31 Januari, 2015

FAEDAH SHALAT TAHAJUD SECARA ILMIAH

Qur’an surat Al-Israa’ ayat 79 :
79.  (Dan pada sebahagian malam hari Tahajudlah kalian dengan membacanya) Al-Qur’an (sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji) yaitu dengan Allah up grade atau muliakan ilmu, pangkat, jabatan, usaha dan apa saja yang ada pada diri orang yang ahli Tahajud tersebut di dunia dan di akhirat mendapat tempat yang terpuji di sisi Allah.
Qur’an surat Al-Muzzammil ayat 6-7 :
5.      (Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat) untuk khusyuk (dan bacaan di waktu itu lebih berkesan).
6.      (Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang) mempunyai banyak kesibukan.
Qur’an surat Al-Insaan ayat 26 :
26.  (Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kamu kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari).

Sebagaimana telah disebutkan, dalam keadaan tidur tidak lelap, detak jantung mengalami percepatan dan cenderung berdetak secara tidak teratur. Namun, ketika seseorang bangun tidur dan mendirikan shalat malam, Allah menjaganya dari peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Jika seorang penderita penyakit jantung atau tekanan darah tinggi bangun dari tidurnya di malam hari kemudian mendirikan shalat Tahajud, niscaya risiko serangan jantung dan hipertensi menjadi lebih sedikit. Dengan kata lain, shalat malam akan menjaga kita dari serangan hipertensi, penyakit jantung, segala penyakit turunannya. Dan sebagaimana telah disebutkan di depan, selama periode tidur tidak lelap yang berlangsung di 1/3 malam terakhir, tarikan napas semakain cepat dan cenderung tidak teratur. Selain itu, pada periode tidur tidak lelap, pergerakan serabut fimbria * melemah padahal lapisan lendir dan bulu-bulu halus (silia) itu berfungsi untuk membentengi manusia dari serangan virus, mikroba, zat-zat kimia dan debu. Fungsi fimbria ibaratnya penjaga gerbang yang menghalau orang asing memasuki rumah atau gedung, Fimbria bertugas menghalau orang asing yang dapat mengganggu dan membahayakan keamanan rumah atau gedung. Karena itulah shalat malam berfaedah untuk melancarkan kembali fungsi fimbria sehingga tubuh terlindung dari berbagai materi yang berbahaya. Hal ini tidak berlaku bagi seorang perokok, karena serabut fimbrianya telah berhenti bekerja, karena silia itu sangat halus dan mudah rusak. Sehingga zat kimia beracun dalam rokok menyumbat silia yang menyebabkan lendir, kotoran, zat-zat kimia, debu, mikroba dan virus akan menumpuk di paru-paru perokok.
*Serabut fimbria = Di sepanjang saluran pernapasan terdapat lapisan lendir dan silia, selaput lendir bertugas menangkap zat-zat asing yang masuk ke saluran pernapasan, agar tidak menumpuk di saluran pernapasan maka bulu-bulu halus atau silia bertugas dengan setiap detiknya selalu bergerak seirama menuju ke arah tenggorokan, dengan cara ini, lendir yang mengandung zat-zat asing berbahaya tersebut tersedot ke arah tenggorokan lalu kita telan terus masuk ke saluran pencernakan terus ke lambung dan akan dihancurkan oleh asam lambung, sehingga saluran pernapasan akan terbebas dari zat-zat asing berbahaya. Setiap sel yang berada di bawah lapisan lendir memiliki sekitar 200 silia di sepanjang saluran pernapasan.

Dalam keadaan tidur tidak lelap juga terjadi penyempitan saluran pernapapasan (bronchispasm adalah kontraksi spasmodic otot polos bronki, seperti yang dialami oleh penderita asma) karena pada saat yang sama, jaringan saraf yang berkerja adalah sistem saraf parasimpatetik. Dalam keadaan seperti ini orang yang menderita asma cenderung sering mengalami serangan. Maka, ketika seorang muslim bangun pada malam hari untuk mendirikan shalat Tahajud, ia memulainya dengan bersuci, siwak, dan wudhu secara sempurna yang di dalamnya termasuk membersihkan hidung (istinsyak dan istintsar) sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Ashim ibn Luqaith ibn Shibrah dari ayahnya, Luqaith ibn Shibrah bahwa ia berkata kepada Rasulullah saw : “Wahai Rasulullah saw, sampaikanlah kepadaku sesuatu tentang wudhu”.
Rasulullah saw menjawab :
“Sempurnakanlah wudhu, bersihkanlah sela-sela jari (tangan dan kaki), dan sempurnakanlah istinsyaq, kecuali jika kalian berpuasa”. Hadits riwayat At-Tirmidzi.
Tentu saja membersihkan hidung dengan istinsyaq secara sempurna memiliki faedah yang sangat besar untuk menghilangkan bakteri, kotoran, juga debu yang menempel pada hidung dan saluran pernapasan. Dengan demikian, kita akan terhindar dari penyakit alergi, nyeri dada karena sesak napas atau asma. Ketika seorang muslim bangun di malam hari dan kemudian mendirikan shalat Tahajud, ia akan terjaga dari serangan penyakit saluran pernapasan karena wudhu dan shalat malam melindungi sistem pernapasannya dari alergi atau penyempitan saluran napas. Seperti itulah hasil temuan beberapa dokter di Universitas Iskandaria. Dan jangan dilupakan, shalat malam dan sujud akan melindungi paru-paru dari serangan penyakit, karena pada posisi sujud, darah mengalir lancar menuju ruangan pertama paru-paru sehingga lebih banyak Oksigen yang diserapnya. Dengan begitu, kita terjaga dari risiko penyakit sesak napas, juga radang atau kanker paru-paru. Ketika kita menarik napas ada sekitar 100 trilyun molekul udara yang masuk ke dalam tubuh kita. Dari angka ini, ada sekitar 21 trilyunnya merupakan molekul Oksigen. Ketika kita bernapas biasa, saat itu terjadi pertukaran Oksigen, Karbondioksida dan uap air yang tanpa henti.

Shalat malam dapat mengurangi risiko terkena penyakit pembekuan darah (blood coagulation) adalah suatu proses ketika berbagai factor koagulasi darah berinteraksi menyebabkan terbentuknya bekuan yang tidak larut atau penyakit penyumbatan pembuluh darah, karena lambatnya proses peredaran darah selama tidur, pertambahan tingkat kekentalan darah dan kurangnya aliran darah atau disebabkan oleh persoalan pernapasan yang menyebabkan sedikitnya darah yang kembali dari kepala untuk diedarkan oleh jantung. Faedah lain shalat malam adalah menjaga kestabilan kadar gula dalam darah, karena shalat malam dapat menurunkan produksi hormon kartisol yang bertambah selama beberapa jam periode tidur. Kebiasaan bangun malam untuk mendirikan shalat Tahajud dapat mengurangi bertambahnya kadar gula secara tiba-tiba yang sangat membahayakan penderita diabetes. Shalat malam juga dapat menurunkan tekanan darah serta menjaga fungsi jantung. Bangun dan kemudian shalat malam juga akan meningkatkan kekuatan berpikir dan kekuatan memori otak.

Shalat malam dapat meningkatkan fungsi otak yang sangat beragam karena dalam shalat malam dan dzikir kita membaca dan berupaya memahami makna Al-Qur’an, melafalkan doa-doa, seraya mengulang-ulang dzikir pagi hari. Dengan demikian, kebiasaan shalat malam dapat mencegah kita dari serangan penyakit Alzheimer (kepikunan), stroke, depresi, dan sejenisnya. Kemudian, shalat malam juga dapat mengurangi kadar lemak dalam tubuh yang menyerang darah, terutama pada saat-saat setelah makan malam yang kadarnya meningkat cukup pesat. Keadaan itu sangat berbahaya bagi penderita jantung koroner. Bangun malam dapat melancarkan peredaran darah dan menurunkan detak jantung hingga kadar yang normal karena kondisi jiwa yang terjaga tetap tenang. Ketenangan jiwa berdampak besar pada kelancaran kinerja jantung dan peredaran darah. Selanjutnya, shalat malam juga dapat menjaga kelenturan dan kesehatan semua persendian tubuh. Shalat malam sangat bermanfaat bagi orang yang menderita nyeri sendi dan reumatik, karena semua bagian tubuh digerakkan ketika shalat dan karena air yang dibasuhkan pada muka dan bagian-bagian tubuh lain dalam wudhu. Shalat malam merupakan obat yang sangat efektif untuk menyembuhkan apa yang disebut sebagai gejala penyakit modern, berupa stres dan gangguan kejiwaan. Sebab, shalat malam meliputi berbagai gerakan yang dilakukan secara teratur, antara gerakan yang berat, sedang dan ringan. Dengan begitu, siapapun yang melalukannya akan terhindar dari penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas.

Dalam sebuah buku yang berjudul Rahasia Pengobatan Alami, sebuah buku dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh beberapa penulis Amerika, cetakan 1993 menyebutkan bahwa bangun tidur di malam hari, kemudian melakukan beberapa latihan tubuh sederhana, seperti menggerakkan tangan dan kaki, juga badan di dalam rumah, membasuh beberapa bagian tubuh dengan air dingin, serta melakukan latihan napas akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh. Jika anjuran para dokter Amerika itu kita perhatikan secara saksama, sesungguhnya nasehat mereka itu sangat sesuai dengan praktik shalat malam yang diawali dengan wudhu. Belasan abad yang lampau Rasulullah saw telah menyampaikan rahasia dan hikmah shalat malam bagi kesehatan tubuh.
Rasulullah saw bersabda :
“Dirikanlah shalat malam karena shalat malam adalah kebiasaan orang saleh sebelum kalian, mendekatkan kepada Allah, menghapus dosa, kifarat atas keburukan dan akan mengusir penyakit dari tubuh”. Hadits riwayat Al-Hakim, Al-Baihaqi, Al-Thabrani dan At-Tirmidzi.

Dan sebagaimana telah kita ketahui, ketika tidur di malam hari, tingkat keasaman lambung (HCL) meningkat yang mencapai puncaknya pada tahapan tidur tidak lelap (REM). Namun, ketika seorang muslim bangun dari tidur untuk mendirikan shalat malam, berkat anugerah Allah, ia akan terhindar dari pengaruh kelebihan produksi asam lambung yang dapat menyebabkan peradangan atau luka pada dinding saluran pencernaan dan usus dua belas jari. Dan asam lambung itu juga dapat kembali ke bagian tenggorokan yang menyebabkan peradangan, untuk menghindarinya kita harus shalat malam. Shalat malam juga dapat menjauhkan kita dari mimpi buruk yang sering mengganggu kenyamanan tidur. Ketika bermimpi buruk, jantung kita berdetak lebih cepat begitu pula tarikan napas menjadi lebih cepat dan pendek. Lebih jauh, kita juga mungkin menyakiti diri sendiri karena tubuh bergerak-gerak mengikuti peristiwa yang terjadi dalam mimpi. Misalnya, tangan kita mungkin mencekik leher kita sendiri karena bermimpi dicekik dan sebagainya.

Ketika tidur, semua organ pernapasan yang utama bekerja dengan santai. Namun, keadaannya berbeda pada orang yang sedang sakit. Ia sering kali bernapas dengan lebih cepat yang pada gilirannya akan menyebabkan penyumbatan saluran napas sehingga napasnya tersengal-sengal. Jika orang sakit itu bangun pada 1/3 malam terakhir kemudian mendirikan shalat Tahajud, niscaya ia akan terhindar dari berbagai penyebab penyakit dan tekanan pada beberapa organ tubuh, yang di antaranya menyebabkan terganggunya aliran darah ke bilik kanan jantung, gagal jantung, meningkatnya tekanan darah, terhambatnya sistem pernapasan, terganggunya alirah darah ke otak, nyeri ulu hati atau kematian mendadak ketika tidur (arrest cardia). Ia juga akan terhindar dari gangguan kejiwaan seperti cepat marah, gelisah dan lain-lain. Selain itu, shalat malam juga dapat meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Telah kita jelaskan di atas bahwa shalat secara umum dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terlebih lagi shalat yang dilakukan di ujung malam ketika kebanyakan manusia lelap dalam tidur. Shalat malam merupakan aktivitas ibadah yang ringan tetapi sarat dengan keagungan dan keluhuran. Shalat malam mengangkat ruh manusia menuju tingkatan yang luhur, suci dan mulia. Jiwa manusia terangkat selama bermunajat kepada Allah sehingga ia merasa tenang, khusyuk dan pasrah di hadapan Allah Yang Maha Kuasa. Jiwa manusia tenang berada di hadapan Allah dan berserah diri ke dalam naungan keagungan-Nya untuk mengharapkan ridha Allah. Tentu saja ibadah yang ringan dan lembut ini memiliki peran yang sangat penting bagi peningkatan sistem kekebalan tubuh.


Pengaruh Shalat Terhadap Kesehatan Paru-Paru
Sesungguhnya gerakan rukuk dan sujud memiliki manfaat yang sangat besar terhadap kesehatan tubuh secara umum dan khususnya kesehatan paru-paru. Gerakan rukuk dan sujud yang dilakukan berulang-ulang dapat mengusir ragam penyakit dari paru-paru. Ketika tubuh dibungkukkan dalam gerakan rukuk, sekat-sekat paru-paru membuka sehingga darah mengalir secara sempurna ke sana. Sementara, dalam posisi sujud darah mengalir lancar menuju bilik pertama paru-paru yang membutuhkan asupan darah. Dalam keadaan rukuk dan sujud darah mengalir ke semua bagian paru-paru, kemudian memasukkan Oksigen untuk menggantikan Karbondioksida. Para ahli medis menyebutkan, bahwa penyebab kanker dapat mencapai paru-paru diakibatkan oleh kurangnya Oksigen yang memasuki paru-paru, keadaan itu juga bisa menyebabkan penyakit lain. Sama halnya dalam keadaan sujud pun berlangsung proses serupa, kadar udara dalam paru-paru berkurang digantikan oleh udara yang masuk ketika sujud. Penting untuk kami kemukakan disini bahwa posisi dua tangan di sisi dada memudahkan proses pengosongan udara sehingga paru-paru bisa mendapatkan pasokan Oksigen yang lebih banyak untuk dialirkan ke seluruh bagian tubuh bersama darah yang mengandung Oksigen dan sari-sari makanan.


Sumber : Al-Qur’an, Mukjizat Kesehatan Ibadah oleh Dr. Jamal Elzaky dan berbagai sumber. 

Tidak ada komentar: