09 Juni, 2015

PUASA ITU PERISAI

Dalam bab ini, kita ingin mengkaji betapa ibadah puasa Ramadlan mempunyai fadhilah (keutamaan yang besar) bagi yang mengamalkannya. Dengan amalan inilah, maka Allah berkehendak menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari malapetaka Armageddon (peristiwa jatuhnya meteor ke Bumi). Ibadah puasa Ramadlan mampu menyelamatkan hamba Allah dari petaka asap Dukhan Armageddon. Berkaitan dengan hal ini, kita perlu merujuk aspek kesehatan bagi orang yang berpuasa.
Rasulullah saw bersabda : “Puasa itu perisai.” Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Bahkan, dalam hadits Rasulullah saw yang lain disebutkan :
“…puasa merupakan benteng.” Hadits riwayat Bukhari.
Berkaitan dengan ini, ada baiknya kita merujuk paparan Ahmad Syarifuddin, tentang puasa dalam bukunya yang berjudul Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis, berikut pemaparannya :
“Bentuk perisai yang tumbuh dari aktivitas puasa menurut para pakar kesehatan ialah bertambahnya sel darah putih (leucosit/leukosit) dan diblokirnya suplai makanan untuk bakteri, virus dan sel kanker yang bersarang pada tubuh. Hal ini menjadikan orang-orang yang berpuasa memiliki daya tahan dan kekebalan tubuh yang meningkat. Karena itu, mereka kelihatan lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit seiring dengan ibadah puasa yang dijalaninya dengan baik.”

Sebuah penelitian di Universitas Osaka Jepang yang dilaksanakan pada tahun 1930 menyebutkan bahwa ada keterkaitan antara puasa dengan meningkatnya kekebalan tubuh. Lebih jauh penelitian itu menyebutkan :
“Setelah berpuasa memasuki hari ke-7, jumlah sel darah putih dalam darah orang-orang yang berpuasa meningkat. Pada minggu pertama (hari ke-1 sampai ke-6) berpuasa, tidak ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun pada hari ke-7 sampai ke-10, penambahan jumlah sel darah putihnya pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih ini secara otomatis meningkatkan kekebalan tubuh. Sel-sel darah putih ini berfungsi melawan peradangan yang ada dalam tubuh, sehingga banyak penyakit radang yang dapat disembuhkan dengan berpuasa, seperti radang tenggorokan, radang hidung, radang amandel, radang lambung yang kronis, radang usus kronis dan radang persendian.”

Rekomendasi hasil penelitian tersebut dapat dipahami bahwa semua orang yang melaksanakan puasa berturut-turut sampai lebih dari 7 hari, maka ia akan memiliki cadangan sel darah putih yang banyak dalam jumlah yang aman bagi tubuh (karena jika tubuh kelebihan sel darah putih, maka akan menyebabkan menderita penyakit kanker darah/leukemia). Bertambahnya sel darah putih akibat aktivitas puasa tersebut menjadi petunjuk bahwa sistem imunitas atau kekebalannya meningkat. Kekebalan inilah yang merupakan perisai bagi tubuh dari serangan penyakit, bahkan mampu menyembuhkan radang (inflammation).

Sel darah putih merupakan komponen utama dalam sistem kekebalan tubuh kita. Ada beberapa jenis sel darah putih, beberapa di antaranya adalah neutrofil, makrofag dan limfosit. Ketiga jenis sel darah putih tersebut memiliki mekanisme yang berlainan untuk melindungi tubuh. Neutrofil dan makrofag melindungi tubuh terhadap organisme penyusup seperti kuman-kuman virus, bakteri atau partikel asing lain dengan cara menelan subtansi tersebut. Sel-sel ini juga dapat menelan jaringan rusak atau mati yang ada di dalam tubuh. Proses menelan organisme itu dikategorikan sebagai fagositosis, dengan demikian makrofag dan neotrofil dikategorikan sebagai fagosit. Selain sebagai fagositosis, bakteri yang sudah ditelan oleh makrofag atau neutrofil kemudian akan dicerna. Tampaknya, fagosit harus selektif dalam memilih materi yang ditelan, karena jika tidak, beberapa sel atau struktur normal dalam tubuh akan ikut ditelan, seperti bakteri baik.

Sel dan partikel asing (antigen) tidak dikenali sebagai “diri” sehingga memperbesar kemungkinannya untuk ditelan. Begitu masuk ke dalam tubuh, bakteri akan ditempeli suatu antibodi, sehingga menjadikannya sangat rentan terhadap fagositosis. Sebuah neutrofil biasanya dapat menelan 5 sampai 20 bakteri sebelum menjadi inaktif dan mati. Makrofag jauh lebih kuat daripada neutrofil dan mampu menelan sampai 100 bakteri. Makrofag juga mampu menelan partikel yang jauh lebih besar, seperti parasit malaria dan jaringan tubuh yang rusak, sedangkan neutrofil tidak mampu menelan partikel yang ukurannya melebihi bakteri. Dengan puasa lebih dari 6 hari, maka jumlah neutrofil dan makrofag bertambah banyak, sehingga mampu menelan benda-benda asing yang masuk ke dalam darah yang membuat tubuh kita memiliki kekebalan terhadap serangan bibit penyakit dan partikel asing yang semakin baik.

Sumber : Armageddon 2 oleh Wisnu Sasongko dan sumber lainnya.

Tidak ada komentar: