30 Desember, 2015

ATMOSFER SEBAGAI PELINDUNG

Apa jadinya kalau Bumi ini tiak memiliki Atmosfer? Bisa dipastikan tidak akan ada kehidupan di planet ini. Sebagaimana di planet-planet lain yang tidak memilikinya. Atmosfer memiliki manfaat yang sangat banyak buat kehidupan kita.
Yang pertama : Atmosfer menyediakan udara buat makhluk hidup di dalamnya. Manusia membutuhkan oksigen untuk melangsungkan kehidupannya. Oksigen itu  terdapat di Atmosfer kita sebesar 21%. Yang terbanyak adalah gas Nitrogen, sekitar 78%. Dan sisanya adalah gas-gas lain sebesar 1%. Sudah pasti manusia tanpa Oksigen tidak bisa hidup. Tetapi, mengapa di dalam Atmosfer kita cuma terkandung 21%? Mengapa tidak lebih banyak lagi, misalnya yang 78% itu bukan Nitrogen, melainkan Oksigen. Sebaliknya, Nitrogennya cukup 21% saja? Ternyata, komposisi gas-gas dalam Atmosfer kita itu sudah didisain oleh Allah dengan ukuran yang ideal bagi berlangsungnya kehidupan. Kalau seandainya komposisi Oksigen dan Nitrogen terbalik, maka yang terjadi bukanlah berkah, melainkan bencana. Mengapa bisa begitu? Bukankah Oksigen diperlukan oleh manusia?
Ya, memang. Tetapi kalau kebanyakan justru menyebabkan kehancuran lingkungan kita. Jika jumlah Oksigen di dalam Atmosfer terlalu besar, maka udara di sekitar kita akan menjadi sangat reaktif. Sebagai contoh, adalah proses korosi alias karatan. Besi atau logam pada umumnya, mengalami korosi akibat bereaksi dengan Oksigen. Reaksinya disebut sebagai reaksi oksidasi. Jika kandungan Oksigen meningkat, maka kecepatan korosi logam-logam di sekitar kita juga akan meningkat. Seperti besi yang direndam di dalam air. Atau bahkan lebih cepat lagi, sehingga, dalam komposisi Oksigen yang berlebihan sebagian besar logam-logam di sekitar kita akan mengalami kehancuran yang sangat dramatis. Semua logam itu akan hancur “dimakan” korosi. Bahkan bukan hanya logam, berbagai reaksi oksidasi terhadap makanan, minuman, bahkan bebatuan, akan terjadi secara besar besaran. Maka, sungguh bukan berkah yang kita peroleh, melainkan bencana jika Oksigen lebih dari 21%. Allah selalu menjaga agar kadar Oksigen di dalam Atmosfer kita tidak melampaui batas.

Sebaliknya, jika kandungan Oksigen di dalam Atmosfer kita terlalu sedikit, juga akan menimbulkan bencana, karena manusia akan sulit bernafas, dan berbagai reaksi oksidasi yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup kita juga akan terhambat. Itu kalau kita berbicara tentang komposisi Atmosfer, padahal bukan hanya itu yang mengagumkan dari desain udara yang meliputi Bumi itu. Allah mengatakan di dalam firman-Nya, bahwa Atmosfer juga berfungsi sebagai pelindung. Melindungi terhadap apa? Terhadap bahaya-bahaya yang datang dari angkasa luar. Misalnya, batu-batu meteor yang jatuh ke Bumi atau juga sinar-sinar yang membahayakan kehidupan manusia. Setiap saat, selalu ada saja batu-batu angkasa yang jatuh ke arah Bumi. Memang, di angkasa luar sana banyak sekali batu berseliweran, terutama yang berukuran kecil dan sedang, yang sering ‘menyerang’ planet Bumi, dan juga planet-planet lain. Bahkan Bulan juga termasuk yang sering dibombardirkan oleh batu-batu angkasa itu.
Di berbagai planet yang tidak punya Atmosfer, termasuk satelit Bumi, yaitu Bulan, batu-batu yang berjatuhan itu bisa sampai ke permukaan tanahnya. Kalau hal itu terjadi di Bumi tentu sangat membahayakan. Setiap saat kepala kita bisa terancam oleh berbagai ukuran batu angkasa. Untunglah kita punya Atmosfer yang melindungi Bumi. Atmosfer telah menyelamatkan kita dari ancaman itu. Setiap ada batu yang datang ke arah Bumi, mereka pasti akan dihadang oleh Atmosfer. Untung juga, Bumi kita berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga Atmosfernya juga ikut berputar. Perputaran ini ternyata memunculkan mekanisme yang sangat hebat untuk menghancurkan berbagai batu angkasa yang menyerang Bumi. Setiap ada batu yang jatuh ke Bumi, akan mengalami gesekan yang keras, sehingga bebatuan itu terbakar. Dan karena ketinggian Atmosfer itu mencapai sekitar 1000 km, maka batu yang terbakar itu seringkali tidak sempat menyentuh tanah. Mereka sudah habis terbakar menjadi abu ketika masih di angkasa Bumi. Maka, selamatlah kita. Kecuali, batu yang jatuh ke Bumi itu berukuran raksasa, misalnya, berdiameter 1 km, tentu akan membawa masalah yang serius terhadap kehidupan manusia di Bumi.

Perlindungan Atmosfer kepada kita bukan hanya terhadap serangan bebatuan angkasa, melainkan juga terhadap berbagai sinar yang membahayakan. Misalnya sinar ultraviolet dan berbagai radiasi kosmis. Dalam Q.S. Al- Baqarah ayat 29, setelah menciptakan Bumi, Allah mengarah ke Langit, lantas diciptakanlah Langit (Atmosfer) dengan bertingkat-tingkat sebanyak 7 lapis. Dalam pemahaman ilmu pengetahuan modern memang Atmosfer kita diketahui memiliki 7 lapisan, yaitu Trosposfer, Strastosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, Eksofer, dan Magnetosfer. Setiap lapis Langit memiliki fungsi yang berbeda. Semuanya untuk kepentingan kehidupan manusia di muka Bumi. Bagian yang paling bawah, Troposfer misalnya, memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan hidup manusia di permukaan Bumi. Di antaranya adalah mengandung kadar Oksigen untuk mencukupi kebutuhan bernafas, juga untuk menjaga kestabilan kelembaban udara dan temperatur ideal. Lapisan ini memiliki komposisi paling besar dari jumlah udara yang terkandung di dalam Atmosfer, yaitu 90 persen. Angin, hujan, salju dan berbagai parameter cuaca hanya terjadi di lapisan ini. Secara umum, Troposfer berperan sangat besar untuk keberlangsungan iklim dan cuaca di Bumi. Jika lapisan ini kacau, iklim dan cuaca juga akan kacau.

Qur’an surat Fushilat ayat 12 :
12.  (Maka dia menjadikannya tujuh Langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap Langit urusannya. dan kami hiasi Langit) dunia (yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui). Di antara lapisan-lapisan itu, bagian yang paling luar berfungsi untuk melindungi Bumi dari bahaya angkasa luar. Hal ini juga difirmankan Allah.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 29 :
 (Dialah yang menjadikan Bumi sebagai hamparan bagimu dan Langit sebagai atap…).

Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 32 :
 (“Dan Kami menjadikan Langit itu sebagai atap yang terpelihara) dari benda-benda angkasa yang setiap hari menjatuhinya serta berbagai sinar dan radiasi yang membahayakan Bumi dan seisinya (sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda) kekuasaan Allah ( yang terdapat padanya”).


Sumber : Buku oleh Agus Mustofa

Tidak ada komentar: