16 April, 2013

MAKNA JIHAD

Makna jihad merujuk Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 39-40 yang berbunyi :
39.  (”Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka”) orang-orang mukmin yang teraniaya.
40.  Mereka adalah (“Orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, melainkan karena mereka berkata,”Rabb kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat, dan masjid-masjid yang disebut di dalamnya nama Allah dengan banyak. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat) di atas semua makhluk-Nya (lagi Maha Perkasa”).
Merujuk Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat At-Taubah  ayat  5, 11, 13, 14, 36, 38-39 yang berbunyi :
5.      (”Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrik itu) yang berada di Semenanjung Jazirah Arab dan sekitarnya saat itu ketika dalam keadaan perang, karena mereka sudah mendapat dakwah Nabi saw, tapi mereka tidak mau masuk Islam malah mengajak berperang dan bahkan utusan Nabi saw ada yang dibunuh (di mana saja kalian jumpai mereka dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka) dalam benteng-benteng dan tempat-tempat perlindungan mereka, sehingga mereka terpaksa harus bertempur dengan kalian atau menyerah masuk Islam (dan intailah mereka di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan shalat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang”) terhadap semua hamba-Nya yang bertobat.
Merujuk Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 29 yang berbunyi :
29.  (“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak pula kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya) yaitu menyembelih binatang tidak mengucap Bismillah, menghalalkan babi, minuman keras, tidak sunat (kecuali kaum Yahudi) dan lain-lain (dan tidak beragama dengan agama yang benar) karena tidak bertakwa termasuk tidak menjalankan rukun Islam, yaitu kaum Nasrani Trinitas Kristen Protestan dan Kristen Katolik Roma, kaum Nasrani Unitarian dan kaum kafir Yahudi, dan juga tidak beriman yaitu kaum Nasrani Trinitas dan kaum kafir Yahudi (yaitu orang-orang yang diberikan Alkitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedangkan mereka dalam keadaan tunduk”).
Jika orang-orang kafir itu memerangi kita, maka kita harus melawan dengan  jihad fisabilillah.
Dalam berjihad Nabi saw bersabda :
Beritahu kepada Khalid (bin Walid) bahwa Rasulullah (saw) melarang membunuh anak-anak atau wanita atau hamba sahaya”. Hadits riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah.
“Jangan membunuh wanita, bayi, orang-orang buta atau anak-anak, jangan menghancurkan rumah-rumah atau (jangan) menebangi pohon-pohon”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Merujuk Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Mumtahanah ayat 8-9 yang berbunyi :
8.      (“Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang)  kafir dan orang-orang Islam yang berbeda mazhab (yang tidak memerangi kalian dalam urusan agama dan tidak mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”).
9.      (”Sesungguhnya Allah hanya melarang kalian menjadikan mereka) orang-orang kafir itu (sebagai teman kalian) yaitu (orang-orang yang memerangi kalian dalam urusan agama dan mengusir kalian dari negeri kalian dan membantu) orang lain (untuk mengusir kalian. Dan barangsiapa menjadikan mereka) yaitu orang-orang kafir yang memusuhi orang Islam (sebagai teman, maka mereka) yaitu orang Islam yang berteman dengan orang kafir yang memusuhi atau mengusir orang Islam dari negerinya atau kedua alasan tersebut (itulah orang yang zhalim”).
Jika orang-orang kafir itu tidak memerangi dan tidak memusuhi kita atau saudara- saudara kita, maka kita tidak boleh memerangi dan tidak boleh memusuhi orang-orang kafir yang tidak memerangi dan tidak memusuhi kita. Dan sangat jelas, kita lebih tidak boleh lagi memerangi apalagi membunuh sesama saudara seiman, siapapun ia dan apapun pekerjaannya tanpa alasan yang benar.

Ayat di bawah ini diturunkan berkenaan dengan kedatangan para utusan Raja Negus menemui Rasulullah saw.
Al-Qur’an surat Al-Maaidah ayat 82 :
82.  (Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi) yang kafir (dan orang-orang musyrik) Mekkah dahulu sebelum mereka masuk Islam (Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata : “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”) Unitarian (yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu) orang-orang Nasrani Unitarian (terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib) biarawan-biarawan (juga karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri).
Ketika utusan Raja Najasyi (Negus) dari Negeri Habsyi/Habasyah/Abbesinia (sekarang Negara Republik Ethiopia) datang untuk menemui Rasulullah saw dan kaum muslimin di Madinah, kemudian Rasulullah saw membacakan surat Yaasiin kepada mereka, setelah itu mereka menangis dan masuk Islam semuanya, seraya berkata : “Alangkah miripnya bacaan ini dengan apa yang telah diturunkan kepada Nabi Isa (as yang ditulis di dalam Injil Barnabas)”. Maka turunlah Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Maaidah ayat 83-84 :
83.  (Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul) Muhammad saw (kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran) Al-Qur’an (yang telah mereka ketahui dari kitab-kitab mereka sendiri) salah satunya adalah Injil Barnabas yang ditulis secara rahasia oleh Barnabas murid Nabi Isa as terutama saat Barnabas bersama beliau as dan saat beliau as berdakwah atas perintah Nabi Isa as sendiri (seraya berkata : “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Nabi Muhammad”) saw, mereka mengimani Al-Qur’an dan kerasulan Rasulullah saw.
84.  (Dan) sehubungan dengan perkataan orang-orang kafir Yahudi kepada para utusan Raja Negus karena mereka masuk Islam, maka mereka membantahnya : (“Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?”).
Lalu Allah melanjutkan firman-Nya di dalam Al-Qur’an surat Al-Maaidah ayat 85-86 :
85.  (Maka Allah memberi mereka) orang-orang Nasrani Unitarian dari Abbesinia yang telah masuk Islam itu (pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, yaitu Surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan) yang ikhlas keimanannya.
86.  (Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni Neraka).
Merujuk Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 29, 30 dan 93 :
29.  (….Dan janganlah kamu membunuh dirimu) sendiri, jadi, diharamkan bunuh diri oleh Allah dengan menggunakan bom, senjata atau dengan cara apapun (Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu).
30.  (Dan barangsiapa berbuat demikian) yaitu bunuh diri (dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami akan memasukkannya ke dalam Neraka, dan demikian itu bagi Allah amat mudah) dikerjakan-Nya.
93.  (“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah) Neraka (Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”).
Merujuk Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Maaidah ayat 32 :
32.  (Oleh karena itu) karena perbuatan Qabil yang membunuh Habil (Kami tetapkan) hukum (bagi Bani Israil) dan manusia seluruhnya (bahwa sesungguhnya, barangsiapa yang membunuh seorang manusia) tanpa alasan yang benar (bukan karena manusia lainnya) membunuh orang lain dengan cara qishaash atau menghukum mati (atau bukan karena membuat kerusakan di muka Bumi) karena mengajak berperang melawan orang Islam atau karena melakukan perzinaan (maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya) karena orang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang yang tidak bersalah, berarti juga membunuh keturunannya. (Sebaliknya, barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka) Bani Israil (rasul-rasul Kami dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata) maksudnya mukjizat-mukjizat, kitab-kitab dan sebagainya (kemudian banyak di antara mereka sesudah itu melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka Bumi) dengan kekafiran, membunuh manusia tanpa alasan yang benar dan sebagainya sesudah kedatangan rasul-rasul yang telah membawa keterangan atau bukti-bukti yang nyata. Ayat ini diturunkan kepada orang-orang suku Uranah, ketika mereka datang ke Madinah dalam keadaan sakit, maka Rasulullah saw memberi izin orang-orang suku Uranah menemui unta-untanya dan mereka meminum air susu dan air kencing unta untuk menyembuhkan sakit mereka. Tetapi, ketika mereka sembuh, mereka membunuh penggembala untanya Rasulullah saw dan mereka menggiring unta-unta milik beliau saw untuk mereka curi.
Merujuk Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Furqaan ayat 68-70 :
68.  (Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah) tidak berbuat syirik (dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah) untuk membunuhnya (kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina) tetapi (barangsiapa yang melakukan yang demikian itu) yaitu berbuat syirik atau membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk membunuhnya atau berzina atau melakukan salah duanya atau bahkan melakukan ketiga dosa besar tersebut  (niscaya ia mendapat pembalasan) atas (dosanya).
69.  (Yakni akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan ia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina).
70.  (Kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka itu diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
Merujuk Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 92
92.  (Dan tidak patut bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin) yang lain (kecuali tidak disengaja. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin tidak disengaja, maka hendaklah ia memerdekakan seorang budak yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya) si terbunuh itu (kecuali jika mereka) keluarga si terbunuh itu (bersedekah) maksudnya, memaafkan (Jika ia) si terbunuh (dari kaum yang menjadi musuh) dalam perang (denganmu, padahal ia mukmin, maka hendaklah) si pembunuh (memerdekakan seorang budak yang beriman. Dan jika ia) si terbunuh (dari kaum) kafir (yang antara kamu dengan mereka ada perjanjian damai, maka hendaklah membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya) ahli waris si terbunuh, yaitu nilainya 1/3 dari diatnya orang mukmin jika yang terbunuh orang Yahudi atau Nasrani, dan jika yang terbunuh orang majusi nilai diatnya 1/15 dari diatnya orang mukmin (serta memerdekakan budak yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya) tidak memperoleh budak yang beriman atau tidak mampu membelinya untuk dimerdekakan (maka hendaklah) si pembunuh (berpuasa selama 2 bulan berturut-turut) sebagai ganti dari pembayaran diat dan memerdekakan budak (untuk penerimaan tobat dari Allah. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana) Al-Israa’ 33.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain oleh Imam Al-Mahalli dan Imam As-Suyuthi dan Sirah Nabawiyah.

Tidak ada komentar: