17 Januari, 2015

BERUNTUNGNYA HAMBA YANG MENGINGAT ALLAH

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 152 :
152.  (Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku) atas nikmat-Nya dengan jalan taat kepada Allah dan rasul-Nya (dan janganlah kamu mengingkari) nikmat (-Ku) dengan jalan berbuat durhaka kepada Allah dan rasul-Nya dan juga berbuat maksiat.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Allah Ta’ala berfirman : ”Aku sesuai persangkaan hamba-Ku, Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat sendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (yaitu kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”. Hadits qudsi riwayat Bukhari dan Muslim.
Qur’an surat Thaahaa ayat 14 :
14.  (Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan) yang hak (selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku) shalat itu untuk mengingat Allah, kalimat tersebut juga ada di dalam Al-Baqarah 110, 238, Thaahaa 132, Al-’Ankabuut 45, Al-Furqaan 64, Al-Israa’ 78, Ibrahim 31 dan lain-lain.
Qur’an surat Al-Jumu’ah ayat 10 :
10.  (Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kalian di muka Bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya) dengan mendirikan shalat 5 waktu, shalat Jum’at, Tahajud, Dhuha dan shalat sunat lainnya jika mampu dan punya banyak waktu (mendirikan shalat wajib, shalat sunat Tahajud, Dhuha saja sudah bagus, dan makin banyak mendirikan shalat sunat makin bagus), berdoa, membaca Al-Qur’an (bisa mencerdaskan otak, menajamkan ingatan, menyembuhkan penyakit, meregenerasi sel-sel dan sel-sel syaraf tubuh dan otak dan sebagainya), dzikir kalimat thayyibah dan Asmaaul Husna (supaya kalian beruntung).
Qur’an surat Al-Ahzab ayat 41 :
41.  (Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya).
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 43, 45, 153 dan 155-157 :
43.  (Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat) fitrah, zakat maal, infaq dan sedekah (dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk) shalat berjamaah wajib bagi kaum pria.
45.   (Mintalah pertolongan) kepada Allah (dengan jalan bersabar dan shalat dan sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk) cenderung takwa.
153.  (Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar).
155.  (Dan sungguh Kami akan memberimu cobaan berupa sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa dan buah-buahan) paceklik (Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar).
156.  Yaitu (orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan : “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”).
157.  (Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk).
Qur’an surat Fushshilat ayat 35 :
35.  (Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar).
Qur’an surat Huud ayat 9 :
9.      (Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah ia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih).
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 83 :
83.  (…dan apabila ia) manusia (ditimpa kesusahan) musibah atau mempunyai masalah (niscaya ia berputus asa) dari rahmat Allah.
Qur’an surat Ar-Ruum ayat 36 :
36.  (Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa musibah) bahaya (disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa) atau ingkar, karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar kepada nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepadanya, Asy-Syuura ayat 48.
Qur’an surat Fushshilat ayat 49 :
49.  (Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ia ditimpa malapetaka ia menjadi putus asa lagi putus harapan).
Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 28 :
28.  (Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah) dalam shalat, tadarus, tilawah, dzikir dan ibadah lainnya (Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati) jiwa (menjadi tenang).
Qur’an surat An-Nahl ayat 53 :
53.  (Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah datangnya, dan jika kalian ditimpa kemudharatan, maka hanya kepada-Nya kalian meminta pertolongan).

Qur’an surat Huud ayat 3 :
3.      (Dan hendaklah kalian meminta ampun) istighfar (kepada Tuhan kalian dan bertobat kepada-Nya) jika kalian mengerjakan yang demikian (niscaya Dia akan memberi kenikmatan) hidup (yang baik kepada kalian sampai pada waktu yang telah ditentukan) yaitu seumur hidup kalian (dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik) beramal (Dan jika kalian berpaling, maka sesungguhnya aku) Muhammad (takut kalian akan ditimpa azab pada hari yang besar) yaitu di hari Kiamat.
Qur’an surat An-Naml ayat 46 :
46.  (….hendaklah kalian meminta ampun kepada Allah, agar kalian mendapat rahmat") dari-Nya.
Qur’an surat Nuh ayat 10-12 :
10.  (…”Mahonlah ampun kepada Tuhan kalian) istighfar berjamaah atas segala dosa (sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun).
11.  (Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat) yang wilayahnya mengalami kekeringan.
12.  (Dan memperbanyak harta dan anak-anak kalian dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun dan mengadakan) pula (bagi kalian sungai-sungai) di dalamnya.
Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 6 :
6.      (….Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan yang luas bagi manusia walaupun mereka zhalim…).
Qur’an surat An-Nahl ayat 119 :
119.  (Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu) mengampuni (terhadap orang-orang yang mengerjakan keburukan) dosa-dosa (karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki dirinya, sesungguhnya Tuhanmu setelah) mereka bertobat (itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).

Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 18 dan 48 :
18.  (Dan tidaklah tobat itu) diterima Allah (dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka) ketika nyawa telah sampai di tenggorokan, barulah (ia mengatakan : “Sesungguhnya aku bertobat sekarang”. Dan tidak) pula diterima tobat (orang-orang yang meninggal sedangkan mereka berada dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih).
48.  (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik) yaitu dosa menyekutukan Allah yang dibawanya sampai mati dan belum memohon ampun dan bertobat kepada Allah atas perbuatan dosa syiriknya itu sampai maut menjemputnya (dan Dia akan mengampuni) semua dosa (selain dari itu) yaitu selain dosa syirik (bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar) An-Nisaa’ ayat 116.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 91 :
91.  (Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, maka tidaklah akan diterima dari seorangpun di antara mereka berupa emas sepenuh Bumi yang digunakan sebagai penebus diri mereka. Bagi mereka disediakan siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak mempunyai pembela) dari siksaan Allah.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 161-162 :                                                   
161.  (Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya).
162.  (Mereka kekal di dalamnya) laknat itu (tidak akan diringankan azab dari mereka dan tidak pula mereka diberi tenggat) batas waktu.
Qur’an surat Muhammad ayat 34 :
34.  (Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalangi dari jalan Allah) menyesatkan orang lain (kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan mengampuni mereka).

Qur’an surat Az-Zumar ayat 53 :
53.  (Katakanlah : ”Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas) dalam berbuat zhalim (terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya) termasuk dosa syirik (dosa menyekutukan Allah), jika orang tersebut telah memohon ampun dan bertobat kepada Allah sebelum nyawanya sampai di tenggorokan atau sebelum ia sakaratul maut (Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”).
Qur’an surat Muhammad ayat 19 :
19.  (Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi) dosa-dosa (orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan) baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat, Ibrahim ayat 41 (Dan Allah mengetahui tempat kalian berusaha dan tempat kalian tinggal) karena semuanya telah tertulis pada Kitab Lauhul Mahfuzh dan Allah meliputi semua ciptaan-Nya.
Qur’an surat At-Tahriim ayat 8 :
8.  (Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobatan nashuuhaa) bertobat sungguh-sungguh tidak mengulangi dan menyesali perbuatan dosa-dosanya (mudah-mudahan Tuhan kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari) Kiamat (ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia) Rasulullah saw (sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. Mereka berkata : “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”).

Qur’an surat Ali-‘Imran 41 :
41.  (dan sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”).
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 205 :
205.  (Dan sebutlah nama Tuhannmu di dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai) dari mengingat Allah.
Qur’an surat Huud ayat 114 :
114.  (Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang) yaitu Shubuh, Zhuhur (Dhuhur) dan Ashar (dan pada bagian permulaan dari malam) yaitu Maghrib dan Isya’ (Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu) yaitu shalat wajib 5 waktu (menghapuskan) menggugurkan (perbuatan-perbuatan yang buruk) dosa-dosa kecil, Hadits riwayat Bukhari dan Muslim (Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat) kepada perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya.
Qur’an surat Al-Hijr ayat 98 :
98.  (Maka bertasbihlah memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud) mendirikan shalat berjamaah.
Qur’an surat Thaahaa ayat 130 :
130.  (…dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit Matahari) shalat Shubuh (dan sebelum terbenamnya) shalat Ashar (dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari) shalat Isya’ dan shalat-shalat sunat malam (dan pada waktu-waktu di siang hari) shalat Zhuhur (supaya kamu merasa senang) karena jasmani dan rohaninya sehat dan Allah merahmatinya sehingga hidupnya berkah.
Qur’an surat An-Nuur ayat 36-37 :
36.  (Bertasbih kepada Allah di rumah-rumah Allah yang telah diperintahkan supaya dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan waktu petang).
37.  Yaitu kaum (Pria yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingati Allah dan dari mendirikan shalat) berjamaah wajib bagi kaum pria mengerjakan di tempat ibadah (dan dari membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang dihari itu menjadi goncang hati dan penglihatan).
Qur’an surat Ar-Ruum ayat 17-18 :
17.  (Maka bertasbihlah) dirikanlah shalat (kepada Allah di waktu kalian berada di petang hari) shalat Maghrib (dan di waktu kalian berada di waktu Shubuh).
18.  (Dan bagi-Nya segala puji di Langit dan di Bumi dan di waktu kalian berada di petang hari dan sewaktu kalian berada di waktu Zhuhur).
Qur’an surat Al-Ahzab ayat 42 :
42.  (Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang) Al-Mu’min 55, Al-Fath 9 dan Al-Insaan 25.
Qur’an surat Qaaf ayat 39-40 :
39.  (…bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit Matahari dan sebelum terbenam) Matahari.
40.  (Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai shalat).
Qur’an surat Ath-Thuur ayat 48-49 :
48.  (…dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri) dari tidur, dari meninggalkan majelis atau hendak shalat.
49.  (Dan beberapa saat di malam hari bertasbihlah dan di waktu terbenam Bintang-bintang) yaitu di waktu fajar bertasbih pulalah kamu.
Qur’an surat Al-Waaqi’ah ayat 74 :
74.  (Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Besar) Al-Haaqqah ayat 52.
Qur’an surat Al-Insaan ayat 26 :
26.  (Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari).
Qur’an surat An-Nashr ayat 3 :
3.  (Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Tobat).

Manfaat Ibadah :
1.      Karena jika kita shalat wajib 5 waktu dengan istiqomah, maka Allah berkahi hidupnya dan dimudahkan urusan dunianya, seperti urusan jodoh, rejeki, hubungan dengan Allah, manusia, dengan mahkluk-mahkluk Allah lainnya dan sebagainya.
2.      Jika kita mendirikan shalat Subuh tepat waktu, maka Allah tidak akan menolak doa-doanya dan tidak akan membiarkannya pulang dengan tangan hampa. Allah akan sukseskan hidupnya di dunia dan di akhirat, Allah akan melindunginya dari segala mara bahaya dan masih banyak lagi manfaat shalat Subuh secara jasmani dan rohani yang didirikan tepat waktu dan dikerjakan berjamaah bagi pria dan berjamaah atau sendirian bagi wanita. Shalat itu ibadah yang paling utama daripada ibadah-ibadah yang lain yang membuat kita selalu merasa dekat dan selalu ingat kepada Allah. Shalat efektif mengistirahatkan jiwa, tubuh dan seluruh anggota tubuh. Semakin khusyuk shalatnya, semakin besar cahaya Ilahiah yang memancar dalam jiwanya, sehingga hatinya menjadi lembut yang menggetarkan seluruh bioelektron di dalam tubuhnya yang membuat kulitnya jadi lembut sehingga hati dan kulitnya benar-benar merasakan tenang dan nyaman, meninggikan derajat kita di sisi Allah, mengobati penyakit, meningkatkan fungsi dan kesehatan jantung serta otak, meningkatkan kekebalan tubuh, membuat kita lebih sabar. Shalat yang khusyuk menyehatkan jasmani dan rohani karena memutuskan siklus stres, gelisah dan berbagai tekanan jiwa, mengurangi sedih, marah, memperkuat sensor otak sehingga otak lebih aktif dan peka dan menghidupkan akal (mencerdaskan otak) karena energi positifnya menghidupkan listrik-listrik di sel-sel dan sel-sel saraf seluruh tubuh dan otak sehingga otak kita bisa berpikir dan berkonsentrasi dengan baik dan seluruh organ-organ tubuh serta anggota tubuh berfungsi dengan sempurna, membuat awet muda, dan Allah hindarkan dari perbuatan keji dan mungkar jika shalatnya khusyuk, tumakninah, bacaan Al-Qur’annya sesuai tajwid dan tidak mengkonsumsi semua hal atau barang yang haram. Masih banyak manfaat shalat bagi jasmani dan rohani di dunia dan di akhirat.
3.      Allah up grade atau muliakan harta, usaha, jabatan, pangkat, ilmu, pekerjaan dan apa saja yang ada pada diri orang yang rutin shalat Tahajud di dunia dan di akhirat Allah akan tinggikan derajatnya, Allah akan memberikan jalan keluar untuk mengatasi masalah-masalahnya yang rumit, Allah lancarkan rejekinya dan masih banyak lagi.
4.      Allah akan melancarkan rejekinya dan dijamin kesehatannya bagi orang yang rutin shalat Dhuha dan sebagainya.
5.      Manfaat memperbanyak istighfar, maka Allah mengampuni dosa-dosanya, melancarkan, memperbanyak dan diberi rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dibebaskan dari setiap kesulitan, kesempitan, masalah, kebingungan, kesedihan, Allah mengabulkan doa-doanya. Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dari Ibnu Abbas.
6.      Sangat banyak manfaat dzikir dengan kalimat thayyibah (takbir, tasbih, tahlil, tahmid, istighfar, ayat-ayat dan surat-surat yang ada di dalam Al-Qur’an) dan dzikir Al-Asmaaul Husna sesuai yang kita butuhkan. Contoh : jika ingin dikabulkan semua hajatnya dan mustajab doa-doanya, kita bisa dzikir Ya Mujib dan Ya Dzul jalali wal ikram dan sebagainya. Dzikir itu ringan mengerjakannya tetapi berpahala besar.
7.      Seorang hamba bertasbih “Subhanallaahi wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wala haula walaa quwwata illa billaahil aliyyil adziim fawahaqa rabbi”, maka Allah mengabulkan kebutuhan apa saja yang dimintanya dari masalah dunia dan akhirat dan tidak akan wafat sebelum melihat tempatnya di Surga (Hadits riwayat Hasan ra bin Ali ra), jika bertasbih yang tertulis di atas tanpa kalimat fawahaqa rabbi, maka Allah ampuni dan hapus dosa-dosanya, dituliskan untuknya 100 ribu kebaikan, dihapuskan 100 ribu kesalahannya (kejelekannya), diangkat derajatnya 100 ribu derajat, Allah karuniai rejeki. Bertasbih Subhanallaahi wabihamdih, maka ditanamkan untuknya 1 pohon di Surga. Dzikir tahlil, tasbih dan takbir masing-masing 100 kali, maka nilainya lebih utama daripada memerdekakan 10 budak dan berkorban 7 unta, masih banyak lagi keutamaan bertasbih.
8.      Shalat yang khusyuk itu termasuk doa dan doa itu adalah senjatanya orang-orang mukmin, disertai dzikir, zakat, infaq dan sedekah supaya doa kita cepat terangkat naik ke sisi Allah karena hal itu bisa meredakan murka Allah yang membuat Allah ridha sehingga doa kita cepat dikabulkan oleh Allah. Beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang shalatnya istiqomah, khusyuk disertai dzikir, zakat, infaq dan sedekah karena akan mewarisi Surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya, Al-Mu’minuun 1-4 dan 9-11. Dengan zakat, infaq dan sedekah, Allah akan menghilangkan atau menghindarkan kita dari 70 balak (bahaya).

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 31 :
31.  (Katakanlah) Muhammad kepada umatmu (: “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku) ikutilah sunnah-sunnahku (niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
Qur’an surat An-Nisaa’ 69, 80 dan 175 :
69.  (Dan barangsiapa yang menaati Allah dan rasul, maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi karunia oleh Allah, yaitu golongan nabi-nabi dan shiddiiqiin) yaitu orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul-rasul Allah (dan orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya).
80.  (Barangsiapa yang menaati rasul maka sesungguhnya ia telah menaati Allah, dan barangsiapa yang berpaling) tidak taat (maka Kami tidaklah mengutusmu) Muhammad (untuk menjadi pemelihara) penjaga segala perbuatan mereka, Rasulullah saw tidak bertanggung-jawab atas segala perbuatan mereka.
175.  (Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada) tali agama (-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan limpahan karunia-Nya, dan membimbing mereka ke jalan yang lurus menuju kepada-Nya).
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 2-4 dan 29 :
2.  (Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu) yang sempurna imannya (adalah mereka yang apabila disebut nama Allah) atau berdzikir menyebutkan sifat-sifat Allah dalam Al-Asmaaul Husna yang mengagungkan dan memuliakan-Nya (gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya) dengan tadarus dan tilawah (bertambahlah keimanan mereka dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal).
3.  (Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka) berupa zakat, infaq dan sedekah.
4.  (Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh beberapa derajat yang tinggi di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia) di masukkan ke dalam Surga untuk selama-lamanya.
29.  (Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, maka Dia akan memberikan kepada kalian petunjuk dan menghapuskan segala kesalahan dan mengampuni) dosa-dosa (kalian. Dan Allah mempunyai karunia yang besar).
Qur’an surat Thaahaa ayat 123 :
123.  (…Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka) ketahuilah (barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka).
Qur’an surat An-Nuur ayat 54 dan 56 :
54.  (Katakanlah) Muhammad (: “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan jika kalian berpaling, maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu) yaitu taat kepada-Nya dan rasul-Nya (Dan jika kalian taat kepadanya, maka kalian mendapat petunjuk) ke jalan yang lurus dari-Nya (Dan tidak lain kewajiban rasul itu hanyalah menyampaikan) amanat Allah (dengan jelas”).
56.  (Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada rasul) apa yang diperintah Rasulullah saw kerjakanlah, apa yang dilarangnya tinggalkanlah dan ikutilah sunnah-sunnahnya (supaya kamu diberi rahmat).
Qur’an surat Al-Fath ayat 17 :
17.  (…Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barangsiapa yang berpaling, niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih).
Qur’an surat Al-Hasyr ayat 7 :
7.  (….Apa yang telah diberikan oleh rasul kepada kalian, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukuman-Nya).

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain dan Hadits.

Tidak ada komentar: