13 April, 2014

MANFAAT SHALAT UNTUK JASMANI DAN ROHANI

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 6 :
6.      (Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka) berwudhulah dahulu  (basuhlah muka dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan) basuhlah (kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Dan jika kamu junub, maka bersucilah) mandi junub (dan jika sakit) tidak boleh menyentuh air, karena jika terkena air sakitnya bertambah parah (atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air) besar dan kecil (atau menyentuh perempuan) yang bukan muhrim (lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik) bersih atau suci (sapulah muka dan tanganmu) sampai ke siku (dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan hendak menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu, supaya kamu bersyukur) An-Nisaa’ ayat 43.

BERWUDHU :
Berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi dan media komunikasi antar sel saraf untuk rangsang nyeri, panas dan sentuhan secara tekanan. Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Berwudhu merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Jika kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman, seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banyak kuman.

Air untuk berwudhu adalah air yang suci dan bersih, persenyawaan atom Hidrogen dengan atom Oksigen, kemudian membentuk H2O (air). Air adalah zat yang paling netral di antara zat-zat kimia yang lain. Dengan berwudhu  terjadi proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, juga lubang tubuh yang terbuka (pori kulit, rongga mulut, hidung dan telinga) yang berhubungan dengan udara terbuka yang penuh dengan debu yang menutupi pori-pori kulit tubuh kita, sehingga menghalangi asam susu atau asam lelah (yaitu zat asam yang menimbulkan kelelahan) untuk keluar dari tubuh kita. Dengan membasuh daerah-daerah terbuka, maka diharapkan pori-pori pada kulit tubuh kita tetap bersih, sehingga proses pengeluaran sisa ekskresi yaitu tempat pengeluaran sisa hasil pembakaran makanan melalui kelenjar keringat dapat berjalan dengan lancar tanpa terhambat debu dan lainnya yang menutupi pori-pori kulit. Saat berwudhu, jangan hanya menyiramkan air ke anggota badan saja, tapi waktu mengusap, sambil menekan bagian-bagian tubuh untuk menstimulasi keseimbangan anggota badan lewat dinginnya air wudhu dan usapan yang setengah memijat.

Wudhu berfungsi mengurangi tekanan emosi yang berlebihan di saraf-saraf kita, sehingga cenderung menurunkan stres dan tingkat kemarahan, membangun daya tahan, menyehatkan dan menstabilkan kondisi tubuh, bagi orang mengantuk, bisa mengangkat kembali gairah dan kesegaran tubuh, meratakan suhu tubuh yang tidak rata akibat aktifitas kita, sebab bagian tubuh yang dipakai bekerja, suhunya akan meningkat daripada yang lain. Jika banyak menggunakan otak untuk berpikir, maka suhu di kepala akan meningkat lebih tinggi dibandingkan anggota tubuh lain, maka air wudhu mendinginkan suhu di kepala. Janganlah mengeringkan air wudhu dengan handuk, biarkan kering sendiri, karena di situlah proses normalisasi suhu dari kaki sampai kepala, sehingga suhu tubuh kita menurun sesuai suhu kamar.
Arti rohaniahnya : Allah memerintahkan kita untuk menggunakan pancaindra dan tubuh kita untuk perbuatan-perbuatan yang bersih dan tetesan air wudlu berubah menjadi malaikat yang mendoakan agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan dapat meredakan amarah.
BERDIRI LURUS UNTUK SHALAT :
Bermanfaat untuk meluruskan tulang belakang dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. 
TAKBIRRATUR IKHRAM :
Takbir dengan mengangkat tangan merupakan latihan awal pernapasan yaitu dengan meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa Oksigen mengalir lancar. Paru-paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Takbir juga menghindarkan dari berbagai gangguan persendian khususnya tubuh bagian atas dan menarik energi positif dari Allah ke dalam tubuh dan berimbas di sekelilingnya.
Dalam arti rohaniah, Allah menjelaskan pada kita bahwa kita adalah kecil dan hanya Allah saja Yang Maha Besar dan urusan menyembah kepada Allah adalah urusan besar, sedang urusan yang lain adalah urusan kecil.
RUKUK :
Rukuk yang tumakninah atau tenang, melancarkan aliran darah di tubuh mengalir ke jantung, ke pangkal otak, terutama ke semua bagian otak dengan sempurna karena sejajarnya letak bahu dengan leher sehingga otak bekerja lebih baik. Aliran akan semakin lancar bila rukuk dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher, rukuk juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat gerakan rukuk mencegah terjadinya pengapuran dan akan mengempiskan ginjal. Rukuk melatih kandung kemih untuk mencegah dari gangguan prostat, sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih (buang air kecil). Melancarkan aliran darah ke kepala, terutama ke semua bagian otak sehingga otak bekerja lebih baik. Sel darah merah berfungsi untuk membawa Oksigen dan nutrisi (sari-sari makanan) yang sangat penting, karena sangat dibutuhkan untuk kesempurnaan kerja seluruh organ-organ tubuh supaya kerjanya bisa maksimal.

Di jantung, Oksigen dibutuhkan untuk menggerakkan otot-otot jantung supaya bisa memompa darah yang mengandung     Oksigen dan nutrisi dengan sempurna menuju ke sel-sel seluruh tubuh. Kadar Oksigen yang tinggi yang masuk ke dalam sel-sel tubuh lewat gerakan shalat, terutama mengerjakan shalat Subuh yang tepat waktu menyebabkan sel-sel penyakit seperti kanker menjadi tidak dapat tumbuh, sehingga dapat mencegah penyakit kanker, asma dan mencegah berbagai penyakit. Dengan adanya energi dari Oksigen yang cukup dapat membantu memperbaiki dan mengaktifkan sel, bagus digunakan untuk terapi bagi mereka yang menderita sakit diabetes, gagal ginjal dan penyakit lainnya. Oksigen menangkal radikal bebas, sehingga membantu regenerasi sel-sel di kulit wajah seperti manfaat vitamin E membuat kulit menjadi cantik, mencegah penuaan dini menyebabkan awet muda. Oksigen menstabilkan tekanan darah, meningkatkan metabolisme, ekskresi, kegiatan hormon, kegiatan enzim untuk pembelahan sel-sel. Oksigen yang cukup pada sel-sel tubuh membuat sel-sel berfungsi secara normal dan membantu sistem peredaran darah supaya kita tidak kesulitan bernafas, sehingga membuat fungsi tubuh manusia dapat bekerja secara optimal dan masih banyak manfaat Oksigen bagi tubuh dan anggota tubuh. Khusus bagi perokok aktif dan pasif, Oksigen di tubuhnya tidak bisa lagi mengeluarkan racun-racun dan zat-zat kimia lainnya dari darah dan paru-parunya. Silahkan baca : Manfaat Shalat Shubuh Secara Ilmiah

Rukuk menguatkan tulang dada beserta jaringan ototnya, meningkatkan kelenturan jaringan otot dada serta meningkatkan kekuatan fungsi paru-paru karena gerakan rukuk melibatkan tarikan otot yang cukup kuat yang berfungsi untuk mengeluarkan racun-racun dan gas Karbondioksida keluar dari tubuh dan memasukkan Oksigen ke dalam tubuh dan tempat pertukaran CO2 dengan O2 di kantong-kantong udara paru-paru, yang bertugas melakukan pertukaran, dengan membawa dan mengeluarkan CO2 dan memasukkan dan membawa O2 ke dalam tubuh itu adalah Hemoglobin (Hemoglobin adalah molekul protein di dalam sel darah merah atau eritrosit yang berwarna merah dan berbentuk kotak). Rukuk menguatkan jaringan otot, terutama otot tulang belakang, otot tulang ekor dan semua persendiannya, juga struktur tulang belakang serta antar ruas tulang belakang. Gerakan rukuk dapat melindungi tulang dari kemungkinan keseleo atau terkilir ruas tulang belakang. Posisi rukuk itu untuk menyiapkan kepala dan otak menerima aliran darah yang melimpah yang mengandung Oksigen dan nutrisi ketika tubuh memasuki posisi sujud. Rukuk berfungsi melancarkan sistem pencernaan, usus dua belas jari, dan usus besar dan meningkatkan sistem kekebalan sehingga tubuh terlindung dari serangan berbagai penyakit, seperti varises, nyeri sendi, reumatik, sakit kepala dan lain-lain.
IKTIDAL :
Organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian, sehingga pencernaan menjadi lancar.
SUJUD :
Gerakan sujud secara kontinyu dapat memacu kecerdasan otak, sujud yang tumakninah bisa mengalirkan darah yang mengantarkan Hemoglobin yang membawa Oksigen yang memadai dan nutrisi (glukosa untuk energi otak) dari tubuh ke otak sampai ujung otak dengan lancar dan sempurna, sehingga meningkatkan daya ingat dan mencerdaskan otak dan insya Allah bisa menyembuhkan penyakit-penyakit yang ada di kepala, misalnya stroke, vertigo, pusing dan sebagainya. Maka penting sekali jika sujud harus tumakninah, supaya darah mengalir ke otak dengan sempurna, sampai ujung otak kita terisi dengan Oksigen dan nutrisi secara maksimal, sehingga sel-sel saraf yang ada di kepala khususnya di otak bekerja dengan sempurna. Otak membutuhkan 60% Oksigen, sedangkan tubuh hanya membutuhkan 40% Oksigen dari seluruh Oksigen yang masuk ke seluruh sel-sel tubuh lewat paru-paru.

Setiap saat manusia menghadapi medan radiasi yang terus menerus atau dikelilingi oleh medan elektromagnetik yang dapat mempengaruhi dan membebani sel-sel tubuh. Sujud membantu tubuh untuk menghilangkan berbagai materi asing, seperti radiasi zat-zat yang berbahaya, gelombang elektromagnetik yang berlebihan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti sakit kepala, nyeri leher, radang sendi, kelelahan dan sebagainya, sehingga tubuh tidak perlu diobati dengan obat-obat kimiawi atau perangkat medis elektronik yang memiliki efek samping yang berbahaya, insya Allah cukup diobati dengan gerakan sujud kepada Allah dengan tumakninah di dalam shalat saja. Proses pengosongan atau pengeluaran gelombang elektromagnetik dari tubuh terjadi ketika dahi, hidung, tangan, lutut dan ujung kaki menyentuh Bumi dalam sujud, dalam posisi sujud itu, gelombang elektromagnetik positif dari tubuh manusia dialirkan ke Bumi yang memiliki gelombang elektromagnetik negatif. Dengan sujud itu, tubuh terbebas dari radiasi gelombang elektromagnetik yang berlebihan di dalam tubuh dan proses pengosongan tubuh dari radiasi zat-zat yang berbahaya itu berjalan dengan lancar jika dahi, hidung, tangan, lutut dan ujung kaki semua menyentuh Bumi dan lebih efektif lagi jika sujudnya menghadap kiblat tempat pusat energi positif dari Allah dan menjadi pusat Bumi.

Sesungguhnya setiap sujud yang dilakukan karena Allah, niscaya akan meninggikan derajat kita, dan sesungguhnya setiap derajat itu setara dengan jarak antara Bumi dan Langit. Sujud merupakan olahraga, gerakan tubuh sederhana yang berfaedah mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang berlebihan dari dalam tubuh, serta melancarkan peredaran darah, menambah kekuatan konsentrasi dan pikiran, serta melatih manusia untuk bersabar dan tenang, karena dengan mengingat Allah (shalat) hati menjadi tenang. Orang yang suka marah biasanya tidak akan bisa bersujud dalam waktu yang lama. Sujud dapat membersihkan rongga hidung dan saluran pernafasan, posisi 2 tangan di sisi dada memudahkan proses pengosongan paru-paru (di bagian alveolus) dari gas Karbondioksida sehingga paru-paru bisa mendapatkan pasokan Oksigen yang lebih banyak. Gerakan dan gestur tubuh ketika sujud mendorong keluarnya hawa buruk atau gas Karbondioksida, racun-racun dan zat-zat kimia lainnya dari saluran pernafasan sedikit demi sedikit dan digantikan oleh masuknya Oksigen ke paru-paru dengan maksimal pada saat mengerjakan ibadah shalat, terutama gerakan sujud yang tumakninah pada saat shalat Shubuh yang dikerjakan tepat waktu, karena Oksigen masih berada di permukaan Bumi belum terdesak ke atas oleh gas CO2 (Karbondioksida) dan gas CO (Karbonmonooksida) dari pembakaran minyak dan gas oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik besar dan kecil dan lain-lain yang mengotori Atmosfer Bumi.

Faedah paling penting dari semua gerakan sujud adalah melancarkan aliran darah menuju otak yang membutuhkan glukosa sebagai bahan bakarnya. Gerakan itu juga melindungi jaringan pembuluh darah ke otak dari kerusakan atau gangguan, sekaligus menjaga kelenjar-kelenjar yang berada di dalamnya. Aliran darah yang mengalir sangat lancar dan sangat banyak karena gerakan sujud yang tumakninah yang membawa Oksigen dan nutrisi yang di dalamnya terkandung glukosa sebagai bahan bakar yang memadai yang meningkatkan fungsi kerja otak. Otak merupakan pusat eksekusi yang menentukan kerja dan aktifitas semua organ tubuh. Pengaruh kurangnya pasokan Oksigen dan nutrisi ke otak, berakibat terserang syncope, yaitu kehilangan kesadaran akibat kurangnya aliran darah yang mengandung Oksigen dan nutrisi menuju otak. Posisi sujud menjaga tubuh dari bertambahnya hormon beta endorphin pemicu syncope. Sujud dapat melenturkan jaringan otot sekitar panggul, yang membantu melindungi tubuh dari serangan wasir dan sakit otot atau reumatik. Sujud mencegah terjadinya sembelit, mengobati gangguan rahim pada wanita dan menurunkan kadar gula darah sehingga kita terhindar dari gangguan fungsi otak dan terhindar dari gangguan fungsi jaringan saraf pusat, terutama membebaskan tubuh dari materi-materi berbahaya seperti hormon serotin dan hormon serotonin (ke-2 hormon ini berfungsi sebagai neurotransmitter).

Sujud memicu penambahan aliran darah ke hati 3x lipat dibandingkan posisi berbaring, sebab, pada posisi sujud, darah mengalir seperti mengalirnya air dari atas ke bawah dan menyembuhkan penyakit hati yang diakibatkan karena kurangnya aliran darah ke hati, karena darah yang mengandung Oksigen dan nutrisi berfungsi untuk membantu proses pencernakan. Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah sehingga dapat mencegah wasir. Sujud yang dilakukan dengan cepat tidak ada manfaatnya karena tidak bisa mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tidak heran jika ada di sebagian sahabat Rasulullah saw menceritakan bahwa beliau saw sering lama dalam bersujud. Gerakan merunduk untuk sujud dan bangun dari sujud, pada gerakan ini, bagian tubuh yang terlibat adalah dua kaki, termasuk lutut, persendian pangkal paha, pergelangan, telapak kaki, dan jari-jari kaki. Pada gerakan tersebut ada sekitar 24 jaringan otot yang bekerja. Sementara, gerakan telapak kaki dalam sujud, duduk antara dua sujud, dan kemudian berdiri, melibatkan gerakan 28 jaringan otot. Gerakan rukuk dan sujud berpengaruh besar terhadap kelancaran pernafasan dan sistem pencernaan, karena dapat meningkatkan fungsi sistem pencernan, pernapasan dan sekresi. Gerakan lainnya dari sujud yaitu melibatkan dua tangan, tulang dan persendian tangan, tulang belakang, dan tulang ekor, sehingga dapat menguatkan struktur tulang punggung, tulang ekor dan persendian pangkal paha. Bahkan, nyaris semua jaringan otot dan persendian tubuh bekerja ketika kita sujud, termasuk juga otot leher dan bahu.
DUDUK TAWARRUK (Duduk Di antara Dua Sujud) :
Duduk tawarruk dan duduk iftirasi memiliki banyak faedah, gerakan ini menjaga kelenturan sendi lutut dan menjaga keutuhan cairan membrannya (synovial membrane), melenturkan persendian pangkal paha, jaringan otot kaki, serta jaringan otot lutut dan pergelangan kaki. Dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. Duduk tawarruk mencegah penyakit kandung kemih, prostat, saluran vas deverenss (darah) dan mencegah impotensi. Duduk tawarruk adalah berguna untuk tidak menyebabkan atau mencegah darah yang baru saja berada di otak mengalami pengurangan darah secara mendadak yang akan membahayakan kesehatan tubuh, duduk tawarruk berguna untuk tetap mempertahankan aliran darah ke otak sesuai kadar yang dibutuhkan otak, karena 2 lutut yang dilipat dalam duduk tawarruk berguna menahan aliran darah yang baru berada di otak supaya tidak balik ke paru-paru.
DUDUK IFTIRASI (Duduk Tasyahhud Akhir) :    
Menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
SALAM :
Gerakan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri melibatkan 21 jaringan otot untuk menghilangkan kegelisahan, menjaga kelenturan urat leher yang akan mempercepat aliran getah bening dari leher ke jantung, mengencangkan kulit wajah, menghilangkan kegelisahan, ketegangan dan rasa lelah di leher sehingga tidak lagi terserang sakit kepala dan sebagainya.
Arti rohaniahnya : Ahli shalat  harus selalu berbuat baik kepada tetangga kiri dan kanannya, menolong sesamanya, tidak merugikan orang lain, sebab ketika salam bertekad untuk menyelamatkan sesamanya dan lingkungannya.
HIKMAH GERAKKAN SHALAT :
Dapat memperindah tubuh wanita dan melancarkan kelenjar air susu di dalamnya. Shalat jika ikhlas, bisa menurunkan lemak-lemak jahat (LDL= Low Density Lipoprotein) di dalam tubuh. Gerakkan shalat itu membantu melancarkan peredaran darah ke seluruh organ yang vital. Shalat berfungsi mencegah penyakit tulang rawan dan kanker tulang, mengobati dan menyembuhkan gangguan tulang akibat keseleo pada tulang dan persendian. Gerakan shalat sangat sesuai dengan kebutuhan tulang untuk memperbarui sel-sel anabolik, seperti gerakan rukuk dan yang melibatkan lutut dan tulang belakang dan dapat mengurangi risiko pembengkokan tulang belakang sekaligus menguatkan otot-otot perut yang berhubungan dengan jaringan otot tulang belakang. Terapi gerakan shalat efektif untuk menguatkan jaringan otot, persendian dan tulang dan efektivitas terapinya dapat dibuktikan setelah 2 hari. Dr. Salwi Muhammad Rusydi dari Kairo telah melakukan penelitian mengenai 8 rakaat shalat sunat tarawih terhadap struktur vertebrata lumbalis atau tulang belakang. Dia menemukan bahwa setelah 1 bulan melakukan shalat Tarawih, keadaan tulang belakang itu menjadi lebih baik dibandingkan pada awal Ramadhan. Peralihan gerakan shalat dari gerakan yang satu dengan gerakan yang lain akan mengistirahatkan organ-organ fisiologis penting. Shalat melahirkan semangat dan kekuatan yang besar pada sistem metabolisme tubuh dan gerakan shalat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

Selain itu, gerakan bibir ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang diucapkan dengan lirih dan sesuai tajwid di dalam shalat, berpengaruh terhadap stabilitas fungsi pernafasan, juga dapat mengurangi perasaan sedih, marah dan menghidupkan akal, sehingga kita bisa berfikir dan berkonsentrasi dengan baik. Shalat menjadi media paling efektif untuk mengistirahatkan jiwa, yang kemudian pengaruhnya menyebar ke seluruh anggota tubuh. Semakin khusyuk shalat seorang muslim, semakin besar cahaya kesucian yang memancar dalam jiwanya, cahaya kesucian itu kemudian bergerak naik menuju otak bagian atas atau ujung yang disebut Talamus, lalu menyebar ke bagian Hipotalamus sehingga jiwa dan organ-organ dalam manusia benar-benar merasakan ketenangan dan kenyamanan. Situasi itu menekan jaringan saraf simpatetik, sehingga produksi hormon adrenalin, yaitu hormon pemicu stres dan depresi, termasuk hormon kortisol yang naik 5x lipat ketika seseorang resah, gelisah, stres, marah, atau sedih dalam darah pun menurun dalam kadar yang wajar, sehingga hati menjadi tenang dengan mengingat Allah. Hormon kartisol yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan metabolisme, gangguan kejiwaan, tekanan darah tinggi, meningkatkan kadar gula dalam darah, nyeri tulang dan persendian karena hormon kartisol memakan tulang.

Shalat yang dilakukan berulang-ulang pada waktu tertentu dapat memutuskan siklus stres, gelisah, dan berbagai tekanan jiwa lainnya. Shalat adalah berfungsi mengistirahatkan tubuh yang berfungsi meningkatkan kadar hormon insulin dan testosteron yang penting bagi tubuh dan pada saat yang sama menurunkan kadar hormon katokolamine (adrenalin dan neoroadrenalin) dan hormon kortisol. Shalat juga dapat menurunkan kadar lemak dan kadar gula dalam darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan kecepatan detak jantung karena jiwa yang menjadi tenang ketika shalat dan tubuh yang beristirahat sejenak dengan shalat yang berdampak penting terhadap perbaikan kondisi fisiologi manusia. Gerakan shalat dapat melancarkan peredaran darah dan menghilangkan endapan pada dinding pembuluh darah, terutama bagian lutut, pergelangan kaki dan pangkal paha. Darah yang mengalir deras ke bagian bawah tubuh ketika rukuk, kembali  dialirkan saat kita duduk di antara 2 sujud. Sementara pada gerakan sujud, detak jantung melambat dan secara otomatis mengistirahatkan pembuluh darah vena. Posisi sujud membuat aliran darah balik berjalan lancar setelah sebelumnya kesulitan mengalir balik karena gaya gravitasi Bumi. Dengan demikian, gerakan rukuk, sujud dan duduk dapat mencegah kita dari kemungkinan terserang penyakit varises yang disebabkan oleh pengendapan atau pembekuan darah pada pembuluh darah vena.
Qur’an surat Ibrahim ayat 31 :
31.  (Katakanlah) Muhammad (kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman : “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari Kiamat yang pada hari itu tidak ada jual beli) tebusan (dan persahabatan) pertolongan dari sahabat, Al-Baqarah 254.
Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 45 :
45.  (“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Alkitab) Al-Qur’an (dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allah) dengan mendirikan shalat (itu lebih besar keutamaannya) daripada ibadah-ibadah yang lain (Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”). Shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar karena membuat kelenjar ke-7 atau kelenjar induk, disebut juga Maestro Grand (yang terdapat di tengah-tengah kepala di dalam bagian otak paling dasar/atas/ujung) bekerja dengan sempurna untuk memblokir pesan-pesan buruk dan sesat dari setan dan mengalirkan pesan-pesan baik dari Allah ke seluruh jasmani dan rohani yang membuat semua organ tubuh kita terhindar dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, hal ini terjadi jika shalatnya Lillahi Ta’ala, tepat waktu, khusyuk, tumakninah, bacaan Al-Qur’annya sesuai tajwid dan tidak mengkonsumsi segala yang haram.

Rasulullah saw ketika shalat, pandangannya tertuju ke tempat sujud dan ketika tasyahhud, mata beliau saw melihat ke arah jari telunjuk. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Apakah pendapat kalian sekiranya ada sebuah sungai di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian dan ia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau saw bersabda : Begitulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapus dosa-dosa (kecil) mereka”.Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Karena shalat wajib itu menghapus dosa-dosa kecil, karena diibaratkan mandi yang bisa menghilangkan kotoran dan kuman yang ada di tubuh. Jika kita shalat wajib 5x, maka dosa-dosa kecil kita berguguran 5x juga selama sehari semalam. Beribadah shalat secara istiqomah yang gerakan-gerakan shalatnya dilakukan dengan benar, berarti kita telah hidup sehat jasmani dan rohani, insya Allah dan masih banyak lagi manfaat shalat di dunia dan di akhirat. Untuk mengetahui kepada siapa saja Allah memerintahkan mendirikan shalat.

Qur’an surat Al-A’raaf ayat 31 :
31.  (Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah) bagus (disetiap) memasuki (masjid) untuk mendirikan shalat atau mengerjakan ibadah-ibadah yang lain.
Qur’an surat Huud ayat 114 :
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang sahabat yang mencium perempuan yang bukan muhrimnya (mungkin kekasihnya). Kemudian sahabat itu menceritakannya kepada Rasulullah saw, maka beliau saw bersabda sampai dengan perkataan berikut ini : (Hal ini) berlaku bagi umatku seluruhnya”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
114.          (Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang) yaitu Shubuh, Dhuhur (Zhuhur) dan Ashar (dan pada bagian permulaan dari malam hari) yaitu Maghrib dan Isya’ (Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu) yaitu shalat wajib 5 waktu (menghapuskan) menggugurkan (perbuatan-perbuatan yang buruk) dosa-dosa kecil (Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat) kepada perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya.

Arti rohaniahnya : Jika kita selalu berhubungan dengan Allah melalui shalat, maka kita selalu merasa dekat dengan Allah, dan selalu ingat dengan Allah, karena Allah membuka ingatan kita, sehingga kita takut untuk berbuat dosa, karena merasa diawasi oleh Allah terus dan kita merasa dalam penglihatan Allah. Shalat membuat hati menjadi tenang, menghilangkan kegelisahan, kekhawatiran dan stres. Kita menjadi percaya diri menghadapi hidup karena semua yang mengatur Allah  dan memusatkan pikiran kita hanya kepada satu titik, yaitu Allah.
Pentingnya Tumakninah :
Rasulullah saw menegur orang yang mendirikan shalat secara tergesa-gesa tidak tumakninah atau tidak tenang dan menganggapnya belum mendirikan shalat. Dari kajian medis, shalat yang dilakukan secara terburu-buru tanpa tumakninah bisa membahayakan tubuh karena :
1.      Gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba dan tergesa-gesa akan mengagetkan (shock) jaringan otot, terutama jika seseorang mendirikan shalat tanpa memperbaharui wudhunya, misalnya, habis shalat Maghrib menunggu shalat Isya’ tanpa wudhu lagi. Dari Anas bin Malik berkata : “Rasulullah selalu berwudhu setiap kali akan shalat”. Hadits riwayat Ahmad dan Bukhari.
2.      Gerakan yang tiba-tiba dan cepat akan mempercepat peredaran darah dari dan menuju otak serta jantung. Keadaan itu akan menyebabkan tersendatnya aliran darah, khususnya bagi penderita penyakit jantung atau hipertensi, keadaan itu akan menaikkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung.
3.      Sujud dan rukuk yang dilakukan tergesa-gesa mungkin dapat menimbulkan rasa sakit karena persendian terkilir. Selain itu, kepala yang ditundukkan dengan cepat bisa menimbulkan kekagetan pada otak.
4.      Mengakhirkan shalat atau shalatnya ketika waktunya hampir habis dan melakukannya setelah makan, terlebih lagi jika dilakukan dengan cepat dan tergesa-gesa, maka akan merusak sistem pencernaan. Makanan yang baru masuk tidak dapat diproses oleh sistem pencernaan dengan baik, jika gerakan shalatnya dilakukan dengan tergesa-gesa.
5.      Rukuk dan sujud yang dilakukan secara cepat dan tergesa-gesa bisa menyebabkan nyeri punggung atau bahkan terkilirnya persendian tulang punggung atau tulang panggul.
6.      Shalat yang dilakukan secara tergesa-gesa dapat menyobek atau melukai jaringan otot pada leher atau punggung atau melukai pembuluh darah. Semoga Allah memberi kita taufik dan hidayah, Aamiin3x Ya Robbal‘alamin.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 45-46, 197, 223 dan 238-239 :
45.  (Dan mohonlah pertolongan) kepada Allah (dengan sabar dan shalat. Dan shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk) yang hatinya cenderung kepada keimanan dan ketakwaan,
46.  yaitu (orang-orang yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya) yaitu wafat dengan membawa semua amal ibadahnya.
197.          (…dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kamu kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal) agar kamu mendapat keberuntungan, Al-Maaidah 100.
223.          (….Dan kerjakanlah) amal-amal saleh (untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira orang-orang yang beriman).
238.          (Peliharalah semua shalat) mu (dan) peliharalah (shalat wusthaa) Ashar (Berdirilah untuk Allah) dalam shalatmu (dengan khusyuk).
239.          (Jika kamu dalam keadaan takut) ada bahaya (maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka ingatlah Allah) dirikanlah shalat (sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui).
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 80, 101 dan 103 :
80.  (Barangsiapa yang menaati rasul) Rasulullah saw (maka sesungguhnya ia telah menaati Allah, dan barangsiapa yang berpaling) tidak taat (maka Kami tidaklah mengutusmu) Muhammad (untuk menjadi pemelihara) penjaga segala perbuatan mereka, Rasulullah tidak bertanggung-jawab atas segala perbuatan mereka.
101.          (Dan jika kamu bepergian di muka Bumi, maka tidaklah mengapa apabila kamu mengqashar shalat…). 
103.          (Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, maka ingatlah Allah, baik di saat berdiri, maupun di saat duduk dan di saat berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman) dari bahaya (maka dirikanlah shalat itu) sebagaimana biasanya (Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman).
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 110 :
Disebutkan bahwa Nabi saw sering mengucapkan kalimat : “Ya Allah Ya Rahman”. artinya : “Wahai Allah Wahai Yang Maha Pemurah”. Maka orang-orang musyrik mengatakan : “Dia (Rasulullah saw) melarang kita untuk menyembah 2 tuhan, tetapi dia sendiri menyeru tuhan lain selain-Nya (Allah), maka turunlah ayat berikut ini :
110.          (Katakanlah : “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya) jangan sampai tidak terdengar (bacaannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”) selain itu, gerakan bibir ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang diucapkan dengan lirih dan sesuai tajwid di dalam shalat, berpengaruh terhadap stabilitas fungsi pernafasan, juga dapat mengurangi perasaan sedih, marah dan menghidupkan akal, sehingga kita bisa berfikir dan berkonsentrasi dengan baik.
Qur’an surat Al-Kahfi ayat 110 :
110.          Katakanlah Muhammad : (“Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku, bahwa sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan di dalam beribadat kepada Tuhannya dengan seorangpun”).
Qur’an surat Thaahaa ayat 132 :
132.          (Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu) yaitu pahala Surga (adalah bagi orang yang bertakwa).
Qur’an surat Al-Mu’minuun ayat 1-11 :
1.      (Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang beriman),
2.      yaitu (orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya),
3.      (dan orang-orang yang menjauhkan diri dari hal) perbuatan dan perkataan (yang tidak berguna),
4.      (dan orang-orang yang menunaikan zakat),
5.      (dan orang-orang yang menjaga kemaluannya) Al-Ma’aarij 29,
6.      (kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela) Al-Ma’aarij 30.
7.      (Barangsiapa mencari yang di balik itu) yaitu berzina dan sejenisnya (maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas)Al-Ma’aarij 31.
8.      (Dan) sungguh beruntung (orang-orang yang memelihara amanat-amanat) yang diembannya (dan) menepati (janjinya) Al-Ma’aarij 32,
9.      (dan orang-orang yang memelihara shalatnya) dengan istiqomah, Al-Ma’aarij 23 dan 34.
10.  (Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi),
11.  yaitu (yang akan mewarisi Surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya) Al-Ma’aarij 35.
Qur’an surat Asy-Syu’araa’ ayat 217-220 :
217.          (Dan bertawakallah) serahkanlah semua urusanmu (kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang).
218.          (Yang melihat kamu ketika kamu berdiri) shalat.
219.          (Dan melihat pula perubahan gerakmu) ketika mengerjakan rukun-rukun shalat (di antara orang-orang yang sujud).
220.          (Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
Qur’an surat Al-Mu’min ayat 14 :
14.  (Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai) nya.
Qur’an surat Al-Muzzammil ayat 4, 8 dan 20 :
4.      (… Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan) ketika shalat maupun di luar shalat.
8.      (Sebutlah nama Tuhanmu) bacalah Bismillaahir Rahmaanir Rahiim di awal bacaan Al-Qur’anmu (dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan).
20. (…karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an) yaitu bacalah surat-surat pendek yang kalian hapal ayat-ayatnya di dalam shalat (Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kalian orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka Bumi mencari sebagian karunia Allah dan orang-orang yang lain lagi, mereka berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an…).
Qur’an surat Al-A’laa ayat 14-15 :
14.  Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri) dengan beriman dan bertakwa.
15.  (Dan ia ingat nama Tuhannya, lalu ia shalat).
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 31 dan 132 :
31.  (Katakanlah) Muhammad (: “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku) ikutilah sunnah-sunnah Rasulullah saw (niscaya Allah mencintaimu) dengan memberimu pahala (dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
132.          (Dan taatilah Allah dan Rasul) Muhammad saw (supaya kamu diberi rahmat) oleh Allah.
Qur’an surat Al-An’aam ayat 155 :
155.          (Dan) Al-Qur’an (ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkahi, maka ikutilah ia) dengan mengamalkan apa yang ada di dalamnya (dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat) oleh Allah.
Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 4-5 :
4.      (….Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya) baik urusan di dunia maupun di akhirat.
5.      (…dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya).
Qur’an surat As-Sajdah ayat 15-17 :
15.  (Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada ayat ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami, mereka menyungkur sujud) sujud Tilawah (dan bertasbih) seraya (memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri).
16.  (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya) karena mereka mendirikan shalat Maghrib lalu dilanjutkan dengan shalat sunat sambil menunggu waktu shalat Isya’ dan bangun malam atau dini hari untuk mendirikan shalat sunat termasuk shalat Tahajud dilanjutkan dengan shalat Shubuh tepat waktu, sementara kebanyakkan manusia sedang tidur di tempat tidurnya (sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka).
17.  (Tidak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan).
Qur’an surat Thaahaa ayat 124 :
124.          (Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku) yang ada dalam Al-Qur’an, yaitu dengan mendustakan atau tidak mengerjakan perintah-perintah Allah, terutama tidak mendirikan shalat, padahal mengingat Allah dengan mendirikan shalat itu lebih besar keutamaannya daripada ibadah-ibadah yang lain (maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit) urusan dunianya dipersulit atau banyak menghadapi masalah (dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta) dan ia akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqar, Al-Muddatstsir 41-54.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 104 :
104.          (Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan) yaitu orang yang berpengetahuan agama (yang menyeru) berdakwah (kepada kebaikan) agama Islam (dan menyuruh kepada yang ma'ruf) yaitu segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah (dan melarang dari yang mungkar) yaitu segala perbuatan yang menjauhkan diri dari Allah (Merekalah orang-orang yang beruntung).
Qur’an surat Al-Furqaan ayat 52 :
52.  (…dan berjihadlah terhadap mereka dengannya) Al-Qur’an (dengan jihad yang besar).
Qur’an surat Adz-Dzariyaat ayat 55 :
55.  (Dan tetaplah memberi peringatan) tetaplah berdakwah atau memberi nasehat dengan Al-Qur’an (karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman) Al-A’laa 9.
Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 56 :
56.  (Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya Bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja).
Qur’an surat An-Najm ayat 62 :
62.  (Maka bersujudlah kalian kepada Allah dan sembahlah) Dia dan jangan menyekutukan-Nya dengan yang lain.
Qur’an surat Al-Hijr ayat 99 :
99.  (Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini) yaitu ajal atau ”shalatlah seumur hidup”.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr. Jamal Elzaky, Terpesona di Sidratul Muntaha oleh Agus Mustofa, Ketika Dokter Memaknai Sholat oleh Dr. Bahar Azwar dan berbagai sumber.

02 April, 2014

MELURUSKAN RIWAYAT USIA ISTRI NABI MUHAMMAD SAW YAITU AISYAH RA KETIKA MENIKAH

Hadits mengenai umur Aisyah ra ketika menikah di usia 6 tahun kemudian serumah dengan Rasulullah saw umur 9 tahun adalah dhaif. Beberapa riwayat yang tertulis di buku-buku sejarah Rasulullah saw, bahwa usia Aisyah ra yang tersebut di atas berasal hanya satu-satunya dari Hisyam bin Urwah yang didengarnya sendiri dari ayahnya. Mengherankan, mengapa hanya Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan tentang umur Aisyah ra waktu menikah dengan Rasulullah saw, mengapa tidak Abu Hurairah ra atau Malik bin Anas ra. Itupun baru diutarakan Hisyam bin Urwah ketika telah menetap di Irak, dan Hisyam bin Urwah pindah ke Iraq ketika usianya sudah tua yaitu 71 tahun. Mengenai Hisyam ini, Ya’qub bin Syaibah berkata : “Yang dututurkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang dituturkannya ketika ia sudah pindah ke Irak”. Syaibah menambahkan, bahwa Malik bin Anas ra menolak penuturan Hisyam yang dilaporkan oleh penduduk Irak.
(Sumber : Tahzib al-Tahzib, Ibn Hajar al-Asqalani, Dar Ihya al-Turath al-Islami, jilid ii hal 50).

Tatkala Hisyam bin Urwah berusia lanjut, ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah al-Athriyyah, jilid 4 hal 301) alhasil, riwayat umur pernikahan Aisyah ra umur 6 tahun dan umur 9 tahun serumah dengan Rasulullah saw yang bersumber dari Hisyam bin Urwah adalah tertolak, dan hal ini juga bertentangan dengan sabda Rasulullah saw :
“…dan jika telah (berumur) 16 tahun, maka ayahnya harus menikahkannya, kemudian memegang tangannya seraya berkata kepada anaknya : “Aku berlindung kepada Allah dari fitnahmu di dunia dan siksamu di akhirat nanti”.

Rasulullah saw tidak mungkin melanggar sabdanya sendiri dengan menikahi gadis di bawah umur 16 tahun, yang berarti melanggar hukum Allah. Jadi jelas, Aisyah ra tidak mungkin berumur 9 tahun ketika menikah dengan Rasulullah saw. Maka, jika mempunyai anak gadis yang tidak bersekolah lagi, silahkan menikahkan anak gadisnya yang sudah berusia 16 tahun, karena di usia tersebut atau usia gadis remaja, sudah muncul ketertarikannya terhadap lawan jenis dan dikhawatirkan tidak bisa menguasai libidonya, sehingga bisa melanggar hukum-hukum agama, tetapi organ-organ reproduksinya masih belum sempurna, jadi bisa menunda untuk tidak hamil dulu dan tunggu usia 20 tahun waktu yang ideal untuk hamil, karena wanita yang telah berumur 20 tahun, organ-organ reproduksinya sudah sempurna.

Perincian peristiwa secara kronologis :
Pra 610 Masehi zaman sebelum wahyu turun atau zaman Jahiliyah.
610 Masehi permulaan wahyu turun tanggal 17 Ramadhan.
610 Masehi Abu Bakar ra masuk Islam.
613 Masehi Rasullah saw mulai menyiarkan Islam secara terbuka.
615 Masehi umat Islam hijrah ke Habasyah (Ethiopia) - Afrika Timur.
616 Masehi Umar bin Khattab ra masuk Islam.
621 Masehi Aisyah ra dinikahkan bulan Syawal, tetapi belum hidup sebagai suami-istri.
622 Masehi kaum muslimin dan Rasulullah saw hijrah ke Madinah.
623 Masehi Aisyah ra serumah dengan Rasulullah saw pada bulan Shafar.

Jika Aisyah ra dinikahkan dalam usia 6 tahun, berarti Aisyah ra lahir tahun 614 Masehi. Padahal menurut Tabari, ke-4 anak Abu Bakar ra lahir sebelum tahun 610 Masehi atau zaman Jahiliyah, hal ini berarti, Aisyah ra tidak dilahirkan pada tahun 614 Masehi tetapi sebelum tahun 610 Masehi. Untuk mengetahui usia Aisyah ra ketika menikah, mari kita lihat kakak perempuan Aisyah ra yaitu Asmah binti Abu Bakar yang selisih usianya 10 tahun lebih tua dari Aisyah ra (Menurut Abd. Al-Rahman ibn abi Zannad, Muassasah al-Risalah Jilid 2, hal 289). Asmah hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 Hijriyah (Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal 654). Jadi, jika Asmah meninggal dalam usia 100 tahun dan Asmah meninggal pada tahun 73 Hijriyah, maka Asmah berumur 28 ketika 1 Hijriyah tahun 623 Masehi, sehingga Aisyah ra berumur :  
Umur Asmah 28 – 10 (selisih usia keduanya) = umur Aisyah ra 18 tahun, dan itu berarti Aisyah ra menikah umur 16 tahun pada tahun 621 Masehi dan baru hidup serumah sebagai suami-istri dengan Rasulullah saw pada umur 18 tahun yang jaraknya hampir 1,5 tahun kemudian sejak mereka menikah, jadi Aisyah ra lahir tahun 605 Masehi. Rasulullah saw hijrah dari Mekkah tanggal 20 September 622 Masehi sampai di Madinah tanggal 12 Rabi’ul Awwal (Oktober 622 Masehi). Lalu Nabi saw membangun Masjid Nabawi dan 2 kamar untuk 2 istrinya mulai akhir bulan Rabi’ul Awwal tahun 622 Masehi sampai bulan Shafar tahun 623 Masehi.

Sumber : Haji Muhammad Nur Abdurrahman 

GANGGUAN SETAN DAN JIN KEPADA MANUSIA

Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Matahari ketika terbit, ia membawa tanduk setan. Ketika ia (Matahari) naik, dilepaskannya tanduknya. Kemudian ketika ia tepat di tengah ufuk, dikenakannya kembali tanduknya. Namun ketika tergelincir (Matahari), tanduk itu ditinggalkannya, untuk kemudian dikenakannya lagi ketika ia mendekati tenggelam. Ketika betul-betul tenggelam, tanduk itu ditanggalkannya. Karena itu, janganlah kalian shalat pada 3 waktu tersebut”. Hadits riwayat Muslim.
Jadi kesimpulannya :
1.      Tidak boleh shalat Shubuh pada waktu mendekati Matahari terbit, apalagi ketika Matahari telah terbit.
2.      Tidak boleh shalat Dhuha dan Zhuhur (Dzuhur) pada waktu Matahari tepat di tengah ufuk.
3.      Tidak boleh shalat Ashar  pada waktu Matahari mendekati tenggelam.
Karena kita seakan menyembah kepada setan, seperti orang-orang kafir penyembah Matahari yang jika menyembah tuhannya pada waktu pagi hari, padahal orang-orang kafir itu sebenarnya menyembah setan. Setan dan para pendukungnya menghayalkan, bahwa orang-orang kafir itu sujud menyembah kepada mereka. Iblis adalah nenek moyangnya setan-setan. Setan pasti bangsa jin, tetapi segala macam jenis jin belum tentu setan, setan mempunyai ekor sepanjang 4-6 cm, tetapi semua jin yang bukan keturunannya Iblis tidak mempunyai ekor. Nenek moyang segala macam jenis jin, Iblis dan setan-setan, bernama Jaan, dan mereka semua adalah bangsa jin.

Janganlah menggantungkan gambar, lukisan, foto makhluk bernyawa dan patung-patung yang berbentuk seluruh badan atau hanya separuh badan, jika ada gambar makhluk bernyawa di majalah, buku, kalender, koran, tabloit dan sebagainya, tutuplah sehingga gambarnya tidak terlihat. Malaikat Jibril as tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjing, patung, topeng, dan gambar atau lukisan makhluk bernyawa. Mereka tidak tahan terhadap gambar dan patung. Tetapi setan sangat tertarik dan menyukainya, gambar dan patung adalah magnet dalam arti yang sesungguhnya, yang menarik setan untuk datang.

Bahkan setan-setan itu mengendus-endusnya sebagaimana manusia menghirup aroma harum. Setan-setan itu bisa melihat gambar dan patung dari kejauhan, sebab patung dan gambar tersebut, memiliki pantulan cahaya atau energi atau uap yang tidak bisa dilihat mata manusia. Setan-setan itu menangkapnya sebagaimana seseorang mencium aroma makanan yang sangat lezat. Terbukti secara ilmiah bahwa setiap benda mempunyai radiasi khusus yang ditentukan oleh bentuk fisik dan atom-atom yang secara material berhubungan dengannya, dengan kata lain, bahwa setiap benda itu ada energinya/cahaya magnetiknya.
Sebab-sebab manusia diganggu setan  sangat banyak sebabnya :
1.      Karena banyaknya perbuatan dosa-dosa manusia itu sendiri.
2.      Tidak berdzikir kepada Allah atau lalai mengingat Allah.
3.      Melakukan hal-hal yang dilarang Allah, misalnya melakukan perbuatan musyrik dan syirik, berarti menyodorkan diri untuk dikuasai setan, jin jahat dan Jin Ifrit yaitu jin jahat dan perkasa.
4.      Sebab lainnya kemungkinan yang dilakukan oleh seseorang terhadap jin, tentu saja ia lakukan tanpa sengaja. Misalnya, menjatuhkan suatu barang yang berat di suatu tempat yang ada jinnya, tanpa menyebut nama Allah (dengan mengucap, Innalillahi wa innailaihi raji’uun), atau menumpahkan air panas tanpa menyebut nama Allah (dengan mengucap, Bismillah), yang bisa saja menyebabkan kematian anak-anak jin atau setan. Karena tidak berzikir, maka terbuka kesempatan setan dan jin menguasai dirinya.
5.      Sebab lain, adanya jin laki-laki yang jatuh cinta kepada seorang wanita, yang ini biasa terjadi pada kaum wanita pesolek atau wanita-wanita yang senang keluar rumah untuk memperlihatkan kecantikannya dan para wanita tersebut tidak mengenakan jilbab, sehingga Allah tidak menutupi wajahnya dengan cadar untuk menghalangi jin dan setan melihat wajahnya. Sehingga jin dan setan bisa leluasa menikmati wajahnya yang membuat jin dan setan jatuh cinta kemudian memasuki rahimnya dan menyetubuhinya dari dalam, Na’udzubillahi min dlalik. Dengan menggauli seorang wanita dari dalam rahimnya, jin dan setan menganggap telah memperistri wanita tersebut.
6.      Seorang wanita yang bersuami yang memakai kutek yang tahan air pada kukunya, sehingga menghalangi air wudhu, Ketika suaminya menggaulinya, lalu ia mandi junub, maka mandi tersebut tidak berguna karena belum menghilangkan hadas besarnya atau wanita yang tidak memakai kutek di kukunya, yang belum mandi junub setelah digauli suaminya dan tidak memakai jilbab. Kemudian wanita-wanita tersebut keluar rumah, maka setan dan jin senang memasuki rahim wanita-wanita seperti ini, tanpa wanita itu menyadarinya. Sedangkan wanita yang suci yang tidak dalam keadaan junub dan mengenakan jilbab, sekali lagi yang mengenakan jilbab saja, maka Allah tanpa bisa kita lihat, akan menutupi wajah wanita-wanita berjilbab tersebut dengan cadar yang menghalangi pandangan mata setan atau jin, sekalipun mata mereka sangat tajam. Dengan cadar yang Allah kenakan pada wajah wanita-wanita berjilbab yang tidak terlihat mata manusia tetapi terlihat oleh mata jin dan setan, maka setan dan jin tidak dapat menikmati wajah wanita-wanita berjilbab dan tidak bisa memasuki rahim mereka untuk menyetubuhinya dari dalam.
Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 :
59.  (Wahai Nabi! Katakanlah kepada isrti-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya) yang dikenakan di kepala dengan memanjangkan kainnya sampai menutupi (ke seluruh tubuh mereka”) supaya tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh mereka (Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali) identitasnya sebagai seorang muslimah (sehingga mereka tidak diganggu) manusia, setan dan jin, jika wanita diganggu setan dan jin, dengan cara, setan dan jin jatuh cinta kepada wanita yang tidak mengenakan jilbab tersebut, karena setan dan jin bisa leluasa menikmati wajahnya yang tidak Allah tutupi dengan cadar, yaitu cadar yang hanya bisa dilihat oleh setan dan jin, sehingga dengan mudah setan dan jin memasuki rahimnya dan menyetubuhi wanita yang tidak berjilbab tersebut dari dalam rahimnya (Dan Allah Maha Pengampun) karena mengampuni para wanita yang sebelumnya tidak berjilbab (lagi Maha Penyayang) dengan melindungi para wanita yang telah mengenakan jilbab dari gangguan manusia, setan dan jin.
Qur’an surat An-Nuur ayat 31 :
31.  (Dan katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya) supaya lekuk-lekuk dadanya itu tidak terlihat oleh orang-orang yang diharamkan untuk melihatnya (dan janganlah menampakkan perhiasannya) auratnya (kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara pria mereka atau putra-putra saudara pria mereka atau putra-putra saudara wanita mereka atau wanita-wanita Islam atau budak- budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan pria yang tidak mempunyai keinginan) terhadap wanita (atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka supaya diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung).
Nabi Muhammad saw bersabda :
”…...Juga adanya wanita-wanita yang memakai pakaian, tetapi pakaiannya telanjang (bajunya ketat atau masih terlihat auratnya karena kainnya tipis atau tidak rapat dan ada bagian-bagian yang terbuka). Wanita-wanita yang berjalan dengan berlenggak-lenggok dengan kepalanya laksana punuk unta yang bergoyang-goyang (ketika unta sedang berjalan, ini sama dengan gerakan kepalanya semua peragawati ketika sedang berjalan di catwalk atau panggung). Wanita-wanita (para peragawati yang terlihat auratnya di catwalk ketika memperagakan busana, contohnya lihat di TV Fashion) tersebut tidak akan dapat memasuki Surga, bahkan tidak akan mendapatkan baunya, sedangkan baunya yang harum dari Surga itu akan tercium dari jarak sekian dan sekian”. Hadits riwayat Muslim.
7.      Ada pula kelemahan manusia atau kondisi ketika kaum wanita berada dalam keadaan sangat sedih atau sangat gembira, yang merupakan pintu yang sangat gampang dimasuki jin dan setan. Maka usahakan kita jangan terlalu sedih atau terlalu gembira, supaya jin dan setan tidak memasuki tubuh kita dan selalu berdzikir kepada Allah mohon petunjuk dan perlindungan-Nya.
Qur’an surat Asy-Syu’araa’ ayat 221-223 :
221.          (“Maukah kalian Aku) Allah (beritahu kepada siapa setan-setan itu turun?).
222.          (Mereka) setan (turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak) melakukan perbuatan (dosa”).
223.          (Mereka menghadapkan pendengaran) kepada setan atau mengikuti bisikan setan (dan kebanyakan mereka itu adalah orang-orang pendusta).

Pasukan Iblis yang tersebar di semua tempat, mereka adalah setan-setan gentayangan. Mereka ada yang bergerombol di jalan-jalan untuk menyambut kaum wanita yang keluar rumah dengan bersolek yang tidak berjilbab, setan-setan ini membuat indah kaum wanita itu dalam pandangan sebagian besar orang yang melihatnya, agar mereka semakin banyak menimbulkan dosa-dosa bagi kaum pria yang tergoda, dan orang-orang wara’/takut dan berhati-hati, akan melihat ini sebagai hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Bagi para pelaku maksiat, semakin terjerumus dalam dosa, di antara setan-setan ini, ada yang spesialis membuat indah bagian bawah tubuh wanita, dengan menampakkan lenggak-lenggok tubuhnya dalam pandangan orang yang melihatnya, khususnya di mata kaum pria. Para setan itu bekerja melakukan hal ini siang dan malam dan hanya sedikit saja beristirahat.

Di antara para setan ada yang tinggal di rahim dan di kemaluan para pelacur atau para wanita yang senang berzina, tujuannya untuk membuat perzinaan itu semakin menarik, sehingga kaum pria yang menzinainya semakin ketagihan. Ada pula para setan yang bertempat di dubur atau anus pria atau wanita, sehingga mengundang manusia untuk melakukan persenggamaan lewat dubur dan memudahkan terjadinya homoseksual. Hubungan sex yang abnormal ini berpengaruh terhadap otak dan daya pikir karena menurunkan fungsi simpul-simpul saraf dan menyebabkan terjadinya pembengkakan dan pendarahan pada saluran pembuangan kotoran karena pecahnya pembuluh darah sekitar dubur, sehingga saluran pembuangan tidak mampu mengeluarkan gas dan sisa-sisa metabolisme.

Suatu tempat yang merupakan pertemuan 2 laut, yaitu pertemuan antara aliran air laut hangat dan dingin adalah kawasan yang dipilih oleh Iblis dan pembantu-pembantunya sebagai pusat pemerintahan dan negaranya. Segitiga Bermuda di Samudra Atlantik adalah pusat pemerintahan dan singgasana Iblis Laknatullah. Banyak kapal dan pesawat terbang yang lewat Segitiga Bermuda hilang karena ditangkap pasukan Iblis, kadang-kadang pasukan Iblis tersebut cukup menangkap para penumpangnya saja, untuk mereka jadikan bahan penelitian di kerajaan Iblis, atau untuk dijadikan korban atau tumbal kepada Iblis yang memang sangat gembira melihat kematian manusia, khususnya jika di akhir hidup orang-orang yang ditangkap oleh pasukan Iblis itu tidak beragama Islam. Persembahan korban atau tumbal manusia itu biasanya dilaksanakan di hari-hari besarnya Iblis. Kapal-kapal dan pesawat-pesawat yang tertangkap itu di tempatkan di tempat tertentu, ditutup dengan sinar tertentu atau dikelilingi oleh ribuan setan yang menutupinya sehingga tidak tampak oleh mata manusia. Karena banyaknya pesawat dan kapal beserta penumpangnya yang hilang di Segitiga Bermuda, maka para nelayan takut memasuki wilayah tersebut. Yang sangat ditakutkan adalah bahwa orang yang meneliti tempat itu akan mereka tangkap, manakala ia berani memasuki wilayah itu tanpa izin. Sebagian orang-orang yang ingin melewati Segitiga Bermuda melakukan jual-beli dengan Iblis, dan mengatakan :
 “Kami berlindung kepada penguasa tempat ini dari segala mara bahaya”, doa orang-orang kafir ini sama dengan orang-orang jahiliyah saat mereka akan melewati padang pasir dan tempat-tempat yang tidak dihuni manusia. Atau, kapal dan pesawat yang melalui wilayah itu membawa ahli sihir yang mempunyai perjanjian dengan setan, jika tidak, mereka akan ditangkap oleh Iblis dan pasukannya.
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda :
“Apabila salah seorang berada di tempat terbuka atau di tengah Matahari sedang bersinar, lalu bayangan yang meneduhinya bergeser, sehingga sebagian dari dirinya terletak di tempat panas dan sebagian lagi di tempat teduh, maka hendaknya dia berdiri meninggalkan tempat itu”. Hadits riwayat Abu Dawud dan Al-Hakim.
Karena di antara tempat yang panas dan teduh itu adalah tempat duduknya setan, tempat duduk yang paling mendapat prioritas setan adalah tengah-tengah antara tempat teduh dan tempat yang terkena sinar Matahari atau yang setengah berada di tempat panas dan setengah lainnya berada di tempat yang dingin. Karena tempat-tempat yang seperti itu memberikan kekuatan kepada Iblis dan anak-anak keturunannya, yaitu setan-setan.
Qur’an surat An-Nahl ayat 98-100 :
98.  (“Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kapada Allah dari gangguan setan yang terkutuk).
99.  (Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya).
100.          (Sesungguhnya kekuasaannya hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin, dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah”).

Rasulullah saw bersabda :
“Apabila seseorang mencampuri istrinya tanpa menyebut nama Allah, maka jin akan bergabung dengannya dan melakukan persenggamaan bersamanya”. Hadits riwayat Al-Hakim dan At-Tirmidzi.
Maka sebelum bercampur, diwajibkan membaca doa:
Bismillaahi Allaahumma jannibnaasy syaithaa na wa jannibisy syaithaa na maa ra dzaqtanaa
Bismillaah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan-setan, dan jauhkanlah setan-setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami. (minimal baca Bismillaahirrahmaanirrahiim sebelum bercampur).
 Lalu mengucapkan pula doa berikut ini :
Bismillaahilladzii laailaahaillaahuwa”  =  Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia.

Sebab, jika suami dan istri waktu bercampur tidak membaca doa tersebut, kemungkinan ada setan atau jin perusak yang hadir saat itu, dan kemudian ikut melakukan persebadanan. Bahkan, bisa pula setan jin mengeluarkan spermanya bersama sperma suami wanita tersebut, sehingga rusaklah sperma suaminya. Malahan tidak jarang terdapat wanita-wanita yang lalai berdzikir kepada Allah dan tidak bertakwa. Lalu setan atau jin jahat menampakkan diri dalam wujud suaminya, kemudian mencampurinya dan meninggalkan spermanya dalam kelamin wanita itu. Yang demikian itu bisa terjadi disetiap persebadanan yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya yang tidak diawali dengan doa sebelumnya. Jika sperma jin atau setan itu cukup banyak, maka sperma jin atau setan itu bisa merusak sperma suami yang ada di kelamin istrinya, akibatnya, terjadi keguguran,
Ibnu Abbas ra berkata : “Apabila seorang suami mencampuri istrinya ketika sedang haid, maka setan mendahuluinya, ketika istrinya hamil dan melahirkan, maka anak yang lahir adalah anak-anak jin”. Karena nuthfahnya (spermanya) rusak, bahkan bisa membuat suami dan istrinya menderita penyakit. Itu semua azab dari Allah karena mereka melanggar perintah Allah dalam Qur’an surat Al-Baqarah ayat 222 :
222.          (“Mereka bertanya kepadamu tentang haid) bagaimana memperlakukan istri yang sedang haid (Katakanlah: “Haid adalah suatu penyakit, maka jauhilah) jangan mencampuri (wanita-wanita di waktu haid dan janganlah kamu dekati) bermaksud mencampuri (mereka sampai mereka suci) sampai mereka mandi besar (Apabila mereka telah suci, maka datangilah) campurilah (mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu) yaitu di kemaluannya, bukan selain itu (Sesungguhnya Allah menyukai) memuliakan dan memberi pahala (orang-orang yang bertobat) dari dosa (dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri”) dari kotoran atau penyakit.

Jika kita memasuki atau akan tinggal dan sebagainya, ke suatu desa, tempat, perumahan, sekolah, universitas, bangunan dan sebagainya, maka berdoalah dulu ketika memasukinya.
Rasulullah saw bersabda :
“Ya Allah, Tuhan 7 Langit dan bayangan-bayangan yang diperlihatkannya. Tuhan 7 Bumi dan penghuninya, Tuhan setan dan kesesatannya, Tuhan angin dan tiupannya, kami memohon kepada-Mu kebaikan desa ini  (desa bisa diganti : perumahan, sekolah, universitas dll) dan kebaikan penduduknya, dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatannya, kejahatan penghuninya, dan kejahatan segala yang ada di dalamnya”. H.R. Ath-Thabrani.

Tentang menghadirkan arwah orang yang sudah meninggal dan ditanyai segala macam, yang sering dilakukan oleh paranormal atau dukun, hal itu adalah kebohongan. Sebab yang ditanya itu bukan arwah seseorang, tetapi jin pendamping manusia yang telah meninggal tersebut. Jin pendamping atau Jin Qarin dengan mudah menyamar menjadi arwah seseorang karena lamanya Jin Qarin tersebut mendampingi orang itu. Sehingga dengan mudah menampakkan diri dalam bentuk orang itu, menirukan suara orang itu, lalu mengaku-ngaku sebagai arwah orang itu yang datang dari alam Barzah untuk memenuhi panggilan orang yang memanggilnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan kepadanya, bahkan Jin Qarin itu juga bisa meniru bentuk tulisan orang yang dipanggil arwahnya itu.
Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda :
“Apabila kamu sekalian mendengar lolongan anjing dan ringkik keledai (atau kuda) di malam hari, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari gangguan setan. Sebab mereka itu melihat sesuatu yang tidak kamu lihat (yaitu setan). Dan jika kamu mendengar kokok ayam jantan, maka mohonlah kepada Allah anugerah-Nya, sebab ayam jantan itu sedang melihat malaikat”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Sedangkan sebagian besar setan melakukan aktivitasnya secara gencar di kegelapan, yakni ketika malam tiba, karena gelap memberikan kekuatan kepada setan. Ada pula para setan yang mengganggu anak-anak kecil, misalnya dengan membuat mereka bertengkar satu sama lain, atau membuat mainan salah seorang anak menarik keinginan kawannya untuk memiliki, sehingga anak-anak itu berkelahi karena rebutan mainan. Tidak jarang pertengkaran yang dikobarkan setan dikalangan anak-anak itu memancing keterlibatan orangtua dan keluarga masing-masing. Dalam keadaan seperti itu, setan semakin meningkatkan jumlah personelnya, sehingga pertengkaran itu semakin menjadi besar dan akhirnya menimbulkan kejahatan. Hanya orang yang berakal dan bijak akan selamat dari gangguan setan-setan itu. Akan tetapi ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, maka kesadarannya menjadi hilang, setan hapal betul akan hal itu. Karena itu, setan-setan itu segera mengumpulkan pasukannya untuk menjatuhkan orang yang sedang dikuasai amarah sehingga amarahnya menjadi membabi-buta.

Berhati-hatilah, kita jangan membiarkan salah satu kamar di rumah kosong dari aktifitas sehari-hari atau dipakai untuk berdzikir kepada Allah. Sebab, kalau kita kosongkan kamar tersebut, maka setan akan tidur di atas tempat tidur yang kosong itu, dan mengisi kamar yang kosong 100% tersebut, tidak hanya 1 setan saja, melainkan banyak setan, sepanjang di kamar itu tidak pernah disebut nama Allah atau firman-Nya.

Apabila salah seorang mau tidur, sebelum merebahkan diri di kasur, bacalah Bismillah lalu kasurnya dibersihkan dulu sebanyak 3x dengan kain apa saja. Sebab ia tidak tahu secara pasti apa yang terjadi di atas kasurnya sesudah ia tinggalkan. Kalau seseorang mau berangkat tidur tidak baca ayat Kursi, surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas, maka setan menang melawan Malaikat, maka setan menguasai orang yang tidak berdoa dulu ketika dia akan tidur itu, sehingga ia bisa bermimpi buruk dan jika bangun tidak membaca Alhamdulillah, maka setan menang lagi melawan malaikat dan setan akan menguasai orang itu, dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, sehingga hari itu lebih buruk dari hari kemarin atau ia akan melakukan perbuatan buruk menuruti hawa nafsu setan.

Iblis dan anak keturunannya yaitu para setan, bercita-cita menghancurkan umat manusia. Mereka tahu betul bahwa perilaku yang menyimpang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Iblis mengajari pengikut-pengikutnya, bahwa, kadang ada orang Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan sebagainya yang masuk Islam. Karena itu, sebaiknya menghancurkan umat manusia melalui kekafiran dan kesesatan. Itu sebabnya, tempat-tempat hiburan yaitu, pertandingan sepakbola, diskotik, pub, klub malam, perjudian, pelacuran, di tempat orang-orang tawuran, bentrokan dan sejenisnya, konser-konser musik dan tempat-tempat hiburan sejenisnya yang ada di seluruh dunia, tidak pernah kosong dari setan-setan yang menebarkan kekacauan, melancarkan bisikan kesesatan terhadap orang-orang yang mendatangi tempat-tempat seperti itu dan menemani mereka dengan setia di tempat-tempat hiburan tersebut. Diskotik merupakan pangkalan ribuan setan, karena setan sangat senang pada nyanyian dan musik yang hingar bingar. Para setan itu berjoget dalam derajat yang betul-betul tidak bisa dibayangkan hebohnya.

Pabrik-pabrik minuman keras adalah hasil tipu muslihat setan dan jin non muslim, sebab mereka pun sangat menyukai minuman keras yang memabukkan itu. Setan masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman haram dan berjalan di dalam tubuh manusia melalui aliran darah. Semakin banyak manusia mengkonsumsi makanan dan minuman haram, maka ia semakin dikuasai setan. Setan akan menyuruhnya melakukan perbuatan haram, dan ia dengan mudah melakukan perbuatan haram tersebut, dan setan membuatnya memandang baik perbuatannya yang buruk itu, Allah tidak akan memberinya hidayah, karena jiwa-raganya kotor dan tidak suci lagi. Jika mendapat gangguan jin, bacalah ayat Kursi dan ayat-ayat pertama surat Ash-Shaaffat, pasti mereka terbakar dengan kekuatan yang diberikan Allah, atau lari lintang-pukang tanpa mau kembali lagi ke tempat itu.
Qur’an surat Ash-Shaaffat ayat 1-10 berikut ini :  
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
1.      Waashshaafaati shaffaa,
2.      faadzdzaa jiraati dzajraa,
3.      faattaaliyaati dzikraa,
4.      inna ilahakum lamaahidun.
5.      Rabbaassamaawaati waal ardhi wamaa biinahaamaa warabbulmasyaariqi.
6.      Innaadzaiyannaassamaa addunya bidziinatiil kawaakibi.
7.      Wahaghzhaammin kulli syaithaanimmaaridun,
8.      laa yassamma uuna ilalma alil a’laa waiqdza fuumin kullijanibin,
9.      duhuuraawwa lahum adzaabuwwaashibun,
10.  illaa man khathifaa’ khathfata faat baahu syihaabun tsaaqibun.

Sumber : Dialog dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Dawud.