15 November, 2018

MILIARAN BINATANG DAN TUMBUHAN


Bukan hanya pergerakan Bumi, gunung, hujan dan Atmosfer yang sengaja didesain oleh Allah untuk menggelar drama kehidupan manusia, tetapi binatang dan tumbuhan pun semuanya diciptakan untuk kelengkapannya. Benarkah demikian? Agaknya begitu. Secara Qur’ani, Allah telah mengatakan di berbagai ayat-Nya bahwa segala yang ada ini memang diciptakan untuk manusia. Di antaranya ayat-ayat berikut :
Qur’an surat Al-Mu’minuun ayat 17-20 :
17.  (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan) 7 buah Langit (Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan) Kami.
18.  (Dan Kami turunkan air dari Langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di Bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya).
19.  (Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur, di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan).
20.  (Dan pohon kayu keluar dari Thursina) pohon Zaitun (yang menghasilkan minyak dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan).

Demikian pula dalam memahami realitas di sekitar kita, logika kita mengatakan bahwa binatang dan tumbuhan juga diciptakan Allah untuk manusia. Apakah hal-hal yang mendukung ke arah kesimpulan tersebut? Marilah kita amati satu per satu. Pernakah kita berpikir mengapa pohon mangga berbuah sebanyak itu? Untuk dirinya sendiri atau untuk siapa? Jika hanya untuk kepentingan pohon mangga itu sendiri agaknya ia tidak perlu berbuah sebanyak itu. Katakanlah, pohon mangga perlu berbuah untuk menyambung keturunannya, maka mengapa ia harus berbuah ratusan, padahal cukup beberapa buah saja, maka itu sudah memadai. Namun yang kita lihat pohon mangga berbuah begitu banyak, jauh melebihi kebutuhannya sendiri. Untuk siapa? Rasanya tidak mungkin untuk binatang, karena kebutuhan binatang juga tidak terlalu banyak, katakanlah codot (kelelawar pemakan buah). Berapa banyak sih codot memakan buah mangga? Sungguh pohon mangga tidak perlu berbuah sebanyak itu, kecuali hanya satu jawabanya, yaitu : pohon mangga memproduksi buah sebanyak itu untuk kesenangan hidup manusia! Bahkan bukan hanya dari segi jumlah, jenis, rasa dan bentuk buah mangga yang khas demikian banyaknya. Mengapa mesti ada bemacam-macam buah mangga? Untuk siapa semua itu diciptakan-Nya? Jawabannya hanya satu, untuk manusia!

Buah-buahan bukan hanya mangga, ada ribuan jenis buah di permukaan Bumi ini. Dan cobalah lihat, semuanya berbuah demikian banyak. Terlalu banyak jika hanya untuk kepentingan pohon itu sendiri. Durian, jeruk, jambu, pear, kelengkeng, rambutan, semangka, alpukat, anggur, dan ribuan lagi jenis buah yang ada di berbagai belahan Bumi ini. Semuanya diciptakan oleh Allah untuk kesenangan dan keperluan manusia. Dan tentu bukan hanya buah-buahan, tanaman demikian banyak ragamnya, ada tumbuhan kayu-kayuan, tumbuhan obat-obatan, sayuran, tanaman hias, tanaman perdu, tanaman hama, tanaman penghasil biji-bijian, dan ribuan atau jutaan lagi jenis yang tersebar di seantero Bumi, semuanya tidak lain diciptakan oleh Allah hanya untuk manusia.

Bukan hanya tumbuh-tumbuhan, binatang juga demikian. Pernahkah kita mengamati sapi perah, dan juga pernahkah kita bertanya, untuk apa dan untuk siapa sapi perah itu menghasilkan susu sedemikian banyaknya? Jika hanya untuk anaknya, pasti tidak perlu sedemikian banyak, anak sapi hanya butuh sedikit saja setiap harinya, dan itu pun ketika anak sapi masih kecil, ketika anak sapi telah dewasa, anak sapi itu tidak membutuhkan lagi susu dari induknya. Namun toh demikian, produksi susu sapi perah itu berjalan terus, sekali lagi tidak ada jawaban lain dalam kasus ini, kecuali hanya satu yaitu, semua diciptakan oleh Allah untuk manusia. Supaya manusia memperoleh minuman bergizi darinya, supaya manusia mendirikan pabrik pengolahan susu. Dan supaya muncul lapangan pekerjaan baru di mana manusia lantas bisa berinteraksi secara dinamis dalam kehidupannya.
Qur’an surat An-Nahl ayat 66 :
66.  (Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kalian. Kami memberi kalian minum dari apa yang berada dalam perutnya di antara kotoran dan darah berupa air susu yang bersih, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya).
Qur’an surat Al-Mu’minuun ayat 21 :
21.  (Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan) juga (pada binatang-binatang ternak itu terdapat manfaat yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan).

Juga, pernahkah kita mencermati lebah-lebah madu betina pekerja pengumpul sumber makanan? Siapakah yang menyuruh mereka mengumpulkan madu, dan untuk siapa madu itu? Padahal makanan lebah-lebah pekerja tersebut bukanlah madu. Lebah-lebah pekerja itu memakan *nektar/nectar/sari bunga dan serbuk sari bunga. Tetapi mereka bersusah payah mencari nektar untuk diproduksi menjadi madu dari berbagai jenis bunga yang dikumpulkan di dalam kamar-kamar sarang mereka. Madu itu demikian bermafaat bagi kehidupan manusia dan ‘tidak terlalu’ bermanfaat untuk kehidupan lebah. Mengapa mereka mesti mengumpulkan sedemikian banyak madu? Sekali lagi, jawabanya tidak ada yang lain adalah ’memang Allah menciptakan lebah dan madu untuk kepentingan manusia’. Jika kasus-kasus ini kita perluas ke berbagai jenis binatang, kita juga akan menemui jawaban yang sama. Mengapa mesti diciptakan bermacam-macam binatang di dunia ini? Semuanya tidak lain diciptakan Allah untuk kesempurnaan dan kenikmatan hidup manusia.
Qur’an surat An-Nahl ayat 68-69 :
68.  (Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “Hendaklah buatlah sarang-sarang di bukit-bukit dan di pohon-pohon dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”).
69.  (“Kemudian makanlah dari tiap-tiap) macam (buah-buahan) hasil penyerbukan lebah-lebah betina pekerja pengumpul makanan yang mengubah bunga-bunga menjadi buah-buah sesaat sebelum proboscis lebah-lebah tersebut menghisap/menyedot/mengambil nektar floral yang biasanya terletak di dasar mahkota bunga (dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan”) bagimu, yaitu lebah pemandu memberi petunjuk letak sumber makanan kepada lebah pengumpul dengan melakukan tarian ‘waggle dance’ dan ‘crescent dance’ dan bantuan arah Matahari sebagai pedoman serta dengan 2 antena kecil digunakan sebagai indera peraba yang mampu menguji secara tepat dan akurat setiap obyek yang disentuh (diraba) sehingga dapat mendeteksi sumber makanan dan juga digunakan untuk menafsirkan (interpretasi) tarian lebah pemandu yang memberitahukan sumber makanan dan untuk mengetahui keadaan sekitar dan cuaca. Jika lebah pemandu itu menari mengarah atas sarang menunjukkan sumber makanan searah Matahari, sedangkan jika ia menari ke bagian bawah sarang menunjukkan sumber makanan berlawanan dengan Matahari, dan jika tariannya menunjukkan sudut dengan arah gravitasi misalnya dengan melakukan gerakan lari lurus membentuk sudut 40 derajat, berarti arah sumber makanan 40 derajat terhadap Matahari. Lama waktu tarian dan jumlah goyangan abdomen lebah pemandu memberi petunjuk jarak secara akurat kepada lebah-lebah pengumpul tentang jarak yang lebih jauh antara sumber makanan dengan sarang mereka yang harus ditempuh oleh lebah pengumpul. Lebah-lebah itu juga akan mengeluarkan hormone pheromone dari tubuhnya yang berfungsi untuk berkomunikasi, maka lebah pengumpul sumber makanan mampu menemukan lokasi sember makanan dengan tepat, begitu juga saat kembali ke sarang, mereka tidak pernah tersesat kecuali jika ada badai (Dari perut lebah) di bagian the crop tempat lebah-lebah pengumpul menyimpan nektar (itu keluar) dari mulut mereka setelah mengalami transformasi yang masih berupa (minuman) madu mentah karena masih memiliki kandungan air yang sangat tinggi yaitu sekitar 85% (yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan) bermacam-macam penyakit (bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda) kebesaran dan kekuasaan Allah (bagi orang-orang yang memikirkan) hikmah dari apa saja yang diciptakan oleh-Nya, karena segala yang diciptakan oleh Allah itu adalah untuk kesempurnaan dan kenikmatan hidup manusia, maka banyak-banyaklah bersyukur kepada Allah atas segala karunia-Nya.

Lebah adalah binatang purba ditemukan 150 juta tahun yang lalu dan mampu terbang sejauh 25 km/jam dari sarangnya untuk mencari nektar bunga, propolis dan pollen dan tidak akan tersesat karena lebah menggunakan arah Matahari sebagai petunjuk jalan dan ditempuh dalam waktu sekitar 35 menit saja. Jadi, ke mana saja lebah terbang untuk mencari makanan, lebah pasti bisa pulang ke sarangnya. Di dunia terdapat sekitar 20.000 spesies lebah yang dikenal, mereka dapat ditemukan di setiap benua kecuali Benua Antartika dan hanya sekitar 7 spesies lebah dalam genus Apis yang menghasilkan madu. Antena lebah madu responsif terhadap rangsangan mekanis dan kimia, tubuh lebah madu memiliki bulu-bulu halus terutama bulu-bulu halus yang ada di 2 antena kecil yang digunakan sebagai indera peraba yang mampu menguji secara tepat dan akurat setiap obyek yang disentuh sehingga dapat menemukan dan menentukan arah aroma bunga, keberadaan nektar bunga yang berkualitas baik dan tidak mengandung racun, ukuran, bentuk dan ketebalan sisiran sarangnya. Organ sensorik sebagai indera penciuman yang ada di pori-pori pada antena lebah madu yang dihasilkan oleh kelenjar nassanov (nassanov gland) mampu mempersepsikan aroma secara cepat dan tajam dan esensial pada berbagai aktivitas sehari-hari, yaitu untuk mencari makanan dan untuk membedakan aroma pada bulu tubuh lebah madu bahwa ia anggota koloninya atau bukan ketika kembali ke sarang. Antena lebah pemandu memberi tahu lebah-lebah pengumpul jenis nektar bunga yang harus dicari ketika mereka meninggalkan sarang untuk mengambil makanan tersebut dan antena lebah pengumpul digunakan untuk menafsirkan tarian lebah pemandu yang memberitahukan letak (posisi) sumber makanan dan antena lebah madu digunakan juga untuk mengetahui keadaan sekitar dan cuaca. Lebah madu memiliki 3 pasang kaki (6 kaki) dan 2 pasang sayap (4 sayap) yang sangat tipis dan transparan yang terletak di bagian dada, dada depan menopang sepasang kaki depan, dada tengah menopang sepasang kaki tengah dan sepasang sayap, dada belakang menopang sepasang kaki belakang dan sepasang sayap. Setiap kaki lebah madu memiliki sepasang cakar untuk menangkap ke obyek kasar dan di kakinya terdapat bantalan anti selip yang lengket untuk mendarat di permukaan halus. Sepasang kaki depan lebah betina pekerja memiliki sendi tambahan dan sisir yang digunakan oleh lebah pekerja untuk membersihkan dirinya sendiri. Kaki-kaki tengahnya ditutupi dengan rambut-rambut kaku yang dirancang untuk membantu lebah pengumpul menyisir (menyikat) serbuk sari bunga yang dicampurnya dengan sedikit nektar bunga dan cairan saliva (air liur) lebah pengumpul dari mulutnya kemudian membentuk gumpalan pollen lalu dimasukkan olehnya ke corbicula (kantong pollen) bentuk konkaf (lensa cekung) yang ada di sepasang kaki belakangnya sehingga serbuk sari bunga tersebut tidak beterbangan saat di angkutnya. Dan kaki-kaki tengahnya juga digunakan untuk mengambil pollen dari kantong pollen setelah kembali ke sarang. Pada sepasang kaki belakang lebah pengumpul dikelilingi rambut-rambut kaku yang membantunya memegang gumpalan pollen supaya tidak lepas dan mudah diangkut ketika terbang kembali ke sarangnya. Kaki-kakinya dilengkapi dengan taji yang digunakan untuk mengusir serpihan lilin di perutnya, saat terbang kaki belakang lebah madu sejajar dengan abdomennya. Kepala lebah madu berbentuk segitiga dengan 2 mata majemuk terletak di setiap sisi kepala berbentuk hexagonal untuk melihat jarak jauh yang terdiri dari ribuan lensa mata (facet) dengan jumlah lensa mata yang lebih banyak daripada lensa mata lebah pengumpul dan lensa mata ratu lebah yang masing-masing lensa merespon terhadap gelombang cahaya, warna dan pola bentuk yang akan diolah oleh sistem saraf pusat menjadi citra mosaik dan sangat baik terutama untuk mendeteksi gerakan secara akurat dan bisa melihat titik terpisah di penglihatan. Dan 3 mata yang lebih sederhana yang terletak di kepala bagian atas untuk melihat jarak dekat sebagai menunjang aktivitasnya, misalnya untuk melihat bunga, tetapi mata lebah madu tidak bisa melihat warna merah. Meskipun begitu, lebah madu mampu melihat dan membedakan 3 warna sinar ultraviolet yang diperlukan untuk menemukan nektar bunga karena banyak bunga memantulkan sinar ultraviolet yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia. Apabila fungsi indera penglihatan yaitu mata majemuk dan mata sederhana lebah madu dikombinasikan akan membuat gambar lengkap dengan rincian yang jelas di penglihatannya. Mulut lebah terdiri dari sepasang pemotong berfungsi sebagai gigi yang digunakan untuk membuat dan memperbaiki sarang, pertahanan diri dan terdapat proboscis/glossa/lidah pada bagian tengah untuk menghisap cairan nektar bunga dan air dan juga untuk memberi makan larva. Perut (abdomen) lebah pekerja terdapat 3 macam kelenjar, yaitu : 4 pasang kelenjar lilin (wax glands) untuk menghasilkan lilin sebagai bahan membuat sarang yang sebelumnya dikunyah terlebih dahulu oleh lebah setelah disekresikan dari kelenjar lilin (malam), kelenjar aroma (scent glands) untuk menghasilkan (hormon pheromone/feromon) dari tubuhnya sebagai alat pertahanan koloni dan petunjuk bagi koloni untuk indentifikasi anggota supaya lebah pekerja bisa pulang ke sarang dari mencari makanan dan yang terakhir adalah kelenjar racun (apitoxin/beevenom) untuk menghasilkan racun sebagai alat pembela diri dari serangan musuh. Lebah madu menghasilkan 5 macam produk, yaitu : royal jelly, pollen, propolis, madu dan lilin lebah. Dalam sebuah koloni lebah madu unggul asal Eropa populasinya 10.000-100.000 ekor lebah per koloni dan seekor ratu lebah, sedangkan lebah lokal populasinya hanya 20.000-40.000 ekor lebah per koloni dan seekor ratu lebah. Jumlah populasi ini sangat tergantung pada kualitas dan potensi ratu lebah dalam kemampuannya bertelur, karena setiap ratu lebah tidak sama produksi telurnya, tergantung dari pemeliharaan dan pembudidayaannya.

Dalam sebuah koloni lebah madu terbagi dalam tiga (3) kasta yang dipimpin oleh ratu lebah yaitu sebagai berikut ini :
Ke-1. Ratu lebah berasal dari telur fertil, warna tubuh ratu lebah biasanya merah tua, ukuran tubuh dan berat ratu lebah 2,8 kali lebih panjang dan lebih besar daripada ukuran tubuh lebah pekerja dan ratu lebah berusia hingga sekitar 3-5 tahun. Usia ratu lebah bisa panjang, hal itu karena makanannya adalah sari madu (royal jelly) yang warnanya putih dan ratu lebah dilahirkan dengan metabolisme yang dirancang untuk mengkonsumsinya. Posisi ratu lebah sangat dihormati dan disegani karena mempunyai tanggung jawab memimpin sarang di dalam koloni lebah madu. Hal ini terjadi selama sang ratu masih produktif menghasilkan telur sangat banyak dan masih mengeluarkan hormon pheromone untuk mengatur aktivitas koloni, sehingga terjaga keseimbangan perilaku dan keharmonisan lebah-lebah pekerja di dalam koloninya. Hormon pheromone adalah senyawa kimia yang dihasilkan ratu lebah dari kelenjar ujung tenggorokan (hipofaring gland) yang ada di bagian kepala yang membawa informasi-informasi tentang kegiatan yang baru dilakukan anggota koloni sesuai keadaan yang sedang ataupun siap dihadapi. Cara komunikasi lewat hormon pheromone merupakan cara yang paling dominan yang dilakukan lebah madu, di dalam sarang, hormon pheromone siap mengatur aktivitas dan kehidupan lebah-lebah pekerja, seperti : memberi makan ke anggota koloni, membuang lebah yang mati, memberi tanda bahaya dan mengenal sesama anggota koloni. Di luar sarang, hormon pheromone sebagai daya tarik seksual untuk merangsang lebah-lebah jantan supaya bisa mendekati dan mengawini ratu-ratu lebah perawan atau sebagai kompas penuntun koloni jika sedang migrasi. Ratu lebah sengaja menyebarkan hormon pheromone dari tubuhnya membuat ovarium lebah-lebah betina pekerja menjadi tidak aktif untuk menghasilkan telur. Sebaliknya, ratu lebah mengeluarkan hormon pheromone dari tubuhnya karena ingin menarik lebah jantan untuk kawin dengannya dan untuk mengabarkan kepada koloninya bahwa ratu lebah masih hidup, sehat dan masih produktif. Tetapi jika ratu lebah mati atau hilang, maka ia tidak menyebarkan hormon pheromone dari tubuhnya lagi di sarang mereka, sehingga ovarium lebah-lebah betina menjadi aktif menghasilkan telur yang akan menetas menjadi lebah jantan. Maka terjadilah chaos dalam koloni lebah madu tersebut, karena lebah-lebah betina pekerja itu akan berebut untuk memperoleh lebah-lebah pejantan terakhir bahkan lebah-lebah betina pekerja dari koloni lain masuk dengan cara menyelundup ke sarang yang baru kehilangan ratu lebah untuk ikut juga berebut lebah jantan sebelum masa depan koloni itu berakhir. Alat kelamin ratu lebah terdiri dari 2 ovarium berukuran besar yang hampir memenuhi rongga abdomennya, di ovarium terdapat ovariole yaitu tempat memproduksi ovum (sel telur), 2 oviduct, uterus, bursa copulatrix, spermatheca tempat menyimpan hingga sekitar 200 juta spermatozoa (sel sperma/gamet) lebah jantan ketika terjadi perkawinan dengan ratu lebah dan vagina (alat kelamin) ratu lebah. Sang ratu lebah tugas utamanya bertelur, ia mulai bertelur 2-3 hari setelah dikawini oleh lebah jantan dan pada awal-awal bertelur, telur-telur ratu lebah menetas menghasilkan lebah-lebah jantan. Ratu lebah akan tinggal selama hidupnya di dalam sarang kecuali jika mengalami gangguan atau sarangnya rusak karena terusik makhluk lain. Ratu lebah dapat bertelur lebih dari 2.000 butir per hari, menghasilkan sekitar 1 juta butir telur sepanjang hidupnya dan masa suburnya (produktif) 2-3 tahun. Ratu lebah harus dibantu oleh lebah pekerja untuk bertelur, lebah pekerja membantunya dengan mengibas-ngibaskan antenanya ke perut ratu lebah sehingga telur-telurnya mudah keluar dari alat reproduksinya.

Jenis kelamin telur-telur ratu lebah madu ditentukan oleh beberapa hal, di antaranya : ruangan/lubang/kamar tetas, makanan yang tersedia, iklim (cuaca), ada tidaknya pembuahan dengan spermatozoa ketika sel telur melewati spermatheca ratu lebah, sifat dan tingkah laku ratu lebah. Sepanjang kehidupan ratu lebah, sang ratu akan selalu memproduksi telur untuk kelangsungan hidup koloninya, tetapi seiring semakin tua usia ratu lebah, maka telur-telurnya tidak menghasilkan lebah-lebah betina pekerja lagi, telur-telurnya hanya menghasilkan lebah-lebah jantan saja dan sudah tidak mengeluarkan hormon pheromone dari tubuhnya lagi atau ratu lebah yang masih muda itu kesuburan reproduksi telurnya berkurang karena ratu lebah tersebut gagal dalam perkawinan sehingga kehabisan persediaan spermatozoa di dalam spermathecanya sebelum ia berusia tua sehingga hanya menghasilkan lebah-lebah jantan saja. Maka secara naluri lebah-lebah pekerja akan bersiap menggantikannya dengan memilih telur-telur yang terbaik, setelah menetas maka larva-larva calon ratu lebah itu diberi makan royal jelly supaya menjadi ratu lebah baru. Kamar-kamar larva-larva calon ratu lebah paling besar, lebih panjang bentuknya seperti kacang dan paling menonjol daripada kamar-kamar larva-larva lebah pekerja dan terletak di pinggir bawah sisiran sarang. Karena belum tentu ratu lebah itu selama proses perkawinan ’terbang kawin’ dengan lebah jantan memperoleh kesuburan tinggi yang membuat ia memperoleh spermatozoa yang banyak dari lebah jantan. Jika ratu lebah madu tidak memperoleh spermatozoa yang banyak ketika musim kawin, maka ia tidak mampu bertelur yang menghasilkan lebah-lebah madu betina pekerja dalam jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu yang lama karena spermatozoa di spermathecanya habis sebelum waktunya, berarti ia telah gagal sebagai ratu lebah dan telah ada ratu lebah yang usianya lebih muda dan telah dikawini oleh lebah jantan yang siap menggantikannya. Maka hal itu menyebabkan lebah-lebah betina pekerja akan membunuh ratu mereka sendiri dengan mengerumuninya secara super erat untuk menggencetnya sehingga menciptakan suhu panas dengan gesekan yang terus-menerus membuat ratu lebah yang tidak dikehendaki koloninya lagi itu mati (balling). Ya, ratu lebah mereka yang tidak produktif lagi karena usia tua atau ratu lebah yang usianya belum tua tetapi persediaan spermatozoanya telah habis itu dianggap sebagai penyusup oleh koloninya dan dianggap membahayakan koloninya sehingga harus dibunuh demi kelangsungan hidup koloni lebah madu tersebut dan diganti dengan ratu lebah muda yang usianya baru 23 hari dan telah dikawini oleh lebah jantan. Jika ratu lebah itu masih produktif dan masih mengeluarkan hormon pheromone dari tubuhnya, maka ratu lebah itu tidak dibunuh oleh lebah-lebah betina pekerja walaupun telah ada ratu lebah yang lebih muda usianya yang kembali ke sarang induknya setelah dikawini oleh lebah jantan. Apabila ratu lebah baru itu akan menempati kedudukan ratu lebah lama, maka terjadilah perebutan kekuasaan dengan terjadinya pertarungan antara ratu lebah madu lama dan ratu lebah madu baru menggunakan sengat masing-masing berkali-kali untuk mengalahkan musuhnya. Ratu lebah madu memiliki sengat sebagai ovipositor, yaitu senjata pengusir ratu lebah madu lain yang menjadi pesaingnya di dalam sebuah koloni. Berbeda dengan sengat lebah pekerja yang akan terlepas jika dipakai untuk menyengat, sengat ratu lebah madu tidak akan rusak dan tidak akan terlepas walaupun dipakai untuk menyengat saingannya berkali-kali. Dan akhir dari pertarungan itu adalah, siapa yang kalah akan keluar dari sarang mereka lalu pergi ke tempat lain untuk membangun sarang dan koloni baru diikuti oleh sebagian lebah betina pekerja dan sebagian lebah jantan. Ratu lebah tidak bisa membangun kamar tempatnya bertelur, tidak bisa mencari makanan, tidak mampu membuang kotorannya sendiri, sayapnya disisir dan dibersihkan oleh lebah pekerja.

Ke-2. Lebah betina pekerja berasal dari telur fertil, usianya sekitar 5-6 minggu tergantung berat tidaknya pekerjaan yang dilakukannya, tubuhnya ramping warnanya hitam kecoklatan, memiliki sengat yang lurus di ekornya ukuran tubuhnya lebih kecil daripada lebah jantan dan ratu lebah, makanan lebah betina pekerja adalah nektar dan pollen. Lebah betina pekerja usia 3 minggu bertugas mencari sumber-sumber serbuk sari bunga (pollen), nektar bunga dan propolis, mereka disebut lebah pemandu sumber makanan. Lebah pekerja usia 3 minggu ke atas juga bertugas mengumpulkan makanan, mereka disebut lebah pengumpul makanan. Lebah pekerja pemandu sumber makanan bekerja sama dengan lebah pekerja pengumpul makanan, jika seekor lebah pemandu menemukan sumber makanan yang terbaik, ia segera kembali ke sarangnya dan menginformasikan kepada lebah pengumpul, informasinya  mencakup lokasi, jarak tempuh, arah yang harus dituju dan lama perjalanan, maka lebah pemandu tersebut akan menari-nari di sekitar lebah pengumpul untuk memberi tahu letak sumber makanan yang telah ditemukannya itu. Tarian itu disebut ’waggle dance’ dan ’crescent dance’, waggle dance adalah tarian memutar (melingkar) seperti angka 8, yaitu gerakan lebah pemandu mengelilingi lingkaran atas lalu lari lurus dari satu sisi ke sisi lain membentuk sudut terhadap Matahari sambil lebah pemandu itu menggoyang-goyangkan abdomennya dan melakukan gerakan mengelilingi lingkaran bawah dan kembali ke pusat atau sebaliknya dengan diameter lingkaran yang besar apabila nektar bunga jaraknya jauh dan apabila nektar bunga berjumlah banyak dan jaraknya dekat dari sarang, maka ia melakukan tarian melingkar dengan diameter lingkaran yang kecil. Jika lebah pemandu menari dengan penuh gairah dan sangat bersemangat, hal itu menunjukkan terdapat banyak sekali sumber makanan. Maka akan lebih banyak lagi lebah pengumpul yang akan berangkat beramai-ramai ke tempat sumber makanan untuk mengambil makanan yang berhasil ditemukan oleh lebah pemandu. Crescent dance adalah tarian dengan gerakan setengah memutar seperti membentuk bulan sabit (permukaan vertikal sarang sama dengan sudut horizontal makanan) dan gerakan setengah memutar ke arah lain, tarian ini menunjukkan bahwa jarak sumber makanan jauh dari sarang yaitu sekitar 50-150 meter. Selain itu, untuk menunjukkan seberapa jauh letak sumber makanan itu bisa dilihat dari jumlah goyangan abdomen lebah pemandu yang dilakukan setiap kali ia melakukan gerakan lari lurus. Semakin jauh jarak sumber makanan dengan sarang lebah madu, maka semakin kurang jelas bentuk tarian seperti angka 8 dari lebah pemandu yang ditunjukkan di hadapan lebah-lebah pengumpul. Lebah pemandu tidak hanya menunjukkan arah sumber makanan tetapi juga jarak ke tempat tersebut dan lebah-lebah pengumpul mengetahui jenis dan rasa nektar bunga dan juga mengetahui makanan yang akan diangkut itu nektar bunga atau pollen atau keduanya dari aroma bunga yang dibawa pulang oleh lebah pemandu. Lama waktu tarian dan jumlah goyangan abdomen lebah pemandu memberi petunjuk jarak secara akurat kepada lebah-lebah pengumpul tentang jarak yang lebih jauh antara sumber makanan dengan sarang mereka yang harus ditempuh oleh lebah-lebah pengumpul, kemudian lebah-lebah pengumpul itu memulai perjalanan dengan membawa perbekalan makanan sekedar cukup untuk energi saat dipakai dalam menempuh perjalanan yang ditunjukkan oleh lebah pemandu tersebut. Tarian waggle dan crescent ini akan diulang terus-menerus oleh lebah pemandu di tengah kerumunan lebah-lebah pengumpul dengan gerakan setengah memutar, memutar dengan diameter besar atau kecil dan lari lurus dengan menggoyang-goyangkan abdomennya tergantung keadaan sumber makanan.

Gerakan tarian lebah pemandu dengan menyelaraskan tubuhnya ke arah yang tepat di mana sumber makanan berada sesuai dengan letak Matahari tanpa harus menggunakan kompas atau radar yang canggih untuk memberi petunjuk secara akurat. Lebah-lebah madu ini juga memperhitungkan pergerakan Matahari yang posisinya terus berubah, ketika lebah pemandu memberi tahu arah lokasi bunga, dalam setiap 4 menit, sudut yang mereka beritahukan kepada lebah pengumpul juga bertambah 1 derajat ke barat, berkat perhitungan yang luar biasa dari lebah-lebah madu ini, maka lebah pengumpul sumber makanan mampu menemukan lokasi sumber makanan dengan tepat, begitu juga saat kembali ke sarang mereka, lebah-lebah madu tersebut tidak pernah tersesat kecuali jika ada badai. Selain dengan tarian waggle dan crescent dan bantuan arah Matahari, lebah-lebah madu juga berinteraksi dengan menyentuhkan antenanya ke lebah-lebah madu lain yang fungsinya untuk berkomunikasi antar lebah. Selanjutnya lebah-lebah pengumpul pergi untuk mengumpulkan propolis, serbuk sari dan nektar bunga. Tarian waggle dan crescent dapat dijadikan sebagai indikator lingkungan untuk melihat banyak atau sedikitnya keberadaan makanan lebah madu itu dan bisa juga untuk memperkirakan banyak atau sedikitnya jumlah serangga penyerbuk yang lainnya yang menjadi saingan lebah madu, karena jika banyak serangga penyerbuk yang mencari nektar bunga yang sama, maka lebah madu itu akan mencari nektar bunga ke tempat lain untuk memenuhi kebutuhan koloni mereka. Lebah-lebah madu lebih pintar (cepat) menangkap dan mengingat aroma baru bunga pada pagi hari dan kekuatan otaknya berkembang secara bertahap untuk membantu lebah-lebah madu itu mendapatkan tanaman berbunga. Pada pagi hari waktu yang dibutuhkan untuk mencari nektar bunga menjadi lebih efisien dan supaya tidak didahului oleh binatang-binatang lain yang menjadi saingan lebah madu yang juga pemakan nektar bunga, seperti : kupu-kupu, semut, kumbang, burung madu kelapa, burung sogok ontong (madu sriganti), burung madu hitam (black sunbird), burung kacamata biasa, burung kolibri dan binatang pemakan madu lainnya. Karena sebagian besar bunga menumpuk nektar pada pagi hari, maka pada waktu itulah pengenalan banyak aroma baru bunga akan menjadi paling berguna bagi lebah madu. Proses untuk mengingat aroma baru yang keluar dari berbagai macam bunga merupakan pekerjaan yang memerlukan banyak energi bagi otak lebah madu. Jadi jika lebah madu itu kurang pintar mengenali aroma baru bunga pada siang harinya, maka aroma bunga yang telah dikenal lebah madu pada paginya dapat menjadi petunjuk keberadaan nektar bunga, sehingga dapat membantu lebah madu tersebut menghemat energi dalam menemukan nektar bunga. Otak lebah madu berbentuk oval seukuran biji sawi tetapi memiliki kapasitas yang luar biasa untuk belajar dan mengingat banyak hal dan mampu membuat perhitungan yang kompleks untuk menghitung berapa waktu dan jarak tempuh antara sumber makanan dengan sarang mereka dan kerja lebah-lebah madu itu efisien dalam mencari dan menemukan sumber makanan. Tugas mencari sumber makanan adalah tugas yang paling berbahaya bagi lebah-lebah betina pekerja karena mereka akan menghadapi musuh alami, seperti : laba-laba, capung dan belalang.

Lebah betina pekerja yang baru keluar dari kepompong (pupa) usia 1-2 hari bertugas membersihkan sarang dari kotoran-kotoran ratu lebah, mereka disebut lebah pembersih.
Lebah betina pekerja usia 3-9 dan memiliki kelenjar hipofaring yang berkembang, bertugas merawat dan menyuapi anak-anak lebah (larva), mereka disebut lebah perawat. Dan bertanggung jawab untuk memproduksi royal jelly yaitu campuran serbuk sari + madu hasil sekresi kelenjar hipopharyngeal dari lebah perawat. Royal jelly mengandung protein 13% termasuk collagen, vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12, C, D, E dan K, mineral, lemak 5% terdiri dari lemak jenuh, lemak tak jenuh dan phospholipids, karbohidrat 15% berupa gula fruktosa dan glukosa, air 60-70%, garam, asam folat, enzim, asam nucleid meliputi DNA dan RNA, gamma globulins yang sangat penting untuk imunisasi, metil paraben untuk antioksidan, royal jelly mengandung seluruh jenis asam amino essensial dan non essensial, senyawa antibiotik dan antibakteri dan mengandung protein royalactin yang bermanfaat sebagai nutrisi ratu lebah dan larva calon ratu lebah supaya dapat tumbuh dengan sempurna dan lain-lain. Lebah perawat juga bertugas memberi makan ratu lebah dan larva calon ratu lebah dengan royal jelly hasil produksi mereka, sementara itu larva lebah jantan (drones) dan larva lebah betina pekerja diberi makan royal jelly selama 3 hari saja selanjutnya mereka diberi makan bee bread yang terbuat dari serbuk sari + madu yang tidak mengalami transformasi menjadi royal jelly.
Lebah betina pekerja usia 10-16 hari, di usia 10 hari lebah pekerja akan melakukan terbang pertama di dekat sarang, kelenjar lilin dalam abdomennya berkembang untuk menghasilkan lilin lebah/malam lebah/beeswax. Di usia 12 hari saat kelenjar lilin dalam abdomennya telah matang, lebah betina pekerja berhenti makan, mereka mulai membangun sisiran (lubang-lubang) sarang dan memperbaiki sisiran sarang yang rusak, mereka disebut lebah pembangun dan lebah betina pekerja yang bertugas memproses nektar bunga menjadi madu mentah, pollen dan propolis, mereka disebut lebah pemroses.
Lebah betina pekerja usia 17-20 hari, kelenjar racun (sengat) berkembang menghasilkan beevenom (apitoxin) berbentuk cairan bening tidak berwarna, rasanya manis sedikit pahit sebagai alat pembela diri dari serangan musuh. Lebah-lebah pekerja tersebut diberi tugas untuk menjaga sarang dengan mencegah benda dan makhluk lain yang tidak dikehendaki masuk ke dalam sarang guna menjaga kesterilan sarang mereka, menjaga suhu sarang dan kelembaban sarang, mereka disebut lebah penjaga. Aroma hormon pheromone yang keluar dari tubuh lebah madu sebagai ciri khas setiap koloni menjadi faktor penting bagi mereka untuk mengenali anggota koloninya sehingga mereka bisa bebas keluar dan masuk kembali ke sarangnya dengan aman.
Ke-3. Lebah jantan berasal dari telur infertil, usianya sekitar 10-13 minggu (75-90 hari), jumlahnya hanya sekitar 200-300 ekor, lebah jantan bersifat tenang, pemalas, sangat suka makan dan makannya disuapi oleh lebah pekerja. Supaya bisa mengawini ratu lebah, maka dada lebah jantan dilengkapi dengan otot yang kuat. Sayap lebah jantan lebih besar daripada sayap lebah pekerja sehingga suara dengungan sayapnya lebih keras daripada suara dengungan sayap lebah pekerja. Warna tubuhnya kehitam-hitaman, ekor lebah jantan tidak memiliki sengat, tidak memiliki proboscis, tidak memiliki kelenjar lilin dan tidak memiliki kantong pollen di kakinya sehingga tidak bertugas mengumpulkan makanan, makanan lebah jantan adalah madu. Lebah jantan hanya bertugas mengawini ratu lebah muda perawan ketika sang ratu berusia 23 hari, apabila koloni lebah madu itu akan membentuk koloni baru atau regenerasi ratu lebah demi kelangsungan hidup koloni. Jika ratu lebah ingin kawin maka ia memilih lebah jantan yang paling kuat dan paling cepat terbangnya lewat sayembara kecepatan terbang, lebah jantan pemenang yang berhasil menyusul ratu lebah terbang yang berhak mengawini ratu lebah perawan. Alat kelamin lebah jantan berbentuk istimewa, terdiri dari  penis (batang zakar) yang sangat besar, sepasang testis (adalah kelenjar kelamin pada binatang dan manusia tempat memproduksi spermatozoa dan memproduksi hormon) yang mampu menghasilkan sekitar 10-200 juta spermatozoa, testisnya terdapat di sisi perut menempel pada vas deferens yang berfungsi sebagai tempat menyimpan spermatozoa dan saluran spermatozoa sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui penis. Setelah proses perkawinan yang berlangsung beberapa detik, keduanya lalu jatuh bersama-sama ke tanah, lebah jantan kehabisan tenaga setelah kawin dan lebah jantan pasti akan mati karena penis lebah jantan tertinggal di dalam vagina (tepatnya adalah penis lebah jantan yang kawin itu lepas dari abdomennya dan tertinggal mulai dari bursa capulatrix sampai dengan vagina) ratu lebah dan abdomennya robek ketika berusaha memisahkan diri dari vagina ratu lebah. Jika spermatheca ratu lebah belum terisi penuh, maka ratu lebah itu terbang kembali ke udara untuk melangsungkan perkawinan lagi dan perkawinan seekor ratu lebah akan terjadi berulang kali dengan banyak lebah jantan dan bisa melibatkan sekitar 30 lebah jantan sampai spermatheca ratu lebah telah cukup memperoleh spermatozoa dari banyak sperma lebah jantan, lalu ratu lebah itu kembali ke sarang. Musim kawin lebah madu berlangsung dari bulan Mei hingga Juli yang terjadi di udara terbuka pada siang hari ketika cuaca cerah dan lebah-lebah madu beterbangan di alam terbuka sekitar sarang mereka dan proses perkawinan lebah madu itu berlangsung hanya selama 2-10 detik saja. Setelah musim kawin selesai, lebah-lebah jantan yang tidak berhasil mengawini ratu lebah akan diabaikan oleh semua penghuni koloni dan mereka dianggap tidak berguna lagi. Sehingga ketika terjadi paceklik, lebah-lebah betina pekerja akan mengusir lebah-lebah jantan yang tidak sukses itu dari sarang mereka. Karena lebah-lebah jantan tidak dapat mencari makan sendiri, maka mereka akan segera mati kelaparan dan lebah jantan yang mencoba masuk kembali ke sarangnya akan diserang oleh lebah-lebah betina pekerja hingga mati.

Satu koloni lebah bisa menghasilkan 27-45 kg madu setahun, untuk mengumpulkan nektar bunga seberat 1 kg, setiap ekor lebah harus mengunjungi 4 juta kuntum bunga dan harus mondar-mandir mengangkut muatan sebanyak 120-150 ribu kali. Seandainya jarak bunga dengan sarangnya sejauh 1,5 km, lebah tersebut harus terbang sejauh 3 km sekali angkut dan maka total jarak yang ditempuhnya sejauh 360-450 ribu km, hal ini sama dengan 8,5 sampai 11 kali garis tengah Bumi panjangnya dan sementara lebah-lebah madu terbang di udara, mereka itu juga mengangkut kargo di tubuhnya yang beratnya seringkali sama dengan berat keseluruhan tubuh lebah madu itu, walaupun dalam performa aerodinamis yang menurun dan kondisi udara yang luar biasa abnormal sekalipun tidak menjadi hambatan bagi lebah-lebah madu itu untuk bergerak lincah di udara, mereka bekerja seperti mobil balap, Subhanallah.... Lebah madu memiliki 170 reseptor penciuman, kemampuan (daya) penciuman yang luar biasa ini termasuk sinyal mereka untuk pengakuan (mengenali) kerabat, komunikasi sosial dalam sarang dan kemampuan penciuman mereka untuk mencari makanan dan sinyal untuk mengantarkannya pulang ke sarang. Indera penciuman mereka begitu tepat sehingga bisa membedakan ratusan varietas bunga yang berbeda dan mengetahui apakah sekuntum bunga memiliki serbuk sari atau nektar dari jarak beberapa meter saja. Ketika lebah pekerja pengumpul menemukan kuntum bunga yang dimaksud oleh lebah pekerja pemandu, lebah akan menghisap nektar kemudian disimpan di dalam perutnya dan juga mengambil serbuk sari bunga. Lebah-lebah pekerja untuk membuat dan menghasilkan madu berlangsung sangat kompleks dan terorganisir dengan baik. Bahkan selain membuat madu, lebah-lebah pekerja juga menjaga kualitas madu yang dihasilkan oleh mereka secara istimewa, disamping itu, madu adalah satu-satunya minuman yang mengandung semua zat yang diperlukan untuk mempertahankan hidup dan satu-satunya minuman yang mengandung ‘pinocembrin’ yaitu antioksidan yang bermanfaat untuk peningkatan fungsi otak, sehingga wajar madu dijuluki minuman yang istimewa. Sarang lebah adalah sarang yang paling bersih yang ada di dunia, hal ini terjadi karena di setiap lubang-lubang sarang lebah madu komponen utamanya adalah propolis yang digunakan oleh lebah-lebah madu itu untuk membangun, memperbaiki dan melindungi lubang-lubang sarang mereka, sehingga sarang lebah madu kebal dan terlindung dari serangan penyakit, parasit, bakteri, virus dan jamur yang membuat mereka mati dan tidak dapat berkembang biak. Dan lebah-lebah itu menjaga sarang mereka supaya zat-zat asing dan binatang jangan sampai masuk ke dalam sarang dengan adanya ’piket jaga sarang’ yang bertugas mencegah segala sesuatu yang tidak diinginkan memasuki sarang mereka. Setiap koloni lebah madu memiliki ciri khusus yaitu aroma unik untuk identifikasi anggotanya dan untuk memudahkan lebah pulang ke sarangnya. Maka selain ratu lebah, lebah-lebah betina pekerja juga mengeluarkan aroma uniknya atau memercikkan senyawa kimia hormon pheromone dari tubuhnya untuk komunikasi antar lebah yang dikenali oleh koloninya supaya lebah-lebah madu itu bisa masuk ke sarang mereka. Sedangkan lebah madu asing bukan anggota koloni yang aroma unik tubuhnya tidak dikenal, maka ia tidak bisa masuk ke dalam sarang. Satu lagi yang menarik perhatian, lubang-lubang sarang lebah madu membentuk bangun geometris hexagonal (segi enam). Mengapa lubang-lubang sarang lebah madu itu berbentuk hexagonal? Menurut ahli matematika, bahwa struktur hexagonal adalah bentuk yang paling cocok untuk memanfaatkan setiap area unit secara maksimum. Jika lubang-lubang sarang lebah madu dibangun dengan bentuk lain selain bentuk hexagonal, maka akan terdapat area yang tidak terpakai, sehingga lebih sedikit madu yang dapat disimpan dan lebih sedikit lebah madu yang mendapatkan manfaatnya. Struktur bangunan lubang-lubang sarang lebah madu berbentuk hexagonal yang sangat *presisi dengan pengaturan udara yang sangat baik. Lebah madu menggunakan lubang-lubang sarang mereka untuk menyimpan madu, pollen, telur, larva calon lebah ratu, larva calon lebah pekerja dan larva calon lebah jantan dan pupa.
*Presisi = lebah-lebah madu itu ketika membuat lubang-lubang sarang mereka, dengan mengukurnya dalam tingkat yang hasilnya sangat mendekati ukuran yang sama antara lubang yang satu dengan lubang lainnya tanpa ada sambungan, yaitu ketika pengukuran berkerumun bersama-sama.

Madu adalah produk hasil pengolahan nektar bunga yang sebelumnya telah dikumpulkan oleh lebah-lebah pekerja pengumpul sumber makanan dengan mengisap nektar bunga, lebah-lebah pengumpul itu menggunakan lidahnya yang berbentuk jarum panjang menyerupai belalai yang disebut proboscis, lalu nektar bunga itu dihisap dengan proboscisnya dan dimasukkan (disimpan) di dalam *perut lebah yang bernama ’the crop’. Lebah pengumpul hanya akan mengunjungi tipe bunga yang sama hingga semua pollen habis terkumpul. Saat nektar bunga dirasa cukup, lebah pengumpul akan kembali ke sarang, ketika lebah pengumpul sampai di sarang, kemudian nektar yang disimpan di dalam perutnya dimuntahkan kembali oleh lebah pengumpul ke mulutnya (*regurgitasi) lalu dihisap oleh lebah pemroses (prosesor) yang usianya lebih muda dengan menggunakan proboscisnya dimasukkan ke dalam mulutnya. Selanjutnya nektar bunga itu diproses di dalam mulut dan perutnya (the crop) dengan cairan saliva lebah pemroses yang mengandung enzim invertase yaitu enzim-enzim hidrolase yang berfungsi dalam proses pemecahan gula sukrosa dengan pertolongan air menjadi gula fruktosa dan glukosa yang rasanya lebih manis daripada gula sukrosa. Lantas nektar bunga yang telah mengalami transformasi menjadi madu mentah tersebut dimuntahkan kembali oleh lebah pemroses ke mulutnya dan dimasukkan ke dalam lubang-lubang sarang lebah madu yang masih terbuka untuk disimpan. Proses transformasi dari nektar bunga menjadi madu mentah memakan waktu sekitar 20-30 menit, disebut madu mentah karena masih memiliki kandungan air yang sangat tinggi yaitu sekitar 85%. Kepakan sayap-sayap lebah madu yang bergerak sangat luar biasa cepat yaitu 230 kali kepakan/detik sehingga menghasilkan bunyi ”bzzz nggg’ atau dengung di dalam sarang terus-menerus secara bergantian yang membantu mempercepat proses penurunan kadar air pada madu mentah. Dan penguapan air dalam madu mentah dibantu oleh suhu sarang yang hangat dan juga oleh proses pengaliran udara dari bentuk sarang hexagonal yang merupakan metode lebah untuk menurunkan kadar air dalam madu mentah. Madu dianggap matang jika kadar air di dalamnya telah turun ke level tertentu yaitu sekitar 17%-22% sehingga madu mengental. Setelah madu matang lantas disimpan dan dilindungi/ditutup/ditambal dengan zat resin yang disebut propolis di setiap lubang-lubang sarang lebah madu, sehingga kebal dan terlindungi dari serangan penyakit, parasit, bakteri, virus dan jamur, karena sarang lebah paling rentan terhadap berbagai serangan. Selanjutnya madu siap untuk digunakan oleh koloni lebah madu sebagai sumber makanan mereka atau dipanen dan dimanfaatkan oleh manusia untuk pengobatan dan lain-lain. Selain menghisap nektar bunga, lebah pengumpul makanan juga mengumpulkan dan menghasilkan pollen dari serbuk sari bunga-bunga dengan cara menyisir (mengikis) bubuk serbuk sari dari benang sari bunga dengan menggunakan rahang dan kaki-kaki tengahnya yang dilengkapi dengan rambut-rambut kaku. Kaki-kaki tengahnya ditutupi dengan rambut-rambut kaku yang dirancang untuk membantu lebah pengumpul menyisir (menyikat) serbuk sari bunga yang dicampurnya dengan sedikit nektar bunga dan cairan saliva (air liur) lebah pengumpul dari mulutnya kemudian membentuk gumpalan pollen lalu dimasukkan olehnya ke corbicula (kantong pollen) bentuk konkaf (lensa cekung) yang ada di sepasang kaki belakangnya sehingga serbuk sari bunga tersebut tidak beterbangan saat di angkutnya. Dan kaki-kaki tengahnya juga digunakan untuk mengambil pollen dari kantong pollen setelah kembali ke sarang. Kemudian pollen itu diberikan kepada lebah betina pekerja yang usianya 20 hari ke bawah yang ada di dalam sarang untuk diproses, yaitu pollen tersebut dicampur dengan nektar bunga, enzim, fungi dan bakteri yang memfermentasikan pollen. Pollen mengandung 12 vitamin, karbohidrat 55%, protein 35%, 18 asam amino 8 di antaranya essensial, 14 asam lemak penting, enzim, koenzim, hormon, 28 mineral, antioksidan, mengandung 188 jenis fungi dan 29 jenis bakteri, zat hidrat arang dan lain-lain. Dan lebah-lebah pengumpul makanan juga mengumpulkan zat resin (getah) dari batang banyak pohon terutama tumbuh-tumbuhan berjenis poplar (tumbuhan paku), pucuk-pucuk daun dan bunga-bunga tumbuhan berbalsam. Lalu zat resin itu juga diberikan kepada lebah betina pekerja muda yang ada di dalam sarang untuk diproduksi menjadi propolis. Kemudian zat resin bahan baku propolis itu dicampur dengan air liur lebah yang mengandung zat-zat aktif dan lilin lebah dari kelenjar lilin, selanjutnya bahan-bahan tersebut oleh lebah diproses menjadi produk propolis yang teksturnya sedikit lengket dan kental berbentuk seperti lem (perekat), warnanya hijau terang, coklat terang atau coklat gelap. Propolis merupakan senyawa kompleks yang terdiri dari resin 55%, lilin lebah 30%, minyak aromatik 10% dan pollen 5%. Propolis adalah komponen utama yang melindungi sarang lebah dari berbagai serangan penyakit, parasit, bakteri, virus dan jamur. Propolis juga digunakan oleh lebah madu untuk memperkuat stabilitas strukrur sarang, mengurangi getaran di dalam sarang, memperkuat pertahanan sarang dengan menutup jalur masuk alternatif, mengisolasi binatang yang terlanjur masuk sehingga menjadi mumi yang membuatnya tidak berbau dan berbahaya. Dan propolis digunakan oleh manusia sebagai obat alami yang sangat mujarab dan telah terbukti mampu menyembuhkan hampir segala jenis penyakit. Propolis yang bagus berasal dari lebah alami bukan dari lebah yang diternakkan, jenis propolis yang paling bagus dan berkualitas tinggi adalah jenis Brazilian Green Propolis yang diproduksi oleh lebah madu Afrikanisasi yang memiliki kandungan bioflavonoids (flavonoid) tertinggi dibanding propolis jenis lain. Jangan mengkonsumsi propolis yang masih mengandung lilin lebah karena lilin tersebut akan menghalangi saluran pencernakan sehingga tidak bisa dicerna dan diserap oleh tubuh dan akan mengganggu dan merusak saluran pencernakan seperti liver, usus sampai ginjal. Ciri-ciri propolis yang masih mengandung lilin lebah : menggunakan botol plastik sebagai wadahnya, apabila propolis diteteskan di air bening, maka larutannya menjadi berwarna putih keruh, aromanya sangat kuat dan rasanya sepat (kelat dan kesat di lidah), pahit dan agak panas di tenggorokan karena propolis tersebut masih mengandung alkohol.

Serangga (insecta) termasuk lebah adalah jenis binatang yang melakukan bantuan penyerbukan terhadap bunga menjadi buah dengan tingkat kesuksesan tertinggi yaitu perannya sebesar 80% dalam pengembangbiakan tanaman. Pada saat seekor lebah pekerja pengumpul menghisap nektar floral yang biasanya terletak di dasar mahkota bunga (perianthium), secara tidak sengaja lebah pekerja tersebut melakukan penyerbukan. Karena kaki lebah pekerja pasti menyentuh *kepala sari bagian benang sari (stamen) yang menyebabkan ratusan serbuk sari itu melekat pada kakinya. Dan ketika lebah pengumpul pindah pada *kepala putik bagian putik (pistillum) yang terdapat bakal buah dan bakal biji, maka serbuk sari yang tadi melekat pada kakinya akan berjatuhan dan menempel pada kepala putik dalam jumlah cukup banyak sehingga mengubah bunga menjadi buah sesaat sebelum mengisap nektar floral yang ada di dasar mahkota bunga dengan proboscisnya. Penyerbukan merupakan bagian penting dari proses reproduksi tumbuhan berbiji yang Insya Allah nantinya akan menjadi tumbuhan berikutnya. Hubungan yang terjalin antara lebah dan bunga adalah bentuk hubungan simbiosis mutualisme yaitu hubungan yang saling menguntungkan, lebah mendapatkan sumber makanan yang banyak mengandung nutrisi dan bunga diuntungkan karena lebah membantu mempercepat penyerbukan yang sangat jarang terjadi kegagalan.
*Nektar adalah cairan manis kaya gula fruktosa 38,5%, glukosa 31%, maltosa 7,1%, sukrosa 1,3%, melibiosa, rafinosa yang dihasilkan kelenjar nektar bunga yang digunakan sebagai bahan utama madu dan mengandung mineral Natrium, Magnesium, Fosfor, Kalsium, Besi dan Kalium, vitamin A, B1, B2 dan C, antibiotik, pollen, berbagai macam enzim pencernakan, asam-asam organik, resin, air, karbohidrat dan hormon yang berguna untuk proses metabolisme di dalam tubuh manusia.
*Perut lebah ada 2 yaitu ventriculus yang berfungsi sebagai tempat mencerna makanan dan menyerap sari-sari makanan dan the crop tempat menyimpan nektar, di antara 2 perut lebah itu terdapat proventriculus katup pengatur aliran makanan yang berfungsi memindahkan makanan berupa nektar dan serbuk sari dari the crop ke ventriculus, dan juga memastikan bahwa nektar yang ada di dalam the crop tidak terkontaminasi dengan isi yang ada di dalam ventriculus.
*Regurgitasi adalah naiknya makanan dari kerongkongan atau lambung tanpa disertai oleh rasa mual maupun tanpa disertai oleh kontraksi otot perut yang sangat kuat, contohnya seperti nektar dan madu mentah dari the crop lebah naik ke mulut lebah.
*Kepala sari (anthera) bagian dari benang sari dan benang sari adalah alat perkembangbiakan bunga (fertil) berfungsi sebagai alat kelamin jantan pada bunga yang ada di ujung tangkai benang sari.
*Kepala putik (stigma) bagian putik adalah alat perkembangbiakan bunga berfungsi sebagai alat kelamin betina pada bunga yang ada di ujung tangkai putik berada di tengah-tengah bunga yang dikelilingi oleh benang sari.

Sumber : Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Agus Mustofa, The Miracle dan berbagai sumber.

Tidak ada komentar: