15 November, 2018

AZAB ALLAH MENIMPA PENDUDUK NEGERI YANG FASIK


Qur’an surat Al-A’raaf ayat 4-5, 94-99 :
4.      (Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah kekuatan) siksaan (Kami) menimpa penduduknya di saat (tengah malam atau di saat mereka beristirahat di tengah hari) karena dosa-dosa mereka, Al-A’raaf ayat 100-102.
5.      (Maka tidak adalah keluhan mereka pada saat datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan : “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim”).
94.  (Kami tidaklah mengutus seseorang rasul pun kepada sesuatu negeri) lalu penduduknya mendustakan  rasul itu (melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri) lalu mau beriman dan bertakwa kepada Allah.
95.  (Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan hingga) keturunan dan harta mereka (bertambah banyak) tetapi mereka merasa tidak berbuat dosa (dan mereka berkata : ”Sesungguhnya nenek moyang kami pun telah merasai penderitaan dan kesenangan”) seperti apa yang sedang kami alami, memang demikianlah hukum alam itu, jadi bencana ini bukan azab dari Allah, mereka mengingkari peringatan-peringatan dari Allah (maka Kami timpakan siksaan kepada mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari).
96.  (Dan jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa) menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya (pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari Langit dan Bumi, tetapi mereka mendustakan) Allah, ayat-ayat Allah, rasul-rasul Allah dan berpaling dari peringatan-peringatan Allah. Jika sebuah kota (wilayah) warganya banyak yang tidak bersyukur dengan mendirikan shalat, maka Allah jadikan orang yang paling kafir (non muslim) sebagai pemimpin mereka (jika di wilayah atau kota tersebut banyak orang Islamnya tetapi sebagian besar Islam KTP alias mengaku orang Islam tetapi tidak mendirikan shalat, m ereka termasuk orang kafir juga, karena shalat itu yang menentukan ia orang Islam atau orang kafir), warganya banyak yang tidak menunaikan zakat, infaq dan sedekah (pelit), maka akan terjadi kekeringan di wilayah itu apalagi ketika musim kemarau. Dan warganya banyak yang melakukan kezhaliman, kekufuran dan kefasikan (maka Kami siksa mereka) Allah timpakan banyak masalah di dunia (dipersulit atau tidak lancar hidup mereka (disebabkan perbuatan mereka sendiri) yang kafir dan fasik itu dengan banyaknya terjadi kejahatan, banyaknya terjadi bencana atau musibah yang memakan korban jiwa dan Allah tidak turunkan berkah-Nya, contohnya, mahalnya semua harga barang (khususnya makanan dan minuman) salah satu sebabnya adalah karena warganya dan pedagangnya banyak yang tidak jujur (yaitu : banyak yang korupsi waktu, uang negara, mencuri listrik, air dan sebagainya. Pedagangnya merugikan dan membahayakan kesehatan pembeli dengan memproduksi dan menjual barang, makanan dan minuman beracun, palsu, mengurangi timbangan dsb).
97.  (Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari ketika mereka sedang tidur).
98.  (Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka disaat Matahari sepenggalan naik) pada waktu siang hari (ketika mereka sedang bermain).
99.  (Atau apakah mereka merasa aman dari azab Allah) yang tidak terduga-duga (Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi).
Qur’an surat An-Nahl ayat 112 :
112.    (Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian) Allah timpakan azab berupa (kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat).
Qur’an surat Al- Israa’ ayat 58 :
58.  (Dan tidak ada suatu negeri pun) yang zhalim penduduknya (melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami mengazab) penduduk (nya dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab) Lauhul Mahfudz.
Qur’an surat Al-Kahfi ayat 59 :
59.  (Dan) penduduk (negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zhalim dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka) di dalam Kitab Lauhul Mahfudz.
Qur’an surat Al-Hajj ayat 45 dan 48 :
45.  (Berapalah banyaknya negeri yang telah Kami binasakan karena penduduknya dalam keadaan) berbuat (zhalim, maka runtuhlah) tembok-tembok bangunannya (menutupi atap-atapnya dan) berapa banyak (sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi) yang tidak berpenghuni karena pemiliknya binasa semua.
48.  (Dan berapa banyaknya kota yang Aku tangguhkan) penghancuran (nya, karena penduduknya berbuat zhalim, kemudian Aku azab mereka) sehingga terjadi bencana yang menghancurkan kota tersebut beserta penduduknya (dan hanya kepada Aku-lah kembalinya segala sesuatu).
Qur’an surat Asy-Syu’araa’ ayat 208-209 :
208.    (Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, kecuali setelah ada bagi) penduduk (nya orang-orang)  rasul-rasul-Nya (yang memberi peringatan) kepada mereka.
209.    (Untuk) menjadi (peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim) dalam membinasakan mereka, kecuali setelah terlebih dahulu mereka mendapat peringatan.
Qur’an surat Al-Qashash ayat 59 :
59.  (…dan tidak pernah pula Kami membinasakan kota-kota kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezhaliman).

Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 34 :
34.  (Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari Langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik) sebagian besar penduduknya kafir dan melakukan dosa-dosa termasuk melakukan perbuatan homoseksual.
Qur’an surat Ath-Thalaaq ayat 8-10 :
8.      (Dan berapalah banyaknya negeri yang) penduduknya (mendurhakai perintah Tuhannya dan rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri-negeri itu dengan hisab yang keras dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan) di akhirat kelak.
9.      (Maka mereka merasakan) hukuman (akibat dari perbuatannya dan akibat perbuatan mereka adalah kerugian yang besar) bagi diri mereka sendiri.
10.  (Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal) yaitu (orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepada kalian) wahai manusia, yaitu Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya yang dibawa oleh rasul-rasul-Nya.
Qur’an surat Huud ayat 117 :
117.    (Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, sedangkan penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan).

Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 196-198 :
196.    Wahai orang-orang yang beriman (Janganlah sekali-kali kamu terperdaya) dengki (iri hati) dan tertipu (oleh keleluasaan) kebebasan (orang-orang kafir bergerak) di segala bidang usaha yang maju, lancar, makmur dan bebas ke tempat mana saja yang mereka senangi dan bebas melakukan perbuatan apa saja terhadap segala apa yang mereka miliki (ke seluruh negeri) bagi orang-orang kafir dunia itu adalah Surga.
197.    (Itu hanyalah kesenangan sementara) yang mereka nikmati di dunia dalam waktu yang singkat (kemudian tempat tinggal mereka adalah) Neraka (Jahannam dan itulah tempat yang seburuk-buruknya). Dan ingatlah hari Kiamat ketika orang-orang kafir dihadapkan ke Neraka, kemudian dikatakan kepada mereka : ”Kalian telah menghabiskan rezeki yang baik untuk kehidupan dunia kalian dan kalian telah bersenang-senang dengannya yaitu dengan segala yang Allah karuniakan kepada kalian, maka pada hari ini kalian dibalasi dengan azab yang menghinakan, karena kalian telah menyombong di muka Bumi tanpa mengindahkan kebenaran dan karena kalian telah berbuat durhaka kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.” Al-Ahqaaf ayat 20.
198.    (Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka Surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal) dan dimasukkan ke dalam Surga-surga-Nya adalah keberuntungan yang besar dan itu balasan pahala (dari sisi Allah. Dan apa yang dari sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti) kepada Allah daripada kesenangan dunia yang memperdayakan atau menipu.
Qur’an surat Al-Mu’minuun ayat 18 :
18.  (Dan Kami turunkan air dari Langit menurut suatu ukuran) menurut kebutuhan penduduknya yaitu berupa hujan rahmat, kecuali jika Allah menurunkan hujan azab pada daerah tersebut (lalu Kami jadikan air itu menetap di Bumi) maka diatur oleh Allah menjadi sumber-sumber mata air, lalu dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, Az-Zumar ayat 21 (dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya).
Qur’an surat Al-Mulk ayat 21 dan 30 :
21.  (Atau siapakah yang dapat memberi kalian rezeki jika Dia) Allah Yang Maha Pemberi Rezeki (menahan rezeki-Nya) tidak seorang pun yang dapat memberikan rezeki kepada kalian selain Allah (Tetapi mereka) orang-orang kafir dan fasik itu (terus-menerus di dalam kesombongan dan menjauhkan diri) dari kebenaran.
30.  (Katakanlah : ”Terangkanlah kepadaku jika sumber air kalian menjadi kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagi kalian?”) tidak ada yang bisa mendatangkannya kecuali Allah Yang Maha Kuasa. Disunatkan bagi yang membaca ayat ini mengucapkan ”Allahu Rabbul ’aalamiin.” Aku berlindung kepada Allah dari perbuatan berani melawan Allah.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain dan sumber lain

Tidak ada komentar: