01 Juli, 2013

PROSES PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI

Untuk membangun rumah ibadah yang mula-mula dibangun adalah arah kiblatnya yaitu Ka’bah, lalu masjid dan segala isinya masjid yaitu Bumi dan segala isinya, lalu atapnya yaitu Atmosfer, kemudian teras, halaman dan perlengkapan halaman beserta lampu-lampu dan pagarnya yaitu Langit dan seluruh isinya. Assamaa’ dalam bahasa Arab adalah kata tunggal dan Asamaawaat adalah kata jamak atau lebih dari satu. Arti kata Assamaa’ dan Asamaawaat bisa berarti Atmosfer atau berarti Langit, tergantung kata-kata keterangan yang mengikutinya atau menyertainya. Dan 1 harinya malaikat tidak sama dengan 1 harinya manusia, 1 harinya malaikat sama kadarnya dengan 50.000 tahun waktunya manusia. Demikian juga dengan 1 masa di sisi Allah tidak sama dengan 1 harinya manusia, yang waktunya hanya 24 jam sehari semalam. Hari-harinya manusia yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu itu ada, setelah Allah ciptakan Langit dan seisinya, tepatnya setelah Allah ciptakan Bulan beserta gaya gravitasinya yang menyebabkan ada 50 minggu dan menjadi 12 bulan dalam 1 tahun Hijriyah. Untuk 1 masanya Allah itu bagaikan 1000 tahun menurut ungkapan perhitungan manusia atau seolah waktunya tak terbatas karena sangat luar biasa lamanya. Jadi, 1 masanya Allah, kapan dan lama waktunya hanya Allah Yang Maha Tahu. Al-Hajj ayat 47. Waktu siang dan malam hanya terjadi di Bumi, di angkasa luar tidak ada waktu siang dan malam.

Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 30 :

30. (Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya Langit dan Bumi itu dulu keduanya menyatu) dengan kepadatan yang tidak terhingga (kemudian Kami pisahkan antara keduanya) Allah ledakkan dalam waktu sesaat yang dikenal dengan nama Teori Big Bang (dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapakah mereka tidak juga beriman?).

Qur’an surat Al-Ma’aarij ayat 4 :

4. (Malaikat-malaikat dan Jibril naik) menghadap (kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun) dalam hitungan waktunya manusia.

Qur’an surat Ali Imran ayat 96 :

96. (Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk) tempat beribadat (manusia, ialah Baitullah) Ka’bah (yang di Bakkah) Mekkah (yang diberkahi dan menjadi petunjuk) arah kiblat ketika beribadah (bagi semua manusia). Ayat ini turun untuk membantah ucapan Ahli Kitab (orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah dahulu), mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis - Yerusalem, oleh karena itu Allah membantahnya dengan menurunkan ayat tersebut di atas.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 29 :

29. (Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di Bumi untuk kalian dan Dia berkehendak menuju  Atmosfer, lalu Dia menjadikannya 7) lapis (Atmosfer dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu) Allah menciptakan Bumi dan segala isinya, setelah itu Allah menciptakan Atmosfer.

Qur’an surat Al-Mulk ayat 3 :

3. (Yang telah menciptakan 7 Atmosfer berlapis-lapis) memang ada 7 lapisan Atmosfer, yaitu : Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, Eksosfer, Magnetosfer (kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?).

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 22 :

22. (Dialah yang menjadikan Bumi sebagai firaasyaan) tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk dihuni makhluk-makhluk hidup karena memenuhi semua syarat dengan sempurna yang dibutuhkan semua penghuni Bumi untuk mendukung kelangsungan kehidupan (bagimu dan Atmosfer sebagai atap…) yang berfungsi untuk menghindarkan makhluk-makhluk hidup di Bumi dari segala marabahaya yang datang dari luar angkasa.

Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 32 :

32. (Dan Kami menjadikan Atmosfer itu sebagai atap yang terpelihara) dari dahsyatnya radiasi sinar-sinar kosmis dan bahaya-bahaya yang berasal dari Matahari. Bahaya dari Matahari yang aktivitasnya yaitu, Matahari menyemburkan partikel energi tinggi dan partikel bermuatan listrik elektron ke Bumi yang dalam beberapa menit dapat melepaskan energi setara dengan miliaran bom Hidrogen yang disebut badai Matahari dan berdaya pengrusak terhadap Bumi dan pelontaran massa korona (Coronal Mass Ejections). Ketika radiasi-radiasi itu menghujam ke arah Bumi dihadang oleh lapisan Magnetosfer yang melindungi Bumi sehingga kita terhindar dari serangan mematikan dari angin (badai) Matahari. Magnetosfer merupakan selubung tak kasat mata yang dibentuk oleh medan magnet Bumi menjulur dari permukaan Bumi ke angkasa sejauh 95.000 km mengelilingi Bumi yang mempengaruhi pola segalanya, mulai dari komunikasi global hingga hewan dan cuaca. Setelah terbentuknya Bumi dan isinya, lalu Allah menciptakan Magnetosfer untuk menjadi pelindung (tameng 1) semua makhluk di Bumi dari serangan Matahari yang berbahaya termasuk badai Matahari. Magnetosfer memantulkan (membelokkan) sebagian besar radiasi badai Matahari yang menghampirinya tersebut ke luar angkasa dan pelindung (tameng 2) yaitu lapisan Atmosfer yang terdapat di ketinggian 80 km dari atas permukaan Bumi yang menyerap sisa radiasi badai Matahari langsung diarahkan ke Kutub Bumi lalu disaring oleh medan magnet Bumi yang rapat di sekitar Kutub, akibatnya terjadi tumbukan dengan lapisan Atmosfer menyebabkan badai Matahari (Solar Wind) yang semula berbahaya melepaskan energinya melalui cahaya berbagai warna yang disebut Aurora yang terlihat di Kutub Utara dan Kutub Selatan di malam hari. Magnetosfer juga sebagai tameng dari bahaya serangan benda-benda luar angkasa yang setiap hari berjatuhan ke Bumi, meteor-meteor batuan yang menuju ke arah Bumi dihadang Magnetosfer untuk kemudian dibakar habis menjadi debu oleh gesekan udara yang memiliki kecepatan putar lebih dari 1600 km per jam. Jadi dalam hal ini, Magnetosfer berfungsi sebagai atap atau tameng yang melindungi Bumi dan seisinya dari radiasi sinar-sinar kosmik yang dapat mengionisasi setiap partikel di Atmosfer dan membuatnya terlepas dari medan gravitasi. Adanya Magnetosfer sebagai atap, maka semua lapisan Atmosfer Bumi termasuk lapisan ozon tidak hilang dan menjadikan kehidupan di Bumi dapat berkembang sekompleks sekarang ini, sehingga aman dan nyaman untuk dihuni oleh makhluk-makhluk hidup termasuk manusia (sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda) kekuasaan Allah (yang ada padanya). Meteor ada 3 macam jenisnya, yaitu meteor batuan, meteor logam dan meteor campuran (batuan + logam), Biasanya, hanya meteor logam yang bisa menembus Atmosfer dan jatuh ke Bumi, tetapi jika meteor batuannya sangat besar atau super raksasa maka atas ijin Allah sangat bisa menembus Atmosfer lalu jatuh ke Bumi nanti pada hari ke-4 setelah 3 hari pecah perang Armageddon I dipertengahan bulan Ramadhan.

Qur’an surat Al-Hajj ayat 65 :

65. (Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di Bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan benda-benda Langit jatuh ke Bumi, melainkan dengan izin-Nya) contohnya meteor-meteor dalam segala ukuran yang telah Allah izini jatuh ke Bumi sejak zaman purba dahulu maupun nanti di Magiddo (Israel), Laut Tengah (Mediterania) dan New York (Amerika Serikat) untuk mengazab orang-orang kafir Yahudi dan non Yahudi yang menjadi musuh Allah, rasul-Nya dan kaum muslimin (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia).

Qur’an surat Fushshilat ayat 9-12 :

9.  (Katakanlah) Muhammad kepada orang-orang kafir itu (“Sesungguhnya patutkah kalian kafir kepada yang  menciptakan Bumi dalam 2 masa dan kalian adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? Yang bersifat demikian itu adalah Rabb semesta alam”) yaitu Allah pencipta dan pemilik semesta alam.

10. (Dan Dia menciptakan di Bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya) bagi penghuninya baik manusia maupun binatang di seluruh Bumi (dalam 4 masa yang genap) jumlahnya (bagi orang-orang yang bertanya) tentang penciptaan Bumi dalam 2 masa dan 2 masa lagi dalam menciptakan segala isinya Bumi, jadi Allah menciptakan Bumi dan segala isinya jumlahnya genap 4 masa.

11. (Kemudian Dia menuju kepada penciptaan Langit dan Langit itu masih merupakan kabut) atau asap adalah benda gas, Langit dan Bumi diciptakan oleh Allah dari gas alam semesta (Universal Gas) atau Gas Hidrogen (lalu Dia berkata kepadanya dan kepada Bumi : “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya) Bumi dan Langit (menjawab : “Kami datang dengan suka hati”).

12. (Maka Dia menjadikannya) menciptakan 7 tingkat Langit dan segala isinya (7 Langit dalam 2 masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap Langit urusannya. dan Kami hiasi Langit yang dekat) dengan Bumi (dengan Bintang-Bintang yang cemerlang) di luar angkasa (dan Kami memeliharanya) Al-Anbiyaa’ 16 dan Ad-Dukhaan 38 : Allah menciptakan Langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya tidak dengan bermain-main tetapi dengan keseimbangan dan perhitungan yang luar biasa akurat serta telah direncanakan dengan sangat cermat dan ketelitian yang sungguh tak terbayangkan karena alam semesta ini sangat sensitif terhadap perubahan angka sekecil apapun. Sumber : Majalah Hidayatullah hal. 45-50 edisi 11/XV Maret 2003 (dengan sebaik-baiknya) supaya Langit dan Bumi berjalan sesuai ketetapan Allah, tidak hancur dan lenyap sebelum hari Kiamat, Fathir 41. Allah tidak menciptakan keduanya melainkan dengan benar, tetapi kebanyakan mereka (terutama orang-orang kafir) tidak mengetahui, Ad-Dukhaan 39. Allah menciptakan segala sesuatu dan menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya, Al-Furqaan 2 (Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui).

Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 2 :

2. (Allah-lah yang meninggikan Langit tanpa tiang) Luqman 10, Al-Ghaasyiyah 18, An-Naazi’aat 28, Ar-Rahmaan 7, semua benda Langit terpisah antara yang satu dengan lain dan ditahan dalam kedudukan nisbinya oleh gaya sentrifugal dan gravitasi alam semesta (Universal Gravitation) yang tidak terlihat mata yang dihasilkan oleh perputaran dalam garis edar yang terbentuk semi lingkaran (elips), inilah sesungguhnya yang dapat dianggap sebagai tiang-tiangnya Langit (sebagaimana yang kalian lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Al-‘Arsyi…).

Qur’an surat An-Naazi’aat ayat 27 :

27. (Apakah kalian yang lebih sulit penciptaanya ataukah Langit?) penciptaan Langit lebih sulit daripada penciptaan manusia (Allah telah membinanya).

Qur’an surat Qaaf ayat 6 :

6. (Maka apakah mereka tidak memperhatikan Langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami membangunnya dan menghiasinya) dengan Bintang-bintang, Bulan dan benda-beda Langit lainnya (dan Langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?).

Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 12 :                   

12. (Allah-lah yang menciptakan 7) tingkat (Langit dan seperti itu pula Bumi) ada 7 juga (perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu).

Qur’an surat Huud ayat 7 :

7. (Dan Dia lah yang menciptakan Langit dan Bumi dalam 6 masa) 2 masa dalam menciptakan Bumi + 2 masa dalam menciptakan segala isinya Bumi + 2 masa dalam menciptakan Langit dan segala isinya. Allah menciptakan Bumi dan segala isinya waktunya lebih lama daripada Allah menciptakan Langit dan segala isinya (dan adalah ‘arsyuhu*) Iblis (di atas air)* kerajaan Iblis termasuk pusat istana dan singgasananya berada di atas air Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik. Tempat bertemunya 2 lautan yang beraliran air hangat (panas) dan dingin di Bumi yang dipilih Iblis dan setan-setan sebagai kawasan pusat-pusat pemerintahan kerajaan Iblis dan negaranya, karena tempat-tempat tersebut memberikan kekuatan kepada mereka. Iblis dan para pengikutnya oleh Allah dijadikan saringan dan Allah izini mereka untuk menggoda manusia ketika hidup di dunia. Untuk diketahui, mana orang-oramg yang mengikuti godaan Iblis dan mana orang-orang yang tidak mengikuti godaan Iblis dengan bertakwa kepada Allah (agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya, dan jika kamu) Muhammad (berkata) kepada penduduk Mekkah (“Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata : “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”) maksud ucapan mereka adalah, bahwa ucapan Rasulullah saw itu perkataan dusta, karena mereka tidak beriman (mendustakan) Firman Allah dan sabda rasul-Nya.

Keterangan * :

Jika ‘arsyuhu (tidak memakai kata benda Al di depannya) di atas air ditafsirkan singgasana Allah di atas air, hal ini tidak benar, karena tidak sambung dengan tafsir ayat-ayat berikutnya. Di dalam Al-Qur’an, jika menyebut ‘Arsyinya Allah, maka memakai kata benda Al di depan kata ‘Arsyi (Al-A’raaf 54, At-Taubah 129, Ar-Ra’d 2, Thaahaa 5, As-Sajdah 4, Al-Hadiid 4, Al-Furqaan 59 dan lainnya). Allah bersemanyam di atas Al-‘Arsyi bukan di atas air dan kekuasaan Allah meliputi Langit dan Bumi. Mengapa Allah menciptakan Langit dan Bumi? Karena Allah telah menciptakan ruhnya Rasulullah saw. Jadi tidak mungkin Allah menciptakan air dahulu kemudian baru menciptakan Langit dan Bumi. Air dengan rumus molekul H2O (2 atom Hidrogen + 1 atom Oksigen), kedua materi tersebut ada di Langit dan di Bumi. Pertama-tama Allah menciptakan ruhnya Rasulullah saw, Surga untuk menempatkannya dalam kemuliaan Surgawi, dunia (Bumi seisinya termasuk air), dan banyak sekali ciptaan-ciptaan lainnya.

Sumber : Sabda Nabi Isa as dalam Injil Barnabas halaman 176 alinea ke-5.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 255 :

255.(Allah, tidak ada Tuhan) yang berhak disembah (melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus) makhluk-Nya (tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di Langit dan di Bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kekuasaan Allah meliputi Langit dan Bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar) Allah Maha Besar, lebih besar dari Langit dan Bumi termasuk air yang ada dalamnya dan Allah meliputi keduanya, jadi tidak mungkin Al-‘Arsyi Allah di atas air yang wujudnya lebih kecil dari Bumi.

Qur’an surat Al-A’raaf ayat 54 :

54. (Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan Langit dan Bumi dalam 6 masa, lalu Dia bersemayam di atas Al-‘Arsyi. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat) dengan Allah perintahkan Bumi untuk ber-rotasi atau berputar kepada dirinya sendiri sampai waktu yang ditentukan-Nya (dan) diciptakan-Nya pula (Matahari, Bulan dan Bintang-Bintang) masing-masing (tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam). Sebelum Allah menciptakan Langit dan segala isinya, termasuk Bulan, pada waktu itu Bumi ber-rotasi/berputar pada sumbunya (mengelilingi dirinya sendiri) selama sehari semalam waktunya hanya 6 jam. Setelah Allah menciptakan Bulan dan gaya gravitasinya, maka Bumi berputar pada sumbunya selama sehari semalam menjadi 24 jam, karena gaya gravitasi Bulan lah yang menarik air laut sehingga terjadilah ombak laut. Nah, ombak laut inilah yang memperlambat perputaraan Bumi, sehingga menjadi 12 bulan dalam 1 tahun. At-Taubah ayat 36.

BENTUK BUMI ITU TIDAK BULAT TETAPI LONJONG ATAU ELIPS

Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 41 :

41. (Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi daerah-daerah itu, lalu Kami kurangi tepi-tepi nya?) sedikit demi sedikit sejak Allah menciptakan Bumi, karena itu bentuknya Bumi berubah, dari bulat menjadi bentuk lonjong (bulat telur) atau elips. Penyelidikan ilmiah yang dilakukan terhadap bentuk Bumi membuktikan bahwa garis tengah yang menghubungkan ke-2 Kutub Bumi dengan perlahan berkurang secara tetap. Hal itu karena Bumi berputar pada porosnya, yang mengakibatkan Bumi menjadi benjol karena gaya sentrifugal, suatu gaya mendorong keluar sama dengan gerakan mobil ketika membelok ke kiri secara tiba-tiba. Karena perputaran Bumi, muncul sebuah gaya keluar yang maksimum di Katulistiwa Bumi, membuat benjolan keluar di daerah Katulistiwanya seperti bola basket yang diduduki. Bentuk ini disebut bola dengan benjolan melintang (oblatespheroid). Kutub di bagian atas dan bawah planet Bumi lebih memapat, sedangkan equator di tengah Bumi lebih menggelembung (Dan Allah menetapkan hukum) menurut kehendak-Nya (tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, dan Dia Maha cepat perhitungan-Nya).

Dan Bumi lah yang mengelilingi Matahari, bukan Matahari yang mengelilingi Bumi. Rotasi Bumi berputar kepada dirinya sendirilah yang menyebabkan gerakan semu harian Matahari yang terlihat oleh mata manusia di sepanjang pagi hingga petang hari seolah-olah Matahari terbit di sebelah timur, lama-kelamaan bergerak dan tenggelam di sebelah barat. Di abad ke-7 Masehi saat-saat Al-Qur’an diturunkan, orang-orang zaman itu belum memperoleh pengetahuan bahwa Bumi itu bulat telur yang berputar pada porosnya (rotasi) dan beredar mengikuti garis edarnya di sekeliling Matahari (revolusi), mereka mengira Bumi itu datar, kecuali Nabi saw karena pernah melihat bentuk dan pergerakan benda-benda Langit itu ketika Mi’raj menghadap Allah.

Qur’an surat An-Naazi’aat ayat 30 :

30. (Dan Bumi sesudah itu dijadikan-Nya bulat telur) berbentuk seperti telur burung unta atau elips tidak datar. Kata Arab untuk bulat telur adalah ’dahaha’, yang artinya ‘telur burung unta’, bentuk telur burung unta menyerupai bentuk Bumi. Al-Qur’an menerangkan dengan benar bentuk dari Bumi kita, meskipun pada masa itu Bumi diyakini berbentuk datar oleh sebagian besar manusia karena ketidaktahuan manusia zaman dahulu dan sebagian manusia zaman sekarang.

Qur’an surat Az-Zumar ayat 5 :

5.  (Dia menciptakan Langit dan Bumi dengan) tujuan (yang benar, Dia menggulungkan malam atas siang dan menggulungkan siang atas malam…) kata Arab ‘Kawwara’ artinya ‘menggulung/melilit’ atau ‘bertumpang-tindi’ seperti melilitnya kain serban mengelilingi kepala, jadi kata menggulung/melilit menunjukkan bahwa Bumi itu bulat. Tumpang-tindih atau melilitnya siang dengan malam hanya dapat terjadi jika Bumi berbentuk bulat. Bumi tidak tepat bulat seperti bola, melainkan agak gepeng pada kedua Kutubnya. Jika malam dan siang dapat saling menggulung, pastilah karena keduanya berada pada satu tempat yang bulat secara bersama-sama. Bagaimana mungkin keduanya dapat saling menggulung jika berada pada tempat yang datar? Dari keterangan ayat tersebut juga dapat diperoleh kesimpulan bahwa, pada permukaan Bumi ini setiap saat, separuh permukaannya senantiasa malam hari dan separuh lagi permukaannya adalah senantiasa siang hari.

Qur’an surat Al-Ahqaaf ayat 33 :

33. (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan Langit dan Bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya) Allah tidak merasa kesulitan karena mudah menciptakan keduanya, maka bukankah Allah (kuasa) pula (menghidupkan orang-orang mati? Ya, sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Qur’an surat Qaaf ayat 38 :

38. (Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan Langit dan Bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan).

Qur’an surat Adz-Dzariyaat 47 :

47. (Dan Langit itu Kami bangun dengan kekuasaan) Kami (dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya) bukti ilmiah bahwa galaksi-galaksi satu sama lain bergerak menjauh, sehingga alam semesta ini ukurannya bertambah besar atau berekspansi tak terbatas. Galaksi-galaksi yang dekat dengan Bimasakti menjauh dengan kecepatan sekian juta mil/jam. Galaksi-galaksi yang letaknya lebih jauh lagi mengalami hal yang sama, akan tetapi kecepatannya melebihi 200 juta mil/jam, dan kecepatan galaksi-galaksi yang letaknya lebih jauh itu, yaitu yang jaraknya 2x lipat dari yang terdahulu. Dan yang di luar batas-batas itu, maka kecepatan galaksi bergerak dapat mendekati kecepatan cahaya. Sehingga cahaya yang datang dari galaksi tersebut tidak dapat mencapai penglihatan kita. Tetapi ruang angkasa yang ditinggalkan oleh galaksi-galaksi tersebut yang karena mengalami proses perluasan, tetap akan penuh berisi dengan galaksi-galaksi yang berjumlah lebih dari 100 milyar, kira-kira sama seperti yang kita lihat sekarang, yang masing-masing terpisah dan terasing antara yang satu dengan yang lain. Hal ini disebabkan, bersamaan dengan galaksi yang menghilang keluar batas penglihatan kita, Allah menciptakan galaksi lagi, maka secara berangsur-angsur galaksi baru pun muncul yang terbuat dari gas alam semesta yang bertugas mengganti susunan galaksi lama.

 

Sumber : Al-Qur’an, Terpesona di Sidratul Muntaha oleh Agus Mustafa, Al-Qur’an tentang Alam Semesta oleh Muhammad Jamaluddin El-Fandy dan berbagai sumber.

Tidak ada komentar: