ini disebut sebagai tanda kenabianya. Nabi-nabi yang lain, cap kenabiannya ada di dada sebelah kanan di atas rusuk mereka. Cap kenabian sebagai tanda bahwa mereka adalah utusan Allah yang sah dan sebagai halangan bagi setan supaya tidak bisa memasukkan godaannya ke hati atau jantung para nabi utusan Allah tersebut. Sewaktu berjalan di belakang para sahabatnya,
Nabi saw bersabda : “Biarkan daerah belakangku untuk para malaikat”.

Nabi saw selalu memberi salam terlebih dahulu kepada orang yang dijumpainya, sekalipun itu anak-anak. Diantara seluruh manusia, tabiat Nabi saw paling halus tutur katanya, paling baik akhlaknya, paling besar rasa santun dan maafnya, paling unggul akalnya, paling dermawan. Paling jujur ucapannya, paling banyak malunya, paling banyak maaf dan ampunannya, paling rendah hati, paling memperhatikan dan memelihara tali silahturahmi, paling lembut hatinya dan paling takut kepada Allah Ta’ala karena takut siksaan-Nya. Karena rasa takut yang sangat kepada Allah itu, kadang-kadang Rasulullah saw tidak ingat akan jaminan keselamatan yang telah Allah anugerahkan kepadanya, sehingga muncullah dari diri Nabi saw doa-doa permohonan perlindungan kepada Allah dengan penuh rasa takut akan siksaan Allah Ta’ala.

Nabi saw paling berani ditempat-tempat yang menakutkan, dan selalu tersenyum pada saat bergaul dengan keluarganya, ketika menerima tamu dan bercakap-cakap dengan para sahabat, dan selalu sedih dikala Nabi saw sendirian beribadat dan berkhalwat dan selalu berfikir, karena akan selalu mengaktifkan fungsi otak sehingga otak terjaga kecerdasannya supaya otak tidak lemot. Nabi saw banyak diam, tidak berbicara tanpa ada keperluan, bicaranya sempurna dan jelas, sehingga tiap-tiap huruf tidak tersembunyi dari pendengaran orang yang mendengarnya. Dan adakalanya Nabi saw mengulangi ucapannya sampai 3x untuk dapat dipahami. Nabi saw bukanlah seorang yang kasar dan bukan pula seorang yang suka mencela atau menghina, Nabi saw sangat mensyukuri nikmat sekalipun sedikit dan tidak pernah mencela makanan atau memujinya, jika makanan itu menarik hatinya maka dimakannya, dan jika makanan itu tidak enak, maka ditinggalkannya tanpa mencela makanannya. Nabi saw makan dengan ketiga jarinya, dan adakalanya menggunakan jarinya yang keempat untuk membantu. Selesai makan, Nabi saw menjilati jari-jari tangannya, dimulai dari jari tengah dan diakhiri pada ibu jari dan jika minum tidak sekali teguk.

Nabi saw makan dan minum sambil duduk, dan makan apa adanya dan tidak memaksakan diri terhadap apa yang tidak ada. Jika tidak ada makanan, Nabi saw bersabar sampai kadang-kadang mengikatkan sebuah batu di perutnya untuk menahan rasa lapar. Pernah beberapa malam berturut-turut Nabi saw tidak makan apa-apa, dan tidak pernah dikenyangi oleh daging atau roti 2x sehari, atau tidak pernah dikenyangi oleh roti selama 3 hari berturut-turut. Kebanyakan roti yang dimakan Nabi saw adalah terbuat dari gandum kasar, dan kebanyakan yang dimakan oleh Nabi saw adalah kurma dan air. Nabi saw tidak pernah makan roti yang terbuat dari gandum yang halus yang sudah diayak dan tidak pernah makan di atas meja, tetapi makannya di atas alas atau hanya digeletakkan di atas tanah saja. Nabi saw tidak makan sambil bersandar dan menyukai dabba’ (sejenis labu), al-baglah al-hamqa (sejenis tumbuhan), anggur, semangka, madu, manis-manisan, daging ayam, keledai liar, onta, kelinci, ikan, hubara (nama burung), Nabi saw melarang makan roti tawar tanpa lauk atau hanya makan karbohidrat saja, dan tidak pernah makan hanya 1 jenis makanan saja, dan Nabi saw melarang tidur sesudah makan.
Nabi saw bersabda : “Aku makan sebagaimana makannya seorang hamba, dan duduk sebagaimana duduknya seorang hamba”.
Nabi saw hidup sederhana tidak menyukai kemewahan, pakaiannya sederhana, dan kebanyakan terbuat dari kain kasar, Nabi saw tidak pernah menurunkan panjang celananya atau sarungnya, melainkan diangkatnya sarungnya di atas mata kaki atau pertengahan betisnya dan menjulurkan lengan bajunya sampai di pergelangan tangannya. Baju yang paling disukai adalah kemeja dan jubah dan menyukai pakaian yang berjahit dan pakaian yang berwarna putih, hitam, kuning, merah, polos, bergaris-garis tanpa dicelup warna dan hijau. Sorbannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, biasanya Nabi saw menurunkan rumbai sorbannya sampai ke pundaknya, sedikitnya 4 jari dan maksimal 1 hasta, sorbannya berwarna putih, hitam, dan kuning, tapi yang dipakai paling sering yang berwarna putih.

Nabi saw memakai sorban dengan kopiah dan kadang-kadang tanpa kopiah atau memakai kopiah saja tanpa sorban, Nabi saw sering memakai tutup kepala dan memakai cicin yang terbuat dari perak. Kasurnya terbuat dari kulit yang berisi sabut atau pakaian kasar dari wol, kadang-kadang Nabi saw tidur di atas tikar atau di atas tanah tanpa alas, dan tidur miring ke kanan dengan membaringkan tubuhnya pada rusuk kanannya dan meletakkan kepalanya di telapak kanannya. Nabi saw jika berjalan memakai sandal yang terbuat dari kulit sapi yang sudah disamak yang panjangnya 1 jengkal 2 jari, lebarnya bagian tumit 7 jari dan bagian jari-jari 6 jari dan bagian tengah 5 jari. Tunggangannya adalah kuda, unta, keledai dan baghal.

Nabi saw sangat menyukai parfum yang terbuat dari bahan alamiah bukan yang kimia, parfumnya adalah misik, ghaliyah, kafur dan gahru yang dibakar anbar dan menggunting ujung kumisnya, meratakan jenggotnya dan merapikan jenggotnya dengan sisir dan air. Cara pengobatan Nabi saw dengan terapi alamiah dan ilahiah, mengenai kemarahan dan kerelaannya, dapat dilihat dari wajahnya, namun Nabi saw tidak pernah marah untuk kepentingan dirinya, tapi marah untuk kebenaran agama hingga kebenaran agama itu menang. Jika memberi isyarat, Nabi saw mengisyaratkan dengan telapak tangan semuanya. Jika bergurau, Nabi saw tidak mengatakan kecuali yang benar, tertawanya adalah senyum.

Nabi saw memuliakan orang-orang mulia di setiap kaum dan tidak pernah menghina atau merendahkan seseorang. Nabi saw selalu menaruh perhatian terhadap para sahabatnya dan sering menanyakan tentang apa saja yang terjadi di masyarakat. Nabi saw menyuruh agar disampaikan kepadanya keadaan orang-orang yang membutuhkan sesuatu yang tidak dapat memenuhinya sendiri dan melarang berghibah atau mengatakan tentang keburukan para sahabatnya. Nabi saw membenarkan perbuatan baik dan menghinakan perbuatan buruk, jika berdiri atau duduk selalu mengucap Bismillah. Jika datang kepada suatu kaum, maka Nabi saw duduk di barisan terakhir majelis itu dan tidak suka orang-orang berdiri menghormat untuknya.

Nabi saw sangat senang mengunjungi orang sakit dan memenuhi undangan serta tidak melepaskan jabat tangan seseorang yang menyalaminya, hingga orang itu sendirilah yang melepaskan genggaman tangannya. Tidaklah Nabi saw menghadapi 2 pilihan, melainkan dipilihnya perkara yang lebih mudah sepanjang hal itu tidak mendatangkan dosa. Nabi saw melobangi sendiri sandalnya, menambal sendiri bajunya, memerah sendiri susu kambingnya dan melayani keluarganya. Nabi saw tidak pernah membentak pelayan dan tidak pernah mengatakan kepada mereka tentang apa yang dikerjakan oleh mereka, Nabi saw tidak pernah mengatakan kepada para pelayannya : “Mengapa kau lakukan itu!” atau sesuatu yang tidak mereka kerjakan : “Mengapa tidak kau lakukan!”.

Nabi saw nongkrong-nongkrong bersama orang-orang miskin dan makan-makan bersama mereka dan menghormati tamunya dan tidak pernah terlihat menjulurkan kakinya (selonjor-bhs Jawa) di hadapan para sahabatnya. Nabi saw tidak pernah menolak orang yang membutuhkan pertolongannya dan berusaha mencari orang-orang yang membutuhkan bantuan, Nabi saw ibarat seorang bapak bagi para sahabatnya. Mereka semua di sisi Nabi saw sama, tidak ada yang lebih-melebihi kecuali takwa. Majelis Nabi saw adalah kumpulan orang-orang yang tenang penuh dengan sifat penyantun, malu dan amanat, tidak terdengar suara-suara keras dan tidak pula terdengar kata-kata yang tidak berguna.

Nabi saw bukanlah seorang yang suka mencaci atau berkata keji dan tidak pernah mencela dan menghina seorang pun. Nabi saw berbicara dengan perkataan yang diharapkan ada pahalanya, jika beliau saw berbicara, para sahabat menekurkan kepalanya seolah-olah di atas kepala mereka bertengger seekor burung, dan jika Nabi saw diam, barulah mereka berbicara. Para sahabat tidak pernah berbantah-bantahan di hadapan Nabi saw, tetapi jika ada yang berbicara, yang lainnya diam sampai orang yang berbicara itu selesai berbicara. Allah telah menghimpunkan seluruh akhlak mulia pada pribadi Nabi saw, dan Allah telah mendidik Nabi saw dengan didikkan yang sebaik-baiknya, Nabi saw adalah Al-Qur’an hidup atau Uswatun Hasanah artinya teladan yang terbaik. Allah telah memeliharanya sejak masih kanak-kanak sampai dewasa dari segala perbuatan buruk dan tercela. Semoga shalawat dan salam dari Allah senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya.


Sumber      : Teladan Suci Keluarga Nabi Karya Muhamad Ali Shabban

22 Maret, 2013

MENGAPA ALLAH SWT TIDAK MENAMPAKAN DIRI DI DUNIA

Langit dan Bumi diciptakan oleh Allah dari gas alam semesta (Universal Gas) atau disebut juga Gas Hidrogen yang terdapat di alam semesta. Hidrogen itu terdiri dari 1 atom elektron + 1 atom proton, Gas Hidrogen adalah gas yang paling ringan dan paling rapuh. Sedangkan Allah Tuhan Yang Maha Besar, Maha Kuat dan Maha Bercahaya.
Qur’an surat Al-An’aam ayat 103 :
103.          (Dia) Allah (tidak dapat dijangkau oleh penglihatan mata) semua makhluk-Nya di dunia (sedangkan Dia dapat menjangkau segala penglihatan) Allah Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata dan yang tampak, Al-Maaidah 97, 109, 116, Al-An’aam 73, At-Taubah 78, 94, 105, Ar-Ra’du 9, Al-Mu’minuun 92, An-Naml 65, As-Sajdah 6, Sabaa’ 3, 48, Az-Zumar 46, Al-Hujuraat 18, Al-Hasyr 22, Al-Jumu’ah 8, At-Taghaabun 18 dan Al-Jin 26 (dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui) Ali-’Imran 5, 29 dan Al-Mulk 14, segala yang tersembunyi dari jangkauan akal (kecerdasan/IQ), ilmu dan segala macam indera makhluk-Nya di alam semesta. Allah mengetahui yang terang dan yang tersembunyi dan tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya walaupun hanya sebesar zarrah yang ada di Langit dan yang ada di Bumi dan tidak ada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar dari itu, melainkan semuanya tercatat dalam Kitab Lauh Mahfuzh, Thaahaa 7, Al-Ahzab 54, Sabaa’ 3, Faathir 38, Al-Mumtahanah ayat 1, Al-Insyiqaaq 23 dan Al-A’laa 7. Allah-lah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Zhahir dan Yang Bathin dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu, Al-Hadiid 3. Allah mengetahui apa yang dirahasiakan dan apa yang dilahirkan oleh manusia, Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui segala isi hati, Ali-’Imran ayat 154, Al-Maaidah 99, Al-An’aam 3, Huud 5, Ar-Ra’du 9-10, An-Nahl 19, 23, Al-Anbiyaa’ 4, 110, Al-Furqaan 6, Al-Qashash 69, Al-’Ankabuut 10, Luqman 23, Al-Mu’min 19, Asy-Syuura 24, Az-Zukhruf 80, Qaaf 16, 45, Al-Hadiid 6, At-Taghaabun 4 dan Al-Mulk 13-14. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di Langit dan di Bumi? Tidaklah pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Allah-lah yang keempatnya. Dan tidaklah pembicaraan antara lima orang, melainkan Allah-lah yang keenamnya. Dan tidaklah pula pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Allah berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan, Al-Hajj 76. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam Bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari Langit dan apa yang naik kepadanya, Sabaa’ 1-2 dan Al-Mujaadilah 7. Dan di sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, Al-An’aam 59. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di Langit dan di Bumi dan kepada-Nyalah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang mereka kerjakan, Huud 123. Allah mengetahui apa saja yang ada di Langit dan di Bumi semuanya telah tertulis dalam Kitab Lauhul Mahfuzh, yang demikian itu amat mudah bagi Allah, Al-Hajj 70, Al-Hujuraat 16 dan Al-Hadiid 4. Segala sesuatu yang ghaib di Langit dan di Bumi, semuanya terdapat atau tertulis dalam Kitab Lauhul Mahfuzh, An-Naml 75. Ketika Nabi Musa as ingin melihat Allah saat masih di puncak Jabbal Musa, Gunung Sinai, Semenanjung Sinai - Mesir, maka Allah berfirman :
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 143 :
143.          (“Dan ketika Musa datang untuk munajat dengan Kami, pada waktu yang telah Kami tentukan) waktu yang telah Allah janjikan kepada Nabi Musa as akan berbicara dengannya pada waktu itu (dan Tuhan telah berfirman) dengan sebenarnya secara langsung tanpa perantara Malaikat Jibril as dan juga tidak lewat mimpi dengan pembicaraan yang dapat Nabi Musa as dengar dari segala penjuru, karena suara Allah bergema (kepadanya) Nabi Musa as (berkata : “Ya Tuhanku, tampakkanlah kepadaku) diri Engkau (agar aku dapat melihat-Mu”. Allah berfirman : ”Kamu sekali-kali tidak dapat) mampu (melihat-Ku, tetapi lihatlah kepada gunung itu) yang bangunannya lebih kuat dan lebih keras daripada dirimu (maka jika ia) gunung batu granit yang sangat keras itu (tetap pada tempatnya) tegak seperti sediakala (maka engkau dapat melihat-Ku”. Maka ketika Tuhannya tampak) yaitu Allah menampakkan sebagian kecil dari cahaya-Nya yang hanya sebesar 1/2 jari manis. Hadits riwayat Al-Hakim. Padahal hanya sebagian kecil dari cahaya-Nya saja, belum Allah yang menampakkan diri (bagi) menyinari (gunung itu, menjadikan gunung itu hancur luluh) gunung batu granit itu hancur lebur rata dengan tanah (dan Musa jatuh pingsan) tak sadarkan diri karena sangat terkejut melihat dan mendengar gunung hancur di depan matanya dan gunung yang dipijaknya bergetar hebat (maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata : ”Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau) dari permintaan yang aku tidak diperintahkan mengemukakannya (dan aku orang yang pertama-tama beriman”) di zamanku ini.

Gunung-gunung batu yang letaknya lebih jauh di sekitar di puncak Jabbal Musa, Gunung Sinai tempat dulu Nabi Musa as bermunajat kepada Allah setelah tersinari sebagian kecil sekali dari cahaya Allah tersebut, memang berbeda. Gunung-gunung batu granit tersebut bebatuannya tampak terbelah pecah berantakan seperti pernah dilanda gempa Bumi. Ketika Bani Israil meminta kepada Nabi Musa as supaya Allah menampakan diri di hadapan mereka, maka Allah mengazab mereka karena durhaka, ingkar dan mendustakan Allah dan rasul-Nya, padahal sudah banyak bukti yang sangat jelas dan sangat luar biasa menakjubkan yang mereka lihat dan alami sendiri, tetapi mereka tetap ingkar kepada Allah dan rasul-Nya. Jadi jelas, mengapa Allah tidak menampakan diri di dunia, karena hal itu akan membahayakan umat manusia dan semesta alam, Langit dan Bumi itu sangat sensitif terhadap perubahan sekecil apapun. Jadi, tidak usah Allah menampakan cahayanya, jika Allah tidak menahannya saja, maka Langit dan Bumi serta segala isinya lenyap sebelum hari Kiamat, Faathir 41.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 55-56 :  
55.  Ini terjadi setelah Nabi Musa as turun dari puncak Jabbal Musa di Gunung Sinai, lalu mendapati sebagian kaumnya menyembah berhala (Dan ketika kamu) Bani lsrail pergi bersama Nabi Musa as untuk memohon ampun kepada Allah, setelah sebagian Bani Israil menyembah berhala anak sapi emas dan telah dihukum mati sebagai bentuk pertobatan kepada Allah atas dosa mereka melakukan kemusryikan, lalu Bani Israil yang tidak menyembah berhala (berkata : ”Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang”) mereka meminta Allah menampakkan diri yang bisa dilihat mata dengan jelas dan nyata di hadapan mereka (karena itu kamu) Bani Israil (disambar petir) karena kezhalimannya, An-Nisaa’ 153 dan Al-Furqaan 21, yaitu durhaka dan mendustakan Allah dan rasul-Nya (sedang kamu menyaksikannya) peristiwa yang menimpa diri mereka. 
56.  (Setelah itu Kami bangkitkan kamu) Bani Israil (sesudah kamu mati) karena disambar petir hingga tewas (agar kamu bersyukur) atas nikmat karunia Allah karena masih diberi kesempatan hidup lagi untuk bertobat.
Qur’an surat Asy-Syuura ayat 51 :
51.  (Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu) Allah perintahkan Malaikat Jibril as memasukkan wahyu itu ke dalam hati para nabi dan rasul (atau dibelakang tabir) supaya tidak terjadi Kiamat yang tiba-tiba sebelum waktunya jika Allah menampakan diri di dunia ketika dengan sebenarnya berfirman dan berbicara secara langsung kepada Nabi Ibrahim as, Al-Baqarah 260 dan Nabi Musa as, Al-Baqarah 253, An-Nisaa’ 164 dan Al-A’raaf 143-144 di atas gunung, waktu dan zaman yang berbeda tersebut (atau dengan mengutus seorang utusan) malaikat (lalu diwahyukan kepadanya) para nabi dan rasul (dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana).
Qur’an surat Faathir ayat 18 :
18.  (….Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya) sedangkan (mereka tidak) bisa (melihat-Nya dan mereka) tetap (mendirikan shalat) walaupun dalam keadaan sendirian tidak dilihat orang lain (Dan barangsiapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya. Dan kepada Allah-lah kembali kalian).
Qur’an surat Yaasiin ayat 11 :
11.  (Sesungguhnya kamu hanya dapat memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan) petunjuk Al-Qur’an (dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun mereka tidak melihat-Nya) di dunia (Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia).
Qur’an surat Qaaf ayat 33-35 :
33.  Yaitu (orang yang takut kepada) Tuhan (Yang Maha Pemurah sedangkan Dia tidak tampak olehnya dan ia) yaitu orang-orang yang taat kepada-Nya (datang dengan hati yang bertobat).
34.  Di akhirat nanti, dikatakan kepada orang-orang yang tetap bertakwa kepada Allah sedangkan Allah tidak bisa dilihatnya ketika mereka di dunia : (“Masukilah Surga itu dengan aman) atau selamat dari semua hal yang menakutkan (itulah hari kekekalan”) yaitu hidup abadi di dalam Surga.
35.  (Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada sisi Kami ada tambahannya).
Qur’an surat Al-Mulk ayat 12 :
12.  (Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar).
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 1, 108 dan 126 :
1.      (....Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu).
108.          (Mereka) orang-orang yang zhalim dan bergelimang dosa (bersembunyi dari manusia, tetapi tidak bersembunyi dari Allah, padahal Dia bersama mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan suatu rencana) zhalim untuk berkhianat (yang tidak diridhai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi apa yang kamu kerjakan).
126.          (Kepunyaan Allah-lah apa yang terdapat di Langit dan apa yang terdapat di Bumi dan Allah Maha Meliputi segala sesuatu).
Qur’an surat Fushshilat ayat 54 :
54.  (Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu).
Qur’an surat Qaaf ayat 16 :
16.  (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manuisa, sedangkan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya) karena Allah meliputi jasmani dan rohaninya dan juga meliputi alam semesta, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat, Al-Mujaadilah ayat 1.
Qur’an surat Sabaa’ ayat 50 :
50.  (….Sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha Dekat”).
Qur’an surat Ath-Thuur ayat 48 :
48.  (…maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan-Ku...).
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 4 :
4.      (Dia-lah yang menciptakan Langit dan Bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas Al-´Arsyi, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam Bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari Langit) seperti : berkah, rahmat, azab dan laknat dari Allah, para malaikat yang menjalankan tugas dan sebagainya (dan apa yang naik) ke Langit menuju (kepada-Nya) seperti : para malaikat, doa-doa, amal-amal saleh maupun perbuatan-perbuatan buruk dari makhluk-makhluk-Nya (Dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada) Al-Mujaadilah 7 (Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan) karena Allah meliputi jasmani dan rohani makhluk-makhluk-Nya
Qur’an surat Al-Insyiqaaq ayat 15 :
15.  (Yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihat) segala perbuatan (nya) di sepanjang hidupnya.
Qur’an surat Al-Buruuj ayat 9 :
9.      (Yang mempunyai kerajaan Langit dan Bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu).
Qur’an surat Al-Fajr ayat 14 :
14.  (Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi) segala perbuatan makhluk-makhluk-Nya.
Qur’an surat Al-Balad ayat 5 dan 7 :
5.      (Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tidak seorangpun yang berkuasa atasnya?) padahal ada Allah Tuhan Yang Maha Ghaib lagi Maha Kuasa yang tidak tampak oleh penglihatannya yang menguasai dirinya.
7.      (Apakah ia menyangka bahwa tidak seorangpun yang melihat) segala perbuatannya (nya?) padahal ada Allah Tuhan Yang Maha Menyaksikan, Maha Mengetahui lagi Maha Meliputi segala sesuatu.
Qur’an surat Al-’Alaq ayat 14 :
14.  (Tidaklah ia) orang kafir (manusia)`itu (mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat) semua perbuatannya.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain dan berbagai sumber.

20 Maret, 2013

MENGAPA BUMI HARUS BERPUTAR PADA POROSNYA

Bukan hanya gerakan Bumi mengelilingi Matahari saja yang menimbulkan kekaguman. Sebab, selain berputar mengelilingi Matahari yang disebut revolusi, Bumi juga berputar mengelilingi dirinya sendiri yang disebut rotasi. Bumi sebenarnya berputar seperti gasing, tetapi sumbu putarnya tidak tegak lurus. Bumi berputar dengan posisi miring 23,5 derajat. Mengapa Bumi harus berputar pada dirinya sendiri atau ber-rotasi, dan mengapa mesti miring posisinya? Jika Bumi ini tidak berputar pada dirinya sendiri, maka di permukaan Bumi ini dipastikan tidak akan pernah terjadi kehidupan seperti adanya kini. Mengapa begitu? Karena akan ada bagian Bumi yang menghadap Matahari terus-menerus, dan juga akan ada bagian yang membelakangi Matahari terus-menerus. Memangnya mengapa? Karena belahan Bumi yang menghadap Matahari akan mengalami siang terus-menerus, sehingga dipastikan akan mengalami pemanasan yang berlebihan. Sedangkan bagian yang tidak memperoleh cahaya Matahari, akan mengalami malam terus, bagian ini akan mengalami pendinginan terus-menerus.

