Jantung adalah
sebuah rongga, organ berotot yang memompa darah melalui pembuluh darah oleh
kontraksi berirama yang berulang. Jantung berperan penting dalam sistem
peredaran darah. Jantung terjaga kokoh pada tempatnya oleh pembuluh-pembuluh
darah yang meliputi daerah jantung. Dua garis pembelah
(terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan letak dinding
pemisah antara sebelah kiri dan kanan serambi (atrium) serta bilik
jantung (ventrikel). Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar
kepalan tangan laki-laki dewasa. Jantung terletak di dalam rongga thorakik,
di balik tulang dada. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah
kiri. Rata-rata jantung manusia berdenyut 72 kali dalam satu menit. Jadi,
selama 66 tahun usia manusia jantung berdenyut sebanyak 2,5 miliar kali. Berat jantung
wanita 241 gram dan berat jantung pria 289 gram. Secara internal, jantung
dipisahkan oleh lapisan otot ke dalam dua bagian, dari atas ke bawah, menjadi
dua pompa yang sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri atas
dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Jadi, jantung terdiri atas 4
rongga, serambi kanan dan kiri serta bilik kanan dan kiri. Dinding serambi jauh
lebih tipis dibanding dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi
Bumi untuk memompa darah dari bawah ke atas, khususnya pada pembuluh aorta
(arteri terbesar), agar darah mengalir ke seluruh bagian tubuh melalui
pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi) di masing-masing belahan
jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik
kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga, sedangkan katup yang ada
di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup
berdaun dua.
Ketika berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan
terisi darah disebut diastol, selanjutnya jantung
berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung disebut sistol.
Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan begitu pula
kedua bilik. Darah yang kehabisan oksigen dari seluruh tubuh mengalir melalui
dua vena besar (vena kava) menuju bagian serambi kanan. Setelah atrium kanan
terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan. Darah dan bilik
kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis
menuju paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil
(kapiler) yang mengelilingi kantong udara paru-paru, menyerap Oksigen, dan
melepaskan Karbondioksida yang selanjutnya dikeluarkan. Darah yang kaya akan Oksigen
(darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri.
Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru, dan atrium kiri
disebut sirkulasi pulmoner. Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik
kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk
ke dalam aorta. Dari aorta, darah yang
kaya Oksigen dan nutrisi ini dibagi dua untuk dua pembuluh darah besar yang
menyuplai bagian atas dan bagian bawah tubuh. Darah mengalir melalui pembuluh
darah yang paling besar hingga arterioles yang lebih kecil dan
akhirnya, mencapai pembuluh kapiler yang sangat kecil yang memberi makanan dan
oksigen ke tiap-tiap sel tubuh. Darah yang telah kehabisan Oksigen itu kemudian
mengalir melalui vena yang bergabung dengan pembuluh darah, kemudian menuju
vena bagian atas dan bagian bawah vena besar hingga akhirnya kembali memasuki
serambi kanan tempat bermulanya proses peredaran darah. Dalam satu kali
peredaran, darah mengaliri seluruh pembuluh darah di dalam tubuh yang jika
dibentangkan panjangnya mencapai 60 ribu mil. Jantung kita terus berdenyut dan
memompa darah setiap saat, baik ketika bangun maupun selama tidur.
Hipertansi merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada sistem peredaran
darah ketika tekanan darah terlalu tinggi sehingga menyebabkan kelelahan pada
jantung yang memompa darah dengan cepat. Keadaan itu juga dapat menyebabkan
penyumbatan pembuluh darah. Hipertensi ditandai dengan tingginya tekanan darah
yang muncul karena sirkulasi darah melalui dinding-dinding pembuluh darah, baik
nadi maupun vena. Pada setiap denyutan atau detak jantung, tekanan darah
bervariasi antara yang maksimum (sistolik) dan yang minimum (diastolik).
Rerata tekanan darah didapatkan ketika jantung memompa dan darah mengalir
lancar melalui pembuluh darah. Tekanan darah menurun ketika darah bergerak
menjauhi jantung melewati arteri. Tekanan darah menurun dengan cepat ketika
melalui arteri yang kecil dan artirioles, dan terus menurun ketika darah
bergerak melalui pembuluh kapiler, untuk kemudian kembali ke jantung melalui
pembuluh vena. Ada berbagai faktor yang memengaruhi perbedaan tekanan darah
pada bagian-bagian tubuh yang berbeda, termasuk di artaranya gaya gravitasi,
katup pada pembuluh darah balik (vena), dan pemompaan dari kontraksi otot-otot rangka. Istilah tekanan
darah biasanya mengacu pada tekanan darah yang diukur dari lengan atas. Alat
ukur biasanya diletakkan pada bagian dalam tangan di atas siku, tepatnya pada
pembuluh nadi brakhial (tangan). Pembuluh nadi itu merupakan pembuluh darah
utama pada bagian tangan yang membawa darah dari jantung. Tekanan darah dapat
naik atau turun tergantung pada usia, keadaan jantung, aktivitas, obat-obatan,
dan juga gaya konsumsi (makanan, minuman dan sebagainya). Puasa memiliki peran
yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan tekanan darah agar tidak terlalu
tinggi ataupun terlalu rendah. Sebagaimana kita ketahui, makan secara
berlebihan, terutama makanan yang banyak mengandung lemak hewani akan
memengaruhi kadar kolesterol dan lemak dalam darah. Peningkatan kadar kedua
materi itu akan berpengaruh terhadap kondisi pembuluh darah, karena lemak dan
kolesterol akan mengendap pada dinding pembuluh darah dan kemudian menghambat
laju aliran darah ke semua bagian tubuh.
Jadi bisa kita katakan bahwa makan berlebihan, terutama makanan yang banyak
mengandung lemak akan menyebabkan banyak gangguan pada jantung dan pembuluh
darah. Sebaliknya, mengurangi makanan atau berpuasa akan mengurangi pengendapan
kolesterol dan lemak dalam darah. Puasa dapat melindungi tubuh dari kemungkinan
penyumbatan pembuluh darah. Di sisi lain, puasa juga akan memberi masa
istirahat pada jantung selama beberapa waktu dari pekerjaannya yang berat.
Puasa melonggarkan ruang gerak jantung dan paru-paru, karena perut yang
dipenuhi makanan akan menyebabkan penyempitan pada rongga dada sehingga ruang
gerak untuk jantung dan paru-paru semakin terbatas. Dengan demikian, pengaruh
puasa terhadap keseimbangan tekanan darah didapatkan karena beberapa sebab, di
antaranya :
1. Ketenangan jiwa dan kedamaian hati selama berpuasa, keadaan itu mengurangi
produksi hormon yang menghasilkan rasa amarah, kegelisaan dan kecemasan yang
sering menjadi sebab penyempitan pembuluh darah dan meningkatnya denyut
jantung.
2. Ketika kita berpuasa selama 10 jam atau lebih seraya melaksanakan amal
ibadah lain, tubuh akan mempergunakan cadangan lemak dalam darah sebagai ganti
glukosa untuk sumber energinya. Pemakaian lemak sebagai sumber energi ini akan
mengurangi pengendapan lemak dalam darah.
3. Puasa dan kebiasaan makan secara tidak berlebihan merupakan cara paling
baik untuk menurunkan berat badan yang pada gilirannya akan mengurangi beban
kerja jantung, dan melindungi tubuh dari serangan jantung.
4. Berkurangnya cairan tubuh ketika berpuasa Ramadlan akan membantu fungsi
ginjal. Sama halnya dengan menurunnya tekanan darah akan membantu fungsi
jantung untuk mengalirkan darah ke semua bagain tubuh
5. Puasa juga dapat menjadi langkah awal yang sangat bagus untuk mengurangi
bahkan menghentikan kebiasaan merokok, karena selama Ramadlan seorang perokok
mengurangi kuantitas dan intensitas merokoknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar