15 November, 2018

TAKDIR MANUSIA

Qur’an surat Ali-’Imran ayat 160 :
160.    (Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada orang yang dapat mengalahkan kamu, sebaliknya jika Dia membiarkan kamu) tidak memberi pertolongan (maka siapakah lagi yang dapat menolong kamu) selain Allah (setelah) kekalahan (itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal) Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya, Ali-’Imran ayat 159.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 78-79 :
78.  (.... Dan jika mereka) orang-orang Yahudi (Israel) di Madinah itu (memperoleh kebaikan, mereka berkata : ”Ini dari Allah.” Dan jika mereka ditimpa keburukan, mereka berkata : ”Ini dari engkau”) ”Engkau Muhammad yang menyebabkan datangnya bencana ini!” atau ”Bencana ini terjadi gara-gara engkau Muhammad!” Mereka menjadikan Rasulullah saw sebagai kambing hitam apabila terjadi keburukan di Madinah (Katakanlah) kepada mereka (: ”Semuanya) baik itu kebaikan atau keburukan berasal (dari Allah.” Maka mengapa orang-orang itu hampir-hampir tidak memahami pembicaraan?”) yang disampaikan kepada nabi mereka. ”mengapa” pertanyaan-Nya itu disertai keheranan melihat kebodohan mereka yang amat sangat. Dan ungkapan ”hampir-hampir tidak memahami” itu lebih berat lagi daripada ungkapan ”tidak memahaminya sama sekali.”
79.  (Apa pun kebaikan) nikmat (yang kamu peroleh) wahai manusia (adalah dari sisi Allah) semua itu pemberian Allah sebagai karunia-Nya dan kemurahan-Nya kepadamu (dan apa saja keburukan) bencana atau musibah atau malapetaka (yang menimpamu, itu) akibat berbuatan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan (dari dirimu sendiri) karena kamu melakukan hal-hal yang mengundang datangnya bencana atau keburukan itu (Dan Kami utus engkau) Muhammad (kepada manusia sebagai rasul. Dan cukuplah Allah sebagai saksi) atas kerasulanmu.
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 7 :
7.      (Jika kalian berbuat baik, berarti kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri) karena balasan pahalanya itu untuk diri kalian sendiri (dan jika kalian berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi diri kalian sendiri....) karena balasan azabnya itu menimpa diri kalian sendiri.

Qur’an surat Asy-Syuuraa ayat 30-31 :
30.  (Dan apa saja yang telah menimpa kalian, berupa musibah) malapetaka dan kesengsaraan (maka adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri) hal itu adalah balasan atas kejahatan kalian (dan Allah memaafkan sebagian besar) dari dosa-dosa tersebut, sehingga Allah tidak mengazabnya dengan berlipat ganda tetapi dibalas setimpal dengan perbuatan dosa-dosanya. Adapun musibah yang menimpa atas orang beriman yang bersabar menghadapinya, maka musibah tersebut untuk menggugurkan dosa-dosanya atau mengangkat derajatnya.
31.  (Dan kalian tidak dapat melepaskan diri) melarikan diri dari azab Allah (di muka Bumi, dan kalian tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah) yang dapat menolak azab Allah dari kalian, maka bertobatlah dan bertakwalah serta kerjakanlah amal-amal saleh. Dan Allah-lah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan para pelakunya yang telah bertobat dan mengetahui apa yang kalian kerjakan. Dan Allah memperkenankan (mengabulkan doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh dan menambah pahala kepada mereka dari karunia-Nya, Asy-Syuuraa ayat 25-26.
Qur’an surat An-Najm ayat 31 :
31.  (Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di Langit dan apa yang ada di Bumi) sehingga tidak ada yang bisa melemahkan (menghalang-halangi) kehendak Allah (supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik) yaitu Surga.

Qur’an surat At-Taubah ayat 51 :
51.   (Katakanlah : ”Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dia-lah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”).
Qur’an surat Yunus ayat 107 :
107.    (Jika Allah menimpakan kepadamu sesuatu kemudharatan) bencana (maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia, Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 39 :
39.  (Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan) apa yang Dia kehendaki (dan di sisi-Nyalah terdapat induk Kitab) Lauhul Mahfudz.
Qur’an surat Yaasiin ayat 12 :
12.  (Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan) Allah menuliskan takdir secara terperinci (di dalam kitab induk yang nyata) yaitu Kitab Lauhul Mahfudz.
Qur’an surat Al-Ahzab ayat 37-38 :
37.  (….Dan adalah ketetapan) takdir (Allah itu pasti terjadi).
38.  (....Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti terjadi) pasti terlaksana.
Qur’an surat Al-Qamar ayat 49 dan 53 :
49.  (Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar).
53.  (Dan segala urusan yang kecil maupun yang besar adalah tertulis) di dalam Kitab Lauhul Mahfudz.
Qur’an surat Al-Hadiid ayat 22 :
22.   (Tidak ada suatu bencanan pun yang menimpa di Bumi dan tidak pula pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab) Lauhul Mahfudz (sebelum Kami menciptakan) Langit, Bumi dan semua yang ada di antara kedua (nya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah).
Qur’an surat At-Taghaabun ayat 11 :
11.   (Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada kalbunya) hatinya, berupa ilham dan hikmah atau pemahaman yang dalam terhadap ajaran agama Allah sehingga ia bersegera mengamalkannya (Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu).

Rasulullah saw bersabda :
”Seseorang telah ditetapkan sebagai seorang yang sengsara sejak ia berada di dalam perut ibunya, Demikian pula seseorang telah ditetapkan sebagai seorang yang berbahagia sejak ia berada di dalam perut ibunya.” Hadits riwayat Abdullah bin Mas’ud ra dan Abu Hurairah ra.
Kebahagiaan dan kesengsaraan seseorang telah ditetapkan oleh Allah dalam suratan takdir-Nya sejak ia berada di dalam perut ibunya. Meskipun demikian, kebahagiaan dan kesengsaraan yang terjadi pada diri seseorang sangat terkait erat dengan perilaku orang itu sendiri.
Dari Rafi” bin Khudaij, Rasulullah saw bersabda :
“Sedekah dapat menutupi (menghindarkan dari) 70 pintu kejelekan (balak/musibah/bencana/bahaya/malapetaka).”
Hadits riwayat Ath-Thabrani.
Rasulullah saw bersabda :
“Setiap sesuatu (terjadi) berdasar qadla’ dan qadar, sampai-sampai sifat lemah dan malas.” Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
“Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketetapan Allah) kecuali doa dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat kebaikan (mengerjakan amal-amal saleh).” Hadits riwayat At-Tirmidzi.
”Dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat kebaikan (mengerjakan amal-amal saleh). Tidak ada yang tidak dapat menolak takdir kecuali doa. Dan sesungguhnya seseorang pria akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang diperbuatnya.” Hadits riwayat Ibnu Majah.
Dari Annas bin Malik, Rasulullah bersabda :
”Barangsiapa yang menginginkan supaya diluaskan rezekinya dan dilambatkan ajalnya, hendaknya ia bersilaturrahmi.” Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Jika takdir atau ketentuan Allah telah ditetapkan dan ajal pun telah dituliskan, bagaimana takdir Allah itu bisa diubah atau ditolak dengan doa dan silaturrahmi? Keduanya memang termasuk takdir, tetapi jika Allah berkehendak untuk menjauhkan keburukan dari hamba-Nya, melimpahkan kebaikan dari karunia-Nya atau memanjangkan umur hamba-Nya, tidak ada yang mustahil bagi Allah, Allah pasti akan mengilhamkan kepada hamba-Nya. Faktor penyebab yang mengubah takdir Allah adalah perbuatan hamba itu sendiri yang berdoa kepada Allah dan bersedekah untuk mencari keridhaan-Nya, karena akibat sedekah itu adalah doa kita cepat terangkat naik ke sisi Allah yang bisa meredakan murka Allah yang membuat Allah ridha sehingga doa kita cepat dikabulkan oleh Allah. Sehingga Allah dapat memalingkan (menghindarkan) kepada yang dibencinya dan memberikan kepada yang dicintainya. Takdir Allah itu  ada 2 macam :
Pertama, Takdir Maa Fii Lauhul Mahfudz :
Takdir yang telah menjadi ketetapan Allah yang dituliskan dalam daftar takdir di dalam Kitab Lauhul Mahfudz.
Kedua, Takdir Maa Fii Ilmillah :
Takdir yang ada pada ilmunya Allah Yang Qodim (yang dahulu tanpa perrnulaan) dan Yang Azali (tidak berawal dan tidak berakhir). Selain takdir Allah yang Maa Fii Ilmillah, maka takdir itu dapatlah berubah dengan adanya doa dan sedekah dari seorang hamba.

Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155-157 dan 214 :
155.    (Dan sungguh Kami akan memberimu cobaan) ujian (berupa sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa dan buah-buahan) paceklik (Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar).
156.    Yaitu (orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan : “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”).
157.    (Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk).
214.    (Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga, padahal belum datang kepadamu) cobaan atau ujian (seperti) yang dialami (orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa malapetaka, dan kesengsaraan dan mereka diguncang) dengan berbagai macam cobaan (hingga rasul dan orang-orang yang beriman yang bersamanya berkata : ”Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat) kedatangannya.
Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 186 :
186.    (Kamu sungguh-sungguh akan diuji mengenai hartamu dan dirimu, dan sungguh kamu akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab) yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani (sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik gangguan menyakitkan yang banyak sekali. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang) patut (diutamakan) yang wajib dihadapi dengan ilmu agama dan ilmu-ilmu pendukung ilmu agama, keteguhan hati dan penuh kesabaran.
Qur’an surat Al-’Ankabuut ayat 2-3 :
2.      (Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : ”Kami telah beriman.” Sedangkan mereka tidak diuji lagi?).
3.      (Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar) keimanan mereka (dan pasti Dia mengetahui orang-orang yang dusta).
Qur’an surat Ali-’Imran ayat 145, 154, 156 dan 185 :
145.    (Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan pahala dunia itu kepadanya. Dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan pula kepadanya) pahala akhirat itu (dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur).  
154.    (....Katakanlah : ”Meskipun kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar juga ke tempat pembunuhan mereka ....”) sehingga mereka akan mati terbunuh dan tidak akan tertolong oleh usaha mereka itu karena qadha Allah tetap berlaku tanpa sesuatu pun yang dapat mencegah takdir-Nya atau tidak ada sesuatu pun yang dapat menghindar dari takdir-Nya.
156.    (....Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan).
185.    (Setiap yang berjiwa) bernyawa (akan merasakan mati, dan hanya pada hari Kiamatlah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa yang dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan) hanya kesenangan sementara lalu akan sirna dan kampung akhirat (Surga) itulah kehidupan yang sebenarnya.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 78 :
78.  (Di mana pun kamu berada, pastilah akan dicapai oleh maut) kematian pasti akan mendapatkan kamu (sekali pun kamu) berada (di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh...).
Qur’an surat Yunus ayat 56 :
56.  (Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan) di hari Kiamat kelak Allah akan membalas semua amal perbuatan kalian.
Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 35 :
35.   (Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan).
Qur’an surat An-Nahl ayat 70 :
70.  (Allah telah menciptakan kamu kemudian mewafatkan kamu dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta) lanjut atau pikun (sehingga ia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa) atas segala sesuatu.

Qur’an surat Faathir ayat 11 :
11.  (Dan Allah menciptakan kalian dari tanah) Nabi Adam as (kemudian dari air mani) keturunan beliau as (kemudian Dia menjadikan kalian berpasang-pasangan) An-Najm ayat 45, Allah yang menentukan takdir jodohnya antara pria dan wanita (Dan tidak ada seorang wanita pun mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan) sudah ditetapkan (dalam Kitab) Lauhul Mahfudz (Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah).
Qur’an surat Al-Israa’ ayat 83 :
83.  (…dan apabila ia) manusia (ditimpa kesusahan) musibah atau mempunyai masalah (niscaya ia berputus asa) dari rahmat Allah.
Qur’an surat Fushshilat ayat 49 :
49.  (Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ia ditimpa malapetaka ia menjadi putus asa lagi putus harapan).
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 45 dan 153 :
45.  (Mohonlah pertolongan) kepada Allah (dengan jalan bersabar dan shalat dan sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk) cenderung takwa.
153.    (Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar).
Qur’an surat An-Nahl ayat 71 :
71.  (Dan Allah melebihkan sebagian kalian dari sebagian yang lain dalam hal rezeki….) sehingga ada yang kaya dan ada yang miskin, ada yang diberi kekuasaan (raja, sultan, kaisar, presiden dan sebagainya) ada yang menjadi hamba sahaya, ada yang menjadi pimpinan, direktur, manager, kepala dan lain-lain, ada yang menjadi anak buah, ada yang menjadi atasan dan ada yang menjadi bawahan.
Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 32 :
32.  (Dan janganlah kamu iri hati) dengki (terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu dari sebagian lainnya….) supaya tidak ada rasa dengki dan benci untuk menghindarkan timbulnya permusuhan.
Qur’an surat Fushshilat ayat 35 :
35.  (Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar).

Sumber: Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Hadits dan sumber lainnya

Tidak ada komentar: