12 Maret, 2013

GODAAN SETAN

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168-169 :
168.          (…dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia menjadi musuh yang nyata bagimu) Al-Baqarah 208, Al-An’aam 142, Yusuf 5, Al-Israa’ 53, Al-Kahfi 50, Thaahaa 117, Al-Qashash 15, Faathir 6, Yaasiin 60 dan Az-Zukhruf 62.
169.          (Sesungguhnya) setan (itu hanya menyuruh kamu supaya berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah).
Qur’an surat Yaasiin ayat 62 :
62.  (Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian) wahai manusia (Maka apakah kalian tidak memikirkan?) tipu daya setan untuk memperdayakan kalian dalam menaati Allah, Luqman 33.
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 27 :
27.  (Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari Surga. Ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat masing-masing. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang) pada umumnya sebagian besar dari (kamu tidak bisa melihat mereka.…).
Qur’an surat Thaahaa ayat 123-127 :
123.          (Allah berfirman : “Turunlah kalian berdua) Nabi Adam as dan Hawa (daripadanya) Surga (bersama-sama, sebagian) keturunan (kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepada) keturunan (kalian petunjuk daripada-Ku) melalui kitab-kitab-Nya dan para utusan-Nya (lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku) dengan beriman dan bertakwa (ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka).
124.          (Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya) mengumpulkannya (pada hari Kiamat dalam keadaan buta”) ketika dibangkitkan hidup kembali.
125.          (Berkatalah ia : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpun aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya) ketika hidup di dunia (adalah orang yang) bisa (melihat?”).
126.          (Allah berfirman : “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya) kamu mengabaikannya dan kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik (dan begitu pula pada hari ini) di hari Kiamat (kamupun dilupakan”) dibiarkan tinggal di dalam Neraka.
127.          (Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal) An-Nahl 104.
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 72 :
72.  (Dan barangsiapa yang buta) matanya dan buta mata hatinya tidak dapat melihat perkara yang benar (di dunia ini, niscaya di akhirat nanti ia akan lebih buta lagi dan lebih tersesat jalannya).
Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 36-37 :
36.  (Barangsiapa yang berpaling) tidak beriman dan tidak bertakwa (dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya setan) untuk menyesatkannya (maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya).
37.  (Dan sesungguhnya mereka) setan-setan itu (benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk).
Qur’an surat Al-Hasyr ayat 16 :
16.  Bujukan orang-orang munafik kepada orang-orang kafir Yahudi dari Bani Nadhir itu adalah (seperti halnya) bujukan (setan) kepada manusia ketika (ia berkata kepada manusia : “Kafirlah kamu”. Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu) setan tidak mau bertanggung jawab setelah berhasil menyesatkan manusia (karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam”) setan berdusta, yang sebenarnya setan itu durhaka bahkan sangat durhaka, sangat ingkar dan membangkang kepada Allah, An-Nisaa’ 117, Al-Israa’ 27, Al-Kahfi 50, Maryam 44, Thaahaa 116 dan Ash-Shaaffat 7.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 118-120 :
118.          (yang dilaknati Allah dan) setan (itu mengatakan : “Aku pasti akan mengambil bagian yang telah ditetapkan untukku) pada diri setiap manusia itu ada potensi untuk berbuat baik dan jahat, setan akan menggunakan potensi berbuat jahat pada diri manusia untuk menyesatkannya dan mencelakakannya (dari hamba-hamba-Mu).
119.          (Dan sungguh, akan aku) setan (sesatkan mereka, dan akan aku membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan aku suruh mereka memotong telinga binatang-binatang ternak) setan berhasil menyuruh kaum musyrik Mekkah pada ternak bahirah (Dan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah. Dan barangsiapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata).
120.          (Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka).
Qur’an surat Ibrahim ayat 22 :
22.  (Dan berkatalah setan tatkala perkara hisab) pengadilan semua makhluk (telah diselesaikan) lalu orang-orang yang berhak masuk Surga dimasukkan ke dalam Surga dan orang-orang yang wajib masuk Neraka dimasukkan ke dalam Neraka, lalu mereka mengerumuni Iblis (“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar) melalui para utusan-Nya dengan membawa bukti-bukti yang nyata (dan akupun telah menjanjikan kepada kalian) bahwa janji Allah itu tidak ada dengan memberikan angan-angan kosong kepada manusia yang tidak beriman yang menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin mereka, Al-A’raaf 27 (tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan) kekuatan yang dapat memaksa kalian mengikuti godaanku (bagiku terhadap kalian, melainkan) kecuali (aku menyeru) menggoda untuk menyesatkan (kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalianpun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku) dengan Allah (sebelumnya”) sewaktu hidup di dunia, lalu Allah berfirman : (“Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu mendapat siksaan yang pedih”).
Qur’an surat Al-Furqaan ayat 29 :
29.  (Sesungguhnya ia) setan (telah menyesatkan aku dari peringatan) Al-Qur’an (ketika peringatan itu telah datang kepadaku, dan setan memang pengkhianat manusia).
Qur’an surat Qaaf ayat 27 :
27.  Ketika Allah mengadili manusia di akhirat nanti, lalu (Yang menyertai dia) yaitu setan (berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”) padahal setan ketika di dunia menyuruh manusia yang dikuasainya yaitu orang-orang kafir, setiap pendusta dan banyak melakukan perbuatan dosa untuk selalu mengerjakan perbuatan jahat, yang keji dan mungkar.
Qur’an surat Al-Mujaadilah ayat 19 :
19.  (Setan telah menguasai mereka lalu) setan (menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi).
Qur’an surat Al-Hajj ayat 4 :
4.      (Yang telah ditetapkan terhadap setan itu, bahwa barangsiapa yang berteman dengan ia) setan (tentu ia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab Neraka).
Qur’an surat Faathir ayat 5-6 :
5.      (Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian dan janganlah) setan (yang pandai menipu, memperdayakan kalian tentang Allah.)
6.      (Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh) kalian, dengan cara bertakwalah hanya kepada Allah saja (karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala).

Rasulullah saw bersabda :
“Setan berkumpul di kepala kalian ketika kalian tidur, karena adanya 3 ikatan, pada setiap ikatan itu setan berkumpul. Setan mengikatkan ubun-ubun di kepala seorang dari kalian jika ia tertidur dengan tiga ikatan, setan memukul setiap ikatan itu dengan kata “Malam masih panjang, tidurlah”, ketika kalian bangun dan menyebut nama Allah (Alhamdulillah), maka terlepaslah satu ikatan, ketika kalian berwudlu, terlepaslah satu ikatan yang kedua dan ketika kalian mendirikan shalat, lepaslah seluruh ikatan dari kalian, sehingga kalian bangun menjadi lebih sehat dan semangat dan hati yang nyaman, jika tidak melakukan ke-3 hal itu, ia bangun kesiangan dalam keadaan hati yang tidak nyaman dan malas”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Hal itu terjadi bagi orang yang sebelum tidur tidak membaca Al-Ikhlash 3x, Al-Falaq, An-Naas dan ayat Kursi dan tidak membaca doa mau tidur untuk membentengi dirinya dari gangguan setan. Bagi orang yang membaca ayat-ayat Al-Qur’an sebelum tidur, setan tidak dapat mengganggunya, insya Allah.
Orang yang ketika mau tidur tidak menyebut Asma Allah dan tidak mempunyai niat untuk bangun shalat malam atau tidak mempunyai niat bangun untuk shalat Shubuh tepat waktu, maka setan akan mengencingi telinganya.
Karena air kencing setan itu berbentuk gas yang sangat kuat tekanannya, tetapi sangat ringan dan mirip aliran air mancur. Sehingga orang itu tidak bisa bangun untuk shalat Shubuh tepat waktu, karena telinganya telah di kencingi oleh setan, maka orang tersebut tidak akan bangun kecuali hari telah terang. Telinga adalah pintu yang paling mudah dimasuki setan dan paling cepat mengantarkannya sampai ke urat nadi, sehingga menimbulkan kemalasan di sekujur tubuh orang yang tidak berdzikir sebelum tidur malam dan tidak berniat bangun dini hari melaksanakan perintah-perintah Allah sehingga Allah tidak menolongnya untuk membangunkannya supaya bisa menunaikan kewajiban-kewajiban yang ditetapkan-Nya dan seorang muslim itu tidak bisa menolak godaan setan yang mendatanginya. Hadits riwayat Bukhari
Dari Ibnu Wa’il dari Abdullah bin Mas’ud ra : “Disebutkan di hadapan Nabi saw, seorang pria (saat itu tidak hadir).
Lalu seseorang berkata : “Dia masih tidur hingga pagi tadi dan tidak bangun untuk shalat (Shubuh berjamaah)”.
Rasulullah saw bersabda           : “Setan telah mengencingi telinganya”. Hadits riwayat Bukhari.
Dari Ibnu Mas’ud ra, katanya   : “Disebutkan di hadapan seorang laki-laki yang tidur di malam hari hingga pagi”. Lalu Rasulullah saw bersabda           : “Orang itu dikencingi telinganya oleh setan”. Hadits riwayat Muslim.

Qur’an surat Al-A’raaf ayat 16-17 dan 200-202 :
16.  (“Iblis menjawab : ”Karena Engkau telah menghukumku sesat, aku akan) menghalang-halangi (mereka dari jalan Engkau yang lurus) Al-Hijr 39,
17.  (kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakkan mereka taat”).
200.          (Dan jika engkau ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah) dengan membaca A'uudzubillahi minasy syaithaanirrajiim (sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
201.          (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat) kepada Allah (maka ketika itu mereka melihat) perbedaan yang hak dan yang batil, lalu mereka memilih yang hak.
202.          (Dan teman-teman mereka) yaitu setan-setan manusia atau orang-orang kafir dan fasik (membantu mereka) setan-setan jin (dalam menyesatkan, kemudian tidak henti-hentinya) mereka menyesatkan manusia.
Qur’an surat Al-Hijr ayat 40-42 :
40.  (Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka).
41.  (Berfirmanlah) Allah (: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah memeliharanya) menjaganya.
42.  (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku) yang beriman dan bertakwa (tidak ada kekuasaan bagimu) setan (terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kalian, yaitu orang-orang yang sesat) Al-Israa’ 65.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 148-149 :
148.          (Allah tidak menyukai perkataan buruk) yaitu dengan mencela (menghina) orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan orang dengan kata-kata yang tidak sopan dan sebagainya (yang diucapkan dengan terus terang kecuali) yang diucapkan (oleh orang yang dizhalimi) dianiaya (Dan Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui).
149.          (Jika kamu melahirkan) memperlihatkan (sesuatu kebaikan) dengan bertingkah laku atau mengucapkan kata-kata yang baik (atau menyembunyikannya atau memaafkan sesuatu kesalahan) orang lain (maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa).
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 53 dan 62-64 :
53.  (Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku : “Hendaklah mereka mengucapkan) kata-kata (yang lebih baik) janganlah mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan dan menimbulkan permusuhan dengan menghina di depan orangnya, menfitnah, mengadu domba dan sebagainya (Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”).
62.  (Iblis berkata : “Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil”) dari hamba-hamba-Mu yang mukhlis, Al-Hijr 40 dan Shaad 82-83.
63.  (Berfirman) Allah kepada Iblis (: “Pergilah!) Keluarlah dari Surga! Al-Hijr 34 (Barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya Neraka Jahannam adalah balasan kalian semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup) Al-Hijr 43.
64.  (Dan godalah) sesatkanlah (siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu) godaanmu (dan kerahkanlah) mintalah bantuan (terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta benda dan anak-anak) dari hasil perbuatan zina (dan beri janjilah mereka”. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka) Allah memberi kesempatan kepada Iblis untuk menyesatkan manusia dengan segala kemampuan yang ada padanya, tetapi segala tipu daya setan itu tidak akan mampu menghadapi orang-orang yang benar-benar beriman dan bertakwa.
Qur’an surat Fushshilat ayat 36 :
36.  (Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah) dengan memperbanyak dzikir, istighfar dan membaca surat Al-Mu’minuun 97-98 (Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
Qur’an surat Al-Mu’minuun ayat 97-98 doa menangkal gangguan setan :
Rabbi ‘auudzubika min hamazaa titstsayaatiin. Wa ‘auudzubika Rabbi ‘anyahduruun.
97.  (“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan).  
98.  (Dan aku berlindung pula kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan setan-setan itu kepadaku”).
Qur’an surat An-Nahl ayat 63 dan 99-100 :
63.  (Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus) rasul-rasul Kami (kepada umat-umat sebelum engkau, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka) yang buruk yaitu kekafiran (maka setan menjadi pemimpin mereka pada hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih).
99.  (Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya) Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus, Al-Hajj 54.
100.          (Sesungguhnya kekuasaannya hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya) setan (sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah).
Qur’an surat Maryam ayat 83 :
83.  (Tidakkah kamu lihat, bahwasannya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir) supaya menguasai mereka (untuk menghasut) menggerakkan jasmani dan rohani (mereka) melakukan perbuatan dosa-dosa (dengan sungguh-sungguh).

Justru setan tidak cukup menghalangi para hamba Allah dari perbuatan taat, bahkan ia berusaha untuk merusak ketaatan itu yang mana jika ia tidak dapat menghalangi mereka dari perbuatan taat, ia berusaha sebisa mungkin untuk merusak ketaatan para hamba Allah.
Rasulullah saw bersabda :
”Sesungguhnya setan jika mendengar seruan untuk shalat, ia membuat penghalang dengan suara kentut, hingga agar ia tidak mendengar suara adzan. Apabila adzan itu sudah selesai, maka ia kembali menggoda, apabila ia mendengar iqomah, ia pergi agar ia tidak mendengar iqomah itu, apabila sudah berhenti iqomahnya, ia kembali menggoda”. Hadits Bukhari dan Muslim.
Rasulullah saw bersabda :
”Apabila telah selesai, setan datang hingga ia meniupkan godaannya di jiwa orang-orang, setan membisikkan ke hamba Allah : ”Ingatlah ini dan itu, yang mana hal itu tidak pernah si hamba itu ingat sebelumnya, hingga orang itu kebingungan berapa rakaat  si hamba tersebut telah shalat”. Hadits riwayat Bhukari.
Qur’an surat Al-Anfaal ayat 29 :
29.  (Wahai orang-orang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan Furqaan) yaitu petunjuk yang membuat mampu membedakan antara yang hak dan yang batil (kepada kalian dan menghapus segala kesalahan-kesalahan kalian dan mengampuni) dosa-dosa (kalian. Dan Allah mempunyai karunia yang besar).
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 28 :
28.  (Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada rasul-Nya, niscaya Allah memberikan kepada kalian dua bagian dari rahmat-Nya, dan menjadikan untuk kalian cahaya) petunjuk jalan yang lurus dan jalan-jalan keselamatan, yaitu Al-Qur’an dan Hadits, Al-Maaidah 16 (yang dengan cahaya itu kalian dapat berjalan) menjadi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah sehingga tidak sesat jalannya dan dapat bergaul di tengah-tengah masyarakat manusia (bisa bersosialisasi), Al-An’aam 122 (dan Dia mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 19, 83, 85, 101-103 dan 130 :
19.  (Sesungguhnya agama) yang diridhai (di sisi Allah) hanyalah agama (Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang diberi Alkitab) Yahudi dan Nasrani (kecuali setelah datang kepada mereka ilmu, karena kedengkian) yang ada (di antara mereka, barangsiapa yang kafir pada ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya).
83.  (Apakah mereka hendak mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya tunduk segala apa yang di Langit dan di Bumi, baik suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan).
85.  (Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka tidaklah akan diterima) agama itu (dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi) karena dimasukkan ke Neraka Jahannam.
101.          (….Barangsiapa yang berpegang teguh) kepada (agama Allah) yaitu Islam (maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk ke jalan yang lurus)
102.          (Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam).
103.          (Dan berpegang teguhlah kamu semuanya dengan tali) agama (Allah, dan janganlah kamu terpecah-belah….) setelah menganut agama Islam.
130.          (…dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan).
Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 2-5 :
2.      (…Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar).
3.      (Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan) keperluan (nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan) yang dikehendaki (-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu).
4.      (….Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya) baik urusan di dunia maupun di akhirat.
5.      (…dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya).
Qur’an surat Al-Qalam ayat 34 :
34.  (Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa) disediakan (Surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya) Al-Hijr 45.
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 213 :
213.          (….Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus) Al-Hajj 16.
Qur’an surat Yunus ayat 9 dan 108 :
9.      (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya) diberi petunjuk oleh Allah untuk mengerjakan amal-amal yang menyampaikannya ke Surga (di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam Surga yang penuh kenikmatan).
108.          (Katakanlah) Muhammad (: “Wahai manusia, sesungguhnya teIah datang kepada kalian kebenaran dari Tuhan kalian, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya petunjuk itu untuk kebaikan dirinya. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap diri kalian”).
Qur’an surat Maryam ayat 76 :
76.  (Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya).
Qur’an surat Thaahaa ayat 123 :
123.          (....Jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku) yaitu ayat-ayat-Nya dalam Al-Qur’an yang dibawa oleh Rasulullah saw (maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka).

Qur’an surat Al-Hajj ayat 54 :
54.  (Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur’an) itulah (yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan mantaplah hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus).
Qur’an surat Muhammad ayat 17 :
17.  (Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka) balasan (ketakwaannya).
Qur’an surat At-Taghaabun ayat 11 :
11.  (Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu).
Qur’an surat Yunus ayat 99-100 :
99.  (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka Bumi seluruhnya. Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?).
100.          (Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya).
Qur’an surat An-Nahl ayat 93 :
93.  (Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kalian satu umat) saja (tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kalian akan ditanya tentang apa yang telah kalian kerjakan) Huud 118, As-Sajdah 13 dan Asy-Syuura 8.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 6-7, 18 dan 171 :
6.      (Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja bagi mereka, apakah kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman).
7.      (Allah mengunci mati hati mereka begitu pula pendengaran mereka sedangkan penglihatan mereka ditutup) sehingga tidak bisa melihat kebenaran Islam (dan bagi mereka siksa yang berat).
18.  (Mereka tuli, bisu dan buta) mata hatinya (maka mereka tidaklah akan kembali) ke jalan yang benar.
171.          (Dan perumpamaan) orang mukmin yang mengajak (orang-orang kafir) untuk masuk Islam (adalah seperti orang yang memanggil binatang yang tidak dapat didengarnya selain berupa panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta) Allah mengunci mati hati mereka (sehingga mereka tidak mengerti).
Qur’an surat Yaasiin ayat 8-11 :
8.      (Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka) diangkat dan disatukan (ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah) karena mereka tidak mau taat dan menyombongkan diri tidak mau beriman.
9.      (Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding) pula (dan Kami tutup) mata hati (mereka sehingga mereka tidak dapat melihat) jalan iman yang benar.
10.  (Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman) karena Allah telah mengunci mati hati nurani mereka atau Allah tidak memberi hidayah.
11.  (Sesungguhnya kamu hanya dapat memperingati orang yang mau mengikuti peringatan) petunjuk Al-Qur’an (dan yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah walaupun ia tidak melihat-Nya. Maka berilah ia kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia) yaitu akan masuk Surga.
Qur’an surat Al-Jaatsiyah ayat 23 :
23.  (Apakah kamu pernah melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah) membiarkannya sesat? (Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?).

Qur’an surat Ra’du ayat 31 :
Ayat ini diturunkan ketika orang-orang kafir Mekkah berkata kepada Rasulullah saw, kata mereka : “Jika engkau benar-benar seorang nabi, maka enyahkanlah gunung-gunung Mekkah ini dari kami, kemudian jadikanlah pada tempatnya sungai-sungai dan mata air-mata air supaya kami dapat bercocok tanam dan bangkitkanlah nenek moyang kami yang telah mati menjadi hidup kembali untuk berbicara kepada kami”, maka turunlah ayat berikut ini :
31.  (Dan seandainya ada suatu bacaan) kitab suci (yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat dipindahkan atau Bumi jadi terbelah karenanya atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara) tetap saja orang-orang kafir itu tidak akan mengimaninya sekalipun didatangkan kepada mereka apa yang dimintanya, karena Allah tidak memberi petunjuk kepada mereka (Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah). Selanjutnya ayat ini diturunkan ketika para sahabat berkehendak untuk menampakkan apa yang mereka minta, karena para sahabat sangat menginginkan orang-orang kafir itu mau beriman, lalu Allah berfirman :
(Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki) semua manusia beriman (tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri yaitu berupa malapetaka atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji) hal ini terjadi di Hudaibiyah sehingga tibalah saatnya penaklukkan Kota Mekkah.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 49 :
49.  (….Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik) Al-A’raaf ayat 102.
Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 1 :
1.      (Alif laam miim raa. Ini adalah sebagian dari Alkitab) Al-Qur’an (Dan kitab yang diturunkan kepadamu) Muhammad (dari Tuhanmu itu adalah benar, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman) kepadanya.
Qur’an surat Yusuf ayat 103 dan 106 :
103.          ( Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya) Asy-Syu’araa’ ayat 8, Yaasiin ayat 7 dan Al-Mu’min ayat 59.
106.          (Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan) Allah.

Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 88 :
88.   (….Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan jalan) untuk memberi petunjuk (kepadanya) An-Nisaa’ 143, Al-A’raaf 178, 186, Ar-Ra’du 33, An-Nahl 37, Al-Israa’ 97, Al-Kahfi 17, An-Naml 81, Ar-Ruum 29, 53, Az-Zumar 23, 36, Al-Mu’min 33, Asy-Syuura 44, 46, Az-Zukhruf 40 dan Al-Jaatsiyah 23.
Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 27 :
27.  (…Katakanlah : “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya”).
Qur’an surat Ibrahim ayat 4 dan 27 :
4.      (….Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana) An-Nahl 93, Faathir 8, Adz-Dzariyaat 9 dan Al-Muddatstsir 31.
27.  (dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki).
Qur’an surat Al-Qashash ayat 50 dan 56 :
50.  (….Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun….).
56.  Ayat ini diturunkan berkenaan dengan keinginan Rasulullah saw akan keimanan pamannya Abu Thalib supaya memeluk agama Islam (Sesungguhnya engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk) dan bukan kewajiban Rasulullah saw untuk menjadikan manusia mendapat petunjuk, akan tetapi hanya Allah-lah yang dapat memberi petunjuk atau memberi taufiq dan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, Al-Baqarah ayat 272.
Qur’an surat Al-Mu’min ayat 28, 34 dan 74 :
28.  (....Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta).
34.  (....Demikianlah Allah menyesatkan orang yang melampaui batas) dalam melakukan dosa kekafiran dan kemaksiatan (lagi ragu-ragu) dalam beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.
74.  (....Seperti demikianlah) sebagaimana disesatkan-Nya orang-orang yang mendustakan Al-Qur’an (Allah menyesatkan orang-orang kafir).
Qur’an surat Asy-Syams ayat 8-10 :
8.      (Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu) jalan (kefasikan dan ketakwaannya) Allah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus dan jalan yang sesat.
9.      (Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan) jiwa (nya) dari dosa-dosa.
10.  (Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya) dengan perbuatan dosa.
Qur’an surat Al-Jin ayat 14-15 :
14.  (Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang muslim dan ada) pula (orang-orang yang menyimpang dari kebenaran) sesat (Barangsiapa yang) memeluk agama (Islam, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus).
15.  (Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi Neraka Jahannam).
Qur’an surat Al-Insaan ayat 3-4 :
3.      (Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur) ada yang beriman dan menjadi orang mukmin (dan ada pula yang kafir).
4.      (Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai dan belenggu-belenggu dan Neraka Sair).

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 258 dan 264 :
258.          (dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim) Ali-‘Imran 86, Al-Maaidah 51, Al-An’aam 144, At-Taubah 19, 109, Al-Qashash 50, Al-Ahqaaf 10, Ash-Shaff 7 dan Al-Jumu’ah 5.
264.          (….Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir) Al-Maaidah 67, At-Taubah 37 dan An-Nahl 107.
Qur’an surat Al-Maaidah ayat 108 :
108.          (….Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik) At-Taubah 24, 80, Ash-Shaff 5 dan Al-Munaafiquun 6.
Qur’an surat Az-Zumar ayat 3 :
3.      (....Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang pendusta lagi sangat ingkar).
Qur’an surat Al-An’aam ayat 39 dan 125 :
39.  (Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu lagi berada dalam gelap gulita) sesat (Barangsiapa yang dikehendaki Allah) kesesatannya (niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah) diberi-Nya petunjuk (niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus).
125.           (Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki) Allah (kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke Langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman).

Qur’an surat An-Nahl ayat 36 :
36.  (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk) menyerukan (: “Sembahlah Allah) saja (dan jauhilah Thaghut”) adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah (maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kalian di muka Bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan) Allah dan rasul-rasul-Nya, yaitu diazabnya mereka oleh Allah.
Qur’an surat Al-A’raaf ayat 30, 101 dan 178-179 :
30.  (Sebagian) manusia (diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung) mereka (selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk).
101.          (....Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir).
178.          (Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi).
179.          (Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk) isi (Neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata) tetapi (tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga) tetapi (tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai).
Qur’an surat An-Nuur ayat 40 :
40.  (…dan barangsiapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah, tidaklah ia mempunyai cahaya) tidak mendapatkan petunjuk (sedikit pun) dari Allah.
Qur’an surat Ar-Ruum ayat 59 :
59.  (Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak mau memahami) ayat-ayat-Nya.
Qur’an surat Az-Zumar ayat 22 dan 37 :
22.  (Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk) menerima agama (Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya) samakah dengan orang yang Allah telah kunci mati hatinya atau membatu hatinya? (Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata).
37.  (Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa dan mempunyai) kekuasaan untuk (menghukum?) musuh-musuh-Nya.
Qur’an surat An-Nahl ayat 106-108 :
106.    ((Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah ia beriman) yaitu murtad, maka ia mendapat kemurkaan Allah (kecuali orang yang dipaksa) untuk mengucapkan kalimat kekufuran lalu terpaksa ia mengucapkannya sehingga ia dianggap telah kafir (padahal hatinya tetap tenang dalam beriman) ia tidak berdosa (akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran) murtad dengan kesadaran penuh tanpa dipaksa oleh siapapun (maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar).
107.    (Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir).
108.    (Mereka itulah orang-orang yang hatinya, pendengarannya dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai).
Qur’an surat Yunus ayat 25 dan 74 :
25.  (Allah menyeru) manusia pada keimanan (ke Darussalam) kepada jalan keselamatan yaitu Surga (dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus) yaitu memeluk agama Islam.
74.  (….Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas).

Qur’an surat An-Nisaa’ 82 :
82.  (Apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Sekiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah akan mereka jumpai di dalamnya pertentangan) perselisihan ayat-ayatnya (yang banyak) seperti yang ada di dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Qur’an surat Yunus ayat  37 :
37.   (Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain Allah, akan tetapi) Al-Qur’an itu diturunkan untuk (membenarkan apa-apa) yaitu kitab-kitab (yang) diturunkan (sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya, tidak ada keraguan di dalamnya, diturunkan dari Tuhan semesta alam).
Qur’an surat Al-Kahfi ayat 1-2 :
1.      (Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya) Rasulullah saw (Alkitab) Al-Qur’an (dan Dia tidak menjadikannya kebengkokan) ) kesalahan dan perselisihan atau ketidakbenaran di dalamnya, Az-Zumar 28 Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
2.      (Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat keras dari sisi-Nya dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik) mereka kekal di dalam Surga untuk selama-lamanya, Al-Kahfi 3.
Qur’an surat Al-’Ankabuut ayat 48-49 :
48.  (Dan engkau) Muhammad (tidak pernah membaca sebelumnya) sebelum Al-Qur’an diturunkan (sesuatu kitab pun dan engkau tidak pernah membaca dan menulis suatu kitab dengan tangan kananmu, seandainya engkau pernah membaca dan menulis, benar-benar ragulah orang yang mengingkarimu) yaitu orang-orang Yahudi, lalu mereka pasti akan mengatakan bahwa nabi yang disebutkan dalam Taurat adalah nabi yang ummi yang tidak dapat membaca dan tidak pula dapat menulis.
49.  (Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu) orang-orang mukmin yang menghafalnya (Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim).
Qur’an surat Az-Zumar ayat 41 :
41.  (Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Alkitab) Al-Qur’an (untuk manusia dengan membawa kebenaran, siapa yang mendapat petunjuk, maka) petunjuk itu (untuk) keuntungan (dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk) kerugian dan mencelakakan (dirinya sendiri, dan engkau) Muhammad (sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka) Yunus 108.
Qur’an surat Al-Mu’min ayat 35 :
35.   (Orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka. Amat besar kemurkaan) bagi mereka (di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati setiap orang yang sombong lagi sewenang-wenang).
Qur’an surat Fushshilat 41-42 :
41.  (Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari peringatan) Al-Qur’an (ketika ia datang kepada mereka) niscaya Allah pasti mengazab mereka (dan sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia).
42.  (Yang tidak datang kepadanya) Al-Qur’an itu (kebatilan) tidak ada kesesatan, kesalahan dan tidak ada perselisihan ayat-ayatnya (baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji).
Qur’an surat Asy-Syuura ayat 52 :
52.  (Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu) Muhammad (wahyu) Al-Qur’an (dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Alkitab) Al-Qur’an itu (dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu) sebagai (cahaya, yang Kami tunjuki dengan ia) Al-Qur’an itu (siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya engkau) Muhammad (benar-benar memberi petunjuk) menyeru kepada manusia dengan Al-Qur’an yang Allah turunkan kepadamu (kepada jalan yang lurus) yaitu agama Islam.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Hadits dan berbagai sumber. 

Tidak ada komentar: