15 Januari, 2013

MANFAAT BERJALAN KAKI KE MASJID

Setelah berwudlu mensucikan diri dari segala najis dan kotoran secara sempurna sehingga tubuh dan jiwa kita siap untuk menghadap Allah dalam shalat berjamaah. Semua ulama bersepakat mengenai anjuran shalat berjamaah, khususnya bagi kaum pria, bahkan sebagian ulama mewajibkannya. Umat Islam diharuskan untuk berkumpul di masjid mendirikan shalat berjamaah dalam barisan (shaf) yang rapi dan tidak renggang-renggang. Selain mendapatkan pahala yang besar dari Allah, perjalanan menuju masjid untuk shalat berjamaah juga mengandung faedah luar biasa bagi kesehatan. Rasulullah saw sering kali menganjurkan umatnya untuk berjalan kaki menuju masjid atau tempat shalat, anjuran tersebut beliau sampaikan dalam beberapa hadits. Allah akan memberikan pahala yang sangat besar bagi orang yang berjalan menuju tempat shalat. Orang yang paling jauh jaraknya menuju masjid akan mendapat pahala yang paling besar. Dari Abu Hurairah ra,
Rasulullah saw bersabda           :“Maukah kalian kutunjukkan kepada suatu amal yang dengannya Allah menghapus dosa dan meninggikan derajat (bagi yang shalat berjamaah khususnya shalat shubuh)?”.
Para sahabat menjawab            :“Tentu saja Rasulullah”.
Rasulullah saw bersabda           :“Menyempurnakan wudlu dan menjauhi segala sesuatu yang tidak diridhai (Allah), memperbanyak langkah ke masjid dan menunggu waktu shalat (wajib) dengan mendirikan shalat (sunat). Itulah  keutamaan, itulah keutamaan”. H.R. Muslim.
Dari Abu Musa, Rasulullah saw bersabda :
“Orang yang mendapat pahala shalat yang paling besar adalah yang paling jauh jarak perjalanannya ke masjid”.  Hadits riwayat Muslim.
Ke-3 hadits di atas menegaskan keutamaan orang yang rumahnya jauh dari masjid sehingga membutuhkan banyak langkah untuk sampai ke sana. Pahala yang didapatkannya pun lebih banyak dibandingkan dengan orang yang rumahnya dekat dengan masjid. Semakin jauh jarak rumah seseorang dari masjid, semakin besar pahala shalatnya. Rasulullah saw bersabda : “Allah telah menghimpun (kebaikan itu) untuknya”. Hadits riwayat Muslim.
Rasulullah saw bersabda : “Berilah kabar gembira kepada orang yang berjalan menuju masjid di tengah kegelapan malam (shalat Isya’ dan Shubuh) bahwa mereka akan mendapat cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat”. Hadits riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah.
Rasulullah saw bersabda : “Kalau tidak karena kasihan dengan istri dan anak-anaknya, akan aku bakar rumah orang yang tidak mau shalat berjamaah”. Hadits riwayat Bukhari.

Jalan kaki merupakan olahraga sederhana yang berperan penting untuk menegakkan dan menguatkan tubuh serta membuat seseorang tetap bersemangat menjalani aktivitas. Orang yang rajin berjalan kaki akan memiliki tubuh yang lebih kuat dan tahan dari serangan penyakit dan segala hal yang berbahaya. Berjalan kaki pada waktu-waktu tertentu (waktu masuk shalat wajib), telah cukup untuk melatih tubuh, terutama tulang bersendian, otot tubuh dan perangkat tubuh lain. Berjalan kaki ke masjid juga dapat mencegah penyakit kejumudan karena terlalu banyak duduk dan mengurangi kegemukan karena berjalan kaki sangat berguna untuk menurunkan kadar lemak dalam darah dan menjaga keseimbangan dan keserasian tubuh karena energi yang berlebihan dalam tubuh dibakar ketika kita berjalan kaki sehingga sistem peredaran darah menjadi lebih lancar, begitu pula jaringan urat saraf dan sirkulasi Oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih baik, tubuh menjadi lebih kuat dan segar. Kebiasaan jalan kaki juga dapat meningkatkan fungsi kerja jantung, menjaga kesehatan jantung karena dapat melancarkan sirkulasi pernafasan sehingga jantung dan paru-paru menjadi lebih sehat dan mengurangi risiko penyakit jantung, kanker payudara, kanker hati, dan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, menurunkan tekanan darah hingga kadar normal, sehingga tubuh akan terjaga dari tekanan darah tinggi dan melancarkan pencernakan dan mencegah penyakit Alzheimer. Karena kaum pria membutuhkan energi positif lebih banyak dari wanita, maka pria sangat membutuhkan shalat berjamaah. Kaum pria darahnya, Hemoglobin dan sel darah merahnya lebih banyak daripada wanita dan pria ukuran jantungnya lebih besar dari wanita, maka kaum pria sangat membutuhkan shalat Shubuh berjamaah karena mereka membutuhkan Oksigen lebih banyak dari wanita yang dimasukkan ke dalam tubuhnya melalui gerakan-gerakan shalat Shubuh, khususnya gerakan takbirratur ihram, gerakan rukuk dan sujudnya yang tumakninah, karena Oksigen paling banyak ada di permukaan Bumi pada waktu shalat Shubuh atau di pagi hari. Oksigen sangat dibutuhkan untuk kesempurnaan kerja organ-organ tubuh, khususnya jantung dan otak serta dibutuhkan untuk bernafasnya semua sel-sel.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang menyerang sistem pencernakan dan cenderung lebih mudah mengenai orang yang tidak pernah berlatih mengerakkan tubuhnya. Sebaliknya, penyakit pencernakan tidak akan mudah menyerang orang yang sering berolahraga. Berjalan kaki nyaris serupa dengan olahraga angkat beban, karena berjalan kaki dapat menguatkan otot kaki, otot perut, otot punggung, juga dapat menegakkan tulang punggung, mengokohkan rangka tubuh, menjaga persendian, karena mampu melatih otot-otot tubuh, terutama setelah kita banyak duduk atau diam bermalas-malasan, dan mengurangi risiko pengeroposan tulang, serta mengurangi tekanan kejiwaan yang sering menimbulkan stres dan kegelisahan. Sebab, olahraga secara umum dapat menurunkan produksi hormon endorphin yang menahan manusia untuk merasa tenang, nyaman dan santai. Karena itu, berjalan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah dapat mengurangi rasa gelisah, sedih, putus asa atau was-was dan depresi karena tekanan berbagai persoalan yang dihadapi setiap hari dan dapat membuat perasaan bahagia, senang dan memiliki pandangan yang baik terhadap diri sendiri dan hakikat dirinya. Berjalan kaki dapat meningkatkan kinerja sistem syaraf simpatetik, karena seluruh anggota tubuh ikut bergerak ketika berjalan kaki.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda :
“Jika telah terdengar panggilan shalat (adzan), jangan berlari menyusulnya, tetapi berjalanlah, dan berjalanlah dengan tenang. Jika sesampainya di sana (tempat shalat berjamaah) masih bisa memburu shalat, kerjakanlah, tetapi jika tidak bisa (karena ketinggalan rukun-rukunnya), lakukanlah yang tersisa (dengan mengikuti gerakan shalat imam), lalu sempunakanlah (rukun-rukun shalat yang ketinggalan)”. H.R. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud.
Dengan berjalan kaki untuk shalat berjamaah, akan sangat menyehatkan dan menyegarkan seluruh tubuh serta berpahala besar, menghapuskan dosa dan meninggikan derajat.

Sumber: Buku Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah Karya Dr. Jamal Elzaky

Tidak ada komentar: