01 Juli, 2013

PROSES PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI

        Untuk membangun rumah ibadah yang mula-mula dibangun adalah arah kiblatnya yaitu Ka’bah, lalu masjid dan segala isinya masjid yaitu Bumi dan segala isinya, lalu atapnya yaitu Atmosfer, kemudian teras, halaman dan perlengkapan halaman beserta lampu-lampu dan pagarnya yaitu Langit dan seluruh isinya. Assamaa’ dalam bahasa Arab adalah kata tunggal dan Asamaawaat adalah kata jamak atau lebih dari satu. Arti kata Assamaa’ dan Asamaawaat bisa berarti Atmosfer atau berarti Langit, tergantung kata-kata keterangan yang mengikutinya atau menyertainya. Dan 1 harinya malaikat tidak sama dengan 1 harinya manusia, 1 harinya malaikat sama kadarnya dengan 50.000 tahun waktunya manusia. Demikian juga dengan 1 masa di sisi Allah tidak sama dengan 1 harinya manusia, yang waktunya hanya 24 jam sehari semalam. Hari-harinya manusia yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu itu ada, setelah Allah ciptakan Langit dan seisinya, tepatnya setelah Allah ciptakan Bulan beserta gaya gravitasinya yang menyebabkan ada 50 minggu dan menjadi 12 bulan dalam 1 tahun Hijriyah. Untuk 1 masanya Allah itu bagaikan 1000 tahun menurut ungkapan perhitungan manusia atau seolah waktunya tak terbatas karena sangat luar biasa lamanya. Jadi, 1 masanya Allah, kapan dan lama waktunya hanya Allah Yang Maha Tahu. Al-Hajj ayat 47. Waktu siang dan malam hanya terjadi di Bumi, di angkasa luar tidak ada waktu siang dan malam.
 Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 30 :30. (Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya Langit dan Bumi itu dulu keduanya menyatu) dengan kepadatan tak terhingga (kemudian Kami pisahkan antara keduanya) disebut ledakan Big Bang (dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?).
 Qur’an surat Al-Ma’aarij ayat 4 :4. (Malaikat-malaikat dan Jibril naik) menghadap (kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun) dalam hitungan waktunya manusia. Qur’an surat Ali-Imran ayat 96 :96. (Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk) tempat beribadat (manusia, ialah Baitullah) Ka’bah (yang di Bakkah) Mekkah (yang diberkahi dan menjadi petunjuk) arah kiblat ketika beribadah (bagi semua manusia). Ayat ini turun untuk membantah ucapan Ahli Kitab (orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah dahulu), mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis - Yerusalem, oleh karena itu Allah membantahnya dengan menurunkan ayat tersebut di atas.
 Qur’an surat Al-Baqarah ayat 29 :29. (Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di Bumi untuk kalian dan Dia berkehendak menuju  Atmosfer, lalu Dia menjadikannya 7) lapis (Atmosfer dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu) Allah menciptakan Bumi dan segala isinya, setelah itu Allah menciptakan Atmosfer.
 Qur’an surat Al-Mulk ayat 3 :3. (Yang telah menciptakan 7 Atmosfer berlapis-lapis) memang ada 7 lapisan Atmosfer, yaitu : Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, Eksosfer, Magnetosfer (kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?)
 Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 32 :32. (Dan Kami menjadikan Atmosfer itu sebagai atap yang terpelihara) dari dahsyatnya radiasi sinar-sinar kosmis dan bahaya-bahaya yang berasal dari Matahari. Bahaya dari Matahari yang aktivitasnya yaitu, Matahari menyemburkan partikel energi tinggi dan partikel bermuatan listrik elektron ke Bumi yang dalam beberapa menit dapat melepaskan energi setara dengan miliaran bom Hidrogen yang disebut badai Matahari dan berdaya pengrusak terhadap Bumi dan pelontaran massa korona (Coronal Mass Ejections). Ketika radiasi-radiasi itu menghujam ke arah Bumi dihadang oleh lapisan Magnetosfer yang melindungi Bumi sehingga kita terhindar dari serangan mematikan dari angin (badai) Matahari. Magnetosfer merupakan selubung tak kasat mata yang dibentuk oleh medan magnet Bumi menjulur dari permukaan Bumi ke angkasa sejauh 95.000 km mengelilingi Bumi yang mempengaruhi pola segalanya, mulai dari komunikasi global hingga hewan dan cuaca. Setelah terbentuknya Bumi dan isinya, lalu Allah menciptakan Magnetosfer untuk menjadi pelindung (tameng 1) semua makhluk di Bumi dari serangan Matahari yang berbahaya termasuk badai Matahari. Magnetosfer memantulkan (membelokkan) sebagian besar radiasi badai Matahari yang menghampirinya tersebut ke luar angkasa dan pelindung (tameng 2) yaitu lapisan Atmosfer yang terdapat di ketinggian 80 km dari atas permukaan Bumi yang menyerap sisa radiasi badai Matahari langsung diarahkan ke Kutub Bumi lalu disaring oleh medan magnet Bumi yang rapat di sekitar Kutub, akibatnya terjadi tumbukan dengan lapisan Atmosfer menyebabkan badai Matahari (Solar Wind) yang semula berbahaya melepaskan energinya melalui cahaya berbagai warna yang disebut Aurora yang terlihat di Kutub Utara dan Kutub Selatan di malam hari. Magnetosfer juga sebagai tameng dari bahaya serangan benda-benda luar angkasa yang setiap hari berjatuhan ke Bumi, meteor-meteor batuan yang menuju ke arah Bumi dihadang Magnetosfer untuk kemudian dibakar habis menjadi debu oleh gesekan udara yang memiliki kecepatan putar lebih dari 1600 km per jam. Jadi dalam hal ini, Magnetosfer berfungsi sebagai atap atau tameng yang melindungi Bumi dan seisinya dari radiasi sinar-sinar kosmik yang dapat mengionisasi setiap partikel di Atmosfer dan membuatnya terlepas dari medan gravitasi. Adanya Magnetosfer sebagai atap, maka semua lapisan Atmosfer Bumi termasuk lapisan ozon tidak hilang dan menjadikan kehidupan di Bumi dapat berkembang sekompleks sekarang ini, sehingga aman dan nyaman untuk dihuni oleh makhluk-makhluk hidup termasuk manusia (sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda) kekuasaan Allah (yang terdapat padanya). Meteor ada 3 macam jenisnya, yaitu meteor batuan, meteor logam dan meteor campuran (batuan + logam), Biasanya, hanya meteor logam yang bisa menembus Atmosfer dan jatuh ke Bumi, tetapi jika meteor batuannya sangat besar atau super raksasa maka atas ijin Allah sangat bisa menembus Atmosfer lalu jatuh ke Bumi nanti pada hari ke-4 setelah 3 hari pecah perang Armageddon I dipertengahan bulan Ramadhan.
 Qur’an surat Al-Hajj ayat 65 :65.  (Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di Bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan benda-benda Langit jatuh ke Bumi, melainkan dengan izin-Nya) contohnya meteor-meteor dalam segala ukuran yang telah Allah izini jatuh ke Bumi sejak zaman purba dahulu maupun nanti di Magiddo (Israel), Laut Tengah (Mediterania) dan New York (Amerika Serikat) untuk mengazab orang-orang kafir Yahudi dan non Yahudi yang menjadi musuh Allah, rasul-Nya dan kaum muslimin (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia).
 Qur’an surat Fushshilat ayat 9-12 :
9.  (Katakanlah) Muhammad kepada orang-orang kafir itu ("Sesungguhnya patutkah kalian kafir kepada yang  menciptakan Bumi dalam 2 masa dan kalian adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? Yang bersifat demikian itu adalah Rabb semesta alam") yaitu Allah pencipta dan pemilik semesta alam.
 10. (Dan Dia menciptakan di Bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya) bagi penghuninya baik manusia maupun binatang di seluruh Bumi (dalam 4 masa yang genap) jumlahnya (bagi orang-orang yang bertanya) tentang penciptaan Bumi dalam 2 masa dan 2 masa lagi dalam menciptakan segala isinya Bumi, jadi Allah menciptakan Bumi dan segala isinya jumlahnya genap 4 masa.
 11. (Kemudian Dia menuju kepada penciptaan Langit dan Langit itu masih merupakan kabut) atau asap adalah benda gas, Langit dan Bumi diciptakan oleh Allah dari gas alam semesta atau Universal Gas/Gas Hidrogen (lalu Dia berkata kepadanya dan kepada Bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya) Bumi dan Langit (menjawab: "Kami datang dengan suka hati").
 12. (Maka Dia menjadikannya) menciptakan 7 tingkat Langit dan segala isinya (7 Langit dalam 2 masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap Langit urusannya. dan Kami hiasi Langit yang dekat) dengan Bumi (dengan Bintang-Bintang yang cemerlang) di luar angkasa (dan Kami memeliharanya) Al-Anbiyaa’ ayat 16 : Allah menciptakan mereka tidak main-main tetapi dengan keseimbangan dan perhitungan yang luar biasa akurat serta telah direncanakan dengan sangat cermat dan ketelitian yang sungguh tak terbayangkan karena alam semesta ini sangat sensitif terhadap perubahan angka sekecil apapun. Sumber : Majalah Hidayatullah hal. 45-50 edisi 11/XV Maret 2003 (dengan sebaik-baiknya) supaya Langit dan Bumi berjalan sesuai ketetapan Allah, tidak hancur dan lenyap sebelum hari Kiamat. Fathir 41. Allah menciptakan segala sesuatu dan menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. Al-Furqaan 2 (Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui).
 Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 12 :                
12. (Allah-lah yang menciptakan 7) tingkat (Langit dan seperti itu pula Bumi) ada 7 juga (perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu).
 Qur’an surat Huud ayat 7 :7. (Dan Dia lah yang menciptakan Langit dan Bumi dalam 6 masa) 2 masa dalam menciptakan Bumi + 2 masa dalam menciptakan segala isinya Bumi + 2 masa dalam menciptakan Langit dan segala isinya. Allah menciptakan Bumi dan segala isinya waktunya lebih lama daripada Allah menciptakan Langit dan segala isinya (dan adalah arsyuhu*) Iblis (di atas air)* kerajaan Iblis termasuk pusat istana dan singgasananya berada di atas air Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik. Tempat bertemunya 2 lautan yang beraliran air hangat (panas) dan dingin di Bumi yang dipilih Iblis dan setan-setan sebagai kawasan pusat-pusat pemerintahan kerajaan Iblis dan negaranya, karena tempat-tempat tersebut memberikan kekuatan kepada mereka. Iblis dan para pengikutnya oleh Allah dijadikan saringan dan Allah izini mereka untuk menggoda manusia ketika hidup di dunia. Untuk diketahui, mana orang-oramg yang mengikuti godaan Iblis dan mana orang-orang yang tidak mengikuti godaan Iblis dengan bertakwa kepada Allah (agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya, dan jika kamu) Muhammad (berkata) kepada penduduk Mekkah ("Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata") maksud ucapan mereka adalah, bahwa ucapan Nabi saw itu perkataan bohong, mereka tidak percaya dengan firman Allah dan sabda rasul-Nya.
 Keterangan * :
Jika arsyuhu (tidak memakai kata benda Al di depannya) di atas air ditafsirkan singgasana Allah di atas air, hal ini tidak benar, karena tidak sambung dengan tafsir ayat-ayat berikutnya. Di dalam Al-Qur’an, jika menyebut Arsyinya Allah, maka memakai kata benda Al di depan kata Arsyi (Al-A’raaf 54, At-Taubah 129, Ar-Ra’d 2, Thaahaa 5, As-Sajdah 4, Al-Hadiid 4, Al-Furqaan 59 dan lainnya). Allah bersemanyam di atas Al-Arsyi bukan di atas air dan kekuasaan Allah meliputi Langit dan Bumi. Mengapa Allah menciptakan Langit dan Bumi? Karena Allah telah menciptakan ruhnya Rasulullah saw. Jadi tidak mungkin Allah menciptakan air dahulu kemudian baru menciptakan Langit dan Bumi. Air dengan rumus molekul H2O (2 atom Hidrogen + 1 atom Oksigen), kedua materi tersebut ada di Langit dan di Bumi. Pertama-tama Allah menciptakan ruhnya Rasulullah saw, Surga untuk menempatkannya dalam kemuliaan Surgawi, dunia (Bumi seisinya termasuk air), dan banyak sekali ciptaan-ciptaan lainnya.
Sumber : Sabda Nabi Isa as dalam Injil Barnabas halaman 176 alinea ke-5. Qur’an surat Al-Baqarah ayat 255 :255. (Allah, tidak ada Tuhan) yang berhak disembah (melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus) makhluk-Nya (tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di Langit dan di Bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kekuasaan Allah meliputi Langit dan Bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar) Allah Maha Besar, lebih besar dari Langit dan Bumi termasuk air yang ada dalamnya dan Allah meliputi keduanya, jadi tidak mungkin Al-Arsyi Allah di atas air yang wujudnya lebih kecil dari Bumi.
 Qur’an surat Al-A’raaf ayat 54 :54. (Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan Langit dan Bumi dalam 6 masa, lalu Dia bersemayam di atas Al-Arsyi. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat) dengan Allah perintahkan Bumi untuk ber-rotasi atau berputar kepada dirinya sendiri sampai waktu yang ditentukan-Nya (dan) diciptakan-Nya pula (Matahari, Bulan dan Bintang-Bintang) masing-masing (tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam). Sebelum Allah menciptakan Langit dan segala isinya, termasuk Bulan, pada waktu itu Bumi ber-rotasi/berputar pada sumbunya (mengelilingi dirinya sendiri) selama sehari semalam waktunya hanya 6 jam. Setelah Allah menciptakan Bulan dan gaya gravitasinya, maka Bumi berputar pada sumbunya selama sehari semalam menjadi 24 jam, karena gaya gravitasi Bulan lah yang menarik air laut sehingga terjadilah ombak laut. Nah, ombak laut inilah yang memperlambat perputaraan Bumi, sehingga menjadi 12 bulan dalam 1 tahun. At-Taubah ayat 36.
 BENTUK BUMI ITU TIDAK BULAT TETAPI LONJONG ATAU ELIPSQur’an surat Ar-Ra’d ayat 41:41. (Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi daerah-daerah itu, lalu Kami kurangi tepi-tepi nya?) sedikit demi sedikit sejak Allah menciptakan Bumi, karena itu bentuknya Bumi berubah, dari bulat menjadi bentuk lonjong (bulat telur) atau elips. Penyelidikan ilmiah yang dilakukan terhadap bentuk Bumi membuktikan bahwa garis tengah yang menghubungkan ke-2 Kutub Bumi dengan perlahan berkurang secara tetap (Dan Allah menetapkan hukum) menurut kehendak-Nya (tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, dan Dia Maha cepat perhitungan-Nya). Bumi lah yang mengelilingi Matahari, bukan Matahari yang mengelilingi Bumi. Rotasi Bumi berputar kepada dirinya sendirilah yang menyebabkan gerakan semu harian Matahari yang terlihat oleh mata manusia disepanjang pagi hingga petang hari seolah-olah Matahari terbit disebelah timur, lama-kelamaan bergerak dan tenggelam di sebelah barat. Di abad ke-7 Masehi saat-saat Al-Qur’an diturunkan, orang-orang zaman itu belum memperoleh pengetahuan bahwa Bumi itu bulat telur yang berputar pada porosnya (rotasi) dan beredar mengikuti garis edarnya di sekeliling Matahari (revolusi), mereka mengira Bumi itu datar, kecuali Nabi saw karena pernah melihat bentuk dan pergerakan benda-benda Langit itu ketika Mi’raj menghadap Allah.
 Qur’an surat An-Naazi’aat ayat 30 :30. (Dan Bumi sesudah itu dijadikan-Nya bulat telur) atau elips tidak datar. Sumber : Al-Qur’an, Terpesona di Sidratul Muntaha oleh Agus Mustafa dan Al-Qur’an tentang Alam  Semesta oleh Muhammad Jamaluddin El-Fandy.

Tidak ada komentar: