13 Maret, 2013

HADITS MENJENGUK ORANG SAKIT

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Siapa yang mengunjungi orang sakit atau berkunjung ke tempat saudaranya sesama muslim, maka malaikat akan mendoakan kebaikan dan keselamatannya dalam perjalanannya, serta mendoakan agar mendapat tempat di Surga”. Hadits riwayat At-Tirmidzi.
Dari Tsauban Maula, Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa yang menjenguk orang sakit, maka dia benar-benar duduk di kebun Surga, sehingga jika dia berdiri hendak pulang, maka ditugaskan 70 ribu malaikat menyertai dia, mereka (para malaikat) mendoakan keselamatan untuknya hingga malam hari tiba”. Hadits riwayat Muslim.
Rasulullah saw bersabda :
“Orang yang menjenguk orang sakit itu berarti dia mengarungi rahmat Allah Ta’ala dan jika duduk dekat orang yang sakit, maka dia tenggelam dalam rahmat Allah swt ”. Hadits riwayat Imam Ahmad dan At-Thabrani.
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa menengok orang sakit, akan ada yang memanggil dari Langit : “Engkau telah berbuat baik dan langkahmu telah benar, engkau juga berhak atas sebuah rumah di Jannah”.
Hadits riwayat At-Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah.
Rasulullah saw bersabda:
  1. Janganlah kalian mengenakan kain sutra, barangsiapa yang mengenakannya di dunia, maka dia tidak akan mengenakannya di akhirat (boleh jika untuk dibuat bunga dan ditaruh di vas).
  2. Janganlah kalian mengenakan kain sutra halus dan kain sutra kasar
  3. Jangan pula minum dengan bejana emas dan perak.
  4. Janganlah kalian makan dengan piring emas dan perak karena sesungguhnya itu semua diperuntukkan bagi orang-orang musyrik di dunia dan diperuntukkan bagi kalian di akhirat.
  5. Sesungguhnya Allah dan rasul-Nya telah mengharamkan jual-beli minuman keras, bangkai, babi, dan berhala.
Rasulullah saw menyuruh:
  1. Menengok orang sakit.
  2. Mengiringi jenazah sampai ke kuburan bagi kaum pria.
  3. Menjawab orang bersin yang mengucapkan Alhamdulillah, maka kita menjawab Yarhamukallah dan yang bersin menjawab lagi Yahdikumullah.
  4. Memenuhi sumpah.
  5. Menolong orang yang teraniaya baik fisik maupun mental. 
  6. Mendatangi undangan terutama tahlilan orang yang baru meninggal untuk mendoakannya, jika undangan syukuran, seperti : penganten, sunatan, bancaan dan sejenisnya, jika ada uzur tidak datang tidak apa-apa, kecuali untuk membalas undangan.
  7. Menyebarkan salam.
  8. Kaum pria dilarang memakai perhiasan dari emas.
  9. Jika kita mendengar orang mengucapkan “Nabi Muhammad saw”, kita wajib menjawab “Shalallahu alaih”.
  10. Jika masuk kamar mandi atau WC, diwajibkan berdoa : “Allahumma inni audzubika minal khobutsi wal khobaits”.
Dari Umar ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda :
”Jangan kamu memakai sutra, karena barangsiapa memakai sutra di dunia, nanti di akhirat tidak lagi memakainya”. Hadits riwayat Bhukari dan Muslim.
Ali bin Abu Tholib ra berkata :  ”Rasulullah saw mengambil sutra, ia letakkan di sebelah kanannya, dan ia mengambil emas kemudian diletakkan di sebelah kirinya, lantas ia (Rasulullah saw) bersabda : ”Kedua (emas dan sutra) ini haram buat orang laki-laki dan umatku”. (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah). Tetapi Ibnu Majah menambahkan“Halal buat orang-orang perempuan”
Nabi saw pernah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya , kemudian oleh Nabi saw di cabutnya cincin itu dan dibuang oleh beliau ke tanah, kemudian Rasulullah saw bersabda : ”Salah seorang diantara kamu mengambil bara api kemudian ia letakkan di tangannya”. Hadits riwayat Muslim.
Jadi emas buat laki-laki dalam bentuk apapun akan menjadi bara api nanti di akhirat bagi laki-laki yang memakainya di dunia sebagai perhiasan Karena partikel-partikel emas bisa masuk ke dalam aliran darah dan meracuni tubuh yang menyebabkan sakit alzheimer (pikun), jika wanita yang memakai perhiasan emas, partikel-partikel emas yang masuk ke dalam aliran darah dibuang setiap bulannya ketika wanita tersebut menstruasi, jadi tidak sampai meracuni tubuh wanita tersebut, maka tidak menyebabkan sakit alzheimer.
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata :
” Rasulullah saw melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan atau bertingkah laku menyerupai perempuan atau menjadikan dirinya perempuan dan perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki atau bertingkah laku menyerupai laki-laki atau menjadikan dirinya laki-laki”. Hadits riwayat Abu Daud dan Ahmad.


Sumber            :  Penafsiran Hadis Rasulullah SAW. Secara Kontektual karya Syekh Muhammad Bin Umar An Nawawi Al Bantani

1 komentar:

Susu Kambing Etawa mengatakan...

Sungguh besar nikmat yang Allah berikan
Sampai menjenguk saja kita bisa merasakan nikmatnya rahmat Sang Pencipta
Kenikmatannya sunggu tiada tara

nice artikel :)