30 Desember, 2015

ATMOSFER SEBAGAI PELINDUNG

Apa jadinya kalau Bumi ini tiak memiliki Atmosfer? Bisa dipastikan tidak akan ada kehidupan di planet ini. Sebagaimana di planet-planet lain yang tidak memilikinya. Atmosfer memiliki manfaat yang sangat banyak buat kehidupan kita.
Yang pertama : Atmosfer menyediakan udara buat makhluk hidup di dalamnya. Manusia membutuhkan oksigen untuk melangsungkan kehidupannya. Oksigen itu  terdapat di Atmosfer kita sebesar 21%. Yang terbanyak adalah gas Nitrogen, sekitar 78%. Dan sisanya adalah gas-gas lain sebesar 1%. Sudah pasti manusia tanpa Oksigen tidak bisa hidup. Tetapi, mengapa di dalam Atmosfer kita cuma terkandung 21%? Mengapa tidak lebih banyak lagi, misalnya yang 78% itu bukan Nitrogen, melainkan Oksigen. Sebaliknya, Nitrogennya cukup 21% saja? Ternyata, komposisi gas-gas dalam Atmosfer kita itu sudah didisain oleh Allah dengan ukuran yang ideal bagi berlangsungnya kehidupan. Kalau seandainya komposisi Oksigen dan Nitrogen terbalik, maka yang terjadi bukanlah berkah, melainkan bencana. Mengapa bisa begitu? Bukankah Oksigen diperlukan oleh manusia?
Ya, memang. Tetapi kalau kebanyakan justru menyebabkan kehancuran lingkungan kita. Jika jumlah Oksigen di dalam Atmosfer terlalu besar, maka udara di sekitar kita akan menjadi sangat reaktif. Sebagai contoh, adalah proses korosi alias karatan. Besi atau logam pada umumnya, mengalami korosi akibat bereaksi dengan Oksigen. Reaksinya disebut sebagai reaksi oksidasi. Jika kandungan Oksigen meningkat, maka kecepatan korosi logam-logam di sekitar kita juga akan meningkat. Seperti besi yang direndam di dalam air. Atau bahkan lebih cepat lagi, sehingga, dalam komposisi Oksigen yang berlebihan sebagian besar logam-logam di sekitar kita akan mengalami kehancuran yang sangat dramatis. Semua logam itu akan hancur “dimakan” korosi. Bahkan bukan hanya logam, berbagai reaksi oksidasi terhadap makanan, minuman, bahkan bebatuan, akan terjadi secara besar besaran. Maka, sungguh bukan berkah yang kita peroleh, melainkan bencana jika Oksigen lebih dari 21%. Allah selalu menjaga agar kadar Oksigen di dalam Atmosfer kita tidak melampaui batas.

Sebaliknya, jika kandungan Oksigen di dalam Atmosfer kita terlalu sedikit, juga akan menimbulkan bencana, karena manusia akan sulit bernafas, dan berbagai reaksi oksidasi yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup kita juga akan terhambat. Itu kalau kita berbicara tentang komposisi Atmosfer, padahal bukan hanya itu yang mengagumkan dari desain udara yang meliputi Bumi itu. Allah mengatakan di dalam firman-Nya, bahwa Atmosfer juga berfungsi sebagai pelindung. Melindungi terhadap apa? Terhadap bahaya-bahaya yang datang dari angkasa luar. Misalnya, batu-batu meteor yang jatuh ke Bumi atau juga sinar-sinar yang membahayakan kehidupan manusia. Setiap saat, selalu ada saja batu-batu angkasa yang jatuh ke arah Bumi. Memang, di angkasa luar sana banyak sekali batu berseliweran, terutama yang berukuran kecil dan sedang, yang sering ‘menyerang’ planet Bumi, dan juga planet-planet lain. Bahkan Bulan juga termasuk yang sering dibombardirkan oleh batu-batu angkasa itu.
Di berbagai planet yang tidak punya Atmosfer, termasuk satelit Bumi, yaitu Bulan, batu-batu yang berjatuhan itu bisa sampai ke permukaan tanahnya. Kalau hal itu terjadi di Bumi tentu sangat membahayakan. Setiap saat kepala kita bisa terancam oleh berbagai ukuran batu angkasa. Untunglah kita punya Atmosfer yang melindungi Bumi. Atmosfer telah menyelamatkan kita dari ancaman itu. Setiap ada batu yang datang ke arah Bumi, mereka pasti akan dihadang oleh Atmosfer. Untung juga, Bumi kita berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga Atmosfernya juga ikut berputar. Perputaran ini ternyata memunculkan mekanisme yang sangat hebat untuk menghancurkan berbagai batu angkasa yang menyerang Bumi. Setiap ada batu yang jatuh ke Bumi, akan mengalami gesekan yang keras, sehingga bebatuan itu terbakar. Dan karena ketinggian Atmosfer itu mencapai sekitar 1000 km, maka batu yang terbakar itu seringkali tidak sempat menyentuh tanah. Mereka sudah habis terbakar menjadi abu ketika masih di angkasa Bumi. Maka, selamatlah kita. Kecuali, batu yang jatuh ke Bumi itu berukuran raksasa, misalnya, berdiameter 1 km, tentu akan membawa masalah yang serius terhadap kehidupan manusia di Bumi.

Perlindungan Atmosfer kepada kita bukan hanya terhadap serangan bebatuan angkasa, melainkan juga terhadap berbagai sinar yang membahayakan. Misalnya sinar ultraviolet dan berbagai radiasi kosmis. Dalam Q.S. Al- Baqarah ayat 29, setelah menciptakan Bumi, Allah mengarah ke Langit, lantas diciptakanlah Langit (Atmosfer) dengan bertingkat-tingkat sebanyak 7 lapis. Dalam pemahaman ilmu pengetahuan modern memang Atmosfer kita diketahui memiliki 7 lapisan, yaitu Trosposfer, Strastosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, Eksofer, dan Magnetosfer. Setiap lapis Langit memiliki fungsi yang berbeda. Semuanya untuk kepentingan kehidupan manusia di muka Bumi. Bagian yang paling bawah, Troposfer misalnya, memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan hidup manusia di permukaan Bumi. Di antaranya adalah mengandung kadar Oksigen untuk mencukupi kebutuhan bernafas, juga untuk menjaga kestabilan kelembaban udara dan temperatur ideal. Lapisan ini memiliki komposisi paling besar dari jumlah udara yang terkandung di dalam Atmosfer, yaitu 90 persen. Angin, hujan, salju dan berbagai parameter cuaca hanya terjadi di lapisan ini. Secara umum, Troposfer berperan sangat besar untuk keberlangsungan iklim dan cuaca di Bumi. Jika lapisan ini kacau, iklim dan cuaca juga akan kacau.

Qur’an surat Fushilat ayat 12 :
12.  (Maka dia menjadikannya tujuh Langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap Langit urusannya. dan kami hiasi Langit) dunia (yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui). Di antara lapisan-lapisan itu, bagian yang paling luar berfungsi untuk melindungi Bumi dari bahaya angkasa luar. Hal ini juga difirmankan Allah.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 29 :
 (Dialah yang menjadikan Bumi sebagai hamparan bagimu dan Langit sebagai atap…).

Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 32 :
 (“Dan Kami menjadikan Langit itu sebagai atap yang terpelihara) dari benda-benda angkasa yang setiap hari menjatuhinya serta berbagai sinar dan radiasi yang membahayakan Bumi dan seisinya (sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda) kekuasaan Allah ( yang terdapat padanya”).


Sumber : Buku oleh Agus Mustofa

19 Desember, 2015

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH JUZ 1 AYAT 49

49.  (Dan) ingatlah (ketika Kami bebaskan kamu) nenek moyangmu (dari fir’aun dan pengikut-pengikutnya yang menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu) yaitu (Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu).

Fir’aun Ramses II telah berbuat sewenang-wenang dan kerusakan di muka Bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka yaitu Bani Israil (Al-Qashash 4). Setiap 2 tahun sekali, bayi laki-laki anaknya Bani Israil disembelih, karena mengikuti petunjuk para penasehat spiritualnya, lalu Ramses II memerintahkan pasukannya untuk membunuh semua bayi-bayi laki-laki Bani Israil yang akan meruntuhkan kerajaan fir’aun kelak jika mereka telah dewasa. Nabi Harun as lahir, ketika waktu tahun penyembelihan bayi-bayi laki-laki Bani Israil dihentikan selama setahun atas saran pejabat-pejabat kepercanyaannya fir’aun, supaya kaum laki-laki Bani Israil tidak habis, jika sampai habis, fir’aun akan rugi sendiri, karena tidak akan ada lagi kaum laki-laki dari Bani Israil yang bisa dijadikan budak. Ini terjadi pada zaman Fir’aun Ramses II, raja ke-3 dinasti ke-19 cucu Fir’aun Ramses I pendiri Dinasti ke-19 dan keturunan Fir’aun Ahmosis (Ahmses) pendiri kerajaan Mesir Baru (New Kingdom) dan juga pendiri Dinasti ke-18 karena Ahmosis berhasil mengalahkan dan merebut kembali Kerajaan Mesir Kuno dari Kerajaan Hyksos dibawah kekuasaan Raja Apophis, raja terakhir dari bangsa Hyksos (Phunicia/Khabiru), mereka adalah bangsa keturunan Kaum ‘Aad yang akhir (nenek moyang mereka adalah anak keturunannya Nabi Hud as dan para pengikutnya yang sebelum azab Allah datang menimpa negeri mereka, pindah ke Arabia Utara dari negeri mereka yang telah diazab Allah di Arabia Selatan, sedangkan Kaum ‘Aad yang pertama di Kota Iram (Ubar), provinsi Dhofar – Oman (An-Najm 50) telah dibinasakan Allah (Al-Haaqqoh 6-7). Mereka bangsa nomaden dan wilayah mereka yang terakhir sebelum pindah ke Mesir yaitu dekat Palestina, Jazirah Arab – Benua Asia lalu pindah ke Mesir – Benua Afrika sejak zaman Kerajaan Mesir Lama, lalu merebut kekuasaannya fir’aun Dinasti ke-13 dan ke-14 dari Kerajaan Mesir Pertengahan (Middle Kingdom). Terus mendirikan Kerajaan Mesir Pertengahan II (kerajaan Hyksos ibukotanya di Avaris - Mesir Utara, pemimpinnya disebut ‘Raja’ (Malik) bukan fir’aun. Hal itu karena penguasa Kerajaan Mesir Kuno waktu itu adalah bangsa Hyksos bukan orang asli Mesir (Lihat surat Yusuf 43, 50, 51, 54, 72, 76). Nah, abad ke-17 SM di zaman itulah Nabi Yusuf as datang ke Fayoum - Mesir di jual sebagai budak, lalu dibeli Potiphar wazir (wakil/PM) Raja Hyksos.

Kembali kepada sejarah Fir’aun Ramses II yang mempunyai puluhan istri dan ratusan anak. Anak-anaknya berjumlah 156, anak-anak laki-lakinya 96 dan anak-anak perempuannya 60, dia lahir tahun 1303 dan naik tahta umur 24 tahun. Setelah berkuasa selama 30 tahun, yaitu ketika umurnya 54 tahun, Fir’aun Ramses II mengaku dirinya sebagai ‘tuhan’ bagi rakyatnya dan menahbiskan diri sebagai tuhan pada upacara yang dikenal sebagai Sed Festival. Penuhanan Ramses II itu kelak memberikan jalan yang mulus bagi Merneptah, anaknya, untuk mewarisi kekuasaannya. Ramses II adalah profil seorang manusia ambisius, sejak kecil ia dididik ayahnya Fir’aun Seti I raja ke-2 Dinasti ke-19 untuk menjadi orang besar. Ramses II diangkat menjadi penguasa Kerajaan Mesir Baru tahun 1279 SM menggantikan ayahnya Fir’aun Seti I yang meninggal dunia tahun 1279 SM juga. Fir’aun Ramses II menjadi fir’aun yang terbesar sepanjang sejarah Mesir kuno dan digelari para ahli sejarah sebagai “Fir’aun The Great”. Hanya dalam waktu 20 tahun, dia bisa mengendalikan kerajaan besar itu tanpa tanding. Tentaranya berjumlah sekitar 100.000 orang, jumlah yang sangat besar pada zaman itu, karena itu, nyali siapa saja akan ciut kala menghadapi Ramses II, apalagi yang menjadi panglima perang adalah putra mahkotanya Pangeran Merneptah, putra Ramses II + Nerferati selirnya. Merneptah adik lain ibu dengan Amunherkhepseshef, dia adalah putra Ratu Nefertari + Ramses II yang meninggal ketika masih remaja.

Ditangan Fir’aun Ramses II, Kerajaan Mesir Kuno disegani negara-negara di sekitarnya. Kekuasaan Fir’aun Ramses II membentang dari Abu Simbel di hulu Sungai Nil di Afrika selatan, perbatasan dengan Sudan sampai muara Sungai Nil di Alexandria, Laut Tengah (Mediterania) di Afrika utara, ibukotanya di Thebes, sekarang Kota Luxor dan Karnak. Arti nama Ramses adalah : Ra = Dewa Matahari, Mses = keturunan. Ramses artinya = Keturunan Dewa Matahari. Umur 90 tahun Fir’aun Ramses II meninggal dunia pada tahun 1213 SM karena penyakit pembuluh darah, persendian akut dan rahangnya bengkak karena mengalami infeksi akut pada gigi-giginya, punggungnya bungkuk dan jalannya tertatih-tatih. Fir’aun Ramses II yang mengaku sebagai tuhan, kalah oleh usia dan komplikasi penyakit yang menggerogoti tubuhnya yang renta itu, dia berkuasa tahun 1279-1213 SM (67 tahun) dan di makamkan di Lembah Raja (Wadi al-Muluk/Valley of The King) adalah bukit batu yang berbentuk mirip Piramida sebagai makam para fir’aun New Kingdom di Thoba di sebelah barat Sungai Nil di Luxor Barat. Mumi  Ramses II ditemukan di sekitar Lembah Raja tahun 1881 Masehi oleh para arkeolog. Ketika kain kafan mumi itu dibuka, tangan kiri Ramses II bergerak terangkat dari posisi silang di depan dadanya. Mumi Ramses II lalu menunjukkan ekspresi terakhirnya saat meregang nyawa. Entah apa yang mengakibatkan tangan mumi Ramses II itu bisa bergerak meski sudah lewat 3.127 tahun dari saat kematiannya.

Rakyat Mesir percaya, rajanya keturunan Dewa Matahari Ra dan Dewa Ra dianggap sebagai raja pertama Mesir. Maka Raja Mesir dianggap amat suci, sehingga rakyat biasa tidak boleh berhadapan langsung dengan raja (melihat muka raja), bahkan menyebut nama raja. Jika mau menyebut nama raja, rakyat Mesir kuno menyebut istilah Per-Ah = “Istana Agung” sebagai ganti nama raja. Dari istilah itulah, diperoleh sebutan Pher-aoh atau Fir’aun untuk Raja Mesir Kuno, jika penguasanya orang Mesir asli. Kerajaan Mesir Kuno dikuasai sekitar 200 fir’aun orang Mesir asli selama 2100 tahun lebih, yang berkuasanya lama atau singkat dan Mesir dijajah bangsa asing selama 1700 tahun lebih, pertama bangsa Hyksos, lalu sejak tahun 1069 SM dikuasai bangsa Libya, suku Nubia (Sudan), Assyria, Persia, Raja Alexander Agung dari Macedonia - Yunani 332 SM, setelah dia meninggal 323 SM, diganti jenderalnya Ptolemeus, dan dikuasai mutlak Kerajaan Romawi 12 Agustus 30 SM - 8 November 641 M (Muharam 20 H) dengan ditaklukannya Kerajaan Byzantium oleh tentara muslimin yang dipimpin Amr bin Ash  zaman Khalifah Umar bin Khathab. Setelah Mesir dibebaskan dari penjajahan Romawi, akhirnya banyak penduduk Mesir masuk Islam dengan sukarela, tetapi yang kafir harus membayar jizyah sesuai  golongan.

Fir’aun Ramses II adalah ayah angkat Nabi Musa as, waktu beliau as dan Nabi Harun as diutus Allah untuk memberi peringatan kepada fir’aun, yang menjadi fir’aun bukan Ramses II lagi, tetapi anaknya, yaitu Merneptah yang usianya lebih tua daripada usia Nabi Musa as. Ibu tiri Merneptahlah yang bernama Ratu Nefertari yang memungut bayi Musa dari pinggir Sungai Nil, ia melihat bayi mungil yang ada di keranjang bayi yang terdampar di istana musim panasnya fir’aun di kawasan dekat Delta Sungai Nil di Kota Memphis dahulu ibukota Kerajaan Mesir Lama, sekarang berupa desa kecil, sementara pusat istana pemerintahan Fir’aun Ramses II dan para fir’aun Kerajaan Mesir Baru ada di Kota Luxor Timur (bhs. Arab “Al-Aqshar = istana-istana raja). Nabi Musa as lahir di Kota Fayoum (Faiyum) Mesir Utara, bayi Musa lahir dari rahim wanita Bani Israil sebagai keturunan ke-4 dari Nabi Yakub as yang bernama Yukabad, ayah Nabi Musa as dan Nabi Harun as bernama Imran bin Quhas (Kehat) bin Lavi (Lewi) bin Ya’qub as bin Ishaq as bin Ibrahim as. Sebelum Allah ilhami Yukabad untuk menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil, selama 3 bulan ia menyembunyikan kelahiran bayinya karena takut dibunuh oleh Fir’aun Ramses II. Nabi Musa as sezaman dengan Qarun sepupunya, anak pamannya yang bernama Yashar adik kandungnya Imran ayah Nabi Musa as. Qarun bekerja sebagai penjilat dan mata-matanya Fir’aun Merneptah untuk mengawasi Nabi Musa as, Nabi Harun as dan Bani Israil. Kelahiran bayi Musa menggusarkan Fir’aun Ramses II, sebab para penasehat spiritualnya mengatakan, bahwa akan lahir bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil yang kelak mengalahkan kekuasaan fir’aun. Ramses II pun memerintahkan pembunuhan setiap bayi laki-laki dari Bani Israil.

Maka Allah mengilhamkan kepada ibunya bayi Musa untuk menaruhnya ke dalam keranjang bayi dan dihanyutkan ke Sungai Nil (Thaahaa 37-39 dan Al-Qashash 7). Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa setelah ibu Musa menghanyutkan bayi Musa di Sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya lantaran kekhawatiran atas keselamatan bayi Musa, bahkan hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa dengan berteriak meminta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri, seandainya tidak Allah teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya kepada janji Allah (Al-Qashash 10). Dan berkatalah ibu bayi Musa kepada saudara perempuan bayi Musa untuk mengikuti adiknya yang hanyut di Sungai Nil, maka kelihatanlah olehnya bayi Musa dari jauh, sedangkan orang-orang tidak mengetahui perbuatannya (Al-Qashash 11). Kemudian ditemukan oleh permaisuri fir’aun yaitu Nefertari yang jatuh hati kepada bayi Musa karena terlihat lucu dan tampan, Ratu Nefertari langsung jatuh hati dan meminta suaminya Fir’aun Ramses II untuk tidak membunuhnya bahkan justru memintanya untuk mengambil menjadi anak angkat mereka (Al-Qashash 8), maka bayi Musa diangkat menjadi anak oleh keluarga fir’aun (Al-Qashash 9). yaitu bayi laki-laki berkulit putih ciri-ciri bayi Bani Israil yang jelas-jelas bukan kaum fir’aun, karena bayi orang Qibthi (Mesir asli) berkulit cokelat. Fir’aun Ramses II tidak mampu menolak permintaan istri tercinta, apalagi Ratu Nefertari pernah kehilangan anak laki-lakinya yang bernama Pangeran Amunherkhepseshef, padahal anak itu diharapkan akan menggantikan tahta kekuasaan Fir’aun Ramses II untuk menjadi fir’aun kalau nanti ayahnya wafat.

Saat bayi Musa lahir sekitar tahun 1250 SM, Fir’aun Ramses II sudah berumur 54 tahun lebih dan dia sudah mengangkat dirinya sebagai ”tuhan”. Selama tinggal di kerajaan fir’aun, bayi Musa terus mendapat perlindungan dari Allah. Allah cegah bayi Musa untuk tidak mau disusui oleh wanita-wanita yang mau menyusuinya (Al-Qashash 12), bayi Musa hanya mau menyusu kepada ibu kandungnya dan tidak mau menyusu kepada wanita lain. Untuk memenuhi permintaan istri tercinta, Ramses II menyelenggarakan sayembara mencari ibu-ibu yang mampu mengasuh dan menyusui bayi Musa. Maka saran Maryam kakak perempuan bayi Musa kepada orang-orang istana fir’aun, bahwa ada ibu yang susunya enak dan bau tubuhnya wangi (Thaahaa 40). Maka Allah kembalikan bayi Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya bahwa Allah Maha Pemenuh Janji (Al-Qashash 13). Yang akhirnya, terpilihlah ibu bayi Musa yang berwajah Bani Israil sebagai pengasuh yang menyusui dan memelihara Musa kecil sampai masa kanak-kanaknya berakhir (Al-Qashash 13). Nabi Musa as adalah saudara angkatnya Merneptah dan Ramses II mengangkatnya menjadi putra mahkota karena ia anak laki-laki tertua untuk menggantikan kakaknya Amunherkhepseshef dan 12 kakak laki-lakinya yaitu anak-anak dari selir-selir ayahnya yang meninggal sebelum masa pewarisan. Ketika masih menjadi putra mahkota, Pangeran Merneptah digemleng secara militer dan diangkat ayahnya menjadi panglima perang di akhir-akhir kekuasaan ayahnya dan memimpin pasukan perang Kerajaan Mesir Kuno ketika Fir’aun Ramses II masih berkuasa. Arti nama Merne = kesayangan, Ptah = Dewa Pencipta, Merneptah artinya = Kesayangan Dewa Pencipta. Fir’aun Dinasti ke-19 penyembah Dewa Amun-Ra, rajanya para dewa. Ketika berkuasa, Merneptah juga mengaku dirinya sebagai ‘tuhan’ (Al-Qashash 38 dan An-Naazi’aat 24), kelakuan sewenang-wenangnya tak jauh dari bapaknya. Fir’aun Merneptah mengendalikan kekuasaan Kerajaan Mesir Baru secara diktator militer dengan sangat bengis. Merneptah diangkat menjadi raja ke-4 Dinasti ke-19 sekitar umur 50 tahun dan berkuasa selama 10 tahun (1213-1203 SM).

Fir’aun Merneptah inilah yang berkuasa setelah Nabi Musa as dari Madyan kembali ke Mesir dan dia lah yang mati tenggelam digulung gelombang laut yang menyatu kembali setelah Nabi Musa as memukulkan tongkatnya lagi ke Laut Merah (di bagian Teluk Suez). Fir’aun Merneptah tewas beserta bala tentaranya yang terkenal bengis, termasuk pejabat kepercayaannya Haman, karena mengejar Bani Israil (Al-Baqarah 50). Lalu Allah selamatkan jasadnya Fir’aun Merneptah yang telah kaku dalam posisi sujud tidak rusak dan masih utuh, walaupun berubah pucat keputih-putihan karena lebih dari 1 hari terendam air laut terus ditemukan masyarakat Mesir lalu diserahkan ke kerajaan untuk dibalsem atau diawetkan (Yunus 92). Setelah Fir’aun Merneptah tewas mendadak, terjadi perebutan kekuasaan (chaos) selama 10 tahun (1203-1193 SM) diantara saudara-saudara Fir’aun Merneptah, sehingga ada 7 fir’aun yang menggantikannya. Akhirnya Seti Nekth berhasil menertibkan keadaan negara yang kacau tersebut, lalu mendirikan Dinasti ke-20 dan menjadi raja ke-1 di Kerajaan Mesir Baru. Maka berakhirlah Dinasti ke-19 yang berkuasa sekitar 130 tahun setelah didirikan di abad ke-13 SM oleh Ramses I yaitu kakek buyutnya Merneptah. Setelah ribuan tahun terkubur di Lembah Raja, akhirnya mumi Merneptah ditemukan tahun 1898 M oleh para arkeolog dipimpin Mr. Loret. Sekarang muminya ditempatkan di Museum Tahrir, Kairo – Mesir dibaringkan disebelah mumi ayahnya Ramses II.

Sumber : Al-Qur’an, Jelajah Sungai Nil oleh Agus Mustofa, Penaklukan Mesir oleh Dzikry el-Hans, Wikipedia.

30 November, 2015

IMAM MAHDI DAN RATU ADIL

Perang Armageddon I tidak lama lagi akan terjadi, dimana Imam Mahdi dan kaum muslimin berperang melawan Dajjal Laknatullah (Musa Samiri) yang memimpin angkatan perang NATO dan negara-negara kafir lainnya dari Asia dari balik layar yang bermarkas di Magiddo, Negara Israel. Dajjal adalah pria yang sangat lanjut usianya, tetapi berwajah muda, umurnya lebih dari 3360 tahun. Ketika Nabi Musa as lahir sekitar tahun 1250 SM, Dajjal berumur 100 tahun lebih, dia seorang penyihir yang bisa mempengaruhi orang dengan mantra-mantra sihirnya. Dajjal belajar sihir dari dukun terkenal di Mesir zaman fir’aun dahulu. Dan dia adalah pelaku sejarah dan saksi yang masih hidup ketika Nabi Musa as dan Nabi Harun as bersama Bani Israil termasuk dirinya menyeberangi Laut Merah yang dibelah oleh Allah sehingga terbentuk jalan yang kering yang bisa dilewati Bani Israil ketika dikejar Fir’aun Merneptah dan bala tentaranya. Tetapi jangan berharap Dajjal mengatakan tentang kejadian ribuan tahun yang lalu tersebut dengan sebenarnya kepada manusia yang bertanya kepadanya, karena Dajjal itu orang yang jahat dan pendusta. Jika kita mendengar ada Dajjal atau dia datang, segera pergi menjauh dan berdoa memohon pertolongan Allah dengan membaca takbir, tasbih, tahmid, tahlil dan membaca Qur’an surat Al-Kahfi ayat 1-10.
Tanda-tanda sebelum Imam Mahdi muncul, Rasulullah saw bersabda :
“…Pada dekade-dekade Hijriah, setelah 1400 tahun (Hijriah) hitunglah dekade itu 2 atau 3…(dekade 20 sudah lewat sekarang dekade 30 yang kurang dari 3 tahun lagi, sampai awal Oktober tahun 2018 Masehi atau 1439 Hijriah, jadi insya Allah Imam Mahdi muncul dan dibaiat di Mekkah ketika musim haji setelah wukuf di Arafah, maka) akan muncul Al-Mahdi al-Amin (pemimpin yang dapat petunjuk dan dapat dipercaya resmi memimpin kaum muslimin untuk berperang melawan Dajjal, Bani Israil dan orang-orang kafir)”. Lihat buku Huru Hara Akhir Zaman halaman 50.

PL. Kitab Ulangan pasal 33 ayat 1-3 :
“…dan (Al-Mahdi) datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus (jemaah haji), di sebelah kanan-Nya (Rukun Yamani), tampak kepada mereka api yang menyala (yaitu komet besar yang melintas di atas permukaan Bumi yang bisa dilihat dengan mata telanjang oleh penduduk dunia, munculnya Al-Mahdi bisa bersamaan waktunya dengan munculnya komet atau selang beberapa hari atau bulan)….”.

Rasulullah saw bersabda tentang Imam Mahdi (Al-Mahdi) berikut ini :
“Sungguh Bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesewenang-wenangan, dan apabila kezhaliman dan kesewenang-wenangan itu telah penuh, maka Allah Swt akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku. Namanya seperti namaku dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Imam Mahdi bernama Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi Bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (Bumi) dipenuhi sebelum itu (dengan) kezhaliman dan kesewenang-wenangan. Pada waktu itu (setelah kedatangan Imam Mahdi) Langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya dan Bumi pun tidak akan menahan sedikitpun dari tanam-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kalian selama 7 tahun atau 8 tahun dan paling lama 9 tahun”.
Hadits shahih riwayat Thabrani.

PL. Kitab Daniel (Nubuat Nabi Daniel as) pasal 7 ayat 9-10 :
“Sementara aku terus melihat, tahta-tahta ditempatkan, lalu duduklah yang lanjut usianya (Al-Mahdi muncul lalu dibaiat sebagai pemimpin umat Islam sedunia), pakaiannya putih seperti salju (Al-Mahdi  umatnya Nabi saw), dan rambutnya bersih seperti bulu domba (Al-Mahdi keturanan Nabi saw),…”.
Arti kata “tahta-tahta ditempatkan” adalah, Allah mempersiapkan dan menetapkan para pemimpin bangsa (ratu adil) di negara-negara yang menjadi hamba-hamba-Nya. Yaitu para pemimpin yang benar, baik, jujur (tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan jabatan pemimpin), adil (tegas, sehingga terkesan keras atau otoriter dalam menerapkan hukum bagi orang yang melanggar hukum, yang terbukti bersalah dihukum dan yang tidak terbukti bersalah dibebaskan atau diberi grasi) dan bijaksana, maka Allah gerakkan hati rakyatnya untuk memilihnya. Hal ini untuk membuka jalan bagi Imam Mahdi muncul nanti sebagai pemimpin umat Islam yang akan disambut oleh para pemimpin negara yang telah dipersiapkan oleh Allah untuk menghadapi peperangan yang sangat dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Bumi ini. Dalam peperangan antara kebenaran melawan kebatilan.

PB. Kitab Wahyu (Nubuat Nabi Yahya as) pasal 20 ayat 4 :
“Lalu aku melihat tahta-tahta dan orang-orang yang (dipilih oleh Allah untuk) duduk di atasnya (menjadi pemimpin yang adil dan benar), kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi” dengan adil dan memerangi orang-orang kafir yang menjadi musuh Allah dan rasul-Nya.
Setelah tahta-tahta ditempatkan, maka datanglah Imam Mahdi pemimpin bijaksana yang telah Allah persiapkan untuk membebaskan dunia dari pengaruh-pengaruh roh jahat. Sang pembebas umat Allah dari orang-orang kafir yang menjadi musuh Allah dan rasul-Nya juga. Imam Mahdi datang untuk mengungkap hal-hal yang tersembunyi dan merupakan 1 di antara 3 pemimpin.
Rasulullah saw bersabda :
“Tidak akan binasa suatu kaum, manakala aku (Rasulullah saw) sebagai pemimpin pertama, Imam Mahdi pemimpin pertengahan dan Isa ibnu Maryam sebagai pemimpin penghabisan”. Hadits riwayat Thabrani.
Rasulullah saw bersabda :
Al-Mahdi berasal dari umatku (orang Islam), lebar dahinya dan mancung hidungnya. Ia akan memenuhi Bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana Bumi ini sebelumnya  dipenuhi dengan kezhaliman dan kesewenang-wenangan. Ia berkuasa selama 7 tahun”. H.R. Abu Daud.
Rasulullah saw  bersabda : Al-Mahdi itu keturunanku, dari anak cucu Fatimah”. Hadits riwayat Abu Daud.
Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw bersabda :
“Imam Mahdi itu dari golongan kami Ahlul Bait (keturunan Nabi saw), Allah membuat perbaikan padanya dalam satu malam”. Hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah.
Rasulullah saw bersabda :
“Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al-Mahdi yang akan diutus (ke tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan dan keguncangan-keguncangan (perang di banyak tempat, tawuran, bentrokan dan keguncangan politik, ekonomi, moral, peristiwa/kejadian, banyak bencana alam, contohnya : banyaknya gempa bumi, gunung meletus dan sebagainya). Dia akan memenuhi Bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya Bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan kezhaliman. Seluruh penduduk Langit dan Bumi menyukainya, dan dia akan membagi-bagikan kekayaan secara tepat (adil, merata dan tepat sasaran, karena hanya Al-Mahdi pemimpin yang paling adil di antara para pemimpin yang adil di negara yang telah Allah persiapkan untuk menyambutnya, sebelum Nabi Isa as turun ke Bumi nanti). Begitulah kondisinya waktu itu yang berlangsung selama 7, 8, atau 9 tahun. Kemudian tidak ada kebaikan lagi dalam kehidupan sesudah itu”. Hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi.

Selama Imam Mahdi (pemimpin bijaksana ‘Raja’ nya para Ratu Adil) belum muncul, dunia termasuk Indonesia akan mengalami periode ke-4, yaitu goro-goro atau kekacauan dan masalah, maka dunia dan negara kita dipenuhi kezhaliman (terutama di kota yang kemaksiatannya merata di seluruh tempat, maka Allah datangkan banyak kejahatan), kekacauan fisik (perang, bentrokan, pertikaian, kejahatan, pembunuhan, tawuran yang terjadi di sana-sini, terutama di kota atau wilayah yang penuh kemaksiatan), kekacauan moral (warganya banyak yang tidak jujur, banyaknya perzinahan, peminum khamar, narkoba dan kefasikan lainnya, banyaknya orang yang tidak bersyukur dengan shalat, meremehkan agama dengan meninggalkan perintah Allah dan sunnah Rasulullah saw dan banyaknya ulama yang menukar ayat-ayat Allah dengan kepentingan duniawi), kekacauan politik, kekacauan ekonomi (perlambatan ekonomi dunia dan perang mata uang, bencana alam yang membuat produksi pertanian dan perkebunan menurun sehingga harga pangan naik dan sebagainya) dan kekacauan hukum (keadilan masih belum bisa ditegakkan 100%). Kekacauan dan masalah tersebut di atas akan mencapai puncaknya, dengan terjadinya entah itu kekacauan fisik, ekonomi, moral, politik atau hukum, atau masalah semuanya, sampai munculnya Imam Mahdi sebagai pemimpin umat Islam sedunia yang paling adil dan memimpin perang melawan Israel dan mengalahkan mereka dalam Perang Libanon. Lalu ditandatanganinya perjanjian perdamaian, maka Libanon, Dataran Tinggi Golan (Suriah), Pegunungan Samaria (Yordania) dan Yerusalem diserahkan lagi ke umat Islam oleh Israel sebagai syarat damai.

Kaum muslimin memanfaatkan masa damai ini dengan menyusun kekuatan fisik dan spiritual dipimpin oleh Imam Mahdi yang membuat masjid-masjid menjadi makmur, termasuk Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis. Yerusalem dibangun kembali sehingga menjadi makmur, dakwah digalakkan kepada kaum muslim dan non muslim (banyak orang kafir yang masuk Islam dengan sukarela). Orang Madinah yang ikut berperang bersama Imam Mahdi dalam membebaskan Jazirah Arab, mulai pindah ke Yerusalem secara berbondong-bondong yang membuat kota tersebut menjadi ramai, akhirnya Madinah menjadi sepi. Karena orang Madinah mempertimbangkan untuk menghidupkan dakwah di Baitul Maqdis dan menyakini Nabi Isa as sebentar lagi akan turun di timur Damaskus dan Yerusalem. Mereka ingin menyampaikan salam Rasulullah saw kepada Nabi Isa as dan menjadi kelompoknya, sehingga dunia damai untuk sementara waktu..
Rasulullah saw bersabda :
“2 kelompok dari umatku yang Allah hindarkan dari api Neraka, yaitu kelompok yang memerangi bangsa India (yang kafir) dan kelompok yang bersama Isa ibnu Maryam”. Hadits riwayat Ahmad.

Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya (menemui Nabi Isa as), maka sampaikan salam dariku”. Hadits riwayat Al-Hakim.
Qur’an surat An-Naml ayat 82 :
82. (“Dan ketika perkataan telah jatuh kepada mereka itu) maka (Kami keluarkan sejenis binatang melata dari Bumi) maksudnya, Allah munculkan kerajaan atau negara yang penduduknya berpikiran dan berperilaku seperti binatang, hal ini menjadi pengingat bagi orang-orang beriman bahwa umat manusia zaman dahulu selalu ingkar dan tidak beriman terhadap apa yang telah disampaikan Allah melalui para nabi utusan-Nya. Peringatan itu kini telah menjadi kenyataan dan terjadi di hadapan kita, jika mereka termasuk orang-orang yang berakal dan mau berfikir, peringatan Allah tersebut dapat membuat orang-orang kafir dan fasik menjadi beriman dan membuat orang-orang beriman menjadi lebih bertakwa (yang akan mengatakan kepada mereka,  “Bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”).  
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 22 dan 55 :
22. (Sesungguhnya binatang) melata atau manusia (yang seburuk-buruknya di sisi Allah ialah orang-orang yang tuli) tidak mau mendengarkan perkara yang benar (dan bisu) tidak mau mengucapkan perkara yang benar (yang tidak mengerti apa-apa) tentang perkara yang benar.
55. (Sesungguhnya binatang) manusia (yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman).

Sumber : Armageddon oleh Wisnu Sasongko,  Perang Islam vs Barat oleh Muhammad A.

23 Oktober, 2015

PENGHARAMAN MENGKONSUMSI YANG HARAM DI DALAM KITAB-KITAB ALLAH

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168 dan 172-173 :
168.    (Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa-apa yang terdapat di muka Bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia menjadi musuh yang nyata bagimu).
172.    (Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara makanan yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar hanya kepada-Nya menyembah).
173.    (“Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang ketika menyembelihnya disebut nama selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa) memakannya (sedangkan ia tidak menginginkannya dan ia tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”).
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 3, 90 dan 96 :
3.      (Diharamkan bagimu) memakan (bangkai, darah) yang mengalir (daging babi dan binatang yang disembelih bukan karena Allah, yang) mati (tercekik, yang) mati (dipukul, yang) mati karena (jatuh, yang) mati (ditanduk dan yang diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu sembelih) sebelum binatang itu mati (dan yang disembelih untuk berhala. Dan) diharamkan pula (mengundi nasib dengan anak panah) karena (itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk) mengalahkan (agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan agamamu untukmu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Kuridhai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa) memakan makanan yang diharamkan dan tidak melampaui batas memakannya hanya sekedarnya saja (karena kelaparan bukan karena ingin berbuat dosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
90.  (Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar) minuman keras (berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan).
96.  (Dihalalkan bagimu binatang buruan laut) air (dan makanan yang berasal dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu dan bagi orang-orang yang berpergian. Dan diharamkan atasmu) menangkap (binatang buruan darat, selama kamu dalam keadaan ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu kembali).
Qur’an surat Al-An’aam 118, 121 dan 145 :
118.    (Maka makanlah binatang-binatang yang halal yang disebut nama Allah atasnya) ketika menyembelihnya (jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya).
121.    (Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah) ketika menyembelihnya (Sesungguhnya) memakan binatang-binatang yang haram itu (adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada teman-temannya agar mereka membantah kamu) dalam masalah menghalalkan bangkai (dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik).
145.    (Katakanlah) Muhammad (: ”Tidaklah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku) tentang sesuatu (yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali jika yang dimakan itu bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor) banyak penyakitnya (atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa) memakannya karena darurat, karena jika tidak makan, akan meninggal akibat kelaparan (sedangkan ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha penyayang”).
Qur’an surat An-Nahl ayat 115 :
115.    (“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagi kalian) memakan (bangkai, darah, daging babi dan apa) saja binatang (yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya) karena sangat terpaksa atau sangat terdesak (dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”).
Qur’an surat Al-Mu’minuun ayat 51 :
51.  Allah Ta’ala berfirman : (“Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan”).
Qur’an surat ‘Abasa ayat 24 :
24.  (“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya”).
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah Swt adalah Dzat Yang Maha Baik, tidak mau menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang mukmin sesuai dengan yang diperintahkan kepada para rasul. Allah Ta’ala berfirman : “Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang saleh”. Allah Swt berfirman : ”Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kamu sekalian…”. Hadits riwayat Muslim.

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 93-94 :
93.  Ketika orang-orang Yahudi Madinah mengatakan kepada Rasulullah saw : “Anda mengakui diri Anda dalam agama Ibrahim, padahal ia tidak memakan daging unta dan susunya”, maka turunlah ayat :
(Semua makanan) yang dihalalkan untuk dikonsumsi oleh umat Islam itu (halal bagi Bani Israil) karena pada masa Nabi Ya’qub as dan Nabi Yusuf as dan keturunan mereka dahulu adalah kaum muslimin (Islam) juga, Al-Baqarah ayat 132-133 dan Yusuf ayat 101 (melainkan) kecuali (makanan yang diharamkan oleh Israil) Nabi Ya'qub as, yaitu unta yang menderita penyakit pada urat nadinya, lalu beliau as bernadzar, jika hewan itu sembuh, tidak akan memakannya, maka unta diharamkan (untuk dirinya) dan keturunannya yaitu Bani Israil, Kitab Imamat pasal 11 ayat 4, hal itu terjadi (sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah) Muhammad kepada orang-orang Yahudi itu (: “Ambillah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar”) setelah mereka mendengar ayat tersebut, mereka kebingungan dan tidak pernah mengemukakan Kitab Taurat lagi kepada Rasulullah saw, maka Allah berfirman pada ayat berikutnya :
94.  (Maka barangsiapa yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu) setelah terbukti bahwa unta diharamkan pada masa Nabi Ya’qub as bukan pada masa Nabi Ibrahim as (merekalah orang-orang yang zhalim).

Bani Israil pada masa Nabi Musa as dan Nabi Harun as itu durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya yang menyebabkan makanan yang dihalalkan bagi mereka dikurangi. Allah turunkan perintah tentang makanan yang diharamkan dalam Kitab Taurat, padahal sebelum Taurat diturunkan, makanan tersebut dihalalkan bagi mereka. Maka Bani Israil hanya dihalalkan memakan hewan air yang bersirip dan bersisik saja, Imamat 11:9 dan masih tetap dihalalkan memakan hewan berkuku jenis unggas yang tidak berparuh tajam dan melengkung, belalang, Imamat 11:21-22 dan mamalia pemamah biak, Imamat 11:2-3 yang tidak bertaring, tidak buas dan bukan pemakan bangkai, kecuali, unta, Imamat 11:4, pelanduk (kancil), Imamat 11:5, kelinci, Imamat 11:6 dan babi, Imamat 11:7-8 diharamkan bagi Bani Israil dan diharamkan memakan hewan air yang tidak bersirip dan bersisik, sehingga :   
Sudah tidak diperbolehkan lagi memakan hewan air jenis crustacea (ketam, udang, lobster, kepiting, rajungan dsb), mollusca tidak beracun (siput air tawar + laut, keong, sotong, cumi, gurita, kerang, remis, tiram dsb), polychaeta (cacing air tawar + laut, ubur-ubur, anemone dsb), actinopterygii (belut air tawar + laut, patin, baung, sembilang, lele, layur, teri, kuda laut dsb), porifera (spons air tawar + laut), echinodermata (bintang laut, teripang, bulu babi dsb), mammalia air (paus, lumba-lumba, pesut, dugong dsb) dan reptile air (terrapin, labi-labi, penyu dsb), Imamat 11:10.

MENGAPA ORANG-ORANG YAHUDI SETELAH KITAB SUCI TAURAT MUSA AS DITURUNKAN DAN SEBELUM KITAB SUCI INJIL ISA AS DITURUNKAN, MEREKA HANYA DIPERBOLEHKAN MEMAKAN IKAN YANG BERSIRIP DAN BERSISIK SAJA :
Pada masa Nabi Daud as, makanan yang dihalalkan untuk orang-orang Yahudi dikurangi lagi, disebabkan dosa-dosa mereka, sehingga sudah tidak diperbolehkan lagi memakan segala hewan yang berkuku walaupun tidak berkuku dan berparuh tajam melengkung, tidak bertaring, tidak buas dan bukan pemakan bangkai dan kotoran yang tertulis dalam Kitab Zabur.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 61 :
61.  (....Lalu ditimpakan kepada mereka) yaitu Bani Israil (kenistaan dan kehinaan dan mereka mendapat kemurkaan dari Allah, yang demikian itu) terjadi (disebabkan mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka selalu berbuat durhaka) kepada Allah dan rasul-rasul-Nya  (dan melampaui batas) dalam berbuat dosa-dosa.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 112 :
112.    (Mereka) Bani Israil (diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang pada tali) agama (Allah) yaitu memeluk Islam (dan tali) perjanjian (dengan manusia dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan) derajat di sisi Allah dan sebagian besar manusia memandang rendah Bani Israil terutama di mata kaum muslimin (Yang demikian itu) terjadi  (disebabkan mereka kafir pada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka) kepada Allah dan rasul-rasul-Nya (dan melampaui batas) dalam berbuat dosa-dosa.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 32, 63 dan 78-79 :
32.  (...dan sesungguhnya telah datang kepada mereka) Bani Israil (rasul-rasul Kami membawa keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka setelah itu) setelah diutusnya rasul-rasul-Nya, tetap (melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka Bumi).
63.  (Mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan kata-kata dusta dan memakan yang haram? Sungguh amat buruklah apa yang mereka perbuat itu).
78.  (Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Daud) Nabi Daud as (dan Isa putra Maryam. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka) kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya maka sungguh ia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata, Al-Ahzab ayat 36 (dan melampaui batas) dalam berbuat dosa-dosa dengan melanggar syariat-syariat Allah yang tertulis dalam Kitab Taurat, Zabur dan kitab-kitab nabi-nabi Bani Israil, seperti : mereka kafir karena melupakan dan tidak menyembah Allah lagi dan telah menjadi bangsa penyembah berhala-berhala, mengubah-ubah ayat-ayat Allah dari tempat-tempatnya, membuat beberapa ayat dan kisah dusta yang memfitnah Allah, nabi-nabi Bani Israil, istri-istrinya dan anak-anaknya yang ditulis dalam Taurat Yahudi, di tengah-tengah kehidupan sehari-hari masyarakat Bani Israil yang sebagian besar itu adalah orang-orang kafir, merajalela praktek riba, renten, perdukunan dan perbuatan syirik lainnya, bersumpah (bersaksi) palsu, penipuan, ketidakjujuran, perzinaan, pelacuran, kejahatan (kezhaliman), kekejaman (kekerasan), keserakahan (rakus akan harta dunia), ketidakadilan, pemerasan, mengorbankan anak-anaknya sendiri untuk korban bakaran utuh yang dipersembahkan kepada berhala-berhala yang menjadi ‘tuhan-tuhan’ mereka, para penguasanya menindas dengan menjadikan bangsanya sendiri sebagai budak dan para penguasanya membunuh orang-orang yang tidak bersalah yang menyuruh manusia berbuat adil, Ali-’Imran ayat 21 dan Kitab 2 Raja-raja pasal 24 ayat 4 dan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas lainnya. Allah telah mengutus rasul-rasul, tetapi setiap datang kepada mereka seorang rasul Allah dengan membawa ajaran yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, lalu mereka menyombongkan diri tidak mau taat, durhaka, menganiaya, menghina, memperolok-olok nabi-nabi-Nya, sebagian nabi-nabi-Nya mereka dustakan, dipenjara dan sebagian lagi mereka bunuh (Bani Israil membunuh lebih dari 10 ribu nabi-nabi Allah), Al-Baqarah ayat 61, 87, 91, Ali-‘Imran ayat 112, An-Nisaa’ ayat 155 dan Al-Maaidah ayat 70. Mendustakan dan bersekongkol untuk membunuh Nabi Isa as, Ali-‘Imran ayat 54-55 dan An-Nisaa’ ayat 156, rencana pembunuhan terhadap Nabi Yeremia as yang gagal karena dilindungi oleh Ahikam bin Safan, anak sekretaris Kerajaan Yehuda yaitu Safan bin Azalya, maka selamatlah nyawa Nabi Yeremia as, Kitab Yeremia pasal 26:24 dan pembunuhan terhadap Nabi Isa as yang juga gagal karena diselamatkan oleh Allah dengan mengutus 4 malaikat-Nya untuk mengambil Nabi Isa as dari tempat persembunyian lalu dibawa naik meninggalkan Bumi ini ke Langit dan menempatkan beliau as di Langit ke-3 dengan kawalan rombongon besar malaikat-malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah sampai mendekati akhir zaman nanti, sehingga selamatlah Nabi Isa as dari orang-orang kafir, zhalim dan fasik itu dan juga dari bahaya-bahaya yang lain, An-Nisaa’ ayat 157-158. Bani Israil yang kafir memfitnah Malaikat Jibril as yang mengiringi ke mana saja Nabi Isa as pergi, terutama ketika mendampingi beliau as berdakwah, Al-Baqarah ayat 87, 253 dan Al-Maaidah ayat 110 sebagai setan yang ada di belakang Nabi Isa as yang memberitahukan semua informasi kepada beliau as. Para tokoh (pemuka) agama dan ulama Bani Israil itu zhalim, munafik, memakan riba kepada bangsa lain padahal Allah mengharamkannya, Kitab Keluaran pasal 22 ayat 25, korupsi hewan kurban dan memakan harta orang-orang miskin dengan menipu mereka, yaitu mewajibkan petani-petani miskin itu membayar zakat 10% dari hasil panennya, padahal para ulama itu tidak mau membayar zakat. Kaum pendetanya lalai dalam beribadah kepada Allah (mereka tidak bertakwa) dan rakus dengan harta dunia, kaum Literati mengkhotbahkan ajaran-ajaran agama yang tidak bermakna dan meninggalkan (tidak menjalankan) hukum-hukum Allah dan para ulamanya membuat hukum Allah menjadi tidak mempunyai pengaruh apa-apa dalam tradisi masyarakat Israel.
79.  (Mereka) para tokoh agama dan ulamanya yang tidak takut kepada Allah (satu sama lain tidak pernah melarang dari tindakan mungkar yang biasa mereka perbuat) menjalankan praktek riba dengan bunga tinggi, bahkan renten dengan bunga berbunga kepada bangsa lain selain Bani Israil dan perbuatan dosa-dosa yang melampaui batas lainnya (Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat).

Qur’an surat Al-An’aam ayat 146 :
146.    (Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku) dari semua hewan jenis mamalia/menyusui (termasuk sapi, domba, kerbau, banteng yang dahulunya dihalalkan bagi Bani Israil sebelum Allah menurunkan Kitab Zabur yang dibawa Nabi Daud as), insecta/serangga (termasuk belalang yang dahulu dihalalkan), aves/unggas (termasuk ayam, kalkun, bebek dan sejenisnya yang dahulu dihalalkan) dan tetap diharamkan memakan hewan jenis reptil dan amfibi (dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu) sejak Taurat diturunkan, PL. Kitab Imamat pasal 7 ayat 23-24 (kecuali) dihalalkan memakan (lemak yang melekat di punggung keduanya atau) yang melekat (di perut besar atau yang bercampur dengan tulang) tetapi setelah Allah menurunkan Kitab Zabur yang dibawa Nabi Daud as, maka sapi dan domba beserta semua bagian lemaknya diharamkan untuk dimakan Bani Israil dan baru dihalalkan lagi untuk dimakan mereka setelah Allah menurunkan Kitab Injil yang dibawa Nabi Isa as, Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 50 (Demikianlah Kami hukum mereka atas kedurhakaan mereka) kepada Allah dan rasul-rasul-Nya (dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar).
Kitab Perjanjian Lama, Kitab Imamat pasal 11 ayat 2-3 dan pasal 7 ayat 23 :
11:2  Katakanlah kepada orang Israel, begini : “Inilah binatang-binatang yang boleh (halal) kamu makan dari segala binatang berkaki empat (mamalia yang bukan binatang buas dan penerkam) yang ada di atas Bumi,
11:3 setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang (tidak tajam melengkung) dan yang memamah biak (herbivora = pemakan tumbuh-tumbuhan, yang tidak berkuku ganjil dan tidak bertaring) boleh kamu makan (kecuali binatang pemamah biak yang tertulis pada Kitab Imamat 11:4-8)”. 
7:23 Katakanlah kepada orang Israel : “Segala lemak dari lembu (sapi), domba ataupun kambing janganlah kamu makan”. Padahal dalam Al-Qur’an surat Al-An’aam ayat 146 Allah hanya mengharamkan lemak sapi dan domba saja bagi Bani Israil, itupun tidak mengharamkan semua lemak dari keduanya, hanya sebagian besar lemak keduanya dan masih ada lemak yang dihalalkan untuk dimakan mereka yaitu lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang melekat di perut besar atau yang bercampur dengan tulang, baik yang di luar maupun di dalam tulang (sum-sum) dari kedua binatang tersebut.
Qur’an surat Al-An’aam ayat 145 dan 150 :
145.    (Katakanlah) Muhammad (: “Tidaklah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku) tentang sesuatu (yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali jika yang dimakan itu bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor) mengandung banyak penyakit (atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedangkan ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas) ketika memakannya (maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”).
150.    (Katakanlah) Muhammad kepada orang-orang Yahudi itu (: “Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan) makanan yang kamu haramkan (ini”. Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedangkan mereka mempersekutukan Tuhan mereka).
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 160-161 :
160.    (Maka disebabkan kezhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang dihalalkan bagi mereka dahulu) sehingga sudah tidak diperbolehkan lagi memakan hewan berkuku jenis unggas, belalang dan mamalia pemamah biak walaupun hewan tersebut tidak berkuku dan berparuh tajam melengkung, tidak bertaring, tidak buas (bukan hewan pemakan bangkai atau daging = karnivora). Orang-orang Yahudi hanya diperbolehkan memakan ikan yang bersirip dan bersisik saja (juga) disebabkan (karena mereka banyak menghalangi) menyesatkan orang (dari jalan Allah) dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus, Al-Maaidah ayat 77, yaitu para tokoh agama dan ulamanya (orang-orang alim Bani Israil) menyelewengkan ajaran agama dengan mengubah perkataan-perkataan Allah dalam Kitab Taurat, Zabur dan Nubuat nabi-nabi mereka dari tempat-tempatnya, Al-Baqarah ayat 75, 79, Al-Maaidah ayat 13, 41 dan An-Nisaa’ ayat 46 yang disesuaikan dengan hawa nafsu dan tradisi-tradisi mereka, sehingga kebanyakan orang Israel menjauh dari jalan Tuhan dan menjadi hamba dari patung-patung daging (manusia) karena orang-orang awam Bani Israil yang sederhana dan buta huruf tersebut, Al-Baqarah ayat 78, menganggap para tokoh agama dan ulama mereka itu sebagai manusia-manusia suci, maka umatnya menaati kata-katanya dan mengikuti apa saja yang dilihat dari perbuatan orang-orang alim mereka yang kafir, palsu, munafik, durhaka dan menyombongkan diri tidak mau mengikuti ajaran rasul-rasul Allah, At-Taubah ayat 31.
Dari Adi bin Hatim, Rasulullah saw menjawab dengan sabdanya :
“Meski mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) tidak menyembah (rukuk dan sujud), tapi mereka menaati dan mengikuti para tokoh agama dan rahib mereka, yang menghalalkan apa yang diharamkan dan mengharamkan apa yang dihalalkan. Itu adalah esensi (makna) penghambaan (penyembahan)”. Hadits riwayat Ahmad.
161.    (Dan disebabkan mereka memakan riba) menjalankan praktek riba dengan bunga tinggi, bahkan renten dengan bunga berbunga kepada bangsa lain selain Bani Israil tetapi tidak memakan riba kepada bangsanya sendiri karena berpedoman pada PL. Kitab Ulangan pasal 23 ayat 19-20, yaitu ayat-ayat tulisannya para ulama palsu Yahudi yang sesat dan menyesatkan (padahal mereka telah dilarang daripadanya) untuk mengambil bunga pinjaman (riba), PL. Kitab Keluaran pasal 22 ayat 25 (dan) karena mereka (memakan harta orang dengan jalan yang batil) At-Taubah ayat 34, perbuatan batil sebagian besar para ulama Yahudi ini telah terjadi sebelum masa Nabi Isa as, pada masa Nabi Isa as dan setelah masa Nabi Isa as sampai masa Rasulullah saw. Para Literati dan ulama Yahudi mengambil (zakat) 10% dari hasil panen tanaman orang-orang miskin dengan dalih untuk disedekahkan kepada Allah, mereka menyuruh bangsanya sendiri yaitu Bani Israil, walaupun tahu mereka adalah orang-orang miskin, tetapi diwajibkan untuk tetap menyedekahkan hartanya yang sedikit itu yang seharusnya mereka pergunakan untuk menafkahi ayah-ayah mereka sehingga ayah-ayah mereka menderita karenanya. Para ulama Yahudi itu tidak mau menyedekahkan harta mereka (tidak mau menunaikan/membayar zakat), tetapi menyuruh orang-orang miskin dari umat mereka untuk menyedekahkan uangnya (mewajibkan menunaikan zakat)  yang telah membebani orang-orang lain dengan beban berat yang tidak sanggup mereka pikul, tetapi para ulama palsu itu tetap tidak ingin mengurangi bebannya orang-orang miskin itu sedikitpun. Padahal hasil sedekahnya orang-orang miskin itu bukan untuk Allah, tetapi hanya untuk mengisi pundi-pundinya kaum Literati (Ahli Taurat atau kyainya Bani Israil yang memberikan ceramah agama kepada umatnya) dan ulama palsu dan munafik tersebut. Para ulama palsu Yahudi itu menunjukkan jalan yang lurus dan terang kepada orang-orang lain, tetapi untuk dirinya sendiri tidak mau menempuhnya, mereka menipu dan menzhalimi umat mereka, Injil Barnabas halaman 57-58. Allah tidak akan meminta harta-harta manusia semuanya, Muhammad ayat 36, melainkan hanya zakat yang diwajibkan bagi orang-orang yang mampu untuk diberikan kepada yang berhak menerima (perintah untuk membayar zakat di dalam Al-Qur’an ada 82 kali), dan bukan meminta (mewajibkan) zakat kepada orang-orang fakir dan miskin karena mereka tidak diwajibkan untuk membayar zakat. Allah tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari manusia dan Allah tidak menghendaki supaya mereka memberi Allah makan. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh, Thaahaa ayat 132 dan Adz-Dzariyaat ayat 57-58. Allah hanya menyuruh untuk menafkahkan sebagian harta mereka di jalan Allah berupa zakat, infaq dan sedekah, maka di antara manusia ada yang kikir dan siapa yang kikir sesungguhnya ia kikir untuk kemudharatan dirinya sendiri. Lagi pula Allah Maha Kaya tidak membutuhkan harta-harta hamba-hamba-Nya, Al-Baqarah ayat 267, Ali-‘Imran ayat 97, An-Nisaa’ ayat 131, Ibrahim ayat 8, Al-‘Ankabuut ayat 6, Muhammad ayat 38, Al-Hadiid ayat 24 dan Al-Mumtahanah ayat 6, karena yang sampai ke sisi Allah adalah ketakwaan hamba-hamba-Nya, Al-Hajj ayat 37 (dan telah Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu siksa yang pedih) yaitu dengan dimasukkan mereka ke dalam Neraka Jahannam.
Qur’an surat An-Nahl ayat 118 :
118.    (Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu) dalam Qur’an surat Al-An’aam ayat 146 (dan Kami tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) karena melakukan perbuatan dosa-dosa yang diceritakan dalam Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 160-161.
Kemudian Allah menurunkan berkah dan rahmatnya melalui Nabi Isa as kepada Bani Israil khususnya orang-orang Yahudi yang jumlahnya lebih banyak daripada 12 suku Bani Israil lainnya dengan diturunkan Kitab Suci Injil, dimana Allah berfirman untuk menghalalkan lagi makanan yang sebelumnya diharamkan akibat dosa-dosa pendahulu mereka.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 50 :
50.  (Dan) kedatanganku kepadamu sebagai rasul utusan Allah untuk (membenarkan) Kitab Suci (Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan atasmu) sebelumnya, dan kembali lagi ke hukum fiqh halal dan haram bab makanan dalam Kitab Taurat (Perjanjian Lama) Kitab Imamat pasal 11 ayat 1-47, maka sudah diperbolehkan lagi memakan hewan jenis unggas yang tidak berkuku dan berparuh tajam melengkung (bukan hewan penerkam), bukan pemakan bangkai dan kotoran, belalang dan jenis mamalia pemamah biak yang tidak bertaring, tidak berkuku tajam melengkung, tidak buas dan bukan pemakan bangkai, tetapi unta, pelanduk, kelinci dan babi tetap diharamkan bagi Bani Israil walaupun bukan hewan buas, Kitab Imamat pasal 11 ayat 4-8 (dan aku datang kepadamu dengan membawa tanda) yaitu, Kitab Suci Injil dan mukjizat-mukjizat (dari Tuhanmu. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku).

KITAB TAURAT YAHUDI (KITAB PERJANJIAN LAMA) MENYEBUTKAN TENTANG LARANGAN MENGKONSUMSI SEGALA YANG HARAM :
1.      Maka, haruslah ia menjauhkan dirinya dari anggur dan minuman yang memabukkan, jangan meminum cuka anggur atau cuka minuman yang memabukkan dan jangan meminum sesuatu minuman yang dibuat dari anggur…(yang telah mengandung alkohol)”. PL. Kitab Bilangan pasal 6 ayat 3.
2.      Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir (yang beralkhohol)”. PL. Kitab Hosea pasal 4 ayat 11.
3.      Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah? Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam, mereka yang datang mengecap anggur campuran. Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti (ular) beludak. Lalu matamu akan melihat hal-hal aneh, dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau. Engkau seperti orang di tengah ombak laut, seperti orang di atas tiang kapal. Engkau akan berkata : “Orang memukul aku, tetapi aku tidak merasa sakit. Orang memalu aku, tetapi tidak kurasa (karena mabuk). Bilakah aku siuman? Aku akan mencari anggur lagi”. PL. Kitab Amsal pasal 23 ayat 29-35.
4.      Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur (yang beralkohol) atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram”. PL. Kitab Hakim-hakim pasal 13 ayat 4.
5.      Suku bangsa yang menyakitkan hati-Ku senantiasa di depan mata-Ku, dengan mempersembahkan korban di taman-taman dewa dan membakar korban di atas batu bata...memakan daging babi (semua Nabi Bani Israil termasuk Nabi Isa as, lihat Injil Barnabas hal. 58-59, tidak pernah memakan daging babi) dan kuah daging najis (semua daging binatang yang diharamkan) ada dalam kuali mereka”. PL. Kitab Yesaya pasal 65 ayat 3-4.
6.      Dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tidak memamah biak, maka haramlah ia bagimu. Janganlah kamu makan daripada dagingnya dan jangan pula kamu menjamah bangkainya, maka haramlah ia bagimu”. PL.Imamat pasal 11 ayat 7-8 (Alkitab cetakan tahun 1968) bandingkan dengan PL.Imamat pasal 11 ayat 7-8 (Alkitab cetakan tahun 1993)  ditambahi kata hutan, sehingga menjadi :
7.      Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh, haram semuanya itu bagimu” dan pada PL. Kitab Ulangan pasal 14 ayat 8. Ayat-ayat ini jelas ditambahi dan diubah perkataan-perkataannya dari tempat-tempatnya disamakan dengan Injil Markus dan surat-suratnya Paulus oleh pengikut-pengikutnya untuk menyesatkan umat mereka.
8.      Tetapi Daniel berketetapan untuk menajiskan dirinya dengan santapan raja (Raja Nebukadnezar II) dan dengan anggur yang biasa diminum raja, dimintanyalah kepada Aspenas pemimpin pegawai istana, supaya ia tidak usah menajiskan dirinya (dengan tidak makan dan minum semua yang haram)”. PL. Kitab Daniel pasal 1 ayat 8.
9.      Jikalau kamu memberi pinjaman uang kepada umat-Ku (kepada siapapun), yaitu kepada orang miskin yang di antara kamu, maka jangan kamu menjadi baginya seperti penagih hutang yang keras dan jangan ambil bunga (riba) daripadanya”. PL. Kitab Keluaran pasal 22 ayat 25.

Masyarakat Yahudi yang beragama Yahudi dan Nasrani Unitarian yang taat sampai sekarang, mereka sangat patuh untuk tidak mengkonsumsi segala yang diharamkan oleh Allah, termasuk diharamkan memakan daging babi dan meminum minuman beralkohol. Hewan yang sekarang dihalalkan lagi oleh Allah untuk dikonsumsi Bani Israil sejak Kitab Injil Nabi Isa as diturunkan adalah belalang, Imamat 11:21-22, mamalia pemamah biak saja (herbivora = hewan pemakan tumbuh-tumbuhan), Kitab Imamat 11:2-3 dan Kitab Ulangan 14:4-6 yang berkuku belah dan bersela panjang, seperti : sapi hutan (banteng), rusa, kijang, sapi, domba, kambing dan sejenisnya (lemak sapi dan domba tetap diharamkan bagi Bani Israil sejak Kitab Taurat diturunkan, kecuali lemak yang melekat di punggung, di perut besar dan yang bercampur dengan tulang hewan tersebut, Kitab Imamat pasal 7 ayat 23-24 dan Al-Qur’an surat Al-An’aam ayat 146, tetapi diharamkan memakan daging gajah karena bertaring dan juga diharamkan memakan daging kuda, tapir, keledai, baghal, okapi dan sejenisnya karena berkuku ganjil walaupun mereka hewan herbivora. Dan bangsa burung yang dihalalkan untuk dimakan Bani Israil adalah jenis burung yang tidak berkuku dan berparuh tajam melengkung (berbentuk kait), tidak buas, bukan hewan penerkam, bukan pemakan bangkai dan kotoran, Ulangan 14:20, seperti : ayam, kalkun, puyuh, merpati, bebek, itik, angsa dan sejenisnya. Negara Israel mempunyai lembaga sertifikasi Kosher, yaitu semacam sertifikasi halal dari LPPOM-MUI yang persyaratan halalnya lebih rumit dan berbelit-belit serta jauh lebih kompleks daripada persyaratan halalnya umat Islam sebagai hukuman dari Allah bagi Bani Israil disebabkan kejahatan (dosa-dosa) yang telah diperbuat oleh tangan-tangan ­­­mereka sendiri, Al-Baqarah ayat 95 dan Al-Jumu’ah ayat 6-7. Semua makanan, minuman, obat dan kosmetik yang masuk ke Negara Israel maupun yang dikonsumsi komunitas Yahudi di berbagai belahan dunia harus bersertifikat halal Kosher (artinya layak, maksudnya layak untuk dimakan orang Yahudi), jika tidak Kosher, maka akan ditolak mentah-mentah. Bani Israil dihalalkan lagi memakan seafood yang tidak bersisik tetapi bersirip dan tidak bersisik serta tidak bersirip, seperti : lele, baung, patin, belut, sidat, cumi-cumi, kerang, udang, lobster, kepiting, rajungan dan sejenisnya, lemak sapi dan domba atau semua yang dihalalkan untuk dikonsumsi kaum muslimin (kecuali unta, tetap diharamkan bagi Bani Israil sejak Nabi Ya’qub as mengharamkan untuk dirinya dan keturunannya) dan terbebas dari hukum-hukum Allah yang membebani dan membelenggu Bani Israil yang tertulis pada Kitab Imamat pasal 11:1-47, pasal 7:1-38 dan kitab-kitab lainnya dalam Kitab Taurat dan orang-orang Israel itu juga diberi pahala dua kali oleh Allah, Al-Qashash 52-54, jika orang-orang Israel tersebut memeluk agama Islam.
Qur’an surat Al-Qashash ayat 52-54 :
52.  (Orang-orang) Ahli Kitab (yang telah Kami datangkan kepada mereka Alkitab sebelumnya) sebelum Al-Qur’an diturunkan, yaitu Kitab Taurat, Zabur, Injil dan kitab-kitab nabi-nabi Bani Israil lainnya (mereka beriman pula kepada Al-Qur’an itu) ayat ini turun berkenaan dengan masuk Islamnya Abdullah bin Salam dan lain-lainnya.
53.  (Dan apabila dibacakan) Al-Qur’an (kepada mereka, mereka berkata : “Kami beriman kepadanya, sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkannya) karena Kitab Suci Al-Qur’an itu tersebut atau diberitakan dalam kitab-kitab suci orang-orang dahulu yang dibawa oleh nabi akhir zaman, Asy-Syu’araa’ ayat 196-197.
54.  (Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka) dalam mengamalkan kandungan kitab-kitab Allah tersebut (dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka).
Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan hadits melalui Muqatil bahwa setelah ayat-ayat di atas diturunkan, lalu orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab membanggakan dirinya atas sahabat-sahabat Rasulullah saw seraya mengatakan : “Bagi kami ada dua pahala dan bagi kalian (selain Ahli Kitab) hanya satu pahala”. Mereka berkata lagi : “Hai golongan kaum muslimin, ingatlah, barangsiapa di antara kami yang beriman kepada kitab kalian (Al-Qur’an), maka baginya ada dua pahala. Dan barangsiapa yang tidak beriman (di antara kami) kepada kitab kalian, maka baginya hanya satu pahala, sama halnya dengan pahala kalian”. Hal ini dirasakan amat berat oleh para sahabat, lalu Allah menurunkan firman-Nya :
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 28-29 :
28.  (Wahai orang-orang yang beriman) kepada rasul-rasul-Nya (bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada rasul-Nya) yaitu Nabi Muhammad saw (niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepada kalian dua bagian, dan menjadikan untuk kalian cahaya yang dengan cahaya itu kalian dapat berjalan) mengetahui jalan yang lurus yaitu jalan kepada agama Allah (dan Dia mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) melalui ayat tersebut Allah berfirman bahwa kaum muslimin mendapatkan pahala dua kali pula sama seperti yang didapatkan oleh orang-orang Ahli Kitab yang beriman. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan hadits melalui Qatadah yang telah menceritakan bahwa telah sampai berita kepada kami, ketika ayat (Al-Hadiid ayat 28) itu diturunkan, maka orang-orang Ahli Kitab merasa dengki kepada kaum muslimin setelah ada ayat tersebut, maka Allah menurunkan pula firman-Nya yang lain, yaitu :
29.  Kami terangkan yang demikian itu (Supaya Ahli Kitab) Bani Israil (mengetahui bahwa mereka tidak mendapat sedikitpun akan karunia Allah) jika mereka tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw yang adalah orang Arab (dan bahwasanya karunia) kitab dan kenabian (itu berada di tangan kekuasaan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar) Imam Ibnul Mundzir mengetengahkan hadits lainnya melalui Mujahid yang menceritakan bahwa orang-orang Yahudi (Israel) telah mengatakan : ”Sudah dekat masanya akan turun seorang nabi dari kalangan kami (menurut kepercayaan mereka bahwa nabi itu adalah orang Israel karena berpedoman pada Kitab Perjanjian Lama (Taurat Yahudi) Kitab Kejadian pasal 22 ayat 2 yang telah diubah kata-katanya oleh rabbi-rabbi (ulama Israel) yang tidak takut kepada Allah), dia (nabi akhir zaman itu) kelak akan (menerapkan hukum) memotong tangan dan kaki”. Lalu setelah nabi (utusan Allah yang terakhir) yang dimaksud itu muncul dari kalangan bangsa Arab, mereka mengingkarinya karena dengki kepada Rasulullah saw.

Qur’an surat Al-Maaidah ayat 65-66 :
65.  (Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan Kami masukkan mereka ke dalam Surga-surga kenikmatan).
66.  (Dan sekiranya mereka menjalankan) syariat-syariat yang ada dalam (Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka) yaitu kitab-kitab selain Taurat dan Injil yang dibawa nabi-nabi Bani Israil (dari Tuhan mereka, pastilah mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka) bagi Bani Israil yang masuk Islam, dihalalkan lagi memakan makanan yang dihalalkan untuk kaum muslimin, kecuali unta (di antara mereka ada umat yang adil) yang mengamalkan kitab-kitab mereka dan mereka itulah yang kemudian beriman kepada Rasulullah saw dan masuk Islam, seperi Abdullah bin Salam dan lain-lainnya (tetapi kebanyakan mereka) Bani Israil itu adalah orang-orang yang kafir (amat buruk apa yang mereka kerjakan).
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 157 :
158.    (Yaitu orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi) yaitu Rasulullah saw (yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu) hukum-hukum Allah (yang ada pada mereka) yaitu Bani Israil yang tertulis dalam Taurat pada Kitab Imamat 11:1-47, pasal 7:1-38 dan pada kitab-kitab lainnya, seperti : makanan yang dihalalkan bagi Bani Israil sangat dibatasi, mensyariatkan hukuman mati untuk diterimanya tobat karena dosa menyekutukan Allah, maka atas perintah Allah, Nabi Musa as memerintahkan Yusya’ (Yoshua) bin Nun dari suku Yusuf dan orang-orang dari suku Lavi menghunus pedang untuk menghukum mati sekitar 120.ribu orang Israel yang telah menyembah patung anak sapi emas, Al-Baqarah ayat 54. Dan Allah telah tetapkan terhadap Bani Israil di dalam Taurat bahwa jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka pun ada qisasnya (balasan yang sama). Barangsiapa yang melepaskan hak qisasnya, maka itu menjadi penebus dosa baginya, Al-Maaidah ayat 45. Jika orang-orang Israel berbuat dosa atau tidak sengaja berbuat dosa, tidak cukup mengucap istighfar dan bertobat saja, tetapi masih diwajib berkorban binatang ternak sebagai penghapus dosa karena telah berbuat dosa atau penebus salah karena tidak sengaja berbuat dosa, Imamat pasal 4-7 dan masih banyak lagi beban dan belenggu lainnya (Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang) Al-Qur’an (yang diturunkan kepadanya) Rasulullah saw (mereka itulah orang-orang yang beruntung).

Segala yang haram menyebabkan :
1.      Setan masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman haram yang dikonsumsinya.
2.      Apabila berdoa, tidak dikabulkan oleh Allah, karena jiwa raganya kotor penuh daging-daging haram.
3.      Membuatnya mudah melakukan perbuatan haram dan masing-masing anggota tubuhnya menuntut agar digunakan untuk melakukan perbuatan maksiat. Dan Allah menganugerahkan tidur, supaya berhenti sejenak dari berbuat maksiat, sebagaimana Allah melimpahi anugerah kepada orang yang taat dengan memakan makanan halal.
4.      Jika seseorang melakukan perbuatan dosa, maka membuat hatinya menjadi hitam, keras dan mati, sehingga cahaya dari Allah tidak bisa masuk ke dalam hatinya, menjadikannya tidak mempunyai perasaan, tidak bisa atau sulit dinasehati, membuat hatinya tidak peka terhadap lingkungan, tidak mempunyai toleransi dan hatinya menjadi tidak lembut sehingga hatinya tidak mudah tersentuh dengan kesusahan atau kesulitan orang lain.
5.      Dosa menghalangi cahaya ilmu masuk ke dalam hatinya dan mudah melenyapkan ilmu dari hatinya.
6.      Hidayah dari Allah tidak akan turun ke dalam hati yang kotor penuh dengan barang haram.
7.      Setan membuatnya memandang baik perbuatan yang buruk.
8.      Memakan harta yang haram bisa menghilangkan cahaya iman, tetapi memakan harta yang halal dapat menambah cahaya iman.
9.      Rahmat Allah tidak akan turun ke dalam dirinya yang penuh dengan barang haram.
10.  Rezeki yang haram tidak diberkahi oleh Allah, sehingga rezeki tersebut mudah habis oleh berbagai macam bencana, penyakit, penipuan, kehilangan dan musibah-musibah yang lainnya di dunia. Dan di akhirat, harta haram itu menjadi api Neraka yang memenuhi sepenuh-penuh perutnya.
Dengan menjaga makanan dan minuman yang masuk ke perut dan tubuh dari semua yang haram, maka hati akan menjadi bersih, bersinar, cemerlang, lunak, halus, lembut dan akhirnya menjadi wadah turunnya hikmat dan hidayah dari Allah yang membuatnya berusaha untuk menyucikan diri dari perbuatan dosa-dosa, wara’ (hati-hati), berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, dermawan dan bersikap tawaduk.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 91 :
91.  (Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran) meminum (khamar) maka janganlah mengkonsumsi segala yang haram, karena setan masuk ke dalam tubuh manusia salah satu jalannya adalah melalui segala yang haram yang masuk ke dalam tubuh, hal itu membuat dirinya dikuasai setan, sehingga ia dengan mudah melakukan perbuatan haram dan masing-masing anggota tubuhnya menuntut agar digunakan untuk melakukan perbuatan maksiat dan meminum khamar itu menurunkan konsentrasi otak serta menurunkan kecerdasan otak (IQ), karena otaknya mengalami kerusakan yang sulit disembuhkan (dan berjudi itu) membuat setan juga bisa menguasai manusia melalui perbuatan dosa-dosa mereka (dan menghalangi kamu dari mengingat Allah) sehingga lupa kepada Allah dan malas atau bahkan tidak mau berdzikir, tadarus, tilawah, berdoa (dan shalat, maka berhentilah kamu) dari melakukan dosa-dosa tersebut.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 188 :
188.    (Dan janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. Dan) janganlah (kamu membawa ia) urusan harta itu (kepada hakim-hakim) dengan menyuap mereka` (supaya kamu dapat memakan sebagian harta manusia itu dengan) jalan berbuat (dosa, padahal kamu mengetahui).
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 29 :
29.  (Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil) tidak benar (kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu….).
Rasulullah bersabda :
”Sesungguhnya Allah dan rasul-Nya telah mengharamkannya jual beli minuman keras, bangkai, babi dan berhala”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Tetapi Paulus nabi palsunya orang-orang Nasrani Trinitas Kristen Protestan dan Kristen Katolik Roma menghalalkan semua yang berasal dari luar tubuh orang tersebut masuk ke dalam tubuhnya, baik lewat mulut atau anggota tubuh lainnya, Perjanjian Baru (PB) Injil Markus pasal 7 ayat 14-23 dan surat-surat Paulus kepada jemaatnya di Korintus - Yunani, Korintus pasal 6 ayat 12 dan pasal 10 ayat 27 dan kepada jemaatnya di Roma - Italia, Roma pasal 14 ayat 2-3. Hal ini bertentangan dengan sabda Nabi Isa as di dalam Injil Barnabas Pasal 32 ayat 31-34 atau Injil Barnabas Bab. 32 halaman 58-59.
Ciri-ciri nabi yang asli dan benar utusan Allah yang berjumlah 144.000 orang, semuanya memerintahkan kepada umatnya untuk tidak mengkonsumsi segala yang haram termasuk mengharamkan memakan daging babi dan meminum minuman keras, tetapi jika nabi itu palsu karena bukan utusan Allah yang asli, maka memerintahkan kepada umatnya yang bertentangan dengan perintah para nabi yang asli utusan Allah. Yaitu Paulus memerintahkan kepada umatnya, bahwa semua yang diciptakan oleh Allah itu halal tidak ada yang haram, jadi boleh dikonsumsi semuanya, termasuk menghalalkan memakan daging babi dan meminum minuman keras karena bukan berasal dari tubuh orang tersebut. Sehingga membuat orang-orang Nasrani Trinitas mengkonsumsi semua makanan dan minuman yang diciptakan oleh Allah, baik itu halal maupun haram.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Hadits, Injil Barnabas dan berbagai sumber.