Jika ada bagian Bumi yang mengalami siang terus-menerus, maka belahan Bumi tersebut akan mengalami pemanasan yang akan sangat terbayangkan tingginya. Diperkirakan dalam waktu 100 jam saja, air di permukaan Bumi yang menghadap ke Matahari tersebut akan mendidih. Dan 100 jam berikutnya, air yang ada akan menguap, sehingga tidak akan ada kehidupan di belahan Bumi yang mengalami siang terus-menerus itu. Sebaliknya, di bagian yang malam terus akan mengalami pendinginan secara berlebihan pula. Sehingga, diperkirakan dalam waktu 100 jam, belahan Bumi tersebut akan mengalami pembekuan. Seluruh air menjadi es. Dan 100 jam berikutnya, dipastikan tidak akan ada kehidupan di sana. Karena itu, Bumi perlu berputar pada dirinya sendiri alias ber-rotasi. Jika Bumi tidak ber-rotasi, maka konsekuensi dari pertanyaan Allah dalam ayat berikut ini akan terjadi pada kita.
Qur’an surat Al-Qashash ayat 71-72 :
71.  (Katakanlah ) Muhammad (: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kalian malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepada kalian? Maka apakah kalian tidak mendengar?”).
72.  (Katakanlah ) Muhammad (: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kalian siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepada kalian yang kalian beristirahat padanya? Maka apakah kalian tidak memperhatikan?”).

Selain perputaran Bumi tersebut, kemiringan sumbu putar juga memiliki arti yang sangat penting. Karena jika tidak ada kemiringan Bumi, maka tidak akan terjadi dinamika di atas permukaan Bumi. Bayangkan saja, jika Bumi ini berputar secara tegak pada sumbunya, maka Kutub Utara dan Kutub Selatan Bumi tidak akan pernah mengalami siang hari. Karena kemiringan itulah maka terjadi musim di permukaan Bumi. Di bagian utara dan bagian selatan mengenal 4 musim (panas, gugur, dingin, semi), sedangkan di bagian ekuator (khatulistiwa), mengenal 2 musim (kemarau dan penghujan). Iklim ini yang menyebabkan tejadinya berbagai fasilitas kehidupan makhluk di muka Bumi. Dengan adanya musim ini, maka terjadilah angin, yang arahnya bisa berubah-ubah. Dengan perubahan  musim ini juga terjadi beraneka ragam tumbuhan dan berbagai macam binatang. Bukan hanya berfungsi sebagai keindahan, melainkan juga berfungsi untuk mencukupi segala kebutuhan manusia, sepanjang drama kehidupannya di muka Bumi.

Bahkan juga keberadaan gunung-gunung, memiliki maksud yang luar biasa besar. Allah mengatakan, gunung-gunung itu diciptakan Allah sebagai pasak, supaya Bumi tidak berguncang-guncang jika terjadi tumbukan antar lempeng Bumi. Ada 20 lempeng Bumi, 6 lempeng besar, yang paling besar adalah lempeng Pasifik dan ada 14 lempeng kecil. Dan gunung-gunung adalah jalan keluar magma dari dalam perut Bumi, jika tidak ada gunung-gunung, maka magma yang menggelegak di dalam perut Bumi itu tidak akan tersalurkan. Maka, akan terjadi gempa bumi yang dahsyat terus-menerus, karena tidak stabil akibat tekanan yang sangat besar dari dalam perut Bumi. Selain itu, gunung-gunung juga berfungsi seperti timah penyeimbang seperti pada velg mobil. Dengan adanya gunung-gunung itu, maka putaran Bumi menjadi seimbang atau balance.
Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 31 :
31.  (Dan telah Kami jadikan di Bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya ia) Bumi itu tidak (goncang bersama mereka dan Kami jadikan pula di sana jalan-jalan yang luas supaya mereka mendapat petunjuk).
Qur’an surat Luqman ayat 10 :
10.  (Dia menciptakan Langit tanpa tiang sebagaimana kalian lihat, dan Dia meletakkan gunung-gunung) yang kokoh, Qaaf ayat 7 (di Bumi) dipancangkan-Nya dengan teguh, An-Naazi’aat ayat 32, gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan, Al-Ghaasyiyah ayat 19, gunung-gunung sebagai pasak atau paku, An-Naba’ ayat 7, karena benua atau pulau telah Allah paku dengan gunung-gunung, sehingga jika terjadi tumbukkan antar lempeng dan ketika lempengan-lempengan Bumi bersama gunung-gunung itu berjalan seperti jalannya awan, An-Naml ayat 88, Ath-Thuur ayat 10 dan An-Naba’ ayat 20, Allah menancapkan gunung-gunung  dengan kokohnya, An-Naml ayat 61 dan Fushshilat ayat 10 (supaya Bumi tidak mengguncangkan kamu”) yaitu dengan terjadinya bencana gempa bumi setiap hari dan di setiap tempat jika tidak ada gunung-gunung di muka Bumi sebagai pasak, An-Nahl ayat 15.

Sumber : Tafsir Jalalain, Agus Mustofa dan berbagai sumber.

13 Maret, 2013

HADITS MENJENGUK ORANG SAKIT

Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21 :
21.  (“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kalian) yaitu (bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan) kedatangan (hari Kiamat dan ia banyak menyebut Allah”).
Qur’an surat Al-Hasyr ayat 7 :
7.      (“….Apa yang telah diberikan oleh Rasul) Muhammad saw (kepada kalian, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”).

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Jika salah seorang di antara kalian menjadi imam shalat berjamaah, maka percepatlah (shalatnya dengan tidak membaca surat-surat yang panjang tetapi tidak mengurangi syarat dan rukunnya termasuk harus tumakninah), karena mungkin di antara mereka (makmum) ada yang sedang sakit, lemah serta lanjut usia. Akan tetapi jika melakukan shalat sendirian, ia boleh memperpanjang sekehendaknya”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata :
”Rasulullah saw melaknat pria yang mengenakan pakaian wanita atau bertingkah laku menyerupai wanita atau menjadikan dirinya wanita dan wanita yang mengenakan pakaian pria atau bertingkah laku menyerupai pria atau menjadikan dirinya pria”. Hadits riwayat Abu Daud dan Ahmad.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Siapa yang mengunjungi orang sakit atau berkunjung ke tempat saudaranya sesama muslim, maka malaikat akan mendoakan kebaikan dan keselamatannya dalam perjalanannya, serta mendoakan agar mendapat tempat di Surga”. Hadits riwayat At-Tirmidzi.
Dari Tsauban Maula, Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa yang menjenguk orang sakit, maka ia benar-benar duduk di kebun Surga, sehingga jika ia berdiri hendak pulang, maka ditugaskan 70 ribu malaikat menyertai ia, mereka (para malaikat) mendoakan keselamatan untuknya hingga malam hari tiba”. Hadits riwayat Muslim.
Rasulullah saw bersabda :
“Orang yang menjenguk orang sakit itu berarti dia mengarungi rahmat Allah Ta’ala dan jika duduk dekat orang yang sakit, maka ia tenggelam dalam rahmat Allah Swt ”. Hadits riwayat Imam Ahmad dan At-Thabrani.
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa menengok orang sakit, akan ada yang memanggil dari Langit : “Engkau telah berbuat baik dan langkahmu telah benar, engkau juga berhak atas sebuah rumah di Jannah”.
Hadits riwayat At-Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah.
Rasulullah saw bersabda:
1.      Janganlah kalian mengenakan kain sutra, barangsiapa yang mengenakannya di dunia, maka ia tidak akan mengenakannya di akhirat (boleh jika untuk dibuat bunga dan ditaruh di vas).
2.      Janganlah kalian mengenakan kain sutra halus dan kain sutra kasar.
3.      Jangan pula minum dengan bejana emas dan perak.
4.      Janganlah kalian makan dengan piring emas dan perak karena sesungguhnya itu semua diperuntukkan bagi orang-orang musyrik di dunia dan diperuntukkan bagi kalian di akhirat.
5.      Sesungguhnya Allah dan rasul-Nya telah mengharamkan jual-beli minuman keras, bangkai, babi, dan berhala.

Rasulullah saw menyuruh:
1.      Menengok orang sakit.
2.      Mengiringi jenazah sampai ke kuburan bagi kaum pria.
3.      Menjawab orang bersin yang mengucapkan Alhamdulillah, maka kita menjawab Yarhamukallah dan yang bersin menjawab lagi Yahdikumullah.
4.      Memenuhi sumpah.
5.      Menolong orang yang teraniaya baik fisik maupun mental. 
6.      Mendatangi undangan terutama tahlilan orang yang baru meninggal untuk mendoakannya, jika undangan syukuran, seperti : penganten, khitan, banca’an dan sejenisnya, jika ada udzur tidak datang tidak apa-apa, kecuali untuk membalas undangan.
7.      Menyebarkan salam.
8.      Kaum pria dilarang memakai perhiasan dari emas.
9.      Jika kita mendengar orang mengucapkan “Nabi Muhammad saw”, kita wajib menjawab “Shalallahu alaih”.
10.Jika masuk kamar mandi atau WC, diwajibkan berdoa : “Allahumma inni audzubika minal khobutsi wal khobaits”.

Dari Umar ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda :
”Jangan kamu memakai sutra, karena barangsiapa memakai sutra di dunia, nanti di akhirat tidak lagi memakainya”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Ali bin Abu Tholib ra berkata :  ”Rasulullah saw mengambil sutra, ia letakkan di sebelah kanannya, dan ia mengambil emas kemudian diletakkan di sebelah kirinya, lantas ia (Rasulullah saw) bersabda : ”Kedua (emas dan sutra) ini haram buat orang laki-laki dan umatku”. HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah. Tetapi Ibnu Majah menambahkan :  “Halal buat orang-orang perempuan”.
Rasulullah saw pernah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, kemudian oleh Rasulullah saw di cabutnya cincin itu dan dibuang oleh beliau ke tanah, kemudian Rasulullah saw bersabda : ”Salah seorang diantara kamu mengambil bara api kemudian ia letakkan di tangannya”. Hadits riwayat Muslim.

Jadi emas bagi pria dalam bentuk apapun akan menjadi bara api nanti di akhirat bagi pria yang memakainya di dunia sebagai perhiasan. Karena partikel-partikel emas bisa masuk ke dalam aliran darah dan meracuni tubuh yang menyebabkan sakit alzheimer (pikun), jika wanita yang memakai perhiasan emas, partikel-partikel emas yang masuk ke dalam aliran darah dibuang setiap bulannya ketika wanita tersebut menstruasi, jadi tidak sampai meracuni tubuh wanita tersebut, maka tidak menyebabkan sakit alzheimer.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Hadits dan sumber yang lain.

12 Maret, 2013

GODAAN SETAN

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168-169 :
168.          (…dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia menjadi musuh yang nyata bagimu) Al-Baqarah 208, Al-An’aam 142, Yusuf 5, Al-Israa’ 53, Al-Kahfi 50, Thaahaa 117, Al-Qashash 15, Faathir 6, Yaasiin 60 dan Az-Zukhruf 62.
169.          (Sesungguhnya) setan (itu hanya menyuruh kamu supaya berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah).
Qur’an surat Yaasiin ayat 62 :
62.  (Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian) wahai manusia (Maka apakah kalian tidak memikirkan?) tipu daya setan untuk memperdayakan kalian dalam menaati Allah, Luqman 33.
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 27 :
27.  (Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari Surga. Ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat masing-masing. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang) pada umumnya sebagian besar dari (kamu tidak bisa melihat mereka.…).
Qur’an surat Thaahaa ayat 123-127 :
123.          (Allah berfirman : “Turunlah kalian berdua) Nabi Adam as dan Hawa (daripadanya) Surga (bersama-sama, sebagian) keturunan (kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepada) keturunan (kalian petunjuk daripada-Ku) melalui kitab-kitab-Nya dan para utusan-Nya (lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku) dengan beriman dan bertakwa (ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka).
124.          (Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya) mengumpulkannya (pada hari Kiamat dalam keadaan buta”) ketika dibangkitkan hidup kembali.
125.          (Berkatalah ia : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpun aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya) ketika hidup di dunia (adalah orang yang) bisa (melihat?”).
126.          (Allah berfirman : “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya) kamu mengabaikannya dan kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik (dan begitu pula pada hari ini) di hari Kiamat (kamupun dilupakan”) dibiarkan tinggal di dalam Neraka.
127.          (Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal) An-Nahl 104.
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 72 :
72.  (Dan barangsiapa yang buta) matanya dan buta mata hatinya tidak dapat melihat perkara yang benar (di dunia ini, niscaya di akhirat nanti ia akan lebih buta lagi dan lebih tersesat jalannya).
Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 36-37 :
36.  (Barangsiapa yang berpaling) tidak beriman dan tidak bertakwa (dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya setan) untuk menyesatkannya (maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya).
37.  (Dan sesungguhnya mereka) setan-setan itu (benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk).
Qur’an surat Al-Hasyr ayat 16 :
16.  Bujukan orang-orang munafik kepada orang-orang kafir Yahudi dari Bani Nadhir itu adalah (seperti halnya) bujukan (setan) kepada manusia ketika (ia berkata kepada manusia : “Kafirlah kamu”. Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu) setan tidak mau bertanggung jawab setelah berhasil menyesatkan manusia (karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam”) setan berdusta, yang sebenarnya setan itu durhaka bahkan sangat durhaka, sangat ingkar dan membangkang kepada Allah, An-Nisaa’ 117, Al-Israa’ 27, Al-Kahfi 50, Maryam 44, Thaahaa 116 dan Ash-Shaaffat 7.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 118-120 :
118.          (yang dilaknati Allah dan) setan (itu mengatakan : “Aku pasti akan mengambil bagian yang telah ditetapkan untukku) pada diri setiap manusia itu ada potensi untuk berbuat baik dan jahat, setan akan menggunakan potensi berbuat jahat pada diri manusia untuk menyesatkannya dan mencelakakannya (dari hamba-hamba-Mu).
119.          (Dan sungguh, akan aku) setan (sesatkan mereka, dan akan aku membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan aku suruh mereka memotong telinga binatang-binatang ternak) setan berhasil menyuruh kaum musyrik Mekkah pada ternak bahirah (Dan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah. Dan barangsiapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata).
120.          (Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka).
Qur’an surat Ibrahim ayat 22 :
22.  (Dan berkatalah setan tatkala perkara hisab) pengadilan semua makhluk (telah diselesaikan) lalu orang-orang yang berhak masuk Surga dimasukkan ke dalam Surga dan orang-orang yang wajib masuk Neraka dimasukkan ke dalam Neraka, lalu mereka mengerumuni Iblis (“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar) melalui para utusan-Nya dengan membawa bukti-bukti yang nyata (dan akupun telah menjanjikan kepada kalian) bahwa janji Allah itu tidak ada dengan memberikan angan-angan kosong kepada manusia yang tidak beriman yang menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin mereka, Al-A’raaf 27 (tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan) kekuatan yang dapat memaksa kalian mengikuti godaanku (bagiku terhadap kalian, melainkan) kecuali (aku menyeru) menggoda untuk menyesatkan (kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalianpun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku) dengan Allah (sebelumnya”) sewaktu hidup di dunia, lalu Allah berfirman : (“Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu mendapat siksaan yang pedih”).
Qur’an surat Al-Furqaan ayat 29 :
29.  (Sesungguhnya ia) setan (telah menyesatkan aku dari peringatan) Al-Qur’an (ketika peringatan itu telah datang kepadaku, dan setan memang pengkhianat manusia).
Qur’an surat Qaaf ayat 27 :
27.  Ketika Allah mengadili manusia di akhirat nanti, lalu (Yang menyertai dia) yaitu setan (berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”) padahal setan ketika di dunia menyuruh manusia yang dikuasainya yaitu orang-orang kafir, setiap pendusta dan banyak melakukan perbuatan dosa untuk selalu mengerjakan perbuatan jahat, yang keji dan mungkar.
Qur’an surat Al-Mujaadilah ayat 19 :
19.  (Setan telah menguasai mereka lalu) setan (menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi).
Qur’an surat Al-Hajj ayat 4 :
4.      (Yang telah ditetapkan terhadap setan itu, bahwa barangsiapa yang berteman dengan ia) setan (tentu ia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab Neraka).
Qur’an surat Faathir ayat 5-6 :
5.      (Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian dan janganlah) setan (yang pandai menipu, memperdayakan kalian tentang Allah.)
6.      (Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh) kalian, dengan cara bertakwalah hanya kepada Allah saja (karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala).

Rasulullah saw bersabda :
“Setan berkumpul di kepala kalian ketika kalian tidur, karena adanya 3 ikatan, pada setiap ikatan itu setan berkumpul. Setan mengikatkan ubun-ubun di kepala seorang dari kalian jika ia tertidur dengan tiga ikatan, setan memukul setiap ikatan itu dengan kata “Malam masih panjang, tidurlah”, ketika kalian bangun dan menyebut nama Allah (Alhamdulillah), maka terlepaslah satu ikatan, ketika kalian berwudlu, terlepaslah satu ikatan yang kedua dan ketika kalian mendirikan shalat, lepaslah seluruh ikatan dari kalian, sehingga kalian bangun menjadi lebih sehat dan semangat dan hati yang nyaman, jika tidak melakukan ke-3 hal itu, ia bangun kesiangan dalam keadaan hati yang tidak nyaman dan malas”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Hal itu terjadi bagi orang yang sebelum tidur tidak membaca Al-Ikhlash 3x, Al-Falaq, An-Naas dan ayat Kursi dan tidak membaca doa mau tidur untuk membentengi dirinya dari gangguan setan. Bagi orang yang membaca ayat-ayat Al-Qur’an sebelum tidur, setan tidak dapat mengganggunya, insya Allah.
Orang yang ketika mau tidur tidak menyebut Asma Allah dan tidak mempunyai niat untuk bangun shalat malam atau tidak mempunyai niat bangun untuk shalat Shubuh tepat waktu, maka setan akan mengencingi telinganya.
Karena air kencing setan itu berbentuk gas yang sangat kuat tekanannya, tetapi sangat ringan dan mirip aliran air mancur. Sehingga orang itu tidak bisa bangun untuk shalat Shubuh tepat waktu, karena telinganya telah di kencingi oleh setan, maka orang tersebut tidak akan bangun kecuali hari telah terang. Telinga adalah pintu yang paling mudah dimasuki setan dan paling cepat mengantarkannya sampai ke urat nadi, sehingga menimbulkan kemalasan di sekujur tubuh orang yang tidak berdzikir sebelum tidur malam dan tidak berniat bangun dini hari melaksanakan perintah-perintah Allah sehingga Allah tidak menolongnya untuk membangunkannya supaya bisa menunaikan kewajiban-kewajiban yang ditetapkan-Nya dan seorang muslim itu tidak bisa menolak godaan setan yang mendatanginya. Hadits riwayat Bukhari
Dari Ibnu Wa’il dari Abdullah bin Mas’ud ra : “Disebutkan di hadapan Nabi saw, seorang pria (saat itu tidak hadir).
Lalu seseorang berkata : “Dia masih tidur hingga pagi tadi dan tidak bangun untuk shalat (Shubuh berjamaah)”.
Rasulullah saw bersabda           : “Setan telah mengencingi telinganya”. Hadits riwayat Bukhari.
Dari Ibnu Mas’ud ra, katanya   : “Disebutkan di hadapan seorang laki-laki yang tidur di malam hari hingga pagi”. Lalu Rasulullah saw bersabda           : “Orang itu dikencingi telinganya oleh setan”. Hadits riwayat Muslim.

Qur’an surat Al-A’raaf ayat 16-17 dan 200-202 :
16.  (“Iblis menjawab : ”Karena Engkau telah menghukumku sesat, aku akan) menghalang-halangi (mereka dari jalan Engkau yang lurus) Al-Hijr 39,
17.  (kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakkan mereka taat”).
200.          (Dan jika engkau ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah) dengan membaca A'uudzubillahi minasy syaithaanirrajiim (sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
201.          (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat) kepada Allah (maka ketika itu mereka melihat) perbedaan yang hak dan yang batil, lalu mereka memilih yang hak.
202.          (Dan teman-teman mereka) yaitu setan-setan manusia atau orang-orang kafir dan fasik (membantu mereka) setan-setan jin (dalam menyesatkan, kemudian tidak henti-hentinya) mereka menyesatkan manusia.
Qur’an surat Al-Hijr ayat 40-42 :
40.  (Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka).
41.  (Berfirmanlah) Allah (: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah memeliharanya) menjaganya.
42.  (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku) yang beriman dan bertakwa (tidak ada kekuasaan bagimu) setan (terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kalian, yaitu orang-orang yang sesat) Al-Israa’ 65.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 148-149 :
148.          (Allah tidak menyukai perkataan buruk) yaitu dengan mencela (menghina) orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan orang dengan kata-kata yang tidak sopan dan sebagainya (yang diucapkan dengan terus terang kecuali) yang diucapkan (oleh orang yang dizhalimi) dianiaya (Dan Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui).
149.          (Jika kamu melahirkan) memperlihatkan (sesuatu kebaikan) dengan bertingkah laku atau mengucapkan kata-kata yang baik (atau menyembunyikannya atau memaafkan sesuatu kesalahan) orang lain (maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa).
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 53 dan 62-64 :
53.  (Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku : “Hendaklah mereka mengucapkan) kata-kata (yang lebih baik) janganlah mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan dan menimbulkan permusuhan dengan menghina di depan orangnya, menfitnah, mengadu domba dan sebagainya (Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”).
62.  (Iblis berkata : “Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”) dari hamba-hamba-Mu yang mukhlis, Al-Hijr 40 dan Shaad 82-83.
63.  (Berfirman) Allah kepada Iblis (: “Pergilah!) Keluarlah dari Surga! Al-Hijr 34 (Barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya Neraka Jahannam adalah balasan kalian semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup) Al-Hijr 43.
64.  (Dan godalah) sesatkanlah (siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu) godaanmu (dan kerahkanlah) mintalah bantuan (terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta benda dan anak-anak) dari hasil perbuatan zina (dan beri janjilah mereka”. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka) Allah memberi kesempatan kepada Iblis untuk menyesatkan manusia dengan segala kemampuan yang ada padanya, tetapi segala tipu daya setan itu tidak akan mampu menghadapi orang-orang yang benar-benar beriman dan bertakwa.
Qur’an surat Fushshilat ayat 36 :
36.  (Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah) dengan memperbanyak dzikir, istighfar dan membaca surat Al-Mu’minuun 97-98 (Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
Qur’an surat Al-Mu’minuun ayat 97-98 doa menangkal gangguan setan :
Rabbi ‘auudzubika min hamazaa titstsayaatiin. Wa ‘auudzubika Rabbi ‘anyahduruun.
97.  (“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan).  
98.  (Dan aku berlindung pula kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan setan-setan itu kepadaku”).
Qur’an surat An-Nahl ayat 63 dan 99-100 :
63.  (Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus) rasul-rasul Kami (kepada umat-umat sebelum engkau, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka) yang buruk yaitu kekafiran (maka setan menjadi pemimpin mereka pada hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih).
99.  (Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya) Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus, Al-Hajj 54.
100.          (Sesungguhnya kekuasaannya hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya) setan (sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah).
Qur’an surat Maryam ayat 83 :
83.  (Tidakkah kamu lihat, bahwasannya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir) supaya menguasai mereka (untuk menghasut) menggerakkan jasmani dan rohani (mereka) melakukan perbuatan dosa-dosa (dengan sungguh-sungguh).

Justru setan tidak cukup menghalangi para hamba Allah dari perbuatan taat, bahkan ia berusaha untuk merusak ketaatan itu yang mana jika ia tidak dapat menghalangi mereka dari perbuatan taat, ia berusaha sebisa mungkin untuk merusak ketaatan para hamba Allah.
Rasulullah saw bersabda :
”Sesungguhnya setan jika mendengar seruan untuk shalat, ia membuat penghalang dengan suara kentut, hingga agar ia tidak mendengar suara adzan. Apabila adzan itu sudah selesai, maka ia kembali menggoda, apabila ia mendengar iqomah, ia pergi agar ia tidak mendengar iqomah itu, apabila sudah berhenti iqomahnya, ia kembali menggoda”. Hadits Bukhari dan Muslim.
Rasulullah saw bersabda :
”Apabila telah selesai, setan datang hingga ia meniupkan godaannya di jiwa orang-orang, setan membisikkan ke hamba Allah : ”Ingatlah ini dan itu, yang mana hal itu tidak pernah si hamba itu ingat sebelumnya, hingga orang itu kebingungan berapa rakaat  si hamba tersebut telah shalat”. Hadits riwayat Bhukari.
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 29 :
29.  (Wahai orang-orang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan Furqaan) yaitu petunjuk yang membuat mampu membedakan antara yang hak dan yang batil (kepada kalian dan menghapus segala kesalahan-kesalahan kalian dan mengampuni) dosa-dosa (kalian. Dan Allah mempunyai karunia yang besar).
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 28 :
28.  (Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada rasul-Nya, niscaya Allah memberikan kepada kalian dua bagian dari rahmat-Nya, dan menjadikan untuk kalian cahaya) petunjuk jalan yang lurus dan jalan-jalan keselamatan, yaitu Al-Qur’an dan Hadits, Al-Maaidah 16 (yang dengan cahaya itu kalian dapat berjalan) menjadi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah sehingga tidak sesat jalannya dan dapat bergaul di tengah-tengah masyarakat manusia (bisa bersosialisasi), Al-An’aam 122 (dan Dia mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 19, 83, 85, 101-103 dan 130 :
19.  (Sesungguhnya agama) yang diridhai (di sisi Allah) hanyalah agama (Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang diberi Alkitab) Yahudi dan Nasrani (kecuali setelah datang kepada mereka ilmu, karena kedengkian) yang ada (di antara mereka, barangsiapa yang kafir pada ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya).
83.  (Apakah mereka hendak mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya tunduk segala apa yang di Langit dan di Bumi, baik suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan).
85.  (Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka tidaklah akan diterima) agama itu (dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi) karena dimasukkan ke Neraka Jahannam.
101.          (….Barangsiapa yang berpegang teguh) kepada (agama Allah) yaitu Islam (maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk ke jalan yang lurus)
102.          (Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam).
103.          (Dan berpegang teguhah kamu semuanya dengan tali) agama (Allah, dan janganlah kamu terpecah-belah….) setelah menganut agama Islam.
130.          (…dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan).
Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 2-5 :
2.      (…Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar).
3.      (Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan) keperluan (nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan) yang dikehendaki (-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu).
4.      (….Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya) baik urusan di dunia maupun di akhirat.
5.      (…dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya).
Qur’an surat Al-Qalam ayat 34 :
34.  (Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa) disediakan (Surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya) Al-Hijr 45.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 213 :
213.          (….Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus) Al-Hajj 16.
Qur’an surat Yunus ayat 9 dan 108 :
9.      (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya) diberi petunjuk oleh Allah untuk mengerjakan amal-amal yang menyampaikannya ke Surga (di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam Surga yang penuh kenikmatan).
108.          (Katakanlah) Muhammad (: “Wahai manusia, sesungguhnya teIah datang kepada kalian kebenaran dari Tuhan kalian, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya petunjuk itu untuk kebaikan dirinya. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap diri kalian”).
Qur’an surat Maryam ayat 76 :
76.  (Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya).
Qur’an surat Thaahaa ayat 123 :
123.          (....Jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku) yaitu ayat-ayat-Nya dalam Al-Qur’an yang dibawa oleh Rasulullah saw (maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka).

Qur’an surat Al-Hajj ayat 54 :
54.  (Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur’an) itulah (yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan mantaplah hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus).
Qur’an surat Muhammad ayat 17 :
17.  (Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka) balasan (ketakwaannya).
Qur’an surat At-Taghaabun ayat 11 :
11.  (Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu).
Qur’an surat Yunus ayat 99-100 :
99.  (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka Bumi seluruhnya. Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?).
100.          (Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya).
Qur’an surat An-Nahl ayat 93 :
93.  (Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kalian satu umat) saja (tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kalian akan ditanya tentang apa yang telah kalian kerjakan) Huud 118 dan Asy-Syuura 8.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 6-7, 18 dan 171 :
6.      (Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja bagi mereka, apakah kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman).
7.      (Allah mengunci mati hati mereka begitu pula pendengaran mereka sedangkan penglihatan mereka ditutup) sehingga tidak bisa melihat kebenaran Islam (dan bagi mereka siksa yang berat).
18.  (Mereka tuli, bisu dan buta) mata hatinya (maka mereka tidaklah akan kembali) ke jalan yang benar.
171.          (Dan perumpamaan) orang mukmin yang mengajak (orang-orang kafir) untuk masuk Islam (adalah seperti orang yang memanggil binatang yang tidak dapat didengarnya selain berupa panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta) Allah mengunci mati hati mereka (sehingga mereka tidak mengerti).
Qur’an surat Yunus ayat 99-100 :
99.  (Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka Bumi. Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?).
100.          (Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah) dengan diberinya ia hidayah, jika Allah menghendaki (dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya).
Qur’an surat Yaasiin ayat 8-11 :
8.      (Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka) diangkat dan disatukan (ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah) karena mereka tidak mau taat dan menyombongkan diri tidak mau beriman.
9.      (Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding) pula (dan Kami tutup) mata hati (mereka sehingga mereka tidak dapat melihat) jalan iman yang benar.
10.  (Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman) karena Allah telah mengunci mati hati nurani mereka atau Allah tidak memberi hidayah.
11.  (Sesungguhnya kamu hanya dapat memperingati orang yang mau mengikuti peringatan) petunjuk Al-Qur’an (dan yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah walaupun ia tidak melihat-Nya. Maka berilah ia kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia) yaitu akan masuk Surga.
Qur’an surat Al-Jaatsiyah ayat 23 :
23.  (Apakah kamu pernah melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah) membiarkannya sesat? (Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?).
Qur’an surat Ra’du ayat 31 :
Ayat ini diturunkan ketika orang-orang kafir Mekkah berkata kepada Rasulullah saw, kata mereka : “Jika engkau benar-benar seorang nabi, maka enyahkanlah gunung-gunung Mekkah ini dari kami, kemudian jadikanlah pada tempatnya sungai-sungai dan mata air-mata air supaya kami dapat bercocok tanam dan bangkitkanlah nenek moyang kami yang telah mati menjadi hidup kembali untuk berbicara kepada kami”, maka turunlah ayat berikut ini :
31.  (Dan seandainya ada suatu bacaan) kitab suci (yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat dipindahkan atau Bumi jadi terbelah karenanya atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara) tetap saja orang-orang kafir itu tidak akan mengimaninya sekalipun didatangkan kepada mereka apa yang dimintanya, karena Allah tidak memberi petunjuk kepada mereka (Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah). Selanjutnya ayat ini diturunkan ketika para sahabat berkehendak untuk menampakkan apa yang mereka minta, karena para sahabat sangat menginginkan orang-orang kafir itu mau beriman, lalu Allah berfirman :
(Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki) semua manusia beriman (tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri yaitu berupa malapetaka atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji) hal ini terjadi di Hudaibiyah sehingga tibalah saatnya penaklukkan Kota Mekkah.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 49 :
49.  (….Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik) Al-A’raaf ayat 102.
Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 1 :
1.      (Alif laam miim raa. Ini adalah sebagian dari Alkitab) Al-Qur’an (Dan kitab yang diturunkan kepadamu) Muhammad (dari Tuhanmu itu adalah benar, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman) kepadanya.
Qur’an surat Yusuf ayat 103 dan 106 :
103.          ( Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya) Asy-Syu’araa’ ayat 8, Yaasiin ayat 7 dan Al-Mu’min ayat 59.
106.          (Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan) Allah.
Qur’an surat Al-Qashash ayat 50 dan 56 :
50.  (….Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun….).
56.  Ayat ini diturunkan berkenaan dengan keinginan Rasulullah saw akan keimanan pamannya Abu Thalib supaya memeluk agama Islam (Sesungguhnya engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk) dan bukan kewajiban Rasulullah saw untuk menjadikan manusia mendapat petunjuk, akan tetapi hanya Allah-lah yang dapat memberi petunjuk atau memberi taufiq dan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, Al-Baqarah ayat 272.
Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 27-28 :
27.  (…Katakanlah : “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya”).
28.  (Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah) dalam shalat, dzikir, tilawah, tadarus dan berdoa (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang) karena terimbas frekuensi yang sangat tinggi dan lembut dari cahaya Al-Qur’an yang keluar dari ayat-ayat Allah yang sedang dibacakan yang kemudian meresonansi hati dan milyaran bio elektron di seluruh tubuhnya, sehingga hati dan kulitnya menjadi lembut dan tenang, maka keluarlah aura jernih dari wajah dan tubuh orang-orang tersebut.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 88 :
88.  (….Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan jalan) untuk memberi petunjuk (kepadanya) An-Nisaa’ 143, Al-A’raaf 186, Ar-Ra’du 33, An-Nahl 37, Al-Israa’ 97, Al-Kahfi 17, An-Naml 81, Ar-Ruum 29, 53, Az-Zumar 23, 36, Al-Mu’min 33, Asy-Syuura 44, 46 dan Az-Zukhruf 40.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 258 dan 264 :
258.          (dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim) Ali-‘Imran 86, Al-Maaidah 51, Al-An’aam 144, At-Taubah 19, 109, Al-Qashash 50, Al-Ahqaaf 10, Ash-Shaff 7 dan Al-Jumu’ah 5.
264.          (….Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir) Al-Maaidah 67, At-Taubah 37 dan An-Nahl 107.
Qur’an surat Al-Mu’min ayat 28, 34 dan 74 :
28.  (....Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta).
34.  (....Demikianlah Allah menyesatkan orang yang melampaui batas) dalam melakukan dosa kekafiran dan kemaksiatan (lagi ragu-ragu) dalam beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.
74.  (....Seperti demikianlah) sebagaimana disesatkan-Nya orang-orang yang mendustakan Al-Qur’an (Allah menyesatkan orang-orang kafir).
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 108 :
108.          (….Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik) At-Taubah 24, 80, Ash-Shaff 5 dan Al-Munaafiquun 6.
Qur’an surat Az-Zumar ayat 3 :
3.      (....Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang pendusta lagi sangat ingkar).
Qur’an surat Al-An’aam ayat 125 :
125.          (Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki) Allah (kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke Langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman).
Qur’an surat An-Nahl ayat 36 :
36.  (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk) menyerukan (: “Sembahlah Allah) saja (dan jauhilah Thaghut”) adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah (maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kalian di muka Bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan) Allah dan rasul-rasul-Nya, yaitu diazabnya mereka oleh Allah.
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 30, 101 dan 178-179 :
30.  (Sebagian) manusia (diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung) mereka (selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk).
101.          (....Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir).
178.          (Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi).
179.          (Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk) isi (Neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata) tetapi (tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga) tetapi (tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai).
Qur’an surat Ibrahim ayat 4 dan 27 :
4.      (….Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana) Faathir 8 dan Al-Muddatstsir 31.
27.  (dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki).
Qur’an surat An-Nuur ayat 40 :
40.  (…dan barangsiapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah, tidaklah ia mempunyai cahaya) tidak mendapatkan petunjuk (sedikit pun) dari Allah.
Qur’an surat Ar-Ruum ayat 59 :
59.  (Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak mau memahami) ayat-ayat-Nya.
Qur’an surat Az-Zumar ayat 22, 37 dan 41 :
22.  (Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk) menerima agama (Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya) samakah dengan orang yang Allah telah kunci mati hatinya atau membatu hatinya? (Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata).
37.  (Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa dan mempunyai) kekuasaan untuk (menghukum?) musuh-musuh-Nya.
41.  (Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Alkitab) Al-Qur’an (untuk manusia dengan membawa kebenaran, siapa yang mendapat petunjuk, maka) petunjuk itu (untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk) kerugian dan mencelakakan (dirinya sendiri,…) Yunus 108.
Qur’an surat An-Nisaa’ 82 :
82.  (Apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Sekiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah akan mereka jumpai di dalamnya pertentangan) perselisihan ayat-ayatnya (yang banyak) seperti yang ada di dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Qur’an surat Al-An’aam ayat 39 :
39.  (Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami) Al-Qur’an (adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita) sesat (Barangsiapa yang dikehendaki Allah) kesesatannya (niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah) diberi-Nya petunjuk (niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus).
Qur’an surat An-Nahl ayat 106-108 :
106.    ((Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah ia beriman) yaitu murtad, maka ia mendapat kemurkaan Allah (kecuali orang yang dipaksa) untuk mengucapkan kalimat kekufuran lalu terpaksa ia mengucapkannya sehingga ia dianggap telah kafir (padahal hatinya tetap tenang dalam beriman) ia tidak berdosa (akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran) murtad dengan kesadaran penuh tanpa dipaksa oleh siapapun (maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar).
107.    (Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir).
108.    (Mereka itulah orang-orang yang hatinya, pendengarannya dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai).
Qur’an surat Yunus ayat 25 dan 74 :
25.  (Allah menyeru) manusia pada keimanan (ke Darussalam) kepada jalan keselamatan yaitu Surga (dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus) yaitu memeluk agama Islam.
74.  (….Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas).
Qur’an surat Al-Mu’min ayat 35 :
35.   (Orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka. Amat besar kemurkaan) bagi mereka (di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati setiap orang yang sombong lagi sewenang-wenang).
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 2 :
2.      (Kitab) Al-Qur’an (ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa).
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 138 :
138.          Al-Qur’an (Ini menjadi penerangan bagi manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa).
Qur’an surat Yunus ayat  37 :
37.   (Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain Allah, akan tetapi) Al-Qur’an itu diturunkan untuk (membenarkan apa-apa) yaitu kitab-kitab (yang) diturunkan (sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya, tidak ada keraguan di dalamnya, diturunkan dari Tuhan semesta alam).
Qur’an surat Ibrahim ayat 52 :
52.  Al-Qur’an (Ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan agar mereka diberi peringatan dengannya) yaitu dengan Al-Qur’an tersebut (dan agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mau mengambil pelajaran).
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 9 :
9.      (Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk ke) jalan (yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar).
Qur’an surat Al-Kahfi ayat 1-2 :
1.      (Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya) Nabi saw (Alkitab) Al-Qur’an (dan Dia tidak mengadakan kebengkokan) ketidakbenaran, Az-Zumar 28 (di dalamnya) Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
2.      (Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat keras dari sisi-Nya dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik) mereka kekal di dalam Surga untuk selama-lamanya, Al-Kahfi 3.
Qur’an surat Fushshilat 41-42 :
41.  (Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari peringatan) Al-Qur’an (ketika ia datang kepada mereka) niscaya Allah pasti mengazab mereka (dan sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia).
42.  (Yang tidak datang kepadanya) Al-Qur’an itu (kebatilan) tidak ada kesesatan, kesalahan dan tidak ada perselisihan ayat-ayatnya (baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji).
Qur’an surat Asy-Syuura ayat 52 :
52.  (Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu) Muhammad (wahyu) Al-Qur’an (dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Alkitab) Al-Qur’an itu (dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu) sebagai (cahaya, yang Kami tunjuki dengan ia) Al-Qur’an itu (siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya engkau) Muhammad (benar-benar memberi petunjuk) menyeru kepada manusia dengan Al-Qur’an yang Allah turunkan kepadamu (kepada jalan yang lurus) yaitu agama Islam.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Hadits dan berbagai sumber.