05 November, 2014

PUASA 10 MUHARAM DAN PENGANGKATAN ISA AS

Setiap tanggal 10 Muharam, Bani Israil berpuasa mengikuti sunnah Nabi Musa as sebagai tanda syukur telah terbebasnya Bani Israil dari kejaran dan perbudakan fir’aun dengan ditenggelamkannya Fir’aun Merneptah dan bala tentaranya di Laut Merah bagian Teluk Suez berkat pertolongan Allah. Maka sebagai ungkapan rasa syukur, Nabi Musa as berpuasa lalu diikuti oleh umatnya sampai zamannya Rasulullah saw pindah ke Madinah. Ketika Rasulullah saw mengetahui hal itu dari orang-orang Yahudi, kemudian puasa sunnah 10 Muharam itu diteruskan oleh Rasulullah saw dan umatnya. Rasulullah saw bersabda bahwa kaum muslimin lebih berhak dan lebih utama untuk mengikuti sunnah Nabi Musa as daripada orang Yahudi, karena Nabi Musa as itu orang Islam sementara orang-orang Yahudi itu adalah orang kafir. Tetapi kemudian  orang-orang Yahudi itu menghina kaum muslimin karena meniru puasa sunnah mereka. Maka Nabi saw bersabda kepada umatnya untuk puasa sebelum dan setelah tanggal 10 Muharam. Dan pada tanggal 10 Muharam 34 M, Nabi Isa as dan murid-muridnya sedang berpuasa sunnah pada hari raya Passover, mereka berpuasa di tempat persembunyian karena dicari-cari para elit agama Yahudi dan penguasa Kerajaan Romawi untuk ditangkap dan dihukum. Pada saat akan berbuka, murid-murid Nabi Isa as meminta kepadanya untuk didatangkan mukjizat berupa Al-Maaidah atau hidangan dari Langit sebagai bukti bahwa Nabi Isa as itu adalah benar rasul utusan Allah. Orang-orang Nasrani Trinitas Romawi pengikutnya Paulus merayakan Passover yang tanggalnya digabungkan dengan perayaan hari kelahiran Dewi Diana yaitu dewi kesuburannya para penyembah berhala di Eropa yang lambangnya telur dan kelinci, maka namanya diganti menjadi hari Paskah, sehingga tanggal perayaan hari raya Passover Yahudi dan perayaan hari Paskah Kristen tidak sama. Orang-orang Nasrani Protestan dan Katolik menyebut hidangan dari Langit itu dengan nama “Perjamuan Kudus atau Perjamuan Terakhir (The Last Supper)” sebelum Yesus (Nabi Isa as) tuhannya ditangkap dan disalib, menurut kepercayaan (keimanan) kaum Nasrani Trinitas Kristen Protestan dan Kristen Katolik.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 112-113 :
112.(Ketika pengikut-pengikut Isa) kaum hawariyyin (berkata : “Wahai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari Langit kepada kami?”. Isa menjawab : “Bertakwalah kamu kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”).
113.(Mereka berkata : “Kami menginginkan agar bisa memakan hidangan itu) sebagai hidangan berbuka puasa sunnah hari raya Passover atau hari kemerdekaannya Bani Israil dari penjajahan fir’aun dan pengikut-pengikutnya (dan supaya tentram hati kami dan supaya kami yakin bahwa engkau telah berkata benar) bahwa Nabi Isa as adalah nabi dan rasul utusan Allah dan hidangan dari Langit itu salah satu mukjizatnya sebagai bukti kerasulannya (kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”).
Lalu Nabi Isa as berdoa memohon kepada Allah  dalam Qur’an surat Al-Maaidah ayat 114 sbb:
114.(Isa putera Maryam berdoa : “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari Langit, yang hari turunnya akan menjadi hari raya bagi orang-orang yang sezaman dengan kami maupun bagi orang-orang yang datang sesudah kami dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki”).
Kemudian Allah berfirman dalam Qur’an surat Al-Maaidah ayat 115 sbb :
115.(Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antara kamu) yang dimaksud Allah adalah Yudas (Yahuda) Iskariot, karena dia adalah orang yang tidak beriman atau kafir (sesudah) diturunkannya hidangan itu dari Langit (maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”).
Injil Barnabas halaman 382-400 :
Waktu buka puasa tiba, yaitu Maghrib, kata Nabi Isa as : ”Marilah kita makan, karena aku sangat menginginkan untuk menyantap daging anak domba ini sebelum aku berpisah denganmu”. Kemudian Nabi Isa as bangkit berdiri mengambil sehelai handuk dan bersiap-siap, begitu selesai mengisi air ke dalam baskom, dia mulai mencuci kaki-kaki murid-muridnya. Dimulai dari Yudas, Petrus, Petrus berkata : ”Tuan, mengapa engkau mencuci kakiku?”
Nabi Isa as menjawab     : “Apa yang aku lakukan sekarang ini, engkau tidak mengetahuinya sekarang, tapi engkau akan tahu kelak di kemudian hari”.
Petrus menjawab          : “Aku tidak ingin engkau mencuci kedua kakiku”. Kemudian Nabi Isa as bangkit berdiri,
dan (Isa as) berkata      : “Engkau tidak akan bersamaku di hari Pengadilan nanti”.
Petrus menjawab          : “Jangan hanya mencuci kedua kakiku (saja), guru, tapi juga kedua tangan dan kepalaku”.
Ketika murid-murid telah selesai dicuci dan siap di meja makan untuk mulai makan hidangan berbuka puasa sunnah pada hari raya Passover.
Nabi Isa as berkata      : “Aku telah mencucimu semuanya, namun tidak semua darimu dalam keadaan bersih, mengingat bahwa seluruh air di lautan tidak akan dapat mencuci orang yang tidak beriman kepadakuyang dimaksud Nabi Isa as adalah Yudas Iskariot. Ucapan ini dikatakan Nabi Isa as karena dia telah mengetahui ada seseorang yang mengkhianatinya. Murid-murid merasa sedih mendengar ucapan Nabi Isa as, lalu dia menambahkan : “Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, bahwa salah seorang di antara kamu akan mengkhianatiku, sampai-sampai aku ini akan dijual seperti menjual domba, tapi celakalah baginya, karena dia akan mengalami seperti apa yang telah dikatakan oleh leluhur kita Daud, tentang manusia semacam ini bahwa “dia akan jatuh terperosok ke dalam lubang perangkap yang dia buat unuk memerangkap orang lain”. Dimana kemudian murid-murid saling berpandangan satu sama lain di antara mereka, sambil berkata penuh keprihatinan.
Kata murid-murid Nabi Isa as               : “Siapa yang akan menjadi pengkhianat?”
Yudas Iskariot kemudian berkata          : “Apakah sang pengkhianat itu adalah aku, guru?”
Nabi Isa as menjawab                          : “Engkau telah menjelaskan kepadaku, siapa yang akan mengkhianatiku”. Sedangkan ke-11 murid-muridnya tidak mendengar penjelasan Nabi Isa as. Ketika hidangan buka puasa telah selesai disantap, datanglah setan di belakang Yudas, dan Yudas segera meninggalkan rumah tempat persembunyian Nabi Isa as dan murid-muridnya. Nabi Isa as berpesan kepada Yudas sekali lagi sebelum pergi, “Lakukan segera apa yang harus engau lakukan”, yaitu melapor pada Imam di mana tempat persembunyian Nabi Isa as. Setelah itu Nabi Isa as pergi ke luar rumah untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah bersama murid-muridnya di kebun.

Sementara itu, Yudas yang tahu tempat persembunyian Nabi Isa as bersama murid-muridnya, dia lalu pergi menemui pemimpin umat Yahudi dan berkata kepada Imam : “Jika engkau memberiku sebagaimana yang telah dijanjikan, maka malam ini aku akan menyerahkan Isa yang engkau cari-cari (itu) kepadamu, karena dia dalam keadaan sendirian hanya ditemani oleh ke-11 murid-muridnya.
Sang Imam bertanya     : “Berapa banyak uang yang engkau minta?”
Kata Yudas                  : “30 keping emas”.
Kemudian sang Imam segera membayar kontan uang yang diminta Yudas dan mengutus seorang Farisi untuk menghadap Gubernur Pilatus dan Raja Herodes, dimana kedua orang itu memberinya bantuan berupa sepasukan tentara kepada mereka, karena mereka takut reaksi masyarakat banyak, oleh karena itulah mereka mengambil persenjataan mereka berikut obor-obor dan lentera-lentera di ujung-ujung tongkat karena malam hari dan zaman itu belum ada listrik, sehingga jalanan-jalanan dalam keadaan gelap dan rumah-rumah banyak yang gelap, lalu mereka berangkat ke luar kota Yerusalem untuk menangkap Nabi Isa as. Ketika para tentara dengan bimbingan Yudas telah berada dekat dengan tempat persembunyian Nabi Isa as, Nabi Isa as mendengar suara orang banyak yang sedang mendekat, sehingga dengan perasaan cemas dia masuk ke dalam rumah, sedangkan ke-11 murid sedang tertidur pulas. Kemudian Allah mengingat hamba-Nya sedang dalam bahaya, telah memerintahkan Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail untuk mengambil Nabi Isa as yang telah Allah hijab seperti masuk dalam kapsul supaya terhindar dari segala mara bahaya dalam perjalananya menuju Langit ke-3, kemudian dibawa 4 malaikat keluar dari alam dunia ini pada tanggal 10 Muharam tepat pada hari raya Passover tahun 34 Masehi. Kemudian mengingat hamba-Nya sedang berada dalam bahaya, Allah bertindak tepat pada waktunya, maka Allah memerintahkan Malaikat Jibril as (Gabriel), Mikail as (Michael), Israfil as (Rafael) dan Izrail as (Uriel) untuk mengambil dan mengangkat Nabi Isa as. Malaikat-malaikat suci itu datang melalui pintu rumah tempat persembunyian mereka yang menghadap ke selatan, lalu mereka mengambil dan membawa Nabi Isa as keluar dari Bumi ini tanpa diketahui oleh murid-murid beliau as yang tengah tertidur pulas lalu menempatkan beliau as di Langit ke-3 dengan kawalan rombongon besar malaikat-malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah, sehingga selamatlah Nabi Isa as dari orang-orang kafir, zhalim dan fasik itu dan juga dari bahaya-bahaya yang lain. Mengapa Nabi Isa as harus dibawa 4 malaikat, karena tubuh Nabi Isa as tidak di-Annihilasi seperti tubuh materinya Nabi saw ketika Isra’ dan Mi’raj, maka ketika meninggalkan Bumi, tubuh materinya Nabi Isa as naik berlipat ganda beratnya karena harus melawan percepatan gaya gravitasi Bumi, yaitu berat tubuhnya dikali berapa banyak gaya gravitasi Bumi yang dilaluinya sampai lepas dari gaya gravitasi Bumi terus dikali kecepatan cahaya, sehingga berat tubuh Nabi Isa as mengalami perlipatan bobot yang sangat luar biasa beratnya.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 54 :
54.  (Mereka) yaitu Yudas, para pemuka agama dan ulama Yahudi yang tidak beriman kepada kerasulan Isa as (mengatur tipu daya) bersekongkol untuk membunuh beliau as menggunakan tangan-tangan penguasa Romawi dengan bantuan militernya (dan Allah membalas tipu daya mereka) sehingga salah sasaran, karena yang dibunuh justru teman mereka sendiri yaitu Yudas yang diserupakan oleh Allah dengan Nabi Isa as, sedangkan beliau as diselamatkan dan disimpan-Nya ke Langit ke-3 (Allah sebaik-baik pembalas tipu daya).

Setelah Nabi Isa as pergi, Yudas Iskariot memasuki rumah secara paksa mendahului semua rombongannya dan memasuki ruangan di mana Nabi Isa as baru saja diangkat ke Langit beberapa menit yang lalu. Sementara murid-muridnya masih tertidur, kemudian Allah bertindak secara menakjubkan dengan mengubah total penampilan Yudas sampai-sampai suara dan wajah Yudas sangat mirip dengan suara dan wajah Nabi Isa as dimana para murid benar-benar mempercayai Yudas sebagai Nabi Isa as tapi Yudas tidak tahu perubahan dirinya. Setelah dirubah oleh Allah, Yudas membangunkan para murid, sambil mencari di mana gerangan guru (Nabi Isa as) berada, tak lama kemudian para murid terbangun dan tercengang dan bertanya kepada Yudas : “Engkau guru kami, apakah engkau telah melupakan kami?” Dan Yudas sambil tersenyum berkata : “Kalian semua bodoh, yang tidak mengenali aku seebagai Yudas Iskariot!” Dan pada saat Yudas mengatakan hal ini, masuklah tentara-tentara itu dan mencengkeramkan tangan-tangn mereka ke tubuh Yudas, karena dia sangat mirip Nabi Isa as dalam setiap lekuknya. Para murid setelah mendengar Yudas berkata demikian dan terus melihat sejumlah besar tentara, segera melarikan diri secara reflek. Sedangkan Yahya bin Zabdi yang masih tidur berselimutkan kain linen, terbangun dan melarikan diri, dan ketika seorang tentara berhasil menangkap ujung kain selimutnya dan melarikan diri dalam keadaan telanjang bulat. Karena Allah telah mengabulkan doa Nabi Isa as yang sebelumnya berdoa kepada Allah supaya Allah menyelamatkan ke-11 murid-muridnya yang beriman kepadanya dari marabahaya (murid-murid Nabi Isa as yang inti ada 12 orang, tetapi yang satunya yaitu Yudas berkhianat tidak beriman kepada gurunya dan murid-muridnya yang lain ada 72 orang) dan Allah menyelamatkan ke-11 murid-muridnya sehingga mereka tidak berhasil ditangkap oleh orang-orang kafir tersebut. Tentara-tentara itu mengambil paksa Yudas dan mengikatnya dengan ejekan dan hinaan, karena Yudas menyangkal dengan sengit bahwa dirinya adalah Nabi Isa as. Karena Yudas tidak menyadari dan belum tahu jika dirinya diserupakan wajah dan suaranya oleh Allah seperti sosok Nabi Isa as. Maka orang-orang kafir itu mengira jika Yudas adalah Nabi Isa as. Dan tentara-tentara itu dengan nada mengejek berkata : “Tuan, jangan takut, karena kami datang untuk mengangkatmu menjadi Raja Israil, dan kami mengikatmu karena kami mengetahui bahwa kamu menolak untuk dijadikan raja”.
Yudas menjawab : “Kalian semua telah hilang kesadaran! Kalian datang untuk menangkap Isa dari Nazareth dengan sepasukan tentara dan lentera-lentera seperti menangkap seorang perampok, dan sekarang engkau telah mengikat aku yang telah menunjukkan kepadamu (tempat persembunyian Nabi Isa as) dan agar menjadikanku sebagai raja!”. Kemudian tentara-tentara itu kehilangan kesabarannya dan dengan beberapa pukulan dan tendangan, mereka memperlakukan Yudas secara sangat menghina dan mereka menyeretnya dengan penuh amarah menuju Yerusalem. Yahya dan Petrus (Simon) mengikuti tentara-tentara itu dari kejauhan, yang kemudian memberitahukan hal itu kepada Barnabas, bahwa mereka telah menyaksikan semua proses pengadilan terhadap Yudas oleh Imam yang hasil musyawarahnya dengan kaum Farisi telah memutuskan untuk menghukum Yudas yang dikira Nabi Isa as. Di mana kemudian Yudas berbicara dan berteriak-teriak seperti orang gila hingga setiap orang yang hadir merasa geli dan tertawa, mereka meyakini bahwa Yudas benar-benar Nabi Isa as, dan oleh karena takut akan kematian, maka dia berpura-pura menjadi gila. Tidak lama kemudian, kaum Literati (ahli Taurat) menutup ke-2 mata Yudas dengan kain dan mengejeknya dengan perkataan : “Isa nabi orang-orang Nazareth, (karena demikian orang-orang yang beriman kepada kenabian Isa as memanggilnya, tetapi orang-orang Yahudi yang kafir tersebut menyebut Nabi Isa as “nabi” sebagai ejekan saja karena mereka sebenarnya tidak beriman kepada kenabian Isa as) jelaskan kepada kami, siapa yang telah memukulmu?”. Kemudian mereka menampar dan meludahi Yudas yang dikira Nabi Isa as.

Semua orang termasuk Maryam ibunda Nabi Isa as, semua kerabat, semua sahabat dan murid-murid beliau as menyakini bahwa Yudas adalah Nabi Isa as. Jauh hari sebelum peristiwa perdebatan di dalam Masjidil Aqsha terjadi, melalui Malaikat Jibril as, Allah telah memberitahu Nabi Isa as lewat wahyu bahwa beliau as akan diangkat-Nya ke Langit untuk diselamatkan dan dijauhkan dari orang-orang kafir yang bersekongkol untuk membunuhnya.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 55-56 :
55.  Ingatlah! (Ketika Allah berfirman) kepada Nabi Isa as melalui Malaikat Jibril as (: “Sesungguhnya Aku akan memegangmu dan mengangkatmu kepada-Ku dan membersihkanmu) menjauhkanmu (dari orang-orang yang kafir) yang bersekongkol untuk membunuhmu, Injil Barnabas pasal 72 halaman 129 (dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu) yaitu murid-muridmu dan orang-orang yang beriman lainnya (di atas orang-orang yang kafir sampai hari Kiamat, kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Kuputuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu perselisihkan”) yaitu masalah keagamaan.
56.  (Adapun orang-orang yang kafir) yaitu orang-orang yang tidak beriman kepada kerasulan Nabi Isa as (maka akan Kusiksa mereka dengan siksaan berat di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak mempunyai penolong).
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 157-158 :
157.(Dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”) mereka menyebut Isa putra Maryam itu Rasul Allah yaitu sebagai ejekan, karena mereka (orang-orang kafir Yahudi) sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa as itu (Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi) yang mereka bunuh ialah Yudas Iskariot murid Nabi Isa as yang suaranya, wajahnya dan dirinya benar-benar sangat mirip karena oleh Allah (diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham padanya) tentang pembunuhan Isa putra Maryam (sesungguhnya dalam keragu-raguan terhadapnya) tentang yang telah dibunuh itu (Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin telah membunuh Isa) karena ada yang berbeda dengan tubuh Nabi Isa as, di tubuh Yudas itu tidak ada Khatim Nubuwah atau daging tumbuh sebesar telur burung merpati di atas rusuk dada sebelah kanan sebagai ciri fisik utusan Allah, wajahnya benar-benar sangat mirip dengan Nabi Isa as tetapi tubuhnya lain.
158.(Tetapi) yang sebenarnya (Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) Allah perintahkan 4 malaikat-Nya mengambil Nabi Isa as dari alam dunia untul diselamatkan dan disimpan di Langit ke-3.

Dan Nabi Isa as telah memberitahukan hal ini kepada Barnabas jauh sebelum Yudas akan dihukum mati di tiang salib, tetapi Barnabas lupa, bahwa gurunya itu pernah berkata kepadanya tentang bagaimana Nabi Isa as akan di bawa naik ke Langit yang ke-3 oleh Allah melalui para malaikatnya dan bahwa hukuman yang seharusnya diterima beliau as akan dilimpahkan kepada orang lain (Yudas), dan bahwa Nabi Isa as tidak akan mati hingga dunia ini mendekati Kiamat (mendekati akhir zaman nanti Nabi Isa as akan turun lagi ke dunia). Oleh karena tidak tahu yang akan di salib itu Yudas, maka keesokkan harinya, Barnabas bersama Maryam dan Yahya pergi mendekati tiang salib tempat Yudas akan dihukum salib di Gunung Calvary atas kejahatan yang telah dilakukannya dengan menjual Nabi Isa as gurunya seperti menjual domba kepada Imam seharga 30 keping emas. Imam bersama dengan kaum Literati dan Farisi, melihat bahwa Yudas tidak mati dihukum cambuk oleh algojo pencambuk, dan merasa khawatir bahwa Gubernur Pilatus kemungkinan akan membebaskan Yudas, maka mereka menyuap Gubernur Pilatus dengan sejumlah uang. Setelah menerima uang suap, Gubernur Pilatus segera memberikan Yudas ke tangan kaum Literati dan Farisi, karena Yudas yang dikira Nabi Isa as itu telah divonis melakukan pelanggaran hukum dan harus dihukum mati. Dalam waktu bersamaan, mereka juga menghukum 2 orang perampok dan bersama dengan Yudas ikut pula dijatuhi hukuman mati di tiang salib. Demikian mereka menggiring Yudas menuju Gunung Calvary yang biasa mereka gunakan untuk menggantung mati orang-orang yang bersalah. Dan di Gunung Calvary inilah mereka menyalib Yudas atas kejahatannya dalam keadaan telanjang. Yudas sama sekali tidak berdaya selain berteriak : “Allah mengapa Engkau meninggalkanku, mengingat penjahat yang sebenarnya telah meloloskan diri dan aku mengalami kematian secara tidak adil?”. Yudas kebanyakan dosa, dan sebagian dosanya adalah, Yudas sering mencuri uangnya Nabi Isa as, itu berarti Yudas sering memakan rezeki haram, maka setan turun kepada dirinya dan menguasainya, setan membuat Yudas memandang baik perbuatannya yang buruk tersebut, sehingga dia merasa benar dan Yudas menganggap Nabi Isa as lah yang bersalah dengan menyebut gurunya itu seorang penjahat, karena Yudas kebanyakan dosa, maka Allah tidak memperlihatkan perbuatan dosa-dosanya di dalam ingatannya.

Setelah penyaliban Yudas, banyak orang yang beriman kepada ajaran-ajaran Nabi Isa as berbalik meninggalkan ajaran-ajarannya, karena menyakini Nabi Isa as itu nabi palsu, dan dengan teknik sulapnya telah membuat berbagai mukjizat. Tetapi mereka yang tetap teguh dalam mengimani ajaran-ajaran Nabi Isa as, diliputi rasa sedih yang sangat mendalam, sambil melihat jenazah Yudas yang dikira Maryam dan murid-muridnya Nabi Isa as adalah dirinya, mereka menerima jenazah Yudas dari Gubernur Pilatus, lalu sebagian murid-muridnya menurunkan jenazahnya dari tiang salib dengan diiringi tangis pilu yang sangat menyayat hati, lalu mereka membawa pulang jenazah Yudas dan menguburkannya di kuburan keluarga Yusuf. Pada malam harinya, murid-murid Nabi Isa as yang lain yang tidak takut kepada Allah, menyelinap menuju kuburan Yudas dan mencuri jenazahnya serta menyembunyikannya, kemudian mereka menyebarkan berita bohong bahwa Nabi Isa as telah bangkit dari kuburnya yang menimbulkan kehebohan. Mendengar berita bohong anaknya bangkit dari kubur, Maryam yang telah pulang ke Nazareth, berangkat lagi ke Yerusalem untuk menemui putranya dan bersama Barnabas, Yakub serta saudaranya Yahya menuju rumah keluarganya dalam keadaan lelah fisik dan mental karena perjalanan dan kesedihan yang amat dalam. Sehingga malaikat-malaikat yang mengawal Maryam naik ke Langit ke-3 tempat Nabi Isa as berada bersama sekumpulan malaikat, lalu menceritakan semua yang terjadi kepadanya, lalu Nabi Isa as memohon kepada Allah agar berkenan memberi kuasa untuk bisa melihat ibunya dan murid-muridnya.

Kemudian Allah memerintahkan Malaikat Jibril, Mikail, Izrail dan Israfil membawanya menuju ke rumah ibunya di Yerusalem. Nabi Isa as datang dikelilingi cahaya yang sangat terang dari cahayanya 4 malaikat, karena Nabi Isa as masuk bersama 4 malaikat ke kamar ibunya yang sedang bersama 2 saudara perempuannya, Lazarus, Barnabas, Yahya, Yakub, Petrus, ketika mereka melihat Nabi Isa as, mereka ketakutan hingga jatuh tersungkur ke tanah seperti orang mati. Lalu Nabi Isa as membangkitkan ibunya dan lainya dari keadaan telungkup di tanah dan berkata : “Jangan takut, karena aku adalah Isa, dan jangan menangis karena aku hidup dan tidak mati”. Lalu Nabi Isa as menceritakan yang sebenarnya terjadi dan menyuruh Barnabas menulis penyaliban Yudas dengan kisah yang sebenarnya, supaya kaum muslimin mendapat berita yang benar (Paulus tidak ada di TKP ketika peristiwa pengadilan dan penyaliban itu terjadi, setelah puluhan tahun sejak penyaliban Yudas Iskariot terjadi, Paulus baru menulis cerita palsu tentang penyaliban Yudas, yang tidak berdasarkan fakta tetapi berdasarkan cerita fiksi dari 2 dukumen tulisan paku berjudul : The Babylonia Passion Play of Bel, yaitu kisah tentang penyalibannya Dewa Baal (Ba’al) dewanya orang-orang Mediterania dan dicampur dengan cerita karangan Paulus sendiri lalu menjadi tulisan cerita fiksi baru untuk menceritakan kisah pengadilan Yudas Iskariot dalam Injil Matius 27:11-26 dan Lukas 23:1-25 dan penyaliban dan penguburan Yudas Iskariot dalam Injil Matius 27:27-60 dan Lukas 23:26-56 yang ditulis Paulus di Perjanjian Baru). Pada hari ke-3 sejak kedatangan Nabi Isa as di antara keluarganya dan murid-muridnya, beliau as berkata : “Pergilah ke Gunung Olives bersama ibundaku, karena di sanalah aku akan naik menuju Langit dan engkau semua akan menyaksikan siapa yang akan mengangkatku ke Langit”. Maka berangkatlah sebagian besar muridnya, karena ke 25 dari 72 murid yang bukan murid inti melarikan diri ke Damaskus karena takut akan penindasan dan hukuman dari para elit agama Yahudi dan penguasa Romawi karena menjadi pengikut Nabi Isa as (di Damaskus, mereka ditangkap Paulus lalu disiksa olehnya, sehingga kejahatan Paulus ini selalu diingat oleh murid-muridnya Nabi Isa as). Ketika mereka tengah khusyuk beribadah, datanglah Nabi Isa as bersama dengan banyak sekali malaikat yang selalu memuji Allah kemudian beliau as naik ke Gunung Olives (Zaitun) menemui ibu dan murid-muridnya, dari sana diangkat 4 malaikat disaksikan sebagian besar muridnya menuju Langit ke-3 lagi dan tinggal di sana sampai hampir mendekati pertengahan akhir zaman nanti, lalu Nabi Isa as turun ke Bumi terakhir kalinya untuk membunuh Dajjal dengan pertolongan Allah di Perang Armageddon II dan setelah perang, menegakkan kalimat Laa Ilaaha Illallaahu ke seluruh dunia dengan membunuh semua orang kafir termasuk bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang tidak mau masuk Islam lewat mukjizat nafasnya yang beracun yang jarak jangkauannya sejauh mata memandang.

Sumber : Al-Qur’an, Injil Barnabas dan Islam dan Kristen dalam Dunia Modern oleh M. Fazlur Rahman Ansari.

Tidak ada komentar: